SDGs #3 Kesehatan

Membangun Budaya Hidup Sehat dan Aktif di SMK Negeri 1 Tempel

SMK Negeri 1 Tempel menggelar serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) pada Rabu (09/09/26) lalu pukul 07.00 sampai 12.00 WIB. Acara ini melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari berbagai program studi, yaitu Wyne Prastiananda dan Her Ismaya Winuring Sari (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia); Nailah Salsabila Suprapto, Aprilia Wahyuningtyas, Devina Natswa Prayoga, Nadya Vanessa Putri, Agustinus Adi Nugroho, dan Nanik Aprilia (Pendidikan Administrasi Perkantoran); Milchatunni`mah, Irsalina Sekar Pangastuti, Meysha Cahya Ariby, Ajeng Alivia Khoerunnisa, dan Siti Nurul Aini Wardanisa (Pendidikan Akuntansi); serta Zahniar Nesyah Harumningtyas dan Okta Dwi Rejeki (Pendidikan Ekonomi). Kegiatan berpusat di tiga lokasi, yakni ruang kelas masing-masing, Lapangan Jlegongan, serta Lapangan Basket dan Lapangan Upacara sekolah, dengan sasaran seluruh peserta didik SMK Negeri 1 Tempel. Pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara panitia sekolah, ketua kelas dan seksi acara bersama mahasiswa PK. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta turut mendukung poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, lewat penguatan disiplin, sportivitas, dan kerja sama peserta didik.

Rangkaian acara diawali pukul 07.00 dengan tadarus dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di kelas masing-masing, dilanjutkan apel pagi, pengarahan, dan sambutan Kepala Sekolah pukul 07.30 WIB di Lapangan Jlegongan. Selanjutnya, seluruh warga sekolah mengikuti senam bersama selama satu jam, mulai pukul 07.40 hingga 08.40 WIB. Peserta didik kemudian melakukan registrasi dan persiapan untuk dua cabang lomba yang berlangsung serentak, yaitu futsal sarung dan estafet, sementara para guru berkompetisi dalam lomba tenis meja. Perlombaan berlangsung selama dua jam di lapangan basket dan lapangan upacara. Acara ditutup dengan waktu istirahat, shalat, dan makan (ishoma) pukul 11.00–11.30 WIB, sebelum peserta didik pulang pukul 12.00 WIB. Setiap sesi memiliki penanggung jawab yang jelas, mulai dari ketua kelas, seksi acara, penanggung jawab senam, hingga penanggung jawab masing-masing cabang lomba, sehingga kegiatan berjalan tertib dan terkoordinasi.

Kegiatan ini membawa manfaat bagi tiga pihak. Bagi peserta didik, senam bersama dan aktivitas olahraga meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup aktif dan sehat, sementara lomba estafet dan futsal sarung menjadi sarana menanamkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, tanggung jawab, dan saling menghargai antarpeserta didik dari berbagai kelas. Bagi SMK Negeri 1 Tempel, kegiatan ini memperkuat budaya sekolah yang sehat, aktif, dan positif, selaras dengan SDGs poin ke-3 dan ke-4. Sementara bagi mahasiswa PK, keterlibatan dalam pengelolaan kegiatan kesiswaan berskala besar ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan koordinasi, komunikasi, dan pengelolaan dinamika acara.

Ke depan, peringatan HAORNAS diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai agenda tahunan sekolah, tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan menanamkan kebiasaan hidup aktif dan sehat pada peserta didik. Konsistensi kegiatan semacam ini diharapkan membentuk budaya sekolah yang menjadikan kesehatan, kebersamaan, dan sportivitas sebagai bagian dari keseharian, sehingga SMK Negeri 1 Tempel dapat mencetak generasi yang unggul secara akademik, sehat jasmani, berkarakter baik, dan turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan sesuai semangat SDGs. (tim)

