Estafet Kepemimpinan: FEB UNY Resmi Lantik 112 Pengurus Ormawa Baru Periode 2026

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) resmi memulai babak baru kepengurusan organisasi mahasiswa melalui prosesi pelantikan yang khidmat. Bertempat di Ruang Teater PMD FEB UNY pada Jumat (20/2), acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Dekan, para Wakil Dekan, Kepala Departemen, hingga Dosen Pembimbing Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). Sebanyak 112 mahasiswa terpilih mengikrarkan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Dekan, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan berita acara serah terima jabatan pengurus lama (demisioner) dan pengurus baru. Momentum ini menandai penyerahan tanggung jawab sekaligus apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya yang telah berkontribusi bagi dinamika kemahasiswaan di lingkungan FEB UNY.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para pengurus yang baru dilantik. Beliau menekankan bahwa pengalaman berorganisasi adalah laboratorium nyata yang akan membedakan kualitas lulusan di masa depan. Menurutnya, berorganisasi melatih mahasiswa untuk terbiasa dengan manajemen tugas, seperti penyusunan proposal hingga eksekusi kegiatan, yang sangat dibutuhkan dalam dunia profesional.

Lebih lanjut, Dr. Sutirman mengingatkan bahwa Ormawa merupakan subsistem dari FEB UNY yang harus bergerak dalam koridor aturan lembaga. Beliau menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta izin resmi fakultas dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik almamater sembari tetap menjadi individu yang kreatif, unggul, dan berkelanjutan, termasuk didorong untuk berpartisipasi dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) yang akan datang.

Prosesi pelantikan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan koordinasi perdana antara pengurus baru dengan dosen pembimbing masing-masing. Suasana optimisme terpancar dari para mahasiswa yang siap membawa inovasi baru bagi ormawa di tingkat departemen maupun fakultas, dengan harapan dapat meningkatkan prestasi mahasiswa FEB UNY baik di level nasional maupun internasional.

Kegiatan pelantikan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4: Pendidikan Berkualitas dan poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah soft skills kepemimpinan dan manajerial, fakultas turut berkontribusi dalam membangun institusi yang kuat dan inklusif demi mencetak generasi pemimpin masa depan yang kompeten. (ist/fdhl)

Akselerasi Data Presma: FEB UNY Pastikan Mahasiswa Siap Hadapi Yudisium dan Dunia Kerja

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar Workshop Akselerasi Data Presma pada Jumat (20/2) bertempat di Auditorium FEB UNY. Agenda ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendataan prestasi dan aktivitas mahasiswa guna menghindari hambatan administratif saat kelulusan. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa, baik secara luring maupun daring.

Dalam laporannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) FEB UNY, Ani Widayati, M.Pd., Ed.D., menyoroti pentingnya pemenuhan poin Penghargaan Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM). Saat ini, mahasiswa diwajibkan mengumpulkan minimal 80 poin PEM sebagai syarat mengikuti yudisium. Poin tersebut dapat diperoleh melalui keikutsertaan dalam organisasi, perlombaan, maupun kepanitiaan. Beliau menegaskan bahwa workshop ini menjadi solusi atas potensi kendala komunikasi antara mahasiswa dan fakultas terkait klaim poin yang masih tergolong banyak belum terdata.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa pendataan yang akurat dalam sistem Presma bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan, melainkan investasi masa depan. Data prestasi yang terunggah nantinya akan muncul dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen ini menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi alumni saat memasuki pasar kerja untuk membuktikan kompetensi di luar bidang akademik.

Pihak fakultas juga mengidentifikasi adanya kendala teknis, di mana banyak mahasiswa telah mengunggah data namun belum melengkapinya dengan dokumen pendukung atau sertifikat yang valid. Menanggapi hal tersebut, Dr. Sutirman menginstruksikan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas fakultas secara maksimal. Mahasiswa yang terkendala perangkat dapat menggunakan laboratorium komputer serta fasilitas pemindaian (scan) yang tersedia di lingkungan FEB UNY untuk mempercepat proses verifikasi data.

