Dari Kelompok Ahli ke Kelompok Sahabat: Strategi Tutor Sebaya Wujudkan Pembelajaran Akuntansi Bermakna SMK Negeri 1 Jogonalan

Sebagian bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Febita Nur Eka Safitri menerapkan model pembelajaran tutor teman sebaya pada mata pelajaran Dasar-Dasar Keahlian Akuntansi dengan materi Proses Bisnis Perusahaan Akuntansi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (10/09/26) lalu bertempat di ruang kelas X AKL 3 SMKN 1 Jogonalan, dengan sasaran 36 peserta didik kelas tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), karena berupaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui pendekatan kolaboratif yang berpusat pada peserta didik.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi Proses Bisnis Perusahaan Akuntansi melalui interaksi aktif antarsiswa, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan siswa dalam menjelaskan materi kepada teman sebayanya. Proses pelaksanaan diawali dengan pembentukan kelompok ahli, di mana siswa 36 siswa kelas X AKL 3 dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan sub-topik tertentu dari materi proses bisnis perusahaan akuntansi secara mendalam bersama anggota kelompoknya. Setelah diskusi kelompok ahli selesai, setiap anggota kembali ke kelompok asal untuk berperan sebagai fasilitator yang memantau jalannya diskusi, memberikan arahan, serta memastikan setiap peserta didik memahami materi secara menyeluruh.

Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. siswa terlihat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan menjelaskan materi kepada teman-temannya, serta lebih memahami konsep proses bisnis perusahaan akuntansi dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Model tutor teman sebaya ini juga melatih keterampilan sosial, tanggung jawab, dan kerja sama antarsiswa, yang secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian SDGs poin ke-4 dalam hal pemerataan akses terhadap pembelajaran berkualitas serta pengembangan keterampilan yang relevan bagi masa depan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pembentukan karakter kolaboratif siswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di bidang akuntansi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan model pembelajaran tutor teman sebaya dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, tidak hanya pada mata pelajaran Dasar-Dasar Keahlian Akuntansi, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang memerlukan pemahaman konsep secara mendalam. Pihak sekolah dan guru pamong diharapkan dapat mendukung penerapan metode ini sebagai salah satu strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. (fne)