ICEBESS 2025 Tekankan Kolaborasi Akademik untuk Pembangunan Berkelanjutan

Konferensi Internasional on Ethics of Business, Economics, and Social Sciences (ICEBESS) 2025 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali menjadi ruang diskusi ilmiah lintas negara. Mengusung tema besar etika dan keberlanjutan dalam ekonomi dan bisnis, kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini diikuti lebih dari 500 peserta, terdiri atas dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

ICEBESS 2025 menghadirkan tiga pembicara utama yang mewakili perspektif akademik dan profesional internasional: Ms. Elizabeth Voong dari Elizabeth Voong and Company CA, Dr. Amelia Pérez García dari University of Murcia, Spanyol, serta Prof. Irwan Trinugroho, Ph.D. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Indonesia. Sesi Plenary ini dimoderatori oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNY, Ani Widayati, M.Pd., Ed.D. Selain sesi plenary, konferensi ini juga memuat 53 makalah yang dipresentasikan dalam sesi paralel mencakup bidang ekonomi, pendidikan, dan manajemen.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kontribusi akademisi terhadap isu-isu global. Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor UNY Bidang Akademik, Prof. Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, M.Pd., Ph.D., yang menekankan pentingnya riset lintas disiplin untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Pembicara pertama, Ms. Elizabeth Voong, mengulas topik “Fraud Observation and Business Sustainability”, menyoroti pentingnya tata kelola yang berintegritas dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Ia menekankan bahwa praktik bisnis beretika tidak hanya mencegah kerugian finansial, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi. Pendekatan deteksi dan pencegahan kecurangan yang berbasis data disebutnya sebagai kunci dalam menciptakan budaya transparansi di sektor korporasi.

Sementara itu, Dr. Amelia Pérez García membawakan materi bertajuk “Sustainability as a Driver for Growth and Development”. Ia menjelaskan bagaimana pendidikan, teknologi, dan model bisnis baru kini menjadi motor penggerak utama bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui empat pilar — human capital, social cohesion, economic prosperity, dan environmental protection — Dr. García menegaskan bahwa keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai biaya, melainkan sebagai sumber inovasi, ketahanan, dan daya saing ekonomi global.

Topik berikutnya disampaikan oleh Prof. Irwan Trinugroho, Ph.D., yang membahas hubungan antara financial inclusion, digital technology, dan economic growth. Berdasarkan kajiannya terhadap 84 negara, ia menunjukkan bahwa teknologi digital berperan penting dalam memperluas akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di negara berkembang. Prof. Irwan juga menyoroti peran FinTech dalam menciptakan peluang kerja baru serta menekan angka pengangguran ketika didukung oleh regulasi ketenagakerjaan yang adaptif.

Konferensi ini menegaskan relevansi penelitian terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth), ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta ke-13 (Climate Action). Melalui sinergi pendidikan, teknologi, dan kebijakan publik yang beretika, ICEBESS 2025 menegaskan peran penting dunia akademik dalam memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (fdh)

FEB UNY Holds Its First Doctoral Closed Dissertation Defense: Sholeh Hafidz Develops Growth Mindset-Oriented Financial Training Management Model

The Faculty of Economics and Business, Yogyakarta State University (FEB UNY), marked a new milestone by conducting its first-ever closed doctoral dissertation defense on Friday, 17 October 2025, at 09.00 a.m. The defense took place in the Examination Room, 2nd Floor, Graduate and Doctoral Program Building (PMD) of FEB UNY.

The doctoral candidate, Sholeh Hafidz, presented his dissertation titled “A Growth Mindset-Oriented Financial Management Training Model for Legal Entity State Universities (PTNBH) at Yogyakarta State University.”

The examination committee was chaired by Dr. Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D., with Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. serving as the secretary. The supervisory team consisted of Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, S.T., M.Pd. (Promoter/Examiner) and Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd. (Co-Promoter/Examiner). The panel was also supported by two external examiners: Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CfrA. (Examiner I) and Prof. Dr. Tony Wijaya, M.M. (Examiner II).

