SDGs #4 Pendidikan

Media Pembelajaran Edukatif Mendukung SDGs ke-4 Melalui Game Mix and Match dalam Pembelajaran Ekonomi

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),Imelda Wiguna melaksanakan kegiatan pembelajaran ekonomi pada Jum’at (18/9/2026) di SMA Negeri 6 Yogyakarta.Kegiatan ini berfokus pada kelas XI khususnya materi pertumbuhan ekonomi dengan menerapkan model pembelajaran (Problem-Based Learning) melalui Inovasi pembelajaran yang lebih Interaktif melalui game Mix and Match.Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk penguatan pemahaman ekonomi yang relevan dengan pembangunan saat ini murid diharapkan dapat memahami konsep tersebut dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah diingat.Untuk mencapai target tersebut pembelajaran dilakukan kegiatan awal pembelajaran dengan penyampaian materi pertumbuhan ekonomi.Selanjutnya dengan mengkoordinasikan murid untuk bermain game Mix and Match dimana setiap murid memilih 1 kartu dimana salah satu kartu tersebut terdapat pertanyaan materi yang sudah dipelajari mengenai pertumbuhan ekonomi dan salah satu kartu lainnya berupa jawabannya lalu murid tersebut mencari pasangan agar kartu tersebut menjadi satu pertanyaan dan jawaban yang benar.Kemudia murid berpasangan tersebut membacakan hasil pencocokannya di depan kelas. 

Penerapan game Mix and Match ini menggabungkan pemahaman materi dengan bekerja sama.Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, sebagian besar murid menunjukkan antusiasme tinggi dan lebih aktif berdiskusi dibandingkan pembelajaran konvensional.Seluruh murid berhasil mencocokkan seluruh kartu dengan benar setelah mengikuti game ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi alternatif efektif untuk mendukung pencapaian pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan bagi murid.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya menghafal istilah secara pasif, tetapi juga dilatih untuk berdiskusi, bekerja sama, dan menganalisis keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi, sehingga tujuan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna.Kegiatan Praktik Kependidikan ini juga diharapkan dapat terus dikembangkan dengan variasi permainan edukatif lain, sehingga pembelajaran ekonomi di sekolah semakin interaktif dan bermakna bagi murid.

          

Mahasiswa PK UNY Terlibat dalam Peringatan Maulid Nabi di SMA Negeri 1 Minggir

SMA Negeri 1 Minggir menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan tema "Maulid Nabi sebagai Momentum Memperkuat Iman, Mempererat Ukhuwah, dan Membentuk Karakter Pelajar" pada Jumat, 4 September 2026, pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di depan hall SMA Negeri 1 Minggir. Perlu diketahui, secara nasional Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, dan SMA Negeri 1 Minggir memilih melaksanakan peringatannya sepuluh hari setelah tanggal tersebut agar dapat dirangkaikan sekaligus dengan agenda sekolah lain yang lebih mendesak. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang bertugas di sekolah tersebut, dengan panitia pelaksana dari ekstrakurikuler keagamaan Rohis Salman Al Farisi. Peringatan Maulid Nabi ini turut dirangkaikan dengan doa bersama menjelang pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, karena tidak hanya menguatkan sisi spiritual, tetapi juga membangun kesiapan mental peserta didik dalam menghadapi rangkaian evaluasi akademik. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa PK tidak hanya menjalankan tugas praktik kependidikan dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan pelantikan anggota baru Rohis Salman Al Farisi sebagai bentuk regenerasi kepengurusan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah. Selanjutnya, acara inti diisi dengan tausiyah oleh narasumber H. Musthofa, S.Ag., M.Pd.I., yang menyampaikan materi mengenai penguatan iman, ukhuwah, dan pembentukan karakter pelajar melalui teladan Nabi Muhammad SAW. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai wujud kesiapan spiritual peserta didik menjelang ASTS dan TKA, kemudian ditutup dengan pembagian hadiah undian sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi peserta.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik, terutama dalam penguatan karakter religius, kedisiplinan, serta kebersamaan antarwarga sekolah. Pelantikan anggota baru Rohis Salman Al Farisi juga menjadi sarana penguatan organisasi kemuridan berbasis keagamaan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk

mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab. Materi yang disampaikan oleh H. Musthofa, S.Ag., M.Pd.I. turut membekali peserta didik dengan nilai-nilai ukhuwah dan ketenangan batin, yang berkontribusi pada kesiapan mereka dalam menghadapi ASTS dan TKA. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya kegiatan seremonial keagamaan, melainkan juga bagian dari upaya sekolah dalam mendukung pencapaian SDGs poin ke-4, yaitu memastikan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan menyeluruh bagi seluruh peserta didik, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Kegiatan peringatan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritual peserta didik di SMA Negeri 1 Minggir. Sinergi antara kegiatan keagamaan dan kesiapan akademik, sebagaimana ditunjukkan melalui doa bersama menjelang ASTS dan TKA, diharapkan dapat menjadi model pembiasaan baik yang memperkuat mutu pendidikan sekaligus mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah.

Penulis: Devina Amaya Zahrani dan Regina Tutik P

#MaulidNabi #SMAN1Minggir #SDGs4 #PKUNY #2026

Gerakan Siap Kerja Mengenal Dunia Kerja dan Membangun Kesiapan Generasi Muda sebagai Implementasi SDG 8 di SMA Negeri 1 Ngemplak

Program “Gerakan Siap Kerja” merupakan bentuk implementasi Sustainable Development Goal (SDGs) 8, yaitu Decent Work and Economic Growth atau pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, yang diterapkan melalui kegiatan pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Ngemplak. Dalam kegiatan Praktek Kependidikan (PK), materi yang disampaikan kepada siswa kelas XI berkaitan dengan ketenagakerjaan, sistem upah, dan pengangguran. Materi tersebut memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan tujuan SDGs 8 karena membahas berbagai hal mengenai tenaga kerja, pekerjaan, pemberian upah, serta permasalahan yang muncul dalam dunia ketenagakerjaan. Melalui materi ketenagakerjaan, siswa diperkenalkan dengan pengertian tenaga kerja, angkatan kerja, kesempatan kerja, serta berbagai jenis tenaga kerja berdasarkan karakteristiknya. Pemahaman tersebut penting agar siswa memiliki gambaran mengenai kondisi dan peran tenaga kerja dalam kegiatan ekonomi.

Selanjutnya, pada materi sistem upah, siswa mempelajari berbagai bentuk sistem pemberian upah serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pemberian imbalan kepada tenaga kerja. Materi ini dapat dikaitkan dengan konsep pekerjaan layak dalam SDGs 8, karena pekerjaan yang layak tidak hanya berkaitan dengan memperoleh pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan adanya imbalan yang sesuai serta kondisi kerja yang baik. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi pengangguran. Siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis pengangguran beserta penyebabnya, seperti pengangguran friksional, struktural, siklikal, musiman, terbuka, dan terselubung. Melalui materi tersebut, siswa dapat memahami bahwa pengangguran merupakan salah satu permasalahan dalam ketenagakerjaan yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi seseorang maupun masyarakat. Pemahaman mengenai penyebab dan jenis pengangguran juga memberikan gambaran kepada siswa mengenai pentingnya memiliki kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. 

Keterkaitan materi ketenagakerjaan dengan SDGs 8 terlihat dari adanya pembahasan mengenai pentingnya kesempatan kerja, pekerjaan yang layak, pemberian upah, serta upaya mengurangi pengangguran. Dengan memahami materi tersebut, siswa diharapkan memiliki pengetahuan mengenai kondisi dunia kerja dan mulai menyadari pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan. Persiapan tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dunia kerja. 

