SDGs #4 Pendidikan

Menyemai Green Mindset Sejak Dini, Mahasiswa UNY Edukasi Daur Ulang dan Pemilahan Sampah di SD N Jetisharjo

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan proyek sosial berupa sosialisasi daur ulang sampah di SD Negeri Jetisharjo Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman. Kegiatan ini digagas oleh kelompok mahasiswa yang diketuai Wulan Anggraeni bersama empat anggota lainnya, yakni Umi Nuriyah, Adinda Rahmawati, Ni'matus Sa'adah, dan juga Endah Novitasari dengan bimbingan serta arahan dari dosen pengampu yakni Dr. Arwan Nur Ramadhan, M. Pd.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar di SD Negeri Jetisharjo mengenai pentingnya pengelolaan sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan kembali sampah yang masih dapat didaur ulang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat sejak kecil.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, dan diskusi sederhana terkait pengelolaan sampah kepada anak-anak kelas tiga.

Pihak sekolah selaku mitra kegiatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Selaku kepala sekolah Ibu Eny menyampaikan kesan positif terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa UNY.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UNY yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong pemahaman, dan adanya perubahan perilaku yang positif dalam menjaga lingkungan. Program ini sangat mendukung upaya sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik," ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan wilayah padukuhan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat, UNY berharap program serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran lingkungan berbasis komunitas.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun masyarakat Padukuhan Jetis. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan, diharapkan masyarakat sejak kecil dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik secara berkelanjutan.

Dokumentasi kegiatan:

Video kegiatan: https://youtu.be/diQNBl3DCRg?feature=shared

Penulis:

Arinda, Umi, Ima, Wulan, Endah

Mahasiswa UNY Gelar Program Edukasi untuk Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar Panti Asuhan

Zahra Febriliant Ardyn, dkk. yang merupakan para mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan program edukasi "Komunikasi Asyik, Pertemanan Menarik" dengan tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan" yang dibimbing oleh Arwan Nur Ramadhan, M.Pd., pada Minggu, 10 Mei 2026. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Panti Asuhan La-Tahzan di Kabupaten Sleman, DIY untuk mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 Mengurangi Kesenjangan melalui pemberian edukasi dan pengembangan keterampilan sosial bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Kegiatan ini mengangkat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Melalui tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan", kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan keterampilan sosial anak-anak panti asuhan. Sebanyak sepuluh anak dari Panti Asuhan La-Tahzan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Materi disampaikan oleh mahasiswa UNY yang berperan sebagai pemateri dan fasilitator, dengan membawakan pembelajaran interaktif mengenai etika komunikasi, pentingnya membangun pertemanan yang sehat, serta cara berinteraksi secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada pentingnya komunikasi yang efektif untuk membangun rasa percaya diri dan menjalin hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sosial. Peserta juga diajak untuk mempraktikkan komunikasi sederhana dari materi tersebut dengan permainan edukatif melalui partisipasi kelompok untuk mendorong rasa percaya diri di lingkungan dan keberanian untuk menyampaikan pendapat. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak panti asuhan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Pada akhir kegiatan, Ibu Nur sebagai pengasuh pihak Panti Asuhan La-Tahzan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa atas terlaksananya program edukasi tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang telah diberikan, anak-anak terlihat senang dan antusias selama mengikuti kegiatan dan mereka juga bisa dapat ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat," ungkapnya.

Melalui aktivitas komunikasi menarik ini, mahasiswa menunjukkan kontribusinya dalam mendukung realisasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dengan SDGs 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Kegiatan pembelajaran ini yang diselenggarakan untuk anak-anak di Panti Asuhan La-Tahzan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi, melainkan juga bertujuan untuk memperkuat rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta memberikan kesempatan belajar yang lebih adil bagi semua peserta. Dengan adanya kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan bisa membentuk suasana belajar yang inklusif dan menciptakan generasi muda yang mampu berkomunikasi dengan efektif, membantu relasi sosial yang positif, dan berkontribusi secara aktif dalam kehidupan masyarakat. (zahra)