Mahasiswa PK UNY Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Stigma melalui Edukasi HIV dan AIDS untuk Mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Anisa Dian Asri, bersama kelompok mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY Tahun Akademik 2026/2027 bekerja sama dengan Puskesmas Wonosari I menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” pada Jumat (21/08/26) bertempat di SMK Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut merupakan program edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS, memberikan pemahaman tentang cara penularan dan pencegahannya, serta membangun kesadaran pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Selain memberikan informasi ilmiah yang benar, kegiatan tersebut juga mendorong remaja agar mampu menjadi agen edukasi bagi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat sehingga tercipta budaya hidup sehat yang berlandaskan kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial sesuai dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kesalahpahaman yang berkembang di kalangan remaja mengenai HIV dan AIDS. Berbagai mitos, seperti anggapan bahwa HIV dapat menular melalui berjabat tangan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, atau gigitan nyamuk, masih sering dipercaya sehingga menimbulkan perlakuan diskriminatif terhadap ODHIV. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa PK UNY mengangkat tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” sebagai upaya preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 78 peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Wonosari sebagai sasaran utama karena remaja merupakan kelompok usia yang perlu memperoleh informasi kesehatan secara tepat sejak dini. Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Tri Resmiyati, S.Tr.Keb selaku tenaga kesehatan Puskesmas Wonosari I yang memberikan edukasi berbasis fakta ilmiah dengan metode penyampaian yang komunikatif, interaktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, peserta memperoleh materi yang mencakup pengertian HIV dan AIDS, perbedaan antara HIV sebagai virus dan AIDS sebagai kondisi lanjutan akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh, media penularan, tanda dan gejala awal, pentingnya tes HIV, pengobatan antiretroviral (ARV), hingga langkah-langkah pencegahan melalui perilaku hidup sehat. Suasana sosialisasi semakin aktif melalui sesi permainan “Mitos atau Fakta” dan diskusi studi kasus yang mendorong peserta didik berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di masyarakat. Dalam penyampaiannya, Tri Resmiyati, S.Tr.Keb menegaskan, “Yang harus dihindari adalah perilaku yang berisiko, bukan orangnya. ODHIV tetap memiliki hak untuk belajar, bekerja, dan bergaul tanpa diskriminasi.”

Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap, program ini mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan Sosialisasi HIV dan AIDS di SMK Negeri 1 Wonosari menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui edukasi yang diberikan, peserta diharapkan tidak hanya memahami informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup sehat serta menjadi penyebar informasi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mahasiswa PK UNY, Puskesmas Wonosari I, dan Peserta Didik SMK Negeri 1.

Wonosari berkomitmen untuk terus menghadirkan program promosi kesehatan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup remaja di Kabupaten Gunungkidul. Pelaksanaan kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas dengan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak peserta didik yang memiliki literasi kesehatan reproduksi yang baik, menghormati hak-hak ODHIV, serta berkontribusi dalam menciptakan bebas stigma, dan mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). (ans)

Mahasiswa UNY Dampingi Pengembangan Karakter, Literasi, dan Teknologi di Panti Asuhan Al-Muthi'in

Program PLK UNY Mengabdi Hadirkan Pendampingan Holistik untuk Meningkatkan Kesehatan Mental, Keterampilan, dan Minat Belajar Remaja Panti Asuhan Al Muthi’in

Bantul, 24 Mei 2026 | UNY Mengabdi | Tim PLK Al-Muthi'in



Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai 15 Februari hingga 24 Mei 2026, mengusung tema “Pemberdayaan Remaja Panti melalui Pendampingan Holistik dalam Penguatan Kesehatan Mental, Karakter, Literasi, Keterampilan, Teknologi, dan Minat Belajar di Panti Asuhan Al-Muthi'in.”

Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in terdiri atas Shafa Nisrina (Program Studi Manajemen), Ayu Retno Pratiwi (Program Studi Manajemen), Rasendria Emilia Arsanti (Program Studi Manajemen), Salwa Anasti Rahayu (Program Studi Manajemen), Ali Fianur Dian Riaqi (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Iqbaladi Syah Putra (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Surya Tamba (Program Studi Kimia), Mutma' Innatul Hasanah (Program Studi Kimia), Arlinda Wulan Anggraini (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Elisabeth Selvia Dewi Nugraheni (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan adanya kebutuhan pendampingan pada aspek kesehatan mental, pengelolaan emosi, motivasi belajar, pengembangan keterampilan, literasi, serta pemanfaatan teknologi bagi anak-anak panti asuhan. Melalui pendekatan holistik, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan keterampilan hidup anak-anak.

Sebagai program utama, tim melaksanakan kegiatan “Ruang Tanpa Topeng: Menjadi Diri Sendiri dengan Mengenal, Menerima, dan Menguatkan Diri” yang bekerja sama dengan mahasiswa Laboratorium Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini bertujuan membantu anak-anak mengenali diri, memahami kondisi emosional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan melalui skrining sederhana, penyampaian materi kesehatan mental, refleksi diri, dan berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh mahasiswa psikologi.

Selain itu, tim juga melaksanakan program hidroponik sebagai sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam modern sekaligus pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan panti. Anak-anak diajak secara langsung merakit instalasi hidroponik, melakukan penyemaian benih, hingga memahami proses perawatan tanaman. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sederhana.

Untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama, tim menyelenggarakan kegiatan outbound bertajuk “Ruang Rangkul”. Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan kelompok, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Pada bidang literasi dan pendidikan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program seperti Pojok Baca, Poster Kimia, dan Dinding Inspiratif (Mading). Program-program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan hasil karya mereka. Kehadiran pojok baca yang lebih menarik dan edukatif diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak panti.

Di bidang pengembangan diri dan kewirausahaan, tim melaksanakan program Self Development, Menabung Sejak Dini, Cipta Wiramuda, Creativity to Profit, dan Pencatatan Keuangan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman belajar mengenai pengelolaan keuangan sederhana, budaya menabung, pemasaran produk, public speaking, hingga pengembangan kreativitas yang memiliki nilai ekonomi. Berbagai hasil karya seperti tote bag, gantungan kunci, gelang, dan phone strap berhasil dibuat dan dipasarkan sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana.

Pada bidang sains dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan program Ecoenzym yang mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Anak-anak diajak memahami konsep dasar kimia lingkungan sekaligus mempraktikkan pembuatan ecoenzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk organik cair.

Sementara itu, pada bidang seni dan kreativitas, dilaksanakan program Shibori yang memperkenalkan teknik pewarnaan kain asal Jepang. Anak-anak membuat berbagai motif unik pada taplak meja melalui teknik lipat, ikat, dan gulung sehingga menghasilkan karya kreatif yang bernilai estetis sekaligus berpotensi menjadi produk usaha.

Pada bidang teknologi, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika menghadirkan program Mechabot dan MechaCare. Program Mechabot memperkenalkan dasar-dasar robotika, logika pemrograman, penggunaan sensor, serta pengendalian robot berbasis mikrokontroler. Anak-anak belajar langsung bagaimana sebuah robot dapat diprogram untuk bergerak dan merespons kondisi lingkungan.

Sementara itu, melalui program MechaCare (Mechatronics Care), peserta diperkenalkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang menjadi salah satu teknologi penting pada era Revolusi Industri 4.0. Anak-anak mempelajari konsep dasar IoT, mengenal komponen seperti ESP32 dan sensor DHT11, serta menyaksikan demonstrasi sistem monitoring suhu berbasis internet menggunakan platform ThingSpeak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana data dapat dikirim, dipantau, dan ditampilkan secara real-time melalui jaringan internet.

Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi mitra, tim juga mengembangkan website resmi Panti Asuhan Al-Muthi'in yang dapat diakses melalui alamat almuthiin.website. Website tersebut dirancang sebagai media informasi dan publikasi digital yang memuat profil lembaga, sejarah berdirinya panti, visi dan misi, layanan pengasuhan, data anak asuh, kegiatan sehari-hari, serta informasi donasi bagi masyarakat. Kehadiran website ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan antara panti asuhan dengan masyarakat dan para donatur.

