SDGs #1 Tanpa Kemiskinan

Teladani Pahlawan untuk Tebar Kemaslahatan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan acara pengajian yang dihadiri oleh sekitar 100 orang, Jumat (22/11/24) lalu. Acara ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), perwakilan mahasiswa, serta para penerima santunan dan zakat, infak, sedekah (ZIS) yang didistribusikan oleh FEB UNY. Pengajian ini secara rutin diselenggarakan sebagai sarana pembinaan rohani dan memperkuat tali persaudaraan di lingkungan fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pengajian ini sangat positif untuk meningkatkan ketakwaan seluruh civitas academica. “Dengan meningkatnya ketakwaan, diharapkan juga akan meningkatkan kinerja dan produktivitas dosen, tendik, maupun mahasiswa,” ujarnya. Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan spiritual dalam menjalankan tugas sehari-hari.Foto Bersama dengan Penerima Bantuan ZIS

Materi pengajian disampaikan oleh Prof. Anas Hidayat, MBA., Ph.D., dosen dari Prodi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII). Dengan tema “Meneladani Pahlawan dalam Mewujudkan Kemaslahatan”, Prof. Anas mengajak para peserta untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan bangsa. “Jika manusia Indonesia diberikan bekal iman dan Islam, maka nilai-nilai Pancasila akan tertanam secara alami. Para pendahulu kita telah merancang Pancasila dan UUD 1945 dengan sangat bijak untuk menyatukan bangsa ini dalam persatuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Anas menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat pahlawan dalam kehidupan profesional. “Sebagai dosen atau mahasiswa calon guru, jadilah inspirator, bukan sekadar pengajar. Guru harus memiliki empati, mampu merasakan apa yang dirasakan siswa, dan menjadi pribadi yang tidak hanya knowing, tetapi juga understanding,” pesannya. Di akhir acara, Prof. Anas mengapresiasi distribusi ZIS yang dilakukan oleh FEB UNY, berharap agar santunan ini membawa berkah baik bagi penerima maupun para pemberi. Melalui pengajian ini, FEB UNY tidak hanya mempererat hubungan spiritual antar-civitas academica tetapi juga menunjukkan komitmen sosialnya terhadap kemaslahatan masyarakat. (fdhl)

Examining Employee-Class Students, Kustitik Achieve Doctor of Economics Education

Kustitik, a lecturer in Administrative Education from the Faculty of Economics and Business (FEB) at Yogyakarta State University (UNY), has successfully earned her Doctorate in Economic Education. She achieved this milestone after defending her dissertation, titled "Education Investment Decision Model for Employee-Class Students," at the Doctoral Program of FEB, State University of Malang (UM) on Thursday (16/5).

Her dissertation was developed under the guidance of three advisors: Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Sc., Prof. Dr. Hari Wahyono, M.Pd., and Dr. Dwi Wulandari, M.M., CFP. During the open defense, Kustitik presented her research findings to a board of examiners that included Prof. Dr. Cipto Wardoyo, M.Pd., Prof. Dr. Nasikh, M.P., M.Pd., Dr. Endang Sri Andayani, and Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. from FEB UNY, who served as external examiners.

Kustitik’s research addresses the challenge of high educational costs in Indonesia, which often limits access to higher education for lower-middle-income groups. She highlighted that employee-class programs can provide greater opportunities for workers wishing to pursue formal education. However, she also noted that maintaining employment while studying often poses challenges, leading to difficulties for many in achieving their educational investment goals.

Using an explanatory survey method, her study involved 316 respondents from Pamulang University and Sutomo University. The analysis, conducted with Structural Equation Modeling (SEM) using Smart PLS version 3, revealed that family financial socialization and the use of social networks have a positive and significant impact on educational investment decisions. Additionally, the study identified financial literacy and an internal locus of control as crucial mediating factors in these decisions.

With this achievement, Kustitik is expected to make a meaningful contribution to the field of Economic Education, particularly in advocating for more inclusive and accessible education policies. Her findings can serve as a valuable reference for policymakers aiming to develop programs that support continued education for workers and lower-middle-income communities in Indonesia. (fdhl)

BEM KM FEB UNY Gelar Program Penguatan Kapasitas di Desa Karangturi

Tim Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (BEM KM FEB UNY) menggelar acara pembukaan program di Desa Karangturi, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (14/6/2024).