Penguatan Financial Literacy dan Basic Marketing Skills secara Inklusif melalui Program AQUILIA dalam PLK UNY Mengabdi 2026

Program kerja mahasiswa tidak selalu harus tampil megah dengan konsep yang rumit dan penuh istilah teknis. Kadang justru hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi pengalaman belajar yang paling membekas, apalagi ketika prosesnya dilakukan bersama anak-anak yang memandang dunia dengan cara yang berbeda namun tulus. Melalui program kerja AQUILIA (Accounting QUality and Inclusive Literacy for Individual Accountability), Amar Taqwim atau yang akrab disapa Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 mencoba menghadirkan pembelajaran literasi keuangan dan marketing yang inklusif bagi anak asuh Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Panti 3 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Program kerja ini dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2026, dimulai dari tahap perencanaan dan observasi pada 1 Januari 2026, penerjunan pada 21 Februari 2026, hingga penarikan pada 15 Mei 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak asuh panti yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas intelektual. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana materi tersebut dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Amar melihat bahwa pembelajaran mengenai keuangan sering kali dianggap terlalu kompleks bahkan untuk anak-anak pada umumnya, sehingga anak berkebutuhan khusus pun kerap tidak mendapat akses pembelajaran yang sesuai. Dari pemikiran tersebut, AQUILIA dirancang sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dengan menggabungkan simulasi, media visual, praktik langsung, dan interaksi sederhana agar anak-anak dapat memahami konsep keuangan tanpa merasa tertekan oleh pembelajaran yang terlalu teoritis.

AQUILIA sendiri terdiri atas dua kelas utama, yaitu kelas literasi keuangan dan kelas marketing. Pada kelas literasi keuangan, pembelajaran dibagi menjadi lima tahapan, mulai dari Money Buddy yang mengenalkan konsep dasar uang, Happy Shopping yang mengajarkan cara membelanjakan uang, Smart Wallet mengenai menyimpan dan mengelola uang, Wise Borrowing terkait meminjam dan mengembalikan pinjaman, hingga Finance Ettiquete yang membahas etika keuangan sederhana seperti perilaku mencuri, menipu, dan korupsi. Sementara itu, pada kelas marketing, anak-anak mengikuti kegiatan Show and Sell dengan belajar menyusun kalimat promosi sederhana sekaligus mempraktikkan cara menawarkan produk secara langsung.

Mengajarkan konsep keuangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus ternyata bukan sekadar soal mengenalkan nominal uang atau aktivitas jual beli saja. Di sisi lain, proses belajar itu juga menjadi ruang untuk melatih keberanian, komunikasi, sampai bagaimana mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dan justru di titik itulah kegiatan ini terasa hidup. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika diperlihatkan media pembelajaran seperti uang mainan, kartu belanja, maupun simulasi transaksi sederhana. Ada yang langsung aktif membeli berbagai barang saat praktik berlangsung, ada juga yang masih malu-malu dan akhirnya ditarik oleh teman lainnya untuk ikut mencoba.

Momen-momen kecil selama pembelajaran pun menjadi pengalaman yang cukup membekas bagi Amar dan tim PLK. Beberapa anak sempat kebingungan ketika dihadapkan pada dua jumlah uang yang nilainya sama tetapi tersusun dari nominal berbeda. Namun kemudian, perlahan mereka mulai memahami konsep tersebut melalui pendampingan dan simulasi berulang. Bahkan pada sesi Finance Ettiquete, beberapa anak mampu memberikan respons spontan mengenai perilaku bijaksana dalam menggunakan uang. Ada yang tiba-tiba berkata bahwa temannya tidak boleh korupsi, ada pula yang mengeluh uangnya habis tetapi masih ingin membeli barang lain. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat suasana belajar terasa hangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami konteks pembelajaran yang diberikan.

