Tingkatkan Kualitas Riset Global, FEB UNY Gelar Pelatihan Publikasi Jurnal Internasional Bersama Diaspora UK
Submitted by feb on Fri, 15/05/2026 - 09:53
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses menyelenggarakan kegiatan "Pelatihan Publikasi Artikel Ilmiah pada Jurnal Bereputasi Internasional" guna mendongkrak produktivitas serta kualitas riset civitas akademika di kancah global. Acara intensif yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 11-13 Mei 2026 ini bertempat di Ruang Teater Gedung PMD FEB UNY. Pelatihan berskala besar ini menghadirkan pembicara utama Dr. Vogy Gautama Buanaputra, M.Sc., Ph.D., seorang akademisi asal Indonesia yang kini aktif mengajar di Cardiff Business School, Cardiff University, Inggris. Dipandu oleh Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., Ak., CA. CFP selaku moderator, jalannya acara disambut antusiasme luar biasa dari lebih dari 400 mahasiswa dan dosen FEB UNY yang memadati lokasi sejak hari pertama pelaksanaan.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY menyampaikan harapan besar agar para peserta menyerap ilmu dan strategi penulisan sebanyak-banyaknya dari pelatihan ini. Kehadiran Dr. Vogy diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk mengikuti jejak suksesnya sebagai diaspora Indonesia yang berkarier di institusi bergengsi luar negeri. Mengawali sesi, Dr. Vogy menekankan pentingnya meluruskan pola pikir mengenai esensi riset ilmiah. Beliau memaparkan bahwa riset sejati harus bergerak secara terencana dan sistematis menggunakan data empiris, bukan sekadar bersandar pada common sense atau logika umum yang cenderung subjektif dan bias. Karya ilmiah yang berkualitas menuntut proses terukur, mulai dari pembatasan fokus area hingga formulasi pertanyaan penelitian yang matang dan dapat diuji.
Memasuki pembahasan tinjauan pustaka (literature review), Dr. Vogy menggarisbawahi kesalahan umum penulis yang sering kali terjebak dalam gaya penulisan yang terlalu deskriptif. Beliau mengingatkan peserta untuk menghindari metode "dumping", yaitu sekadar merangkum dokumen atau menyebutkan daftar penulis secara kronologis tanpa adanya seleksi relevansi yang ketat. Sebaliknya, telaah literatur wajib dilakukan secara kritis dengan menghubungkan, membandingkan, dan mengontraskan argumen antarpenulis demi mengidentifikasi research gap. Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjustifikasi konteks lokasi riset; alasan klise seperti "belum ada penelitian di sini" dianggap tidak cukup kuat tanpa adanya keterkaitan nyata dengan krisis kebijakan atau perkembangan ekonomi. Untuk menjamin reputasi hasil publikasi, peneliti juga diarahkan untuk menggunakan basis data kredibel serta mencermati ranking jurnal internasional terpercaya seperti indeks ABS/AJG, Scopus, dan ABDC.
Pada hari kedua pelatihan, fokus materi beralih ke aspek teorisasi dan metodologi penelitian ilmiah. Dr. Vogy menjelaskan bahwa teori memegang peran krusial sebagai lensa persepsi untuk menyusun pengalaman sensorik peneliti serta menjustifikasi fenomena "mengapa" suatu hipotesis atau peristiwa terjadi. Di bidang metodologi, beliau memberikan panduan agar rancangan metode ditulis sejelas mungkin secara bertahap (step-by-step) agar memberikan gambaran detail yang memungkinkan penelitian tersebut untuk direplikasi oleh peneliti lain. Prinsip utama yang tidak boleh ditinggalkan dalam penyusunan metode adalah melakukan triangulasi data serta menjaga etika penelitian secara ketat, termasuk komitmen menjaga anonimitas para responden.
Sesi akhir pelatihan membedah teknik penyajian temuan dan diskusi, yang dinilai sebagai bagian paling krusial, khususnya dalam penelitian kualitatif. Dr. Vogy mengingatkan agar bagian diskusi tidak sekadar menjadi ajang konfirmasi teori ilmiah, melainkan harus mampu mengeksplorasi temuan empiris secara mendalam melebihi penjelasan deskriptif belaka. Sebagai tips taktis penulisan, beliau membagikan "Analogi Tangga", di mana setiap paragraf atau bagian penelitian harus disusun berkesinambungan layaknya anak tangga yang mengarahkan pembaca menuju kesimpulan akhir. Peneliti juga diwanti-wanti untuk berhati-hati dalam membuat klaim agar tidak melampaui bukti yang diperoleh, serta menutup manuskrip dengan kalimat positif mengenai kontribusi yang berhasil dicapai oleh riset tersebut.
Pelatihan publikasi jurnal internasional ini memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik serta mutu riset civitas akademika menuju standar global. Selain itu, dorongan terhadap inovasi berbasis riset ilmiah yang solutif selaras dengan pemenuhan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Terakhir, kerjasama aktif antara FEB UNY dengan Dr. Vogy sebagai perwakilan akademisi dari Cardiff University mencerminkan implementasi nyata dari SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang memperkuat jejaring kemitraan internasional antara FEB UNY dengan perguruan tinggi bereputasi dunia. (fdh)











