Mahasiswa Penerima Beasiswa Bintang Mandiri Gelar Proyek Sosial Konservasi Mangrove di Baros Bantul

Sejumlah mahasiswa penerima Beasiswa Bintang Mandiri Angkatan 5 dari Bank Mandiri menggelar proyek sosial bertajuk Green Coast Baros di kawasan Hutan Mangrove Baros yang berlokasi di Tirtohargo, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (14/03) lalu. Kegiatan ini dipimpin oleh Melisa Sekarlina Putri Dayani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Proyek sosial ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola kawasan mangrove, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM lokal.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari lima awardee dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Melisa Sekarlina Putri Dayani (Pendidikan Biologi), A. Soffi (Manajemen), dan Annisa Nur Rahma (Teknologi Pendidikan) dari Universitas Negeri Yogyakarta, Arip Fathurahman dari Universitas Mataram, serta Ikhwanul Huda dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Melisa Sekarlina Putri Dayani, menjelaskan bahwa proyek Green Coast Baros tidak hanya berfokus pada kegiatan konservasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai gerakan kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, pengelola kawasan mangrove, serta pemerintah daerah. Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Melisa.

Salah satu kegiatan utama dalam proyek ini adalah penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Baros sebagai upaya mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove yang berfungsi menjaga stabilitas garis pantai, mengurangi abrasi, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir.

A. Soffi, mahasiswa Manajemen yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menambahkan bahwa kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat potensi ekonomi lokal melalui kerja sama dengan pelaku UMKM di kawasan Baros.

“Kami melihat potensi ekonomi lokal yang cukup besar di kawasan ini. Karena itu, kami berkolaborasi dengan UMKM setempat melalui pelatihan pembuatan telur asin agar masyarakat memiliki tambahan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif,” kata Soffi.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan pesisir. Edukasi tersebut mencakup fungsi ekologis mangrove serta pemanfaatan limbah kayu laut yang sering ditemukan di kawasan pantai.

Annisa Nur Rahma, mahasiswa Teknologi Pendidikan yang turut terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi bagian penting dalam program tersebut agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konservasi lingkungan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada aksi penanaman, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan. Melalui edukasi yang kami lakukan, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga mangrove serta memanfaatkan potensi pesisir secara berkelanjutan,” ujar Annisa.

Kegiatan Green Coast Baros juga terlaksana melalui kolaborasi dengan pengelola kawasan mangrove Baros serta dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul yang turut mendorong pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata.

Perwakilan pengelola kawasan mangrove Baros menyambut baik inisiatif para mahasiswa tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan mangrove sekaligus meningkatkan potensi wisata dan ekonomi lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan mangrove Baros sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan wisata berbasis lingkungan,” ujar perwakilan pengelola mangrove Baros.

Melalui integrasi kegiatan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, proyek sosial Green Coast Baros diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan pesisir sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat di kawasan Baros, Bantul. (sff)

DWP FEB UNY Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Bina Siwi pada Minggu (8/3). Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta ini dihadiri oleh Dekan FEB UNY, para Wakil Dekan, serta Ketua dan anggota DWP FEB UNY.

Acara diawali dengan penampilan hiburan musik tradisional berupa gamelan, kulintang, dan angklung yang dimainkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dari Panti Asuhan Bina Siwi. Penampilan tersebut menjadi bentuk ekspresi kreativitas sekaligus keterampilan yang dikembangkan oleh anak-anak di panti asuhan tersebut.

Dalam sambutannya, Pengelola Panti Asuhan Bina Siwi, Jumilah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari keluarga besar FEB UNY. Ia menjelaskan bahwa panti asuhan tersebut saat ini mengasuh 47 anak dengan dukungan 11 pengasuh. Sebagian besar anak merupakan penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita), sehingga pendidikan yang diberikan lebih difokuskan pada pengembangan keterampilan dan kemandirian. Jumilah juga mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen anak di panti asuhan tersebut tidak memiliki orang tua.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berkunjung dan berbagi dengan keluarga besar Panti Asuhan Bina Siwi. Ia mengapresiasi kesabaran dan dedikasi para pengelola panti dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Pada kesempatan tersebut, DWP FEB UNY juga menyerahkan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil partisipasi dosen dan tenaga kependidikan FEB UNY.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui kegiatan ini, FEB UNY berupaya mendukung inklusi sosial serta meningkatkan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

Peringati Momen Nuzulul Quran, FEB UNY Gelar Pengajian dan Buka Bersama Ramadhan 1447 H