Dengan demikian, kegiatan pembelajaran materi ketenagakerjaan, sistem upah, dan pengangguran yang dilaksanakan selama Praktek Kependidikan dapat menjadi salah satu bentuk pengenalan nilai-nilai SDGs 8 kepada siswa. Meskipun penerapannya dilakukan melalui pembelajaran, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman konsep ekonomi, tetapi juga membantu siswa memahami permasalahan nyata dalam dunia kerja. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan kepada siswa untuk lebih siap menentukan pilihan pendidikan maupun pekerjaan di masa mendatang serta menjadi generasi yang produktif dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mewujudkan Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Aktif pada Materi Perdagangan Internasional di SMA Negeri 1 Pengasih

Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 1 Pengasih merupakan salah satu wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas melalui pengalaman pembelajaran yang aktif dan bermakna. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran Ekonomi bagi peserta didik kelas XII dengan materi perdagangan internasional. Melalui kegiatan pembelajaran dan diskusi kelompok, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep dan teori, tetapi juga mengembangkan literasi ekonomi dengan mengaitkan materi tersebut dengan berbagai fenomena dan aktivitas ekonomi dalam kehidupan nyata. Penguatan literasi ekonomi tersebut diharapkan mampu membantu peserta didik memahami berbagai permasalahan ekonomi secara lebih kritis serta membangun pengetahuan yang relevan dengan kehidupan dan perkembangan ekonomi. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong proses pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan kolaborasi peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran dimulai dengan penyampaian materi yang menjadi landasan pemahaman bagi peserta didik. Berikutnya, peserta didik diajak terlibat dalam diskusi kelompok guna membahas sekaligus mengidentifikasi beragam permasalahan yang berhubungan dengan perdagangan internasional. Melalui kegiatan itu, siswa memperoleh kesempatan untuk mengemukakan pendapat, saling bertukar informasi, dan mengaitkan konsep yang dipelajari dengan fenomena ekonomi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran yang menyertakan partisipasi aktif tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih bermakna serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kerja sama.

Kegiatan pembelajaran ini memberi pengalaman belajar yang mendorong peserta didik bukan hanya untuk memahami materi secara teoretis, tetapi juga untuk mengembangkan literasi ekonomi lewat pemahaman terhadap berbagai aktivitas dan permasalahan ekonomi. Partisipasi siswa dalam diskusi membantu mereka mengasah kemampuan berpikir kritis, mengemukakan pendapat, menerima sudut pandang yang berbeda, serta bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan. Salah satu peserta didik kelas XII E, Keysha Hayu, menyampaikan, “Setelah mengikuti pembelajaran dan diskusi kelompok aku jadi tau apa itu perdagangan internasional, ternyata itu juga sangat berkaitan sama kehidupan ku sehari hari. contohnya aku beli baju di online barang itu di impor dari luar negeri dan aku baru tau kalo barang itu bisa sampai ke indonesia melalui kegiatan perdagangan internasional”. Menurutnya, pembelajaran dan diskusi yang dilakukan membantu dirinya memahami bahwa perdagangan internasional tidak hanya berupa konsep dalam buku, tetapi berkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, pembelajaran perdagangan internasional dapat menjadi wadah untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam memahami dinamika ekonomi di lingkungan sekitar maupun dalam konteks global. Hal ini turut mendukung tercapainya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran yang mengembangkan kompetensi peserta didik secara lebih menyeluruh.

Sebagai tindak lanjut, pembelajaran diharapkan senantiasa dikembangkan melalui penerapan metode yang mampu mendorong keterlibatan peserta didik secara langsung. Pengalaman belajar yang diperoleh melalui penyampaian materi dan diskusi kelompok dapat menjadi salah satu cara untuk membangun pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi siswa. Dengan demikian, kegiatan Praktik Kependidikan bukan sekadar menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam menjalankan proses pembelajaran, melainkan juga berkontribusi dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas serta peningkatan literasi ekonomi peserta didik. (salma)



Dokumentasi: https://drive.google.com/drive/folders/1MW3c0reau4EaAcO1FybIL962iJ9NPf5b?usp=sharing 

