SDGs #17 Kemitraan

Mahasiswa UNY Dampingi Pengembangan Karakter, Literasi, dan Teknologi di Panti Asuhan Al-Muthi'in

Program PLK UNY Mengabdi Hadirkan Pendampingan Holistik untuk Meningkatkan Kesehatan Mental, Keterampilan, dan Minat Belajar Remaja Panti Asuhan Al Muthi’in

Bantul, 24 Mei 2026 | UNY Mengabdi | Tim PLK Al-Muthi'in



Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai 15 Februari hingga 24 Mei 2026, mengusung tema “Pemberdayaan Remaja Panti melalui Pendampingan Holistik dalam Penguatan Kesehatan Mental, Karakter, Literasi, Keterampilan, Teknologi, dan Minat Belajar di Panti Asuhan Al-Muthi'in.”

Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in terdiri atas Shafa Nisrina (Program Studi Manajemen), Ayu Retno Pratiwi (Program Studi Manajemen), Rasendria Emilia Arsanti (Program Studi Manajemen), Salwa Anasti Rahayu (Program Studi Manajemen), Ali Fianur Dian Riaqi (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Iqbaladi Syah Putra (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Surya Tamba (Program Studi Kimia), Mutma' Innatul Hasanah (Program Studi Kimia), Arlinda Wulan Anggraini (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Elisabeth Selvia Dewi Nugraheni (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan adanya kebutuhan pendampingan pada aspek kesehatan mental, pengelolaan emosi, motivasi belajar, pengembangan keterampilan, literasi, serta pemanfaatan teknologi bagi anak-anak panti asuhan. Melalui pendekatan holistik, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan keterampilan hidup anak-anak.

Sebagai program utama, tim melaksanakan kegiatan “Ruang Tanpa Topeng: Menjadi Diri Sendiri dengan Mengenal, Menerima, dan Menguatkan Diri” yang bekerja sama dengan mahasiswa Laboratorium Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini bertujuan membantu anak-anak mengenali diri, memahami kondisi emosional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan melalui skrining sederhana, penyampaian materi kesehatan mental, refleksi diri, dan berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh mahasiswa psikologi.

Selain itu, tim juga melaksanakan program hidroponik sebagai sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam modern sekaligus pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan panti. Anak-anak diajak secara langsung merakit instalasi hidroponik, melakukan penyemaian benih, hingga memahami proses perawatan tanaman. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sederhana.

Untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama, tim menyelenggarakan kegiatan outbound bertajuk “Ruang Rangkul”. Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan kelompok, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Pada bidang literasi dan pendidikan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program seperti Pojok Baca, Poster Kimia, dan Dinding Inspiratif (Mading). Program-program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan hasil karya mereka. Kehadiran pojok baca yang lebih menarik dan edukatif diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak panti.

Di bidang pengembangan diri dan kewirausahaan, tim melaksanakan program Self Development, Menabung Sejak Dini, Cipta Wiramuda, Creativity to Profit, dan Pencatatan Keuangan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman belajar mengenai pengelolaan keuangan sederhana, budaya menabung, pemasaran produk, public speaking, hingga pengembangan kreativitas yang memiliki nilai ekonomi. Berbagai hasil karya seperti tote bag, gantungan kunci, gelang, dan phone strap berhasil dibuat dan dipasarkan sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana.

Pada bidang sains dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan program Ecoenzym yang mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Anak-anak diajak memahami konsep dasar kimia lingkungan sekaligus mempraktikkan pembuatan ecoenzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk organik cair.

Sementara itu, pada bidang seni dan kreativitas, dilaksanakan program Shibori yang memperkenalkan teknik pewarnaan kain asal Jepang. Anak-anak membuat berbagai motif unik pada taplak meja melalui teknik lipat, ikat, dan gulung sehingga menghasilkan karya kreatif yang bernilai estetis sekaligus berpotensi menjadi produk usaha.

Pada bidang teknologi, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika menghadirkan program Mechabot dan MechaCare. Program Mechabot memperkenalkan dasar-dasar robotika, logika pemrograman, penggunaan sensor, serta pengendalian robot berbasis mikrokontroler. Anak-anak belajar langsung bagaimana sebuah robot dapat diprogram untuk bergerak dan merespons kondisi lingkungan.

Sementara itu, melalui program MechaCare (Mechatronics Care), peserta diperkenalkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang menjadi salah satu teknologi penting pada era Revolusi Industri 4.0. Anak-anak mempelajari konsep dasar IoT, mengenal komponen seperti ESP32 dan sensor DHT11, serta menyaksikan demonstrasi sistem monitoring suhu berbasis internet menggunakan platform ThingSpeak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana data dapat dikirim, dipantau, dan ditampilkan secara real-time melalui jaringan internet.

Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi mitra, tim juga mengembangkan website resmi Panti Asuhan Al-Muthi'in yang dapat diakses melalui alamat almuthiin.website. Website tersebut dirancang sebagai media informasi dan publikasi digital yang memuat profil lembaga, sejarah berdirinya panti, visi dan misi, layanan pengasuhan, data anak asuh, kegiatan sehari-hari, serta informasi donasi bagi masyarakat. Kehadiran website ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan antara panti asuhan dengan masyarakat dan para donatur.

Selain program-program yang telah direncanakan, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan insidental seperti pendampingan TKA, buka bersama Ramadan, perbaikan lantai aula, serta kegiatan syawalan bersama keluarga besar Panti Asuhan Al-Muthi'in. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap berbagai aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan panti.

Pimpinan Panti Asuhan Al-Muthi'in, Muhammad Dahlan, menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama kegiatan PLK berlangsung. Menurutnya, program-program yang diberikan tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta bermanfaat bagi pengembangan karakter mereka.

Melalui program PLK UNY Mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif melalui kegiatan pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.



Narahubung: Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in 2026

Lokasi: Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Menyemai Green Mindset Sejak Dini, Mahasiswa UNY Edukasi Daur Ulang dan Pemilahan Sampah di SD N Jetisharjo

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan proyek sosial berupa sosialisasi daur ulang sampah di SD Negeri Jetisharjo Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman. Kegiatan ini digagas oleh kelompok mahasiswa yang diketuai Wulan Anggraeni bersama empat anggota lainnya, yakni Umi Nuriyah, Adinda Rahmawati, Ni'matus Sa'adah, dan juga Endah Novitasari dengan bimbingan serta arahan dari dosen pengampu yakni Dr. Arwan Nur Ramadhan, M. Pd.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar di SD Negeri Jetisharjo mengenai pentingnya pengelolaan sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan kembali sampah yang masih dapat didaur ulang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat sejak kecil.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, dan diskusi sederhana terkait pengelolaan sampah kepada anak-anak kelas tiga.

Pihak sekolah selaku mitra kegiatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Selaku kepala sekolah Ibu Eny menyampaikan kesan positif terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa UNY.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UNY yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong pemahaman, dan adanya perubahan perilaku yang positif dalam menjaga lingkungan. Program ini sangat mendukung upaya sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik," ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan wilayah padukuhan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat, UNY berharap program serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran lingkungan berbasis komunitas.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun masyarakat Padukuhan Jetis. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan, diharapkan masyarakat sejak kecil dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik secara berkelanjutan.

Dokumentasi kegiatan:

Video kegiatan: https://youtu.be/diQNBl3DCRg?feature=shared

Penulis:

Arinda, Umi, Ima, Wulan, Endah

Penguatan Financial Literacy dan Basic Marketing Skills secara Inklusif melalui Program AQUILIA dalam PLK UNY Mengabdi 2026

Program kerja mahasiswa tidak selalu harus tampil megah dengan konsep yang rumit dan penuh istilah teknis. Kadang justru hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi pengalaman belajar yang paling membekas, apalagi ketika prosesnya dilakukan bersama anak-anak yang memandang dunia dengan cara yang berbeda namun tulus. Melalui program kerja AQUILIA (Accounting QUality and Inclusive Literacy for Individual Accountability), Amar Taqwim atau yang akrab disapa Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 mencoba menghadirkan pembelajaran literasi keuangan dan marketing yang inklusif bagi anak asuh Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Panti 3 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Program kerja ini dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2026, dimulai dari tahap perencanaan dan observasi pada 1 Januari 2026, penerjunan pada 21 Februari 2026, hingga penarikan pada 15 Mei 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak asuh panti yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas intelektual. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana materi tersebut dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Amar melihat bahwa pembelajaran mengenai keuangan sering kali dianggap terlalu kompleks bahkan untuk anak-anak pada umumnya, sehingga anak berkebutuhan khusus pun kerap tidak mendapat akses pembelajaran yang sesuai. Dari pemikiran tersebut, AQUILIA dirancang sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dengan menggabungkan simulasi, media visual, praktik langsung, dan interaksi sederhana agar anak-anak dapat memahami konsep keuangan tanpa merasa tertekan oleh pembelajaran yang terlalu teoritis.

AQUILIA sendiri terdiri atas dua kelas utama, yaitu kelas literasi keuangan dan kelas marketing. Pada kelas literasi keuangan, pembelajaran dibagi menjadi lima tahapan, mulai dari Money Buddy yang mengenalkan konsep dasar uang, Happy Shopping yang mengajarkan cara membelanjakan uang, Smart Wallet mengenai menyimpan dan mengelola uang, Wise Borrowing terkait meminjam dan mengembalikan pinjaman, hingga Finance Ettiquete yang membahas etika keuangan sederhana seperti perilaku mencuri, menipu, dan korupsi. Sementara itu, pada kelas marketing, anak-anak mengikuti kegiatan Show and Sell dengan belajar menyusun kalimat promosi sederhana sekaligus mempraktikkan cara menawarkan produk secara langsung.

