SDGs #10 Berkurangnya Kesenjangan

Mahasiswa UNY Gelar Program Edukasi untuk Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar Panti Asuhan

Zahra Febriliant Ardyn, dkk. yang merupakan para mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan program edukasi "Komunikasi Asyik, Pertemanan Menarik" dengan tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan" yang dibimbing oleh Arwan Nur Ramadhan, M.Pd., pada Minggu, 10 Mei 2026. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Panti Asuhan La-Tahzan di Kabupaten Sleman, DIY untuk mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 Mengurangi Kesenjangan melalui pemberian edukasi dan pengembangan keterampilan sosial bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Kegiatan ini mengangkat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Melalui tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan", kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan keterampilan sosial anak-anak panti asuhan. Sebanyak sepuluh anak dari Panti Asuhan La-Tahzan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Materi disampaikan oleh mahasiswa UNY yang berperan sebagai pemateri dan fasilitator, dengan membawakan pembelajaran interaktif mengenai etika komunikasi, pentingnya membangun pertemanan yang sehat, serta cara berinteraksi secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada pentingnya komunikasi yang efektif untuk membangun rasa percaya diri dan menjalin hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sosial. Peserta juga diajak untuk mempraktikkan komunikasi sederhana dari materi tersebut dengan permainan edukatif melalui partisipasi kelompok untuk mendorong rasa percaya diri di lingkungan dan keberanian untuk menyampaikan pendapat. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak panti asuhan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Pada akhir kegiatan, Ibu Nur sebagai pengasuh pihak Panti Asuhan La-Tahzan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa atas terlaksananya program edukasi tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang telah diberikan, anak-anak terlihat senang dan antusias selama mengikuti kegiatan dan mereka juga bisa dapat ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat," ungkapnya.

Melalui aktivitas komunikasi menarik ini, mahasiswa menunjukkan kontribusinya dalam mendukung realisasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dengan SDGs 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Kegiatan pembelajaran ini yang diselenggarakan untuk anak-anak di Panti Asuhan La-Tahzan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi, melainkan juga bertujuan untuk memperkuat rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta memberikan kesempatan belajar yang lebih adil bagi semua peserta. Dengan adanya kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan bisa membentuk suasana belajar yang inklusif dan menciptakan generasi muda yang mampu berkomunikasi dengan efektif, membantu relasi sosial yang positif, dan berkontribusi secara aktif dalam kehidupan masyarakat. (zahra)

Penguatan Financial Literacy dan Basic Marketing Skills secara Inklusif melalui Program AQUILIA dalam PLK UNY Mengabdi 2026

Program kerja mahasiswa tidak selalu harus tampil megah dengan konsep yang rumit dan penuh istilah teknis. Kadang justru hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi pengalaman belajar yang paling membekas, apalagi ketika prosesnya dilakukan bersama anak-anak yang memandang dunia dengan cara yang berbeda namun tulus. Melalui program kerja AQUILIA (Accounting QUality and Inclusive Literacy for Individual Accountability), Amar Taqwim atau yang akrab disapa Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 mencoba menghadirkan pembelajaran literasi keuangan dan marketing yang inklusif bagi anak asuh Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Panti 3 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Program kerja ini dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2026, dimulai dari tahap perencanaan dan observasi pada 1 Januari 2026, penerjunan pada 21 Februari 2026, hingga penarikan pada 15 Mei 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak asuh panti yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas intelektual. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana materi tersebut dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Amar melihat bahwa pembelajaran mengenai keuangan sering kali dianggap terlalu kompleks bahkan untuk anak-anak pada umumnya, sehingga anak berkebutuhan khusus pun kerap tidak mendapat akses pembelajaran yang sesuai. Dari pemikiran tersebut, AQUILIA dirancang sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dengan menggabungkan simulasi, media visual, praktik langsung, dan interaksi sederhana agar anak-anak dapat memahami konsep keuangan tanpa merasa tertekan oleh pembelajaran yang terlalu teoritis.

AQUILIA sendiri terdiri atas dua kelas utama, yaitu kelas literasi keuangan dan kelas marketing. Pada kelas literasi keuangan, pembelajaran dibagi menjadi lima tahapan, mulai dari Money Buddy yang mengenalkan konsep dasar uang, Happy Shopping yang mengajarkan cara membelanjakan uang, Smart Wallet mengenai menyimpan dan mengelola uang, Wise Borrowing terkait meminjam dan mengembalikan pinjaman, hingga Finance Ettiquete yang membahas etika keuangan sederhana seperti perilaku mencuri, menipu, dan korupsi. Sementara itu, pada kelas marketing, anak-anak mengikuti kegiatan Show and Sell dengan belajar menyusun kalimat promosi sederhana sekaligus mempraktikkan cara menawarkan produk secara langsung.

