Pembukaan PLPG Kemenag Rayon 11 UNY di FE UNY : Guru adalah Sang Pencerah

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Kementerian Agama Rayon 11 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) gelombang khusus dengan penyelenggara Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY diikuti sebanyak 58 peserta meliputi 6 bidang studi yaitu Ekonomi, Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Geografi, Sosiologi dan IPS. Pelaksanannya mulai tanggal 8-17 November 2011 bertempat di Fakultas Ekonomi (FE) UNY. Dengan harapan semua peserta PLPG dapat menyelesaikan dengan baik dan lulus, demikian laporan Ketua Penyelenggara/Wakil Dekan I FIS UNY Suhadi Purwantara, M.Si. pada Pembukaan PLPG selasa (8/11) di Auditorium FE UNY.

Sementara Dekan FIS UNY Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag. dalam sambutannya mengatakan, posisi guru sangat menentukan bagi kehidupan bangsa ini baik dahulu, sekarang dan yang akan datang. Guru merupakan penerang dan petunjuk arah menuju masa depan bangsa ini. Guru adalah Sang Pencerah. Para guru diharapkan mampu mendidik siswa, kader-kader bangsa ini, untuk menjadi manusia seutuhnya, yakni cerdas, terampil, dan berperilaku yang baik. Singkatnya menjadi manusia yang berkarakter terpuji. Seorang guru yang profesional, tidak hanya dirindukan kehadirannya di kelas, tapi juga harus menjadi teladan yang baik bagi para siswanya. Artinya seorang guru mempunyai peran untuk mendidik siswa secara menyeluruh yang meliputi semua ranah kecerdasan baik intelektual, emosional dan spiritual.

Tahun 2011 ini merupakan tahun kelima pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan, yang dimulai sejak tahun 2007. Selaras dengan perjalanannya tersebut maka sejak tahun 2007-2011 terdapat tiga pola sertifikasi yaitu pola Penerbitan Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL), Penilaian Portofolio (PF), dan mengikuti PLPG. Dengan mengikuti PLPG diharapkan Guru pada saatnya nanti benar-benar layak mendapatkan sertifikat pendidik dan sebutan pendidik profesional.

Adapun materi yang akan didapat guru pada PLPG diantaranya; bagaimana meningkatkan profesionalisme sebagai seorang guru, bagaimana menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat media pembelajaran yang menarik, dan juga penilaian hasil belajar. Dengan memiliki rancangan yang terarah sebelum mengajar di kelas, nantinya guru mampu mengukur tingkat keberhasilan yang akan dicapai oleh siswa.

Dengan menerapkan proses pembelajaran yang dikenal dengan sebutan PAIKEM, yakni pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, diharapkan akan mengundang minat siswa untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa akan senang dan nyaman berada di kelas dan kehadiran guru pun senantiasa dirindukannya, ujar Ajat. (Isti)

Yoga Prajanta Anak Seorang Buruh Raih IPK 3,73 di Jurusan Manajemen FE UNY

Yoga Prajanta Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,73. Walau dari kalangan keluarga ekonomi menengah ke bawah semangat belajar Yoga tak pernah surut bahkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Yoga selalu mendapatkan juara di kelas nya. Justru dengan ekonomi yang serba kurang tersebut menjadi cambuk buatnya untuk semakin rajin belajar. Sang Ayah bekerja sebagai loper peyek dan roti keliling ke warung-warung sedangkan Sang Ibu bekerja sebagai Buruh di warung penjual nasi goreng di wilayah Barongan Jetis Bantul, demikian dikatakan Yoga belum lama ini.

Pria kelahiran 26 November 1989 ini mengatakan bahwa dulu tidak terbayang dalam benaknya akan kuliah karena terhimpit masalah ekonomi namun saat itu saya telah diterima melalui jalur Penerimaan Bibit Unggul (PBU) di UNY sehingga mau tidak mau tetap harus kuliah dan berharap di UNY nantinya mendapatkan beasiswa. Alhasil saya mendapatkan beasiswa Program Peningkatan Akademik (PPA).

