Implementasi SDGs 4 melalui Pengembangan Bakat, Kreativitas, dan Karakter Siswa dalam Kegiatan HUT SMK Negeri 1 Klaten

KLATEN – Selama menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten, Putri Tiana Novita Ramadani, mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMK Negeri 1 Klaten Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah bersama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 dan melibatkan seluruh siswa kelas X hingga XII serta para guru. Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter siswa sekaligus bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama, 26 Agustus 2026, diawali dengan pembukaan oleh panitia pelaksana, sambutan Kepala SMK Negeri 1 Klaten, Dra. Is Hardewi, M.Pd., serta pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Selanjutnya, siswa mengikuti lomba menghias tumpeng antarkelas, Jejak Juang, dan Puncak Juang untuk menumbuhkan kekompakan, sportivitas, dan semangat kebangsaan. Para guru juga turut dilibatkan melalui lomba susun kata, estafet jarik, dan mata batin untuk mempererat hubungan antarguru. Pada hari kedua, 27 Agustus 2026, kegiatan dibuka dengan sambutan kepala sekolah dan doa bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Rangkaian acara meliputi Juramasa, catwalk Mas Mbak SMK Negeri 1 Klaten, penampilan Duta Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Bahasa Prancis dengan tema “Integritas”, Smeru Got Talent, penampilan musikalisasi puisi, serta penampilan Smeru Band. Seluruh kegiatan menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan sikap kolaboratif.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa dan guru. Melalui berbagai lomba dan penampilan, siswa memperoleh pengalaman belajar di luar kelas yang menekankan kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Keterlibatan guru dalam kegiatan lomba juga memperkuat kebersamaan serta menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Tingginya partisipasi siswa dan guru menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap sekolah. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4 karena memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh siswa dan guru untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga seni, bahasa, kewirausahaan, dan karakter.

Semangat kreativitas, kolaborasi, dan kebersamaan yang terbangun melalui peringatan HUT SMK Negeri 1 Klaten Tahun 2026 diharapkan dapat terus dipertahankan. Sekolah diharapkan konsisten menyelenggarakan kegiatan pengembangan bakat dan karakter secara berkelanjutan agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, SMK Negeri 1 Klaten berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan potensi seluruh siswa dan guru.

 

Optimalisasi Microsoft Word dalam Melatih Keterampilan Praktik Penyusunan Surat pada Siswa Kelas XI MPLB SMK Negeri 2 Purworejo

Purworejo, 14 September 2026 – Putri Nadia Maisarah, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran praktik dalam penyusunan surat menggunakan aplikasi Microsoft Word kepada siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) di SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama masa pembelajaran Praktik Kependidikan tahun 2026 di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan ditujukan kepada siswa kelas XI MPLB sebagai bagian dari pembelajaran Pengelolaan Administrasi Umum, khususnya pada materi korespondensi Bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan dan kompetensi peserta didik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran teori dan praktik secara bertahap. Pada kegiatan praktik, siswa diarahkan untuk menggunakan Microsoft Word dalam menyusun berbagai jenis surat, mulai dari memahami bagian-bagian surat, mengatur format dan tata letak, hingga menyusun surat sesuai dengan bentuk dan ketentuan yang berlaku. Siswa juga dilatih menggunakan fitur Microsoft Word seperti pengaturan margin, jenis dan ukuran huruf, spasi, paragraf, pembuatan kop surat melalui header, penempatan logo, serta pengaturan garis pada kop surat. Selain itu, siswa mempraktikkan penyusunan surat niaga, seperti surat perkenalan, surat permintaan penawaran, surat penawaran, surat pesanan, surat pemberitahuan pengiriman, dan surat tagihan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK memberikan contoh, instruksi praktik, pendampingan, serta umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa.

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan korespondensi ke dalam dokumen surat yang dibuat menggunakan perangkat lunak perkantoran. Kegiatan praktik membantu siswa meningkatkan ketelitian dalam memperhatikan bagian dan format surat, sekaligus melatih keterampilan menggunakan Microsoft Word yang diperlukan dalam pekerjaan administrasi perkantoran. Bagi sekolah, kegiatan ini turut mendukung proses pembelajaran berbasis praktik dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer. Hal tersebut sejalan dengan SDG 4 karena pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat menunjang kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi administrasi perkantoran. Keterampilan dalam menyusun surat dan menggunakan Microsoft Word yang telah diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya maupun pada saat siswa memasuki dunia kerja.

