FEB UNY Gelar ICEBESS 2026 Secara Daring, Dorong Transformasi Berkelanjutan di Bidang Bisnis, Ekonomi, dan Pendidikan

YOGYAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses menyelenggarakan International Conference of Ethics on Business, Economics, and Social Science (ICEBESS) 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (17/10/26) lalu. Acara internasional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi UNY, Prof. Soni Nopembri, M.Pd., Ph.D., yang dalam amanatnya menekankan pentingnya penguatan etika akademis serta kolaborasi lintas negara di tengah dinamika perkembangan ekonomi dan teknologi global.Sambutan Dekan ICEBESS 2026

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan sambutan hangat sekaligus apresiasi mendalam kepada seluruh peserta dan lima institusi mitra (co-hosts) internasional. Kolaborasi strategis ini melibatkan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Gaziantep University Turkiye, Kongu Engineering College India, serta Universitas Nusa Megarkencana Indonesia, yang bersama-sama berkomitmen memperluas jangkauan riset dan pertukaran gagasan akademis.

Konferensi ini menghadirkan Sesi Pleno (Plenary Session) yang dimoderatori dosen Pendidikan Akuntansi FEB UNY Annisa Ratna Sari, M.S.Ed., Ph.D., dengan tiga pembicara kunci internasional berbobot, diawali oleh Rektor Universitas Paramadina sekaligus pendiri INDEF, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D. Dalam pemaparannya mengenai kondisi perekonomian Indonesia, beliau menggarisbawahi pentingnya transformasi struktural berbasis peningkatan produktivitas, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial guna mengatasi ketimpangan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja yang layak. Menurutnya, daya saing industri, inklusi sosial, dan dekarbonisasi dapat saling menguatkan, asalkan pekerja berpindah ke aktivitas berproduktivitas lebih tinggi dan upah riil meningkat. Ia memaparkan lima prioritas kebijakan, yakni reindustrialisasi, lapangan kerja inklusif, kebijakan industri hijau, reformasi kelembagaan, serta pengembangan sumber daya manusia dan kecerdasan buatan (AI). Pandangan ini diperkuat dengan studi kasus seperti Batam, transisi energi, hilirisasi nikel, UMKM digital, dan produktivitas pertanian. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi harus diukur lebih luas dari PDB, mencakup kualitas pekerjaan, ketimpangan, emisi, dan kualitas institusi.

Pembicara berikutnya, Prof. Dr. Tajularipin Sulaiman dari Universiti Putra Malaysia, menguraikan pendekatan transformatif untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan. Ia memandang keberhasilan transformasi bergantung pada kolaborasi reformasi sistemik dari atas dan inovasi guru dari bawah. Tantangannya meliputi respons kebijakan yang lambat terhadap perubahan teknologi, kesenjangan digital, kurangnya dukungan bagi inovasi pendidik, serta ukuran “keberhasilan” yang masih sempit pada ujian dan angka kelulusan. Ia menutup dengan pesan bahwa transformasi pendidikan harus bermanfaat bagi semua orang dan bertahan lintas generasi.

Sesi pleno dilengkapi oleh paparan Assoc. Prof. Dr. Angelina Nhat Hanh Le dari UEH University Vietnam mengenai peran perguruan tinggi di era STARA (Smart Technology, Artificial Intelligence, Robotics, Algorithms), yang menyoroti pentingnya menjaga esensi pembelajaran kognitif mendalam dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Angelina berargumen bahwa teknologi cerdas, AI, robotika, dan algoritma (STARA) dapat mengambil alih sebagian besar fungsi kualifikasi, tetapi tidak dapat membentuk manusia yang merdeka, bertanggung jawab, dan berani. Karena itu, universitas tetap penting melalui lima perannya, yaitu komunitas akademik yang otonom, kaitan penelitian dan pengajaran, pembentukan kapabilitas profesional, pengembangan agensi manusia, dan ruang publik bagi nalar kritis. Ia menegaskan pendidik harus memutuskan bagaimana AI digunakan, dengan merancang pembelajaran, menilai proses berpikir, dan menjaga manusia tetap di pusat pendidikan.