Melalui program kerja AQUILIA, Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 berharap bahwa literasi keuangan dan marketing tidak hanya menjadi pengetahuan eksklusif bagi kalangan tertentu saja. Sebaliknya, pembelajaran mengenai uang, pengelolaan keuangan, dan etika finansial juga perlu dikenalkan secara inklusif kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih adaptif dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi tentang bagaimana setiap individu merasa dilibatkan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. (amar)

Mengasah Kompetensi Pedagogik dan Keterampilan Mangajar melalui Penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Mini Micro Teaching sebagai bagian dari penugasan akhir Mata Kuliah Model Pembelajaran Akuntansi pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar mahasiswa melalui pengalaman langsung dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama perkuliahan sebagai bekal menjadi calon pendidik profesional.

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam program Mini Micro Teaching. RPP yang disusun memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media pembelajaran, asesmen, serta langkah-langkah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Melalui proses ini, mahasiswa dilatih untuk merancang pembelajaran yang sistematis, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Kemampuan merencanakan pembelajaran menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas.

Setelah menyelesaikan penyusunan RPP, mahasiswa melaksanakan Mini Micro Teaching sebagai bentuk implementasi dari perangkat pembelajaran yang telah dirancang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai guru dan mempraktikkan proses pembelajaran di hadapan rekan mahasiswa. Berbagai model pembelajaran inovatif diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, pengelolaan kelas, pemanfaatan media pembelajaran, serta kemampuan mengambil keputusan dalam berbagai situasi pembelajaran.

Manfaat tersebut turut dirasakan oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan Mini Micro Teaching. Salah satu mahasiswa Pendidikan Akuntansi FEB UNY mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dalam mengaplikasikan teori pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan. “Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching memberikan kesempatan bagi kami untuk menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran. Melalui pengalaman ini, saya menjadi lebih memahami pentingnya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif,” ungkapnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan profesi sebagai pendidik di masa depan.

Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar calon guru, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan keterampilan profesional mahasiswa, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan Program Studi Pendidikan Akuntansi dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan. (ayu, awalia, fibri)

Mahasiswa UNY Mengabdi Kelompok Adhinara Laksanakan Program Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3

Mahasiswa Program UNY Mengabdi kelompok ADHINARA melaksanakan program individu bertajuk Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Program tersebut bertujuan mendukung pengembangan kemandirian, kreativitas, dan keterampilan dasar anak beragam abilitas melalui kegiatan edukatif dan interaktif. Mahasiswa melaksanakan kegiatan dengan pendekatan belajar sambil praktik agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Pelaksanaan program menjadi bentuk penerapan konsep Beyond Learning dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kelompok ADHINARA yang dibimbing oleh Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), beranggotakan sembilan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Anggota kelompok tersebut terdiri dari Muhamad Taufik Hidayat dan Ulil Albab (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Nazya Maharani dan Amar Taqwim (Pendidikan Akuntansi), An Nisaa Daning Nurul H, Nadia Anugeraheni, dan Ayu Manah Sri W (Pendidikan Luar Biasa), serta Aifa Maladina Ulya dan Indah Sari Wijayanti (Matematika).

Mahasiswa mengenalkan aktivitas administrasi dasar melalui program Admin Cilik dengan kegiatan pencatatan sederhana, pengenalan identitas diri, dan pengelompokan data ringan. Anak-anak mengikuti kegiatan secara aktif melalui pendampingan langsung dari mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran interaktif digunakan untuk membantu anak-anak memahami materi secara lebih mudah dan menyenangkan. Program Admin Cilik membantu melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan dasar anak-anak dalam aktivitas administrasi sederhana.

Mahasiswa melaksanakan program Gudang Ceria melalui kegiatan pengelompokan dan penyusunan barang sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan anak- anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan karena aktivitas pembelajaran dikemas dalam bentuk praktik dan permainan edukatif. Kegiatan tersebut membantu meningkatkan kemampuan motorik, konsentrasi, serta kerja sama anak-anak dalam aktivitas kelompok. Program Gudang Ceria memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan aplikatif bagi anak beragam abilitas di lingkungan panti.

