English
Bahasa Indonesia
You are here
Membiasakan Konsumsi Bijak melalui Penggunaan Tumbler dan Water Station di SMA Negeri 1 Sleman

Sleman - Dimitria Pelita Khairunnisa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 1 Sleman. Selama pelaksanaan PK, Dimitria mengamati kebiasaan peserta didik dalam membawa tumbler dan memanfaatkan water station yang tersedia di lingkungan sekolah. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan perilaku konsumsi yang lebih bijak sekaligus upaya mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan sekali pakai. Kegiatan ini menyasar peserta didik dan memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dari perspektif Pendidikan Ekonomi, kebiasaan tersebut juga menunjukkan penerapan konsep konsumsi, penghematan, dan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan kebiasaan tersebut dilakukan dengan mendorong peserta didik untuk membawa tumbler dari rumah dan mengisi ulang air minum melalui water station yang tersedia di sekolah. Dengan menggunakan tumbler, peserta didik tidak perlu membeli air minum kemasan setiap kali membutuhkan air selama berada di sekolah. Uang yang biasanya digunakan untuk membeli air minum dapat dihemat dan dialokasikan untuk kebutuhan lain atau ditabung. Kebiasaan sederhana ini juga dapat menjadi pembelajaran kontekstual bagi peserta didik mengenai pengambilan keputusan ekonomi, khususnya dalam membedakan kebutuhan dan keinginan serta mempertimbangkan penggunaan uang secara bijak. Dalam pelaksanaannya, kebiasaan tersebut didukung oleh lingkungan sekolah dan kesadaran peserta didik dalam menerapkan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
Kebiasaan membawa tumbler dan menggunakan water station memberikan manfaat dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, peserta didik memiliki kesempatan untuk mengurangi pengeluaran kecil yang dilakukan secara berulang dan mengalokasikan uang tersebut untuk kebutuhan lain atau tabungan. Sebagai ilustrasi, apabila air minum kemasan seharga Rp4.000 dibeli setiap hari selama 20 hari sekolah, pengeluaran yang dapat dihemat mencapai sekitar Rp80.000 dalam satu bulan. Dari sisi lingkungan, penggunaan tumbler membantu mengurangi ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa pilihan konsumsi sehari-hari dapat memberikan dampak terhadap pengelolaan keuangan sekaligus lingkungan, sehingga mendukung penerapan SDG 12.
Melalui kebiasaan sederhana membawa tumbler dan memanfaatkan water station, diharapkan peserta didik semakin terbiasa menerapkan perilaku konsumsi yang bijak dan bertanggung jawab. Kebiasaan tersebut juga diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Bagi mahasiswa Pendidikan Ekonomi, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk menghubungkan pembelajaran ekonomi dengan kehidupan nyata, bahwa penerapan konsep ekonomi dapat dimulai dari keputusan sederhana dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Faculties, Graduate School, and Directorates
- Faculty of Education and Psychology
- Faculty of Engineering
- Faculty of Mathematics and Natural Sciences
- Faculty of Languages, Arts, and Cultures
- Faculty of Social Sciences, Law, and Political Science
- Faculty of Health and Sports Science
- Faculty of Vocational
- Graduate School
- Directorate of Quality Assurance
- Directorate of Researches and Community Services
Contact Us
Copyright © 2026,