Selain sesi pleno, ICEBESS 2026 juga menggelar Sesi Paralel (Parallel Session) yang menjadi wadah diskusi ilmiah interaktif bagi akademisi dan peneliti dari berbagai belahan dunia. Lebih dari 100 makalah ilmiah (papers) dipresentasikan oleh para presenter yang berasal dari India, Malaysia, Turkiye, Vietnam, dan Indonesia, yang mencakup rumpun ilmu etika bisnis, ekonomi, akuntansi, ilmu sosial, hingga pendidikan.

Meskipun diselenggarakan secara daring, pelaksanaan konferensi melalui platform Zoom Meeting ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dan lalu lintas diskusi yang dinamis. Ruang-ruang virtual yang disediakan berhasil menjembatani interaksi akademis secara efektif, memungkinkan para peserta saling berbagi ide-ide terobosan dan solusi atas tantangan sosio-ekonomi global secara efisien.

Penyelenggaraan ICEBESS 2026 ini relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) yang diwujudkan melalui penguatan kapasitas intelektual dan inovasi pembelajaran, SDG Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat perumusan strategi peningkatan produktivitas serta pertumbuhan ekonomi inklusif, dan SDG Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tercermin dari kolaborasi internasional antar-perguruan tinggi berbagai negara.

Tingkatkan Kesadaran Administrasi Keluarga, Mahasiswa KKN UNY Edukasi Pengelolaan Arsip Rumah Tangga di Tunjang Timur

Lombok Tengah, NTB — Mahasiswa KKN UNY 2026 melaksanakan program “Arsip Aman, Keluarga Nyaman: Gerakan Edukasi Pengelolaan Dokumen Penting Rumah Tangga” di Dusun Tunjang Timur, Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan dokumen keluarga sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini memiliki keterkaitan dengan SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, terutama dalam mendukung masyarakat agar lebih tertib dalam mengelola dokumen administrasi yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan publik. Dokumen keluarga merupakan bagian penting dalam berbagai keperluan administrasi, sehingga keberadaan dan penyimpanannya perlu diperhatikan dengan baik.

Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam beberapa gelombang. Materi yang diberikan mencakup pengenalan berbagai dokumen penting rumah tangga, pengelompokan dokumen, cara penyimpanan yang aman, perlindungan dokumen dari kerusakan maupun kehilangan, serta kemudahan dalam menemukan kembali dokumen ketika diperlukan.

Dokumen seperti Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, akta kelahiran, ijazah, buku nikah, sertifikat, dan dokumen administrasi lainnya memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat. Dokumen tersebut dapat diperlukan untuk berbagai keperluan, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, bantuan sosial, maupun pelayanan administrasi pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pendampingan secara langsung dalam menata dokumen keluarga. Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menerapkan pengelolaan arsip secara lebih sederhana, tertib, dan sesuai dengan kondisi masing-masing rumah tangga.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman maupun kendala yang selama ini dihadapi dalam menyimpan dan menemukan kembali dokumen penting keluarga.

Setelah kegiatan sosialisasi, mahasiswa melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui pemahaman serta penerapan materi oleh masyarakat. Kegiatan evaluasi juga menjadi sarana untuk mengetahui kendala yang masih dihadapi dan memberikan penguatan terhadap pentingnya menjaga dokumen keluarga.

Program “Arsip Aman, Keluarga Nyaman” diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan dokumen bukan hanya berkaitan dengan kerapian, tetapi juga mendukung kesiapan keluarga dalam memenuhi berbagai kebutuhan administrasi. Dokumen yang tersimpan dengan baik akan lebih mudah ditemukan ketika dibutuhkan dan dapat mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan.