Selain aktif di perkuliahan Yoga juga aktif dalam organisasi, saat pertama kali masuk kuliah ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Basket dan saat ini menjadi Ketua Karang Taruna di desanya. Yoga juga berbagi tips untuk bisa mendapatkan nilai bagus yaitu dengan mendengarkan dan memperhatikan apa yang diajarkan oleh Dosen sejak awal masuk kuliah lalu dipelajari dan dipahami lagi di rumah serta setiap diberikan tugas kuliah sebisa mungkin saya kerjakan sendiri sehingga tidak copy paste punya teman, ucapnya.

Adapun cita-cita Yoga setelah dinyatakan lulus ini akan bekerja untuk mendapatkan modal usaha. Sehingga nantinya kalau modal sudah terkumpul akan membuka usaha sendiri guna membiyai adiknya kuliah di Perguruan Tinggi (PT). Saat ini Yoga telah membuka warung kecil dipinggir jalan menjual buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarganya, ungkap Alumni SMA N 1 Bantul. (Isti)

HIMA DIKSI Bakti Sosial Ke Cangkringan

Pemuda adalah aset bangsa yang sangat berharga. Semangat, sikap kritis, dan solusi-solusi yang mereka wacanakan mengenai permasalahan lingkungan ibarat oase di gurun pasir, diharapkan sanggup memperbaiki kondisi bangsa Indonesia. Sebagai pemuda sekaligus mahasiswa yang mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan lebih di pundak kitalah tuntutan perbaikan kondisi masyarakat mereka nantikan untuk kesejahteraan hidup yang layak. "Sehingga langkah konkret berupa kontribusi dengan langsung terjun untuk membantu sesama sangat berguna daripada hanya sesumbar wacana-wacana belaka," demikian dikatakan Irfan Dwi Jayanto Ketua HIMA DIKSI FE UNY. "Masih dalam nuansa Peringatan Sumpah Pemuda dan bentuk pengimplementasian kita sebagai mahasiswa terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satu poinnya mengenai Pengabdian Pada Masyarakat, maka Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (HIMA DIKSI) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) menyelenggarakan bakti sosial. Acara Minggu (30/10) ini dikemas dalam “Diksi Go To Society” (DGTS), di Dukuh Plosorejo, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY."

Menurutnya, "Agenda DGTS yang merupakan agenda bakti sosial HIMA DIKSI bertempat di kawasan yang menurut kami merupakan daerah bekas bencana yang hingga saat ini masih warganya belum bisa beraktivitas normal." Ada keinginan dari kawan-kawan panitia untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka. Dalam agenda yang dilaksanakan sehari tersebut terdapat beberapa acara yang semuanya ditujukan kepada masyarakat sekitar. Dimulai dari pembukaan, yang dihadiri ketua Jurusan Pendidikan Akuntansi M. Djazari, M.Pd.

Acara dari pagi hingga sore tersebut terbilang meriah dan ramai, dibuktikan oleh tingkat partisipasi dari banyak warga Dusun Plosorejo. Walaupun siang hingga sore hari sempat diguyur hujan namun acara tetap berjalan lancar. (Irfan)

FE UNY Kerjasama Dirjen IKM Kementerian Perindustrian : Gelar Diklat Penumbuhan Wirausaha Baru Sektor Mode/Fashion

Dalam rangka menindaklanjuti kerjasama Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Seminar Nasional dengan Tema Mengubah Pola Pikir Masyarakat Indonesia Guna Membentuk Industri Kreatif di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) pada (23/10) yang lalu, akan segera diselenggarakan kerjasama antara FE UNY dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (IKM Kemenperind) dengan mengelar acara Pendidikan Latihan (Diklat) Penumbuhan Wirausaha Baru Sektor Mode/Fashion Bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang gagal berangkat ke Luar Negeri akibat kebijakan moratorium dan mantan TKI.

Menurut Dr. Moerdiyanto, M.Pd., MM Pelaksana tugas Dekan FE UNY mengatakan Program ini dilaksanakan sebagai hasil perundingan intensif dengan Dr. Ir. Busharmaidi, MS. Sekretaris Ditjen IKM Kemenperind guna mengembangkan jaringan kerjasama FE UNY. Untuk mengkonkritkan kerjasama tersebut, pada (27/10) di Ruang Dekanat FE UNY Bapak Tule S, MM utusan dari Ditjen IKM Kemenperind datang ke FE UNY untuk negosiasi pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut.