Sesi inti workshop diisi dengan pemaparan materi teknis mengenai manajemen database mahasiswa yang disampaikan oleh Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd. dan Tri Hidayat, S.Tr.Ab. Keduanya membimbing mahasiswa dalam menavigasi sistem Presma agar input data berjalan akurat dan efisien. Para mahasiswa tampak aktif bertanya dan mencoba langsung upaya perbaikan data dengan didampingi oleh pemateri.

Sejalan dengan agenda global, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan FEB UNY terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4: Pendidikan Berkualitas dan poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui tertib administrasi prestasi dan penguatan SKPI, fakultas berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompetitif dan memiliki kesiapan kerja yang tinggi di era profesional. (ist/fdhl)

/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8969.JPG/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8972.JPG/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8978.JPG

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor: Soroti Inklusi Keuangan sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dr. Muniya Alteza, M.Si., dosen Departemen Manajemen FEB UNY, resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka yang diselenggarakan di Ruang Konimex FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (13/2). Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga memperkuat pilar akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan FEB UNY dalam menjawab tantangan ekonomi nasional.

Disertasi yang dipertahankan Dr. Muniya Alteza berjudul "Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Analisis Regional Provinsi di Indonesia". Riset ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan sektor keuangan sebagai penyedia dana utama bagi perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui studinya, Muniya menyoroti bahwa meskipun inklusi keuangan telah menjadi fokus strategi nasional, optimalisasi aksesibilitas dan penggunaan layanan keuangan formal masih menjadi kunci utama dalam mendorong kinerja ekonomi, terutama di tingkat regional.

Menggunakan data panel dari 33 provinsi di Indonesia sepanjang periode 2012-2024, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa indeks inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Analisis yang dilakukan menunjukkan konsistensi hasil baik di wilayah Indonesia Barat maupun Timur. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan akses terhadap lembaga keuangan formal secara langsung berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di berbagai provinsi.

Kebaruan utama dalam riset ini terletak pada pengujian peran modal manusia (human capital) sebagai variabel moderasi. Dr. Muniya menemukan bahwa kualitas sumber daya manusia, yang diukur melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA, terbukti memperkuat dampak positif inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan yang lebih baik memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara lebih produktif dan efisien.

Jalannya prosesi ujian terbuka ini dipimpin oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Penguji dan Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA sebagai Sekretaris. Selama menempuh studi doktoralnya, Dr. Muniya berada di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. QCRO sebagai Promotor, serta Aldy Fariz Achsanta, S.E., M. Rech., Ph.D dan Arum Setyowati, S.E., M.M., Ph.D. selaku Co-Promotor. Kelayakan riset tersebut diuji secara kritis oleh dewan penguji yang beranggotakan Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D, Budi Wahyono, S.Pd., M.Pd., Ph.D, Dr. Hidajat Hendarsjah, SSi, MM, serta penguji eksternal Dr. Sylviana Maya Damayanti, S.T., M.B.A. dari Institut Teknologi Bandung.

Suasana khidmat di ruang ujian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, rekan-rekan dosen departemen Manajemen, perwakilan tenaga kependidikan, serta keluarga besar yang memberikan dukungan penuh. Kehadiran pimpinan dan kolega ini menegaskan solidaritas serta komitmen fakultas dalam merayakan setiap pencapaian akademik yang diraih oleh civitas akademikanya. Dr. Muniya kini kembali ke pangkuan FEB UNY dengan membawa ilmu dan kompetensi baru yang siap dibagikan kepada para mahasiswa.

Pencapaian Dr. Muniya Alteza ini relevan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Poin 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan. Melalui temuan bahwa inklusi keuangan yang didukung oleh kualitas modal manusia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, riset ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan untuk mengurangi ketimpangan antarprovinsi di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata akademisi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (fdhl)

Dr. Muniya Alteza dan dewan Penguji

Perkuat Pakar Manajemen Keuangan, Dosen FEB UNY Dr. Lina Nur Hidayati Bedah Strategi Ekonomi Hijau

Lina Nur Hidayati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor pada Senin (9/2/2026). Gelar tertinggi akademik tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen di Ruang Konimex, Gedung FEB Universitas Sebelas Maret (UNS).