Melalui edukasi pengelolaan arsip rumah tangga, mahasiswa KKN UNY turut mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sadar administrasi dan mampu mengelola dokumen penting secara bertanggung jawab. Upaya sederhana dari lingkungan keluarga tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelayanan administrasi yang lebih tertib.

 

Dorong Ketahanan Ekonomi Keluarga, Mahasiswa KKN UNY Gelar Literasi Keuangan di Tunjang Timur

Lombok Tengah, NTB — Mahasiswa KKN UNY 2026 melaksanakan program “Cerdas Kelola Uang: Literasi Keuangan Keluarga” di Dusun Tunjang Timur, Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program tersebut berkaitan dengan SDGs 1: Tanpa Kemiskinan, khususnya melalui peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya keuangan keluarga. Pengelolaan keuangan yang lebih terencana diharapkan dapat membantu keluarga menentukan prioritas kebutuhan dan menggunakan pendapatan secara lebih bijak.

Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam beberapa gelombang. Materi yang diberikan meliputi pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan anggaran rumah tangga, pembedaan antara kebutuhan dan keinginan, penentuan skala prioritas, serta perencanaan keuangan sederhana.

Penyampaian materi dilakukan secara praktis agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya literasi keuangan, tetapi juga didampingi dalam memahami cara melakukan pencatatan dan mengatur pengeluaran berdasarkan kondisi masing-masing keluarga.

Selain mendukung SDGs 1, kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendorong kemampuan masyarakat untuk mengelola sumber daya ekonomi secara lebih produktif dan bertanggung jawab. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi keluarga dalam mengatur pendapatan dan merencanakan kebutuhan ekonomi.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai persoalan pengelolaan keuangan rumah tangga. Perbedaan kondisi ekonomi setiap keluarga juga menjadi bahan pembahasan agar materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Setelah kegiatan pelatihan, mahasiswa melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui pemahaman serta penerapan materi oleh masyarakat. Evaluasi dilakukan sebagai upaya untuk melihat sejauh mana kebiasaan pencatatan dan pengelolaan keuangan mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program “Cerdas Kelola Uang”, mahasiswa KKN UNY berharap masyarakat Dusun Tunjang Timur dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan keluarga. Kebiasaan sederhana dalam mencatat, merencanakan, dan menentukan prioritas keuangan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga yang lebih baik.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi terhadap pencapaian SDGs dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat melalui edukasi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, keluarga diharapkan dapat lebih siap dalam memenuhi kebutuhan saat ini maupun menghadapi kebutuhan di masa mendatang.

Peningkatan Literasi Ekonomi dan Kesadaran Kesenjangan Sosial melalui Metode Pembelajaran Interaktif TGT di SMA Negeri 1 Tempel

Sleman — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Ade Vika Sendi Rosiana, melaksanakan kegiatan pembelajaran ekonomi yang inovatif di SMA Negeri 1 Tempel, Selasa (10/9/2026). Kegiatan yang menyasar 36 siswa kelas XI C ini tidak sekadar menjadi rutinitas akademik biasa, melainkan dirancang secara khusus agar terintegrasi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, pembelajaran ini berkontribusi langsung pada SDGs Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan menyediakan pengalaman belajar yang inklusif dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Tujuan 10, yaitu Berkurangnya Kesenjangan, dengan membangun kesadaran para siswa terkait isu distribusi kekayaan dan kemiskinan di Indonesia.

Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran ini adalah memampukan siswa untuk menganalisis dan menghitung Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Nasional Bruto (PNB), hingga Pendapatan Disposabel (DI) secara mandiri dan sistematis. Guna menghindari kejenuhan di dalam kelas, proses pelaksanaan pembelajaran menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT). Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang membagi siswa ke dalam enam kelompok untuk berkompetisi melalui permainan edukasi Flip Bottle. Materi pendapatan nasional diuji saat siswa secara bergantian mengambil kartu soal menantang, sehingga tercipta interaksi yang sangat dinamis dan partisipatif antara pihak-pihak yang terlibat, yakni mahasiswa PK, guru pendamping, dan seluruh siswa.