Mengajarkan konsep keuangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus ternyata bukan sekadar soal mengenalkan nominal uang atau aktivitas jual beli saja. Di sisi lain, proses belajar itu juga menjadi ruang untuk melatih keberanian, komunikasi, sampai bagaimana mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dan justru di titik itulah kegiatan ini terasa hidup. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika diperlihatkan media pembelajaran seperti uang mainan, kartu belanja, maupun simulasi transaksi sederhana. Ada yang langsung aktif membeli berbagai barang saat praktik berlangsung, ada juga yang masih malu-malu dan akhirnya ditarik oleh teman lainnya untuk ikut mencoba.

Momen-momen kecil selama pembelajaran pun menjadi pengalaman yang cukup membekas bagi Amar dan tim PLK. Beberapa anak sempat kebingungan ketika dihadapkan pada dua jumlah uang yang nilainya sama tetapi tersusun dari nominal berbeda. Namun kemudian, perlahan mereka mulai memahami konsep tersebut melalui pendampingan dan simulasi berulang. Bahkan pada sesi Finance Ettiquete, beberapa anak mampu memberikan respons spontan mengenai perilaku bijaksana dalam menggunakan uang. Ada yang tiba-tiba berkata bahwa temannya tidak boleh korupsi, ada pula yang mengeluh uangnya habis tetapi masih ingin membeli barang lain. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat suasana belajar terasa hangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami konteks pembelajaran yang diberikan.

Melalui program kerja AQUILIA, Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 berharap bahwa literasi keuangan dan marketing tidak hanya menjadi pengetahuan eksklusif bagi kalangan tertentu saja. Sebaliknya, pembelajaran mengenai uang, pengelolaan keuangan, dan etika finansial juga perlu dikenalkan secara inklusif kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih adaptif dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi tentang bagaimana setiap individu merasa dilibatkan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. (amar)

Mahasiswa UNY Mengabdi Kelompok Adhinara Laksanakan Program Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3

Mahasiswa Program UNY Mengabdi kelompok ADHINARA melaksanakan program individu bertajuk Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Program tersebut bertujuan mendukung pengembangan kemandirian, kreativitas, dan keterampilan dasar anak beragam abilitas melalui kegiatan edukatif dan interaktif. Mahasiswa melaksanakan kegiatan dengan pendekatan belajar sambil praktik agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Pelaksanaan program menjadi bentuk penerapan konsep Beyond Learning dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kelompok ADHINARA yang dibimbing oleh Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), beranggotakan sembilan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Anggota kelompok tersebut terdiri dari Muhamad Taufik Hidayat dan Ulil Albab (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Nazya Maharani dan Amar Taqwim (Pendidikan Akuntansi), An Nisaa Daning Nurul H, Nadia Anugeraheni, dan Ayu Manah Sri W (Pendidikan Luar Biasa), serta Aifa Maladina Ulya dan Indah Sari Wijayanti (Matematika).

Mahasiswa mengenalkan aktivitas administrasi dasar melalui program Admin Cilik dengan kegiatan pencatatan sederhana, pengenalan identitas diri, dan pengelompokan data ringan. Anak-anak mengikuti kegiatan secara aktif melalui pendampingan langsung dari mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran interaktif digunakan untuk membantu anak-anak memahami materi secara lebih mudah dan menyenangkan. Program Admin Cilik membantu melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan dasar anak-anak dalam aktivitas administrasi sederhana.

Mahasiswa melaksanakan program Gudang Ceria melalui kegiatan pengelompokan dan penyusunan barang sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan anak- anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan karena aktivitas pembelajaran dikemas dalam bentuk praktik dan permainan edukatif. Kegiatan tersebut membantu meningkatkan kemampuan motorik, konsentrasi, serta kerja sama anak-anak dalam aktivitas kelompok. Program Gudang Ceria memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan aplikatif bagi anak beragam abilitas di lingkungan panti.

