SDGs #4 Pendidikan

FEB UNY Gandeng OJK Institute Gelar Riset Vaganza, Bahas Sertifikasi Finfluencer hingga Pinjaman Daring

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan OJK Institute dan Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk "Riset Vaganza: Melek Finansial di Era Digital" pada Kamis, 2 Juli 2026. Acara yang digelar di Ruang Teater PMD FEB UNY ini menghadirkan sejumlah peneliti OJK Institute untuk memaparkan dua hasil riset terbaru, yakni mengenai penggunaan jasa financial influencer (finfluencer) di industri jasa keuangan serta perilaku masyarakat dalam menggunakan pinjaman daring dan pay later. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa dan civitas akademika sekaligus memperkenalkan lebih dekat peran OJK Institute sebagai lembaga riset di bawah Otoritas Jasa Keuangan.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan di kalangan sivitas akademika di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Menurutnya, kemampuan memahami informasi keuangan secara kritis menjadi bekal penting agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak mudah terjebak pada praktik investasi maupun layanan keuangan ilegal. “Semoga dengan seminar ini, para mahasiswa dan juga sivitas akademika terhindar dari praktik-praktik finansial yang bodong dan merugikan,” ujarnya.

Direktur Riset OJK Institute, Dr. Bayu Bandono, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan FEB UNY dalam penyelenggaraan seminar tersebut. Ia berharap semakin banyak mahasiswa mengenal peran OJK dan OJK Institute sebagai pusat riset di sektor jasa keuangan. Bayu juga mengajak mahasiswa yang memiliki minat dalam penelitian, penulisan ilmiah, maupun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk menjajaki peluang berkarier bersama OJK Institute. Sementara itu, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Yunianto, turut menegaskan komitmen OJK dalam memperluas edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat melalui sinergi dengan perguruan tinggi. Sesi pemaparan kemudian dipandu oleh moderator Prof. Ratna Candra Sari, M.Si., Ak., CA., CFP, yang antara lain mengangkat pertanyaan mengenai langkah OJK dalam merespons fenomena semakin banyaknya influencer yang menjalin kerja sama dengan pelaku jasa keuangan untuk mempromosikan berbagai produk dan layanan.

Pertanyaan tersebut dijawab melalui paparan riset yang disampaikan oleh narasumber Endang Nuryadin, Sulistyoningsih, dan Widya Ningsih. Riset mengenai finfluencer menemukan bahwa penggunaan finfluencer memiliki potensi memperluas jangkauan edukasi dan pemasaran produk keuangan, namun juga menyimpan risiko apabila informasi yang disampaikan tidak akurat atau tidak disertai pemahaman yang memadai. Selain itu, penggunaan jasa influencer terverifikasi dan populer justru berpengaruh positif terhadap peningkatan jumlah pengaduan dan ekspektasi kerugian konsumen, sehingga diperlukan penguatan regulasi serta edukasi kompetensi bagi finfluencer. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi keuangan, pengawasan, serta regulasi yang mampu melindungi konsumen di era digital.

Adapun riset mengenai pinjaman daring dan pay later mengungkap bahwa keputusan masyarakat menggunakan layanan tersebut secara berulang banyak dipengaruhi oleh kesalahpahaman terhadap limit kredit (credit limit misconception) serta rendahnya literasi keuangan, dengan pengguna pinjaman online ilegal menunjukkan kondisi keuangan yang lebih rentan memburuk dibandingkan pengguna layanan berizin OJK. Di penghujung acara, OJK Institute turut memperkenalkan dua jurnal ilmiah yang dikelolanya, yaitu International Journal of Financial Systems (IJFS) dan International Journal of Islamic Financial System (IJIFS), serta layanan perpustakaan OJK yang dapat diakses masyarakat dan pegawai OJK.