Sesuai kesepakatan bersama, Diklat Penumbuhan Wirausaha Baru Sektor Mode/Fashion ini akan dilaksanakan pada tanggal 5-9 Desember 2011 (5 hari). Peserta diklat sebanyak 30 orang TKI/mantan TKI untuk setiap angkatan. Peserta program pelatihan ini akan diinapkan di Hotel Wisanti Jalan Tamansiswa Yogyakarta, sedangkan tempat pelatihan dilaksanakan di FE UNY. Peserta akan memperoleh uang saku sebesar Rp 400.000,- selama pelatihan dan sebuah mesin jahit sebagai bantuan sarana berwirausaha, ungkapnya. (Moer/Isti)

Dosen Universitas Muria Kudus Magang Ke FE UNY

Berdasarkan surat persetujuan kerjasama antara Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) dengan Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Hukum (FH) Univerisitas Muria Kudus (UMK), Plt Dekan FE UNY Dr. Moerdiyanto, M.Pd., MM pada Kamis (3/11) telah menerima program pemagangan 2 orang Dosen Universitas Muria Kudus. Pelaksanaan kegiatan Magang diikuti oleh Dra Panca Winahyuningsih, MM (dosen FE UMK) dan Henny Susilowati, SH, MH (dosen Hukum Komersial di FH UMK).

Program Magang ini dilaksanakan pada model pengembangan soft skill pada mahasiswa FE. Kegiatan dilaksanakan dengan magang pada kuliah Kewirausahaan pada jurusan pendidikan ekonomi yang diampu Tejo Nurseto, M.Pd. Magang selanjutnya dilaksanakan pada mata kuliah Kewirausahaan di jurusan manajemen S1 dan Praktik Kewirausahaan pada program studi Pendidikan Teknik dan Kejuruan S2 PPs UNY yang diampu Dr. Moerdiyanto.

Lanjut Moerdiyanto, adapun tujuan program kerjasama pemagangan dosen UMK ini dimaksudkan untuk mengembangkan kurikulum dan pembelajaran membangun soft skill bagi mahasiswa di UMK di masa datang, baik melalui pendekatan implisit (hidden) maupun eksplisit (open). Pengembangan soft skill bagi mahasiswa di FE dilaksanakan secara eksplisit melalui mata kuliah Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewirausahaan, dan Etika Bisnis/Profesi di setiap program studi. Oleh karena itu mereka juga tertarik untuk mengembangkan model tersebut di UMK. Mereka telah magang untuk mendalami tentang deskripsi mata kuliah, silabus, RPP hingga materi yang diajarkan beserta sistem pembelajarannya. Selanjutnya setelah mereka pulang akan mengembangkan mata kuliah tersebut di kampusnya, dan dalam rangka pengembangan program tersebut mereka akan mengundang Tim Sosf Skill Development dari FE UNY. Semoga berhasil dan kerjasama di bidang riset dan development dapat dilanjutkan di masa yang akan datang. Well come and tank you very muchl. I glad to see you all my friends.

Sementara Henny saat mengikuti magang di kelas mengatakan, model pembelajaran yang diterapkan sangat menarik dan inovatif sehingga hal ini menjadi inspirasi bagi kami untuk menerapkan pula model pembelajaran seperti ini di UMK. Selain itu mahasiswa juga turut aktif dalam mengikuti pembelajaran dan ini sangat luar biasa. (Moer/Isti)

Program Mahasiswa Wirausaha UNY di FE UNY

Kegiatan gelar produk wirausaha mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2011 berlangsung pada Kamis-Jumat (3-4/11) di Halaman Kampus Fakultas Ekonomi (FE) UNY yang diikuti sebanyak 25 stand. Gelar produk kali ini yang ketiga kalinya sebelumnya tahun 2009 dan 2010. Melalui kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) diharapkan mampu menumbuhkan semangat mahasiswa dalam berwirausaha. Setelah 3 kali mengadakan acara seperti ini nampaknya mindset/pola pikir mahasiswa belum berubah sehingga dalam berwirausaha kurang serius menggeluti bidang tersebut. Adapun jenis produk yang dipamerkan antara lain; aneka ragam kuliner, aksesories, fashion, sandal, dan produk-produk unggulan lainnya. "Acara dibuka Wakil Rektor III UNY Prof. Dr. Herminarto Sofyan dan dihadiri pula Wakil Rektor I UNY, Wakil Dekan III FE UNY, Kepala Biro, Kabag/Kasubag dan mahasiswa pelaku wirausaha," demikian sambutan Ketua Pelaksana Sutopo, M.T.