Acara dihadiri 62 orang, termasuk Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNY sekaligus dosen pendamping, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat. Sekretaris Desa Karangturi, Candra Teguh Prakoso, membuka acara secara simbolis.

Ketua tim PPK Ormawa, Nur Faqih, memaparkan enam program yang akan dilaksanakan meliputi Aksara Man, Aksara Data, Aksara Pack, Aksara Legal, Aksara Marketing, dan Aksara Fest. Program-program ini bertujuan mengatasi permasalahan UMKM di desa tersebut. “Kami menamai program ini AKSARA atau Akselerasi Usaha Karangturi,” ujar Faqih.

Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan FEB UNY Bidang AKA sekaligus dosen pendamping, berharap program ini memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Karangturi.

Program ini akan fokus pada pengembangan database UMKM, perizinan produksi, peningkatan kualitas kemasan, pemasaran digital, serta pemberdayaan pemuda Karang Taruna. (Tim)

Teliti Mahasiswa Kelas Karyawan, Kustitik Raih Doktor Pendidikan Ekonomi

Dosen Pendidikan Administrasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kustitik, berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Ekonomi setelah sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Model Keputusan Investasi Pendidikan pada Mahasiswa Kelas Karyawan". Sidang disertasi ini berlangsung di Program Doktoral FEB Universitas Negeri Malang (UM) pada Kamis (16/5) lalu.

Disertasi Kustitik disusun di bawah bimbingan tiga promotor, yaitu Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Si., Prof. Dr. Hari Wahyono, M.Pd., dan Dr. Dwi Wulandari, M.M., CFP. Dalam sidang terbuka tersebut, Kustitik mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Cipto Wardoyo, M.Pd., Prof. Dr. Nasikh, M.P., M.Pd., Dr. Endang Sri Andayani, serta Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. dari FEB UNY yang bertindak sebagai penguji eksternal.

Penelitian dalam disertasi ini mengangkat isu mahalnya biaya pendidikan di Indonesia yang membuat akses ke pendidikan tinggi sulit bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah. Kustitik menyampaikan bahwa program kelas karyawan menjadi salah satu solusi untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan formal. Namun, status sebagai karyawan sering menjadi kendala utama dalam menyelesaikan studi, sehingga banyak mahasiswa gagal dalam investasi pendidikan.

Melalui metode survei eksplanatif, penelitian Kustitik melibatkan 316 responden dari Universitas Pamulang dan Universitas Sutomo. Hasil analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program Smart PLS versi 3 menunjukkan bahwa sosialisasi keuangan keluarga dan penggunaan jejaring sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa literasi keuangan dan internal locus of control merupakan faktor mediasi yang signifikan dalam mempengaruhi keputusan investasi pendidikan.

Dengan pencapaian ini, Kustitik diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang Pendidikan Ekonomi, khususnya terkait dengan kebijakan pendidikan yang inklusif dan terjangkau bagi masyarakat luas. Temuan-temuannya dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam mengembangkan program-program yang mendukung pendidikan berkelanjutan bagi pekerja ataupun masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. (fdhl)

Business Administration Mentoring and Creative Marketing for Women Farmers Group

The Faculty of Economics and Business, Yogyakarta State University (FEB) carried out community service activities aimed at encouraging economic empowerment at the local level some time ago. The lecturer team from FEB UNY and the Faculty of Vocational Studies (FV) UNY consists of Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., Dr. Kiromim Baroroh, S.Pd., M.Pd., Dr. Ahmad Hafidh Saiful Fikri Hall, SE., M.Sc. and Rr. Chusnu Syarifa Diah Kusuma, S.A.B., M.Si.. This activity, which targets women farmer groups (KWT), involves educational staff, namely Dating Sudrajat, S.A.P., and five students at UNY.

The business administration assistance process involves intensive training regarding bookkeeping, preparing financial reports, and inventory management. KWT members learn to optimize their administrative processes so they can manage their business more efficiently. Meanwhile, in creative marketing assistance, the FEB UNY lecturer team guided KWT Dadi Makmur in designing unique and interesting marketing strategies. The use of social media, developing creative promotional materials, and implementing innovative marketing concepts are the main focus in building a positive image for KWT's local products.