Selain program-program yang telah direncanakan, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan insidental seperti pendampingan TKA, buka bersama Ramadan, perbaikan lantai aula, serta kegiatan syawalan bersama keluarga besar Panti Asuhan Al-Muthi'in. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap berbagai aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan panti.

Pimpinan Panti Asuhan Al-Muthi'in, Muhammad Dahlan, menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama kegiatan PLK berlangsung. Menurutnya, program-program yang diberikan tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta bermanfaat bagi pengembangan karakter mereka.

Melalui program PLK UNY Mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif melalui kegiatan pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.



Narahubung: Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in 2026

Lokasi: Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Mahasiswa PLK UNY Mengabdi 2026 Dasasena Cakra Tingkatkan Fasilitas Pengelolaan Sampah melalui Renovasi TPS di Dusun Jurugan

Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam kelompok Dasasena Cakra melaksanakan program kerja berupa renovasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dilaksanakan selama periode PLK tahun 2026 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa PLK terdiri dari sepuluh mahasiswa dari tiga fakultas yaitu Rayhan Satria Lexandara Lova (S1 Pendidikan Akuntansi), Ane Desika (S1 Pendidikan Akuntansi), dan Anisa Dian Asri (S1 Pendidikan Akuntansi) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY; Melani Devi Isna Soimah (S1 Manajemen Pendidikan), Salwa Maura Sulantika Putri (S1 Manajemen Pendidikan), Desy Nur Anggraeni (S1 Manajemen Pendidikan), Cintantia Maura Khansa (S1 Manajemen Pendidikan), dan Khansa Nadhifah Julfikar (S1 Manajemen Pendidikan) dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY; serta Willyanto Muhammad (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dan Rio Riandhika (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dari Fakultas Teknik (FT) UNY. Selain mahasiswa, turut terlibat pula pengelola TPS, perangkat dusun, serta masyarakat setempat yang berpartisipasi dalam proses pembangunan dan perbaikan fasilitas.

Program renovasi TPS ini dilatarbelakangi oleh kondisi bangunan pengelolaan sampah yang sebelumnya masih menggunakan material sederhana berbahan herbal pada bagian tungku pembakaran. Seiring berjalannya waktu, material tersebut mengalami penurunan kualitas sehingga kurang mampu menahan panas yang dihasilkan selama proses pembakaran sampah. Selain itu, TPS belum dilengkapi dengan cerobong asap sehingga asap hasil pembakaran menyebar langsung ke lingkungan sekitar dan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat maupun petugas pengelola sampah. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra untuk menginisiasi perbaikan fasilitas TPS agar dapat berfungsi lebih optimal dan ramah lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama pengelola TPS serta perangkat dusun guna mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan yang ada. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, disusun rencana renovasi yang berfokus pada peningkatan kualitas konstruksi tungku pembakaran dan pengendalian asap. Selanjutnya, mahasiswa bersama masyarakat melakukan pembangunan ulang dinding tungku menggunakan bata pres yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap suhu tinggi. Material ini dipilih karena lebih kuat, kokoh, dan mampu mendukung operasional TPS dalam jangka panjang.

Selain perbaikan struktur bangunan, tim juga melakukan pemasangan cerobong asap pada bagian atas tungku pembakaran. Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk mengarahkan asap dan uap hasil pembakaran agar keluar melalui saluran yang lebih terkontrol sehingga mengurangi penyebaran asap ke area sekitar TPS. Dengan adanya cerobong asap, proses pembakaran sampah menjadi lebih aman dan nyaman, baik bagi petugas pengelola maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap aspek kesehatan dan kualitas lingkungan di Dusun Jurugan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak. Mahasiswa berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sedangkan masyarakat dan pengelola TPS turut membantu proses pengerjaan di lapangan. Partisipasi aktif warga juga menunjukkan adanya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Melalui program ini, TPS Dusun Jurugan kini memiliki fasilitas yang lebih kokoh dan fungsional dibandingkan sebelumnya. Dinding tungku yang telah menggunakan bata pres mampu meningkatkan daya tahan bangunan terhadap panas pembakaran, sedangkan keberadaan cerobong asap membantu mengurangi dampak pencemaran udara di lingkungan sekitar. Mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra berharap renovasi TPS ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. (anisa dian)

DWP FEB UNY Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Bina Siwi pada Minggu (8/3). Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta ini dihadiri oleh Dekan FEB UNY, para Wakil Dekan, serta Ketua dan anggota DWP FEB UNY.

