SDGs #4 Pendidikan

Peningkatan Literasi Ekonomi dan Kesadaran Kesenjangan Sosial melalui Metode Pembelajaran Interaktif TGT di SMA Negeri 1 Tempel

Sleman — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Ade Vika Sendi Rosiana, melaksanakan kegiatan pembelajaran ekonomi yang inovatif di SMA Negeri 1 Tempel, Selasa (10/9/2026). Kegiatan yang menyasar 36 siswa kelas XI C ini tidak sekadar menjadi rutinitas akademik biasa, melainkan dirancang secara khusus agar terintegrasi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, pembelajaran ini berkontribusi langsung pada SDGs Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan menyediakan pengalaman belajar yang inklusif dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Tujuan 10, yaitu Berkurangnya Kesenjangan, dengan membangun kesadaran para siswa terkait isu distribusi kekayaan dan kemiskinan di Indonesia.

Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran ini adalah memampukan siswa untuk menganalisis dan menghitung Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Nasional Bruto (PNB), hingga Pendapatan Disposabel (DI) secara mandiri dan sistematis. Guna menghindari kejenuhan di dalam kelas, proses pelaksanaan pembelajaran menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT). Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang membagi siswa ke dalam enam kelompok untuk berkompetisi melalui permainan edukasi Flip Bottle. Materi pendapatan nasional diuji saat siswa secara bergantian mengambil kartu soal menantang, sehingga tercipta interaksi yang sangat dinamis dan partisipatif antara pihak-pihak yang terlibat, yakni mahasiswa PK, guru pendamping, dan seluruh siswa.

Kegiatan ini membuahkan hasil dan dampak yang sangat positif, terlihat dari transformasi sikap siswa yang pada awalnya pasif menjadi sangat antusias dan berkolaborasi secara aktif dalam menyusun strategi pemecahan masalah. Selain memberikan manfaat berupa peningkatan kemampuan kognitif dalam berhitung, kepekaan sosial siswa juga semakin menajam. Mereka mampu menganalisis secara kritis bahwa tingginya angka rata-rata pendapatan nasional tidak selalu mencerminkan pemerataan kesejahteraan di masyarakat, yang mana kontribusi pemikiran ini sangat relevan dengan SDGs Tujuan 10. Keberhasilan metode belajar yang menyenangkan ini membuktikan kontribusi nyata terhadap SDGs Tujuan 4 serta mampu menciptakan suasana kelas yang hidup dan partisipatif.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran interaktif ini, para siswa diberikan penugasan pengayaan untuk menyusun infografis yang membandingkan pendapatan per kapita dan tingkat kemiskinan antarnegara. Karya infografis dari masing-masing kelompok tersebut nantinya akan dipamerkan di dalam kelas sebagai media apresiasi sekaligus bahan evaluasi berkelanjutan. Diharapkan, penerapan metode pembelajaran yang partisipatif dan peka terhadap isu-isu sosial-ekonomi aktual ini dapat terus diadaptasi di lingkungan SMA Negeri 1 Tempel, sehingga sekolah mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Cerdas Cermat Ekonomi dalam Outbond Haornas Buka Ruang bagi Siswa untuk Menunjukkan Potensi

Kemampuan siswa tidak selalu dapat terlihat dari bagaimana mereka tampil dalam pembelajaran sehari-hari di kelas. Hal tersebut tergambar dalam kegiatan Cerdas Cermat Ekonomi yang menjadi bagian dari rangkaian outbond dalam memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) di SMA Kolombo Sleman pada Rabu (09/09/26). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Farrinka Aninda Berlian, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), ini memberikan pengalaman berbeda dengan menantang siswa menjawab pertanyaan ekonomi dalam waktu 1 menit. Setiap kelompok berupaya memperoleh poin sebanyak-banyaknya melalui jawaban yang tepat dengan mengandalkan pengetahuan dan kerja sama anggota kelompok.