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan pengajian dan buka bersama Ramadhan 1447 H pada Jumat (6/3). Acara yang berlangsung di lingkungan FEB UNY ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya, dan Hukum (USDH) UNY, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa dari UKMF Al Fatih FEB UNY, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) FEB UNY.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian dan buka bersama yang menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada penceramah, Dr. Agung Abdullah, M.M. dari UIN Raden Mas Said Surakarta, yang berkenan memberikan tausiah kepada sivitas akademika FEB UNY. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan ketakwaan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Dalam tausiah bertema “Merenungi Kembali Turunnya Wahyu Ilahi”, Dr. Agung Abdullah mengajak peserta untuk merefleksikan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Ia mengutip QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, penjelasan atas petunjuk, serta pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Selain itu, ia juga merujuk QS. Al-Ashr ayat 1–3 sebagai pengingat agar manusia tidak menjadi golongan yang merugi dengan senantiasa memperkuat iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Lebih lanjut, Dr. Agung menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui tiga tahapan, yaitu dari Allah SWT ke Lauhul Mahfuz, kemudian ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar, dan selanjutnya diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun melalui Malaikat Jibril. Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki berbagai fungsi, di antaranya sebagai hudā (petunjuk hidup), al-furqān (pembeda antara yang benar dan salah), syifā’ (penawar penyakit hati), serta sumber ilmu dan nasihat bagi umat manusia.

Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperbanyak tilawah, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengajian dan buka bersama ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNY dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter, nilai spiritual, dan integritas sivitas akademika. (ist/fdhl)

Ust. Dr. Agung Abdullah

Estafet Kepemimpinan: FEB UNY Resmi Lantik 112 Pengurus Ormawa Baru Periode 2026

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) resmi memulai babak baru kepengurusan organisasi mahasiswa melalui prosesi pelantikan yang khidmat. Bertempat di Ruang Teater PMD FEB UNY pada Jumat (20/2), acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Dekan, para Wakil Dekan, Kepala Departemen, hingga Dosen Pembimbing Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). Sebanyak 112 mahasiswa terpilih mengikrarkan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Dekan, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan berita acara serah terima jabatan pengurus lama (demisioner) dan pengurus baru. Momentum ini menandai penyerahan tanggung jawab sekaligus apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya yang telah berkontribusi bagi dinamika kemahasiswaan di lingkungan FEB UNY.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para pengurus yang baru dilantik. Beliau menekankan bahwa pengalaman berorganisasi adalah laboratorium nyata yang akan membedakan kualitas lulusan di masa depan. Menurutnya, berorganisasi melatih mahasiswa untuk terbiasa dengan manajemen tugas, seperti penyusunan proposal hingga eksekusi kegiatan, yang sangat dibutuhkan dalam dunia profesional.

Lebih lanjut, Dr. Sutirman mengingatkan bahwa Ormawa merupakan subsistem dari FEB UNY yang harus bergerak dalam koridor aturan lembaga. Beliau menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta izin resmi fakultas dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik almamater sembari tetap menjadi individu yang kreatif, unggul, dan berkelanjutan, termasuk didorong untuk berpartisipasi dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) yang akan datang.

Prosesi pelantikan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan koordinasi perdana antara pengurus baru dengan dosen pembimbing masing-masing. Suasana optimisme terpancar dari para mahasiswa yang siap membawa inovasi baru bagi ormawa di tingkat departemen maupun fakultas, dengan harapan dapat meningkatkan prestasi mahasiswa FEB UNY baik di level nasional maupun internasional.

Kegiatan pelantikan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4: Pendidikan Berkualitas dan poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah soft skills kepemimpinan dan manajerial, fakultas turut berkontribusi dalam membangun institusi yang kuat dan inklusif demi mencetak generasi pemimpin masa depan yang kompeten. (ist/fdhl)

Akselerasi Data Presma: FEB UNY Pastikan Mahasiswa Siap Hadapi Yudisium dan Dunia Kerja

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar Workshop Akselerasi Data Presma pada Jumat (20/2) bertempat di Auditorium FEB UNY. Agenda ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendataan prestasi dan aktivitas mahasiswa guna menghindari hambatan administratif saat kelulusan. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa, baik secara luring maupun daring.

Dalam laporannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) FEB UNY, Ani Widayati, M.Pd., Ed.D., menyoroti pentingnya pemenuhan poin Penghargaan Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM). Saat ini, mahasiswa diwajibkan mengumpulkan minimal 80 poin PEM sebagai syarat mengikuti yudisium. Poin tersebut dapat diperoleh melalui keikutsertaan dalam organisasi, perlombaan, maupun kepanitiaan. Beliau menegaskan bahwa workshop ini menjadi solusi atas potensi kendala komunikasi antara mahasiswa dan fakultas terkait klaim poin yang masih tergolong banyak belum terdata.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa pendataan yang akurat dalam sistem Presma bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan, melainkan investasi masa depan. Data prestasi yang terunggah nantinya akan muncul dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen ini menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi alumni saat memasuki pasar kerja untuk membuktikan kompetensi di luar bidang akademik.