Disertasi yang dipertahankan berjudul "Adopsi Energi Terbarukan dan Kinerja Keuangan Perusahaan: Peran Moderasi Keragaman Direksi dan Komite Keberlanjutan". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana transisi energi bersih berkontribusi terhadap penciptaan nilai ekonomi perusahaan publik di Asia. Dr. Lina menelaah peran tata kelola perusahaan, khususnya keragaman direksi dan keberadaan komite keberlanjutan, sebagai variabel yang berpotensi memoderasi hubungan tersebut.

Dalam metodologinya, riset ini menggunakan data panel dari 798 perusahaan publik di kawasan Asia selama periode 2017–2024 dengan total 1.878 unit observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi fixed effects robust serta System Generalized Method of Moments (System GMM) untuk mengukur profitabilitas melalui return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Pendekatan ini digunakan guna menangkap dinamika kinerja keuangan serta mengatasi potensi endogenitas dalam model penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi energi terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan penggunaan energi terbarukan pada periode sebelumnya mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan pada periode berjalan. Namun, hasil pengujian menunjukkan bahwa keragaman direksi dan komite keberlanjutan tidak memperkuat pengaruh tersebut secara signifikan dalam konteks perusahaan publik di Asia yang diteliti.

Ujian terbuka ini dipimpin oleh Dekan FEB UNS dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Anton Agus Setyawan (penguji eksternal), Aldy Fariz Achsanta, Ph.D., Dr. Bambang Hadinugroho, dan Dr. Hidajat Hendarsjah. Proses bimbingan riset dilakukan oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Dr. Atmaji, M.M., dan Arum Setyowati, M.M., Ph.D. Agenda ini turut dihadiri oleh pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta rekan sejawat dan keluarga promovenda.

Capaian akademik ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian Dr. Lina secara langsung mendukung pencapaian SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui kajian adopsi energi terbarukan. Selain itu, temuan mengenai nilai ekonomi perusahaan bersinergi dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sementara pembahasan mengenai tata kelola dewan direksi berkontribusi pada poin SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

Dr. Lina dan Dewan Penguji

Dosen FEB UNY Arum Darmawati Raih Gelar Doktor, Kaji Kesejahteraan Psikologis Guru Pendamping Khusus

Arum Darmawati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin (9/2/2026). Gelar tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen yang berlangsung di Ruang Konimex, Gedung FEB UNS.

Dalam riset doktoralnya, Dr. Arum mengangkat judul disertasi "Anteseden dan Konsekwensi Emotional Labor: Studi Pada Guru Pendamping Khusus di Indonesia". Penelitian ini memfokuskan pada tuntutan regulasi emosi yang dihadapi oleh Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam konteks pendidikan inklusif. Melalui pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 483 GPK di seluruh Indonesia, riset ini menganalisis bagaimana ketidaksesuaian emosional (emotional dissonance) dapat memicu kelelahan kerja (burnout) yang berdampak pada kepuasan kerja guru.

Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi, baik surface acting maupun deep acting, berpengaruh positif terhadap risiko burnout. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa burnout berperan sebagai mediator yang menurunkan kepuasan kerja guru. Namun, penelitian ini menemukan bahwa sumber daya personal, seperti modal psikologis (psychological capital), mampu menjadi moderator yang membantu individu dalam mengelola emosi ketika menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

Proses pengujian dalam sidang terbuka ini dilakukan oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si., Prof. Dr. Salamah Wahyuni, S.U., dan Dr. Sinto Sunaryo, M.Si. Sementara itu, tim promotor yang membimbing penelitian ini adalah Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Dr. Hidajat Hendarsjah, M.M., serta Dr. Mugi Harsono, M.Si., C.CCM, CCLM.

Agenda akademik ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta para kolega dosen dan tenaga kependidikan dari Departemen Manajemen FEB UNY. Kehadiran keluarga dan kerabat turut melengkapi suasana sidang yang menjadi tonggak pencapaian kualifikasi sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Secara praktis, riset ini memberikan rekomendasi bagi instansi pendidikan untuk memperkuat dukungan organisasi guna meningkatkan kesejahteraan psikologis para pendidik inklusif.