Program Admin Cilik dan Gudang Ceria dirancang sebagai media pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengalaman belajar secara langsung. Mahasiswa menyesuaikan metode kegiatan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan program diharapkan mampu mendukung pengembangan kemandirian dan kreativitas anak beragam abilitas secara bertahap dan berkelanjutan. (nazya)

Peningkatan Motivasi Prestasi Mahasiswa FEB UNY Dorong Lonjakan Peringkat di Tingkat Universitas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Motivasi Prestasi Mahasiswa pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di Ruang Teater PMD FEB UNY. Kegiatan ini diinisiasi oleh bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) sebagai upaya strategis dalam mendorong semangat berprestasi mahasiswa sekaligus mempertahankan capaian yang telah diraih.Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd.

Ketua panitia, Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa FEB UNY yang telah mengharumkan nama fakultas. Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada peringkat FEB UNY di tingkat universitas, yakni dari peringkat 8 menjadi peringkat 5. “Ini merupakan hasil kerja bersama yang patut kita syukuri dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sebanyak 354 mahasiswa diundang dalam kegiatan ini dan hadir secara penuh. Pada kesempatan tersebut juga diberikan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, meskipun terdapat 10 mahasiswa yang belum menerima sertifikat karena proses pencetakan dilakukan secara terpusat. Panitia juga mengimbau mahasiswa untuk aktif melaporkan setiap capaian prestasi serta memanfaatkan layanan Subbag Akademik untuk pengurusan surat tugas.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa berprestasi. “Saya sangat gembira dapat bertemu dengan mahasiswa FEB UNY yang penuh semangat dan prestasi. Atas nama pimpinan fakultas, saya mengucapkan selamat dan sukses atas capaian yang diraih,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa setiap prestasi mahasiswa akan dipublikasikan melalui media resmi FEB UNY serta mendapatkan pengakuan dalam bentuk Sertifikat Penghargaan, yang bernilai hingga 80 poin dalam Penilaian Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM) serta tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNY, Ani Widayati, M.Pd., Ed.D., dengan tema Strategi Peningkatan Prestasi Mahasiswa FEB UNY. Dalam paparannya, disampaikan bahwa prestasi mahasiswa terbagi menjadi dua kategori, yaitu prestasi akademik dan non-akademik. Prestasi akademik memiliki urgensi penting, antara lain sebagai bentuk kebanggaan bagi orang tua, penghargaan bagi diri sendiri, syarat administrasi dalam dunia kerja, indikator kemampuan intelektual, akses terhadap beasiswa, serta peluang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY berharap dapat terus menumbuhkan budaya positif dan kompetitif di kalangan mahasiswa, serta mendorong peningkatan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. (ist)

Ani Widayati, M.Pd., Ed.D.

DWP FEB UNY Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Bina Siwi pada Minggu (8/3). Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta ini dihadiri oleh Dekan FEB UNY, para Wakil Dekan, serta Ketua dan anggota DWP FEB UNY.

Acara diawali dengan penampilan hiburan musik tradisional berupa gamelan, kulintang, dan angklung yang dimainkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dari Panti Asuhan Bina Siwi. Penampilan tersebut menjadi bentuk ekspresi kreativitas sekaligus keterampilan yang dikembangkan oleh anak-anak di panti asuhan tersebut.

Dalam sambutannya, Pengelola Panti Asuhan Bina Siwi, Jumilah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari keluarga besar FEB UNY. Ia menjelaskan bahwa panti asuhan tersebut saat ini mengasuh 47 anak dengan dukungan 11 pengasuh. Sebagian besar anak merupakan penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita), sehingga pendidikan yang diberikan lebih difokuskan pada pengembangan keterampilan dan kemandirian. Jumilah juga mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen anak di panti asuhan tersebut tidak memiliki orang tua.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berkunjung dan berbagi dengan keluarga besar Panti Asuhan Bina Siwi. Ia mengapresiasi kesabaran dan dedikasi para pengelola panti dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Pada kesempatan tersebut, DWP FEB UNY juga menyerahkan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil partisipasi dosen dan tenaga kependidikan FEB UNY.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui kegiatan ini, FEB UNY berupaya mendukung inklusi sosial serta meningkatkan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor: Soroti Inklusi Keuangan sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dr. Muniya Alteza, M.Si., dosen Departemen Manajemen FEB UNY, resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka yang diselenggarakan di Ruang Konimex FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (13/2). Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga memperkuat pilar akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan FEB UNY dalam menjawab tantangan ekonomi nasional.

