SDGs #10 Berkurangnya Kesenjangan

FEB UNY Gandeng OJK Institute Gelar Riset Vaganza, Bahas Sertifikasi Finfluencer hingga Pinjaman Daring

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan OJK Institute dan Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk "Riset Vaganza: Melek Finansial di Era Digital" pada Kamis, 2 Juli 2026. Acara yang digelar di Ruang Teater PMD FEB UNY ini menghadirkan sejumlah peneliti OJK Institute untuk memaparkan dua hasil riset terbaru, yakni mengenai penggunaan jasa financial influencer (finfluencer) di industri jasa keuangan serta perilaku masyarakat dalam menggunakan pinjaman daring dan pay later. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa dan civitas akademika sekaligus memperkenalkan lebih dekat peran OJK Institute sebagai lembaga riset di bawah Otoritas Jasa Keuangan.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan di kalangan sivitas akademika di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Menurutnya, kemampuan memahami informasi keuangan secara kritis menjadi bekal penting agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak mudah terjebak pada praktik investasi maupun layanan keuangan ilegal. “Semoga dengan seminar ini, para mahasiswa dan juga sivitas akademika terhindar dari praktik-praktik finansial yang bodong dan merugikan,” ujarnya.

Direktur Riset OJK Institute, Dr. Bayu Bandono, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan FEB UNY dalam penyelenggaraan seminar tersebut. Ia berharap semakin banyak mahasiswa mengenal peran OJK dan OJK Institute sebagai pusat riset di sektor jasa keuangan. Bayu juga mengajak mahasiswa yang memiliki minat dalam penelitian, penulisan ilmiah, maupun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk menjajaki peluang berkarier bersama OJK Institute. Sementara itu, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Yunianto, turut menegaskan komitmen OJK dalam memperluas edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat melalui sinergi dengan perguruan tinggi. Sesi pemaparan kemudian dipandu oleh moderator Prof. Ratna Candra Sari, M.Si., Ak., CA., CFP, yang antara lain mengangkat pertanyaan mengenai langkah OJK dalam merespons fenomena semakin banyaknya influencer yang menjalin kerja sama dengan pelaku jasa keuangan untuk mempromosikan berbagai produk dan layanan.

Pertanyaan tersebut dijawab melalui paparan riset yang disampaikan oleh narasumber Endang Nuryadin, Sulistyoningsih, dan Widya Ningsih. Riset mengenai finfluencer menemukan bahwa penggunaan finfluencer memiliki potensi memperluas jangkauan edukasi dan pemasaran produk keuangan, namun juga menyimpan risiko apabila informasi yang disampaikan tidak akurat atau tidak disertai pemahaman yang memadai. Selain itu, penggunaan jasa influencer terverifikasi dan populer justru berpengaruh positif terhadap peningkatan jumlah pengaduan dan ekspektasi kerugian konsumen, sehingga diperlukan penguatan regulasi serta edukasi kompetensi bagi finfluencer. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi keuangan, pengawasan, serta regulasi yang mampu melindungi konsumen di era digital.

Adapun riset mengenai pinjaman daring dan pay later mengungkap bahwa keputusan masyarakat menggunakan layanan tersebut secara berulang banyak dipengaruhi oleh kesalahpahaman terhadap limit kredit (credit limit misconception) serta rendahnya literasi keuangan, dengan pengguna pinjaman online ilegal menunjukkan kondisi keuangan yang lebih rentan memburuk dibandingkan pengguna layanan berizin OJK. Di penghujung acara, OJK Institute turut memperkenalkan dua jurnal ilmiah yang dikelolanya, yaitu International Journal of Financial Systems (IJFS) dan International Journal of Islamic Financial System (IJIFS), serta layanan perpustakaan OJK yang dapat diakses masyarakat dan pegawai OJK.