In his doctoral research, Sholeh Hafidz developed the PROGREFI Training Management Model, designed to enhance financial management in Legal Entity State Universities (PTNBH) through a growth mindset approach. The model is not only conceptual but has also been empirically tested for its feasibility, effectiveness, and practicality within the UNY environment.

Employing Borg & Gall’s Research and Development (R&D) method, the study followed ten stages—from data collection and design to field testing. Expert validation confirmed that the PROGREFI model was highly feasible, with an Aiken’s V coefficient of ≥ 0.83. The model’s effectiveness increased significantly from 60% in the preliminary stage to 86% after field implementation, while participants’ growth mindset scores improved from 3.6 to 4.5. Furthermore, the model demonstrated strong practicality with a practicality level of 85% and instrument reliability of 0.72.

Dean of FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., expressed his appreciation for this historic academic event. “The first doctoral dissertation defense at FEB UNY marks an important moment in our faculty’s journey. It reflects our strong commitment to advancing academic quality and strengthening research capacity in the fields of economics and business, particularly within the context of higher education governance,” he stated.

This inaugural dissertation defense represents a significant step in establishing a strong doctoral research culture within FEB UNY. The faculty hopes that this momentum will inspire further innovations in economics, business, and higher education management that are relevant to the challenges of the modern era.

In alignment with the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), this initiative contributes particularly to Goal 4 (Quality Education) and Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) by promoting capacity building, innovation, and professional development in higher education financial governance — ultimately supporting sustainable institutional growth and academic excellence. (ist)

FEB UNY Selenggarakan Ujian Tertutup Disertasi Perdana: Sholeh Hafidz Kembangkan Model Manajemen Pelatihan Keuangan Berorientasi Growth Mindset

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) mencatat tonggak sejarah baru dengan menyelenggarakan Ujian Tertutup Disertasi perdana Program Doktor (S3) pada Jumat, 17 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB. Ujian berlangsung di Ruang Ujian Lantai 2 Gedung Program Magister dan Doktor (PMD) FEB UNY.

Mahasiswa yang melaksanakan ujian adalah Sholeh Hafidz, dengan disertasi berjudul “Model Manajemen Pelatihan Pengelolaan Keuangan PTNBH Berorientasi Growth Mindset di Universitas Negeri Yogyakarta.”

Ujian tertutup ini dipimpin oleh Dr. Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D. sebagai Ketua Penguji, dengan Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. sebagai Sekretaris Penguji. Adapun tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, S.T., M.Pd. (Promotor/Penguji) dan Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd. (Co-Promotor/Penguji), serta didukung oleh penguji eksternal yaitu Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CfrA. (Penguji I) dan Prof. Dr. Tony Wijaya, M.M. (Penguji II).

Dalam penelitian disertasinya, Sholeh Hafidz mengembangkan Model Manajemen Pelatihan PROGREFI, yang berorientasi pada peningkatan pengelolaan keuangan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dengan pendekatan growth mindset. Model ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga diuji kelayakan, efektivitas, dan kepraktisannya secara empiris di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta.

Menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) Borg & Gall, penelitian ini melalui sepuluh tahap mulai dari pengumpulan data, desain, hingga uji lapangan. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model PROGREFI layak digunakan dengan nilai Aiken’s V ≥ 0,83. Efektivitas model meningkat signifikan dari 60% pada tahap awal menjadi 86% setelah uji lapangan, dengan peningkatan skor growth mindset peserta dari 3,6 menjadi 4,5. Selain itu, model ini dinilai praktis dengan tingkat kepraktisan 85% dan reliabilitas instrumen sebesar 0,72.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ujian tertutup disertasi perdana ini. “Pelaksanaan ujian disertasi pertama di FEB UNY menjadi momentum penting dalam sejarah fakultas. Ini membuktikan keseriusan kami dalam mengembangkan kualitas akademik dan memperkuat kapasitas riset di bidang ekonomi dan bisnis, terutama dalam konteks tata kelola perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ujian tertutup disertasi perdana ini menjadi langkah awal bagi FEB UNY dalam memperkuat tradisi ilmiah dan riset di tingkat doktoral. Fakultas berharap momentum ini dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam bidang ekonomi, bisnis, dan manajemen pendidikan tinggi yang relevan dengan tantangan era modern.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), inisiatif ini berkontribusi khususnya pada SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong peningkatan kapasitas, inovasi, serta pengembangan profesional dalam tata kelola keuangan perguruan tinggi. Upaya ini pada akhirnya mendukung pertumbuhan institusi yang berkelanjutan dan keunggulan akademik di lingkungan pendidikan tinggi. (ist)