Mengajarkan konsep keuangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus ternyata bukan sekadar soal mengenalkan nominal uang atau aktivitas jual beli saja. Di sisi lain, proses belajar itu juga menjadi ruang untuk melatih keberanian, komunikasi, sampai bagaimana mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dan justru di titik itulah kegiatan ini terasa hidup. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika diperlihatkan media pembelajaran seperti uang mainan, kartu belanja, maupun simulasi transaksi sederhana. Ada yang langsung aktif membeli berbagai barang saat praktik berlangsung, ada juga yang masih malu-malu dan akhirnya ditarik oleh teman lainnya untuk ikut mencoba.

Momen-momen kecil selama pembelajaran pun menjadi pengalaman yang cukup membekas bagi Amar dan tim PLK. Beberapa anak sempat kebingungan ketika dihadapkan pada dua jumlah uang yang nilainya sama tetapi tersusun dari nominal berbeda. Namun kemudian, perlahan mereka mulai memahami konsep tersebut melalui pendampingan dan simulasi berulang. Bahkan pada sesi Finance Ettiquete, beberapa anak mampu memberikan respons spontan mengenai perilaku bijaksana dalam menggunakan uang. Ada yang tiba-tiba berkata bahwa temannya tidak boleh korupsi, ada pula yang mengeluh uangnya habis tetapi masih ingin membeli barang lain. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat suasana belajar terasa hangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami konteks pembelajaran yang diberikan.

Melalui program kerja AQUILIA, Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 berharap bahwa literasi keuangan dan marketing tidak hanya menjadi pengetahuan eksklusif bagi kalangan tertentu saja. Sebaliknya, pembelajaran mengenai uang, pengelolaan keuangan, dan etika finansial juga perlu dikenalkan secara inklusif kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih adaptif dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi tentang bagaimana setiap individu merasa dilibatkan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. (amar)

Mengasah Kompetensi Pedagogik dan Keterampilan Mangajar melalui Penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Mini Micro Teaching sebagai bagian dari penugasan akhir Mata Kuliah Model Pembelajaran Akuntansi pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar mahasiswa melalui pengalaman langsung dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama perkuliahan sebagai bekal menjadi calon pendidik profesional.

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam program Mini Micro Teaching. RPP yang disusun memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media pembelajaran, asesmen, serta langkah-langkah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Melalui proses ini, mahasiswa dilatih untuk merancang pembelajaran yang sistematis, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Kemampuan merencanakan pembelajaran menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas.

Setelah menyelesaikan penyusunan RPP, mahasiswa melaksanakan Mini Micro Teaching sebagai bentuk implementasi dari perangkat pembelajaran yang telah dirancang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai guru dan mempraktikkan proses pembelajaran di hadapan rekan mahasiswa. Berbagai model pembelajaran inovatif diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, pengelolaan kelas, pemanfaatan media pembelajaran, serta kemampuan mengambil keputusan dalam berbagai situasi pembelajaran.

Manfaat tersebut turut dirasakan oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan Mini Micro Teaching. Salah satu mahasiswa Pendidikan Akuntansi FEB UNY mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dalam mengaplikasikan teori pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan. “Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching memberikan kesempatan bagi kami untuk menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran. Melalui pengalaman ini, saya menjadi lebih memahami pentingnya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif,” ungkapnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan profesi sebagai pendidik di masa depan.

Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar calon guru, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan keterampilan profesional mahasiswa, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan Program Studi Pendidikan Akuntansi dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan. (ayu, awalia, fibri)

FEB UNY Gandeng Guru Besar dari UiTM Malaysia Guna Perkuat Metodologi Riset dan Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar rangkaian program Visiting Top Professor pertamanya di bulan Juni 2026. FEB UNY menghadirkan akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Prof. Dr. Razana Juhaida Johari, CPA (M), CA (M). Rangkaian perkuliahan intensif yang mengusung topik utama Research Methodology ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada 2–3 Juni 2026 bertempat di ruang Auditorium FEB UNY dan dilanjutkan sharing session bersama jajaran dekanat pada 4 Juni 2026. Kegiatan akademik berskala internasional ini dihadiri oleh sedikitnya 150 mahasiswa yang berasal dari kombinasi jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di lingkungan FEB UNY.