Program Admin Cilik dan Gudang Ceria dirancang sebagai media pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengalaman belajar secara langsung. Mahasiswa menyesuaikan metode kegiatan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan program diharapkan mampu mendukung pengembangan kemandirian dan kreativitas anak beragam abilitas secara bertahap dan berkelanjutan. (nazya)

Apresiasi Mahasiswa FEB Berprestasi : FEB UNY Dorong Lahirnya Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Mahasiswa Berprestasi sebagai bentuk penghargaan kepada mahasiswa yang telah mengharumkan nama fakultas melalui berbagai capaian akademik dan nonakademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembekalan dan penguatan semangat berprestasi bagi mahasiswa FEB UNY. Acara ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Pelatihan 2 FEB Berprestasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang Business Model Canvas (BMC) dan Business Plan Competition (BPC).

Kegiatan FEB Berprestasi diselenggarakan atas kolaborasi tiga organisasi mahasiswa, yakni BEM KM FEB UNY, UKMF Penelitian KRISTAL FEB UNY, dan UKMF INSPIRE FEB UNY, dengan tagline "Tingkatkan Prestasi, Wujudkan Mimpi."

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, mentor, serta mahasiswa yang telah berkontribusi dalam meningkatkan prestasi fakultas. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas berbagai capaian mahasiswa FEB yang terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.

“Ini adalah saat yang tepat bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Prestasi yang diraih bukan hanya untuk kebanggaan selama kuliah, tetapi juga menjadi bekal penting untuk masa depan,” ujarnya.

Dekan FEB UNY juga memberikan penghargaan kepada para mahasiswa berprestasi dan alumni yang selama ini aktif menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki rekam jejak prestasi yang baik berpotensi menjadi kader akademisi dan pemimpin masa depan yang mampu melanjutkan estafet prestasi di lingkungan FEB UNY.

Sementara itu, dalam laporannya, perwakilan bidang prestasi FEB UNY, Dr. Eka Ary Wibawa menjelaskan bahwa rangkaian Seleksi Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tahun 2026 diawali dengan sosialisasi pada 28 Februari 2026. Dari 13 mahasiswa yang mendaftarkan diri melalui pengajuan dokumen capaian unggulan, terpilih enam finalis terbaik tingkat fakultas setelah melalui proses seleksi yang ketat.

Dari enam finalis tersebut, tiga mahasiswa berhasil mewakili FEB UNY pada ajang Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas, yaitu Yovi Martrifah, Shafa Fitriana, dan Carissa Fauziah.

Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh FEB UNY pada tingkat universitas. Dari tiga delegasi yang dikirimkan, dua mahasiswa berhasil menembus jajaran 10 besar. Shafa Fitriana dari Program Studi Pendidikan Ekonomi berhasil meraih peringkat ketiga tingkat universitas, sedangkan Yovie Martrifah menempati peringkat ketujuh.

Capaian tersebut melanjutkan tradisi prestasi FEB UNY yang sebelumnya berhasil menempatkan Marlita Wulansari sebagai Mahasiswa Berprestasi peringkat pertama tingkat universitas. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Selain memberikan apresiasi kepada para finalis Mahasiswa Berprestasi 2026, kegiatan ini juga memberikan penghargaan kepada pengurus Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) FEB UNY yang selama ini berperan aktif dalam membangun budaya prestasi di lingkungan fakultas. Organisasi yang diketuai oleh Muhammad Rafian Muzhaffar dari program studi Manajemen tersebut menjadi wadah kolaborasi mahasiswa berprestasi dalam membimbing, menginspirasi, dan mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaiknya. Dengan semangat kolaborasi antara fakultas, organisasi mahasiswa, mentor, dan mahasiswa berprestasi, diharapkan lahir generasi unggul yang mampu membawa nama FEB UNY semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Rafian

FEB UNY Gandeng Guru Besar dari UiTM Malaysia Guna Perkuat Metodologi Riset dan Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar rangkaian program Visiting Top Professor pertamanya di bulan Juni 2026. FEB UNY menghadirkan akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Prof. Dr. Razana Juhaida Johari, CPA (M), CA (M). Rangkaian perkuliahan intensif yang mengusung topik utama Research Methodology ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada 2–3 Juni 2026 bertempat di ruang Auditorium FEB UNY dan dilanjutkan sharing session bersama jajaran dekanat pada 4 Juni 2026. Kegiatan akademik berskala internasional ini dihadiri oleh sedikitnya 150 mahasiswa yang berasal dari kombinasi jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di lingkungan FEB UNY.