Dr. Sutirman, M.Pd as Deputy Dean for Academic, Student Affairs and Alumni FEB UNY who is also the PkM implementing team in his speech emphasized, "This service activity is a form of the university's commitment to supporting local economic development. This program is not just training, but is also a long-term investment in building the capacity and potential of village communities."

In line with this, Dr. Kiromim Baroroh, M.Pd as Chair of the FEB UNY Lecturer Team stated, "This assistance is a stimulus so that the cadres or administrators of KWT Dadi Makmur have good capacity in administrative and technical organizational management so that the existing potential can be developed and the products produced could be more optimal."

KWT member Dadi Makmur also expressed his gratitude to the FEB UNY lecturer team for the guidance they provided. Mrs. Hj. Rumiyati, the Chair of KWT Dadi Makmur said, "This assistance not only helps us increase sales but also gives us the confidence to continue to develop."

With the success of this program, it is hoped that similar empowerment can continue to be implemented to support economic growth and community welfare in Indonesia. (lasmi)

BUMDes May Accelerate Village's Economic Growth

The village is one of the smallest government units that has direct contact with the community. Therefore, the role of villages in helping to realize community prosperity and welfare is very significant. Through the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration (Kemendes), village governments can play a role in improving the welfare of their citizens. Currently, Village-Owned Enterprises (BUMDes) have been established in many regions in Indonesia, but they are still not optimal. Harlina Sulistyorini, Director General of Economic Development and Investment in Villages, Disadvantaged Regions, and Transmigration delivered her speech in a practitioner lecture at the Faculty of Economics and Business UNY, on Wednesday (1/11).

The Dean of FEB Prof. Dr. Siswanto in his welcome speech said that FEB UNY has its focus on developing UKM (Small and Medium Enterprises). "The core of FEB UNY is the development of MSMEs and of course, most of them are in villages. There are not as many national and international companies as there are MSMEs. "The topic of SME development is also one of the focuses at the AFEBI meeting at FEB UNY this year," he explained.

The Vice Chancellor for Academic and Student Affairs of UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M. Kes., AIFO. officially opened the event. “UNY and the Ministry of Village are like brothers because the minister is also a UNY graduate. Many village people have gone to the city, but in the city, there are already many great people. Why don't we build villages? UNY has the “Kampung Emas” (Golden Village) or “UNY Bangun Desa" (UNY Build Villages) program which this year is taking place in Seyegan. "We help develop village income generation," he explained.Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Harlina invited students to identify potentials in their villages that could be developed and become a source of welfare for their residents. Dwi, one of the students from Wonogiri said that the business in his village that has been handed down for generations is traditional herbal medicine, but now its glory is disappearing even before they were born. Innovation is certainly needed to revive and rebuild the reputation of traditional herbal medicine. Speech by the Vice Chancellor for Academic and Student Affairs

“There must be product empowerment through BUMDes. If necessary, villages should not only create their BUMDes but also establish BUMDes between villages," explained Harlina.

Harlina emphasized that BUMDes can engage in various types of businesses, including natural resource management, cultural management and preservation, processing and increasing added value based on local resources, microfinance services, internet management, acting as an intermediary for goods, services, and agencies, and more. However, it is important for BUMDes not to compete with community businesses, especially those at the individual and household scale, in order to avoid harming them. "BUMDes must be able to trigger the growth of community economic businesses," continued Harlina. (fdhl)

Pengajian dan Buka Bersama 2024: FEB UNY Sampaikan Santunan ZIS kepada Duafa

Pada Rabu (27/3), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar acara pengajian dan buka bersama yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang. Para peserta terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan FEB UNY. Acara tersebut berlangsung di Musala Al Fatih FEB UNY dan dihadiri oleh segenap pimpinan fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. menyampaikan acara ini diselenggarakan sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, terutama memanfaatkan momentum bulan Ramadhan. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Dekan Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Sumber Daya (PKUSD), Dr. Mustofa, M.Sc., atas laporan pertanggungjawaban Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS). Kegiatan sosial tersebut telah diadakan sebelum UNY memulai kegiatan pentasaruhan sosial baru-baru ini, sebagai upaya fakultas dalam melaksanakan prinsip surat Al Ma'un.