Prof. Razana yang menjadi pimpinan di Institute of Leadership & Development (ILD) UiTM serta pengajar di Faculty of Accountancy UiTM ini memfokuskan pemaparan publiknya pada metode penelitian pendidikan akuntansi (Research Method in Accounting Education). Dalam sesi perkuliahan pada hari-hari pertama, Prof. Razana mengupas tuntas dasar-dasar riset pendidikan beserta jenis dan kategorinya. Beliau menjelaskan secara detail mengenai bagaimana seorang penguji menilai aspek metodologi dalam sebuah evaluasi proposal riset, mulai dari strategi pengambilan sampel yang memadai hingga kepatuhan terhadap nilai-nilai etika penelitian. Selain itu, materi juga diarahkan pada pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, di mana peserta diajarkan membedakan instrumen kuantitatif seperti survei berskala Likert dengan instrumen kualitatif seperti panduan wawancara mendalam (interview protocol).

Memasuki materi lanjutan, fokus pembahasan beralih ke teknik analisis data serta alur kerja pemrosesan data (data processing workflow) yang meliputi penyuntingan, pengodean, hingga entri data. Prof. Razana memaparkan indikator kualitas data (goodness of data), termasuk penggunaan nilai Cronbach's Alpha untuk menguji reliabilitas serta evaluasi multikolinearitas melalui Variance Inflation Factor (VIF). Pengenalan uji hipotesis statistik juga diberikan secara komprehensif, di mana mahasiswa dipandu untuk menginterpretasikan indikator utama seperti koefisien jalur, t-value, dan p-value guna menentukan signifikansi hubungan antarvariabel.

Di samping memberikan kuliah umum bagi mahasiswa, rangkaian program ini juga diisi dengan agenda sharing session strategis antara Prof. Razana dengan jajaran dekanat serta pimpinan program studi di FEB UNY. Dalam sambutannya pada sesi tersebut, Dekan FEB UNY menyampaikan bahwa institusinya masih harus banyak belajar dari pengalaman tata kelola yang dimiliki oleh UiTM Malaysia. Sesi diskusi interaktif ini dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama, berdiskusi mengenai sistem pengelolaan lembaga, fakultas, maupun program studi, serta mengagendakan kunjungan balik dari pihak UNY ke Malaysia di masa mendatang.

Salah satu fokus penting dalam sharing session tersebut adalah pembahasan strategi dalam menghadapi akreditasi internasional. Kesempatan ini dinilai sangat tepat mengingat prodi-prodi jenjang magister dan doktor di FEB UNY akan menjalani akreditasi internasional. Melalui transfer pengetahuan dan kemitraan dengan UiTM Malaysia ini, FEB UNY optimis dapat memantapkan langkahnya dalam memenuhi standar global, sekaligus mencetak lulusan dan menghasilkan output riset yang diakui di tingkat internasional. (fdhl)

Mahasiswa PLK UNY Mengabdi 2026 Dasasena Cakra Tingkatkan Fasilitas Pengelolaan Sampah melalui Renovasi TPS di Dusun Jurugan

Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam kelompok Dasasena Cakra melaksanakan program kerja berupa renovasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dilaksanakan selama periode PLK tahun 2026 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa PLK terdiri dari sepuluh mahasiswa dari tiga fakultas yaitu Rayhan Satria Lexandara Lova (S1 Pendidikan Akuntansi), Ane Desika (S1 Pendidikan Akuntansi), dan Anisa Dian Asri (S1 Pendidikan Akuntansi) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY; Melani Devi Isna Soimah (S1 Manajemen Pendidikan), Salwa Maura Sulantika Putri (S1 Manajemen Pendidikan), Desy Nur Anggraeni (S1 Manajemen Pendidikan), Cintantia Maura Khansa (S1 Manajemen Pendidikan), dan Khansa Nadhifah Julfikar (S1 Manajemen Pendidikan) dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY; serta Willyanto Muhammad (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dan Rio Riandhika (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dari Fakultas Teknik (FT) UNY. Selain mahasiswa, turut terlibat pula pengelola TPS, perangkat dusun, serta masyarakat setempat yang berpartisipasi dalam proses pembangunan dan perbaikan fasilitas.

Program renovasi TPS ini dilatarbelakangi oleh kondisi bangunan pengelolaan sampah yang sebelumnya masih menggunakan material sederhana berbahan herbal pada bagian tungku pembakaran. Seiring berjalannya waktu, material tersebut mengalami penurunan kualitas sehingga kurang mampu menahan panas yang dihasilkan selama proses pembakaran sampah. Selain itu, TPS belum dilengkapi dengan cerobong asap sehingga asap hasil pembakaran menyebar langsung ke lingkungan sekitar dan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat maupun petugas pengelola sampah. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra untuk menginisiasi perbaikan fasilitas TPS agar dapat berfungsi lebih optimal dan ramah lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama pengelola TPS serta perangkat dusun guna mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan yang ada. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, disusun rencana renovasi yang berfokus pada peningkatan kualitas konstruksi tungku pembakaran dan pengendalian asap. Selanjutnya, mahasiswa bersama masyarakat melakukan pembangunan ulang dinding tungku menggunakan bata pres yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap suhu tinggi. Material ini dipilih karena lebih kuat, kokoh, dan mampu mendukung operasional TPS dalam jangka panjang.