Kegiatan ini membuahkan hasil dan dampak yang sangat positif, terlihat dari transformasi sikap siswa yang pada awalnya pasif menjadi sangat antusias dan berkolaborasi secara aktif dalam menyusun strategi pemecahan masalah. Selain memberikan manfaat berupa peningkatan kemampuan kognitif dalam berhitung, kepekaan sosial siswa juga semakin menajam. Mereka mampu menganalisis secara kritis bahwa tingginya angka rata-rata pendapatan nasional tidak selalu mencerminkan pemerataan kesejahteraan di masyarakat, yang mana kontribusi pemikiran ini sangat relevan dengan SDGs Tujuan 10. Keberhasilan metode belajar yang menyenangkan ini membuktikan kontribusi nyata terhadap SDGs Tujuan 4 serta mampu menciptakan suasana kelas yang hidup dan partisipatif.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran interaktif ini, para siswa diberikan penugasan pengayaan untuk menyusun infografis yang membandingkan pendapatan per kapita dan tingkat kemiskinan antarnegara. Karya infografis dari masing-masing kelompok tersebut nantinya akan dipamerkan di dalam kelas sebagai media apresiasi sekaligus bahan evaluasi berkelanjutan. Diharapkan, penerapan metode pembelajaran yang partisipatif dan peka terhadap isu-isu sosial-ekonomi aktual ini dapat terus diadaptasi di lingkungan SMA Negeri 1 Tempel, sehingga sekolah mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Cerdas Cermat Ekonomi dalam Outbond Haornas Buka Ruang bagi Siswa untuk Menunjukkan Potensi

Kemampuan siswa tidak selalu dapat terlihat dari bagaimana mereka tampil dalam pembelajaran sehari-hari di kelas. Hal tersebut tergambar dalam kegiatan Cerdas Cermat Ekonomi yang menjadi bagian dari rangkaian outbond dalam memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) di SMA Kolombo Sleman pada Rabu (09/09/26). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Farrinka Aninda Berlian, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), ini memberikan pengalaman berbeda dengan menantang siswa menjawab pertanyaan ekonomi dalam waktu 1 menit. Setiap kelompok berupaya memperoleh poin sebanyak-banyaknya melalui jawaban yang tepat dengan mengandalkan pengetahuan dan kerja sama anggota kelompok.

Menariknya, hasil permainan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dapat berbeda ketika dihadapkan pada situasi belajar yang berbeda. Siswa yang selama pembelajaran di kelas terlihat lebih menonjol secara akademik tidak selalu menjadi siswa yang memberikan jawaban terbanyak. Sebaliknya, beberapa siswa yang cenderung kurang terlihat dalam pembelajaran justru mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan menyumbangkan poin bagi kelompoknya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga dapat muncul melalui keberanian berpendapat, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kemampuan merespons dalam situasi tertentu.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran penting dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education atau Pendidikan Berkualitas. Pendidikan bermutu tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan menunjukkan potensi melalui pengalaman belajar yang beragam. Cerdas Cermat Ekonomi menjadi salah satu bentuk pengintegrasian pembelajaran ekonomi ke dalam kegiatan di luar kelas, sehingga siswa dapat menggunakan kembali pengetahuan yang telah dipelajari melalui aktivitas yang lebih dinamis dan interaktif.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PK UNY turut menghadirkan pengalaman belajar yang memberikan ruang bagi keberagaman kemampuan siswa. Cerdas Cermat Ekonomi tidak hanya menjadi ajang memperoleh poin atau menentukan kelompok pemenang, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk bersinar ketika diberikan ruang dan situasi yang tepat. Dari permainan sederhana dengan batas waktu satu menit, muncul pembelajaran bahwa potensi peserta didik tidak selalu dapat diukur hanya dari apa yang terlihat selama pembelajaran di kelas. (frnk)

