SDGS #16 Kelembagaan

Pintu Pertama Pelayanan Sekolah: Implementasi Piket Lobi sebagai Bentuk Kelembagaan yang Tertib dan Akuntabel Mendukung SDGs 16 di SMA Negeri 1 Jetis

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan piket lobi di SMA Negeri 1 Jetis sebagai bentuk pelayanan administratif harian bagi warga sekolah. Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa, 21 Juli 2026 hingga Jumat, 11 September 2026 yang dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK. Salah satu mahasiswa yang bertugas adalah Mariska Febrianasari dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh siswa, guru, orang tua, serta tamu dari luar sekolah yang memerlukan pelayanan di area lobi. Sebagai pintu pertama pelayanan sekolah, kegiatan piket lobi ini berkontribusi langsung dalam mendukung pencapaian tata kelola administrasi yang tertib dan akuntabel.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan sekolah yang tertib, terdokumentasi, dan mudah dipertanggungjawabkan. Kegiatan piket dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK, dengan pembagian jam sesuai kebutuhan sekolah yaitu mulai pukul 07.00-15.00 WIB. Mariska biasanya mendapat jadwal piket pagi pukul 07.00-09.00 atau piket siang pukul 12.00-14.00 WIB. Pada sesi pagi, mahasiswa piket melakukan pencatatan dan menangani siswa yang terlambat masuk sekolah akibat berbagai alasan seperti terlambat bangun, terjebak kemacetan lalu lintas, maupun keperluan mendesak seperti mencetak tugas sebelum masuk kelas. Selain itu, mahasiswa piket juga bertugas menerima surat izin yang dititipkan langsung oleh orang tua siswa agar disampaikan ke kelas sebagai bagian dari komunikasi antara pihak keluarga dan sekolah. Pada sesi siang, mahasiswa piket menerima tamu dari luar sekolah, seperti pihak kepolisian dan pegawai Bank Mandiri, mengarahkan tamu yang mencari ruang aula, waka, atau ingin bertemu guru, serta melayani siswa yang izin meninggalkan pembelajaran karena sakit atau keperluan mencetak tugas maupun latihan lomba. Siswa yang sakit hanya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan surat keterangan dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Seluruh proses tersebut melibatkan mahasiswa PK, guru piket, guru mata pelajaran, serta petugas UKS, dan diwajibkan melalui mekanisme surat resmi yang dicatat dan diberi cap oleh petugas lobi.   

Melalui pelaksanaan piket lobi, mahasiswa PK belajar menerapkan prinsip pelayanan publik yang tertib, transparan, dan akuntabel di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mencakup pencatatan keterlambatan siswa, penerbitan surat izin, serta penerimaan dan pengarahan tamu sesuai prosedur yang berlaku. Pelaksanaan piket membantu menciptakan administrasi yang lebih rapi, terorganisir, dan mudah ditelurusi kembali sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Selain itu, pelayanan yang dilakukan secara teratur turut menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga sekolah maupun tamu yang berkunjung. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini memberikan pengalaman secara langsung dalam menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan. Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan SDGs 16 yang mendorong terciptanya kelembagaan yang efektif, inklusif, transparan, dan akuntabel termasuk dalam lingkungan pendidikan.

Ke depannya, diharapkan sistem piket lobi ini dapat terus dijalankan secara konsisten oleh mahasiswa PK selanjutnya sebagai bagian dari budaya pelayanan sekolah yang tertib dan berkelanjutan. Mahasiswa PK juga berharap pengalaman ini dapat ditindaklanjuti dengan evaluasi berkala terhadap alur pelayanan lobi misalnya melalui penyusunan buku panduan piket, digitalisasi pencatatan surat izin dan kunjungan tamu, serta sosialisasi prosedur pelayanan kepada seluruh warga sekolah agar semakin dipahami dan dipatuhi bersama. Dengan demikian, pelayanan kepada siswa, guru, orang tua, dan tamu sekolah dapat terus ditingkatkan kualitasnya sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mewujudkan kelembagaan pendidikan yang tertib, akuntabel, dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 16 di masa mendatang. (mrs)