Praktik Telepon Kantor Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai Bekal Keterampilan Komunikasi Siswa di Dunia Kerja dalam Mendukung SDGs 4 dan SDGs 8

Purworejo, 16 September 2026 – Laesa Nur Cahyani, Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan kegiatan pembelajaran berupa praktik telepon kantor dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada mata pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KK MP), Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu satu pertemuan untuk praktik komunikasi telepon Bahasa Indonesia dan dua pertemuan selanjutnya untuk praktik komunikasi telepon Bahasa Inggris. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menggunakan telepon kantor sekaligus melatih keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Kegiatan ini berkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kegiatan praktik secara langsung, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk menerapkan materi dalam situasi yang menyerupai lingkungan kerja. Kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berkomunikasi melalui telepon dalam pekerjaan perkantoran. Sebelum praktik, siswa terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai etika bertelepon dan prosedur 7C dalam komunikasi, yaitu clarity (jelas), conciseness (singkat), concreteness (konkret), correctness (benar), coherence (runtut), completeness (lengkap), dan courtesy (santun). Materi tersebut menjadi dasar bagi siswa dalam melakukan komunikasi melalui telepon agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas sesuai dengan etika komunikasi di tempat kerja.

Pada pertemuan pertama, siswa mempraktikkan penerimaan dan pemanggilan telepon dalam Bahasa Indonesia secara berpasangan. Praktik dilakukan tanpa membaca teks dialog sehingga siswa perlu memahami alur percakapan dan merespons lawan bicara secara langsung. Siswa dilatih menyampaikan salam pembuka, memperkenalkan diri atau instansi, mengidentifikasi penelepon, menyampaikan dan mencatat pesan, serta mengakhiri percakapan dengan baik. Pada dua pertemuan berikutnya, praktik dilanjutkan menggunakan Bahasa Inggris dengan dua skenario komunikasi di perusahaan. Skenario pertama adalah "making an appointment" atau membuat janji temu, sedangkan skenario kedua berkaitan dengan menjawab keluhan dan memberikan informasi produk kepada pelanggan. Dialog disusun oleh siswa secara berpasangan sebelum praktik, kemudian dipraktikkan tanpa membaca teks dengan memperhatikan penggunaan ungkapan yang sesuai, pelafalan, intonasi, kelancaran berbicara, serta alur komunikasi. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang lebih dekat dengan kebutuhan pekerjaan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa melatih kemampuan dalam berbicara, mendengarkan, menyampaikan informasi, mencatat pesan, dan merespons lawan bicara. Keterampilan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja dan mendukung penguatan keterampilan siswa sesuai dengan tujuan SDGs 4. Keterampilan komunikasi yang diperoleh juga dapat menjadi bekal bagi siswa sebagai calon tenaga kerja muda dalam menghadapi lingkungan kerja, yang berkaitan dengan SDGs 8. Ke depan, praktik komunikasi telepon dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris diharapkan dapat terus diterapkan dalam pembelajaran di SMK Negeri 2 Purworejo agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman menggunakan keterampilan komunikasi dalam situasi yang mendekati kebutuhan dunia kerja.

Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital dalam Pembelajaran PADJM untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas di SMK Negeri 2 Purworejo

Aprilia Regina Dinda Saputri, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan praktik mengajar pada mata pelajaran PADJM di SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada kelas praktik setiap Senin pukul 10.15–12.30 dan kelas teori pada Selasa, 15 September 2026 pukul 13.45–15.15. Peserta didik menjadi sasaran utama kegiatan, sedangkan mahasiswa berperan sebagai pelaksana pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, praktik, kuis, dan evaluasi dengan memanfaatkan Canva, buku, Microsoft Excel, Kahoot, serta media ulangan berbasis web. Kegiatan ini berkaitan dengan SDGs 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang memadukan pemahaman materi, keterampilan praktik, dan pemanfaatan teknologi.