Bupati Klaten Bahas Pengembangan SDM dan Kolaborasi Riset dengan FEB UNY

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menerima kunjungan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom. bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten. Rombongan yang terdiri atas Sekda Klaten Jaka Purwanto, Kepala BKPSDM Klaten Agus Setyawan Prasetyoko, M.Hum., serta pejabat terkait ini disambut langsung oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., beserta para wakil dekan dan ketua departemen di lingkungan fakultas.

Dalam sambutannya, Dr. Sutirman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Klaten dan rombongan, serta berharap pertemuan ini menjadi awal bagi penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menambahkan, FEB UNY juga terbuka untuk saling belajar dari praktik inovasi dan tata kelola pemerintahan daerah. “Kami percaya banyak hal yang bisa kami pelajari dari keberhasilan pemerintah daerah Klaten untuk kami bagikan kembali kepada mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dekan FEB UNY memaparkan bahwa fakultas memiliki jenjang pendidikan lengkap mulai dari S1, S2, hingga S3. Program magister yang tersedia meliputi Manajemen, Akuntansi, dan Pendidikan Ekonomi, sementara program doktor menawarkan bidang Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Ia juga membuka peluang kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Klaten melalui program kelas kerja sama, yang dapat dilaksanakan apabila terdapat minimal 20 peserta untuk jenjang S1 dan 10 peserta untuk jenjang S2 atau S3.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menilai kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UNY sangat penting untuk mendorong kemajuan daerah. “Klaten memiliki banyak potensi alam dan desa wisata, tetapi sering tertutup oleh nama besar Yogyakarta dan Solo. Karena itu, kami terus berupaya memperluas kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberadaan mahasiswa di suatu daerah terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, sehingga pihaknya sangat terbuka terhadap inisiatif kolaboratif dengan kampus.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Klaten Jaka Purwanto menyoroti perlunya peningkatan daya saing produk UMKM Klaten, khususnya dalam aspek pengemasan dan pemasaran. Senada, Kepala BKPSDM Klaten Agus Setyawan Prasetyoko menambahkan bahwa masih banyak aparatur dan masyarakat di Klaten yang baru berpendidikan sarjana (S1), sehingga peningkatan kompetensi menjadi agenda penting ke depan. Melalui kerja sama dengan FEB UNY, diharapkan penguatan kapasitas SDM dan ekonomi daerah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Kunjungan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis pengetahuan serta inovasi daerah. (fdh)

Pegadaian Goes to Campus 2025 di FEB UNY: Ajak Mahasiswa Cerdas Berinvestasi Emas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan PT Pegadaian Area Yogyakarta menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Pegadaian Goes to Campus 2025 Rabu (15/10) lalu. Acara yang menghadirkan Mushonif, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Yogyakarta, ini digelar di Ruang Teater FEB UNY dan diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., Wakil Dekan Bidang RKSIU, Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., dan Wakil Dekan Bidang PKUSD, Dr. Mustofa, M.Sc.. Dalam sambutannya, pihak fakultas menyampaikan apresiasi atas sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi, khususnya dalam memberikan wawasan finansial yang aplikatif kepada mahasiswa. Dalam kesempatan ini, FEB UNY dan Pegadaian turut menandatangani kerja sama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam paparannya, Mushonif menjelaskan bahwa Pegadaian terus bertransformasi menjadi pemimpin dalam ekosistem emas nasional dan akselerator inklusi keuangan. Saat ini, Pegadaian memiliki lebih dari 20 juta nasabah, 50 ribu agen, dan 61 kantor area yang tersebar di seluruh Indonesia. Layanan berbasis emas menjadi salah satu pilar utama, dengan penjualan emas mencapai sekitar 9 ton pada 2024 dan saldo tabungan emas masyarakat mencapai 13,2 ton. Sementara itu, total barang jaminan gadai emas yang dikelola mencapai 90 ton, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas sebagai instrumen keuangan yang aman dan stabil.