Penerapan Budaya 5S untuk Membangun Lingkungan Sekolah yang Harmonis

Regita Cahyaning Dewi, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta turut melaksanakan kegiatan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) di SMK Abdi Negara Muntilan. Kegiatan dilaksanakan pada pagi hari bersama guru piket dengan menyambut peserta didik yang datang ke sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembiasaan sikap positif dalam menciptakan suasana lingkungan sekolah yang ramah, tertib, dan saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan 5S juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 16, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang damai dan inklusif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK bersama guru piket berada di area sekolah untuk menyambut peserta didik. Peserta didik diarahkan untuk membiasakan diri memberikan salam, menyapa, serta menunjukkan sikap sopan dan satun ketika berinteraksi dengan guru maupun warga sekolah lainnya. Mahasiswa turut berinteraksi secara langsung dengan peserta didik sehingga kegiatan tidak hanya menjadi rutinitas penyambutan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan hubungan yang positif. Melalui kegiatan sederhana tersebut, nilai-nilai kesopanan, keramahan, dan sikap saling menghargai dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. 

Pelaksanaan 5S memberikan suasana yang lebih positif pada awal kegiatan sekolah. Peserta didik terbiasa memulai aktivitas dengan menyapa dan berinteraksi secara baik dengan warga sekolah. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini juga menjadi pengalaman dalam membangun komunikasi dengan peserta didik serta memahami pentingnya menciptakan hubungan yang positif di lingkungan pendidikan. Pembiasaan sikap saling menghargai tersebut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif, sehingga dapat berkontribusi terhadap pencapaian SDG 16.

Kegiatan 5S diharapkan dapat terus diterapkan sebagai bagian dari budaya sekolah. Pembiasaan sederhana seperti memberikan salam, menyapa, serta menjaga sopan santun diharapkan dapat membentuk lingkungan sekolah yang nyaman dan mendorong terjalinnya hubungan yang baik antar warga sekolah. (rgt)

Membangun Budaya Administrasi Tertib melalui Praktik Surat Dinas di Kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan

Hasna Zalfa Rahmah, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran praktik surat dinas di kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan pada Senin (24/08/26) lalu di Laboratorium Komputer MPLB SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten. Kegiatan ini melibatkan peserta didik kelas XI MPLB 1 sebagai sasaran utama dengan tujuan meningkatkan keterampilan dalam menyusun dokumen surat dinas dengan tepat, sistematis dan sesuai dengan tata naskah penulisan surat dinas. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 16, yaitu Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembiasaan tertib administrasi sebagai bagian dari komunikasi resmi dalam instansi melalui surat dinas.

Kegiatan diawali dengan review materi pembelajaran terkait surat permohonan dan surat keputusan yang telah dipelajari sebelumnya. Peserta didik kemudian mengamati contoh surat dinas untuk mengidentifikasi unsur-unsur surat seperti kop surat, nomor, lampiran, perihal, alamat tujuan, isi surat, penutup, dan tanda tangan. Pada surat keputusan, peserta didik mengamati bagian Menimbang, Mengingat, Memutuskan, dan Menetapkan. Hasna juga memberikan demonstrasi berupa penyusunan format surat menggunakan Microsoft Word, seperti pengaturan huruf, spasi, perataan dan tata letak dokumen. Setelah peserta didik melakukan praktik secara individu dengan membuat surat permohonan dan keputusan berdasarkan studi kasus yang diberikan.

Kegiatan praktik membuat surat ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menerapkan naskah surat dinas secara tepat dan bertanggung jawab. Peserta didik tidak hanya berlatih keterampilan secara teknis dalam penggunaan komputer, tetapi juga berlatih untuk bekerja dengan teliti, sistematis, dan memperhatikan ketepatan informasi dalam penulisan dokumen resmi. Pembelajaran ini menunjukan bahwa administrasi yang tertib dapat mendukung kelancaran komunikasi tertulis dalam organisasi atau instansi. Melalui keterampilan tersebut, peserta didik diberikan pemahaman bahwa dokumen administrasi yang disusun dengan benar, jelas dan sesuai dengan tata naskah penulisan surat merupakan salah satu bagian yang mendukung terciptanya tata kelola kelembagaan yang efektif dan akuntabel. Hal tersebut menjadi bentuk penerapan nilai SDGs 16 dalam lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuat kebiasaan dalam tertib penulisan administrasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran maupun praktik kerja di masa yang akan mendatang untuk peserta didik. Kemampuan menyusun surat dinas secara tepat dan sesuai dengan tata naskah diharapkan tidak berhenti pada tugas pembelajaran, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang mengutamakan ketelitian, keteraturan, dan tanggung jawab dalam penulisan surat. Dengan demikian, pembelajaran surat dinas dapat menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan peserta didik untuk berkontribusi pada terciptanya administrasi dan kelembagaan yang lebih tertib. (hsn)