 

Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Program Kebersihan Kelas dalam Mendukung Sekolah Berkelanjutan di SMA Negeri 7 Yogyakarta

Sulis Miratul Karimah, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program kerja Lomba Kebersihan Kelas di SMA Negeri 7 Yogyakarta, yang berlangsung sejak bulan Agustus hingga September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelas dari jenjang X hingga XII dan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik. Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa PK UNY dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan tujuan ke-11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), melalui penciptaan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Program Lomba Kebersihan Kelas dirancang untuk mendorong peserta didik agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan belajar mereka sendiri. Penilaian dilakukan secara rutin setiap hari, yaitu sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran berlangsung, dengan memperhatikan beberapa aspek utama seperti kebersihan lantai kelas, kerapian dan kebersihan alat pembelajaran, serta kelengkapan alat kebersihan yang tersedia di masing-masing kelas. Hasil penilaian tersebut kemudian direkap secara berkala, dan pengumuman kelas terbersih dilakukan setiap dua minggu sekali dengan menetapkan satu kelas juara untuk masing-masing angkatan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PK sebagai penilai dan fasilitator, guru wali kelas sebagai pendamping, serta seluruh peserta didik sebagai subjek utama pelaksana kebersihan kelas.

Melalui pelaksanaan program ini, terlihat adanya peningkatan kesadaran peserta didik dalam menjaga kebersihan kelas secara mandiri dan berkelanjutan. Peserta didik menjadi lebih disiplin dalam merawat fasilitas belajar, sekaligus tumbuh rasa kompetisi yang sehat antarkelas untuk meraih predikat kelas terbersih. Bagi pihak sekolah, program ini turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih rapi, nyaman, dan kondusif untuk kegiatan belajar-mengajar. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih yang menjadi bagian dari budaya sekolah, sejalan dengan semangat sekolah berkelanjutan yang selaras dengan tujuan SDGs.

Dengan terlaksananya Lomba Kebersihan Kelas ini, diharapkan kesadaran lingkungan yang telah ditanamkan dapat terus berlanjut meskipun program PK telah berakhir. Pihak sekolah diharapkan dapat mengadopsi kegiatan serupa sebagai program rutin sekolah guna menjaga keberlanjutan budaya bersih di lingkungan SMA Negeri 7 Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan kelas dapat memberikan kontribusi besar terhadap terwujudnya sekolah yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih luas.

Tim PM FEB UNY Teliti Pengaruh FOMO terhadap Perilaku Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Mahasiswa dengan JOMO sebagai Variabel Mediasi

Sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta melalui Program Penelitian Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (PMFEB) 2026 melakukan penelitian mengenai fenomena Fear of Missing Out (FOMO), perilaku konsumtif, dan pengelolaan keuangan mahasiswa dengan Joy of Missing Out (JOMO) sebagai variabel mediasi. Penelitian yang berjudul “Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Perilaku Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Mahasiswa FEB UNY dengan Joy of Missing Out sebagai Variabel Mediasi” ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya paparan media sosial, marketplace, tren digital, dan berbagai bentuk promosi yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan konsumsi mahasiswa. Penelitian ini secara khusus mengkaji bagaimana rasa khawatir tertinggal tren atau pengalaman yang sedang berkembang dapat berkaitan dengan perilaku konsumtif sekaligus pengelolaan keuangan mahasiswa FEB UNY.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert lima poin kepada mahasiswa aktif FEB UNY yang menggunakan media sosial dan marketplace, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Penelitian melibatkan empat variabel utama, yaitu FOMO sebagai variabel bebas, perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan sebagai variabel terikat, serta JOMO sebagai variabel mediasi. Pengukuran dilakukan melalui sejumlah indikator, antara lain perasaan cemas, khawatir, dan takut tertinggal tren pada FOMO; pembelian impulsif, pembelian tidak rasional, pembelian berlebihan, serta orientasi gaya hidup dan status sosial pada perilaku konsumtif; serta perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan persiapan keuangan masa depan pada pengelolaan keuangan. Sementara itu, JOMO diukur melalui kemampuan menikmati kondisi tetap offline, fokus pada lingkungan sekitar, merasa puas tidak mengikuti aktivitas digital, serta memilih pengalaman nyata dibandingkan aktivitas online.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa FEB UNY dengan koefisien sebesar 0,513, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan koefisien sebesar -0,207. Selain itu, FOMO juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap JOMO dengan koefisien -0,435. Di sisi lain, JOMO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien -0,310 dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan koefisien 0,498. Hasil analisis mediasi juga menunjukkan bahwa JOMO secara signifikan memediasi pengaruh FOMO terhadap perilaku konsumtif maupun pengelolaan keuangan. Secara keseluruhan, ketujuh hipotesis dalam penelitian ini diterima. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat FOMO yang lebih tinggi cenderung memiliki kecenderungan perilaku konsumtif yang lebih tinggi dan pengelolaan keuangan yang lebih rendah, sedangkan JOMO berkaitan dengan kecenderungan konsumsi yang lebih terkendali dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengaruh tekanan sosial digital dalam pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari. Bagi mahasiswa, penguatan sikap JOMO dapat dilakukan dengan lebih sadar dalam menggunakan media sosial dan marketplace serta mempertimbangkan kebutuhan sebelum melakukan pembelian. Sementara itu, bagi FEB UNY, hasil penelitian dapat menjadi salah satu dasar dalam pengembangan edukasi literasi keuangan digital melalui kegiatan seperti lokakarya, kampanye edukatif, maupun integrasi materi mengenai JOMO dan pengendalian diri dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan kajian lanjutan dengan cakupan responden yang lebih luas serta penambahan variabel seperti literasi keuangan, kontrol diri, dan digital detox untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku ekonomi mahasiswa di tengah perkembangan lingkungan digital.

KKN-M UNY Bantu UMKM Padukuhan Tulung Terdaftar di Google Maps lewat Program SODIG

Sebanyak tujuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Padukuhan Tulung, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, kini memiliki identitas digital berupa titik lokasi usaha pada Google Maps. Pendampingan tersebut merupakan hasil program SODIG (Sosialisasi dan Pendampingan Digital UMKM) yang dijalankan tim KKN-M Universitas Negeri Yogyakarta pada 5–13 September 2026.

Program ini berangkat dari catatan Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, pada saat penerjunan tim KKN-M. Salah satu permintaannya adalah agar mahasiswa menyusun program kerja pendampingan digital bagi UMKM di wilayahnya yang dinilai masih memerlukan bantuan. Hasil observasi di Padukuhan Tulung memperkuat kebutuhan tersebut. Minimnya visibilitas UMKM di Tulung terlihat dari sebagian pelaku usaha yang belum memiliki titik lokasi pada peta digital dan belum terbiasa menggunakan telepon pintar untuk keperluan usaha, sehingga usahanya sulit ditemukan pembeli dari luar wilayah. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya pengembangan dan pemasaran UMKM di Kalurahan Tamanmartani.

Karena itu, pemanfaatan digital dipilih sebagai sarana promosi sekaligus langkah awal transformasi digital bagi pelaku UMKM. Melalui program SODIG, pelaku usaha tidak hanya dikenalkan pada strategi pemasaran, tetapi juga didampingi langsung agar usahanya dapat ditemukan di ruang digital.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion) pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 15.00–17.30 WIB di rumah Ketua RW 01, Badar. Sosialisasi sengaja ditumpangkan pada pertemuan rutin PKK Padukuhan Tulung dan diikuti 38 peserta. Pelaku UMKM sulit untuk dijangkau dari situ kita mengumpulkan satu per satu, melalui peserta pertemuan PKK juga banyak yang membuka usaha rumahan. Materi disampaikan melalui poster infografis bertajuk “4P Strategi Pemasaran untuk UMKM Kuliner” yang memuat contoh nyata, mulai dari cara memotret produk, menghitung harga jual, mendaftarkan lokasi usaha, hingga memanfaatkan media sosial dan status WhatsApp sebagai sarana promosi.