Pegadaian juga memperkenalkan layanan terbaru berbasis digital seperti aplikasi Tring!, yang memungkinkan pengguna membuka rekening emas, menabung, hingga bertransaksi hanya dalam satu platform. Aplikasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa, terbukti dari antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab, bahkan sebagian peserta langsung mengunduh dan mencoba aplikasinya di tempat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya investasi emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan masa depan. Mushonif menegaskan bahwa emas tidak hanya menjadi instrumen simpanan, tetapi juga dapat mendukung sektor produktif melalui bullion service, deposito emas, hingga pembiayaan berbasis emas yang menambah likuiditas ekonomi nasional.

Sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui literasi keuangan dan edukasi investasi bagi generasi muda, serta SDG 8: Decent Work and Economic Growth dan Goal 9: Industry, Innovation, and Infrastructure melalui penguatan ekosistem keuangan yang inklusif dan inovatif. (fdh)

FEB UNY Perkuat Kemitraan dengan SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo

Kegiatan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) dan Yayasan Pendidikan Ekonomi (YPE) Semarang diselenggarakan pada Selasa, 14 Oktober 2025  bertempat di Ruang Sidang Dekanat, FEB UNY. Acara ini merupakan bagian dari komitmen UNY untuk memperkuat kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menengah kejuruan (SMK), dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan bisnis berbasis vokasi.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY Dr. Sutirman, M.Pd. menyampaikan bahwa UNY, khususnya FEB, memiliki berbagai fasilitas pembelajaran dan laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan dan peningkatan kompetensi siswa SMK. Fasilitas tersebut mencakup Laboratorium Akuntansi, Laboratorium Perpajakan, Laboratorium Sistem Informasi Akuntansi, serta Laboratorium Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis yang secara rutin digunakan untuk kegiatan pelatihan dan praktik berbasis kompetensi. Beliau menegaskan bahwa FEB UNY tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan pusat pelatihan yang terbuka bagi masyarakat dan lembaga pendidikan mitra.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa FEB UNY memiliki berbagai program pelatihan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri, di antaranya pelatihan perpajakan dan core tax, pelatihan desain grafis menggunakan Canva untuk keperluan promosi dan branding, serta pelatihan berbasis teknologi informasi yang mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan. Dalam konteks ini, Dekan FEB UNY menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi sebagai upaya bersama dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi dinamika industri 4.0 dan era digitalisasi bisnis.

Sementara itu, Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, mewakili Yayasan Pendidikan Ekonomi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang telah terjalin erat selama empat tahun terakhir dengan UNY. Ia menjelaskan bahwa Yayasan Pendidikan Ekonomi (YPE) merupakan lembaga pendidikan yang telah lama berkiprah dalam pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis di tingkat menengah kejuruan. Hingga saat ini, YPE menaungi 13 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah dan seluruh kebijakan strategisnya berada di bawah kewenangan penuh yayasan. Dalam sejarahnya, YPE telah mengalami tujuh kali pergantian kepala sekolah yang seluruhnya berfokus pada peningkatan mutu pendidikan dan tata kelola lembaga.

