SDGs #4 Pendidikan

Belajar Surat Tak Lagi Membosankan: Korespondensi Mission Challenge Hadirkan Pembelajaran Seru di Kelas XI MPLB 2

Siapa bilang belajar surat dinas harus kaku dan membosankan? Di kelas XI MPLB 2, suasana pembelajaran korespondensi justru menyajikan keseruan melalui metode “Korespondensi Missin Challenge” yang diselenggarakan oleh Umi Nuriyah, salah satu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) di SMK N 1 Jogonalan dalam pembelajaran Administrasi Umum dengan materi surat dinas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (28/08/26) lalu di ruang kelas XI MPLB 2. Sebanyak 35 peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran yang tidak hanya mempelajari konsep persuratan dinas, akan tetapi juga diberikan tantangan untuk menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan penyusunan surat dinas. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami dan mempraktikkan materi secara langsung.

Kegiatan yang dilakukan dengan menitikberatkan pada pentingnya peserta didik dapat memahami berbagai situasi yang kemungkinan terjadi di lingkungan kedinasan, penyesuaian dengan lingkungan nyata, serta dapat menganalisis surat yang dikerjakan teman yang lain. Salah satu peserta didik kelas XI MPLB, Kayla menyampaikan, “Praktik pembuatan surat lebih seru karena harus tahu jenis suratnya dan beda-beda dengan temannya.” 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai tugas yang harus dilaksanakan. Peserta didik diberikan situasi kelas seolah-olah berperan sebagai staf administrasi yang menerima tugas. Setiap peserta didik memperoleh kartu misi yang berisi situasi atau permasalahan sesuai yang terjadi di lingkungan kedinasan. Berdasarkan kartu misi peserta didik melakukan analisis situasi, menentukan jenis surat yang sesuai, dan menyusun surat berdasarkan kartu misi. Setelah seluruh peserta didik menyelesaikan pembuatan surat akan dilanjutkan dengan kegiatan peer review secara individu. Setiap peserta didik akan menukar hasil pekerjaanya dengan teman untuk diperiksa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Dalam proses peer review peserta didik selain memeriksa hasil pekerjaan juga menilai dan memberikan umpan balik terhadap pekerjaan temannya. Setelah peer review, hasil pekerjaan akan dikembalikan dan dilakukan perbaikan apabila masih ada kesalahan.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan, mahasiswa berharap peserta didik tidak hanya mengetahui contoh surat yang ada di dinas, membuat surat hanya sesuai contoh ataupun hanya situasi tertentu akan tetapi peserta didik juga memahami alasan dan pertimbangan dalam menyusun surat sesuai dengan situasi yang ada. Dari kegiatan peer review juga akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam memberikan evaluasi terhadap pekerjaan teman. Selain itu kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi Praktik Kependidikan dalam mendukung SDGs 4 berupa Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang inovatif, aktif, bermakna, dan memberikan kesempatan peserta didik untuk berkembang.

Penulis

Umi

Editor

Umi

#PK #UNY #SDGs14 #Pembelajaran #PendidikanBerkualitas

Bukan Sekadar Kentang: Inovasi Asesmen Kreatif melalui Game Literasi Keuangan dalam Pembelajaran Ekonomi 

Mutya Anugerah Aswad, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), melaksanakan inovasi asesmen kreatif bertajuk “Game Kentang” dalam pembelajaran Ekonomi materi Literasi Keuangan bersama 36 murid kelas X E 5 SMA Negeri 2 Yogyakarta pada Selasa (01/09/26) lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di bawah bimbingan guru pamong, Siti Fatimah, S.E., ini dirancang sebagai alternatif asesmen yang tidak hanya berorientasi pada pengukuran pemahaman materi, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk aktif, kreatif, dan mampu mengomunikasikan pengetahuan yang dimiliki. Penerapan Game Kentang turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pengalaman pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif murid.

Game Kentang diterapkan setelah murid mempelajari materi Literasi Keuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman murid melalui bentuk asesmen yang lebih kreatif dan berbeda dari pengerjaan soal secara konvensional. Media permainan dirancang menggunakan potongan kertas berbentuk kentang goreng yang berisi pertanyaan dari empat kategori, dengan masing-masing kategori terdiri atas lima soal. Murid mengambil satu potongan “kentang” secara acak untuk menentukan soal yang harus dikerjakan. Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang telah dipelajari, murid menuangkan jawabannya dalam bentuk infografis. Pada tahap ini, murid tidak hanya dituntut menemukan jawaban yang tepat, tetapi juga mengolah informasi serta menyajikan pemahamannya secara ringkas, kreatif, dan mudah dipahami melalui desain visual sesuai kreativitas masing-masing.