Kegiatan Riset Vaganza ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi keuangan digital bagi mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat dorongan praktik bisnis jasa keuangan yang bertanggung jawab, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan regulasi dan perlindungan konsumen dari praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online tanpa izin. Selain itu, upaya mendorong inklusi dan pemahaman risiko keuangan digital yang lebih merata juga berkontribusi pada semangat SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya dalam melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dari jerat utang dan misinformasi finansial. (fdhl)

Sambutan Dekan OJK InstituteSambutan Eko YuniantoProf Ratna Candra Sari OJK Institute

FEB UNY Perkuat Kesiapan Karier Mahasiswa Indonesia di Taiwan melalui Program Pengabdian Internasional

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertaraf internasional. Bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan Cabang Chaoyang University of Technology (CYUT), tim pengabdian FEB UNY menyelenggarakan program bertajuk Empowering Career Development in Digital Era dengan tema Global Career Readiness for the Indonesian Student Association in Taiwan pada 15–16 Juni 2026 di Chaoyang University of Technology (CYUT), Taichung, Taiwan.

Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, termasuk di Taiwan. Di tengah semakin terbukanya peluang karier global, muncul pula tantangan berupa fenomena brain drain, yaitu kecenderungan lulusan berkompetensi tinggi untuk membangun karier di luar negeri. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pemberian wawasan mengenai perkembangan dunia kerja di Indonesia agar mahasiswa memiliki informasi yang komprehensif dalam merencanakan karier sekaligus mempertimbangkan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim pengabdian FEB UNY yang diketuai oleh Dr. Penny Rahmawaty, S.E., M.Si. Sebanyak 45 mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Taiwan Cabang CYUT mengikuti kegiatan secara aktif selama dua hari. Dalam sambutannya, Dr. Penny Rahmawaty selaku ketua tim pengabdian FEB UNY menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri merupakan aset bangsa yang memiliki kompetensi, pengalaman internasional, serta jejaring global yang sangat berharga.

"Kami berharap mahasiswa Indonesia di Taiwan tidak hanya siap bersaing di tingkat global, tetapi juga mampu melihat besarnya peluang untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Pengalaman internasional yang dimiliki merupakan modal penting untuk membawa perubahan dan inovasi di tanah air," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan workshop Landscape Karir Indonesia: Peluang untuk Talenta Global yang disampaikan oleh anggota tim pengabdian FEB UNY, yaitu Dr. Lina Nur Hidayati bersama Nindya Nuriswati Laili. Pada sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan pasar kerja Indonesia, kebutuhan industri terhadap talenta global, serta berbagai sektor strategis yang menawarkan prospek karier bagi lulusan berpengalaman internasional.

Selanjutnya, narasumber yang memberikan materi Dr. Arum Darmawati bersama Dr. Endra Murti Sagoro menyampaikan materi Career Development Strategy. Melalui sesi ini, peserta dibekali strategi menyusun perencanaan karier, meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri, membangun personal branding, serta mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen di era digital. Materi juga diperkaya dengan sesi hands-on resume building dan mock interview, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan penyusunan curriculum vitae yang profesional serta memperoleh umpan balik dari narasumber.

Narasumber pada sesi berikutnya, Adin Gustina memperkenalkan Digital Career Resources Library, yaitu kumpulan berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mencari informasi lowongan kerja, mengikuti pelatihan profesional, memperoleh sertifikasi, serta membangun jejaring karier secara global.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi yang aktif, sesi tanya jawab, simulasi wawancara, hingga konsultasi pengembangan karier secara individual. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, mayoritas peserta menyatakan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai peluang karier di Indonesia serta strategi yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan studi.

Ketua PPI Taiwan Cabang CYUT Taichung, Sinfei Virsen Hamijaya, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan FEB UNY dan tim pengabdian FEB UNY. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa Indonesia di Taiwan mengenai perkembangan dunia kerja di tanah air sekaligus membantu mereka menyusun perencanaan karier yang lebih matang.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY bersama tim pengabdian FEB UNY tidak hanya melaksanakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memperkuat jejaring internasional dengan komunitas mahasiswa Indonesia di luar negeri. Kolaborasi bersama PPI Taiwan diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa Indonesia sebagai talenta global yang siap memberikan kontribusi bagi bangsa.

Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. (nndy)

Delegasi FEB UNY Berpartisipasi dalam Sustainable International Community Service (SICS) 2026 di Desa Wisata Penglipuran Bali Dukung Pencapaian SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui partisipasi dalam Sustainable International Community Service (SICS) 2026 yang diselenggarakan pada 29 Juni-2 Juli 2026 di Bali. Pada kegiatan ini, Umar Yeni Suyanto, dosen FEB UNY, menjadi salah satu delegasi yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Program ini mengusung tema "Advancing Sustainable Communities Through Global Academic Collaboration" sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik internasional dalam mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan. 