Pada kesempatan tersebut, Ustaz Hidayaturrahman, M.Pd memberikan uraian tausiah mengenai pentingnya kesabaran dan ketakwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beliau mengingatkan bahwa setiap orang pasti akan mengalami kematian, dan bahwa kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi ujian hidup. "Sabar ada dalam tiga hal, yaitu dalam menaati perintah Allah, menghadapi kemaksiatan, dan menghadapi musibah, dan ini merupakan hal yang penting untuk dipraktikkan, dan kita latih dalam bulan Ramadhan ini yang merupakan Syahrut Tarbiyah (bulan pendidikan-red)," urainya.

"Dalam hadis Nabi Muhammad saw., disampaikan 'laa taghdhob, walakal jannah', bahwa seseorang yang dapat mengendalikan amarahnya akan mendapatkan surga. Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini, hendaknya setiap individu dapat memaksimalkan waktu untuk meningkatkan kesabaran dan mendekatkan diri kepada Allah," tambahnya.

Sebagaimana disampaikan Dekan FEB, acara tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas spiritualitas bagi seluruh peserta, sehingga memperbaiki kinerja dan produktivitas segenap civitas academica, serta bantuan ZIS yang telah disampaikan diharapkan menjadi amal jariyah yang tercatat sebagai amal baik di sisi Allah SWT dan sekaligus membantu upaya pengentasan kemiskinan. (fdhl)

Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan FEB UNY: Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan

Dharma Wanita Persatuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (DWP FEB UNY) menggelar acara Bakti Sosial ke Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Al Barokah di Ketandan, Madurejo, Prambanan, Sleman, Sabtu (23/3) lalu. Acara yang juga dihadiri oleh jajaran dekanat FEB UNY dan Ketua Dharma Wanita Persatuan UNY ini menjadi momen untuk memberikan bantuan serta menyemangati anak-anak dan kaum dhuafa.

Sambutan disampaikan oleh Ketua Yayasan Panti Al Barokah, Sumaryadi, S.Pd., yang menyambut kedatangan rombongan DWP FEB UNY usai menjalankan salat Duha. Sumaryadi menjelaskan bahwa yayasan yang berdiri sejak 10 Februari 2003 ini memberikan asuhan kepada anak-anak dari berbagai tingkatan pendidikan, dari SD hingga perguruan tinggi. Setiap tahun, pada malam tanggal 17 Ramadhan dan 10 Muharram, panti asuhan memberikan santunan kepada anak-anak di dalam dan di luar panti, serta kaum lanjut usia. Dirinya berharap agar anak-anak yang mereka asuh dapat menjadi generasi yang sholeh dan sholehah.

Prof. Dr. Siswanto, selaku Dekan FEB UNY, turut memberikan sambutan dalam acara ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sebagai bentuk pengamalan dari ajaran Surat Al-Ma'un. "Bantuan yang dikumpulkan dari para dosen dan tenaga kependidikan FEB UNY, serta dibantu DWP UNY ini, kami harap membawa kebahagiaan bagi anak-anak panti," terangnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada panti, serta doa bersama untuk keberkahan bagi semua pihak yang terlibat yang dipandu oleh pengurus Panti Asuhan Al Barokah, Mukhtar Zaenali. (isti/fdhl)

Pendampingan Administrasi Bisnis dan Creative Marketing pada KWT Dadi Makmur oleh Tim Dosen FEB UNY

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi di tingkat lokal beberapa waktu lalu. Tim dosen dari FEB UNY dan Fakultas Vokasi UNY terdiri dari Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., Dr. Kiromim Baroroh, S.Pd., M.Pd., Dr. Aula Ahmad Hafidh Saiful Fikri, SE., M.Si. dan Rr Chusnu Syarifa Diah Kusuma, S.A.B., M.Si yang merupakan pakar di bidang administrasi bisnis dan pemasaran kreatif. Kegiatan yang menyasar kelompok wanita tani (KWT) ini melibatkan tenaga kependidikan, yakni Dating Sudrajat, S.A.P. dan lima mahasiswa yakni Nesya Della Andriana, Putri Arum Dita Tahnia, Fitri Indah Yanti, Nida Aulia, dan Heni Setiyaningsih.