Tahap berikutnya adalah pendataan UMKM pada 7–9 September 2026 yang menghasilkan 18 UMKM terdata. Pendampingan kemudian dilakukan pada 11–13 September 2026 secara door to door dengan mendatangi seluruh pelaku usaha satu per satu, karena tidak semua hadir pada sosialisasi. Dari kunjungan tersebut, tujuh pelaku usaha bersedia didampingi memetakan lokasi usahanya, lima di antaranya telah terverifikasi dan muncul pada pencarian Google Maps, sedangkan dua lainnya masih menunggu proses verifikasi.

Pendampingan juga menghadirkan temuan yang menarik. Tiga pelaku usaha memilih tidak dipetakan. Pemilik usaha pemotongan ayam, misalnya, menilai pasokan dan permintaan usahanya sudah seimbang dengan pelanggan tetap yang dimiliki, sementara jumlah tenaga kerjanya terbatas sehingga ia khawatir kewalahan bila pesanan bertambah. Tim menghormati keputusan tersebut dan mencatatnya sebagai pelajaran bahwa digitalisasi perlu disesuaikan dengan kapasitas setiap usaha.

Selain penolakan, tim menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan literasi digital pemilik usaha yang sebagian hanya terbiasa menggunakan WhatsApp, jaringan seluler yang kurang stabil di beberapa titik, serta pelaku usaha yang belum memiliki akun Google. Pada kunjungan yang sama, tim KKN-M turut membantu warga mengisi pendataan FORKAL (Forum Kalurahan) milik Kalurahan Tamanmartani sehingga satu kunjungan dapat menjawab dua kebutuhan sekaligus.

Program SODIG dijalankan dengan Hafif Pramana sebagai penanggung jawab program kerja, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Aulia Majid, S.T., M.Eng., serta dengan dukungan Dukuh Tulung, Veronica Hapsari Widyanti, dan pengurus PKK setempat. Ke depan, tim berharap pelaku UMKM dapat mengelola sendiri informasi usahanya, mulai dari memperbarui jam buka, menambah foto produk, hingga menanggapi ulasan pelanggan. Pendampingan lanjutan dan dukungan pemerintah kalurahan dinilai tetap diperlukan agar digitalisasi UMKM di Padukuhan Tulung berkelanjutan.

Mahasiswa PK UNY Intregrasikan Nilai SDGs melalui Pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja di SMK Negeri 2 Purworejo

Purworejo, 17 September – Aliefieya Az-Zahra, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja di SMK Negeri 2 Purworejo. Pembelajaran ini mengangkat tema “Think Before You Speak: Membangun Komunikasi yang Sopan, Jelas, dan Bertanggung Jawab di Tempat Kerja” dengan peserta didik sebagai sasaran utama. Pembelajaran tersebut mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Pembelajaran dilaksanakan melalui diskusi dan analisis kasus yang berkaitan dengan komunikasi di lingkungan kerja. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan empat situasi yang dapat terjadi dalam komunikasi professional, yaitu menerima telepon dari pelanggan, menyampaikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, merespons rekan kerja yang mengalami kesulitan, serta menangani penelepon ketika orang yang dituju sedang tidak berada di tempat. Setiap kelompok diminta untuk menganalisis permasalahan pada masing-masing kasus, mengidentifikasi dampak yang mungkin terjadi, serta menentukan cara berkomunikasi yang tepat. Hasil pembahasan kemudian dituliskan pada buku masing-masing untuk selanjutnya di presentasikan oleh kelompok yang ditunjuk.