Acara diawali dengan penampilan hiburan musik tradisional berupa gamelan, kulintang, dan angklung yang dimainkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dari Panti Asuhan Bina Siwi. Penampilan tersebut menjadi bentuk ekspresi kreativitas sekaligus keterampilan yang dikembangkan oleh anak-anak di panti asuhan tersebut.

Dalam sambutannya, Pengelola Panti Asuhan Bina Siwi, Jumilah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari keluarga besar FEB UNY. Ia menjelaskan bahwa panti asuhan tersebut saat ini mengasuh 47 anak dengan dukungan 11 pengasuh. Sebagian besar anak merupakan penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita), sehingga pendidikan yang diberikan lebih difokuskan pada pengembangan keterampilan dan kemandirian. Jumilah juga mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen anak di panti asuhan tersebut tidak memiliki orang tua.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berkunjung dan berbagi dengan keluarga besar Panti Asuhan Bina Siwi. Ia mengapresiasi kesabaran dan dedikasi para pengelola panti dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Pada kesempatan tersebut, DWP FEB UNY juga menyerahkan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil partisipasi dosen dan tenaga kependidikan FEB UNY.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui kegiatan ini, FEB UNY berupaya mendukung inklusi sosial serta meningkatkan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

FEB UNY Gelar Pengajian Keluarga Besar dan Santunan Menjelang Ramadan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Besar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Teater FEB UNY ini dihadiri oleh segenap jajaran dosen serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan fakultas sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan mental spiritual civitas akademika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UNY, dilanjutkan dengan agenda sosial berupa penyerahan santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial fakultas. Acara inti kemudian diisi dengan tausiah oleh Ust. H. Saebani, M.A., M.Pd., yang mengusung tema "Hikmah Isra Mi'raj dalam menyambut Bulan Suci Ramadan".

Dalam paparan materinya, Ust. Saebani menyoroti paradoks sosial yang terjadi di Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dan kuota haji terbanyak, angka kasus korupsi masih tergolong tinggi. Penceramah menekankan pentingnya membedakan antara gaji dan rezeki; gaji dimaknai sebagai materi berupa uang yang diberikan manusia, sedangkan rezeki berasal dari Allah SWT yang mencakup aspek kesehatan badan dan keharmonisan keluarga.

Lebih lanjut, Ust. Saebani mengingatkan relevansi kesehatan dengan ibadah puasa melalui dalil Shuumuu tasihhuu (berpuasalah niscaya kamu akan sehat). Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang seringkali menjadi dua kenikmatan yang dilupakan manusia, padahal ibadah seperti salat dan puasa berkontribusi pada kesehatan fisik. Menutup materinya, beliau menyampaikan filosofi integritas melalui analogi uang yang nilainya tidak berubah di mana pun diletakkan, serta "filsafat belut" yang bermakna kemampuan seseorang untuk tetap bersih meski hidup di lingkungan yang berlumpur.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa mendukung pencapaian Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Materi mengenai kesehatan fisik dan mental spiritual berkontribusi pada Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pesan moral mengenai integritas dan anti-korupsi sejalan dengan Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

kalam ilahipenyerahan santunan FEB UNYFoto bersama penerima santunanUst. H. Saebani, M.A., M.Pd.