Sementara Herminarto dalam pembukaan mengatakan bahwa kegiatan wirausaha yang dilakukan belum lama ini telah menumbuhkan apresiasi dan minat mahasiswa dalam berwirausaha dengan menciptakan berbagai produk. Di Perguruan Tinggi (PT) proses perjalanan PMW ini bervariasi ada yang berjalan dengan lancar, sedang, bahkan ada yang tertatih-tatih. Di UNY sendiri mahasiswa yang mengikuti PMW rata-rata baru njereng-njereng modal yang diberikan. Saat menerima modal pertama mahasiswa penuh semangat untuk menjalankan usahanya namun setelah berjalan, greget itu berkurang sehingga perlu ditumbuh kembangkan lagi supaya usahanya bisa membuahkan hasil.

Lanjutnya, "kita menggunakan halaman FE UNY ini dikarenakan di sini ada icon kewirausahaan yang sedang dikembangkan di UNY antara lain; Enterpreneurship Education Center (EEC) yang saat ini keberadaannya ada di FE UNY." Acara dilanjutkan dengan meninjau stand-stand yang ada. (Isti)

Hadirilah Gelar Produk Wirausaha Mahasiswa UNY di FE UNY

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun ini sebagaimana tahun sebelumnya menerima bantuan dana untuk digunakan sebagai bantuan modal usaha yang bersifat bergulir bagi mahasiswa yang mengajukan kegiatan wirausaha baik secara perseorangan maupun kelompok. Melalui kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini diharapkan para mahasiswa mampu mengembangkan jiwa wirausaha dan dapat memiliki pengalaman dan merasakan langsung suka dukanya orang berwirausaha. Dengan demikian kegiatan PMW ini diharapkan mampu memberi bekal bagi mahasiswa kelak setelah lulus agar nantinya bisa hidup lebih mandiri di tengah masyarakat, demikian disampaikan Drs. Budi Sulistya Tim Pengembang PMW UNY. .....

Guna mengetahui sejauhmana tingkat keterlaksanaan PMW yang dilakukan para mahasiswa, maka pada tanggal 3 dan 4 November 2011 akan diselenggarakan Gelar Produk PMW UNY Tahun 2011 yang bertempat di Halaman Gedung Fakultas Ekonomi (FE) UNY mulai pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB. Acara ini gratis untuk umum. Gelar Produk PMW kali ini diikuti 23 stand, termasuk stand yang nantinya akan diisi oleh Unit Produksi UNY, Enterpreneurship Education Center (EEC) UNY, dan Kelompok Desa Binaan, sedangkan jenis produknya berupa: kuliner, kerajinan dan produk-produk lainnya.

Lanjut Budi, Dalam memeriahkan kegiatan Gelar Produk PMW, juga didirikan satu panggung pertunjukan yang nantinya akan diisi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni UNY. Kita berharap selama Gelar Produk ini berlangsung tidak turun hujan sehingga pengunjung lebih banyak yang datang, khususnya civitas akademika UNY. Semoga!!! (b.sulist)

FE UNY Gelar Yudisium Pertama : BRIGHT Semboyan Sarjana Ekonomi UNY

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) pada Senin (31/10) mengelar upacara yudisium pertama kali di Ruang Auditorium FE UNY. Adapun peserta yudisium sebanyak 42 orang yang terdiri dari 18 orang dari S1 Kependidikan, 22 orang S1 Non Kependidikan dan 2 orang dari Program D3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih Yoga Prajanta dari Jurusan Manajemen dengan IPK 3,73. Peraih IPK Cumlaude lainnya adalah dari Jurusan Pendidikan Ekonomi Dessy Purnamasari IPK 3,53 dan Fairuz Alawy IPK 3,52 serta dari Prodi Akuntansi Cornelius Galih Adityarusdi IPK 3,51......