Kegiatan Riset Vaganza ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi keuangan digital bagi mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat dorongan praktik bisnis jasa keuangan yang bertanggung jawab, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan regulasi dan perlindungan konsumen dari praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online tanpa izin. Selain itu, upaya mendorong inklusi dan pemahaman risiko keuangan digital yang lebih merata juga berkontribusi pada semangat SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya dalam melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dari jerat utang dan misinformasi finansial. (fdhl)

Sambutan Dekan OJK InstituteSambutan Eko YuniantoProf Ratna Candra Sari OJK Institute

Laporan Tahunan Dekan FEB 2026: Dekan Ajak Kembali Pahami Visi Fakultas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan acara Laporan Tahunan Dekan FEB UNY 2026 pada Senin, 22 Juni 2026. Bertempat di Ruang Teater Gedung PMD FEB UNY, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FEB UNY, perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) FEB UNY, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) FEB UNY. Acara ini menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika untuk merefleksikan capaian kinerja serta menentukan arah kebijakan fakultas yang dicapai sejak bulan Juni 2025 hingga bulan Mei 2026.

Dalam sambutannya, Ketua Senat Akademik FEB UNY, Dr. Abdullah Taman, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan laporan tahunan ini diselenggarakan sebagai pengganti dari perayaan Dies Natalis Fakultas, sejalan dengan peraturan masa kini yang menetapkan bahwa Dies Natalis hanya boleh diselenggarakan di tingkat universitas guna memangkas beberapa kegiatan agar lebih efisien. "Kalau merujuk pada sejarah pendiriannya sejak tanggal 22 Juni 2011, momen ini menandai usia FEB UNY yang ke-15 tahun, di mana fakultas ini awalnya bermula dari satu jurusan bernama Pendidikan Dunia Usaha sebelum bertransformasi menjadi fakultas mandiri," tambahnya. Dr. Abdullah juga mengajak seluruh civitas akademika untuk melakukan introspeksi tahun lalu demi menyongsong masa depan, dengan memegang prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, seraya mengapresiasi tren kenaikan kualitas SDM serta semakin banyaknya dosen yang menempuh studi lanjut.

Melanjutkan agenda utama, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., memaparkan laporan kinerja fakultas yang mencatat berbagai raihan akademik luar biasa dan patut diapresiasi. Dekan mengajak para civitas akademika untuk selalu mengingat dan memahami visi FEB UNY, yaitu "Menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang unggul, kreatif, dan inovatif berkelanjutan, berwawasan global, di bidang kependidikan dan non kependidikan". Saat ini, FEB UNY mengelola lima program studi S1, tiga program studi S2, dan satu program studi S3. Seluruh program studi jenjang S1 telah sukses memperoleh akreditasi "Unggul" secara nasional serta berhasil terakreditasi internasional oleh FIBAA. Sementara itu, program studi pascasarjana (S2 dan S3) secara kompak mengantongi predikat "Baik Sekali". Kualitas akademik yang tinggi ini juga dibuktikan dengan pencapaian rata-rata IPK kelulusan mahasiswa dalam tiga tahun terakhir yang secara konsisten berada di atas angka 3,62.

Pencapaian prestasi dan internasionalisasi di lingkungan FEB UNY juga menunjukkan perkembangan yang dinamis. Selama periode pelaporan, mahasiswa FEB UNY berhasil menorehkan total 820 prestasi di bidang penalaran, olahraga, seni, dan minat khusus, dengan 30 di antaranya merupakan capaian gemilang di tingkat internasional. Internasionalisasi kampus kian diperkuat dengan hadirnya 17 mahasiswa asing aktif pada jenjang S1 serta 5 mahasiswa asing pada jenjang S2 yang berasal dari berbagai negara, seperti Kazakhstan, China, Kenya, hingga Zimbabwe. Di sisi lain, indikator kinerja alumni juga menunjukkan tren positif melalui pengisian tracer study yang partisipasinya meningkat hingga mencapai 876 alumni pada lulusan tahun 2025.

Dari aspek tata kelola sarana dan prasarana, dekanat terus melakukan peningkatan fasilitas demi mendukung kenyamanan perkuliahan dan layanan administrasi, mulai dari pemeliharaan ruang kelas, peningkatan laboratorium komputer, penambahan area parkir, hingga pengadaan fasilitas lift di Gedung Dekanat. Di samping itu, FEB UNY juga terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan hidup melalui inisiatif kampus hijau (Green Campus Initiative). Langkah nyata ini diwujudkan melalui pemeliharaan mesin Smart Water Station di Gedung PMD dan Dekanat serta pengadaan tempat sampah besi permanen khusus untuk pemilahan sampah botol guna mengedukasi warga kampus dalam mengurangi limbah plastik.

