English
Bahasa Indonesia
You are here
Meningkatkan Kesadaran SDGs 4 melalui Problem Based Learning dalam Pembelajaran Ekonomi pada Siswa SMA Negeri 2 Banguntapan

Anggun Pinesti Priyanto, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), melaksanakan pembelajaran ekonomi melalui Problem Based Learning berbasis Sustainable Development Goal 4 (SDGs) 4. Dalam pembelajaran ekonomi materi kelangkaan bersama dengan siswa kelas X Fase E6 SMA Negeri 2 Banguntapan. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan pada Senin (10/08/26) lalu di bawah bimbingan guru pamong, Ika Sri Pramitasari, S.Pd. di ruang kelas X Fase E6 SMA Negeri 2 Banguntapan, Bantul, DIY sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan Praktik Kependidikan (PK). Pembelajaran dirancang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran ekonomi dengan materi kelangkaan sumber daya. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas X Fase E6 yang dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi. Kegiatan ini berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, karena berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan permasalahan nyata di masyarakat.
Pembelajaran ini bertujuan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menganalisis fenomena kelangkaan sumber daya di lingkungan sekitar serta mengaitkannya dengan isu pemerataan akses pendidikan. Proses pelaksanaan diawali dengan penyampaian pengenalan permasalahan kontekstual oleh mahasiswa PK, yaitu ketimpangan akses pendidikan yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya di beberapa wilayah. Selanjutnya, siswa secara berkelompok mengidentifikasi penyebab kelangkaan sumber daya, mengumpulkan data pendukung, serta merumuskan alternatif solusi. Materi yang digunakan meliputi konsep dasar ekonomi tentang kelangkaan, kebutuhan, dan pilihan, yang kemudian dikaitkan dengan contoh data sederhana mengenai kondisi pendidikan di berbagai daerah perkotaan maupun pedesaan. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa PK sebagai fasilitator, guru pamong sebagai pendamping, dan siswa sebagai peserta aktif diskusi.
Dengan hadirnya pembelajaran ini mampu meningkatkan pemahamanan siswa terhadap keterkaitan antara kelangkaan sumber daya dan ketimpangan akses pendidikan. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu mengidentifikasi berbagai faktor penyebab ketimpangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, distribusi tenaga pendidik yang tidak merata, dan kondisi ekonomi masyarakat. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa tumbuhnya kesadaran siswa akan pentingnya pemerataan pendidikan sebagai salah satu wujud pembangunan berkelanjutan. Selain itu, penerapan model PBL turut melatih keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi siswa, sekaligus memperkuat kontribusi pembelajaran Ekonomi terhadap pencapaian SDGs 4 di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah yang lebih luas di SMA Negeri 2 Banguntapan, khususnya dalam mengintegrasikan isu-isu SDGs ke dalam berbagai mata pelajaran. Ke depan, diharapkan pendekatan serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan agar siswa semakin peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya dan turut berperan aktif dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas. (agn)

Faculties, Graduate School, and Directorates
- Faculty of Education and Psychology
- Faculty of Engineering
- Faculty of Mathematics and Natural Sciences
- Faculty of Languages, Arts, and Cultures
- Faculty of Social Sciences, Law, and Political Science
- Faculty of Health and Sports Science
- Faculty of Vocational
- Graduate School
- Directorate of Quality Assurance
- Directorate of Researches and Community Services
Contact Us
Copyright © 2026,