English
Bahasa Indonesia
You are here
Mahasiswa PK UNY Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Stigma melalui Edukasi HIV dan AIDS untuk Mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Anisa Dian Asri, bersama kelompok mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY Tahun Akademik 2026/2027 bekerja sama dengan Puskesmas Wonosari I menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” pada Jumat (21/08/26) bertempat di SMK Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut merupakan program edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS, memberikan pemahaman tentang cara penularan dan pencegahannya, serta membangun kesadaran pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Selain memberikan informasi ilmiah yang benar, kegiatan tersebut juga mendorong remaja agar mampu menjadi agen edukasi bagi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat sehingga tercipta budaya hidup sehat yang berlandaskan kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial sesuai dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Pelaksanaan sosialisasi tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kesalahpahaman yang berkembang di kalangan remaja mengenai HIV dan AIDS. Berbagai mitos, seperti anggapan bahwa HIV dapat menular melalui berjabat tangan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, atau gigitan nyamuk, masih sering dipercaya sehingga menimbulkan perlakuan diskriminatif terhadap ODHIV. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa PK UNY mengangkat tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” sebagai upaya preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 78 peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Wonosari sebagai sasaran utama karena remaja merupakan kelompok usia yang perlu memperoleh informasi kesehatan secara tepat sejak dini. Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Tri Resmiyati, S.Tr.Keb selaku tenaga kesehatan Puskesmas Wonosari I yang memberikan edukasi berbasis fakta ilmiah dengan metode penyampaian yang komunikatif, interaktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, peserta memperoleh materi yang mencakup pengertian HIV dan AIDS, perbedaan antara HIV sebagai virus dan AIDS sebagai kondisi lanjutan akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh, media penularan, tanda dan gejala awal, pentingnya tes HIV, pengobatan antiretroviral (ARV), hingga langkah-langkah pencegahan melalui perilaku hidup sehat. Suasana sosialisasi semakin aktif melalui sesi permainan “Mitos atau Fakta” dan diskusi studi kasus yang mendorong peserta didik berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di masyarakat. Dalam penyampaiannya, Tri Resmiyati, S.Tr.Keb menegaskan, “Yang harus dihindari adalah perilaku yang berisiko, bukan orangnya. ODHIV tetap memiliki hak untuk belajar, bekerja, dan bergaul tanpa diskriminasi.”
Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap, program ini mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Kegiatan Sosialisasi HIV dan AIDS di SMK Negeri 1 Wonosari menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui edukasi yang diberikan, peserta diharapkan tidak hanya memahami informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup sehat serta menjadi penyebar informasi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mahasiswa PK UNY, Puskesmas Wonosari I, dan Peserta Didik SMK Negeri 1.
Wonosari berkomitmen untuk terus menghadirkan program promosi kesehatan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup remaja di Kabupaten Gunungkidul. Pelaksanaan kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas dengan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak peserta didik yang memiliki literasi kesehatan reproduksi yang baik, menghormati hak-hak ODHIV, serta berkontribusi dalam menciptakan bebas stigma, dan mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). (ans)

Faculties, Graduate School, and Directorates
- Faculty of Education and Psychology
- Faculty of Engineering
- Faculty of Mathematics and Natural Sciences
- Faculty of Languages, Arts, and Cultures
- Faculty of Social Sciences, Law, and Political Science
- Faculty of Health and Sports Science
- Faculty of Vocational
- Graduate School
- Directorate of Quality Assurance
- Directorate of Researches and Community Services
Contact Us
Copyright © 2026,