Menariknya, hasil permainan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dapat berbeda ketika dihadapkan pada situasi belajar yang berbeda. Siswa yang selama pembelajaran di kelas terlihat lebih menonjol secara akademik tidak selalu menjadi siswa yang memberikan jawaban terbanyak. Sebaliknya, beberapa siswa yang cenderung kurang terlihat dalam pembelajaran justru mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan menyumbangkan poin bagi kelompoknya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga dapat muncul melalui keberanian berpendapat, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kemampuan merespons dalam situasi tertentu.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran penting dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education atau Pendidikan Berkualitas. Pendidikan bermutu tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan menunjukkan potensi melalui pengalaman belajar yang beragam. Cerdas Cermat Ekonomi menjadi salah satu bentuk pengintegrasian pembelajaran ekonomi ke dalam kegiatan di luar kelas, sehingga siswa dapat menggunakan kembali pengetahuan yang telah dipelajari melalui aktivitas yang lebih dinamis dan interaktif.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PK UNY turut menghadirkan pengalaman belajar yang memberikan ruang bagi keberagaman kemampuan siswa. Cerdas Cermat Ekonomi tidak hanya menjadi ajang memperoleh poin atau menentukan kelompok pemenang, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk bersinar ketika diberikan ruang dan situasi yang tepat. Dari permainan sederhana dengan batas waktu satu menit, muncul pembelajaran bahwa potensi peserta didik tidak selalu dapat diukur hanya dari apa yang terlihat selama pembelajaran di kelas. (frnk)

 

Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Program Kebersihan Kelas dalam Mendukung Sekolah Berkelanjutan di SMA Negeri 7 Yogyakarta

Sulis Miratul Karimah, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program kerja Lomba Kebersihan Kelas di SMA Negeri 7 Yogyakarta, yang berlangsung sejak bulan Agustus hingga September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelas dari jenjang X hingga XII dan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik. Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa PK UNY dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan tujuan ke-11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), melalui penciptaan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Program Lomba Kebersihan Kelas dirancang untuk mendorong peserta didik agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan belajar mereka sendiri. Penilaian dilakukan secara rutin setiap hari, yaitu sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran berlangsung, dengan memperhatikan beberapa aspek utama seperti kebersihan lantai kelas, kerapian dan kebersihan alat pembelajaran, serta kelengkapan alat kebersihan yang tersedia di masing-masing kelas. Hasil penilaian tersebut kemudian direkap secara berkala, dan pengumuman kelas terbersih dilakukan setiap dua minggu sekali dengan menetapkan satu kelas juara untuk masing-masing angkatan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PK sebagai penilai dan fasilitator, guru wali kelas sebagai pendamping, serta seluruh peserta didik sebagai subjek utama pelaksana kebersihan kelas.

Melalui pelaksanaan program ini, terlihat adanya peningkatan kesadaran peserta didik dalam menjaga kebersihan kelas secara mandiri dan berkelanjutan. Peserta didik menjadi lebih disiplin dalam merawat fasilitas belajar, sekaligus tumbuh rasa kompetisi yang sehat antarkelas untuk meraih predikat kelas terbersih. Bagi pihak sekolah, program ini turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih rapi, nyaman, dan kondusif untuk kegiatan belajar-mengajar. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih yang menjadi bagian dari budaya sekolah, sejalan dengan semangat sekolah berkelanjutan yang selaras dengan tujuan SDGs.

Dengan terlaksananya Lomba Kebersihan Kelas ini, diharapkan kesadaran lingkungan yang telah ditanamkan dapat terus berlanjut meskipun program PK telah berakhir. Pihak sekolah diharapkan dapat mengadopsi kegiatan serupa sebagai program rutin sekolah guna menjaga keberlanjutan budaya bersih di lingkungan SMA Negeri 7 Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan kelas dapat memberikan kontribusi besar terhadap terwujudnya sekolah yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih luas.

KKN-M UNY Bantu UMKM Padukuhan Tulung Terdaftar di Google Maps lewat Program SODIG

Sebanyak tujuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Padukuhan Tulung, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, kini memiliki identitas digital berupa titik lokasi usaha pada Google Maps. Pendampingan tersebut merupakan hasil program SODIG (Sosialisasi dan Pendampingan Digital UMKM) yang dijalankan tim KKN-M Universitas Negeri Yogyakarta pada 5–13 September 2026.