Capaian ini selaras dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian mengenai Guru Pendamping Khusus mendukung poin SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan merata. Selain itu, kajian mengenai regulasi emosi dan kepuasan kerja berkontribusi pada poin SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) terkait kesejahteraan pekerja, serta poin SDGs Nomor 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik bagi anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

Perkuat Sinergi, IAEI DIY Gelar Rapat Kerja dan Jalin Kerja Sama dengan FEB UNY

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPW IAEI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) tahunan pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus DPW IAEI DIY guna merumuskan arah kebijakan dan program strategis organisasi untuk periode mendatang.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua DPW DIY IAEI, Ahmad Akbar Susamto, Ph.D., yang menekankan pentingnya konsolidasi program kerja yang berdampak nyata. Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Penasihat DPW IAEI DIY, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., dalam arahannya memberikan pandangan mengenai penguatan peran akademisi dan praktisi dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Yogyakarta.

Agenda utama rapat kerja ini dibagi menjadi dua sesi, yakni rapat kerja per bidang dan sidang pleno. Dalam sesi per bidang, para pengurus merancang program-program spesifik yang berkaitan dengan riset, edukasi, serta pendampingan ekonomi masyarakat. Hasil rumusan dari tiap bidang kemudian dipaparkan dalam sidang pleno untuk disepakati sebagai agenda kerja kolektif organisasi selama satu tahun ke depan.

Bersamaan dengan agenda tersebut, dilaksanakan pula seremoni penandatanganan kerja sama (MoA) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) dengan IAEI DIY. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berbasis ekonomi Islam. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara institusi pendidikan dengan asosiasi profesi.

Dekan FEB UNY dalam sambutannya menyatakan bahwa ekonomi syariah kini semakin menjadi kebutuhan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap kolaborasi ini melahirkan kajian-kajian baru yang mampu memberikan solusi serta pencerahan bagi publik. "Kami sangat berharap akan muncul kajian-kajian baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan solusi pencerahan sehingga masyarakat tidak terjerumus dalam berbagai transaksi yang tidak semestinya," tegasnya.

Kegiatan ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kolaborasi lintas institusi ini mencerminkan poin SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Selain itu, upaya pengembangan ekonomi Islam melalui riset dan edukasi berkontribusi pada SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan sistem keuangan yang inklusif dan transparan. (fdhl)

Ahmad Akbar SusamtoProf. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA.,

FEB UNY Gelar Pengajian Keluarga Besar dan Santunan Menjelang Ramadan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Besar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Teater FEB UNY ini dihadiri oleh segenap jajaran dosen serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan fakultas sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan mental spiritual civitas akademika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UNY, dilanjutkan dengan agenda sosial berupa penyerahan santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial fakultas. Acara inti kemudian diisi dengan tausiah oleh Ust. H. Saebani, M.A., M.Pd., yang mengusung tema "Hikmah Isra Mi'raj dalam menyambut Bulan Suci Ramadan".

Dalam paparan materinya, Ust. Saebani menyoroti paradoks sosial yang terjadi di Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dan kuota haji terbanyak, angka kasus korupsi masih tergolong tinggi. Penceramah menekankan pentingnya membedakan antara gaji dan rezeki; gaji dimaknai sebagai materi berupa uang yang diberikan manusia, sedangkan rezeki berasal dari Allah SWT yang mencakup aspek kesehatan badan dan keharmonisan keluarga.

Lebih lanjut, Ust. Saebani mengingatkan relevansi kesehatan dengan ibadah puasa melalui dalil Shuumuu tasihhuu (berpuasalah niscaya kamu akan sehat). Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang seringkali menjadi dua kenikmatan yang dilupakan manusia, padahal ibadah seperti salat dan puasa berkontribusi pada kesehatan fisik. Menutup materinya, beliau menyampaikan filosofi integritas melalui analogi uang yang nilainya tidak berubah di mana pun diletakkan, serta "filsafat belut" yang bermakna kemampuan seseorang untuk tetap bersih meski hidup di lingkungan yang berlumpur.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa mendukung pencapaian Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Materi mengenai kesehatan fisik dan mental spiritual berkontribusi pada Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pesan moral mengenai integritas dan anti-korupsi sejalan dengan Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

kalam ilahipenyerahan santunan FEB UNYFoto bersama penerima santunanUst. H. Saebani, M.A., M.Pd.