Penerapan Game Kentang memberikan pengalaman asesmen yang menggabungkan pemahaman materi dengan keterlibatan aktif dan kreativitas murid. Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan setelah kegiatan, 58,8% murid menyatakan setuju bahwa Game Kentang memberikan kesempatan bagi mereka untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, 55,9% murid menyatakan setuju bahwa mereka menjadi lebih memahami konsep Literasi Keuangan setelah mengerjakan soal Game Kentang, sementara persentase yang sama menyatakan bahwa kegiatan tersebut membantu mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan materi Ekonomi. Respons tertinggi terlihat pada penggunaan infografis, dengan 67,6% murid menyatakan setuju bahwa mereka dapat menyampaikan pemahaman mengenai Literasi Keuangan melalui media tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi untuk mengukur penguasaan materi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong keterlibatan, kreativitas, dan kemampuan murid dalam mengomunikasikan pengetahuan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi pembelajaran Ekonomi dalam mendukung terwujudnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas.

Melalui penerapan Game Kentang, diharapkan asesmen dalam pembelajaran Ekonomi dapat terus dikembangkan menjadi lebih variatif dan bermakna bagi murid. Inovasi sederhana seperti penggunaan unsur permainan dan media visual dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda serta membuka ruang bagi murid untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ke depan, pendekatan asesmen kreatif seperti Game Kentang dapat dikembangkan pada berbagai materi dengan variasi media dan aktivitas yang lebih beragam. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memberikan perhatian terhadap proses murid dalam memahami, berpikir kreatif, dan mengomunikasikan pengetahuan. (mty)

Integrasi SDG 12 dalam Pembelajaran Ekonomi: Penguatan Pemahaman Biaya Peluang Melalui Economic Choice Card pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Yogyakarta

Nilai-nilai keberlanjutan dapat dikenalkan melalui berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini berhasil diterapkan dalam pembelajaran oleh Adhestia Putri Richinta, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta saat sedang melaksanakan  Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 2 Yogyakarta bersama siswa kelas XE-7 pada Senin (31/08/26) lalu. Pembelajaran berlangsung pada pukul 11.00-13.45 WIB dengan waktu istirahat pada pukul 11.45-12.30. Pembelajaran ini mengangkat materi biaya peluang yang terintegrasi dengan Sustainable Development Goals (SDG) ke-12, yaitu Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Implementasi dalam kegiatan ini berfokus pada aspek konsumsi yang bertanggung jawab sehingga disesuaikan dengan materi biaya peluang dan studi kasus yang digunakan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang konsep biaya peluang dan pengambilan keputusan ekonomi siswa. Ketika materi konsep dasar diikuti siswa dengan baik maka dilanjutkan dengan aktivitas Economic Choice Card sebagai media pembelajaran berbasis studi kasus. Media yang dibuat berupa kotak berisi lembaran kasus dengan berbagai warna yang dibuat memanfaatkan kardus bekas paket COD. Setiap warna memiliki kategori yang berbeda dan setiap lembar dilipat pada bagian atas dan bawah sehingga bagian tengah berisi soal studi kasus yang tertutup. Siswa diminta mengambil satu lembar secara acak kemudian membuka lipatan kartu untuk mengetahui situasi yang didapatkan. Kasus yang diberikan berkaitan dengan keputusan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari seperti memilih membeli barang baru atau memakai barang yang masih layak, mempertimbangkan kebutuhan atau keinginan serta diskon hingga menentukan konsumsi yang lebih efisien. Siswa dapat menganalisis alternatif pilihan secara individu dengan mempertimbangkan alasan, tujuan, manfaat, konsekuensi serta peluang dari keputusan tersebut. 