Belajar Ekonomi Jadi Lebih Menarik, Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMA Negeri 4 Yogyakarta Pahami Arus Ekonomi lewat Diorama

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Ekonomi bersama peserta didik kelas X E7 SMA Negeri 4 Yogyakarta pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran berbasis proyek dengan membuat diorama arus kegiatan ekonomi empat sektor pada materi Pelaku Kegiatan Ekonomi. Peserta didik menjadi sasaran utama kegiatan dengan terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran dan pembuatan karya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk praktik pembelajaran yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai peran dan hubungan antara rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, pemerintah, dan sektor luar negeri dalam kegiatan ekonomi. Proses pembelajaran dilakukan secara berkelompok dengan mengarahkan peserta didik untuk menyusun diorama yang menggambarkan arus kegiatan ekonomi empat sektor, meliputi arus barang dan jasa, faktor produksi, pendapatan, konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor, dan impor. Peserta didik berdiskusi, membagi tugas, menyiapkan bahan, menyusun komponen diorama, serta memberikan keterangan pada setiap bagian sesuai dengan konsep yang telah dipelajari. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator yang memberikan penjelasan, arahan, dan pendampingan selama proses pengerjaan. 

Pelaksanaan proyek menghasilkan karya diorama yang dapat digunakan sebagai media visual untuk memperjelas hubungan antarpelaku ekonomi. Selain menghasilkan produk pembelajaran, kegiatan ini mendorong peserta didik untuk bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengembangkan kreativitas dalam menyajikan konsep ekonomi. Pembelajaran berbasis proyek juga memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif karena peserta didik tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi mengonstruksi pemahamannya melalui proses pembuatan produk. Hal tersebut mendukung pencapaian SDG 4, khususnya dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran yang bermakna.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik semakin mampu memahami konsep arus kegiatan ekonomi empat sektor secara utuh dan menerapkannya dalam menganalisis berbagai aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pembelajaran Ekonomi yang kontekstual, kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi peserta didik. Dengan demikian, pelaksanaan PK tidak hanya mendukung proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan melalui praktik pembelajaran yang mendukung pencapaian SDGs.

Penulis: Lida Jufrotun Nguyun

Belajar Memilih di Tengah Keterbatasan Sumber Daya, Siswa SMA Negeri 2 Klaten Didorong Terapkan Konsumsi Bijak Melalui Skala Prioritas

Pada tanggal 2 hingga 7 September 2026, siswa kelas X di SMA Negeri 2 Klaten melaksanakan kegitan pembelajaran aplikatif mengenai penyusunan skala prioritas. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran ekonomi yang dirancang untuk menghubungkan konsep ekonomi dengan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Fokus utama kegiatan adalah melatih kemampuan siswa dalam mengambil keputusan ekonomi secara bijak di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Pembelajaran tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya dalam membangun kesadaran untuk menggunakan sumber daya secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Dalam proses pembelajarannya, siswa diajak untuk memahami konsep kelangkaan dan skala prioritas melalui simulasi pengambilan keputusan ekonomi secara langsung. Siswa diberikan sejumlah alokasi dana buatan yang terbatas serta berbagai pilihan kebutuhan dan keinginan yang harus dipertimbangkan secara berkelompok. Dalam simulasi tersebut, siswa tidak dapat membeli seluruh pilihan yang tersedia sehingga mereka harus menentukan barang atau kebutuhan yang dianggap paling penting. Siswa kemudian dibimbing untuk mempertimbangkan biaya peluang, tingkat kepentingan, kebutuhan dan keinginan, serta menyusun daftar prioritas berdasarkan kondisi yang dihadapi. “Awalnya bingung harus beli apa dulu karena uangnya terbatas. Tapi setelah belajar skala prioritas, aku jadi tahu mana yang benar-benar butuh dan mana yang cuma keinginan,” ungkap Hafiza, salah satu siswa kelas X-J.