Disertasi yang dipertahankan Dr. Muniya Alteza berjudul "Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Analisis Regional Provinsi di Indonesia". Riset ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan sektor keuangan sebagai penyedia dana utama bagi perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui studinya, Muniya menyoroti bahwa meskipun inklusi keuangan telah menjadi fokus strategi nasional, optimalisasi aksesibilitas dan penggunaan layanan keuangan formal masih menjadi kunci utama dalam mendorong kinerja ekonomi, terutama di tingkat regional.

Menggunakan data panel dari 33 provinsi di Indonesia sepanjang periode 2012-2024, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa indeks inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Analisis yang dilakukan menunjukkan konsistensi hasil baik di wilayah Indonesia Barat maupun Timur. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan akses terhadap lembaga keuangan formal secara langsung berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di berbagai provinsi.

Kebaruan utama dalam riset ini terletak pada pengujian peran modal manusia (human capital) sebagai variabel moderasi. Dr. Muniya menemukan bahwa kualitas sumber daya manusia, yang diukur melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA, terbukti memperkuat dampak positif inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan yang lebih baik memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara lebih produktif dan efisien.

Jalannya prosesi ujian terbuka ini dipimpin oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Penguji dan Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA sebagai Sekretaris. Selama menempuh studi doktoralnya, Dr. Muniya berada di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. QCRO sebagai Promotor, serta Aldy Fariz Achsanta, S.E., M. Rech., Ph.D dan Arum Setyowati, S.E., M.M., Ph.D. selaku Co-Promotor. Kelayakan riset tersebut diuji secara kritis oleh dewan penguji yang beranggotakan Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D, Budi Wahyono, S.Pd., M.Pd., Ph.D, Dr. Hidajat Hendarsjah, SSi, MM, serta penguji eksternal Dr. Sylviana Maya Damayanti, S.T., M.B.A. dari Institut Teknologi Bandung.

Suasana khidmat di ruang ujian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, rekan-rekan dosen departemen Manajemen, perwakilan tenaga kependidikan, serta keluarga besar yang memberikan dukungan penuh. Kehadiran pimpinan dan kolega ini menegaskan solidaritas serta komitmen fakultas dalam merayakan setiap pencapaian akademik yang diraih oleh civitas akademikanya. Dr. Muniya kini kembali ke pangkuan FEB UNY dengan membawa ilmu dan kompetensi baru yang siap dibagikan kepada para mahasiswa.

Pencapaian Dr. Muniya Alteza ini relevan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Poin 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan. Melalui temuan bahwa inklusi keuangan yang didukung oleh kualitas modal manusia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, riset ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan untuk mengurangi ketimpangan antarprovinsi di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata akademisi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (fdhl)

Dr. Muniya Alteza dan dewan Penguji

Dosen FEB UNY Arum Darmawati Raih Gelar Doktor, Kaji Kesejahteraan Psikologis Guru Pendamping Khusus

Arum Darmawati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin (9/2/2026). Gelar tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen yang berlangsung di Ruang Konimex, Gedung FEB UNS.

Dalam riset doktoralnya, Dr. Arum mengangkat judul disertasi "Anteseden dan Konsekwensi Emotional Labor: Studi Pada Guru Pendamping Khusus di Indonesia". Penelitian ini memfokuskan pada tuntutan regulasi emosi yang dihadapi oleh Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam konteks pendidikan inklusif. Melalui pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 483 GPK di seluruh Indonesia, riset ini menganalisis bagaimana ketidaksesuaian emosional (emotional dissonance) dapat memicu kelelahan kerja (burnout) yang berdampak pada kepuasan kerja guru.

Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi, baik surface acting maupun deep acting, berpengaruh positif terhadap risiko burnout. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa burnout berperan sebagai mediator yang menurunkan kepuasan kerja guru. Namun, penelitian ini menemukan bahwa sumber daya personal, seperti modal psikologis (psychological capital), mampu menjadi moderator yang membantu individu dalam mengelola emosi ketika menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

Proses pengujian dalam sidang terbuka ini dilakukan oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si., Prof. Dr. Salamah Wahyuni, S.U., dan Dr. Sinto Sunaryo, M.Si. Sementara itu, tim promotor yang membimbing penelitian ini adalah Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Dr. Hidajat Hendarsjah, M.M., serta Dr. Mugi Harsono, M.Si., C.CCM, CCLM.