Plt Dekan FE UNY Dr. Moerdiyanto, M.Pd., MM menyampaikan dalam pengarahannya bahwa mahasiswa adalah sedikit dari orang-orang yang berhasil menempuh studi di Perguruan Tinggi. Jumlah sarjana di Indonesia tidaklah banyak hanya 4.501.543 dari 230.000.000 orang penduduk Indonesia saat ini atau hanya 2% saja. Sedikitnya jumlah mahasiswa dan tentunya juga sarjana ini, mengakibatkan adanya konsekuensi yang besar bagi mahasiswa yang telah lulus dari pendidikannya untuk membantu memberdayakan masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya. Bagi lulusan Diploma dan Sarjana bidang ekonomi berkewajiban meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat, sedang bagi sarjana pendidikan berkewajiban untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui jalur pendidikan.

Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, maka bagi para lulusan pendidikan tinggi harus mampu memberikan pelayanan prima kepada stakeholder nya. Untuk itu bagi setiap sarjana harus bersedia melakukan Tri-juang dalam meningkatkan kompetensi pribadinya yaitu; to learn, to change dan to grow., ujarnya.

Lanjut Moerdiyanto, Semboyan Sarjana Ekonomi UNY adalah BRIGHT yaitu; Bermoral, Rasional, Integritas, Gigih, Humanis, dan Taqwa. Allah SWT selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, barokah di setiap cobaan dan jawaban di setiap doa. Maka terus berjuanglah “Life is so beautiful”.

Hidup adalah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah pertandingan, maka menangkanlah. Hidup adalah kesempatan, maka ambilah dan Hidup adalah keindahan, maka bersyukurlah, demikian pesan Moerdiyanto pada lulusan FE UNY. (Isti)

HMPE FE UNY Kunjungan Ke UNJ dan Metro TV

Dalam rangka launching Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (HMPE) FE UNY mengadakan Studi banding dan Kunjungan Jurnalistik ke Jakarta pada Senin-Selasa (24-25/10) dengan peserta sejumlah 50 Mahasiswa dan 2 Dosen Pendamping Maimun Sholeh, M.Si dan Mustofa, M.Sc. Tepatnya di dua tempat yaitu tujuan pertama Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan yang kedua langsung ke studio utama Metro TV. Melalui kegiatan tersebut diharapkan FE UNY yang baru saja lahir bisa tumbuh dan berkembang serta dikenal oleh masyarakat luas akan keberadaannya, demikian ucap Pipit Haryadi Ketua HMPE FE UNY......

Dalam kesempatan itu juga mahasiswa bisa tukar pemikiran terkait dengan akademik, organisasi yang ada di masing-masing Universitas. Hal yang paling menjadi sorotan diskusi kami yaitu mengenai biaya semester, info terkait beasiswa bagi mahasiswa, serta ranah kerja organisasi. Ternyata di sinyalir di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk transparansi kenaikan biaya semester kurang terpublikasi dengan baik kepada mahasiswa sehingga kenaikan biaya SPP hingga mencapai 100% sontak langsung didemo oleh mahasiswa. Saatnya mahasiwa bisa lebih kritis dan harus solutif menanggapi isu-isu atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak Universitas agar segala macam ketimpangan dan segala bentuk pelanggaran tidak terjadi.

Lanjut pipit, di Studio Metro TV kami disambut dengan baik, bahkan presenter acara Economics Chelenges Suryopratomo atau bung Tomi panggilan akrabnya sangat bangga dan terharu kepada kami karena sudah datang jauh-jauh dari Yogyakarta demi mensukseskan acara beliau. Acara Economics Chelenges adalah pilihan yang tepat bagi kami karena background keilmuan kita dari Ekonomi dan bisa dibilang kita bukan sekedar kunjungan tapi “Kuliah Umum” dengan tema “Jumlah Orang Super Kaya Indonesia No 3 Asia dan No 14 Dunia” dengan pemateri yang luar biasa yaitu Renald Khasali (Guru Besar FE UI), Rizal Ramli (Mantan Menko Perekonomian), Fauzi Ichsan (Ekonom Standar Chartered Bank), Wawan Purwanto (Pengamat Intelijen Ekonomi).