Prof. Razana yang menjadi pimpinan di Institute of Leadership & Development (ILD) UiTM serta pengajar di Faculty of Accountancy UiTM ini memfokuskan pemaparan publiknya pada metode penelitian pendidikan akuntansi (Research Method in Accounting Education). Dalam sesi perkuliahan pada hari-hari pertama, Prof. Razana mengupas tuntas dasar-dasar riset pendidikan beserta jenis dan kategorinya. Beliau menjelaskan secara detail mengenai bagaimana seorang penguji menilai aspek metodologi dalam sebuah evaluasi proposal riset, mulai dari strategi pengambilan sampel yang memadai hingga kepatuhan terhadap nilai-nilai etika penelitian. Selain itu, materi juga diarahkan pada pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, di mana peserta diajarkan membedakan instrumen kuantitatif seperti survei berskala Likert dengan instrumen kualitatif seperti panduan wawancara mendalam (interview protocol).

Memasuki materi lanjutan, fokus pembahasan beralih ke teknik analisis data serta alur kerja pemrosesan data (data processing workflow) yang meliputi penyuntingan, pengodean, hingga entri data. Prof. Razana memaparkan indikator kualitas data (goodness of data), termasuk penggunaan nilai Cronbach's Alpha untuk menguji reliabilitas serta evaluasi multikolinearitas melalui Variance Inflation Factor (VIF). Pengenalan uji hipotesis statistik juga diberikan secara komprehensif, di mana mahasiswa dipandu untuk menginterpretasikan indikator utama seperti koefisien jalur, t-value, dan p-value guna menentukan signifikansi hubungan antarvariabel.

Di samping memberikan kuliah umum bagi mahasiswa, rangkaian program ini juga diisi dengan agenda sharing session strategis antara Prof. Razana dengan jajaran dekanat serta pimpinan program studi di FEB UNY. Dalam sambutannya pada sesi tersebut, Dekan FEB UNY menyampaikan bahwa institusinya masih harus banyak belajar dari pengalaman tata kelola yang dimiliki oleh UiTM Malaysia. Sesi diskusi interaktif ini dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama, berdiskusi mengenai sistem pengelolaan lembaga, fakultas, maupun program studi, serta mengagendakan kunjungan balik dari pihak UNY ke Malaysia di masa mendatang.

Salah satu fokus penting dalam sharing session tersebut adalah pembahasan strategi dalam menghadapi akreditasi internasional. Kesempatan ini dinilai sangat tepat mengingat prodi-prodi jenjang magister dan doktor di FEB UNY akan menjalani akreditasi internasional. Melalui transfer pengetahuan dan kemitraan dengan UiTM Malaysia ini, FEB UNY optimis dapat memantapkan langkahnya dalam memenuhi standar global, sekaligus mencetak lulusan dan menghasilkan output riset yang diakui di tingkat internasional. (fdhl)

Mahasiswa PLK UNY Edukasi Generasi Cerdas Finansial di SDN 1 Kejambon Lor

Mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sukses menyelenggarakan tiga program kerja edukatif secara kolaboratif di SDN 1 Kejambon Lor pada 24–27 April 2026. Bertajuk "Berkarya Nyata, Menabung Sejak Dini, dan Berpikir Bijak untuk Masa Depan", kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kesadaran finansial, serta kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas 1 hingga 4 melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tiga mahasiswa PLK UNY dari FEB, masing-masing membawa program kerja unggulan yang saling melengkapi, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Evi Nur Rochmah, M.Pd.: Yola Indri Rahayu dari Program Studi Pendidikan Akuntansi FEB UNY  mengusung program kerja "Berkarya Nyata"; Nur Hidayah Atiqoh dari Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNY mengusung program kerja "Menabung Sejak Dini"; Nuri Afifah dari Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNY  mengusung program kerja "Berpikir Bijak untuk Masa Depan". Kegiatan berlangsung pada 24–27 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan durasi 2–3 jam per sesi. Pelaksanaan dipusatkan di SDN 1 Kejambon Lor, Sindumartani, Ngemplak, Sleman dengan sasaran siswa kelas 1 sampai 4.