Selain perbaikan struktur bangunan, tim juga melakukan pemasangan cerobong asap pada bagian atas tungku pembakaran. Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk mengarahkan asap dan uap hasil pembakaran agar keluar melalui saluran yang lebih terkontrol sehingga mengurangi penyebaran asap ke area sekitar TPS. Dengan adanya cerobong asap, proses pembakaran sampah menjadi lebih aman dan nyaman, baik bagi petugas pengelola maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap aspek kesehatan dan kualitas lingkungan di Dusun Jurugan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak. Mahasiswa berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sedangkan masyarakat dan pengelola TPS turut membantu proses pengerjaan di lapangan. Partisipasi aktif warga juga menunjukkan adanya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Melalui program ini, TPS Dusun Jurugan kini memiliki fasilitas yang lebih kokoh dan fungsional dibandingkan sebelumnya. Dinding tungku yang telah menggunakan bata pres mampu meningkatkan daya tahan bangunan terhadap panas pembakaran, sedangkan keberadaan cerobong asap membantu mengurangi dampak pencemaran udara di lingkungan sekitar. Mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra berharap renovasi TPS ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. (anisa dian)

Mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran Kembangkan Dashboard UMKM Banaran III Dukung Digitalisasi Usaha Warga

Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam kelompok Baswara Banaran sukses melaksanakan program kerja berupa digitalisasi ekonomi melalui pengembangan Dashboard UMKM Banaran III di Dusun Banaran III, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 sebagai upaya mendukung digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. 

Tim pelaksana terdiri dari sepuluh mahasiswa dari tiga fakultas yaitu Hanna Alisha Salama (S1 Pendidikan Ekonomi), Fera Meifa Nurfais (S1 Pendidikan Ekonomi), Siti Nurul Aini Wardanisa (S1 Pendidikan Akuntansi), Rani Putri Novita (S1 Pendidikan Akuntansi) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, Rizka Putri Purnama Sari (S1 Teknologi Informasi), Anindhita Pinasthika Utama (S1 Teknologi Informasi), Yurcelanggy Zahran Alzena Ardhaenu (S1 Pendidikan Teknik Mekatronika), Muhammad Edward Budiyono (S1 Pendidikan Teknik Mekatronika) dari Fakultas Teknik (FT) UNY, serta Agung Cahyadi (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi), dan Adzani Zumara (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi) dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY.

Inisiatif pengembangan Dashboard UMKM Banaran III dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian besar pelaku UMKM setempat yang masih melakukan promosi dan pencatatan usaha secara konvensional. Selain itu, belum tersedianya pusat data yang memuat informasi UMKM secara terintegrasi menyebabkan potensi ekonomi masyarakat belum terdokumentasi dengan baik. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran berinisiatif mengembangkan sebuah platform digital yang dapat menjadi sarana promosi sekaligus pemetaan lokasi usaha warga.

Dashboard UMKM Banaran III

Kelompok PLK menjelaskan bahwa dashboard ini dirancang sebagai pusat informasi UMKM yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat. Melalui platform tersebut, pengguna dapat melihat katalog produk UMKM, mengetahui lokasi usaha melalui peta digital interaktif, serta menghubungi pelaku usaha secara langsung melalui fitur integrasi WhatsApp. Dengan adanya sistem ini, diharapkan jangkauan pemasaran produk UMKM Banaran III dapat semakin luas dan mudah dikenal oleh masyarakat di luar wilayah dusun.

Proses pengembangan Dashboard UMKM Banaran III dimulai dari analisis kebutuhan, pengumpulan data UMKM di tingkat dusun, hingga tahap coding. Tim membangun sistem berbasis web ini menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL. Selain itu, tim juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu proses desain antarmuka (User Interface) agar sistem lebih menarik dan mudah digunakan oleh warga. Setelah seluruh fitur selesai dikembangkan, tim melakukan pengujian sistem untuk memastikan seluruh fungsi berjalan dengan baik sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Puncak dari program kerja ini adalah kegiatan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan dashboard yang diselenggarakan di kediaman Ibu Dukuh Banaran III pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat dusun, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Peserta kegiatan diberikan penjelasan mengenai cara mengakses website, mengelola data dan etalase produk, memperbarui informasi usaha, serta memanfaatkan fitur-fitur lainnya yang tersedia selama kegiatan berlangsung. Selain itu, tim juga menyusun buku panduan teknis penggunaan dashboard bagi pengguna, admin, maupun pelaku UMKM yang nantinya diserahkan kepada perangkat dusun sebagai pegangan agar sistem ini dapat digunakan secara mandiri setelah program pengabdian berakhir.