Gallery Walk Regulasi Pajak: Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMK N 1 Jogonalan Belajar Aktif Menuju Pendidikan Berkualitas

Sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), salah satunya Lisa Talia Della Rosa, melaksanakan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran Perpajakan di kelas XI AKL SMK Negeri 1 Jogonalan, Klaten, pada 10-19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat materi mengenai Perbandingan Peraturan Perpajakan Lama dan Baru dan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 × 40 menit) pada masing-masing kelas, yaitu XI AKL 1, XI AKL 2, dan XI AKL 3. Pembelajaran dirancang dengan melibatkan siswa secara aktif melalui kegiatan yang mendorong kolaborasi, pemahaman terhadap permasalahan nyata, serta kemampuan menghubungkan materi dengan kondisi perpajakan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memberikan pengalaman belajar yang relevan, aktif, dan mendukung peningkatan kompetensi siswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan pemahaman siswa mengenai peraturan perpajakan, pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kesadaran dalam menjalankan kewajiban administrasi perpajakan secara bertanggung jawab.

Kegiatan pembelajaran menggunakan model Discovery Learning yang dikemas melalui aktivitas Gallery Walk. Pada awal pembelajaran, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan masing-masing kelompok memperoleh kartu perbandingan peraturan perpajakan yang memuat topik berbeda, mulai dari format NPWP, sistem administrasi perpajakan, tarif PPN, hingga ketentuan umum perpajakan. Setiap kelompok terlebih dahulu berdiskusi mendalami isi kartu yang diperoleh. Selanjutnya, kelompok dibagi menjadi dua bagian, sebagian anggota berkeliling mengunjungi kelompok lain untuk menggali informasi dari kartu yang berbeda, sementara sebagian lainnya tetap di tempat untuk menjelaskan isi kartu kelompoknya. Kegiatan tersebut berlangsung secara bergantian hingga seluruh kelompok memperoleh informasi dari berbagai kartu yang tersedia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Lisa Talia Della Rosa selaku mahasiswa PK juga memberikan penguatan materi mengenai definisi Wajib Pajak dan komponen dokumen NPWP.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam membandingkan ketentuan lama dan terbaru, kemampuan komunikasi saat menjelaskan materi kepada kelompok lain, serta kemampuan kolaborasi selama diskusi dan Gallery Walk berlangsung. Dengan cara belajar yang variatif ini, siswa diajak untuk lebih memahami bahwa regulasi perpajakan bersifat dinamis dan penting untuk terus diikuti perkembangannya, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. (ltd)

 

Angkat Isu Kepemimpinan Pro-Sosial, Dosen Manajemen UNY Raih Gelar Doktor di FEB UGM

Dosen Departemen Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Zahrotush Sholikhah, M.Si., resmi menyandang gelar doktor usai berhasil melampaui Sidang Tertutup Disertasi pada Program S3 Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Jumat (7/8/2026). Ujian yang diselenggarakan di gedung Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM tersebut menuntaskan jenjang pendidikan akademik tertinggi di bidang ilmu manajemen.

Dalam penelitian doktoralnya, Dr. Zahro mengusung tema kajian mengenai kemunculan pemimpin pro-sosial yang berada di bawah lingkup Leadership dan Perilaku Organisasi. Penelitian ini secara mendalam menelisik proses-proses psikologis yang mendasari bagaimana seorang individu dapat tumbuh dan muncul menjadi figur pemimpin yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat serta lingkungan kerjanya.