Pihak fakultas juga mengidentifikasi adanya kendala teknis, di mana banyak mahasiswa telah mengunggah data namun belum melengkapinya dengan dokumen pendukung atau sertifikat yang valid. Menanggapi hal tersebut, Dr. Sutirman menginstruksikan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas fakultas secara maksimal. Mahasiswa yang terkendala perangkat dapat menggunakan laboratorium komputer serta fasilitas pemindaian (scan) yang tersedia di lingkungan FEB UNY untuk mempercepat proses verifikasi data.

Sesi inti workshop diisi dengan pemaparan materi teknis mengenai manajemen database mahasiswa yang disampaikan oleh Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd. dan Tri Hidayat, S.Tr.Ab. Keduanya membimbing mahasiswa dalam menavigasi sistem Presma agar input data berjalan akurat dan efisien. Para mahasiswa tampak aktif bertanya dan mencoba langsung upaya perbaikan data dengan didampingi oleh pemateri.

Sejalan dengan agenda global, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan FEB UNY terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4: Pendidikan Berkualitas dan poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui tertib administrasi prestasi dan penguatan SKPI, fakultas berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompetitif dan memiliki kesiapan kerja yang tinggi di era profesional. (ist/fdhl)

/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8969.JPG/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8972.JPG/sites/feb.uny.ac.id/files/DSC_8978.JPG

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor: Soroti Inklusi Keuangan sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dr. Muniya Alteza, M.Si., dosen Departemen Manajemen FEB UNY, resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka yang diselenggarakan di Ruang Konimex FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (13/2). Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga memperkuat pilar akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan FEB UNY dalam menjawab tantangan ekonomi nasional.

Disertasi yang dipertahankan Dr. Muniya Alteza berjudul "Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Analisis Regional Provinsi di Indonesia". Riset ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan sektor keuangan sebagai penyedia dana utama bagi perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui studinya, Muniya menyoroti bahwa meskipun inklusi keuangan telah menjadi fokus strategi nasional, optimalisasi aksesibilitas dan penggunaan layanan keuangan formal masih menjadi kunci utama dalam mendorong kinerja ekonomi, terutama di tingkat regional.

Menggunakan data panel dari 33 provinsi di Indonesia sepanjang periode 2012-2024, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa indeks inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Analisis yang dilakukan menunjukkan konsistensi hasil baik di wilayah Indonesia Barat maupun Timur. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan akses terhadap lembaga keuangan formal secara langsung berkontribusi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di berbagai provinsi.

Kebaruan utama dalam riset ini terletak pada pengujian peran modal manusia (human capital) sebagai variabel moderasi. Dr. Muniya menemukan bahwa kualitas sumber daya manusia, yang diukur melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA, terbukti memperkuat dampak positif inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan yang lebih baik memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara lebih produktif dan efisien.

Jalannya prosesi ujian terbuka ini dipimpin oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Penguji dan Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA sebagai Sekretaris. Selama menempuh studi doktoralnya, Dr. Muniya berada di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. QCRO sebagai Promotor, serta Aldy Fariz Achsanta, S.E., M. Rech., Ph.D dan Arum Setyowati, S.E., M.M., Ph.D. selaku Co-Promotor. Kelayakan riset tersebut diuji secara kritis oleh dewan penguji yang beranggotakan Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D, Budi Wahyono, S.Pd., M.Pd., Ph.D, Dr. Hidajat Hendarsjah, SSi, MM, serta penguji eksternal Dr. Sylviana Maya Damayanti, S.T., M.B.A. dari Institut Teknologi Bandung.

Suasana khidmat di ruang ujian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, rekan-rekan dosen departemen Manajemen, perwakilan tenaga kependidikan, serta keluarga besar yang memberikan dukungan penuh. Kehadiran pimpinan dan kolega ini menegaskan solidaritas serta komitmen fakultas dalam merayakan setiap pencapaian akademik yang diraih oleh civitas akademikanya. Dr. Muniya kini kembali ke pangkuan FEB UNY dengan membawa ilmu dan kompetensi baru yang siap dibagikan kepada para mahasiswa.