Program ini berangkat dari catatan Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, pada saat penerjunan tim KKN-M. Salah satu permintaannya adalah agar mahasiswa menyusun program kerja pendampingan digital bagi UMKM di wilayahnya yang dinilai masih memerlukan bantuan. Hasil observasi di Padukuhan Tulung memperkuat kebutuhan tersebut. Minimnya visibilitas UMKM di Tulung terlihat dari sebagian pelaku usaha yang belum memiliki titik lokasi pada peta digital dan belum terbiasa menggunakan telepon pintar untuk keperluan usaha, sehingga usahanya sulit ditemukan pembeli dari luar wilayah. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya pengembangan dan pemasaran UMKM di Kalurahan Tamanmartani.

Karena itu, pemanfaatan digital dipilih sebagai sarana promosi sekaligus langkah awal transformasi digital bagi pelaku UMKM. Melalui program SODIG, pelaku usaha tidak hanya dikenalkan pada strategi pemasaran, tetapi juga didampingi langsung agar usahanya dapat ditemukan di ruang digital.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion) pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 15.00–17.30 WIB di rumah Ketua RW 01, Badar. Sosialisasi sengaja ditumpangkan pada pertemuan rutin PKK Padukuhan Tulung dan diikuti 38 peserta. Pelaku UMKM sulit untuk dijangkau dari situ kita mengumpulkan satu per satu, melalui peserta pertemuan PKK juga banyak yang membuka usaha rumahan. Materi disampaikan melalui poster infografis bertajuk “4P Strategi Pemasaran untuk UMKM Kuliner” yang memuat contoh nyata, mulai dari cara memotret produk, menghitung harga jual, mendaftarkan lokasi usaha, hingga memanfaatkan media sosial dan status WhatsApp sebagai sarana promosi.

Tahap berikutnya adalah pendataan UMKM pada 7–9 September 2026 yang menghasilkan 18 UMKM terdata. Pendampingan kemudian dilakukan pada 11–13 September 2026 secara door to door dengan mendatangi seluruh pelaku usaha satu per satu, karena tidak semua hadir pada sosialisasi. Dari kunjungan tersebut, tujuh pelaku usaha bersedia didampingi memetakan lokasi usahanya, lima di antaranya telah terverifikasi dan muncul pada pencarian Google Maps, sedangkan dua lainnya masih menunggu proses verifikasi.

Pendampingan juga menghadirkan temuan yang menarik. Tiga pelaku usaha memilih tidak dipetakan. Pemilik usaha pemotongan ayam, misalnya, menilai pasokan dan permintaan usahanya sudah seimbang dengan pelanggan tetap yang dimiliki, sementara jumlah tenaga kerjanya terbatas sehingga ia khawatir kewalahan bila pesanan bertambah. Tim menghormati keputusan tersebut dan mencatatnya sebagai pelajaran bahwa digitalisasi perlu disesuaikan dengan kapasitas setiap usaha.

Selain penolakan, tim menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan literasi digital pemilik usaha yang sebagian hanya terbiasa menggunakan WhatsApp, jaringan seluler yang kurang stabil di beberapa titik, serta pelaku usaha yang belum memiliki akun Google. Pada kunjungan yang sama, tim KKN-M turut membantu warga mengisi pendataan FORKAL (Forum Kalurahan) milik Kalurahan Tamanmartani sehingga satu kunjungan dapat menjawab dua kebutuhan sekaligus.

Program SODIG dijalankan dengan Hafif Pramana sebagai penanggung jawab program kerja, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Aulia Majid, S.T., M.Eng., serta dengan dukungan Dukuh Tulung, Veronica Hapsari Widyanti, dan pengurus PKK setempat. Ke depan, tim berharap pelaku UMKM dapat mengelola sendiri informasi usahanya, mulai dari memperbarui jam buka, menambah foto produk, hingga menanggapi ulasan pelanggan. Pendampingan lanjutan dan dukungan pemerintah kalurahan dinilai tetap diperlukan agar digitalisasi UMKM di Padukuhan Tulung berkelanjutan.