Keterkaitan dengan SDG 12 berdasarkan konteks kasus yang membuat siswa menganalisis penggunaan sumber daya secara bijak dan berfokus pada perilaku konsumsi yang tidak berlebihan serta pemanfaatan kembali material dalam pembuatan media pembelajaran. Pada beberapa kasus mengarahkan siswa mempertimbangkan barang untuk digunakan kembali ketika masih layak, melakukan perbaikan pada barang yang rusak, memilih produk isi ulang, hingga membeli barang karena diskon atau mengikuti perkembangan zaman. Pendekatan sejalan dengan SDG 12 yang menekankan konsumsi berkelanjutan, efisiensi penggunaan sumber daya serta pengurangan sampah dalam bentuk daur ulang. Dengan demikian, nilai konsumsi bertanggung jawab hadir secara kontekstual melalui proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil penugasan siswa terdapat beragam pertimbangan untuk menentukan pilihan yang diambil sesuai dengan kasus yang diberikan. Siswa tidak hanya mempertimbangkan harga tetapi berdasar kebutuhan, situasi, manfaat, kondisi keuangan, dan konsekuensi dari keputusan yang telah diambil. Pembelajatan ini menunjukkan bahwa konsep biaya peluang dapat dihubungkan dengan keputusan nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai konsumen. Melalui Economic Choice Card, siswa diharapkan untuk memahami setiap pilihan memiliki konsekuensi dan sesuatu yang dikorbankan sekaligus membangun perilaku siswa dalam mempertimbangkan kebutuhan dan dampak ebelum memilih keputusan konsumsi. (adst)

Torehkan Prestasi Nasional, Guru Besar FEB UNY Raih penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik 2026 

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS berhasil memenangkan penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Penghargaan ini diberikan atas keaktifan dan kepedulian Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS dalam menggerakkan eduukasi literasi keuangan untuk masyarakat dari berbagai kalangan baik pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat umum lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam puncak acara Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acara nasional bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini dihadiri lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa. Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, seperti Ketua Dewan Komisioner OJK Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, S.E., M.P.M., Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E., Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Dr. Herman Saheruddin, S.E., M.Sc., Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, S.E., M.A., serta jajaran pimpinan daerah dan pelaku industri jasa keuangan lainnya.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS. dalam membimbing masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan kepedulian nyata akademisi UNY terhadap peningkatan literasi finansial di Indonesia. Pencapaian ini diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Dari Botol Bekas Menjadi Media Belajar, Siswa Kelas XI MPLB SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Antusias Ikuti Permainan Pembelajaran

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, salah satu mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan proyek berupa pembelajaran yang dipadukan dengan game menarik dengan media botol bekas di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Jl. Sudirman, Dusun Kaliabon, Borobudur, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini digagas oleh salah satu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur yakni Wulan Anggraeni dengan bimbingan serta arahan dari dosen pengampu yakni Dr. Rizqi Ilyasa Aghni, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan pembelajaran yang memadukan pemanfaatan sampah yang dihasilkan oleh warga sekolah ini yaitu memberikan edukasi kepada siswa dan guru sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur mengenai pentingnya pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan dengan memadukan pemanfaatan media yang ada di sekitar. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang menarik dan inovatif, kesadaran lingkungan, dan pemanfaatan barang sekitar sekolah.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap Pendidikan berkualitas dan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong siswa dan guru agar lebih aktif dan semangat dalam pembelajaran dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pembelajaran inovatif ini dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi pembelajaran, dan game sederhana dengan media botol bekas terkait pembelajaran pada mata pelajaran Humas dan Keprotokolan.

Pihak sekolah selaku mitra kegiatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pembelajaran inovatif tersebut. Selaku guru pamong sekolah, Assofiq Dwi Kurniawan, S.Pd. menyampaikan kesan positif terhadap pembelajaran yang dilaksanakan mahasiswa PK UNY.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa PK UNY yang telah memberikan pembelajaran yang inovatif kepada siswa, dan inovasi baru kepada guru kami. Penyampaian materi pembelajaran yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong semangat baru dalam menuntut ilmu, semoga inovasi baru ini dapat memberikan dampak yang positif dalam memajukan pendidikan yang berkualitas dan menarik di sekolah. Program ini sangat mendukung upaya sekolah dalam membentuk karakter semangat belajar siswa dalam menuntut ilmu," ungkapnya, Jumat (28/08/2026) lalu.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pengabdian kepada pendidikan di Indonesia serta memperkuat kolaborasi dengan lingkungan sekolah dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas, inovatif, menarik, dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan mahasiswa PK secara langsung di tengah sekolah, UNY berharap program inovasi pembelajaran serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari pihak sekolah. Dengan adanya pembelajaran menarik yang diberikan kepada siswa, diharapkan sekolah dapat menerapkan inovasi pembelajaran dengan media yang lebih baik dan menarik lainnya secara berkelanjutan.

