SDGs #8 Pembangunan Ekonomi

Mahasiswa PLK UNY Edukasi Generasi Cerdas Finansial di SDN 1 Kejambon Lor

Mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sukses menyelenggarakan tiga program kerja edukatif secara kolaboratif di SDN 1 Kejambon Lor pada 24–27 April 2026. Bertajuk "Berkarya Nyata, Menabung Sejak Dini, dan Berpikir Bijak untuk Masa Depan", kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kesadaran finansial, serta kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas 1 hingga 4 melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tiga mahasiswa PLK UNY dari FEB, masing-masing membawa program kerja unggulan yang saling melengkapi, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Evi Nur Rochmah, M.Pd.: Yola Indri Rahayu dari Program Studi Pendidikan Akuntansi FEB UNY  mengusung program kerja "Berkarya Nyata"; Nur Hidayah Atiqoh dari Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNY mengusung program kerja "Menabung Sejak Dini"; Nuri Afifah dari Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNY  mengusung program kerja "Berpikir Bijak untuk Masa Depan". Kegiatan berlangsung pada 24–27 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan durasi 2–3 jam per sesi. Pelaksanaan dipusatkan di SDN 1 Kejambon Lor, Sindumartani, Ngemplak, Sleman dengan sasaran siswa kelas 1 sampai 4.

Program ini hadir atas kesadaran bahwa literasi finansial dan kreativitas adalah dua bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Di era konsumtif seperti saat ini, anak-anak perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang nilai uang, pentingnya menabung, dan cara berkreasi secara mandiri dan produktif. Dengan mengintegrasikan ketiga program kerja dalam satu rangkaian kegiatan, Tim PLK UNY berharap mampu memberikan dampak holistik yang berkesan bagi para siswa.

Program kerja pertama digagas oleh Yola yang mengajak siswa mengekspresikan kreativitas melalui kegiatan keterampilan tangan yang bermakna. Setiap siswa mendapat kaleng bekas sebagai badan celengan, lalu menghiasnya secara bebas menggunakan stiker hias, kertas warna, spidol warna-warni, serta lem dan gunting. Proses berkarya dipandu langsung oleh Yola dengan pendampingan kelompok dan memastikan setiap siswa mendapat perhatian yang merata.

Melalui program ini, siswa tidak sekadar membuat sebuah benda, tetapi juga menuangkan imajinasi dan kepribadian ke dalam karya nyata yang dapat dibawa pulang. Rasa bangga atas hasil tangan sendiri menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan sikap mandiri dan produktif sejak dini. Keberhasilan program ini terlihat ketika setiap siswa mampu menceritakan makna di balik celengan yang mereka ciptakan.

Program kerja kedua menjadi inti dari edukasi finansial dalam rangkaian kegiatan ini. Atiqoh memulai sesi dengan pengenalan interaktif tentang apa itu uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, menggunakan bahasa yang sederhana, cerita pendek, serta diskusi ringan yang mengajak siswa berpikir tentang cara mengelola uang saku mereka.

Sesi berlanjut ke simulasi praktis di mana siswa diajak langsung menyisihkan uang harian dan menuliskan target tabungan pribadi mereka, mulai dari menabung untuk membeli alat tulis, buku cerita, hingga keinginan lain yang mereka impikan. Kegiatan ini diperkuat dengan games edukatif seru berupa tebak nilai uang dan simulasi belanja sederhana yang berlangsung dengan penuh semangat. Di akhir sesi, setiap siswa memiliki selembar kertas target tabungan sebagai komitmen nyata untuk mulai menabung.

Program kerja ketiga dirancang oleh Nuri untuk membangun pola pikir bijak dalam pengambilan keputusan finansial sederhana. Nuri menyampaikan bahwa setiap pilihan keuangan memiliki konsekuensi dan tujuan jangka panjang yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Siswa diajak bermain peran (role play) sebagai seorang "pengelola keuangan" yang harus memilih antara membeli sesuatu sekarang atau menabung terlebih dahulu. Melalui simulasi ini, anak-anak secara alami mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Diskusi kelompok kemudian dilakukan untuk merangsang kemampuan berpikir kritis mereka tentang keputusan keuangan sehari-hari, dan hasilnya para siswa antusias menyampaikan pendapat dengan kata-kata mereka sendiri.

Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Siswa kelas 1 hingga 4 SDN 1 Kejambon Lor menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi sepanjang kegiatan, mulai dari menyimak materi dengan tekun, aktif dalam games edukatif, hingga berkreasi menghias celengan masing-masing dengan penuh percaya diri. Suasana kelas yang ceria dan interaktif mencerminkan keberhasilan pendekatan yang digunakan oleh ketiga mahasiswa PLK.

Kolaborasi antara program Berkarya Nyata, Menabung Sejak Dini, dan Berpikir Bijak untuk Masa Depan menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif. Anak tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis dan produk nyata berupa celengan karya tangan mereka sendiri yang siap digunakan untuk mulai menabung. 

Dari serangkaian kegiatan ini, dihasilkan beberapa output nyata yang menjadi bukti keberhasilan program, di antaranya celengan kreatif hasil karya masing-masing siswa yang siap digunakan, peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menabung, dan tumbuhnya pola pikir bijak dalam mengelola uang sejak dini.

Program kerja kolaboratif tiga mahasiswa PLK UNY di SDN 1 Kejambon Lor menjadi bukti nyata bahwa pendidikan ekonomi bisa hadir dengan cara yang menyenangkan, relevan, dan berdampak. Melalui sinergi antara Yola, Atiqoh, dan Nuri, para siswa tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berkarya yang akan terus mereka kenang. Semoga benih kreativitas, kebiasaan menabung, dan pola pikir bijak yang ditanamkan melalui program ini menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi masa depan dengan lebih cerdas, hemat, dan mandiri. (Yola)

Mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran Kembangkan Dashboard UMKM Banaran III Dukung Digitalisasi Usaha Warga

Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam kelompok Baswara Banaran sukses melaksanakan program kerja berupa digitalisasi ekonomi melalui pengembangan Dashboard UMKM Banaran III di Dusun Banaran III, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 sebagai upaya mendukung digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. 

Tim pelaksana terdiri dari sepuluh mahasiswa dari tiga fakultas yaitu Hanna Alisha Salama (S1 Pendidikan Ekonomi), Fera Meifa Nurfais (S1 Pendidikan Ekonomi), Siti Nurul Aini Wardanisa (S1 Pendidikan Akuntansi), Rani Putri Novita (S1 Pendidikan Akuntansi) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, Rizka Putri Purnama Sari (S1 Teknologi Informasi), Anindhita Pinasthika Utama (S1 Teknologi Informasi), Yurcelanggy Zahran Alzena Ardhaenu (S1 Pendidikan Teknik Mekatronika), Muhammad Edward Budiyono (S1 Pendidikan Teknik Mekatronika) dari Fakultas Teknik (FT) UNY, serta Agung Cahyadi (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi), dan Adzani Zumara (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi) dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY.

Inisiatif pengembangan Dashboard UMKM Banaran III dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian besar pelaku UMKM setempat yang masih melakukan promosi dan pencatatan usaha secara konvensional. Selain itu, belum tersedianya pusat data yang memuat informasi UMKM secara terintegrasi menyebabkan potensi ekonomi masyarakat belum terdokumentasi dengan baik. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran berinisiatif mengembangkan sebuah platform digital yang dapat menjadi sarana promosi sekaligus pemetaan lokasi usaha warga.

Dashboard UMKM Banaran III

Kelompok PLK menjelaskan bahwa dashboard ini dirancang sebagai pusat informasi UMKM yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat. Melalui platform tersebut, pengguna dapat melihat katalog produk UMKM, mengetahui lokasi usaha melalui peta digital interaktif, serta menghubungi pelaku usaha secara langsung melalui fitur integrasi WhatsApp. Dengan adanya sistem ini, diharapkan jangkauan pemasaran produk UMKM Banaran III dapat semakin luas dan mudah dikenal oleh masyarakat di luar wilayah dusun.