Penyelenggaraan Laporan Tahunan Dekan FEB UNY 2026 ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Raihan akreditasi internasional FIBAA, tingginya rerata IPK mahasiswa, serta meningkatnya jumlah dosen yang studi lanjut berkontribusi langsung pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Adanya penyaluran berbagai macam beasiswa yang berhasil menjangkau 785 mahasiswa pendidik mendukung perwujudan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dalam hal pemerataan akses pendidikan tinggi. Terakhir, penerapan kebijakan pemilahan sampah botol plastik serta pemeliharaan Smart Water Station menjadi bukti komitmen konkret fakultas dalam mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) demi terciptanya ekosistem kampus yang hijau dan berkelanjutan. (fdh)

Mahasiswa UNY Gelar Program Edukasi untuk Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar Panti Asuhan

Zahra Febriliant Ardyn, dkk. yang merupakan para mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan program edukasi "Komunikasi Asyik, Pertemanan Menarik" dengan tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan" yang dibimbing oleh Arwan Nur Ramadhan, M.Pd., pada Minggu, 10 Mei 2026. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Panti Asuhan La-Tahzan di Kabupaten Sleman, DIY untuk mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 Mengurangi Kesenjangan melalui pemberian edukasi dan pengembangan keterampilan sosial bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Kegiatan ini mengangkat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Melalui tema "Pengabdian Melalui Edukasi Mendukung Pemerataan Kesempatan Belajar bagi Anak Panti Asuhan", kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan keterampilan sosial anak-anak panti asuhan. Sebanyak sepuluh anak dari Panti Asuhan La-Tahzan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Materi disampaikan oleh mahasiswa UNY yang berperan sebagai pemateri dan fasilitator, dengan membawakan pembelajaran interaktif mengenai etika komunikasi, pentingnya membangun pertemanan yang sehat, serta cara berinteraksi secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada pentingnya komunikasi yang efektif untuk membangun rasa percaya diri dan menjalin hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sosial. Peserta juga diajak untuk mempraktikkan komunikasi sederhana dari materi tersebut dengan permainan edukatif melalui partisipasi kelompok untuk mendorong rasa percaya diri di lingkungan dan keberanian untuk menyampaikan pendapat. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak panti asuhan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Pada akhir kegiatan, Ibu Nur sebagai pengasuh pihak Panti Asuhan La-Tahzan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa atas terlaksananya program edukasi tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang telah diberikan, anak-anak terlihat senang dan antusias selama mengikuti kegiatan dan mereka juga bisa dapat ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat," ungkapnya.

Melalui aktivitas komunikasi menarik ini, mahasiswa menunjukkan kontribusinya dalam mendukung realisasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dengan SDGs 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Kegiatan pembelajaran ini yang diselenggarakan untuk anak-anak di Panti Asuhan La-Tahzan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi, melainkan juga bertujuan untuk memperkuat rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta memberikan kesempatan belajar yang lebih adil bagi semua peserta. Dengan adanya kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan bisa membentuk suasana belajar yang inklusif dan menciptakan generasi muda yang mampu berkomunikasi dengan efektif, membantu relasi sosial yang positif, dan berkontribusi secara aktif dalam kehidupan masyarakat. (zahra)

Penguatan Financial Literacy dan Basic Marketing Skills secara Inklusif melalui Program AQUILIA dalam PLK UNY Mengabdi 2026

Program kerja mahasiswa tidak selalu harus tampil megah dengan konsep yang rumit dan penuh istilah teknis. Kadang justru hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi pengalaman belajar yang paling membekas, apalagi ketika prosesnya dilakukan bersama anak-anak yang memandang dunia dengan cara yang berbeda namun tulus. Melalui program kerja AQUILIA (Accounting QUality and Inclusive Literacy for Individual Accountability), Amar Taqwim atau yang akrab disapa Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 mencoba menghadirkan pembelajaran literasi keuangan dan marketing yang inklusif bagi anak asuh Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Panti 3 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Program kerja ini dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2026, dimulai dari tahap perencanaan dan observasi pada 1 Januari 2026, penerjunan pada 21 Februari 2026, hingga penarikan pada 15 Mei 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak asuh panti yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas intelektual. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana materi tersebut dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Amar melihat bahwa pembelajaran mengenai keuangan sering kali dianggap terlalu kompleks bahkan untuk anak-anak pada umumnya, sehingga anak berkebutuhan khusus pun kerap tidak mendapat akses pembelajaran yang sesuai. Dari pemikiran tersebut, AQUILIA dirancang sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dengan menggabungkan simulasi, media visual, praktik langsung, dan interaksi sederhana agar anak-anak dapat memahami konsep keuangan tanpa merasa tertekan oleh pembelajaran yang terlalu teoritis.