Pelaksanaan pembelajaran bertujuan membantu peserta didik memahami materi PADJM sekaligus menerapkannya melalui kegiatan praktik. Pada tahap penyampaian materi, mahasiswa menggunakan Canva untuk menyajikan materi secara terstruktur, sedangkan buku digunakan sebagai sumber belajar pendukung. Setelah materi disampaikan, peserta didik melakukan praktik menggunakan Microsoft Excel untuk menerapkan materi yang telah dipelajari melalui aplikasi pengolah data. Selanjutnya, mahasiswa melaksanakan kuis menggunakan Kahoot untuk memberikan latihan sekaligus melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Setelah rangkaian pembelajaran selesai, peserta didik mengikuti ulangan berbasis web sebagai bentuk evaluasi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan peserta didik terlibat secara langsung sesuai dengan peran masing-masing dalam proses pembelajaran.

Pemanfaatan berbagai media pembelajaran memberikan variasi dalam pelaksanaan pembelajaran PADJM dan mendukung keterlibatan peserta didik dalam setiap tahap kegiatan. Peserta didik tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menerapkan materi melalui praktik Microsoft Excel, mengikuti kuis menggunakan Kahoot, dan mengerjakan evaluasi berbasis web. Penggunaan media tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan SDGs 4 karena pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pembelajaran di sekolah kejuruan.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan, pemanfaatan media pembelajaran digital diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Penggunaan Canva, Microsoft Excel, Kahoot, dan media ulangan berbasis web dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang memadukan teori, praktik, dan teknologi. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pelaksanaan praktik mengajar dalam menerapkan perencanaan pembelajaran yang telah disusun. Sementara itu, bagi peserta didik, kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan untuk menerapkan materi PADJM melalui berbagai aktivitas yang melibatkan teknologi. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, pemanfaatan media pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan yang berkualitas di lingkungan sekolah kejuruan.

Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera, Lingkungan Terjaga melalui Permainan Edukatif “Build Your Country: Economic Growth & SDGs 8”

Selasa (22/09) lalu, bertempat di SMA Negeri 6 Yogyakarta telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) pada mata pelajaran Ekonomi bersama siswa kelas XI F-8. Kegiatan mengangkat tema “Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera, Lingkungan Terjaga” melalui permainan edukatif “Build Your Country: Economic Growth & SDGs”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konsep pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pendapatan, tetapi juga perlu memperhatikan kesejahteraan masyarakat, pemerataan ekonomi, serta kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan permainan, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan berperan sebagai pemerintah dari suatu negara. Setiap kelompok diberikan anggaran awal yang harus dikelola untuk menentukan berbagai kebijakan pembangunan, seperti industri, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, energi terbarukan, pemerataan ekonomi, infrastruktur hijau, serta produksi yang bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan kebijakan yang sesuai dengan kondisi negara mereka. Siswa kemudian menghitung dampak setiap kebijakan terhadap tiga aspek utama, yaitu Pertumbuhan Ekonomi, Kesejahteraan Masyarakat, dan Lingkungan. Selain itu, siswa menghadapi kartu kejadian yang menggambarkan kondisi ekonomi atau lingkungan yang tidak terduga dan harus menentukan strategi perbaikan melalui anggaran tambahan. Setelah permainan selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil keputusan, dampak kebijakan, serta keterkaitannya dengan tujuan SDGs.

Kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif. Siswa menunjukkan antusiasme dalam berdiskusi, mengambil keputusan, menghitung dampak kebijakan, serta menyampaikan hasil permainan di depan kelas. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan lingkungan sehingga tercipta pembangunan yang berkelanjutan. (yzt)

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Siswa SMA 1 Bantul Bongkar Ekonomi Kreatif

Puluhan siswa kelas X-I SMA Negeri 1 Bantul melaksanakan observasi kokurikuler ke Padukuhan Piring II, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang didampingi mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi ini bertujuan mengenalkan siswa pada potensi ekonomi kreatif dan kearifan lokal masyarakat setempat, sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Rombongan yang didampingi wali kelas, Ibu Martini, disambut oleh Kepala Dukuh Piring II, Bapak Danan, sebelum memulai observasi. Siswa lebih dulu mendatangi rumah produksi kuliner khas adrem milik Ibu Siti untuk mengamati proses pembuatan kue tradisional berbahan tepung beras dan gula merah tersebut, mulai dari bahan baku hingga pemasarannya, sekaligus menggali data kependudukan setempat seperti tingkat pendidikan dan perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Kegiatan dilanjutkan ke rumah Bapak Budi, pengrajin yang mengolah eceng gondok, gedebog pisang, dan daun pandan menjadi tas, keranjang, dan karpet. Sebagian pengrajin yang terlibat merupakan warga sekitar, mayoritas ibu rumah tangga yang menjadikan kegiatan ini sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga, dengan hasil produksi yang telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di luar Bantul. Siswa berdialog langsung mengenai teknik pengolahan bahan hingga strategi menjaga kelangsungan usaha di tengah persaingan pasar.

