Survei Keputusan Konsumsi Siswa: Analisis Perubahan Harga dan Keputusan Pembelian di Kelas X E5 SMA Negeri 4 Yogyakarta

Pada Selasa, 22 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Ekonomi di kelas X E5 SMA Negeri 4 Yogyakarta sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan oleh Indah Puji Astuti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, dengan melibatkan siswa kelas X E5 sebagai sasaran kegiatan. Pembelajaran berfokus pada materi permintaan melalui kegiatan survei mengenai hubungan antara perubahan harga dan keputusan konsumsi. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kegiatan bertujuan membantu siswa memahami hubungan antara perubahan harga dengan keputusan konsumen dalam menentukan pembelian. Kegiatan diawali dengan penguatan konsep permintaan dan faktor-faktor yang memengaruhinya, kemudian siswa mengisi lembar Survei Keputusan Konsumsi Siswa: Perubahan Harga dan Keputusan Pembelian. Survei memuat beberapa situasi yang dekat dengan kehidupan siswa, yaitu pembelian es teh, seblak, dan tumbler sebagai produk yang dapat digunakan berulang kali. Pada bagian es teh, siswa diminta menentukan keputusan pembelian pada beberapa tingkat harga. Siswa juga diberikan situasi ketika harga meningkat untuk melihat perubahan keputusan pembelian. Selain itu, siswa diminta mempertimbangkan harga dan kualitas ketika menentukan pilihan terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.

Hasil survei menunjukkan adanya kecenderungan siswa untuk menyesuaikan keputusan pembelian ketika harga mengalami kenaikan. Pada contoh pembelian es teh, siswa masih memilih membeli pada harga Rp3.000 hingga Rp5.000, tetapi mulai mengurangi atau tidak membeli ketika harga mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000. Ketika harga meningkat dari Rp3.000 menjadi Rp6.000, siswa cenderung memilih untuk mengurangi pembelian. Pola yang sama terlihat pada pilihan pembelian seblak, yaitu siswa cenderung membeli dalam jumlah lebih sedikit ketika harga meningkat. Sementara itu, pada pilihan tumbler, keputusan siswa cenderung bergantung pada selisih harga, dengan harga dan kualitas menjadi pertimbangan utama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa telah mampu menghubungkan perubahan harga dengan keputusan konsumsi dan memahami kecenderungan bahwa kenaikan harga dapat diikuti dengan penurunan jumlah barang yang ingin dibeli.

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman menerapkan konsep permintaan pada situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain memahami hubungan antara harga dan keputusan pembelian, siswa juga diajak mempertimbangkan kebutuhan, harga, dan kualitas dalam menentukan pilihan konsumsi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi ekonomi sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa untuk mengambil keputusan konsumsi secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam mengintegrasikan materi Ekonomi dengan isu pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 12. Kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui pengamatan harga barang di lingkungan sekolah atau analisis perilaku konsumsi terhadap produk tertentu.