Agenda akademik ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta para kolega dosen dan tenaga kependidikan dari Departemen Manajemen FEB UNY. Kehadiran keluarga dan kerabat turut melengkapi suasana sidang yang menjadi tonggak pencapaian kualifikasi sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Secara praktis, riset ini memberikan rekomendasi bagi instansi pendidikan untuk memperkuat dukungan organisasi guna meningkatkan kesejahteraan psikologis para pendidik inklusif.

Capaian ini selaras dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian mengenai Guru Pendamping Khusus mendukung poin SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan merata. Selain itu, kajian mengenai regulasi emosi dan kepuasan kerja berkontribusi pada poin SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) terkait kesejahteraan pekerja, serta poin SDGs Nomor 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik bagi anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

FEB UNY Gelar Pengajian Keluarga Besar dan Santunan Menjelang Ramadan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Besar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Teater FEB UNY ini dihadiri oleh segenap jajaran dosen serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan fakultas sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan mental spiritual civitas akademika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UNY, dilanjutkan dengan agenda sosial berupa penyerahan santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial fakultas. Acara inti kemudian diisi dengan tausiah oleh Ust. H. Saebani, M.A., M.Pd., yang mengusung tema "Hikmah Isra Mi'raj dalam menyambut Bulan Suci Ramadan".

Dalam paparan materinya, Ust. Saebani menyoroti paradoks sosial yang terjadi di Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dan kuota haji terbanyak, angka kasus korupsi masih tergolong tinggi. Penceramah menekankan pentingnya membedakan antara gaji dan rezeki; gaji dimaknai sebagai materi berupa uang yang diberikan manusia, sedangkan rezeki berasal dari Allah SWT yang mencakup aspek kesehatan badan dan keharmonisan keluarga.

Lebih lanjut, Ust. Saebani mengingatkan relevansi kesehatan dengan ibadah puasa melalui dalil Shuumuu tasihhuu (berpuasalah niscaya kamu akan sehat). Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang seringkali menjadi dua kenikmatan yang dilupakan manusia, padahal ibadah seperti salat dan puasa berkontribusi pada kesehatan fisik. Menutup materinya, beliau menyampaikan filosofi integritas melalui analogi uang yang nilainya tidak berubah di mana pun diletakkan, serta "filsafat belut" yang bermakna kemampuan seseorang untuk tetap bersih meski hidup di lingkungan yang berlumpur.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa mendukung pencapaian Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Materi mengenai kesehatan fisik dan mental spiritual berkontribusi pada Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pesan moral mengenai integritas dan anti-korupsi sejalan dengan Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

kalam ilahipenyerahan santunan FEB UNYFoto bersama penerima santunanUst. H. Saebani, M.A., M.Pd.

FEB UNY Sambut Kunjungan MA Al Mutawally Kuningan untuk Motivasi Studi Lanjut

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menerima kunjungan dari Madrasah Aliyah (MA) Al Mutawally Kabupaten Kuningan, sebuah sekolah berbasis pondok pesantren terpadu, Rabu (12/11/25) lalu. Rombongan yang terdiri atas 40 siswa dan 15 guru pendamping ini dipimpin oleh Wakil Pengasuh, Dr. KH. Mahbub Nuryadien, M.Ag., dan Wakil Direktur, Hj. Aan Nurul Jannah, M.Pd.I.

Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan dunia perkuliahan kepada para siswa kelas 6 MA Al Mutawally (setara kelas 12 SMA) sekaligus memberikan motivasi agar mereka lebih bersemangat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Rombongan diterima secara resmi oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha (RKSIU), Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., Kepala Divisi Humas dan UUIK, Dr. Agatha Saputri, M.Pd., serta Sekretaris Divisi Humas dan UUIK, Umar Yeni Suyanto, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Sutirman menyampaikan apresiasi atas kehadiran para siswa dan guru MA Al Mutawally di FEB UNY. Beliau memperkenalkan sejarah dan perkembangan fakultas, serta menyampaikan bahwa seluruh program studi S1 di FEB UNY telah terakreditasi Unggul dan memperoleh sertifikasi internasional FIBAA. “Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan baru kepada para siswa dan memotivasi mereka untuk terus belajar dan menyiapkan diri menuju perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. KH. Mahbub Nuryadien, M.Ag., dalam sambutannya mengungkapkan kekaguman terhadap suasana kampus FEB UNY. “Kami sangat terkesan dengan kebersihan dan ketertiban lingkungan kampus ini. Kami membawa siswa dari jurusan IPA dan IPS untuk belajar langsung, mengetahui informasi tentang dunia perkuliahan, serta menumbuhkan semangat mereka agar semakin termotivasi melanjutkan studi,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Denies Priantinah, yang menjelaskan profil FEB UNY, daftar program studi, serta jalur dan proses penerimaan mahasiswa baru di UNY. Sesi berikutnya disampaikan oleh tim Divisi Humas dan UUIK FEB UNY, yang memperkenalkan berbagai fasilitas akademik dan nonakademik, peluang beasiswa, kegiatan mahasiswa, serta prospek karier para alumni. Para siswa tampak antusias, aktif bertanya tentang jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri, serta program pertukaran mahasiswa dan peluang beasiswa di FEB UNY. Para siswa juga diajak mengunjungi sejumlah fasilitas pendukung di FEB UNY seperti laboratorium perpajakan, simulasi perkantoran, dan perpustakaan.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kampus, tetapi juga bagian dari upaya FEB UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses dan literasi pendidikan tinggi bagi generasi muda, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan memperluas kesempatan belajar bagi siswa dari berbagai latar belakang daerah dan pendidikan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. (fdh)