Semoga kunjungan ini bukan hanya sekedar kunjungan tetapi memiliki peran yang penting bagi peningkatan mutu atau kualitas sumber daya manusia (SDM). Kami ingin organisasi mahasiwa lebih diperhatikan lagi keberadaannya, suara mahasiswa adalah representasi dari suara rakyat oleh karena itu ketika kami berteriak semata-mata untuk membela hak kami/hak rakyat. Kami sadar akan kewajiban kami sebagai seorang mahasiswa maka dari itu perhatikan infrastruktur penunjang bagi peningkatan kualitas keilmuan kita, karena mahasiswa merupakan “Aset bangsa”. Begitu pula Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi ingin berperan aktif dalam rangka pembentukan moral, sikap, jati diri mahasiswa serta pengembangan kegiatan mahasiswa menuju pada peningkatan penalaran, kreativitas, menumbuhkan daya saing, enterpreneurship, kebugaran dan kepedulian sosial, ujarnya. (Pipit/Isti)

Pelatihan Peningkatan Layanan Kinerja Dosen dan Pegawai FIS & FE UNY

Semua pekerjaan mempunyai nilai. Jadi apapun pekerjaannya kita merupakan orang yang berharga. Sehingga tidak ada perbedaan antara Dosen dan Pegawai. Jangan sampai yang menjadi pegawai merasa lebih rendah karena masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dalam memberikan pelayanan prima, demikian ungkap Dhimas Prasetyo Direktur PT Little Bee Edutaiment pada acara Pelatihan peningkatan layanan kinerja Dosen dan Pegawai Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sabtu (29/10)......

Semua pekerjaan mempunyai nilai. Jadi apapun pekerjaannya kita merupakan orang yang berharga. Sehingga tidak ada perbedaan antara Dosen dan Pegawai. Jangan sampai yang menjadi pegawai merasa lebih rendah karena masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dalam memberikan pelayanan prima, demikian ungkap Dhimas Prasetyo Direktur PT Little Bee Edutaiment pada acara Pelatihan peningkatan layanan kinerja Dosen dan Pegawai Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sabtu (29/10) di Hotel Cakra Kusuma Yogyakarta. Diikuti sejumlah 108 peserta terdiri dari Dosen dan Pegawai FIS dan FE UNY. Pelatihan juga menghadirkan Dr. Bagus Riyono, MA Dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Acara juga dihadiri Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Kepala Jurusan/Prodi, Kepala Bagian Tata Usaha dan Kasubag di lingkungan FIS dan FE UNY.

“Kehidupan” tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespon setiap situasi yang terjadi. Di dalam kehidupan kita pasti ada kompetisi. Kompetisi berarti bersiap menjadi diri terbaik bagi kita. Perlakukan persaingan secara “wajar”, persaingan bukan berarti perang. Persaingan berarti belajar, persaingan berarti menyiapkan dan artinya menjadi diri terbaik bagi kita. Dalam dunia yang kompetitif ini kalau kita hanya menyelesaikan pekerjaan seperlunya kita akan terdepak, ujar Dhimas.

Menurut Bagus, layanan prima adalah memberikan kepada penerima jasa apa yang betul-betul mereka butuhkan dan inginkan, bukan memberikan apa yang kita pikir dibutuhkan oleh mereka. Adapun tingkatan pelayanan prima antara lain; memenuhi kebutuhan dasar dari penerima jasa, memenuhi harapan penerima jasa dan melebihi harapan penerima jasa, memberikan lebih dari apa yang mereka harapan sebelumnya.

Empat perilaku kunci diantaranya; penuh perhatian, kemampuan “problem solving”, spontan fleksibel dan mampu melakukan perbaikan atas kesalahan. Ingat “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” , ucapnya.

Sedangkan Prof Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag. Dekan FIS UNY saat membuka acara menyampaikan, ketika menempatkan kepada pihak lain, dengan didasari oleh panggilan jiwa dan suasana hati sebagai ungkapan pengabdiannya (peribadatannya) kepada Allah SWT, maka yang akan keluar di awal interaksi kita dengan siapa pun dalam posisi apapun adalah dengan senyuman.

Senyuman merupakan penanda dari cerminan keikhlasan suasana jiwa kita dalam melakukan interaksi atau layanan. Ketika layanan dan interaksi dilakukan atas dasar keikhlasan, maka orang lain akan merasakan nikmat dan manfaat dari layanan yang diberikan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Dengan demikian layanan yang kita berikan “bermakna untuk diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain”, tandas Ajat. (Isti)

Pages