Program ini hadir atas kesadaran bahwa literasi finansial dan kreativitas adalah dua bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Di era konsumtif seperti saat ini, anak-anak perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang nilai uang, pentingnya menabung, dan cara berkreasi secara mandiri dan produktif. Dengan mengintegrasikan ketiga program kerja dalam satu rangkaian kegiatan, Tim PLK UNY berharap mampu memberikan dampak holistik yang berkesan bagi para siswa.

Program kerja pertama digagas oleh Yola yang mengajak siswa mengekspresikan kreativitas melalui kegiatan keterampilan tangan yang bermakna. Setiap siswa mendapat kaleng bekas sebagai badan celengan, lalu menghiasnya secara bebas menggunakan stiker hias, kertas warna, spidol warna-warni, serta lem dan gunting. Proses berkarya dipandu langsung oleh Yola dengan pendampingan kelompok dan memastikan setiap siswa mendapat perhatian yang merata.

Melalui program ini, siswa tidak sekadar membuat sebuah benda, tetapi juga menuangkan imajinasi dan kepribadian ke dalam karya nyata yang dapat dibawa pulang. Rasa bangga atas hasil tangan sendiri menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan sikap mandiri dan produktif sejak dini. Keberhasilan program ini terlihat ketika setiap siswa mampu menceritakan makna di balik celengan yang mereka ciptakan.

Program kerja kedua menjadi inti dari edukasi finansial dalam rangkaian kegiatan ini. Atiqoh memulai sesi dengan pengenalan interaktif tentang apa itu uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, menggunakan bahasa yang sederhana, cerita pendek, serta diskusi ringan yang mengajak siswa berpikir tentang cara mengelola uang saku mereka.

Sesi berlanjut ke simulasi praktis di mana siswa diajak langsung menyisihkan uang harian dan menuliskan target tabungan pribadi mereka, mulai dari menabung untuk membeli alat tulis, buku cerita, hingga keinginan lain yang mereka impikan. Kegiatan ini diperkuat dengan games edukatif seru berupa tebak nilai uang dan simulasi belanja sederhana yang berlangsung dengan penuh semangat. Di akhir sesi, setiap siswa memiliki selembar kertas target tabungan sebagai komitmen nyata untuk mulai menabung.

Program kerja ketiga dirancang oleh Nuri untuk membangun pola pikir bijak dalam pengambilan keputusan finansial sederhana. Nuri menyampaikan bahwa setiap pilihan keuangan memiliki konsekuensi dan tujuan jangka panjang yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Siswa diajak bermain peran (role play) sebagai seorang "pengelola keuangan" yang harus memilih antara membeli sesuatu sekarang atau menabung terlebih dahulu. Melalui simulasi ini, anak-anak secara alami mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Diskusi kelompok kemudian dilakukan untuk merangsang kemampuan berpikir kritis mereka tentang keputusan keuangan sehari-hari, dan hasilnya para siswa antusias menyampaikan pendapat dengan kata-kata mereka sendiri.

Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Siswa kelas 1 hingga 4 SDN 1 Kejambon Lor menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi sepanjang kegiatan, mulai dari menyimak materi dengan tekun, aktif dalam games edukatif, hingga berkreasi menghias celengan masing-masing dengan penuh percaya diri. Suasana kelas yang ceria dan interaktif mencerminkan keberhasilan pendekatan yang digunakan oleh ketiga mahasiswa PLK.

Kolaborasi antara program Berkarya Nyata, Menabung Sejak Dini, dan Berpikir Bijak untuk Masa Depan menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif. Anak tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis dan produk nyata berupa celengan karya tangan mereka sendiri yang siap digunakan untuk mulai menabung. 

Dari serangkaian kegiatan ini, dihasilkan beberapa output nyata yang menjadi bukti keberhasilan program, di antaranya celengan kreatif hasil karya masing-masing siswa yang siap digunakan, peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menabung, dan tumbuhnya pola pikir bijak dalam mengelola uang sejak dini.