AQUILIA sendiri terdiri atas dua kelas utama, yaitu kelas literasi keuangan dan kelas marketing. Pada kelas literasi keuangan, pembelajaran dibagi menjadi lima tahapan, mulai dari Money Buddy yang mengenalkan konsep dasar uang, Happy Shopping yang mengajarkan cara membelanjakan uang, Smart Wallet mengenai menyimpan dan mengelola uang, Wise Borrowing terkait meminjam dan mengembalikan pinjaman, hingga Finance Ettiquete yang membahas etika keuangan sederhana seperti perilaku mencuri, menipu, dan korupsi. Sementara itu, pada kelas marketing, anak-anak mengikuti kegiatan Show and Sell dengan belajar menyusun kalimat promosi sederhana sekaligus mempraktikkan cara menawarkan produk secara langsung.

Mengajarkan konsep keuangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus ternyata bukan sekadar soal mengenalkan nominal uang atau aktivitas jual beli saja. Di sisi lain, proses belajar itu juga menjadi ruang untuk melatih keberanian, komunikasi, sampai bagaimana mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dan justru di titik itulah kegiatan ini terasa hidup. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika diperlihatkan media pembelajaran seperti uang mainan, kartu belanja, maupun simulasi transaksi sederhana. Ada yang langsung aktif membeli berbagai barang saat praktik berlangsung, ada juga yang masih malu-malu dan akhirnya ditarik oleh teman lainnya untuk ikut mencoba.

Momen-momen kecil selama pembelajaran pun menjadi pengalaman yang cukup membekas bagi Amar dan tim PLK. Beberapa anak sempat kebingungan ketika dihadapkan pada dua jumlah uang yang nilainya sama tetapi tersusun dari nominal berbeda. Namun kemudian, perlahan mereka mulai memahami konsep tersebut melalui pendampingan dan simulasi berulang. Bahkan pada sesi Finance Ettiquete, beberapa anak mampu memberikan respons spontan mengenai perilaku bijaksana dalam menggunakan uang. Ada yang tiba-tiba berkata bahwa temannya tidak boleh korupsi, ada pula yang mengeluh uangnya habis tetapi masih ingin membeli barang lain. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat suasana belajar terasa hangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami konteks pembelajaran yang diberikan.

Melalui program kerja AQUILIA, Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 berharap bahwa literasi keuangan dan marketing tidak hanya menjadi pengetahuan eksklusif bagi kalangan tertentu saja. Sebaliknya, pembelajaran mengenai uang, pengelolaan keuangan, dan etika finansial juga perlu dikenalkan secara inklusif kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih adaptif dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi tentang bagaimana setiap individu merasa dilibatkan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. (amar)

Mahasiswa UNY Mengabdi Kelompok Adhinara Laksanakan Program Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3

Mahasiswa Program UNY Mengabdi kelompok ADHINARA melaksanakan program individu bertajuk Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Program tersebut bertujuan mendukung pengembangan kemandirian, kreativitas, dan keterampilan dasar anak beragam abilitas melalui kegiatan edukatif dan interaktif. Mahasiswa melaksanakan kegiatan dengan pendekatan belajar sambil praktik agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Pelaksanaan program menjadi bentuk penerapan konsep Beyond Learning dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kelompok ADHINARA yang dibimbing oleh Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), beranggotakan sembilan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Anggota kelompok tersebut terdiri dari Muhamad Taufik Hidayat dan Ulil Albab (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Nazya Maharani dan Amar Taqwim (Pendidikan Akuntansi), An Nisaa Daning Nurul H, Nadia Anugeraheni, dan Ayu Manah Sri W (Pendidikan Luar Biasa), serta Aifa Maladina Ulya dan Indah Sari Wijayanti (Matematika).

