Integrasi SDGs 4 dan 9 dalam Pembelajaran Pengelolaan Rapat melalui Pembuatan Notulen Rapat Berbasis Digital pada Peserta Didik Kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan
Submitted by feb on Tue, 01/09/2026 - 11:45
Listya Candra Novica Fitri, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FEB UNY melaksanakan kegiatan pembelajaran mata pelajaran Manajemen Perkantoran pada elemen Pengelolaan Rapat bersama peserta didik kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan pada Senin (31/08/26) lalu. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten dengan sasaran peserta didik kelas XI MPLB 1 melalui praktik pembuatan notulen rapat berbasis digital. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengelola informasi hasil rapat sekaligus membiasakan penggunaan teknologi dalam pekerjaan administrasi perkantoran. Pelaksanaan kegiatan memiliki keterkaitan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan peserta didik serta SGDs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan praktik administrasi.
Kegiatan bertujuan agar peserta didik mampu memahami peran dan tanggung jawab seorang notulis serta terampil menyusun notulen berdasarkan informasi tertulis yang tersedia. Kegiatan diawali dengan penyamapaian materi mengenai notulen rapat, meliputi pengertian, tujuan dan fungsi notulen, peran notulis, unsur-unsur yang perlu dicatat, struktur penulisan (kepala, identitas rapat, pembukaan pembahasan, keputusan, tindak lanjut, hingga penutup), prinsip penulisan yang objektif, faktual, ringkas, dan formal, serta beberapa contoh notulen sebagai gambaraan penerapannya. Setelah pemahaman konsep tersampaikan, peserta didik kemudian diberikan sebuah naskah skenario rapat koordinasi internal PT. Alkain House yang menggambarkan simulasi teleconference dengan agenda pembentukan kepanitian, pembagian tugas dan tanggung jawab, pembahasan kebutuhan logistik, peninjauan alternatif hotel, hingga penetapan rencana tindak lanjut. Melalui naskah tersebut, peserta didik berperan sebagai notulis dengan mempelajari isi skenario secara cermat, mengidentifikasi informasi penting, menandai hasil keputusan, serta mencermati poin-poin tindak lanjut yang disepakati. Hasil identifikasi tersebut kemudian disusun menjadi dokumen notulen resmi menggunakan Microsoft Word atau WPS Office, dan dikumpulkan melalui Google Drive.
Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman bahwa tugas notulis tidak sebatas mencatat, namun juga menuntut kemampuan membaca cermat, memilah, dan mengelola informasi dari suatu teks menjadi dokumen administrasi yang sistematis dan mudah dipahami, meskipun informasi tersebut tidak diperoleh dari rapat yang berlangsung secara langsung. Skenario yang diberikan memuat berbagai informasi yang perlu diidentifikasi peserta didik, mulai dari struktur kepanitiaan, pembagian tugas antar bidang, hingga rencana tindak lanjut seperti finalisasi surat undangan, penyusunan RAB logistik, peninjauan hotel, dan penyusunan proposal kegiatan. Penggunaan Microsoft Word/WPS Office serta Google Drive turut memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam menerapkan teknologi digital pada proses pengolahan dan pengelolaan dokumen, sehingga memperkuat kontribusi kegiatan terhadap SDGs 4 melalui penguatan kompetensi peserta didik dan SDGs 9 melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.
Melalui pembelajaran berbasis skenario tersebut, peserta didik kelas XI MPLB 1 diharapkan mampu menghubungkan kompetensi Pengelolaan Rapat dengan kebutuhan administrasi di lingkungan kerja, sekalipun latihan dilakukan tanpa menyaksikan rapat secara langsung. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong pembelajaran yang lebih kontekstual, yaitu pembelajaran yang tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih keterampilan administrasi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan pendekatan tersebut, integrasi SDGs dapat hadir secara nyata melalui aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi kejuruan dan kebutuhan dunia kerja. (lst)

