Penulis : 

Wulan Anggraeni

 

Perkuat Global Mindset dan Transformasi Digital, Mahasiswa MM UNY Ikuti 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Tiongkok

Dalam rangka memperluas wawasan internasional serta memahami implementasi teknologi modern dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) angkatan 2025, Regita Lestariyan Lainy, berpartisipasi dalam ajang 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Republik Rakyat Tiongkok.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung integrasi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam fungsi Learning and Development (L&D), otomatisasi industri, serta pengembangan strategi kepemimpinan lintas budaya (cross-cultural leadership) di era global.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 9 hari, mulai tanggal 24 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan berlokasi di beberapa kota strategis di Tiongkok, antara lain Beijing, Guiyang, Anshun, Duyun, Danzhai, dan Sandu.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda akademik, kunjungan industri, hingga eksplorasi budaya. Kegiatan diawali dengan kunjungan sejarah ke Great Wall serta Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing untuk mempererat hubungan diplomatik dan jejaring pendidikan.

Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan industri ke perusahaan AI Chinese untuk mengamati demonstrasi platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan seperti Knowly sebagai sarana upskilling dan reskilling SDM modern. Di Provinsi Guizhou, delegasi mengikuti Welcome Ceremony dan kelas bahasa serta kaligrafi Mandarin di Guizhou Vocational College of Economics and Business.

Studi lapangan juga dilakukan di Anshun Tourism Group di Huangguoshu Waterfall untuk mengamati penerapan Smart Tourism, dilanjutkan dengan kunjungan ke Balinghe Bridge Museum, serta eksplorasi pengelolaan data makro di National Big Data Exhibition Center di Guiyang.

Selain agenda berbasis teknologi, peserta juga mendapatkan pengalaman pertukaran budaya melalui Workshop Miao Batik Intangible Cultural Heritage di Duyun dan studi kebudayaan etnis Shui di Sandu. Rangkaian program diakhiri dengan observasi penerapan IoT pada perkebunan teh modern di Duyun Maojian Tea Digital Demonstration Park serta penutupan resmi pada acara Graduation Ceremony.

Melalui keikutsertaan dalam program ini, mahasiswa MM FEB UNY berhasil memperoleh pemahaman mendalam mengenai data-driven HRD, membangun jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan keterampilan komunikasi interkultural. Hasil dan pengalaman ini diharapkan dapat menjadi best practices yang diadopsi dalam pengembangan kompetensi manajerial, riset akademis, maupun pengelolaan organisasi di Indonesia. (rgt)

Sujarwi Raih Gelar Doktor di FEB UNY: Kembangkan Modul SIA Terintegrasi Tableau untuk Tingkatkan Hasil Belajar Akuntansi Vokasi

Promovendus Sujarwi resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Ekonomi dan Bisnis setelah sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Terbuka Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Selasa (11/8/2026). Di hadapan dewan penguji, keluarga, dan kolega, Sujarwi memaparkan disertasi berjudul "Pengembangan Modul Ajar Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi Aplikasi Tableau untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa D-IV Akuntansi". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital yang mengharuskan pembelajaran akuntansi tidak hanya berfokus pada penguasaan teori konvensional, tetapi juga mengintegrasikan literasi data dan kemampuan analitik berbasis teknologi modern.