Kehadiran inovasi teknologi ini disambut positif oleh perangkat dusun setempat. Menurut perangkat Dusun Banaran III, kehadiran dashboard ini memberikan manfaat yang cukup besar karena membantu proses pendataan UMKM menjadi lebih terpusat dan terorganisir. Selain itu, masyarakat dapat lebih mudah mencari informasi mengenai produk lokal yang tersedia di wilayah Banaran III. Antusiasme warga juga terlihat dari partisipasi mereka dalam memberikan data usaha dan mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa PLK.

Meskipun dalam pelaksanaannya sempat menghadapi beberapa kendala, seperti perlunya penyesuaian kode hasil pemanfaatan AI dengan sistem Laravel serta perbedaan tingkat pemahaman teknologi di kalangan warga, program ini tetap berhasil diselesaikan dengan baik sesuai rencana. Dashboard UMKM Banaran III telah berhasil dibangun, diunggah secara daring, dan siap digunakan sebagai sarana pendukung promosi UMKM masyarakat di Dusun Banaran III.

Melalui program kerja ini, mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran berharap Dashboard UMKM Banaran III dapat menjadi langkah awal transformasi digital di tingkat dusun. Keberlanjutan sistem ini diharapkan dapat dijaga melalui kerja sama antara perangkat dusun dan pelaku UMKM dalam memperbarui data usaha secara berkala sehingga dampak dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Banaran III maupun masyarakat luas.

Penulis: Rizka Putri Purnama Sari dan Anindhita Pinasthika Utama

FEB UNY Gelar Program Visiting Top Professor Bersama Pakar Digital Bisnis UEH Vietnam

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses menyelenggarakan rangkaian program Visiting Top Professor dengan menghadirkan pakar internasional asal Vietnam, Dr. Angelina Nhat Hanh Le. Kegiatan akademik yang berlangsung selama dua hari pada 25–26 Mei 2026 ini bertempat di Ruang Auditorium FEB UNY. Dalam kesempatan tersebut, pakar dari University of Economics Ho Chi Minh City (UEH) ini menyampaikan kuliah intensif mengenai Digital Marketing & Entrepreneurship.

Agenda berskala internasional ini disambut dengan antusiasme tinggi, terbukti dengan kehadiran sedikitnya 150 mahasiswa dari jenjang sarjana (S1) di lingkungan FEB UNY. Rangkaian kuliah umum ini dirancang khusus untuk menjembatani teori akademik dengan dinamika praktis industri digital global. Kehadiran program ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda agar memiliki daya saing tinggi serta mampu menangkap berbagai peluang kewirausahaan di era disrupsi teknologi.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Nhat Hanh Le, yang juga menjabat sebagai Dekan School of Management di College of Business UEH, mengupas tuntas arsitektur model bisnis di era digital. Beliau menekankan tiga elemen krusial yang menentukan posisi perusahaan di pasar, yaitu posisi pasar (marketplace position), model pendapatan (revenue model), dan model komersial. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung ditantang dalam aktivitas kelompok untuk merancang Business Model Canvas (BMC) yang adaptif bagi ide bisnis mereka.

Lebih jauh lagi, materi perkuliahan juga menyentuh aspek teknis dan operasional yang sangat penting bagi keberlanjutan usaha digital, yakni manajemen alur kerja (workflow management). Dr. Nhat Hanh Le mengajarkan metode hierarkis dalam memodelkan proses digital menggunakan flow process chart, seperti simulasi penanganan keluhan pelanggan dan pengajuan pinjaman bank. Sesi perkuliahan ini ditutup dengan pembedahan anatomi Growth Hacker, sebuah strategi modern untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis digital secara cepat dan berbasis data.

Tidak hanya fokus pada pengajaran mahasiswa, rangkaian program ini juga dilengkapi dengan agenda sharing session strategis. Sesi ini mempertemukan Dr. Nhat Hanh Le dengan jajaran dekanat serta pimpinan program studi yang ada di lingkungan FEB UNY. Diskusi interaktif ini berfokus pada peluang kolaborasi riset internasional, pertukaran kurikulum berbasis bisnis digital, serta penguatan jejaring akademik bilateral antara FEB UNY dan UEH Vietnam ke depan.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan program Visiting Top Professor ini, FEB UNY semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan berstandar global. Sinergi internasional ini diharapkan tidak hanya memperluas cakrawala berpikir mahasiswa, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas lulusan yang inovatif, adaptif, serta siap menjadi penggerak utama dalam ekosistem ekonomi digital masa depan. (fdhl)

Tim PLK UNY Gelar GARDA DIGITAL: Perkuat Literasi Keamanan Digital dan Kecerdasan Finansial Warga Nyaen-Ngelo

Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Tim Pandora Nyaen-Ngelo sukses menyelenggarakan program GARDA DIGITAL (Gerakan Sadar Penipuan dan Keamanan Digital) pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di kediaman Kepala Dukuh Nyaen, Prasmaya, Kalurahan Pandowoharjo, Sleman. Kegiatan ini menghadirkan edukasi literasi digital dan keuangan bagi masyarakat Padukuhan Nyaen-Ngelo.