SICS 2026 mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan mitra internasional dari berbagai perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi. Di Desa Wisata Penglipuran, peserta melaksanakan International Community Service (ICS) melalui observasi lapangan, diskusi, dan pendampingan pada berbagai sektor, seperti pengembangan UMKM bambu, pengelolaan homestay dan pariwisata, pendidikan dasar, serta penguatan produk lokal Loh-Loh Cencem sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan praktik baik dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. 

Sebagai delegasi FEB UNY, Umar Yeni Suyanto aktif mengikuti rangkaian kegiatan bersama masyarakat dan mitra internasional. "Kegiatan SICS 2026 merupakan wujud komitmen FEB UNY dalam berkontribusi aktif kepada masyarakat melalui kolaborasi internasional. Program ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi dunia, tetapi juga selaras dengan visi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai universitas yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap kontribusi perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ujar Umar Yeni Suyanto.

Kegiatan ini mendukung implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pertukaran pengetahuan lintas negara, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM desa wisata, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah desa, dan mitra internasional. Sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung SDGs, partisipasi FEB UNY pada SICS 2026 diharapkan dapat memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kontribusi tridarma perguruan tinggi bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. (umr)

Tags: SDG 4 - Pendidikan Berkualitas; SDG 8 - Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; SDG 11 - Kota dan Komunitas Berkelanjutan; SDG 17 - Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor, Kembangkan Model Pembelajaran Adaptive Blended Learning untuk Siswa SMK

Dosen Departemen Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Rizqi Ilyasa Aghni, resmi menyandang gelar doktor usai berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi Doktor Ilmu Pendidikan di Sekolah Pascasarjana UNY pada Selasa (23/6/2026). Sidang terbuka ini menandai pencapaian akademik tertinggi bagi Dr. Rizqi melalui riset inovatif yang berfokus pada transformasi digital dan peningkatan mutu pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ujian terbuka tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Penguji, Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO, didampingi oleh Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd. selaku Sekretaris Dewan Penguji. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Budi Astuti, M.Si., serta Ir. Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D. dari Universitas Negeri Malang yang bertindak sebagai penguji eksternal. Sementara itu, proses bimbingan riset yang mendalam dikawal oleh tim promotor yang dipimpin oleh Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd. dan Ir. Muslikhin, S.Pd., M.Pd., Ph.D. selaku kopromotor. Agenda sakral ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, rekan sejawat, serta keluarga besar promovendus.

Dalam paparannya, Dr. Rizqi menjelaskan bahwa penelitiannya dilatarbelakangi oleh kondisi riil pembelajaran praktik Komputer Akuntansi di SMK yang saat ini dinilai masih didominasi oleh pendekatan berpusat pada guru (teacher-centered). Akibatnya, kemandirian belajar siswa belum berkembang secara optimal dan keterampilan praktik mereka cenderung belum konsisten. Di sisi lain, pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang ada saat ini belum berjalan secara adaptif, sehingga diperlukan sebuah model pembelajaran baru yang lebih fleksibel dan sesuai dengan karakteristik unik pendidikan vokasi.

Disertasi yang dipertahankan berjudul "Model Pembelajaran Adaptive Blended Learning dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Keterampilan Praktik Siswa SMK" ini menerapkan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi 10 langkah prosedur Borg & Gall. Model adaptive blended learning berbantu e-learning yang dikembangkan sukses menghasilkan sintaks pembelajaran, panduan model, perangkat pembelajaran, instrumen penilaian, serta integrasi LMS Moodle. Model ini mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring secara adaptif melalui enam tahapan utama: orientasi, eksplorasi, latihan terbimbing, latihan mandiri, umpan balik, dan refleksi guna memfasilitasi kebutuhan serta progres masing-masing siswa.

Berdasarkan uji coba yang dilakukan di tiga sekolah melalui rancangan pretest-posttest control group design, model ini terbukti sangat layak dan praktis untuk diterapkan di sekolah. Penilaian dari praktisi dan guru menunjukkan kategori "Sangat Baik" dengan rerata keterlaksanaan mencapai angka 3,6 hingga 4,0. Lebih lanjut, hasil analisis statistik menggunakan MANOVA membuktikan bahwa model adaptive blended learning ini secara signifikan jauh lebih efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar serta keterampilan praktik siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan model konvensional.