Proses pendampingan administrasi bisnis melibatkan pelatihan intensif mengenai pembukuan, penyusunan laporan keuangan, dan manajemen inventaris. Para anggota KWT belajar untuk mengoptimalkan proses administratif mereka sehingga dapat mengelola usaha dengan lebih efisien. Sementara itu, dalam pendampingan creative marketing, tim dosen FEB UNY membimbing KWT Dadi Makmur dalam merancang strategi pemasaran yang unik dan menarik. Penggunaan media sosial, pengembangan materi promosi yang kreatif, dan penerapan konsep pemasaran inovatif menjadi fokus utama dalam membangun citra positif bagi produk-produk lokal KWT.

Dr. Sutirman, M.Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNY yang juga tim pelaksana PkM dalam sambutannya menegaskan, “Kegiatan pengabdian ini sebagai wujud komitmen universitas dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Program ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kapasitas dan potensi masyarakat desa.”

Senada dengan hal tersebut, Dr. Kiromim Baroroh, M.Pd selaku Ketua Tim Dosen FEB UNY menyatakan, "Pendampingan ini bersifat stimulus agar kader atau pengurus KWT Dadi Makmur mempunyai kapasitas yang baik pada manajerial organisasi yang bersifat administratif, maupun teknis, sehingga potensi yang ada bisa berkembang dan produk yang dihasilkan bisa lebih optimal".

Anggota KWT Dadi Makmur juga menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada tim dosen FEB UNY atas bimbingan yang telah diberikan. Ibu Hj. Rumiyati, selaku Ketua KWT Dadi Makmur, mengungkapkan, "Pendampingan ini tidak hanya membantu kami dalam meningkatkan penjualan, tetapi juga memberi kami kepercayaan diri untuk terus berkembang."

Dengan berhasilnya program ini, diharapkan pemberdayaan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. (lasmi)

BUMDes Bisa Picu Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan

Desa menjadi salah satu unit terkecil pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran desa dalam membantu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sangatlah besar. Melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes), pemerintah desa dapat berperan meningkatkan kesejahteraan warganya. Dewasa ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah banyak terbentuk di penjuru daerah di Indonesia namun masih belum optimal. Demikian disampaikan Harlina Sulistyorini, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam kuliah praktisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY, Rabu (1/11).

Mengawali acara, Dekan FEB Prof. Dr. Siswanto dalam sambutannya menuturkan bahwa FEB UNY memiliki fokus tersendiri pada pengembangan UKM (Usaha Kecil dan Menengah). “Core FEB UNY adalah pengembangan UMKM dan tentu sebagian besar ada di desa. Perusahaan nasional dan internasional jumlahnya tidak sebanyak UMKM. Topik pengembangan UKM juga menjadi salah satu fokus pada pertemuan AFEBI di FEB UNY tahun ini,” terangnya.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO. “UNY dan Kemendes seperti kakak-adik karena menterinya juga lulusan UNY. Banyak orang desa yang pergi ke kota, tetapi di kota sudah banyak orang hebat. Mengapa kita tidak membangun desa? UNY memiliki program “Kampus Emas” atau “UNY Bangun Desa” yang pada tahun ini ada di Seyegan. Kami membantu mengembangkan income generating desa,” urainya.

Harlina mengajak mahasiswa mengidentifikasi potensi-potensi di desanya yang bisa dikembangkan dan menjadi sumber kesejahteraan warganya. Dwi, salah satu mahasiswa yang berasal dari Wonogiri menyampaikan bahwa usaha di desanya yang sudah turun temurun adalah jamu tradisional, tetapi kini kejayaannya makin menghilang bahkan sebelum mereka lahir. Inovasi tentu diperlukan untuk menghidupkan dan membangun kembali reputasi jamu tradisional.Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

“Harus ada pemberdayaan produk melalui BUMDes. Bahkan bila perlu, desa tidak hanya membuat BUMDes sendiri tetapi juga mendirikan BUMDes antar desa,” terang Harlina.

Harlina melanjutkan, ada berbagai jenis usaha yang bisa dikerjakan BUMDes. “Mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan dan pelestarian budaya, pengolahan/peningkatan nilai tambah berbasis sumber daya lokal, layanan jasa keuangan mikro, pengelolaan internet, keperantaraan barang, jasa, dan keagenan, dan lainnya. Tapi BUMDes tidak boleh bersaing dengan usaha-usaha masyarakat, khususnya usaha skala individu dan rumah tangga sehingga bisa mematikan usaha masyarakat. Justru, BUMDes harus dapat memicu pertumbuhan usaha ekonomi masyarakat,” lanjut Harlina. (fdhl)

Pages