Proses pengembangan Dashboard UMKM Banaran III dimulai dari analisis kebutuhan, pengumpulan data UMKM di tingkat dusun, hingga tahap coding. Tim membangun sistem berbasis web ini menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL. Selain itu, tim juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu proses desain antarmuka (User Interface) agar sistem lebih menarik dan mudah digunakan oleh warga. Setelah seluruh fitur selesai dikembangkan, tim melakukan pengujian sistem untuk memastikan seluruh fungsi berjalan dengan baik sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Puncak dari program kerja ini adalah kegiatan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan dashboard yang diselenggarakan di kediaman Ibu Dukuh Banaran III pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat dusun, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Peserta kegiatan diberikan penjelasan mengenai cara mengakses website, mengelola data dan etalase produk, memperbarui informasi usaha, serta memanfaatkan fitur-fitur lainnya yang tersedia selama kegiatan berlangsung. Selain itu, tim juga menyusun buku panduan teknis penggunaan dashboard bagi pengguna, admin, maupun pelaku UMKM yang nantinya diserahkan kepada perangkat dusun sebagai pegangan agar sistem ini dapat digunakan secara mandiri setelah program pengabdian berakhir.

Kehadiran inovasi teknologi ini disambut positif oleh perangkat dusun setempat. Menurut perangkat Dusun Banaran III, kehadiran dashboard ini memberikan manfaat yang cukup besar karena membantu proses pendataan UMKM menjadi lebih terpusat dan terorganisir. Selain itu, masyarakat dapat lebih mudah mencari informasi mengenai produk lokal yang tersedia di wilayah Banaran III. Antusiasme warga juga terlihat dari partisipasi mereka dalam memberikan data usaha dan mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa PLK.

Meskipun dalam pelaksanaannya sempat menghadapi beberapa kendala, seperti perlunya penyesuaian kode hasil pemanfaatan AI dengan sistem Laravel serta perbedaan tingkat pemahaman teknologi di kalangan warga, program ini tetap berhasil diselesaikan dengan baik sesuai rencana. Dashboard UMKM Banaran III telah berhasil dibangun, diunggah secara daring, dan siap digunakan sebagai sarana pendukung promosi UMKM masyarakat di Dusun Banaran III.

Melalui program kerja ini, mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran berharap Dashboard UMKM Banaran III dapat menjadi langkah awal transformasi digital di tingkat dusun. Keberlanjutan sistem ini diharapkan dapat dijaga melalui kerja sama antara perangkat dusun dan pelaku UMKM dalam memperbarui data usaha secara berkala sehingga dampak dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Banaran III maupun masyarakat luas.

Penulis: Rizka Putri Purnama Sari dan Anindhita Pinasthika Utama

FEB UNY Gelar Pelatihan Penguatan Manajemen Usaha dan Pemasaran Berbasis Ekonomi Hijau di Pacarejo

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Optimalisasi Nilai Ekonomi Lahan Pertanian melalui Penguatan Manajemen Usaha dan Pemasaran Berbasis Ekonomi Hijau di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul” pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha pertanian secara lebih terencana, efisien, dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil identifikasi awal, sebagian besar masyarakat Pacarejo masih menghadapi kendala pada aspek manajemen usaha dan pemasaran, sehingga potensi lahan pertanian belum mampu menghasilkan nilai ekonomi yang optimal.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen FEB UNY yang terdiri atas Dr. Endra Murti Sagoro, M.Sc. sebagai ketua tim, dengan anggota tim Rizqi Ilyasa Aghni, M.Pd., Annisa Ratna Sari, M.S.Ed., Ph.D., Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dan Vera Astuti, M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang terintegrasi dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Lurah Pacarejo, Bapak Suhadi, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha berbasis potensi lokal. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari tim pengabdi dengan bidang keahlian yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Dr. Endra Murti Sagoro, M.Sc., menyampaikan materi tentang konsep ekonomi hijau dan pentingnya manajemen usaha dalam meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian. Ia menekankan bahwa pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas produksi, tetapi juga sebagai usaha ekonomi yang harus dikelola secara sistematis dan berorientasi pasar. 