Program kerja kolaboratif tiga mahasiswa PLK UNY di SDN 1 Kejambon Lor menjadi bukti nyata bahwa pendidikan ekonomi bisa hadir dengan cara yang menyenangkan, relevan, dan berdampak. Melalui sinergi antara Yola, Atiqoh, dan Nuri, para siswa tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berkarya yang akan terus mereka kenang. Semoga benih kreativitas, kebiasaan menabung, dan pola pikir bijak yang ditanamkan melalui program ini menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi masa depan dengan lebih cerdas, hemat, dan mandiri. (Yola)

FEB UNY Gelar Program Visiting Top Professor Bersama Pakar Digital Bisnis UEH Vietnam

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses menyelenggarakan rangkaian program Visiting Top Professor dengan menghadirkan pakar internasional asal Vietnam, Dr. Angelina Nhat Hanh Le. Kegiatan akademik yang berlangsung selama dua hari pada 25–26 Mei 2026 ini bertempat di Ruang Auditorium FEB UNY. Dalam kesempatan tersebut, pakar dari University of Economics Ho Chi Minh City (UEH) ini menyampaikan kuliah intensif mengenai Digital Marketing & Entrepreneurship.

Agenda berskala internasional ini disambut dengan antusiasme tinggi, terbukti dengan kehadiran sedikitnya 150 mahasiswa dari jenjang sarjana (S1) di lingkungan FEB UNY. Rangkaian kuliah umum ini dirancang khusus untuk menjembatani teori akademik dengan dinamika praktis industri digital global. Kehadiran program ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda agar memiliki daya saing tinggi serta mampu menangkap berbagai peluang kewirausahaan di era disrupsi teknologi.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Nhat Hanh Le, yang juga menjabat sebagai Dekan School of Management di College of Business UEH, mengupas tuntas arsitektur model bisnis di era digital. Beliau menekankan tiga elemen krusial yang menentukan posisi perusahaan di pasar, yaitu posisi pasar (marketplace position), model pendapatan (revenue model), dan model komersial. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung ditantang dalam aktivitas kelompok untuk merancang Business Model Canvas (BMC) yang adaptif bagi ide bisnis mereka.

Lebih jauh lagi, materi perkuliahan juga menyentuh aspek teknis dan operasional yang sangat penting bagi keberlanjutan usaha digital, yakni manajemen alur kerja (workflow management). Dr. Nhat Hanh Le mengajarkan metode hierarkis dalam memodelkan proses digital menggunakan flow process chart, seperti simulasi penanganan keluhan pelanggan dan pengajuan pinjaman bank. Sesi perkuliahan ini ditutup dengan pembedahan anatomi Growth Hacker, sebuah strategi modern untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis digital secara cepat dan berbasis data.

Tidak hanya fokus pada pengajaran mahasiswa, rangkaian program ini juga dilengkapi dengan agenda sharing session strategis. Sesi ini mempertemukan Dr. Nhat Hanh Le dengan jajaran dekanat serta pimpinan program studi yang ada di lingkungan FEB UNY. Diskusi interaktif ini berfokus pada peluang kolaborasi riset internasional, pertukaran kurikulum berbasis bisnis digital, serta penguatan jejaring akademik bilateral antara FEB UNY dan UEH Vietnam ke depan.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan program Visiting Top Professor ini, FEB UNY semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan berstandar global. Sinergi internasional ini diharapkan tidak hanya memperluas cakrawala berpikir mahasiswa, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas lulusan yang inovatif, adaptif, serta siap menjadi penggerak utama dalam ekosistem ekonomi digital masa depan. (fdhl)

Tim PLK UNY Gelar GARDA DIGITAL: Perkuat Literasi Keamanan Digital dan Kecerdasan Finansial Warga Nyaen-Ngelo

Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Tim Pandora Nyaen-Ngelo sukses menyelenggarakan program GARDA DIGITAL (Gerakan Sadar Penipuan dan Keamanan Digital) pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di kediaman Kepala Dukuh Nyaen, Prasmaya, Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. Kegiatan ini menghadirkan edukasi literasi digital dan keuangan bagi masyarakat Padukuhan Nyaen-Ngelo.

