Belajar Surat Tak Lagi Membosankan: Korespondensi Mission Challenge Hadirkan Pembelajaran Seru di Kelas XI MPLB 2
Submitted by feb on Mon, 07/09/2026 - 12:47
Siapa bilang belajar surat dinas harus kaku dan membosankan? Di kelas XI MPLB 2, suasana pembelajaran korespondensi justru menyajikan keseruan melalui metode “Korespondensi Missin Challenge” yang diselenggarakan oleh Umi Nuriyah, salah satu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) di SMK N 1 Jogonalan dalam pembelajaran Administrasi Umum dengan materi surat dinas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (28/08/26) lalu di ruang kelas XI MPLB 2. Sebanyak 35 peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran yang tidak hanya mempelajari konsep persuratan dinas, akan tetapi juga diberikan tantangan untuk menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan penyusunan surat dinas. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami dan mempraktikkan materi secara langsung.
Kegiatan yang dilakukan dengan menitikberatkan pada pentingnya peserta didik dapat memahami berbagai situasi yang kemungkinan terjadi di lingkungan kedinasan, penyesuaian dengan lingkungan nyata, serta dapat menganalisis surat yang dikerjakan teman yang lain. Salah satu peserta didik kelas XI MPLB, Kayla menyampaikan, “Praktik pembuatan surat lebih seru karena harus tahu jenis suratnya dan beda-beda dengan temannya.”
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai tugas yang harus dilaksanakan. Peserta didik diberikan situasi kelas seolah-olah berperan sebagai staf administrasi yang menerima tugas. Setiap peserta didik memperoleh kartu misi yang berisi situasi atau permasalahan sesuai yang terjadi di lingkungan kedinasan. Berdasarkan kartu misi peserta didik melakukan analisis situasi, menentukan jenis surat yang sesuai, dan menyusun surat berdasarkan kartu misi. Setelah seluruh peserta didik menyelesaikan pembuatan surat akan dilanjutkan dengan kegiatan peer review secara individu. Setiap peserta didik akan menukar hasil pekerjaanya dengan teman untuk diperiksa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Dalam proses peer review peserta didik selain memeriksa hasil pekerjaan juga menilai dan memberikan umpan balik terhadap pekerjaan temannya. Setelah peer review, hasil pekerjaan akan dikembalikan dan dilakukan perbaikan apabila masih ada kesalahan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan, mahasiswa berharap peserta didik tidak hanya mengetahui contoh surat yang ada di dinas, membuat surat hanya sesuai contoh ataupun hanya situasi tertentu akan tetapi peserta didik juga memahami alasan dan pertimbangan dalam menyusun surat sesuai dengan situasi yang ada. Dari kegiatan peer review juga akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam memberikan evaluasi terhadap pekerjaan teman. Selain itu kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi Praktik Kependidikan dalam mendukung SDGs 4 berupa Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang inovatif, aktif, bermakna, dan memberikan kesempatan peserta didik untuk berkembang.
Penulis
Umi
Editor
Umi
#PK #UNY #SDGs14 #Pembelajaran #PendidikanBerkualitas
