Pencapaian Dr. Muniya Alteza ini relevan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Poin 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan. Melalui temuan bahwa inklusi keuangan yang didukung oleh kualitas modal manusia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, riset ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan untuk mengurangi ketimpangan antarprovinsi di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata akademisi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (fdhl)

Dr. Muniya Alteza dan dewan Penguji

Perkuat Pakar Manajemen Keuangan, Dosen FEB UNY Dr. Lina Nur Hidayati Bedah Strategi Ekonomi Hijau

Lina Nur Hidayati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor pada Senin (9/2/2026). Gelar tertinggi akademik tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen di Ruang Konimex, Gedung FEB Universitas Sebelas Maret (UNS).

Disertasi yang dipertahankan berjudul "Adopsi Energi Terbarukan dan Kinerja Keuangan Perusahaan: Peran Moderasi Keragaman Direksi dan Komite Keberlanjutan". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana transisi energi bersih berkontribusi terhadap penciptaan nilai ekonomi perusahaan publik di Asia. Dr. Lina menelaah peran tata kelola perusahaan, khususnya keragaman direksi dan keberadaan komite keberlanjutan, sebagai variabel yang berpotensi memoderasi hubungan tersebut.

Dalam metodologinya, riset ini menggunakan data panel dari 798 perusahaan publik di kawasan Asia selama periode 2017–2024 dengan total 1.878 unit observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi fixed effects robust serta System Generalized Method of Moments (System GMM) untuk mengukur profitabilitas melalui return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Pendekatan ini digunakan guna menangkap dinamika kinerja keuangan serta mengatasi potensi endogenitas dalam model penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi energi terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan penggunaan energi terbarukan pada periode sebelumnya mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan pada periode berjalan. Namun, hasil pengujian menunjukkan bahwa keragaman direksi dan komite keberlanjutan tidak memperkuat pengaruh tersebut secara signifikan dalam konteks perusahaan publik di Asia yang diteliti.

Ujian terbuka ini dipimpin oleh Dekan FEB UNS dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Anton Agus Setyawan (penguji eksternal), Aldy Fariz Achsanta, Ph.D., Dr. Bambang Hadinugroho, dan Dr. Hidajat Hendarsjah. Proses bimbingan riset dilakukan oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Dr. Atmaji, M.M., dan Arum Setyowati, M.M., Ph.D. Agenda ini turut dihadiri oleh pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta rekan sejawat dan keluarga promovenda.

Capaian akademik ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian Dr. Lina secara langsung mendukung pencapaian SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui kajian adopsi energi terbarukan. Selain itu, temuan mengenai nilai ekonomi perusahaan bersinergi dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sementara pembahasan mengenai tata kelola dewan direksi berkontribusi pada poin SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

Dr. Lina dan Dewan Penguji

Dosen FEB UNY Arum Darmawati Raih Gelar Doktor, Kaji Kesejahteraan Psikologis Guru Pendamping Khusus

Arum Darmawati, M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin (9/2/2026). Gelar tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Minat Manajemen yang berlangsung di Ruang Konimex, Gedung FEB UNS.

Dalam riset doktoralnya, Dr. Arum mengangkat judul disertasi "Anteseden dan Konsekwensi Emotional Labor: Studi Pada Guru Pendamping Khusus di Indonesia". Penelitian ini memfokuskan pada tuntutan regulasi emosi yang dihadapi oleh Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam konteks pendidikan inklusif. Melalui pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 483 GPK di seluruh Indonesia, riset ini menganalisis bagaimana ketidaksesuaian emosional (emotional dissonance) dapat memicu kelelahan kerja (burnout) yang berdampak pada kepuasan kerja guru.

Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi, baik surface acting maupun deep acting, berpengaruh positif terhadap risiko burnout. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa burnout berperan sebagai mediator yang menurunkan kepuasan kerja guru. Namun, penelitian ini menemukan bahwa sumber daya personal, seperti modal psikologis (psychological capital), mampu menjadi moderator yang membantu individu dalam mengelola emosi ketika menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

Proses pengujian dalam sidang terbuka ini dilakukan oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Prof. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si., Prof. Dr. Salamah Wahyuni, S.U., dan Dr. Sinto Sunaryo, M.Si. Sementara itu, tim promotor yang membimbing penelitian ini adalah Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Dr. Hidajat Hendarsjah, M.M., serta Dr. Mugi Harsono, M.Si., C.CCM, CCLM.

Agenda akademik ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNY, Ketua LLDIKTI Wilayah V, serta para kolega dosen dan tenaga kependidikan dari Departemen Manajemen FEB UNY. Kehadiran keluarga dan kerabat turut melengkapi suasana sidang yang menjadi tonggak pencapaian kualifikasi sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Secara praktis, riset ini memberikan rekomendasi bagi instansi pendidikan untuk memperkuat dukungan organisasi guna meningkatkan kesejahteraan psikologis para pendidik inklusif.