dari kiri: Aan Nurul Jannah, Mahbub Nuryadien, Sutirman, dan Denies Priantinah

FEB UNY Sambut Siswa MAN 2 Surakarta dalam Kunjungan Edukasi Kampus

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menerima kunjungan edukasi dari 50 siswa dan guru pendamping MAN 2 Surakarta. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkuliahan, program studi, fasilitas akademik, serta peluang karier yang tersedia di FEB UNY agar siswa lebih siap dalam menentukan pilihan studi di jenjang perguruan tinggi.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., yang memperkenalkan sejarah FEB UNY sebagai fakultas yang berkembang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE), dan sejak 2011 berdiri mandiri sebagai Fakultas Ekonomi yang kemudian menjadi FEB UNY. Ia juga menyampaikan bahwa FEB UNY memiliki berbagai program studi unggulan, baik bidang kependidikan maupun non-kependidikan, dengan seluruh program sarjana terakreditasi Unggul dan tersertifikasi internasional FIBAA. Dr. Sutirman menambahkan bahwa UNY menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan dukungan finansial, sehingga peluang untuk kuliah di FEB UNY semakin terbuka luas.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Kepala Urusan Humas MAN 2 Surakarta, H. Sudarmadi, M.Or., M.H., M.AP., yang berharap kunjungan ini dapat membantu siswa memperoleh wawasan lebih matang mengenai pilihan studi di perguruan tinggi. “Semoga dari kunjungan ini para siswa dapat memiliki gambaran yang jelas, termotivasi untuk belajar lebih giat, dan pada akhirnya ada yang melanjutkan studi di FEB UNY pada tahun mendatang. Oleh karena itu, maksimalkan kegiatan hari ini,” pesannya.

Acara dilanjutkan dengan sesi materi utama oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha (RKSIU) FEB UNY, Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., yang memberikan paparan mengenai profil fakultas, daftar program studi, kompetensi lulusan, fasilitas laboratorium, peluang magang, serta berbagai program unggulan FEB UNY. Dr. Denies juga menjelaskan bahwa FEB UNY memiliki nilai-nilai inti seperti integritas, profesionalisme, inovasi, dan kepedulian sosial yang menjadi landasan pengembangan kualitas akademik dan karakter mahasiswa.

Setelah itu, siswa mengikuti sesi motivasi yang dibawakan oleh Kepala Divisi Humas dan UUIK FEB UNY, Dr. Agatha Saputri, M.Pd., yang memberikan dorongan inspiratif mengenai pentingnya membangun visi masa depan sejak dini, menemukan minat akademik, serta mempersiapkan diri agar mampu bersaing di dunia pendidikan tinggi. Sesi ini berlangsung interaktif, dengan banyak siswa antusias mengajukan pertanyaan terkait proses penerimaan mahasiswa baru, jalur prestasi, lingkungan perkuliahan, hingga peluang kegiatan mahasiswa di FEB UNY.

Kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan akademik tetapi juga memperkuat hubungan antara FEB UNY dan MAN 2 Surakarta dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Kegiatan ini turut mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan dan informasi berkualitas bagi calon mahasiswa, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui akses informasi pendidikan yang inklusif dan kesempatan beasiswa, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan. (fdh)

Dr Denies PriantinahDr Agatha Saputri

Pages