Melalui kegiatan praktik tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep skala prioritas secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menerapkannya pada situasi yang menyerupai kehidupan sehari-hari. Simulasi membuat siswa belajar bahwa keterbatasan sumber daya menuntut seseorang untuk menentukan pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. Setelah mengikuti kegiatan, siswa mampu menyusun perencanaan konsumsi yang lebih realistis dengan membedakan kebutuhan yang harus didahulukan dan keinginan yang dapat ditunda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran siswa bahwa keputusan konsumsi yang sederhana sekalipun memiliki kaitan dengan penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pembelajaran ekonomi tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga pada pembentukan perilaku ekonomi yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Perubahan pemahaman dan sikap siswa tersebut turut mendapatkan respons positif dari pelaksana pembelajaran. “Metode simulasi ini sangat efektif karena anak-anak tidak hanya menghafal teori ekonomi, tetapi langsung belajar mempraktikkan cara belanja yang bijak. Ini modal penting bagi mereka agar tidak konsumtif,” ujar Andini, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNY yang sedang melaksanakan Praktik Kependidikan. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman tersebut, siswa diharapkan mampu menerapkan keterampilan menyusun skala prioritas dalam mengelola uang saku dan menentukan kebutuhan sehari-hari secara bijak. Kebiasaan seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat daftar belanja, serta mempertimbangkan manfaat sebelum membeli diharapkan dapat membentuk pola konsumsi yang bertanggung jawab dan mendukung SDGs poin 12.

Edukasi Literasi Keuangan melalui Kreasi Melukis Celengan oleh Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 4 di Dusun Dondong Kulon Progo

Kulon Progo, DIY - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program kerja individu berjudul “Edukasi Literasi Keuangan: Kreasi Melukis Celengan” di Dusun Dondong, Bendungan, Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Agustus 2026 dengan mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dan pendamping belajar. Program tersebut menyasar anak-anak usia sekolah dasar di lingkungan setempat, dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan berkisar antara 10-15 anak.

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menanamkan pemahaman finansial dasar sejak dini serta membangun kebiasaan menabung pada anak-anak. Kesulitan yang sering ditemui pada anak usia sekolah dasar adalah minimnya pemahaman mengenai manajemen keuangan sederhana, seperti membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta kebiasaan menghabiskan uang saku secara langsung. Oleh karena itu, kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis, diawali dengan penyampaian materi interaktif mengenai konsep dasar pengelolaan uang, dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab, hingga praktik kreasi melukis celengan menggunakan spidol warna. Melalui pendekatan berbasis seni dan prakarya ini, anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak untuk memahami konsep menabung dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan ekspresif. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung pengembangan metode pembelajaran kreatif serta peningkatan literasi finansial dasar bagi anak-anak di tingkat masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan memperoleh respons positif dan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan orang tua. Penggabungan antara edukasi teori dan aktivitas melukis terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta motivasi anak-anak untuk mulai menyisihkan sebagian uang saku mereka. Salah satu peserta, Lutfi, siswa kelas 5 SD, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut. “Penjelasan dari Kak Vee seru dan gampang dipahami. Saya juga senang sekali bisa melukis celengan sendiri dengan gambar kesukaan saya, jadi bikin makin semangat buat menabung di rumah setiap hari” ungkap Lutfi.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, celengan yang telah selesai dilukis dibawa pulang oleh masing-masing peserta untuk dijadikan media menabung mandiri di rumah. Selain itu, peserta juga dibekali lembar panduan pencatatan tabungan sederhana (saving tracker) yang berguna untuk membantu memantau perkembangan tabungan harian mereka secara konsisten. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada saat pelaksanaan kegiatan saja, tetapi dapat terus membiasakan anak-anak mengelola keuangan secara bijak sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa UNY dalam mendukung pencapaian SDGs 4: Pendidikan Berkualitas di tingkat masyarakat.