Penelitian dan pengembangan (Research and Development) ini mengadaptasi model Borg dan Gall melalui delapan tahapan sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, hingga uji coba lapangan dan finalisasi produk. Hasil pengembangan melahirkan modul ajar yang memuat 10 materi utama dilengkapi praktikum Tableau, dataset simulatif, studi kasus, refleksi, serta evaluasi interaktif yang disajikan dalam bentuk buku cetak dan diintegrasikan ke dalam platform Learning Management System (LMS) BeSmart UNY. Proses validasi melibatkan tiga ahli materi dan media, sementara uji coba dilakukan secara terbatas pada 10 mahasiswa serta uji coba lapangan kepada 80 mahasiswa D-IV Akuntansi yang terbagi secara seimbang ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Hasil pengujian membuktikan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,59 (91,80%) dan kriteria sangat praktis sebesar 4,49 (89,79%). Dari sisi efektivitas kognitif, kelas eksperimen yang memanfaatkan modul mengalami lonjakan rerata nilai hasil belajar dari 76,80 menjadi 91,35 dengan skor N-gain sebesar 0,69, jauh melampaui kelas kontrol yang hanya meningkat dari 74,13 menjadi 77,40 dengan N-gain 0,13. Pengujian statistik Mann-Whitney menunjukkan perbedaan peningkatan yang sangat signifikan ($p < 0,001$), sementara analisis kovarians (ANCOVA) memperkuat temuan tersebut dengan nilai $F(1, 77) = 2.543,626$ ($p < 0,001$) dan partial eta squared 0,971, menegaskan bahwa penerapan modul terintegrasi Tableau ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi analitik mahasiswa.

Sidang Ujian Terbuka tersebut dipimpin oleh Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., selaku Ketua Penguji, didampingi Dr. Mustofa, S.Pd., M.Sc., sebagai Sekretaris Penguji, serta Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. (Promotor) dan Dr. Sutirman, M.Pd. (Ko-Promotor). Sementara itu, jajaran penguji independen diisi oleh Prof. Dr. E. Muhtar, M.Si., CFrA., dan Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. Dewan penguji mengapresiasi kebaruan dan kontribusi praktis dari modul ajar ini dalam menjawab tantangan kurikulum akuntansi terapan, di mana jalannya ujian berlangsung khidmat dengan dukungan penuh dari keluarga promovendus serta jajaran pimpinan dan kolega dari Rektorat UNY.

Inovasi pembelajaran akuntansi ini memberikan kontribusi strategis terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan modul interaktif berteknologi tinggi secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan sarana pembelajaran vokasi yang inklusif, relevan, dan bermutu tinggi. Pengembangan literasi data berbasis aplikasi analitik Tableau juga menyokong SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali lulusan D-IV Akuntansi keterampilan digital terapan yang berdaya saing tinggi di pasar kerja global. Selain itu, pemanfaatan ekosistem digital LMS BeSmart selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendorong modernisasi infrastruktur pendidikan berbasis inovasi teknologi secara berkelanjutan. (fdh)

Angkat Isu Kepemimpinan Pro-Sosial, Dosen Manajemen UNY Raih Gelar Doktor di FEB UGM

Dosen Departemen Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Zahrotush Sholikhah, M.Si., resmi menyandang gelar doktor usai berhasil melampaui Sidang Tertutup Disertasi pada Program S3 Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Jumat (7/8/2026). Ujian yang diselenggarakan di gedung Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM tersebut menuntaskan jenjang pendidikan akademik tertinggi di bidang ilmu manajemen.

Dalam penelitian doktoralnya, Dr. Zahro mengusung tema kajian mengenai kemunculan pemimpin pro-sosial yang berada di bawah lingkup Leadership dan Perilaku Organisasi. Penelitian ini secara mendalam menelisik proses-proses psikologis yang mendasari bagaimana seorang individu dapat tumbuh dan muncul menjadi figur pemimpin yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat serta lingkungan kerjanya.

Hasil riset ini berupaya memperluas pemahaman teoritis tentang dinamika kepemimpinan modern sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sumber daya manusia. Melalui studi ini, diharapkan lahir perspektif baru dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tidak sekadar mengandalkan kapasitas manajerial dan kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, rasa empati, serta dedikasi pada kepentingan bersama.

Sidang Tertutup ini berlangsung khidmat di hadapan dewan penguji yang terdiri dari delapan penguji, yaitu Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D., Prof. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., Rr. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Reni Rosari, M.B.A., Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., Dr. Ratno Purnomo, M.Si., Dr. Diah Retno Wulandaru, M.B.A., dan Bita Puspitasari, S.E., M.Econ., Ph.D.