Dari kunjungan ini, siswa memperoleh pemahaman konkret tentang bagaimana ekonomi kerakyatan tumbuh dari pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan. Bapak Budi menjelaskan bahwa kerajinan eceng gondok dari kawasan Bantul telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Prancis, Amerika Serikat, dan Inggris dengan nilai keuntungan yang cukup tinggi. Salah satu siswa, Tsaqif Revada dari kelompok 3 kelas X-I, mengaku mendapat banyak wawasan baru. "Saya pernah melihat produk seperti keranjang dan karpet, tapi baru tahu ternyata itu terbuat dari eceng gondok. Ternyata produk semacam itu juga ada di sekitar saya di daerah Bantul," ujarnya. Ia menilai kegiatan kokurikuler semacam ini penting diadakan sekolah agar pelajar semakin memahami kondisi ekonomi dan sosial di luar lingkungan sekolah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan rombongan tiba kembali di sekolah sekitar pukul 12.00 WIB. Melalui observasi ini, mahasiswa PK Pendidikan Ekonomi berharap siswa semakin peka terhadap potensi ekonomi di lingkungan sekitar, termotivasi melestarikan produk lokal, serta tumbuh menjadi generasi muda yang menghargai kearifan lokal dan berpikir kritis dalam melihat persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan di sekitarnya.

Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Kenalkan Surat-Menyurat Resmi kepada Siswa Kelas X Manajemen Perkantoran di SMK Muhamadiyah 1 Tempel Dukung SDGs 4

Sebagai dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), Gilang Wahyu Trijati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan kegiatan pembelajaran surat-menyurat bagi peserta didik kelas X Manajemen Bisnis di SMK Muhammadiyah 1 Tempel pada Kamis 10 September 2026. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.50–10.50 WIB di SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan sasaran peserta didik kelas X Manajemen Bisnis. Kegiatan berfokus pada pengenalan dan praktik dasar surat-menyurat, khususnya surat resmi yang digunakan dalam lingkungan sekolah dan perkantoran. Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam bidang administrasi perkantoran.

Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai surat-menyurat serta perbedaan antara surat resmi dan surat tidak resmi. Mahasiswa kemudian menjelaskan fungsi dan bagian-bagian surat resmi, mulai dari kop surat, nomor surat, tanggal surat, tujuan surat, isi surat, hingga bagian penutup dan tanda tangan. Peserta didik diberikan contoh surat sebagai bahan untuk mengenali struktur surat resmi. Selanjutnya, peserta didik diberikan permasalahan atau situasi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan administrasi sekolah, kemudian diarahkan untuk menyusun surat resmi berdasarkan permasalahan tersebut. Salah satu bentuk surat yang dikenalkan adalah surat undangan untuk guru. Karena peserta didik masih berada pada tahap pengenalan, proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan penjelasan dan pendampingan dari mahasiswa.

Kegiatan tersebut memberikan dampak berupa meningkatnya pemahaman awal peserta didik mengenai surat-menyurat. Peserta didik mulai mampu mengenali perbedaan antara surat resmi dan surat tidak resmi serta memahami beberapa bagian penting dalam surat resmi, seperti kop surat dan bagian-bagian lainnya. Selain memperoleh pengetahuan dasar, peserta didik juga mendapatkan pengalaman dalam membuat surat resmi sederhana. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa pengenalan keterampilan administrasi yang dapat digunakan dalam kegiatan sekolah maupun sebagai dasar untuk mempelajari administrasi perkantoran lebih lanjut. Hal tersebut sejalan dengan SDGs 4 melalui pembelajaran yang memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik sesuai dengan bidang yang dipelajari.

Melalui kegiatan pembelajaran surat-menyurat ini, diharapkan peserta didik dapat terus mengembangkan pemahaman dan keterampilan administrasi perkantoran secara bertahap. Pengetahuan dasar mengenai surat resmi yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran administrasi perkantoran selanjutnya serta mampu menerapkannya dalam kegiatan administrasi di lingkungan sekolah maupun dunia kerja.