Keberhasilan pengembangan model pembelajaran ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG Poin 4 (Pendidikan Berkualitas). Inovasi adaptif berbasis digital ini mampu memperluas akses pembelajaran yang inklusif, meningkatkan relevansi kurikulum vokasi, serta memastikan siswa memperoleh keterampilan teknis yang matang di era digital. Selain itu, riset ini juga berkontribusi pada SDG Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena peningkatan keterampilan praktik komputer akuntansi yang mumpuni akan melahirkan lulusan SMK yang kompeten, kompetitif, dan siap memenuhi kebutuhan industri modern. (fdh)

Laporan Tahunan Dekan FEB 2026: Dekan Ajak Kembali Pahami Visi Fakultas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan acara Laporan Tahunan Dekan FEB UNY 2026 pada Senin, 22 Juni 2026. Bertempat di Ruang Teater Gedung PMD FEB UNY, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FEB UNY, perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) FEB UNY, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) FEB UNY. Acara ini menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika untuk merefleksikan capaian kinerja serta menentukan arah kebijakan fakultas yang dicapai sejak bulan Juni 2025 hingga bulan Mei 2026.

Dalam sambutannya, Ketua Senat Akademik FEB UNY, Dr. Abdullah Taman, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan laporan tahunan ini diselenggarakan sebagai pengganti dari perayaan Dies Natalis Fakultas, sejalan dengan peraturan masa kini yang menetapkan bahwa Dies Natalis hanya boleh diselenggarakan di tingkat universitas guna memangkas beberapa kegiatan agar lebih efisien. "Kalau merujuk pada sejarah pendiriannya sejak tanggal 22 Juni 2011, momen ini menandai usia FEB UNY yang ke-15 tahun, di mana fakultas ini awalnya bermula dari satu jurusan bernama Pendidikan Dunia Usaha sebelum bertransformasi menjadi fakultas mandiri," tambahnya. Dr. Abdullah juga mengajak seluruh civitas akademika untuk melakukan introspeksi tahun lalu demi menyongsong masa depan, dengan memegang prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, seraya mengapresiasi tren kenaikan kualitas SDM serta semakin banyaknya dosen yang menempuh studi lanjut.

Melanjutkan agenda utama, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., memaparkan laporan kinerja fakultas yang mencatat berbagai raihan akademik luar biasa dan patut diapresiasi. Dekan mengajak para civitas akademika untuk selalu mengingat dan memahami visi FEB UNY, yaitu "Menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang unggul, kreatif, dan inovatif berkelanjutan, berwawasan global, di bidang kependidikan dan non kependidikan". Saat ini, FEB UNY mengelola lima program studi S1, tiga program studi S2, dan satu program studi S3. Seluruh program studi jenjang S1 telah sukses memperoleh akreditasi "Unggul" secara nasional serta berhasil terakreditasi internasional oleh FIBAA. Sementara itu, program studi pascasarjana (S2 dan S3) secara kompak mengantongi predikat "Baik Sekali". Kualitas akademik yang tinggi ini juga dibuktikan dengan pencapaian rata-rata IPK kelulusan mahasiswa dalam tiga tahun terakhir yang secara konsisten berada di atas angka 3,62.

Pencapaian prestasi dan internasionalisasi di lingkungan FEB UNY juga menunjukkan perkembangan yang dinamis. Selama periode pelaporan, mahasiswa FEB UNY berhasil menorehkan total 820 prestasi di bidang penalaran, olahraga, seni, dan minat khusus, dengan 30 di antaranya merupakan capaian gemilang di tingkat internasional. Internasionalisasi kampus kian diperkuat dengan hadirnya 17 mahasiswa asing aktif pada jenjang S1 serta 5 mahasiswa asing pada jenjang S2 yang berasal dari berbagai negara, seperti Kazakhstan, China, Kenya, hingga Zimbabwe. Di sisi lain, indikator kinerja alumni juga menunjukkan tren positif melalui pengisian tracer study yang partisipasinya meningkat hingga mencapai 876 alumni pada lulusan tahun 2025.