Mahasiswa mengenalkan aktivitas administrasi dasar melalui program Admin Cilik dengan kegiatan pencatatan sederhana, pengenalan identitas diri, dan pengelompokan data ringan. Anak-anak mengikuti kegiatan secara aktif melalui pendampingan langsung dari mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran interaktif digunakan untuk membantu anak-anak memahami materi secara lebih mudah dan menyenangkan. Program Admin Cilik membantu melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan dasar anak-anak dalam aktivitas administrasi sederhana.

Mahasiswa melaksanakan program Gudang Ceria melalui kegiatan pengelompokan dan penyusunan barang sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan anak- anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan karena aktivitas pembelajaran dikemas dalam bentuk praktik dan permainan edukatif. Kegiatan tersebut membantu meningkatkan kemampuan motorik, konsentrasi, serta kerja sama anak-anak dalam aktivitas kelompok. Program Gudang Ceria memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan aplikatif bagi anak beragam abilitas di lingkungan panti.

Program Admin Cilik dan Gudang Ceria dirancang sebagai media pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengalaman belajar secara langsung. Mahasiswa menyesuaikan metode kegiatan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan program diharapkan mampu mendukung pengembangan kemandirian dan kreativitas anak beragam abilitas secara bertahap dan berkelanjutan. (nazya)

Peningkatan Motivasi Prestasi Mahasiswa FEB UNY Dorong Lonjakan Peringkat di Tingkat Universitas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Motivasi Prestasi Mahasiswa pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di Ruang Teater PMD FEB UNY. Kegiatan ini diinisiasi oleh bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) sebagai upaya strategis dalam mendorong semangat berprestasi mahasiswa sekaligus mempertahankan capaian yang telah diraih.Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd.

Ketua panitia, Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa FEB UNY yang telah mengharumkan nama fakultas. Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada peringkat FEB UNY di tingkat universitas, yakni dari peringkat 8 menjadi peringkat 5. “Ini merupakan hasil kerja bersama yang patut kita syukuri dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sebanyak 354 mahasiswa diundang dalam kegiatan ini dan hadir secara penuh. Pada kesempatan tersebut juga diberikan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, meskipun terdapat 10 mahasiswa yang belum menerima sertifikat karena proses pencetakan dilakukan secara terpusat. Panitia juga mengimbau mahasiswa untuk aktif melaporkan setiap capaian prestasi serta memanfaatkan layanan Subbag Akademik untuk pengurusan surat tugas.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa berprestasi. “Saya sangat gembira dapat bertemu dengan mahasiswa FEB UNY yang penuh semangat dan prestasi. Atas nama pimpinan fakultas, saya mengucapkan selamat dan sukses atas capaian yang diraih,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa setiap prestasi mahasiswa akan dipublikasikan melalui media resmi FEB UNY serta mendapatkan pengakuan dalam bentuk Sertifikat Penghargaan, yang bernilai hingga 80 poin dalam Penilaian Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM) serta tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNY, Ani Widayati, M.Pd., Ed.D., dengan tema Strategi Peningkatan Prestasi Mahasiswa FEB UNY. Dalam paparannya, disampaikan bahwa prestasi mahasiswa terbagi menjadi dua kategori, yaitu prestasi akademik dan non-akademik. Prestasi akademik memiliki urgensi penting, antara lain sebagai bentuk kebanggaan bagi orang tua, penghargaan bagi diri sendiri, syarat administrasi dalam dunia kerja, indikator kemampuan intelektual, akses terhadap beasiswa, serta peluang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY berharap dapat terus menumbuhkan budaya positif dan kompetitif di kalangan mahasiswa, serta mendorong peningkatan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. (ist)

Ani Widayati, M.Pd., Ed.D.

DWP FEB UNY Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Bina Siwi pada Minggu (8/3). Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta ini dihadiri oleh Dekan FEB UNY, para Wakil Dekan, serta Ketua dan anggota DWP FEB UNY.

Acara diawali dengan penampilan hiburan musik tradisional berupa gamelan, kulintang, dan angklung yang dimainkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dari Panti Asuhan Bina Siwi. Penampilan tersebut menjadi bentuk ekspresi kreativitas sekaligus keterampilan yang dikembangkan oleh anak-anak di panti asuhan tersebut.