Jelajahi Kampung Batik Giriloyo, Mahasiswa UNY Bimbing Siswa SMA N 1 Bantul Gali Potensi Ekonomi Desa

BANTUL — Pada Kamis, 10 September 2025 SMA Negeri 1 Bantul melaksanakan kegiatan kokurikuler berjudul “Ensiklopedia Digital Potensi Desadi Kabupaten Bantul” yang berlangsung di sembilan dusun di wilayah Kabupaten Bantul, salah satunya Dusun Giriloyo, Kecamatan Imogiri yang masyarakatnya dikenal sebagai sentra pembatik tulis. Kegiatan ini dilaksanakan oleh guru bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan sasaran seluruh peserta didik kelas 10. Kegiatan ini relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan peserta didik pada potensi sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungan sekitar melalui observasi lapangan secara langsung. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi guru serta mahasiswa PK UNY untuk mengamati kehidupan masyarakat dari berbagai sudut pandang mata pelajaran, yakni sosiologi, ekonomi, sejarah, geografi, dan pendidikan agama. Di Dusun Giriloyo, peserta didik mengamati langsung proses produksi batik tulis mulai dari pembuatan pola, pencantingan, hingga pewarnaan kain, serta berdialog dengan para pembatik mengenai sejarah dan perkembangan usaha batik yang telah menjadi mata pencaharian turun-temurun warga setempat. Hasil observasi tersebut selanjutnya didokumentasikan dan disusun menjadi sebuah ensiklopedia digital yang memuat profil potensi setiap dusun.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik berupa penguatan pemahaman lintas disiplin ilmu serta kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Bagi masyarakat Dusun Giriloyo, kegiatan ini turut membantu mendokumentasikan dan mempromosikan usaha batik tulis sebagai warisan budaya sekaligus sumber penghidupan ekonomi warga, sejalan dengan SDG 8 dan SDG 9. Pendekatan pembelajaran lintas mata pelajaran yang diterapkan turut mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, sementara cakupan observasi ke sembilan dusun berkontribusi pada SDG 11 melalui upaya pelestarian aset sosial dan budaya di berbagai wilayah Kabupaten Bantul.

Melalui kegiatan “Ensiklopedia Digital Potensi Desa di Kabupaten Bantul” ini, sekolah berharap peserta didik dapat terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sekaligus menghasilkan dokumentasi yang bermanfaat bagi pelestarian potensi desa. Kegiatan ini juga diharapkan dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan pada periode pembelajaran berikutnya sebagai bagian dari penguatan wawasan sosial dan lingkungan peserta didik.

Wujudkan Pembelajaran Berbasis SDGs, Mahasiswa PK UNY di SMK N 2 Purworejo Hadirkan Asesmen Pajak melalui Eksplorasi Virtual dengan Gamifikasi ZEP

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran membuka peluang hadirnya asesmen yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, salah satunya melalui gamifikasi berbasis ruang virtual. Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), Rino Satriyadi, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menerapkan asesmen pembelajaran berbasis gamifikasi menggunakan platform virtual ZEP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15, 17, dan 18 September 2026 di SMK Negeri 2 Purworejo, dengan sasaran peserta didik kelas XI AKL 2, XI AKL 3, dan XI AKL 4 pada kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Kegiatan tersebut mendukung SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Selain itu, materi perpajakan yang dibawakan juga mendukung SDG 16, yakni Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pengenalan administrasi dan kepatuhan perpajakan sejak dini.

Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif asesmen yang interaktif setelah peserta didik menyelesaikan materi pembelajaran. Pelaksanaan asesmen dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi individu dan sesi kelompok, dengan menggunakan peta (map) ZEP yang berbeda pada setiap sesi. Pada kedua sesi tersebut, peserta didik ditantang untuk menjelajahi map dan menemukan karakter-karakter yang menyimpan pertanyaan. Soal terdiri atas pilihan ganda dan uraian singkat yang mencakup Bab 1 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), meliputi pengertian, fungsi, jenis, falsafah, dasar pemungutan, hambatan pemungutan, tarif dan dasar pengenaan pajak, serta timbul dan hapusnya utang pajak. Materi juga mencakup Bab 2 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), meliputi pengertian, syarat dan cara pendaftaran, penerbitan, penghapusan, risiko tidak memiliki NPWP, serta sanksinya. Sesi individu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan asesmen secara mandiri, sedangkan pada sesi kelompok peserta didik bekerja sama menggunakan satu perangkat elektronik untuk menyelesaikan tantangan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Penggunaan platform ZEP memberikan pengalaman asesmen yang memadukan evaluasi dengan unsur eksplorasi dan permainan. Perbedaan map pada setiap sesi juga memberikan pengalaman yang bervariasi kepada peserta didik. Terutama pada sesi kelompok, peserta didik terlihat lebih aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dalam menentukan strategi pencarian karakter untuk menjawab pertanyaan. Salah satu peserta didik menyampaikan, “Saya suka karena ZEP itu asyik, menarik, dan inovatif untuk dijadikan cara pembelajaran di kelas, terutama untuk Gen Z. Kuisnya seru dan membuat tidak bosan. Selain belajar, saya juga bisa sambil bermain dan itu menurut saya sangat asyik.” Respons tersebut menunjukkan bahwa inovasi ini diterima secara antusias dan memberikan pengalaman asesmen yang lebih menarik bagi peserta didik. Hal ini menunjukkan kontribusi kegiatan terhadap SDG 4 melalui penerapan pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus mendukung pengenalan literasi dan kepatuhan perpajakan yang berkaitan dengan SDG 16.

Ke depannya, pemanfaatan gamifikasi berbasis ruang virtual ini diharapkan dapat terus diterapkan, dikembangkan, dan diadaptasi untuk berbagai mata pelajaran. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memadukan aktivitas mandiri dan kolaboratif sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang inovatif, relevan dengan karakteristik peserta didik, serta mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Literasi Keuangan kepada Siswa SD Negeri Plantungan melalui Mewarnai Celengan

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Desa Plantungan melaksanakan program kerja individu berupa edukasi literasi keuangan kepada siswa kelas 3 SD Negeri Plantungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Desyana Pramesti dari Program Studi Akuntansi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan cara menggunakan dan mengelola uang dengan baik kepada siswa melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan.

Program edukasi literasi keuangan dipilih karena pengenalan mengenai cara mengelola uang dapat dimulai sejak anak masih berada di bangku sekolah dasar. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa sudah mulai mengenal uang, terutama melalui uang saku. Oleh karena itu, siswa perlu memahami bahwa uang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan sebagian juga dapat disisihkan untuk ditabung.

Pada kegiatan ini, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai penggunaan uang secara bijak dengan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa. Materi yang diberikan antara lain mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, penggunaan uang saku, serta pentingnya menyisihkan uang untuk menabung. Siswa juga diajak menjawab beberapa pertanyaan sederhana sehingga kegiatan berlangsung secara interaktif.                                                                                           

Agar penyampaian materi tidak terasa seperti pembelajaran biasa, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai celengan. Siswa menggunakan celengan dari kaleng yang telah disiapkan, kemudian menghiasnya dengan gambar dan warna sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi media untuk mengenalkan kebiasaan menabung dengan cara yang lebih menyenangkan.

Selain mengenalkan kebiasaan menabung, siswa juga diperkenalkan dengan pencatatan sederhana mengenai uang yang diterima dan digunakan. Contoh yang digunakan disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari siswa, seperti uang saku. Dengan begitu, siswa dapat mulai memahami bahwa pengelolaan uang juga perlu dilakukan dengan mengetahui penggunaan uang yang dimiliki.

Desyana Pramesti selaku pelaksana program kerja mengatakan bahwa kegiatan ini dibuat dengan menyesuaikan usia siswa agar materi tentang keuangan lebih mudah dipahami. “Saya ingin mengenalkan pengelolaan uang kepada anak-anak dengan cara yang sederhana. Selain mendapatkan materi, mereka juga bisa belajar sambil melakukan kegiatan mewarnai,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti setiap tahapan dengan antusias. Siswa terlihat aktif ketika menjawab pertanyaan dan berkreasi menghias celengan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mulai memahami pentingnya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang saku dengan lebih bijak.

Program edukasi literasi keuangan ini diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung dapat terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan dari guru dan orang tua juga diperlukan agar kebiasaan tersebut dapat terus diterapkan oleh siswa.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian pengetahuan tambahan kepada siswa mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Edukasi tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang dapat memberikan bekal bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program “Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Mewarnai Celengan”, mahasiswa KKN UNY berupaya mengenalkan pengelolaan uang kepada siswa dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan. Dari kegiatan sederhana tersebut, diharapkan siswa dapat mulai membangun kebiasaan menabung dan menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan sejak dini.

Pages