Teras Genre: Inovasi Mahasiswa PK UNY Ajak Murid SMAN 1 Bantul Melek Isu Kependudukan

Evelyna Puteri Rinaldo dan para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tengah menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 1 Bantul menginisiasi program "Teras Genre" (Generasi Berencana), sebuah ruang edukasi bagi remaja yang berfokus pada isu kependudukan. Konsepnya menyerupai pojok baca, namun seluruh materi yang disajikan berkaitan langsung dengan kondisi kependudukan di wilayah Bantul. Program ini diresmikan langsung oleh Kepala Balai Pendidikan Kabupaten Bantul dalam sebuah acara sederhana yang turut dihadiri oleh kepala sekolah, guru dan guru pamong, perwakilan OSIS, dan siswa kelas X selaku sasaran utama program. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah dan sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan terkait pendidikan berkualitas, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta perkotaan dan komunitas berkelanjutan.

Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran remaja terhadap dinamika kependudukan di daerah tempat tinggalnya melalui pendekatan lintas disiplin ilmu. Teras Genre memuat infografis yang mengulas empat tema utama: kondisi ekonomi daerah melalui data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kondisi geografis wilayah Bantul, isu sosiologis. Seluruh materi tersebut tidak disusun begitu saja oleh mahasiswa, melainkan bersumber dari hasil riset lapangan siswa kelas X dalam program kokurikuler. Sebelum infografis dibuat, siswa terlebih dahulu terjun langsung ke dusun-dusun di wilayah Bantul untuk mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi bersama perangkat dusun serta warga setempat. Data yang terkumpul kemudian diolah dan divisualisasikan bersama mahasiswa PK menjadi karya kreatif yang dipajang di ruang Teras Genre agar mudah diakses dan dipahami oleh seluruh warga sekolah.

Kontribusi program ini paling menonjol pada capaian SDG 4, sebab Teras Genre secara langsung memperluas akses siswa terhadap pembelajaran yang bermakna dan berbasis pengalaman nyata (experiential learning). Melalui riset lapangan, siswa tidak hanya menerima materi kependudukan secara teoretis di kelas, tetapi juga berlatih keterampilan berpikir kritis, mengumpulkan data primer, serta menyajikan informasi secara sistematis kompetensi yang menjadi inti dari pendidikan berkualitas. Peresmian oleh Kepala Balai Pendidikan Kabupaten Bantul turut menjadi bentuk dukungan resmi bahwa model pembelajaran kolaboratif semacam ini layak direplikasi di sekolah lain. Selain aspek pendidikan, keberadaan infografis kesehatan mental, kriminalitas, dan kondisi wilayah juga menumbuhkan kepedulian sosial siswa terhadap lingkungan sekitarnya. Bagi mahasiswa PK, program ini menjadi wadah penerapan ilmu kependidikan sekaligus kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Ke depan, program Teras Genre diharapkan dapat terus dikembangkan dengan pembaruan data secara berkala serta perluasan cakupan riset ke dusun-dusun lain di Bantul, sehingga isi Teras Genre senantiasa mencerminkan kondisi kependudukan terkini. Pihak sekolah juga berharap program ini dapat dilanjutkan oleh angkatan siswa berikutnya sebagai bagian tetap dari kokurikuler, sehingga Teras Genre tidak hanya menjadi ruang edukasi sementara, melainkan sumber informasi kependudukan yang berkelanjutan yang mendukung capaian pendidikan berkualitas bagi warga sekolah.

Belajar Menentukan Prioritas lewat Permainan Pesawat Kertas sebagai Upaya Mendukung SDGs 4 di SMA Negeri 1 Imogiri Bantul