Selanjutnya, Annisa Ratna Sari, M.S.Ed., Ph.D. memberikan materi mengenai digital marketing. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman tentang strategi pemasaran, pemanfaatan media sosial, serta cara memperluas jangkauan pasar melalui platform digital secara sederhana dan aplikatif. Sementara itu, Rizqi Ilyasa Aghni, M.Pd. memandu sesi praktik penerapan teknologi untuk manajemen usaha. Peserta diajak secara langsung untuk memahami bagaimana teknologi sederhana dapat digunakan untuk membantu pencatatan usaha, pengelolaan data produksi dan penjualan, serta mendukung pengambilan keputusan usaha yang lebih efektif dan terukur.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang terdiri atas pelaku usaha pertanian dan masyarakat umum di Kalurahan Pacarejo. Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola usaha pertanian secara lebih profesional serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk. Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian bersama peserta membentuk grup WhatsApp sebagai media komunikasi dan pendampingan berkelanjutan. Grup ini akan dimanfaatkan untuk berbagi informasi, konsultasi, serta monitoring implementasi manajemen usaha dan pemasaran digital yang telah dipelajari selama kegiatan.

FEB UNY berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui pendekatan ekonomi hijau, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah perdesaan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. FEB UNY juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya guna memperluas dampak program serta memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai. (edr)

Prodi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Gelar Akselerasi Skripsi demi Kejar Target Kelulusan 8 Semester

Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran menggelar kegiatan intensif "Percepatan Tugas Akhir Skripsi" sebagai langkah strategis dalam mendorong kelulusan tepat waktu bagi para mahasiswanya. Diselenggarakan khusus untuk mahasiswa semester enam, agenda ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen nyata pihak departemen dalam mengawal masa studi mahasiswa agar tidak melampaui batas ideal. Ketua Penyelenggara kegiatan, Dr. Kustitik, M.Pd., menyampaikan harapan besarnya agar program ini mampu memacu motivasi dan memberikan arah yang jelas bagi peserta. "Harapannya dari kegiatan ini akan lebih banyak yang lulus tepat waktu, yaitu dalam delapan semester," ujarnya optimis pada sambutan pembuka acara.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Departemen, Dr. Siti Umi Khayatun Mardiyah, M.Pd., menegaskan bahwa upaya akselerasi ini memerlukan sinergi dua arah yang kuat. Meskipun departemen telah memfasilitasi program rancangan intensif ini, keberhasilannya akan nihil tanpa adanya komitmen dan kerja keras dari pihak mahasiswa sendiri. Beliau juga mengingatkan bahwa pelatihan satu hari ini tentu tidak sempurna dan tidak serta-merta instan membuat skripsi langsung selesai. "Kalian tetap harus belajar mandiri. Kunci pertama adalah setiap mahasiswa harus memiliki, membaca, dan memahami panduan tugas akhir," tutur Dr. Siti Umi dalam sambutannya.

Memasuki sesi inti, para mahasiswa dibekali dengan materi komprehensif yang membedah sistematika penulisan skripsi secara bertahap dari para pakar. Materi pertama disampaikan langsung oleh Dr. Siti Umi Khayatun Mardiyah, M.Pd., yang mengupas tuntas penyusunan Bab 1, mulai dari latar belakang pendahuluan hingga ketajaman perumusan masalah. Sesi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Sutirman, M.Pd., yang memberikan strategi taktis dalam menyusun Bab 2 mengenai kajian pustaka dan landasan teori yang kuat, valid, serta relevan dengan topik penelitian yang diangkat oleh mahasiswa.

Sesi berikutnya menghadirkan Yuliansah, M.Pd. yang memaparkan berbagai ragam metode penelitian serta langkah-langkah praktis dalam melakukan analisis data secara akurat. Sementara itu, Umar Yeni Suyanto, M.Pd. menutup rangkaian materi dengan topik yang sangat kontekstual di era digital, yaitu optimalisasi pemanfaatan reference manager, teknik bersahabat dengan Artificial Intelligence (AI) secara bijak guna menghindari ketergantungan akademik, serta kiat-kiat sukses penulisan artikel ilmiah. Melalui pembekalan yang menyeluruh ini, mahasiswa diharapkan tidak lagi menemui kendala teknis yang berarti dalam merampungkan penelitian mereka.