Dari aspek tata kelola sarana dan prasarana, dekanat terus melakukan peningkatan fasilitas demi mendukung kenyamanan perkuliahan dan layanan administrasi, mulai dari pemeliharaan ruang kelas, peningkatan laboratorium komputer, penambahan area parkir, hingga pengadaan fasilitas lift di Gedung Dekanat. Di samping itu, FEB UNY juga terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan hidup melalui inisiatif kampus hijau (Green Campus Initiative). Langkah nyata ini diwujudkan melalui pemeliharaan mesin Smart Water Station di Gedung PMD dan Dekanat serta pengadaan tempat sampah besi permanen khusus untuk pemilahan sampah botol guna mengedukasi warga kampus dalam mengurangi limbah plastik.

Penyelenggaraan Laporan Tahunan Dekan FEB UNY 2026 ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Raihan akreditasi internasional FIBAA, tingginya rerata IPK mahasiswa, serta meningkatnya jumlah dosen yang studi lanjut berkontribusi langsung pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Adanya penyaluran berbagai macam beasiswa yang berhasil menjangkau 785 mahasiswa pendidik mendukung perwujudan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dalam hal pemerataan akses pendidikan tinggi. Terakhir, penerapan kebijakan pemilahan sampah botol plastik serta pemeliharaan Smart Water Station menjadi bukti komitmen konkret fakultas dalam mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) demi terciptanya ekosistem kampus yang hijau dan berkelanjutan. (fdh)

Mahasiswa UNY Dampingi Pengembangan Karakter, Literasi, dan Teknologi di Panti Asuhan Al-Muthi'in

Program PLK UNY Mengabdi Hadirkan Pendampingan Holistik untuk Meningkatkan Kesehatan Mental, Keterampilan, dan Minat Belajar Remaja Panti Asuhan Al Muthi’in

Bantul, 24 Mei 2026 | UNY Mengabdi | Tim PLK Al-Muthi'in



Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai 15 Februari hingga 24 Mei 2026, mengusung tema “Pemberdayaan Remaja Panti melalui Pendampingan Holistik dalam Penguatan Kesehatan Mental, Karakter, Literasi, Keterampilan, Teknologi, dan Minat Belajar di Panti Asuhan Al-Muthi'in.”

Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in terdiri atas Shafa Nisrina (Program Studi Manajemen), Ayu Retno Pratiwi (Program Studi Manajemen), Rasendria Emilia Arsanti (Program Studi Manajemen), Salwa Anasti Rahayu (Program Studi Manajemen), Ali Fianur Dian Riaqi (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Iqbaladi Syah Putra (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Surya Tamba (Program Studi Kimia), Mutma' Innatul Hasanah (Program Studi Kimia), Arlinda Wulan Anggraini (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Elisabeth Selvia Dewi Nugraheni (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan adanya kebutuhan pendampingan pada aspek kesehatan mental, pengelolaan emosi, motivasi belajar, pengembangan keterampilan, literasi, serta pemanfaatan teknologi bagi anak-anak panti asuhan. Melalui pendekatan holistik, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan keterampilan hidup anak-anak.

Sebagai program utama, tim melaksanakan kegiatan “Ruang Tanpa Topeng: Menjadi Diri Sendiri dengan Mengenal, Menerima, dan Menguatkan Diri” yang bekerja sama dengan mahasiswa Laboratorium Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini bertujuan membantu anak-anak mengenali diri, memahami kondisi emosional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan melalui skrining sederhana, penyampaian materi kesehatan mental, refleksi diri, dan berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh mahasiswa psikologi.

Selain itu, tim juga melaksanakan program hidroponik sebagai sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam modern sekaligus pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan panti. Anak-anak diajak secara langsung merakit instalasi hidroponik, melakukan penyemaian benih, hingga memahami proses perawatan tanaman. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sederhana.

Untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama, tim menyelenggarakan kegiatan outbound bertajuk “Ruang Rangkul”. Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan kelompok, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Pada bidang literasi dan pendidikan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program seperti Pojok Baca, Poster Kimia, dan Dinding Inspiratif (Mading). Program-program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan hasil karya mereka. Kehadiran pojok baca yang lebih menarik dan edukatif diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak panti.