Pada Senin, 24 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Ekonomi dengan materi Skala Prioritas di kelas X-6 SMA Negeri 1 Imogiri yang beralamat di Jl. Imogiri Timur KM 4 Wukirsari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Niken Ayuningsih, mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta Program Studi Pendidikan Ekonomi, sebagai pengajar. Pembelajaran menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan menghubungkan materi skala prioritas dengan kondisi dan kebutuhan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk memahami bahwa dalam memenuhi kebutuhan yang beragam dengan sumber daya yang terbatas, diperlukan kemampuan untuk menentukan kebutuhan yang harus didahulukan.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara aktif dan interaktif melalui permainan “Pesawat Prioritas”. Pada awal kegiatan, peserta didik diminta menuliskan sebuah pernyataan atau situasi yang berkaitan dengan pilihan kebutuhan sehari-hari pada selembar kertas. Pernyataan tersebut berisi pilihan mengenai kebutuhan mana yang seharusnya didahulukan dalam kondisi tertentu. Setelah selesai menulis, kertas kemudian dibentuk menjadi pesawat dan diterbangkan secara bersama-sama di dalam kelas. Setiap peserta didik kemudian mengambil salah satu pesawat yang didapatkan, membuka dan membaca pernyataan yang tertulis di dalamnya, kemudian memberikan jawaban mengenai kebutuhan yang harus diprioritaskan beserta alasannya. Kegiatan ini membuat peserta didik terlibat langsung dalam proses pembelajaran sekaligus memberikan kesempatan untuk berpikir, mengambil keputusan, dan menyampaikan alasan berdasarkan situasi yang dihadapi.

Melalui permainan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang berfokus pada pemahaman konsep secara teoritis juga pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik belajar bahwa penentuan skala prioritas dapat dipengaruhi oleh tingkat kepentingan, kondisi, serta kebutuhan masing-masing individu. Perbedaan jawaban antarpeserta didik juga menjadi bagian dari proses pembelajaran karena mereka dapat mengetahui berbagai pertimbangan yang digunakan dalam menentukan suatu pilihan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education atau Pendidikan Berkualitas, terutama melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kontekstual, partisipatif, dan bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta mengambil keputusan.

Melalui kegiatan “Pesawat Prioritas”, pembelajaran Ekonomi diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi peserta didik. Peserta didik dapat memahami konsep skala prioritas serta mampu menghubungkannya dengan berbagai pilihan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran berbasis permainan dan konteks nyata seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu upaya menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik serta mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas sesuai dengan SDGs 4.

Penguatan Literasi Keuangan Siswa melalui Pembelajaran Ekonomi untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas (SDG 4) di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman

Mahasiswa Praktik Kependidikan melaksanakan kegiatan penguatan literasi keuangan melalui pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. Kegiatan dilaksanakan tanggal 11 Agustus 2026 Di lingkungan SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Pelaksanaan kegiatan berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 atau SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas serta pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung kehidupan peserta didik.

Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Proses pelaksanaan dilakukan melalui pembelajaran Ekonomi dengan penyampaian materi, penggunaan media pembelajaran, pemberian contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta kegiatan studi kasus dan diskusi. Materi yang diberikan meliputi pengertian dan manfaat literasi keuangan, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pengelolaan keuangan sederhana, pentingnya menabung, serta literasi keuangan digital. Peserta didik juga memperoleh pemahaman mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara aman, termasuk pentingnya menjaga data pribadi, PIN, password, dan kode OTP. Kegiatan melibatkan mahasiswa praktikan sebagai pelaksana pembelajaran, peserta didik sebagai sasaran kegiatan, serta guru Ekonomi yang memberikan pendampingan selama proses pembelajaran.

Kegiatan memberikan dampak positif terhadap pengetahuan peserta didik mengenai pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memperoleh pemahaman mengenai cara membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur penggunaan uang, membuat perencanaan keuangan sederhana, serta mengenali risiko dalam penggunaan layanan keuangan digital. Selain memberikan manfaat secara langsung, kegiatan ini juga mendukung pembelajaran Ekonomi yang lebih kontekstual karena materi dihubungkan dengan permasalahan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Dengan adanya penguatan literasi keuangan tersebut, kegiatan turut berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat digunakan peserta didik dalam mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman literasi keuangan yang telah diperoleh peserta didik dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Penguatan literasi keuangan juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pembelajaran Ekonomi dengan topik dan permasalahan yang relevan. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang berkualitas sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka di masa kini dan masa mendatang.

Pages