Kegiatan percepatan tugas akhir skripsi ini turut berkontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin-poin berikut. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menjamin kualitas pendidikan tinggi yang inklusif dan merata, serta meningkatkan angka kelulusan mahasiswa tepat waktu melalui sistem bimbingan dan pelatihan yang efektif. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Mempersiapkan lulusan sarjana yang kompeten, berdaya saing, dan siap kerja secara tepat waktu guna mempercepat ketersediaan tenaga kerja terdidik di pasar kerja. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Mendorong inovasi dan penguatan riset akademik yang berkualitas melalui penulisan skripsi dan artikel ilmiah yang memanfaatkan integrasi teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab. (fdh)

Sambutan Dr. Kustitikmahasiswa P ADPmateri Dr. Siti Umi KhayatunMateri Yuliansah, M.Pd.materi Umar Yeni Suyanto

Sinergi Akademisi dan Birokrasi, FEB UNY Gelar Kuliah Lapangan di Kabupaten Klaten

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten melalui kegiatan Halal Bihalal dan Kuliah Lapangan yang melibatkan 28 mahasiswa Program Studi Magister Manajemen. Acara ini dihadiri oleh jajaran Dekanat FEB UNY, para ketua serta sekretaris departemen, dan disambut langsung oleh Bupati Klaten beserta jajarannya. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjembatani teori akademik dengan praktik tata kelola pemerintahan dan pengembangan potensi daerah secara nyata.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., dalam sambutannya menekankan pentingnya posisi strategis Kabupaten Klaten yang berada di antara kota besar Yogyakarta dan Solo. Beliau menegaskan bahwa keberadaan beberapa pintu keluar tol di wilayah Klaten menjadi peluang besar bagi peningkatan pendapatan daerah, namun hal tersebut memerlukan manajemen pengelolaan dan kerja sama yang solid dengan berbagai pihak. Hamenang berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan kontribusi pemikiran dari para mahasiswa bagi kemajuan Kabupaten Klaten.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan FEB UNY mengungkapkan bahwa Kuliah Lapangan ini merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari inovasi dan kebijakan publik yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menyerap ilmu secara teoretis di ruang kelas, tetapi juga mampu melihat dinamika lapangan sebagai bekal keilmuan dan pengembangan jejaring (networking). Setelah mengikuti sesi kelas selama satu pertemuan, para mahasiswa diajak melakukan observasi langsung ke beberapa titik strategis pengelolaan aset daerah.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para mahasiswa meninjau langsung manajemen Obyek Mata Air Cokro (OMAC) dan Candi Plaosan. OMAC yang awalnya hanya merupakan mata air alami kini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata air unggulan dengan berbagai fasilitas kolam untuk semua usia. Sementara itu, Candi Plaosan yang memiliki keunikan arsitektur perpaduan Hindu-Buddha dipelajari sebagai model pengelolaan cagar budaya yang mampu menarik wisatawan melalui lanskap alamnya yang estetis, sehingga sering menjadi lokasi favorit bagi para fotografer maupun sesi foto pernikahan.

Selain agenda lapangan bagi mahasiswa, dilakukan pula sesi audiensi strategis antara pimpinan fakultas dengan para Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Sesi yang dikoordinir oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha FEB UNY, Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., bersama para ketua departemen serta koordinator program studi S2 dan S3 ini, secara khusus membahas peluang bagi para staf pemerintahan untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi manajerial ASN di Klaten agar lebih adaptif terhadap tantangan birokrasi modern.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui metode pembelajaran lapangan yang memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa. Kedua, pembahasan mengenai potensi ekonomi daerah dan pengelolaan wisata berkaitan erat dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan sektor pariwisata lokal. Terakhir, kunjungan ke Candi Plaosan mencerminkan dukungan terhadap SDG 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), khususnya dalam upaya pelestarian warisan budaya dunia sebagai penggerak ekonomi kreatif masyarakat sekitar. (fdhl)

Bupati Klaten Hamenang Wajar IsmoyoDekan FEB UNY Dr. Sutirman di Gedung DPRD Kabupaten Klaten

Mahasiswa Penerima Beasiswa Bintang Mandiri Gelar Proyek Sosial Konservasi Mangrove di Baros Bantul

Sejumlah mahasiswa penerima Beasiswa Bintang Mandiri Angkatan 5 dari Bank Mandiri menggelar proyek sosial bertajuk Green Coast Baros di kawasan Hutan Mangrove Baros yang berlokasi di Tirtohargo, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (14/03) lalu. Kegiatan ini dipimpin oleh Melisa Sekarlina Putri Dayani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Proyek sosial ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola kawasan mangrove, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM lokal.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari lima awardee dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Melisa Sekarlina Putri Dayani (Pendidikan Biologi), A. Soffi (Manajemen), dan Annisa Nur Rahma (Teknologi Pendidikan) dari Universitas Negeri Yogyakarta, Arip Fathurahman dari Universitas Mataram, serta Ikhwanul Huda dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Melisa Sekarlina Putri Dayani, menjelaskan bahwa proyek Green Coast Baros tidak hanya berfokus pada kegiatan konservasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai gerakan kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, pengelola kawasan mangrove, serta pemerintah daerah. Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Melisa.