Tim pelaksana terdiri dari sepuluh mahasiswa dari dua fakultas yaitu Panji Agung Nugroho (S1 Manajemen), Muhammad Erza Farandi (S1 Manajemen), Alifian Yusup (S1 Manajemen), Fathur Rizki Royansyah (S1 Pendidikan Ekonomi), Asti Miyandari (S1 Pendidikan Ekonomi), Rizki Salma Ghina (S1 Akuntansi), Syahda Atha Ridani (S1 Akuntansi), Nur Wulan Anugerahati (S1 Akuntansi), dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, serta M. Andika Akbar Mardiyanto (S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan) dan Rendy Setyonugroho (S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan) dari Fakultas Teknik (FT) UNY.

Mengusung tema "Penguatan Keamanan Data Pribadi dan Kecerdasan Finansial di Era Digital", program ini hadir sebagai respons atas meningkatnya angka kejahatan siber dan penyalahgunaan layanan keuangan digital di tengah masyarakat. Pemateri dari Komunitas Generasi Cerdas Keuangan memaparkan berbagai modus penipuan digital yang marak terjadi saat ini, sekaligus memberikan panduan praktis tentang penggunaan fintech secara bijak dan bertanggung jawab.

Sesi pemaparan materi yang berlangsung selama 45 menit tersebut mencakup empat pokok bahasan utama: pengenalan ragam modus penipuan digital, langkah preventif dan mitigasi menghadapi ancaman siber, tata kelola keuangan digital bagi generasi muda, serta peran keluarga dan lingkungan dalam membangun budaya literasi digital. Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi tanya jawab yang berlangsung hingga pukul 21.10 WIB, di mana berbagai pertanyaan seputar pengamanan akun, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong turut dibahas secara terbuka.

"Saya senang sekali adik-adik PLK UNY mengadakan kegiatan diskusi semacam ini, kami masyarakat desa khususnya yang sudah berumur dan kurang mengikuti perkembangan digital kerap kali menjadi korban kejahatan seperti penipuan dan tidak tahu langkah apa yang harus diambil bilamana menjadi korban, namun dengan hadirnya adik-adik, sekurang-kurangnya kami jadi tahu dan bisa menyampaikan ini kepada keluarga dan kerabat,"  ungkap Sumardiyono peserta sekaligus ketua RW 035.

Wujud Nyata Tridharma dan Dukungan terhadap IKU Kampus

Kegiatan GARDA DIGITAL merupakan manifestasi konkret dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar ketiga yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa UNY tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga hadir secara langsung memberi dampak positif bagi komunitas sekitar kampus.

Lebih jauh, kegiatan ini sejalan dengan sejumlah Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yang ditetapkan Kemdikbud. Program GARDA DIGITAL secara langsung berkontribusi pada IKU 2 (Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus) melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian berbasis komunitas. Selain itu, program ini juga mendukung IKU 7 (Kelas yang berkolaborasi dengan mitra) melalui sinergi dengan Komunitas Generasi Cerdas Keuangan sebagai mitra eksternal, serta IKU 6 (Program studi yang bermitra dengan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat) yang tercermin dari pendekatan program ini dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Harapan dan Keberlanjutan Program

"Kami ingin masyarakat Nyaen-Ngelo tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, tetapi mampu menjadi agen literasi digital bagi keluarga dan lingkungan mereka. Ancaman kejahatan siber nyata dan terus berkembang, sehingga edukasi seperti ini harus terus hadir di tengah masyarakat," ujar Panji selaku Ketua pelaksana program Garda Digital.

Ke depan, tim berharap program serupa dapat direplikasi di wilayah lain dan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Dokumentasi dan modul materi dari GARDA DIGITAL juga direncanakan untuk disebarluaskan kepada pemerintah desa sebagai bahan edukasi mandiri bagi warga.

Kegiatan GARDA DIGITAL merupakan bagian dari rangkaian program PLK UNY Mengabdi Tahun 2026 yang menempatkan mahasiswa sebagai motor perubahan sosial membawa ilmu dari kampus ke tengah kehidupan nyata masyarakat. (fth)

Pages