Seminar Pajak Interaktif di SMKN 1 Pengasih Ubah Kesan "Rumit" Perpajakan Jadi Menyenangkan
Submitted by feb on Fri, 25/09/2026 - 22:07
Rahmat Aziz Al Ghifari bersama tim Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Pajak Interaktif di SMK Negeri 1 Pengasih pada Rabu, 26 Agustus 2026 yang berlokasi di Ruang Bima. Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja tim PK ini diikuti oleh 70 siswa kelas XI Akuntansi. Seminar ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu pendidikan berkualitas, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi siswa sekolah menengah kejuruan.
Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap perpajakan yang selama ini kerap dianggap rumit, sekaligus memperkenalkan ragam media pembelajaran interaktif. Acara seminar dipandu oleh Rahmat Aziz Al Ghifari selaku penanggung jawab sekaligus pembawa acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan icebreaking melalui permainan Zep Quiz dan Wordwall yang berfungsi sebagai pre-test ringan untuk mengenalkan media kepada siswa. Selanjutnya, mahasiswa PK, Vivien Lailla Dewandari menyampaikan materi pengantar perpajakan serta Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pegawai tetap dan pegawai lepas. Sesi berikutnya berupa kuis berhadiah secara berkelompok menggunakan Wayground dengan setiap kelompok terdiri atas tiga siswa yang bekerja sama menjawab soal, termasuk soal hitungan pajak sederhana. Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada kelompok terbaik. Pelaksanaan seminar ini sendiri didampingi oleh para guru SMK Negeri 1 Pengasih dari jurusan Akuntansi.
Sekitar 97 persen siswa hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan gembira. Pemanfaatan beberapa platform permainan digital membuat siswa mengenal perpajakan dengan cara yang lebih ringan, dimulai dari soal pengenalan yang mudah hingga soal hitungan yang lebih menantang. Salah satu siswa juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini menambah wawasan tentang PPh Pasal 21 yang dapat digunakan sebagai bekal memasuki dunia kerja nantinya. Bagi sekolah sendiri, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pembelajaran dapat dikemas melalui beragam media interaktif untuk menumbuhkan antusias siswa. Kontribusi tersebut mendukung SDGs nomor 4, khususnya penguatan keterampilan siswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan peningkatan mutu proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, tim PK berharap pemanfaatan media pembelajaran interaktif dapat terus dikembangkan oleh guru dan siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari, serta literasi perpajakan dapat dikenalkan sejak jenjang SMK.