Mahasiswa PK UNY Intregrasikan Nilai SDGs melalui Pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja di SMK Negeri 2 Purworejo

Purworejo, 17 September – Aliefieya Az-Zahra, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja di SMK Negeri 2 Purworejo. Pembelajaran ini mengangkat tema “Think Before You Speak: Membangun Komunikasi yang Sopan, Jelas, dan Bertanggung Jawab di Tempat Kerja” dengan peserta didik sebagai sasaran utama. Pembelajaran tersebut mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Pembelajaran dilaksanakan melalui diskusi dan analisis kasus yang berkaitan dengan komunikasi di lingkungan kerja. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan empat situasi yang dapat terjadi dalam komunikasi professional, yaitu menerima telepon dari pelanggan, menyampaikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, merespons rekan kerja yang mengalami kesulitan, serta menangani penelepon ketika orang yang dituju sedang tidak berada di tempat. Setiap kelompok diminta untuk menganalisis permasalahan pada masing-masing kasus, mengidentifikasi dampak yang mungkin terjadi, serta menentukan cara berkomunikasi yang tepat. Hasil pembahasan kemudian dituliskan pada buku masing-masing untuk selanjutnya di presentasikan oleh kelompok yang ditunjuk.

Melalui proses pembelajaran tersebut, peserta didik diajak untuk tidak hanya memahami prosedur komunikasi yang telah dipelajari, tetapi juga mempertimbangkan penerapannya dalam situasi yang dapat ditemui di dunia kerja. Pembahasan kasus mendorong peserta didik untuk mengemukakan pendapat, bekerja sama, berpikir kritis, dan mempertimbangkan dampak dari cara seseorang menyampaikan infromasi kepada orang lain. Nilai sopan, jelas, menghargai, dan bertanggung jawab menjadi bagian yang ditekankan dalam pembelajaran. Hal tersebut berkaitan dengan SDGs 4 melalui pengembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik, serta SDGs 16 melalui pembiasaan komunikasi yang bertanggung jawab dan menghargai orang lain.

Pembelajaran berbasis nilai SDGs ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi peserta didik, terutama dalam mempersiapkan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di lingkungan kerja. Integrasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran juga diharapkan dapat terus diterapkan dalam proses pendidikan sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman terhadap materi, tetapi juga memiliki sikap dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

 

Asah Keterampilan Komputer Akuntansi Siswa Lewat Praktik MYOB

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta, Ananda Syavitri, melaksanakan Praktik Kependidikan di SMK Negeri 1 Kokap dengan mengajar mata pelajaran Komputer Akuntansi yang berbasis aplikasi MYOB. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas XI Akuntansi yang berjumlah 34 orang, dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK Negeri 1 Kokap. Kegiatan ini berlangsung dari 30 Juli sampai 17 September 2026, secara teratur setiap hari Senin pukul 08.30 - 10.30 WIB dan Kamis pukul 14.00 - 15.30. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4, yang menekankan pentingnya pembelajaran yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memberikan bekal kepada siswa dalam kemampuan menggunakan aplikasi MYOB untuk menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan secara menyeluruh, mulai dari pengisian data awal hingga penyusunan laporan keuangan.  Proses pembelajaran dilakukan dalam dua tahap: pada tahap pertama, mahasiswa PK menjelaskan materi dan mendemonstrasikan langkah kerja di aplikasi MYOB secara bertahap, sedangkan pada tahap kedua, siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan pemahamannya secara mandiri melalui sebuah studi kasus. Kasus yang digunakan berfokus pada perusahaan dagang PT Cahaya Mentari, di mana siswa diminta untuk menyelesaikan serangkaian transaksinya sendiri, dimulai dari tahap awal pembuatan kartu file untuk pelanggan dan pemasok hingga tahap akhir penyusunan laporan laba rugi dan neraca di akhir periode. Dalam kegiatan ini, guru pengampu mata pelajaran Komputer Akuntansi, Erna Rokhmanawati, S.Pd. turut berperan sebagai guru pamong untuk memantau perkembangan siswa selama praktik. 