Di bidang pengembangan diri dan kewirausahaan, tim melaksanakan program Self Development, Menabung Sejak Dini, Cipta Wiramuda, Creativity to Profit, dan Pencatatan Keuangan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman belajar mengenai pengelolaan keuangan sederhana, budaya menabung, pemasaran produk, public speaking, hingga pengembangan kreativitas yang memiliki nilai ekonomi. Berbagai hasil karya seperti tote bag, gantungan kunci, gelang, dan phone strap berhasil dibuat dan dipasarkan sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana.

Pada bidang sains dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan program Ecoenzym yang mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Anak-anak diajak memahami konsep dasar kimia lingkungan sekaligus mempraktikkan pembuatan ecoenzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk organik cair.

Sementara itu, pada bidang seni dan kreativitas, dilaksanakan program Shibori yang memperkenalkan teknik pewarnaan kain asal Jepang. Anak-anak membuat berbagai motif unik pada taplak meja melalui teknik lipat, ikat, dan gulung sehingga menghasilkan karya kreatif yang bernilai estetis sekaligus berpotensi menjadi produk usaha.

Pada bidang teknologi, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika menghadirkan program Mechabot dan MechaCare. Program Mechabot memperkenalkan dasar-dasar robotika, logika pemrograman, penggunaan sensor, serta pengendalian robot berbasis mikrokontroler. Anak-anak belajar langsung bagaimana sebuah robot dapat diprogram untuk bergerak dan merespons kondisi lingkungan.

Sementara itu, melalui program MechaCare (Mechatronics Care), peserta diperkenalkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang menjadi salah satu teknologi penting pada era Revolusi Industri 4.0. Anak-anak mempelajari konsep dasar IoT, mengenal komponen seperti ESP32 dan sensor DHT11, serta menyaksikan demonstrasi sistem monitoring suhu berbasis internet menggunakan platform ThingSpeak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana data dapat dikirim, dipantau, dan ditampilkan secara real-time melalui jaringan internet.

Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi mitra, tim juga mengembangkan website resmi Panti Asuhan Al-Muthi'in yang dapat diakses melalui alamat almuthiin.website. Website tersebut dirancang sebagai media informasi dan publikasi digital yang memuat profil lembaga, sejarah berdirinya panti, visi dan misi, layanan pengasuhan, data anak asuh, kegiatan sehari-hari, serta informasi donasi bagi masyarakat. Kehadiran website ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan antara panti asuhan dengan masyarakat dan para donatur.

Selain program-program yang telah direncanakan, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan insidental seperti pendampingan TKA, buka bersama Ramadan, perbaikan lantai aula, serta kegiatan syawalan bersama keluarga besar Panti Asuhan Al-Muthi'in. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap berbagai aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan panti.

Pimpinan Panti Asuhan Al-Muthi'in, Muhammad Dahlan, menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama kegiatan PLK berlangsung. Menurutnya, program-program yang diberikan tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta bermanfaat bagi pengembangan karakter mereka.

Melalui program PLK UNY Mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif melalui kegiatan pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.



Narahubung: Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in 2026

Lokasi: Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Menyemai Green Mindset Sejak Dini, Mahasiswa UNY Edukasi Daur Ulang dan Pemilahan Sampah di SD N Jetisharjo

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan proyek sosial berupa sosialisasi daur ulang sampah di SD Negeri Jetisharjo Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman. Kegiatan ini digagas oleh kelompok mahasiswa yang diketuai Wulan Anggraeni bersama empat anggota lainnya, yakni Umi Nuriyah, Adinda Rahmawati, Ni'matus Sa'adah, dan juga Endah Novitasari dengan bimbingan serta arahan dari dosen pengampu yakni Dr. Arwan Nur Ramadhan, M. Pd.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar di SD Negeri Jetisharjo mengenai pentingnya pengelolaan sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan kembali sampah yang masih dapat didaur ulang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat sejak kecil.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, dan diskusi sederhana terkait pengelolaan sampah kepada anak-anak kelas tiga.

Pihak sekolah selaku mitra kegiatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Selaku kepala sekolah Ibu Eny menyampaikan kesan positif terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa UNY.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UNY yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong pemahaman, dan adanya perubahan perilaku yang positif dalam menjaga lingkungan. Program ini sangat mendukung upaya sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik," ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan wilayah padukuhan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat, UNY berharap program serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran lingkungan berbasis komunitas.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun masyarakat Padukuhan Jetis. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan, diharapkan masyarakat sejak kecil dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik secara berkelanjutan.