Capaian ini selaras dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian mengenai Guru Pendamping Khusus mendukung poin SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan merata. Selain itu, kajian mengenai regulasi emosi dan kepuasan kerja berkontribusi pada poin SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) terkait kesejahteraan pekerja, serta poin SDGs Nomor 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik bagi anak berkebutuhan khusus. (fdhl)

Perkuat Sinergi, IAEI DIY Gelar Rapat Kerja dan Jalin Kerja Sama dengan FEB UNY

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPW IAEI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) tahunan pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus DPW IAEI DIY guna merumuskan arah kebijakan dan program strategis organisasi untuk periode mendatang.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua DPW DIY IAEI, Ahmad Akbar Susamto, Ph.D., yang menekankan pentingnya konsolidasi program kerja yang berdampak nyata. Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Penasihat DPW IAEI DIY, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., dalam arahannya memberikan pandangan mengenai penguatan peran akademisi dan praktisi dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Yogyakarta.

Agenda utama rapat kerja ini dibagi menjadi dua sesi, yakni rapat kerja per bidang dan sidang pleno. Dalam sesi per bidang, para pengurus merancang program-program spesifik yang berkaitan dengan riset, edukasi, serta pendampingan ekonomi masyarakat. Hasil rumusan dari tiap bidang kemudian dipaparkan dalam sidang pleno untuk disepakati sebagai agenda kerja kolektif organisasi selama satu tahun ke depan.

Bersamaan dengan agenda tersebut, dilaksanakan pula seremoni penandatanganan kerja sama (MoA) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) dengan IAEI DIY. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berbasis ekonomi Islam. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara institusi pendidikan dengan asosiasi profesi.

Dekan FEB UNY dalam sambutannya menyatakan bahwa ekonomi syariah kini semakin menjadi kebutuhan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap kolaborasi ini melahirkan kajian-kajian baru yang mampu memberikan solusi serta pencerahan bagi publik. "Kami sangat berharap akan muncul kajian-kajian baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan solusi pencerahan sehingga masyarakat tidak terjerumus dalam berbagai transaksi yang tidak semestinya," tegasnya.

Kegiatan ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kolaborasi lintas institusi ini mencerminkan poin SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Selain itu, upaya pengembangan ekonomi Islam melalui riset dan edukasi berkontribusi pada SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan sistem keuangan yang inklusif dan transparan. (fdhl)

Ahmad Akbar SusamtoProf. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA.,

FEB UNY Gelar Pengajian Keluarga Besar dan Santunan Menjelang Ramadan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Besar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Teater FEB UNY ini dihadiri oleh segenap jajaran dosen serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan fakultas sebagai wadah silaturahmi dan pembinaan mental spiritual civitas akademika.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UNY, dilanjutkan dengan agenda sosial berupa penyerahan santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial fakultas. Acara inti kemudian diisi dengan tausiah oleh Ust. H. Saebani, M.A., M.Pd., yang mengusung tema "Hikmah Isra Mi'raj dalam menyambut Bulan Suci Ramadan".

Dalam paparan materinya, Ust. Saebani menyoroti paradoks sosial yang terjadi di Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dan kuota haji terbanyak, angka kasus korupsi masih tergolong tinggi. Penceramah menekankan pentingnya membedakan antara gaji dan rezeki; gaji dimaknai sebagai materi berupa uang yang diberikan manusia, sedangkan rezeki berasal dari Allah SWT yang mencakup aspek kesehatan badan dan keharmonisan keluarga.

Lebih lanjut, Ust. Saebani mengingatkan relevansi kesehatan dengan ibadah puasa melalui dalil Shuumuu tasihhuu (berpuasalah niscaya kamu akan sehat). Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan waktu luang seringkali menjadi dua kenikmatan yang dilupakan manusia, padahal ibadah seperti salat dan puasa berkontribusi pada kesehatan fisik. Menutup materinya, beliau menyampaikan filosofi integritas melalui analogi uang yang nilainya tidak berubah di mana pun diletakkan, serta "filsafat belut" yang bermakna kemampuan seseorang untuk tetap bersih meski hidup di lingkungan yang berlumpur.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberian santunan kepada yatim dan dhuafa mendukung pencapaian Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Materi mengenai kesehatan fisik dan mental spiritual berkontribusi pada Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pesan moral mengenai integritas dan anti-korupsi sejalan dengan Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (fdhl)

kalam ilahipenyerahan santunan FEB UNYFoto bersama penerima santunanUst. H. Saebani, M.A., M.Pd.

Pages