Mahasiswa UNY Kembangkan Sabun Cair Beetrass dari Sereh Wangi dan Umbi Bit

Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengembangkan produk sabun cair inovatif bernama Beetrass Soap. Produk ini diramu dari sereh wangi dan umbi bit dengan tujuan memberikan manfaat kesehatan sekaligus menjaga kebersihan kulit. Inovasi ini membawa tim tersebut lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.Beetrass Soap

Tim beranggotakan lima mahasiswa lintas program studi, yaitu Shafa Fitriana (S1 Pendidikan Ekonomi 2023), Iffrian Ciptaning Muffia T. (S1 Akuntansi 2023), Asti Ananta (S1 Pendidikan Ekonomi 2024), Camelia Dewi Pratiwi (S1 Kimia 2022), dan Hilma Warda Rosyada (S1 Pendidikan Biologi 2023). Mereka dibimbing oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY, Ngadiyono, M.Pd.

Beetrass Soap memanfaatkan umbi bit (Beta vulgaris L) sebagai salah satu bahan utama. Umbi ini dikenal memiliki kandungan antibakteri alami yang mampu mencegah perkembangan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kandungan vitamin E, senyawa fenol, dan antioksidan dalam umbi bit berfungsi menjaga kelembaban kulit, memperbaiki sel-sel yang rusak, serta mencegah penuaan dini.

Selain umbi bit, sereh wangi turut menjadi komposisi utama. Minyak atsiri pada sereh wangi memiliki aroma yang menenangkan sehingga membantu meredakan ketegangan pikiran. Kandungan sitronelol, sitronelal, dan geraniol di dalamnya juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dengan mencegah iritasi ringan serta menghambat pertumbuhan bakteri. Produk sabun cair ini juga telah melalui uji keamanan dan memperoleh sertifikasi sebagai jaminan mutu.

Inovasi ini tidak hanya berorientasi pada kesehatan kulit, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan pengolahan bahan alami ramah lingkungan. (shf)

TIM PkM MbangunDesa FEB UNY dan BUMDes Amarta Gelar PkM “Akselerasi Pengelolaan Sampah” di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan BUMDes Amarta, Kalurahan Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Akselerasi Pengelolaan Limbah Melalui BUMDes sebagai Respon Darurat Sampah di Yogyakarta untuk Mencapai Kota dan Komunitas Berkelanjutan" pada hari Senin, 7 Juli 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kalurahan Pandowoharjo ini menggandeng mitra strategis dari desa setempat, antara lain Gapoktan, Kelompok Wanita Tani (KWT), Desa Mandiri, dan Desa Prima. Kehadiran para mitra menjadi bukti kolaborasi lintas elemen dalam menjawab isu darurat sampah yang tengah melanda wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, tim PkM FEB UNY memberikan pelatihan praktis tentang pengelolaan sampah rumah tangga serta pembuatan ecoenzym, sebagai solusi ramah lingkungan yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, tetapi juga untuk memperkuat peran kelembagaan desa melalui BUMDes dalam mendukung program lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

"Kami ingin mendorong BUMDes tidak hanya sebagai motor ekonomi desa, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat," ujar Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. perwakilan tim FEB UNY dalam sambutannya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Amarta Bapak Agus Setyanta menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. “Pelatihan ini sangat relevan, terutama di tengah urgensi penanganan sampah yang kini menjadi perhatian serius di DIY. Melalui keterlibatan Gapoktan, KWT, dan Desa Prima, kami berharap praktik baik ini bisa berkelanjutan dan diperluas ke seluruh lapisan masyarakat.”

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem desa yang mandiri dan berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-11, yaitu menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. (ll)

 

Empowering Communities: UNY’s Initiative Transforms Waste Management in Kepatihan Village

The Community Service (PkM) Team from Yogyakarta State University (UNY) conducted an evaluation and brainstorming session on the sustainability of waste management initiatives for the Dasawisma Women's Group in Kepatihan Village, Tamanmartani. This event was held on Sunday, June 30th, at Bale Kawruh in Kepatihan, Tamanmartani, Kalasan District, Sleman Regency, D.I. Yogyakarta. It marked the third of four planned activities by the PkM Team. The initial session took place on June 7, focusing on motivation and brainstorming around waste management, while the second session, on June 21, involved a benchmarking visit to the Berkah Alam Waste Bank in Ponggok, Klaten.