Hasil riset ini berupaya memperluas pemahaman teoritis tentang dinamika kepemimpinan modern sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sumber daya manusia. Melalui studi ini, diharapkan lahir perspektif baru dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tidak sekadar mengandalkan kapasitas manajerial dan kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, rasa empati, serta dedikasi pada kepentingan bersama.

Sidang Tertutup ini berlangsung khidmat di hadapan dewan penguji yang terdiri dari delapan penguji, yaitu Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D., Prof. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., Rr. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Reni Rosari, M.B.A., Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., Dr. Ratno Purnomo, M.Si., Dr. Diah Retno Wulandaru, M.B.A., dan Bita Puspitasari, S.E., M.Econ., Ph.D.

Raihan akademis dan tema riset ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas tenaga pengajar perguruan tinggi serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset. Selain itu, temuan ini sangat relevan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), di mana hadirnya kepemimpinan berorientasi pro-sosial menjadi fondasi penting untuk membangun tata kelola organisasi yang beretika, inklusif, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan publik. (fdhl)

Departemen Manajemen FEB UNY Lepas Masa Purnatugas M. Lies Endarwati, S.E., M.Si. dalam Suasana Penuh Kehangatan

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar acara pelepasan purnatugas M. Lies Endarwati, S.E., M.Si. sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian beliau selama mengemban amanah sebagai dosen. Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, pimpinan departemen, para ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Departemen Manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai apresiasi disampaikan atas kontribusi Ibu Lies dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Selama bertugas, beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan, aktif berkontribusi dalam kegiatan akademik, serta menjadi teladan bagi rekan sejawat dan generasi dosen muda. Dedikasi yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Departemen Manajemen FEB UNY.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata, penyampaian pesan dan kesan dari rekan-rekan sejawat, serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Momen ini menjadi ungkapan rasa terima kasih atas pengabdian Ibu M. Lies Endarwati, S.E., M.Si., sekaligus doa agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam memasuki masa purnatugas. Semoga semangat pengabdian dan nilai-nilai yang telah beliau teladankan terus menginspirasi keluarga besar Departemen Manajemen FEB UNY. (tsn)

FEB UNY Gandeng OJK Institute Gelar Riset Vaganza, Bahas Sertifikasi Finfluencer hingga Pinjaman Daring

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan OJK Institute dan Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk "Riset Vaganza: Melek Finansial di Era Digital" pada Kamis, 2 Juli 2026. Acara yang digelar di Ruang Teater PMD FEB UNY ini menghadirkan sejumlah peneliti OJK Institute untuk memaparkan dua hasil riset terbaru, yakni mengenai penggunaan jasa financial influencer (finfluencer) di industri jasa keuangan serta perilaku masyarakat dalam menggunakan pinjaman daring dan pay later. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa dan civitas akademika sekaligus memperkenalkan lebih dekat peran OJK Institute sebagai lembaga riset di bawah Otoritas Jasa Keuangan.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan di kalangan sivitas akademika di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Menurutnya, kemampuan memahami informasi keuangan secara kritis menjadi bekal penting agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak mudah terjebak pada praktik investasi maupun layanan keuangan ilegal. “Semoga dengan seminar ini, para mahasiswa dan juga sivitas akademika terhindar dari praktik-praktik finansial yang bodong dan merugikan,” ujarnya.

Direktur Riset OJK Institute, Dr. Bayu Bandono, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan FEB UNY dalam penyelenggaraan seminar tersebut. Ia berharap semakin banyak mahasiswa mengenal peran OJK dan OJK Institute sebagai pusat riset di sektor jasa keuangan. Bayu juga mengajak mahasiswa yang memiliki minat dalam penelitian, penulisan ilmiah, maupun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk menjajaki peluang berkarier bersama OJK Institute. Sementara itu, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Yunianto, turut menegaskan komitmen OJK dalam memperluas edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat melalui sinergi dengan perguruan tinggi. Sesi pemaparan kemudian dipandu oleh moderator Prof. Ratna Candra Sari, M.Si., Ak., CA., CFP, yang antara lain mengangkat pertanyaan mengenai langkah OJK dalam merespons fenomena semakin banyaknya influencer yang menjalin kerja sama dengan pelaku jasa keuangan untuk mempromosikan berbagai produk dan layanan.