Salah satu kegiatan utama dalam proyek ini adalah penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Baros sebagai upaya mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove yang berfungsi menjaga stabilitas garis pantai, mengurangi abrasi, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir.

A. Soffi, mahasiswa Manajemen yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menambahkan bahwa kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat potensi ekonomi lokal melalui kerja sama dengan pelaku UMKM di kawasan Baros.

“Kami melihat potensi ekonomi lokal yang cukup besar di kawasan ini. Karena itu, kami berkolaborasi dengan UMKM setempat melalui pelatihan pembuatan telur asin agar masyarakat memiliki tambahan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif,” kata Soffi.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan pesisir. Edukasi tersebut mencakup fungsi ekologis mangrove serta pemanfaatan limbah kayu laut yang sering ditemukan di kawasan pantai.

Annisa Nur Rahma, mahasiswa Teknologi Pendidikan yang turut terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi bagian penting dalam program tersebut agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konservasi lingkungan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada aksi penanaman, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan. Melalui edukasi yang kami lakukan, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga mangrove serta memanfaatkan potensi pesisir secara berkelanjutan,” ujar Annisa.

Kegiatan Green Coast Baros juga terlaksana melalui kolaborasi dengan pengelola kawasan mangrove Baros serta dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul yang turut mendorong pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata.

Perwakilan pengelola kawasan mangrove Baros menyambut baik inisiatif para mahasiswa tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan mangrove sekaligus meningkatkan potensi wisata dan ekonomi lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan mangrove Baros sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan wisata berbasis lingkungan,” ujar perwakilan pengelola mangrove Baros.

Melalui integrasi kegiatan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, proyek sosial Green Coast Baros diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan pesisir sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat di kawasan Baros, Bantul. (sff)

Akselerasi Data Presma: FEB UNY Pastikan Mahasiswa Siap Hadapi Yudisium dan Dunia Kerja

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar Workshop Akselerasi Data Presma pada Jumat (20/2) bertempat di Auditorium FEB UNY. Agenda ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendataan prestasi dan aktivitas mahasiswa guna menghindari hambatan administratif saat kelulusan. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa, baik secara luring maupun daring.

Dalam laporannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) FEB UNY, Ani Widayati, M.Pd., Ed.D., menyoroti pentingnya pemenuhan poin Penghargaan Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM). Saat ini, mahasiswa diwajibkan mengumpulkan minimal 80 poin PEM sebagai syarat mengikuti yudisium. Poin tersebut dapat diperoleh melalui keikutsertaan dalam organisasi, perlombaan, maupun kepanitiaan. Beliau menegaskan bahwa workshop ini menjadi solusi atas potensi kendala komunikasi antara mahasiswa dan fakultas terkait klaim poin yang masih tergolong banyak belum terdata.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa pendataan yang akurat dalam sistem Presma bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan, melainkan investasi masa depan. Data prestasi yang terunggah nantinya akan muncul dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen ini menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi alumni saat memasuki pasar kerja untuk membuktikan kompetensi di luar bidang akademik.

Pihak fakultas juga mengidentifikasi adanya kendala teknis, di mana banyak mahasiswa telah mengunggah data namun belum melengkapinya dengan dokumen pendukung atau sertifikat yang valid. Menanggapi hal tersebut, Dr. Sutirman menginstruksikan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas fakultas secara maksimal. Mahasiswa yang terkendala perangkat dapat menggunakan laboratorium komputer serta fasilitas pemindaian (scan) yang tersedia di lingkungan FEB UNY untuk mempercepat proses verifikasi data.