Antusiasme siswa terlihat sangat baik sejak awal pembelajaran, di mana sebagian besar siswa berhasil menyelesaikan kasus PT Cahaya Mentari  dengan hasil yang tepat. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang membutuhkan bimbingan ulang pada beberapa tahap, terutama pada bagian yang dirasa lebih sulit, sehingga pendampingan individu tetap dilakukan bagi siswa yang memerlukannya. Metode penjelasan konsep sebelum praktik mandiri ini telah terbukti membantu para siswa memahami cara kerja dengan lebih komprehensif, bukan sekadar mengikuti prosedur tanpa memahami latar belakangnya. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran yang sistematis dapat meningkatkan penguasaan keterampilan teknis dan kejuruan, sejalan dengan tujuan SDG 4 dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta memberikan arti bagi peserta didik.

Dengan metode pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan konsep dan praktik mandiri ini diharapkan dapat terus digunakan dan ditingkatkan di SMK Negeri 1 Kokap, sehingga siswa dapat lebih mahir dan percaya diri dalam menggunakan aplikasi akuntansi sebagai persiapan untuk Uji Kompetensi Keahlian dan dunia kerja di masa depan. 

 

Dukung SDG 4 dan 16, Mahasiswa KKN UNY Gelar Pelatihan Karakter dan Anti-Bullying di SD Negeri 2 Kawengan

Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pendidikan Karakter: Leadership, Teamwork, dan Stop Bullying bagi siswa kelas 5 SD Negeri 2 Kawengan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter siswa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini berkaitan langsung dengan SDG Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya target 4.a mengenai penyediaan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan, serta SDG Nomor 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) terkait upaya penghentian segala bentuk perundungan dan kekerasan pada anak.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya sikap kepemimpinan (leadership) dan kerja sama tim (teamwork). Para siswa diajak berpartisipasi dalam permainan dinamika kelompok (problem-solving games) untuk melatih komunikasi, pembagian peran, dan rasa saling percaya antar sesama teman.

Selain materi kepemimpinan, siswa kelas 5 SD Negeri 2 Kawengan juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bahaya perundungan (bullying), baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Melalui metode peragaan simulasi (roleplay), siswa dilatih untuk bersikap tegas menolak perundungan, merespons dengan tepat saat melihat aksi bullying, serta tidak menjadi penonton pasif (bystander).

Sebagai penutup kegiatan, seluruh siswa kelas 5 dan mahasiswa KKN UNY membubuhkan cap tangan pada "Pohon Komitmen Anti-Bullying" di dinding kelas sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga suasana belajar yang kondusif dan ramah anak.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, SD Negeri 2 Kawengan diharapkan dapat terus mempertahankan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter serta berjiwa pemimpin.

Dari Limbah Menuju Lingkungan Sekolah Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Eco-Enzyme di SMA Negeri 7 Yogyakarta

Lima mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program pembuatan eco-enzyme bersama siswa kelas X SMA Negeri 7 Yogyakarta pada Kamis, 3 September 2026 dan Jumat, 4 September 2026. Salah satu mahasiswa pelaksana dalam kegiatan tersebut adalah Jelita Putri Avriana dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UNY. Berbeda dari sekadar praktik pembuatan, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang berkelanjutan, di mana eco-enzyme yang dihasilkan diarahkan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan penghijauan di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Kegiatan ini bertujuan mengajak siswa memahami bahwa limbah organik, khususnya sisa buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak berhenti menjadi sampah, melainkan dapat diolah kembali menjadi eco-enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, kelima mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan mengenai proses fermentasi eco-enzyme sekaligus mendampingi siswa menyusun rencana pemanfaatannya setelah proses fermentasi selesai. Jelita Putri Avriana secara khusus mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di kelas X-7 dan X-8, termasuk mendampingi diskusi bersama siswa dan koordinator kokurikuler serta WAKA Humas mengenai area sekolah yang akan menjadi sasaran penghijauan menggunakan hasil eco-enzyme. Pihak sekolah turut dilibatkan agar pemanfaatan eco-enzyme untuk pemeliharaan tanaman dapat berjalan selaras dengan program penghijauan yang sudah ada di lingkungan sekolah.