Melalui proses pembelajaran tersebut, peserta didik diajak untuk tidak hanya memahami prosedur komunikasi yang telah dipelajari, tetapi juga mempertimbangkan penerapannya dalam situasi yang dapat ditemui di dunia kerja. Pembahasan kasus mendorong peserta didik untuk mengemukakan pendapat, bekerja sama, berpikir kritis, dan mempertimbangkan dampak dari cara seseorang menyampaikan infromasi kepada orang lain. Nilai sopan, jelas, menghargai, dan bertanggung jawab menjadi bagian yang ditekankan dalam pembelajaran. Hal tersebut berkaitan dengan SDGs 4 melalui pengembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik, serta SDGs 16 melalui pembiasaan komunikasi yang bertanggung jawab dan menghargai orang lain.

Pembelajaran berbasis nilai SDGs ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi peserta didik, terutama dalam mempersiapkan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di lingkungan kerja. Integrasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran juga diharapkan dapat terus diterapkan dalam proses pendidikan sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman terhadap materi, tetapi juga memiliki sikap dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

 

Asah Keterampilan Komputer Akuntansi Siswa Lewat Praktik MYOB

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta, Ananda Syavitri, melaksanakan Praktik Kependidikan di SMK Negeri 1 Kokap dengan mengajar mata pelajaran Komputer Akuntansi yang berbasis aplikasi MYOB. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas XI Akuntansi yang berjumlah 34 orang, dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK Negeri 1 Kokap. Kegiatan ini berlangsung dari 30 Juli sampai 17 September 2026, secara teratur setiap hari Senin pukul 08.30 - 10.30 WIB dan Kamis pukul 14.00 - 15.30. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4, yang menekankan pentingnya pembelajaran yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memberikan bekal kepada siswa dalam kemampuan menggunakan aplikasi MYOB untuk menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan secara menyeluruh, mulai dari pengisian data awal hingga penyusunan laporan keuangan.  Proses pembelajaran dilakukan dalam dua tahap: pada tahap pertama, mahasiswa PK menjelaskan materi dan mendemonstrasikan langkah kerja di aplikasi MYOB secara bertahap, sedangkan pada tahap kedua, siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan pemahamannya secara mandiri melalui sebuah studi kasus. Kasus yang digunakan berfokus pada perusahaan dagang PT Cahaya Mentari, di mana siswa diminta untuk menyelesaikan serangkaian transaksinya sendiri, dimulai dari tahap awal pembuatan kartu file untuk pelanggan dan pemasok hingga tahap akhir penyusunan laporan laba rugi dan neraca di akhir periode. Dalam kegiatan ini, guru pengampu mata pelajaran Komputer Akuntansi, Erna Rokhmanawati, S.Pd. turut berperan sebagai guru pamong untuk memantau perkembangan siswa selama praktik. 

Antusiasme siswa terlihat sangat baik sejak awal pembelajaran, di mana sebagian besar siswa berhasil menyelesaikan kasus PT Cahaya Mentari  dengan hasil yang tepat. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang membutuhkan bimbingan ulang pada beberapa tahap, terutama pada bagian yang dirasa lebih sulit, sehingga pendampingan individu tetap dilakukan bagi siswa yang memerlukannya. Metode penjelasan konsep sebelum praktik mandiri ini telah terbukti membantu para siswa memahami cara kerja dengan lebih komprehensif, bukan sekadar mengikuti prosedur tanpa memahami latar belakangnya. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran yang sistematis dapat meningkatkan penguasaan keterampilan teknis dan kejuruan, sejalan dengan tujuan SDG 4 dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta memberikan arti bagi peserta didik.

Dengan metode pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan konsep dan praktik mandiri ini diharapkan dapat terus digunakan dan ditingkatkan di SMK Negeri 1 Kokap, sehingga siswa dapat lebih mahir dan percaya diri dalam menggunakan aplikasi akuntansi sebagai persiapan untuk Uji Kompetensi Keahlian dan dunia kerja di masa depan. 

 

Pages