FEB UNY Perkuat Kualitas Akademik, Dr. Diana Rahmawati Pertahankan Disertasi Pembelajaran Online Akuntansi di UNS

Dr. Diana Rahmawati, M.Si., dosen Departemen Pendidikan Akuntansi FEB UNY, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka di FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (14/1/2026). Hadir memberikan dukungan langsung dalam sidang tersebut jajaran dekanat FEB UNY, rekan sejawat dosen, serta perwakilan tenaga kependidikan dari lingkungan FEB UNY.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS, Dr. Diana Rahmawati memaparkan disertasi berjudul "Perluasan Model Unified Theory of Acceptance and Use Technology Dalam Perspektif Pembelajaran Online Pada Pembelajaran Akuntansi Kondisi Pasca Pandemi Covid-19". Penelitian tersebut diuji oleh tim pakar yang terdiri dari Prof. Agung Nur Probohudono, Dr. Jaka Winarna, Dr. Sri Hartoko, serta Prof. Rindang Widuri sebagai penguji eksternal. Adapun tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. dan Dr. Setianingtyas Honggowati, M.Si., Ak.

Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui pengembangan model UTAUT 3 yang diintegrasikan dengan variabel post-pandemic adaptability, digital literacy, dan perceived institutional support. Temuan riset menunjukkan bahwa perilaku penggunaan teknologi saat ini tidak hanya bersifat rasional, namun juga dipengaruhi oleh aspek kebiasaan (habit) dan pengalaman jangka panjang. Selain itu, kajian ini memposisikan peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam menjelaskan efektivitas pembelajaran online, khususnya pada bidang akuntansi yang memiliki karakteristik konseptual dan praktikal yang kuat.

Secara praktis, hasil penelitian menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran online pasca-pandemi sangat bergantung pada dukungan institusi melalui penyediaan infrastruktur dan pelatihan berkelanjutan. Bagi tenaga pendidik, literasi digital dan kemampuan adaptasi menjadi prasyarat utama untuk memastikan proses belajar-mengajar tetap efektif. Penelitian ini menyarankan agar dosen mendesain strategi pembelajaran yang mengedepankan nilai etika dan pembentukan karakter melalui metode problem-based learning serta penilaian berbasis studi kasus, sehingga tidak hanya berfokus pada aspek kognitif semata.

Riset ini juga merekomendasikan kepada pengambil kebijakan pendidikan agar pembelajaran online tidak hanya dipandang sebagai solusi sementara, melainkan diintegrasikan ke dalam kurikulum jangka panjang. Temuan empiris membuktikan bahwa pada pembelajaran akuntansi, faktor adaptabilitas dan dukungan institusi berperan dalam menjamin pembelajaran berlangsung secara terstruktur, relevan, dan berorientasi pada kinerja. Hal ini berbeda dengan pembelajaran non-akuntansi yang lebih menitikberatkan pada aspek fleksibilitas dan variasi media pembelajaran.

Capaian akademik ini sejalan dengan komitmen FEB UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Goal ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Melalui riset ini, FEB UNY berkontribusi pada terciptanya model pendidikan yang adaptif terhadap teknologi. Selain itu, penguatan literasi digital dan dukungan institusi dalam penelitian ini selaras dengan Goal ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta Goal ke-8 untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di era ekonomi digital demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (fdhl)

Dr. Diana Rahmawati bersama dewan penguji

FEB UNY Lepas Prof. Dr. Muhyadi, Akademisi dengan Pengabdian Panjang di Pendidikan Administrasi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan acara Pisah Purna Tugas Prof. Dr. Muhyadi sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang beliau di dunia pendidikan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dekanat FEB UNY, Ketua dan Sekretaris Departemen Pendidikan Administrasi, dosen di lingkungan Departemen Pendidikan Administrasi, Kepala Bagian dan Sekretaris Kepala Bagian Tata Usaha FEB UNY, serta sebagian tenaga kependidikan FEB UNY.