Dokumentasi kegiatan:

Video kegiatan: https://youtu.be/diQNBl3DCRg?feature=shared

Penulis:

Arinda, Umi, Ima, Wulan, Endah

Mahasiswa UNY Gelar Program Edukasi untuk Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar Panti Asuhan

Zahra Febriliant Ardyn, dkk. yang merupakan para mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan program edukasi "Komunikasi Asyik, Pertemanan Menarik" dengan tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan" yang dibimbing oleh Arwan Nur Ramadhan, M.Pd., pada Minggu, 10 Mei 2026. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Panti Asuhan La-Tahzan di Kabupaten Sleman, DIY untuk mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 Mengurangi Kesenjangan melalui pemberian edukasi dan pengembangan keterampilan sosial bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Kegiatan ini mengangkat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Melalui tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan", kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan keterampilan sosial anak-anak panti asuhan. Sebanyak sepuluh anak dari Panti Asuhan La-Tahzan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Materi disampaikan oleh mahasiswa UNY yang berperan sebagai pemateri dan fasilitator, dengan membawakan pembelajaran interaktif mengenai etika komunikasi, pentingnya membangun pertemanan yang sehat, serta cara berinteraksi secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada pentingnya komunikasi yang efektif untuk membangun rasa percaya diri dan menjalin hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sosial. Peserta juga diajak untuk mempraktikkan komunikasi sederhana dari materi tersebut dengan permainan edukatif melalui partisipasi kelompok untuk mendorong rasa percaya diri di lingkungan dan keberanian untuk menyampaikan pendapat. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak panti asuhan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Pada akhir kegiatan, Ibu Nur sebagai pengasuh pihak Panti Asuhan La-Tahzan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa atas terlaksananya program edukasi tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang telah diberikan, anak-anak terlihat senang dan antusias selama mengikuti kegiatan dan mereka juga bisa dapat ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat," ungkapnya.

Melalui aktivitas komunikasi menarik ini, mahasiswa menunjukkan kontribusinya dalam mendukung realisasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dengan SDGs 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Kegiatan pembelajaran ini yang diselenggarakan untuk anak-anak di Panti Asuhan La-Tahzan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi, melainkan juga bertujuan untuk memperkuat rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta memberikan kesempatan belajar yang lebih adil bagi semua peserta. Dengan adanya kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan bisa membentuk suasana belajar yang inklusif dan menciptakan generasi muda yang mampu berkomunikasi dengan efektif, membantu relasi sosial yang positif, dan berkontribusi secara aktif dalam kehidupan masyarakat. (zahra)

Penguatan Financial Literacy dan Basic Marketing Skills secara Inklusif melalui Program AQUILIA dalam PLK UNY Mengabdi 2026

Program kerja mahasiswa tidak selalu harus tampil megah dengan konsep yang rumit dan penuh istilah teknis. Kadang justru hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi pengalaman belajar yang paling membekas, apalagi ketika prosesnya dilakukan bersama anak-anak yang memandang dunia dengan cara yang berbeda namun tulus. Melalui program kerja AQUILIA (Accounting QUality and Inclusive Literacy for Individual Accountability), Amar Taqwim atau yang akrab disapa Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 mencoba menghadirkan pembelajaran literasi keuangan dan marketing yang inklusif bagi anak asuh Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Panti 3 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Program kerja ini dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2026, dimulai dari tahap perencanaan dan observasi pada 1 Januari 2026, penerjunan pada 21 Februari 2026, hingga penarikan pada 15 Mei 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak asuh panti yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas intelektual. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana materi tersebut dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Amar melihat bahwa pembelajaran mengenai keuangan sering kali dianggap terlalu kompleks bahkan untuk anak-anak pada umumnya, sehingga anak berkebutuhan khusus pun kerap tidak mendapat akses pembelajaran yang sesuai. Dari pemikiran tersebut, AQUILIA dirancang sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dengan menggabungkan simulasi, media visual, praktik langsung, dan interaksi sederhana agar anak-anak dapat memahami konsep keuangan tanpa merasa tertekan oleh pembelajaran yang terlalu teoritis.