Sesi inti workshop diisi dengan pemaparan materi teknis mengenai manajemen database mahasiswa yang disampaikan oleh Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd. dan Tri Hidayat, S.Tr.Ab. Keduanya membimbing mahasiswa dalam menavigasi sistem Presma agar input data berjalan akurat dan efisien. Para mahasiswa tampak aktif bertanya dan mencoba langsung upaya perbaikan data dengan didampingi oleh pemateri.

Sejalan dengan agenda global, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan FEB UNY terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4: Pendidikan Berkualitas dan poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui tertib administrasi prestasi dan penguatan SKPI, fakultas berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompetitif dan memiliki kesiapan kerja yang tinggi di era profesional. (ist/fdhl)

/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8969.JPG/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8972.JPG/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8978.JPG

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor: Soroti Inklusi Keuangan sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dr. Muniya Alteza, M.Si., dosen Departemen Manajemen FEB UNY, resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka yang diselenggarakan di Ruang Konimex FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (13/2). Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga memperkuat pilar akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan FEB UNY dalam menjawab tantangan ekonomi nasional.

Disertasi yang dipertahankan Dr. Muniya Alteza berjudul "Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Analisis Regional Provinsi di Indonesia". Riset ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan sektor keuangan sebagai penyedia dana utama bagi perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui studinya, Muniya menyoroti bahwa meskipun inklusi keuangan telah menjadi fokus strategi nasional, optimalisasi aksesibilitas dan penggunaan layanan keuangan formal masih menjadi kunci utama dalam mendorong kinerja ekonomi, terutama di tingkat regional.

Menggunakan data panel dari 33 provinsi di Indonesia sepanjang periode 2012-2024, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa indeks inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Analisis yang dilakukan menunjukkan konsistensi hasil baik di wilayah Indonesia Barat maupun Timur. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan akses terhadap lembaga keuangan formal secara langsung berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di berbagai provinsi.

Kebaruan utama dalam riset ini terletak pada pengujian peran modal manusia (human capital) sebagai variabel moderasi. Dr. Muniya menemukan bahwa kualitas sumber daya manusia, yang diukur melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA, terbukti memperkuat dampak positif inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan yang lebih baik memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara lebih produktif dan efisien.

Jalannya prosesi ujian terbuka ini dipimpin oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Penguji dan Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA sebagai Sekretaris. Selama menempuh studi doktoralnya, Dr. Muniya berada di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. QCRO sebagai Promotor, serta Aldy Fariz Achsanta, S.E., M. Rech., Ph.D dan Arum Setyowati, S.E., M.M., Ph.D. selaku Co-Promotor. Kelayakan riset tersebut diuji secara kritis oleh dewan penguji yang beranggotakan Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D, Budi Wahyono, S.Pd., M.Pd., Ph.D, Dr. Hidajat Hendarsjah, SSi, MM, serta penguji eksternal Dr. Sylviana Maya Damayanti, S.T., M.B.A. dari Institut Teknologi Bandung.

Suasana khidmat di ruang ujian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, rekan-rekan dosen departemen Manajemen, perwakilan tenaga kependidikan, serta keluarga besar yang memberikan dukungan penuh. Kehadiran pimpinan dan kolega ini menegaskan solidaritas serta komitmen fakultas dalam merayakan setiap pencapaian akademik yang diraih oleh civitas akademikanya. Dr. Muniya kini kembali ke pangkuan FEB UNY dengan membawa ilmu dan kompetensi baru yang siap dibagikan kepada para mahasiswa.

Pencapaian Dr. Muniya Alteza ini relevan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Poin 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan. Melalui temuan bahwa inklusi keuangan yang didukung oleh kualitas modal manusia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, riset ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan untuk mengurangi ketimpangan antarprovinsi di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata akademisi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (fdhl)

Dr. Muniya Alteza dan dewan Penguji

Perkuat Pakar Manajemen Keuangan, Dosen FEB UNY Dr. Lina Nur Hidayati Bedah Strategi Ekonomi Hijau

Lina Nur Hidayati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor pada Senin (9/2/2026). Gelar tertinggi akademik tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen di Ruang Konimex, Gedung FEB Universitas Sebelas Maret (UNS).