Raihan akademis dan tema riset ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas tenaga pengajar perguruan tinggi serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset. Selain itu, temuan ini sangat relevan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), di mana hadirnya kepemimpinan berorientasi pro-sosial menjadi fondasi penting untuk membangun tata kelola organisasi yang beretika, inklusif, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan publik. (fdhl)

PwC Indonesia Gelar Tes dan Rekrutmen di FEB UNY

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan PwC Indonesia menyelenggarakan kegiatan tes dan rekrutmen melalui program campus hiring di FEB UNY. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 alumni FEB UNY serta sejumlah lulusan dari perguruan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FEB UNY, Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha (RKSIU), Koordinator Program Studi S1 Akuntansi, Kepala Divisi Humas dan Urusan Internasional dan Kemitraan (UUIK), Kepala Bagian Tata Usaha, serta sejumlah dosen pembimbing. Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PwC Indonesia dalam menyelenggarakan campus hiring di lingkungan FEB UNY. FEB UNY, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi akademik dengan mitra strategis, termasuk pelatihan, seminar, maupun keterlibatan dosen praktisi.

“Semoga para peserta memperoleh informasi dan pengalaman tambahan melalui kegiatan ini, serta memiliki peluang untuk bergabung menjadi bagian dari tim PwC. Kami juga berharap PwC dapat memperoleh talenta-talenta terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Dekan FEB UNY.

Pengenalan mengenai PwC Indonesia disampaikan oleh Intan Nurul, Human Capital Manager PwC Indonesia. Ia menjelaskan bahwa PwC merupakan perusahaan jasa profesional global yang telah beroperasi di 136 negara. Di Indonesia, PwC telah hadir selama 55 tahun sejak 1971 dan saat ini memiliki tiga kantor di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta dengan sekitar 3.600 pegawai. PwC Indonesia juga meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2024 untuk Indonesia Chapter. Dengan mengusung tagline “Grow Here. Go Further.”, proses rekrutmen dalam kegiatan ini meliputi tes secara luring di beberapa kota, dilanjutkan case study dan user interview di Jakarta dan Yogyakarta. Peserta yang lolos direncanakan mulai bekerja pada Oktober 2026.

Kegiatan kolaborasi antara FEB UNY dan PwC Indonesia ini mendukung penguatan keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja (SDG 4 – Pendidikan Berkualitas), sekaligus membuka akses bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh peluang pengembangan karier dan pekerjaan yang layak (SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). (fdh)

Intan Nurul

FEB UNY Lepas 300 Lulusan dalam Yudisium Periode Juli 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) resmi meluluskan 300 mahasiswa dalam upacara yudisium periode Juli 2026 yang digelar di Ruang Teater Gedung Program Magister dan Doktor FEB UNY, Jumat (31/7/2026). Para peserta yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar akademik tersebut berasal dari berbagai program studi jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2). Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen, koordinator program studi, serta Kepala Bagian dan Sekretaris Bagian Tata Usaha FEB UNY.

Momen pengukuhan ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya seorang mahasiswa asing asal Kenya yang berhasil menyelesaikan studi S2 Pendidikan Ekonomi. Keberadaan lulusan internasional tersebut menjadi bukti komitmen FEB UNY dalam menyelenggarakan pendidikan bertaraf global. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti ruangan saat para peserta secara sah mengakhiri masa studi mereka dan bersiap melangkah ke jenjang berikutnya sebagai alumni.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah resmi menjadi alumni. Beliau mengingatkan agar proses perjuangan meraih gelar ini menjadi pelajaran berharga, khususnya mengenai pentingnya kedisiplinan. Menurutnya, kebiasaan menunda pekerjaan adalah hal yang kurang baik dan harus ditinggalkan ketika mengarungi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Sutirman menegaskan bahwa integritas moral dan tata susila memegang peranan jauh lebih penting dibandingkan sekadar angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Beliau berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, tetap rendah hati ibarat padi yang semakin berisi semakin menunduk, serta mengedepankan kerja sama dan rasa saling menghargai. Di sela-sela arahannya, ia juga berseloroh selaras dengan perkembangan zaman dengan mengingatkan mahasiswa untuk bersyukur dan berterima kasih kepada teknologi seperti ChatGPT yang turut mendampingi proses belajar mereka.

Menutup prosesi yudisium, Dekan FEB UNY mengingatkan bahwa tantangan nyata di dunia kerja sudah menanti di depan mata. Bagi lulusan yang ingin terus mengasah keilmuan, pihak fakultas terbuka lebar untuk menyambut mereka kembali di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. FEB UNY mengundang para alumni S1 untuk melanjutkan studi ke jenjang S2, serta meloloskan alumni S2 untuk menempuh program Doktor (S3). (ist)

Pages