Keterlibatan siswa dalam merancang pemanfaatan eco-enzyme ini turut meningkatkan kepedulian mereka terhadap pengelolaan limbah organik di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyadari bahwa hasil olahan limbah dapat memberi manfaat nyata, salah satunya melalui penggunaannya sebagai pupuk cair maupun cairan pembersih ramah lingkungan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan penghijauan sekolah. Kebiasaan mengolah dan memanfaatkan kembali limbah organik ini sejalan dengan semangat SDG 12 dalam mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, sekaligus turut mendukung SDG 13 melalui kontribusi sederhana terhadap upaya penanganan perubahan iklim di lingkup sekolah.

Eco-enzyme yang telah dibuat akan menjalani proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan sebelum dapat dipanen dan dimanfaatkan. Setelah pelaksanaan PK berakhir, proses pemantauan dan pemanfaatannya direncanakan dilanjutkan oleh siswa bersama penanggung jawab kelas, agar program ini tidak berhenti sebatas kegiatan pembelajaran, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Melalui langkah sederhana ini, diharapkan pemanfaatan eco-enzyme untuk mendukung tanaman dan penghijauan sekolah dapat terus dilakukan oleh warga sekolah secara mandiri, sekaligus menjadi bagian dari budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan berkelanjutan.

Kukuhkan Status Sebagai Salah Satu Prodi Rujukan Nasional, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Raih Akreditasi Unggul

Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta! Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (PADP) resmi meraih predikat akreditasi tertinggi, "Unggul", sebuah pencapaian gemilang yang menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan berkualitas kelas dunia.

Predikat bergengsi ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 2109/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026, dengan masa berlaku hingga 28 September 2031. Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pengakuan resmi atas mutu penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi — mulai dari kurikulum, tenaga pengajar, sarana-prasarana, hingga kualitas lulusan — yang telah melampaui standar nasional.

Dengan status Unggul ini, Prodi PADP FEB UNY semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu program studi rujukan di bidang pendidikan administrasi perkantoran di Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan dalam berkiprah di dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Pencapaian ini menjadi momentum bagi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus melangkah lebih jauh, menghadirkan inovasi, dan menjaga marwah keunggulan yang telah diraih bersama.

Peringkat Akreditasi: Unggul

SK LAMDIK: No. 2109/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026

Masa Berlaku: s.d. 28 September 2031

Pelatihan Praktik Simulasi Perkantoran Hadirkan Pengalaman Nyata bagi Siswa SMK Negeri 1 Banyudono

Pendidikan Administrasi Perkantoran (FEB UNY) menyelenggarakan Pelatihan Praktik Simulasi Perkantoran bagi siswa SMK Negeri 1 Banyudono pada Kamis (24/09/26) lalu. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Simulasi Perkantoran FEB UNY. Peserta merupakan siswa program keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Negeri 1 Banyudono.sambutan dekan Sutirman

Pelatihan ini bertujuan menambah wawasan siswa tentang dunia perkantoran modern melalui praktik langsung. Dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mencoba berbagai kegiatan yang lazim dilakukan di lingkungan kerja profesional. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan di Ruang Auditorium FEB UNY dan pengarahan singkat mengenai tujuan serta alur pelatihan. Setelah itu, para siswa mengikuti praktik sesuai materi yang telah disiapkan oleh tim program studi dan tim laboratorium.

foto bersama SMK N 1 BanyudonoSiswa mempelajari dan mempraktikkan simulasi rapat, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penyusunan notulen. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung tentang peran-peran yang saling berkaitan dalam mendukung kelancaran rapat. Pada sesi terakhir, siswa berlatih melayani tamu dan mengelola komunikasi perkantoran, sehingga kemampuan pelayanan prima dan sikap profesional mereka semakin terasah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa SMK Negeri 1 Banyudono memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Kegiatan ini juga diharapkan mempererat kerja sama antara PADP FEB UNY dan SMK Negeri 1 Banyudono dalam mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja.

 

Pages