Integrasi SDG 12 dalam Pembelajaran Ekonomi: Penguatan Pemahaman Biaya Peluang Melalui Economic Choice Card pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Yogyakarta

Nilai-nilai keberlanjutan dapat dikenalkan melalui berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini berhasil diterapkan dalam pembelajaran oleh Adhestia Putri Richinta, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta saat sedang melaksanakan  Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 2 Yogyakarta bersama siswa kelas XE-7 pada Senin (31/08/26) lalu. Pembelajaran berlangsung pada pukul 11.00-13.45 WIB dengan waktu istirahat pada pukul 11.45-12.30. Pembelajaran ini mengangkat materi biaya peluang yang terintegrasi dengan Sustainable Development Goals (SDG) ke-12, yaitu Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Implementasi dalam kegiatan ini berfokus pada aspek konsumsi yang bertanggung jawab sehingga disesuaikan dengan materi biaya peluang dan studi kasus yang digunakan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang konsep biaya peluang dan pengambilan keputusan ekonomi siswa. Ketika materi konsep dasar diikuti siswa dengan baik maka dilanjutkan dengan aktivitas Economic Choice Card sebagai media pembelajaran berbasis studi kasus. Media yang dibuat berupa kotak berisi lembaran kasus dengan berbagai warna yang dibuat memanfaatkan kardus bekas paket COD. Setiap warna memiliki kategori yang berbeda dan setiap lembar dilipat pada bagian atas dan bawah sehingga bagian tengah berisi soal studi kasus yang tertutup. Siswa diminta mengambil satu lembar secara acak kemudian membuka lipatan kartu untuk mengetahui situasi yang didapatkan. Kasus yang diberikan berkaitan dengan keputusan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari seperti memilih membeli barang baru atau memakai barang yang masih layak, mempertimbangkan kebutuhan atau keinginan serta diskon hingga menentukan konsumsi yang lebih efisien. Siswa dapat menganalisis alternatif pilihan secara individu dengan mempertimbangkan alasan, tujuan, manfaat, konsekuensi serta peluang dari keputusan tersebut. 

Keterkaitan dengan SDG 12 berdasarkan konteks kasus yang membuat siswa menganalisis penggunaan sumber daya secara bijak dan berfokus pada perilaku konsumsi yang tidak berlebihan serta pemanfaatan kembali material dalam pembuatan media pembelajaran. Pada beberapa kasus mengarahkan siswa mempertimbangkan barang untuk digunakan kembali ketika masih layak, melakukan perbaikan pada barang yang rusak, memilih produk isi ulang, hingga membeli barang karena diskon atau mengikuti perkembangan zaman. Pendekatan sejalan dengan SDG 12 yang menekankan konsumsi berkelanjutan, efisiensi penggunaan sumber daya serta pengurangan sampah dalam bentuk daur ulang. Dengan demikian, nilai konsumsi bertanggung jawab hadir secara kontekstual melalui proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil penugasan siswa terdapat beragam pertimbangan untuk menentukan pilihan yang diambil sesuai dengan kasus yang diberikan. Siswa tidak hanya mempertimbangkan harga tetapi berdasar kebutuhan, situasi, manfaat, kondisi keuangan, dan konsekuensi dari keputusan yang telah diambil. Pembelajatan ini menunjukkan bahwa konsep biaya peluang dapat dihubungkan dengan keputusan nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai konsumen. Melalui Economic Choice Card, siswa diharapkan untuk memahami setiap pilihan memiliki konsekuensi dan sesuatu yang dikorbankan sekaligus membangun perilaku siswa dalam mempertimbangkan kebutuhan dan dampak ebelum memilih keputusan konsumsi. (adst)