Dalam sambutannya, Pengelola Panti Asuhan Bina Siwi, Jumilah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari keluarga besar FEB UNY. Ia menjelaskan bahwa panti asuhan tersebut saat ini mengasuh 47 anak dengan dukungan 11 pengasuh. Sebagian besar anak merupakan penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita), sehingga pendidikan yang diberikan lebih difokuskan pada pengembangan keterampilan dan kemandirian. Jumilah juga mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen anak di panti asuhan tersebut tidak memiliki orang tua.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berkunjung dan berbagi dengan keluarga besar Panti Asuhan Bina Siwi. Ia mengapresiasi kesabaran dan dedikasi para pengelola panti dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Pada kesempatan tersebut, DWP FEB UNY juga menyerahkan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil partisipasi dosen dan tenaga kependidikan FEB UNY.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui kegiatan ini, FEB UNY berupaya mendukung inklusi sosial serta meningkatkan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor: Soroti Inklusi Keuangan sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dr. Muniya Alteza, M.Si., dosen Departemen Manajemen FEB UNY, resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka yang diselenggarakan di Ruang Konimex FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (13/2). Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga memperkuat pilar akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan FEB UNY dalam menjawab tantangan ekonomi nasional.

Disertasi yang dipertahankan Dr. Muniya Alteza berjudul "Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Analisis Regional Provinsi di Indonesia". Riset ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan sektor keuangan sebagai penyedia dana utama bagi perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui studinya, Muniya menyoroti bahwa meskipun inklusi keuangan telah menjadi fokus strategi nasional, optimalisasi aksesibilitas dan penggunaan layanan keuangan formal masih menjadi kunci utama dalam mendorong kinerja ekonomi, terutama di tingkat regional.

Menggunakan data panel dari 33 provinsi di Indonesia sepanjang periode 2012-2024, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa indeks inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Analisis yang dilakukan menunjukkan konsistensi hasil baik di wilayah Indonesia Barat maupun Timur. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan akses terhadap lembaga keuangan formal secara langsung berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di berbagai provinsi.

Kebaruan utama dalam riset ini terletak pada pengujian peran modal manusia (human capital) sebagai variabel moderasi. Dr. Muniya menemukan bahwa kualitas sumber daya manusia, yang diukur melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA, terbukti memperkuat dampak positif inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan yang lebih baik memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara lebih produktif dan efisien.

Jalannya prosesi ujian terbuka ini dipimpin oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Penguji dan Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA sebagai Sekretaris. Selama menempuh studi doktoralnya, Dr. Muniya berada di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. QCRO sebagai Promotor, serta Aldy Fariz Achsanta, S.E., M. Rech., Ph.D dan Arum Setyowati, S.E., M.M., Ph.D. selaku Co-Promotor. Kelayakan riset tersebut diuji secara kritis oleh dewan penguji yang beranggotakan Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D, Budi Wahyono, S.Pd., M.Pd., Ph.D, Dr. Hidajat Hendarsjah, SSi, MM, serta penguji eksternal Dr. Sylviana Maya Damayanti, S.T., M.B.A. dari Institut Teknologi Bandung.

Suasana khidmat di ruang ujian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, rekan-rekan dosen departemen Manajemen, perwakilan tenaga kependidikan, serta keluarga besar yang memberikan dukungan penuh. Kehadiran pimpinan dan kolega ini menegaskan solidaritas serta komitmen fakultas dalam merayakan setiap pencapaian akademik yang diraih oleh civitas akademikanya. Dr. Muniya kini kembali ke pangkuan FEB UNY dengan membawa ilmu dan kompetensi baru yang siap dibagikan kepada para mahasiswa.

Pencapaian Dr. Muniya Alteza ini relevan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Poin 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan. Melalui temuan bahwa inklusi keuangan yang didukung oleh kualitas modal manusia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, riset ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan untuk mengurangi ketimpangan antarprovinsi di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata akademisi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (fdhl)

Dr. Muniya Alteza dan dewan Penguji

Dosen FEB UNY Arum Darmawati Raih Gelar Doktor, Kaji Kesejahteraan Psikologis Guru Pendamping Khusus

Arum Darmawati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin (9/2/2026). Gelar tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen yang berlangsung di Ruang Konimex, Gedung FEB UNS.