Tim pelaksana terdiri dari sepuluh mahasiswa dari dua fakultas yaitu Panji Agung Nugroho (S1 Manajemen), Muhammad Erza Farandi (S1 Manajemen), Alifian Yusup (S1 Manajemen), Fathur Rizki Royansyah (S1 Pendidikan Ekonomi), Asti Miyandari (S1 Pendidikan Ekonomi), Rizki Salma Ghina (S1 Akuntansi), Syahda Atha Ridani (S1 Akuntansi), Nur Wulan Anugerahati (S1 Akuntansi), dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, serta M. Andika Akbar Mardiyanto (S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan) dan Rendy Setyonugroho (S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan) dari Fakultas Teknik (FT) UNY.

Mengusung tema "Penguatan Keamanan Data Pribadi dan Kecerdasan Finansial di Era Digital", program ini hadir sebagai respons atas meningkatnya angka kejahatan siber dan penyalahgunaan layanan keuangan digital di tengah masyarakat. Pemateri dari Komunitas Generasi Cerdas Keuangan memaparkan berbagai modus penipuan digital yang marak terjadi saat ini, sekaligus memberikan panduan praktis tentang penggunaan fintech secara bijak dan bertanggung jawab.

Sesi pemaparan materi yang berlangsung selama 45 menit tersebut mencakup empat pokok bahasan utama: pengenalan ragam modus penipuan digital, langkah preventif dan mitigasi menghadapi ancaman siber, tata kelola keuangan digital bagi generasi muda, serta peran keluarga dan lingkungan dalam membangun budaya literasi digital. Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi tanya jawab yang berlangsung hingga pukul 21.10 WIB, di mana berbagai pertanyaan seputar pengamanan akun, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong turut dibahas secara terbuka.

"Saya senang sekali adik-adik PLK UNY mengadakan kegiatan diskusi semacam ini, kami masyarakat desa khususnya yang sudah berumur dan kurang mengikuti perkembangan digital kerap kali menjadi korban kejahatan seperti penipuan dan tidak tahu langkah apa yang harus diambil bilamana menjadi korban, namun dengan hadirnya adik-adik, sekurang-kurangnya kami jadi tahu dan bisa menyampaikan ini kepada keluarga dan kerabat,"  ungkap Sumardiyono peserta sekaligus ketua RW 035.

Wujud Nyata Tridharma dan Dukungan terhadap IKU Kampus

Kegiatan GARDA DIGITAL merupakan manifestasi konkret dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar ketiga yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa UNY tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga hadir secara langsung memberi dampak positif bagi komunitas sekitar kampus.

Lebih jauh, kegiatan ini sejalan dengan sejumlah Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yang ditetapkan Kemdikbud. Program GARDA DIGITAL secara langsung berkontribusi pada IKU 2 (Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus) melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian berbasis komunitas. Selain itu, program ini juga mendukung IKU 7 (Kelas yang berkolaborasi dengan mitra) melalui sinergi dengan Komunitas Generasi Cerdas Keuangan sebagai mitra eksternal, serta IKU 6 (Program studi yang bermitra dengan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat) yang tercermin dari pendekatan program ini dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Harapan dan Keberlanjutan Program

"Kami ingin masyarakat Nyaen-Ngelo tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, tetapi mampu menjadi agen literasi digital bagi keluarga dan lingkungan mereka. Ancaman kejahatan siber nyata dan terus berkembang, sehingga edukasi seperti ini harus terus hadir di tengah masyarakat," ujar Panji selaku Ketua pelaksana program Garda Digital.

Ke depan, tim berharap program serupa dapat direplikasi di wilayah lain dan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Dokumentasi dan modul materi dari GARDA DIGITAL juga direncanakan untuk disebarluaskan kepada pemerintah desa sebagai bahan edukasi mandiri bagi warga.

Kegiatan GARDA DIGITAL merupakan bagian dari rangkaian program PLK UNY Mengabdi Tahun 2026 yang menempatkan mahasiswa sebagai motor perubahan sosial membawa ilmu dari kampus ke tengah kehidupan nyata masyarakat. (fth)

Tingkatkan Kualitas Riset Global, FEB UNY Gelar Pelatihan Publikasi Jurnal Internasional Bersama Diaspora UK