Dalam laporan kegiatan, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Sumber Daya (PKUSD) FEB UNY, Dr. Mustofa, M.Sc., menyampaikan bahwa Prof. Muhyadi telah menapaki karier akademik selama lebih dari 40 tahun. Prof. Muhyadi resmi purna tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Februari 2023 dan kemudian melanjutkan pengabdian sebagai dosen kontrak di FEB UNY hingga saat ini. Sepanjang kariernya, beliau pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran pada periode 1992–1995 serta Pembantu Dekan I di FISE UNY pada periode 2004–2007.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Prof. Muhyadi selama mengabdi di UNY. Ia menggambarkan Prof. Muhyadi sebagai sosok yang dekat dengan mahasiswa, bersahaja, dan konsisten menjalankan amanah kepemimpinan akademik. Dekan juga menyampaikan bahwa Prof. Muhyadi memiliki peran penting dalam perjalanan akademiknya, mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral.

Kesan dan pesan juga disampaikan oleh Ketua Departemen Pendidikan Administrasi, Dr. Siti Umi Khayatun Mardiyah, M.Pd. Ia menegaskan bahwa Prof. Muhyadi merupakan salah satu figur kunci yang membentuk dan mengembangkan Program Studi Pendidikan Administrasi hingga mencapai kondisi seperti saat ini. Kepergian beliau memasuki masa purna tugas menjadi kehilangan tersendiri bagi departemen, mengingat Prof. Muhyadi merupakan satu-satunya guru besar di Departemen Pendidikan Administrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Muhyadi menyampaikan refleksi perjalanan akademiknya. Ia menuturkan bahwa dirinya memulai pendidikan tinggi di IKIP pada tahun 1973, menempuh jenjang sarjana muda dengan dukungan beasiswa Supersemar, kemudian melanjutkan hingga jenjang sarjana. Pada tahun 1979, beliau diangkat sebagai tenaga kerja di UNY dan sejak saat itu mengabdikan diri di dunia pendidikan tinggi. Prof. Muhyadi menyampaikan kesan mendalam atas suasana kekeluargaan yang terbangun di FEB UNY dan Departemen Pendidikan Administrasi, serta berharap FEB UNY terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pengabdian panjang Prof. Dr. Muhyadi dalam bidang pendidikan tinggi sejalan dengan komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidik, tata kelola akademik, serta penguatan institusi pendidikan tinggi. Kontribusi beliau dalam pengembangan Program Studi Pendidikan Administrasi dan kepemimpinan akademik menjadi bagian penting dalam mendukung akses terhadap pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing bagi generasi penerus. (fdh)

Laporan WD PKUSD

FEB UNY Serahkan SK Tugas Tambahan bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Tugas Tambahan bagi dosen dan tenaga kependidikan pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Ruang Teater PMD FEB UNY. Kegiatan ini dihadiri jajaran dekanat, ketua dan sekretaris departemen, kepala dan sekretaris bagian, koordinator program studi, serta dosen dan tenaga kependidikan yang menerima penugasan tambahan.

Acara diawali dengan laporan Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Sumber Daya (PKUSD) FEB UNY, Dr. Mustofa, M.Sc. Dalam laporannya, disampaikan bahwa pemberian tugas tambahan merupakan bagian dari penguatan tata kelola fakultas serta penataan peran strategis sumber daya manusia untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program akademik dan nonakademik.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penugasan tambahan ini menjadi salah satu langkah fakultas dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) FEB UNY. Menurutnya, keterlibatan aktif dosen dan tenaga kependidikan dalam berbagai peran struktural dan fungsional merupakan faktor penting dalam peningkatan kinerja institusi.

Pada kesempatan tersebut, Dekan juga mengajak seluruh penerima SK Tugas Tambahan untuk melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Ia menekankan bahwa kinerja yang optimal akan diikuti dengan apresiasi institusi, seraya mengutip pepatah Jawa, “golek jeneng dulu, baru jenang nututi,” sebagai pengingat bahwa prestasi dan kerja nyata menjadi dasar pengakuan.

Kegiatan penyerahan SK Tugas Tambahan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan FEB UNY dalam mendukung tata kelola fakultas yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), kegiatan ini relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan tata kelola dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui upaya membangun institusi pendidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel. (fdh)

Pages