The PkM Team comprises Prof. Dr. Sri Handayani, M.Sc. (Lecturer at FMIPA), Arum Darmawati, M.M. (Lecturer at FEB), and Dr. Lismadiana (Lecturer at FIKK), supported by five students: Satrio Dwi Kuncoro and Helena Christia Deshediany from the Management Study Program, and Dayu Arinda, Muchammad Ikmal Abdillah, and Oktavia Pratiwi from the Chemistry Study Program. In her opening remarks, Prof. Dr. Sri Handayani, the Head of the PkM Team, expressed her gratitude for the participants' support and enthusiasm throughout the program. Alongside Dr. Gunawan, M.Hum, the Head of RW, they conducted an evaluation of previous activities and discussed plans for the program’s next steps.

During this event, information about the upcoming Waste Management Competition in Kepatihan Village was also shared. This competition, the final activity in the PkM series, will run from July 1 to July 21, 2024, with assessments scheduled for July 19 to 21, 2024. The jury will include Agus Hartono, S.S. from the Institute for Independent Study and Management (Lestari), Dr. Gunawan, M.Hum, and the UNY PkM Team. The evaluation criteria for the competition cover factors such as house/yard area, waste reduction efforts, availability of waste sorting facilities, presence of processing infrastructure, and the waste processing methods used.

Agus Hartono, S.S. led a Follow-up Plan session, dividing participants and students into two groups. Each group was tasked with presenting their plans for ongoing waste management activities and the establishment of a Waste Bank in Kepatihan. This included identifying necessary facilities, setting target timelines, and assigning responsibilities for each activity. The groups then presented their Follow-up Plans, ensuring that all participants shared a common understanding of the requirements for managing and preparing the Waste Bank.

The event concluded with a discussion and Q&A session, allowing participants to share their feedback and suggestions for enhancing the waste management program. It is hoped that this initiative will empower the residents of Kepatihan Village, Tamanmartani to take a more active role in waste management and environmental stewardship. (Ar/Is)

Sepeda Sehat Rekatkan Kebersamaan Karang Taruna dan Warga Karangturi

TIM Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY yang berkolaborasi dengan karang taruna Desa Karangturi, Klaten, menggelar kegiatan sepeda sehat yang bertujuan untuk merekatkan hubungan antar pemuda di desa. Terdapat 6 kelompok karang taruna yang terlibat yaitu Katara, MKA, Tunas Muda, Ikraz, Loreng, dan Kaboet. Kegiatan Sepeda Sehat dimulai dari Balai Desa Karangturi, dengan jumlah peserta lebih dari 150 warga Desa Karangturi. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Karangturi, Sukarmin, yang memberikan sambutan hangat dan menyatakan pentingnya kebersamaan serta partisipasi aktif dalam kegiatan desa. Setelah menempuh rute yang telah ditentukan, para peserta kembali ke balai desa dan disambut dengan makanan ringan, soto, serta minuman yang sudah disediakan oleh panitia dan dibantu oleh ibu – ibu PKK. Sambil menikmati hidangan, peserta menunggu pengumuman pemenang sepeda hias terbaik dan kostum terbaik. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan pembagian lebih dari 200 doorprize yang disiapkan oleh teman-teman TIM PPK Ormawa BEM KM FEB UNY. Antusiasme warga sangat terasa, sebagaimana disampaikan oleh dosen pendamping TIM PPK Ormawa BEM KM FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., "Banyak juga, ya, warganya sangat antusias." Kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antar karang taruna serta masyarakat Desa Karangturi. Partisipasi aktif dari warga dan dukungan penuh dari para panitia membuat acara berjalan dengan lancar. Acara ini diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai kegiatan positif lainnya yang akan dilaksanakan di masa mendatang untuk terus memupuk rasa kebersamaan di antara karang taruna dan warga Desa Karangturi serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. (Tim)

Pages