Pertanyaan tersebut dijawab melalui paparan riset yang disampaikan oleh narasumber Endang Nuryadin, Sulistyoningsih, dan Widya Ningsih. Riset mengenai finfluencer menemukan bahwa penggunaan finfluencer memiliki potensi memperluas jangkauan edukasi dan pemasaran produk keuangan, namun juga menyimpan risiko apabila informasi yang disampaikan tidak akurat atau tidak disertai pemahaman yang memadai. Selain itu, penggunaan jasa influencer terverifikasi dan populer justru berpengaruh positif terhadap peningkatan jumlah pengaduan dan ekspektasi kerugian konsumen, sehingga diperlukan penguatan regulasi serta edukasi kompetensi bagi finfluencer. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi keuangan, pengawasan, serta regulasi yang mampu melindungi konsumen di era digital.

Adapun riset mengenai pinjaman daring dan pay later mengungkap bahwa keputusan masyarakat menggunakan layanan tersebut secara berulang banyak dipengaruhi oleh kesalahpahaman terhadap limit kredit (credit limit misconception) serta rendahnya literasi keuangan, dengan pengguna pinjaman online ilegal menunjukkan kondisi keuangan yang lebih rentan memburuk dibandingkan pengguna layanan berizin OJK. Di penghujung acara, OJK Institute turut memperkenalkan dua jurnal ilmiah yang dikelolanya, yaitu International Journal of Financial Systems (IJFS) dan International Journal of Islamic Financial System (IJIFS), serta layanan perpustakaan OJK yang dapat diakses masyarakat dan pegawai OJK.

Kegiatan Riset Vaganza ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi keuangan digital bagi mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat dorongan praktik bisnis jasa keuangan yang bertanggung jawab, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan regulasi dan perlindungan konsumen dari praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online tanpa izin. Selain itu, upaya mendorong inklusi dan pemahaman risiko keuangan digital yang lebih merata juga berkontribusi pada semangat SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya dalam melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dari jerat utang dan misinformasi finansial. (fdhl)

Sambutan Dekan OJK InstituteSambutan Eko YuniantoProf Ratna Candra Sari OJK Institute

Perkuat Pakar Manajemen Keuangan, Dosen FEB UNY Dr. Lina Nur Hidayati Bedah Strategi Ekonomi Hijau

Lina Nur Hidayati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor pada Senin (9/2/2026). Gelar tertinggi akademik tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen di Ruang Konimex, Gedung FEB Universitas Sebelas Maret (UNS).

Disertasi yang dipertahankan berjudul "Adopsi Energi Terbarukan dan Kinerja Keuangan Perusahaan: Peran Moderasi Keragaman Direksi dan Komite Keberlanjutan". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana transisi energi bersih berkontribusi terhadap penciptaan nilai ekonomi perusahaan publik di Asia. Dr. Lina menelaah peran tata kelola perusahaan, khususnya keragaman direksi dan keberadaan komite keberlanjutan, sebagai variabel yang berpotensi memoderasi hubungan tersebut.

Dalam metodologinya, riset ini menggunakan data panel dari 798 perusahaan publik di kawasan Asia selama periode 2017–2024 dengan total 1.878 unit observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi fixed effects robust serta System Generalized Method of Moments (System GMM) untuk mengukur profitabilitas melalui return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Pendekatan ini digunakan guna menangkap dinamika kinerja keuangan serta mengatasi potensi endogenitas dalam model penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi energi terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan penggunaan energi terbarukan pada periode sebelumnya mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan pada periode berjalan. Namun, hasil pengujian menunjukkan bahwa keragaman direksi dan komite keberlanjutan tidak memperkuat pengaruh tersebut secara signifikan dalam konteks perusahaan publik di Asia yang diteliti.

Ujian terbuka ini dipimpin oleh Dekan FEB UNS dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Anton Agus Setyawan (penguji eksternal), Aldy Fariz Achsanta, Ph.D., Dr. Bambang Hadinugroho, dan Dr. Hidajat Hendarsjah. Proses bimbingan riset dilakukan oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Dr. Atmaji, M.M., dan Arum Setyowati, M.M., Ph.D. Agenda ini turut dihadiri oleh pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta rekan sejawat dan keluarga promovenda.