AQUILIA sendiri terdiri atas dua kelas utama, yaitu kelas literasi keuangan dan kelas marketing. Pada kelas literasi keuangan, pembelajaran dibagi menjadi lima tahapan, mulai dari Money Buddy yang mengenalkan konsep dasar uang, Happy Shopping yang mengajarkan cara membelanjakan uang, Smart Wallet mengenai menyimpan dan mengelola uang, Wise Borrowing terkait meminjam dan mengembalikan pinjaman, hingga Finance Ettiquete yang membahas etika keuangan sederhana seperti perilaku mencuri, menipu, dan korupsi. Sementara itu, pada kelas marketing, anak-anak mengikuti kegiatan Show and Sell dengan belajar menyusun kalimat promosi sederhana sekaligus mempraktikkan cara menawarkan produk secara langsung.

Mengajarkan konsep keuangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus ternyata bukan sekadar soal mengenalkan nominal uang atau aktivitas jual beli saja. Di sisi lain, proses belajar itu juga menjadi ruang untuk melatih keberanian, komunikasi, sampai bagaimana mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dan justru di titik itulah kegiatan ini terasa hidup. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika diperlihatkan media pembelajaran seperti uang mainan, kartu belanja, maupun simulasi transaksi sederhana. Ada yang langsung aktif membeli berbagai barang saat praktik berlangsung, ada juga yang masih malu-malu dan akhirnya ditarik oleh teman lainnya untuk ikut mencoba.

Momen-momen kecil selama pembelajaran pun menjadi pengalaman yang cukup membekas bagi Amar dan tim PLK. Beberapa anak sempat kebingungan ketika dihadapkan pada dua jumlah uang yang nilainya sama tetapi tersusun dari nominal berbeda. Namun kemudian, perlahan mereka mulai memahami konsep tersebut melalui pendampingan dan simulasi berulang. Bahkan pada sesi Finance Ettiquete, beberapa anak mampu memberikan respons spontan mengenai perilaku bijaksana dalam menggunakan uang. Ada yang tiba-tiba berkata bahwa temannya tidak boleh korupsi, ada pula yang mengeluh uangnya habis tetapi masih ingin membeli barang lain. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat suasana belajar terasa hangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami konteks pembelajaran yang diberikan.

Melalui program kerja AQUILIA, Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 berharap bahwa literasi keuangan dan marketing tidak hanya menjadi pengetahuan eksklusif bagi kalangan tertentu saja. Sebaliknya, pembelajaran mengenai uang, pengelolaan keuangan, dan etika finansial juga perlu dikenalkan secara inklusif kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih adaptif dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi tentang bagaimana setiap individu merasa dilibatkan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. (amar)

Mengasah Kompetensi Pedagogik dan Keterampilan Mangajar melalui Penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Mini Micro Teaching sebagai bagian dari penugasan akhir Mata Kuliah Model Pembelajaran Akuntansi pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar mahasiswa melalui pengalaman langsung dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama perkuliahan sebagai bekal menjadi calon pendidik profesional.

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam program Mini Micro Teaching. RPP yang disusun memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media pembelajaran, asesmen, serta langkah-langkah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Melalui proses ini, mahasiswa dilatih untuk merancang pembelajaran yang sistematis, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Kemampuan merencanakan pembelajaran menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas.

Setelah menyelesaikan penyusunan RPP, mahasiswa melaksanakan Mini Micro Teaching sebagai bentuk implementasi dari perangkat pembelajaran yang telah dirancang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai guru dan mempraktikkan proses pembelajaran di hadapan rekan mahasiswa. Berbagai model pembelajaran inovatif diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, pengelolaan kelas, pemanfaatan media pembelajaran, serta kemampuan mengambil keputusan dalam berbagai situasi pembelajaran.

Manfaat tersebut turut dirasakan oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan Mini Micro Teaching. Salah satu mahasiswa Pendidikan Akuntansi FEB UNY mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dalam mengaplikasikan teori pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan. “Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching memberikan kesempatan bagi kami untuk menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran. Melalui pengalaman ini, saya menjadi lebih memahami pentingnya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif,” ungkapnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan profesi sebagai pendidik di masa depan.

Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar calon guru, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan keterampilan profesional mahasiswa, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan Program Studi Pendidikan Akuntansi dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan. (ayu, awalia, fibri)

Pages