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses menyelenggarakan kegiatan "Pelatihan Publikasi Artikel Ilmiah pada Jurnal Bereputasi Internasional" guna mendongkrak produktivitas serta kualitas riset civitas akademika di kancah global. Acara intensif yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 11-13 Mei 2026 ini bertempat di Ruang Teater Gedung PMD FEB UNY. Pelatihan berskala besar ini menghadirkan pembicara utama Dr. Vogy Gautama Buanaputra, M.Sc., Ph.D., seorang akademisi asal Indonesia yang kini aktif mengajar di Cardiff Business School, Cardiff University, Inggris. Dipandu oleh Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., Ak., CA. CFP selaku moderator, jalannya acara disambut antusiasme luar biasa dari lebih dari 400 mahasiswa dan dosen FEB UNY yang memadati lokasi sejak hari pertama pelaksanaan.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY menyampaikan harapan besar agar para peserta menyerap ilmu dan strategi penulisan sebanyak-banyaknya dari pelatihan ini. Kehadiran Dr. Vogy diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk mengikuti jejak suksesnya sebagai diaspora Indonesia yang berkarier di institusi bergengsi luar negeri. Mengawali sesi, Dr. Vogy menekankan pentingnya meluruskan pola pikir mengenai esensi riset ilmiah. Beliau memaparkan bahwa riset sejati harus bergerak secara terencana dan sistematis menggunakan data empiris, bukan sekadar bersandar pada common sense atau logika umum yang cenderung subjektif dan bias. Karya ilmiah yang berkualitas menuntut proses terukur, mulai dari pembatasan fokus area hingga formulasi pertanyaan penelitian yang matang dan dapat diuji.

Memasuki pembahasan tinjauan pustaka (literature review), Dr. Vogy menggarisbawahi kesalahan umum penulis yang sering kali terjebak dalam gaya penulisan yang terlalu deskriptif. Beliau mengingatkan peserta untuk menghindari metode "dumping", yaitu sekadar merangkum dokumen atau menyebutkan daftar penulis secara kronologis tanpa adanya seleksi relevansi yang ketat. Sebaliknya, telaah literatur wajib dilakukan secara kritis dengan menghubungkan, membandingkan, dan mengontraskan argumen antarpenulis demi mengidentifikasi research gap. Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjustifikasi konteks lokasi riset; alasan klise seperti "belum ada penelitian di sini" dianggap tidak cukup kuat tanpa adanya keterkaitan nyata dengan krisis kebijakan atau perkembangan ekonomi. Untuk menjamin reputasi hasil publikasi, peneliti juga diarahkan untuk menggunakan basis data kredibel serta mencermati ranking jurnal internasional terpercaya seperti indeks ABS/AJG, Scopus, dan ABDC.

Pada hari kedua pelatihan, fokus materi beralih ke aspek teorisasi dan metodologi penelitian ilmiah. Dr. Vogy menjelaskan bahwa teori memegang peran krusial sebagai lensa persepsi untuk menyusun pengalaman sensorik peneliti serta menjustifikasi fenomena "mengapa" suatu hipotesis atau peristiwa terjadi. Di bidang metodologi, beliau memberikan panduan agar rancangan metode ditulis sejelas mungkin secara bertahap (step-by-step) agar memberikan gambaran detail yang memungkinkan penelitian tersebut untuk direplikasi oleh peneliti lain. Prinsip utama yang tidak boleh ditinggalkan dalam penyusunan metode adalah melakukan triangulasi data serta menjaga etika penelitian secara ketat, termasuk komitmen menjaga anonimitas para responden.

Sesi akhir pelatihan membedah teknik penyajian temuan dan diskusi, yang dinilai sebagai bagian paling krusial, khususnya dalam penelitian kualitatif. Dr. Vogy mengingatkan agar bagian diskusi tidak sekadar menjadi ajang konfirmasi teori ilmiah, melainkan harus mampu mengeksplorasi temuan empiris secara mendalam melebihi penjelasan deskriptif belaka. Sebagai tips taktis penulisan, beliau membagikan "Analogi Tangga", di mana setiap paragraf atau bagian penelitian harus disusun berkesinambungan layaknya anak tangga yang mengarahkan pembaca menuju kesimpulan akhir. Peneliti juga diwanti-wanti untuk berhati-hati dalam membuat klaim agar tidak melampaui bukti yang diperoleh, serta menutup manuskrip dengan kalimat positif mengenai kontribusi yang berhasil dicapai oleh riset tersebut.

Pelatihan publikasi jurnal internasional ini memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik serta mutu riset civitas akademika menuju standar global. Selain itu, dorongan terhadap inovasi berbasis riset ilmiah yang solutif selaras dengan pemenuhan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Terakhir, kerjasama aktif antara FEB UNY dengan Dr. Vogy sebagai perwakilan akademisi dari Cardiff University mencerminkan implementasi nyata dari SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang memperkuat jejaring kemitraan internasional antara FEB UNY dengan perguruan tinggi bereputasi dunia. (fdh)

Sambutan DekanFoto bersama Vogy Gautama BuanaputraProf. Dr. Ratna Candra Sari

Pages