Capaian akademik ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian Dr. Lina secara langsung mendukung pencapaian SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui kajian adopsi energi terbarukan. Selain itu, temuan mengenai nilai ekonomi perusahaan bersinergi dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sementara pembahasan mengenai tata kelola dewan direksi berkontribusi pada poin SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

Dr. Lina dan Dewan Penguji

FEB UNY Gelar Pengajian Keluarga Besar dan Santunan Menjelang Ramadan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Besar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Teater FEB UNY ini dihadiri oleh segenap jajaran dosen serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan fakultas sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan mental spiritual civitas akademika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UNY, dilanjutkan dengan agenda sosial berupa penyerahan santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial fakultas. Acara inti kemudian diisi dengan tausiah oleh Ust. H. Saebani, M.A., M.Pd., yang mengusung tema "Hikmah Isra Mi'raj dalam menyambut Bulan Suci Ramadan".

Dalam paparan materinya, Ust. Saebani menyoroti paradoks sosial yang terjadi di Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dan kuota haji terbanyak, angka kasus korupsi masih tergolong tinggi. Penceramah menekankan pentingnya membedakan antara gaji dan rezeki; gaji dimaknai sebagai materi berupa uang yang diberikan manusia, sedangkan rezeki berasal dari Allah SWT yang mencakup aspek kesehatan badan dan keharmonisan keluarga.

Lebih lanjut, Ust. Saebani mengingatkan relevansi kesehatan dengan ibadah puasa melalui dalil Shuumuu tasihhuu (berpuasalah niscaya kamu akan sehat). Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang seringkali menjadi dua kenikmatan yang dilupakan manusia, padahal ibadah seperti salat dan puasa berkontribusi pada kesehatan fisik. Menutup materinya, beliau menyampaikan filosofi integritas melalui analogi uang yang nilainya tidak berubah di mana pun diletakkan, serta "filsafat belut" yang bermakna kemampuan seseorang untuk tetap bersih meski hidup di lingkungan yang berlumpur.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa mendukung pencapaian Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Materi mengenai kesehatan fisik dan mental spiritual berkontribusi pada Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pesan moral mengenai integritas dan anti-korupsi sejalan dengan Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

kalam ilahipenyerahan santunan FEB UNYFoto bersama penerima santunanUst. H. Saebani, M.A., M.Pd.

FEB UNY Serahkan SK Tugas Tambahan bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Tugas Tambahan bagi dosen dan tenaga kependidikan pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Ruang Teater PMD FEB UNY. Kegiatan ini dihadiri jajaran dekanat, ketua dan sekretaris departemen, kepala dan sekretaris bagian, koordinator program studi, serta dosen dan tenaga kependidikan yang menerima penugasan tambahan.

Acara diawali dengan laporan Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Sumber Daya (PKUSD) FEB UNY, Dr. Mustofa, M.Sc. Dalam laporannya, disampaikan bahwa pemberian tugas tambahan merupakan bagian dari penguatan tata kelola fakultas serta penataan peran strategis sumber daya manusia untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program akademik dan nonakademik.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penugasan tambahan ini menjadi salah satu langkah fakultas dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) FEB UNY. Menurutnya, keterlibatan aktif dosen dan tenaga kependidikan dalam berbagai peran struktural dan fungsional merupakan faktor penting dalam peningkatan kinerja institusi.

Pada kesempatan tersebut, Dekan juga mengajak seluruh penerima SK Tugas Tambahan untuk melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Ia menekankan bahwa kinerja yang optimal akan diikuti dengan apresiasi institusi, seraya mengutip pepatah Jawa, “golek jeneng dulu, baru jenang nututi,” sebagai pengingat bahwa prestasi dan kerja nyata menjadi dasar pengakuan.

Kegiatan penyerahan SK Tugas Tambahan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan FEB UNY dalam mendukung tata kelola fakultas yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), kegiatan ini relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan tata kelola dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui upaya membangun institusi pendidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel. (fdh)

Pages