Dalam riset doktoralnya, Dr. Arum mengangkat judul disertasi "Anteseden dan Konsekwensi Emotional Labor: Studi Pada Guru Pendamping Khusus di Indonesia". Penelitian ini memfokuskan pada tuntutan regulasi emosi yang dihadapi oleh Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam konteks pendidikan inklusif. Melalui pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 483 GPK di seluruh Indonesia, riset ini menganalisis bagaimana ketidaksesuaian emosional (emotional dissonance) dapat memicu kelelahan kerja (burnout) yang berdampak pada kepuasan kerja guru.

Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi, baik surface acting maupun deep acting, berpengaruh positif terhadap risiko burnout. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa burnout berperan sebagai mediator yang menurunkan kepuasan kerja guru. Namun, penelitian ini menemukan bahwa sumber daya personal, seperti modal psikologis (psychological capital), mampu menjadi moderator yang membantu individu dalam mengelola emosi ketika menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

Proses pengujian dalam sidang terbuka ini dilakukan oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si., Prof. Dr. Salamah Wahyuni, S.U., dan Dr. Sinto Sunaryo, M.Si. Sementara itu, tim promotor yang membimbing penelitian ini adalah Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Dr. Hidajat Hendarsjah, M.M., serta Dr. Mugi Harsono, M.Si., C.CCM, CCLM.

Agenda akademik ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta para kolega dosen dan tenaga kependidikan dari Departemen Manajemen FEB UNY. Kehadiran keluarga dan kerabat turut melengkapi suasana sidang yang menjadi tonggak pencapaian kualifikasi sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Secara praktis, riset ini memberikan rekomendasi bagi instansi pendidikan untuk memperkuat dukungan organisasi guna meningkatkan kesejahteraan psikologis para pendidik inklusif.

Capaian ini selaras dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian mengenai Guru Pendamping Khusus mendukung poin SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan merata. Selain itu, kajian mengenai regulasi emosi dan kepuasan kerja berkontribusi pada poin SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) terkait kesejahteraan pekerja, serta poin SDGs Nomor 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik bagi anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

FEB UNY Gelar Pengajian Keluarga Besar dan Santunan Menjelang Ramadan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Besar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Teater FEB UNY ini dihadiri oleh segenap jajaran dosen serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan fakultas sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan mental spiritual civitas akademika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UNY, dilanjutkan dengan agenda sosial berupa penyerahan santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial fakultas. Acara inti kemudian diisi dengan tausiah oleh Ust. H. Saebani, M.A., M.Pd., yang mengusung tema "Hikmah Isra Mi'raj dalam menyambut Bulan Suci Ramadan".

Dalam paparan materinya, Ust. Saebani menyoroti paradoks sosial yang terjadi di Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dan kuota haji terbanyak, angka kasus korupsi masih tergolong tinggi. Penceramah menekankan pentingnya membedakan antara gaji dan rezeki; gaji dimaknai sebagai materi berupa uang yang diberikan manusia, sedangkan rezeki berasal dari Allah SWT yang mencakup aspek kesehatan badan dan keharmonisan keluarga.

Lebih lanjut, Ust. Saebani mengingatkan relevansi kesehatan dengan ibadah puasa melalui dalil Shuumuu tasihhuu (berpuasalah niscaya kamu akan sehat). Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang seringkali menjadi dua kenikmatan yang dilupakan manusia, padahal ibadah seperti salat dan puasa berkontribusi pada kesehatan fisik. Menutup materinya, beliau menyampaikan filosofi integritas melalui analogi uang yang nilainya tidak berubah di mana pun diletakkan, serta "filsafat belut" yang bermakna kemampuan seseorang untuk tetap bersih meski hidup di lingkungan yang berlumpur.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa mendukung pencapaian Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Materi mengenai kesehatan fisik dan mental spiritual berkontribusi pada Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pesan moral mengenai integritas dan anti-korupsi sejalan dengan Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

kalam ilahipenyerahan santunan FEB UNYFoto bersama penerima santunanUst. H. Saebani, M.A., M.Pd.

Pages