Disertasi yang dipertahankan berjudul "Adopsi Energi Terbarukan dan Kinerja Keuangan Perusahaan: Peran Moderasi Keragaman Direksi dan Komite Keberlanjutan". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana transisi energi bersih berkontribusi terhadap penciptaan nilai ekonomi perusahaan publik di Asia. Dr. Lina menelaah peran tata kelola perusahaan, khususnya keragaman direksi dan keberadaan komite keberlanjutan, sebagai variabel yang berpotensi memoderasi hubungan tersebut.

Dalam metodologinya, riset ini menggunakan data panel dari 798 perusahaan publik di kawasan Asia selama periode 2017–2024 dengan total 1.878 unit observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi fixed effects robust serta System Generalized Method of Moments (System GMM) untuk mengukur profitabilitas melalui return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Pendekatan ini digunakan guna menangkap dinamika kinerja keuangan serta mengatasi potensi endogenitas dalam model penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi energi terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan penggunaan energi terbarukan pada periode sebelumnya mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan pada periode berjalan. Namun, hasil pengujian menunjukkan bahwa keragaman direksi dan komite keberlanjutan tidak memperkuat pengaruh tersebut secara signifikan dalam konteks perusahaan publik di Asia yang diteliti.

Ujian terbuka ini dipimpin oleh Dekan FEB UNS dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Anton Agus Setyawan (penguji eksternal), Aldy Fariz Achsanta, Ph.D., Dr. Bambang Hadinugroho, dan Dr. Hidajat Hendarsjah. Proses bimbingan riset dilakukan oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Dr. Atmaji, M.M., dan Arum Setyowati, M.M., Ph.D. Agenda ini turut dihadiri oleh pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta rekan sejawat dan keluarga promovenda.

Capaian akademik ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian Dr. Lina secara langsung mendukung pencapaian SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui kajian adopsi energi terbarukan. Selain itu, temuan mengenai nilai ekonomi perusahaan bersinergi dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sementara pembahasan mengenai tata kelola dewan direksi berkontribusi pada poin SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

Dr. Lina dan Dewan Penguji

Dosen FEB UNY Arum Darmawati Raih Gelar Doktor, Kaji Kesejahteraan Psikologis Guru Pendamping Khusus

Arum Darmawati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin (9/2/2026). Gelar tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen yang berlangsung di Ruang Konimex, Gedung FEB UNS.

Dalam riset doktoralnya, Dr. Arum mengangkat judul disertasi "Anteseden dan Konsekwensi Emotional Labor: Studi Pada Guru Pendamping Khusus di Indonesia". Penelitian ini memfokuskan pada tuntutan regulasi emosi yang dihadapi oleh Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam konteks pendidikan inklusif. Melalui pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 483 GPK di seluruh Indonesia, riset ini menganalisis bagaimana ketidaksesuaian emosional (emotional dissonance) dapat memicu kelelahan kerja (burnout) yang berdampak pada kepuasan kerja guru.

Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi, baik surface acting maupun deep acting, berpengaruh positif terhadap risiko burnout. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa burnout berperan sebagai mediator yang menurunkan kepuasan kerja guru. Namun, penelitian ini menemukan bahwa sumber daya personal, seperti modal psikologis (psychological capital), mampu menjadi moderator yang membantu individu dalam mengelola emosi ketika menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

Proses pengujian dalam sidang terbuka ini dilakukan oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si., Prof. Dr. Salamah Wahyuni, S.U., dan Dr. Sinto Sunaryo, M.Si. Sementara itu, tim promotor yang membimbing penelitian ini adalah Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Dr. Hidajat Hendarsjah, M.M., serta Dr. Mugi Harsono, M.Si., C.CCM, CCLM.

Agenda akademik ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta para kolega dosen dan tenaga kependidikan dari Departemen Manajemen FEB UNY. Kehadiran keluarga dan kerabat turut melengkapi suasana sidang yang menjadi tonggak pencapaian kualifikasi sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Secara praktis, riset ini memberikan rekomendasi bagi instansi pendidikan untuk memperkuat dukungan organisasi guna meningkatkan kesejahteraan psikologis para pendidik inklusif.

Capaian ini selaras dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian mengenai Guru Pendamping Khusus mendukung poin SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan merata. Selain itu, kajian mengenai regulasi emosi dan kepuasan kerja berkontribusi pada poin SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) terkait kesejahteraan pekerja, serta poin SDGs Nomor 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik bagi anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

Pages