Lebih jauh, Kepala SMK YPE menekankan pentingnya menjalin kolaborasi tidak hanya dengan dunia masyarakat dan industri, tetapi juga dengan perguruan tinggi seperti UNY sebagai mitra strategis pengembangan mutu sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan FEB UNY merupakan bentuk sinergi yang membawa banyak manfaat, baik bagi siswa, guru, maupun institusi sekolah. Selain itu, beliau menyoroti pentingnya penguatan school branding melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan, inovasi, dan capaian sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan, agar dapat dikenal luas oleh masyarakat dan dunia industri.

Kerja sama yang telah terjalin antara FEB UNY dan SMK YPE selama ini menunjukkan hasil yang positif dan nyata. Beberapa kegiatan yang telah terlaksana antara lain pelaksanaan Praktik Kerja (PK) mahasiswa FEB UNY di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, pelatihan perpajakan dan core tax yang merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), serta pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva bagi guru dan siswa sebagai upaya peningkatan keterampilan digital. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa SMK, tetapi juga menjadi wadah implementasi ilmu bagi mahasiswa FEB UNY, terutama dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoA dan IA, kedua pihak menyepakati sejumlah agenda lanjutan yang akan dilaksanakan pada periode mendatang. Salah satunya adalah rencana kunjungan siswa SMK YPE Sawunggalih ke FEB UNY untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan pengenalan lingkungan akademik. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal ekosistem pembelajaran di perguruan tinggi serta memperluas wawasan mereka mengenai dunia akademik dan profesional. Selain itu, FEB UNY dan YPE juga berkomitmen untuk mengembangkan program pelatihan baru di bidang akuntansi digital, literasi keuangan, dan teknologi pembelajaran, yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan kebijakan link and match pendidikan vokasi. (Am)

FEB UNY Gelar Pengabdian Masyarakat: Penguatan Literasi Pajak bagi Guru-Guru SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari tri darma perguruan tinggi. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Literasi Pajak bagi Guru-Guru di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo” yang diselenggarakan pada Jumat, 12 September 2025. Program ini diketuai oleh Amanita Novi Yushita, S.E., M.Si. dengan anggota Dr. Isroah, M.Si., Dr. Dian Normalitasari Purnama, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Agatha Saputri, M.Pd.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para guru mengenai literasi pajak, khususnya dalam konteks perpajakan modern yang telah bertransformasi secara digital melalui sistem Coretax Administration System. Hal ini sejalan dengan upaya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam melakukan reformasi perpajakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepatuhan pajak di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian FEB UNY menghadirkan Dr. Ponty Sya’banto Putra Hutama, S.E., M.Si. sebagai narasumber utama. Beliau memberikan materi mendalam tentang Coretax, yakni sistem inti administrasi perpajakan yang saat ini tengah diimplementasikan oleh DJP. Melalui paparan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana sistem ini mengintegrasikan seluruh proses administrasi pajak mulai dari pendaftaran wajib pajak, pelaporan, pembayaran, hingga pengawasan.

Dr. Ponty menjelaskan bahwa literasi pajak tidak hanya penting bagi pelaku ekonomi, tetapi juga bagi para pendidik. “Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran pajak kepada generasi muda. Dengan memahami sistem perpajakan yang baik, guru dapat menjadi agen edukasi yang membantu menciptakan masyarakat yang taat pajak,” ujarnya dalam sesi pemaparan.

Kegiatan PKM ini diikuti oleh guru-guru dari SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo dengan antusiasme yang tinggi. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam memahami kewajiban pajak, terutama bagi guru yang juga memiliki aktivitas ekonomi di luar profesi mengajar. Tim pengabdian memberikan pendampingan langsung dalam simulasi penggunaan aplikasi perpajakan, serta membimbing peserta dalam memahami perhitungan PPh Pasal 21, pelaporan SPT Tahunan, dan konsep pajak digital.

Ketua tim pengabdian, Amanita Novi Yushita, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata FEB UNY dalam mendukung peningkatan literasi pajak di kalangan tenaga pendidik. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para guru, sehingga mereka tidak hanya patuh terhadap kewajiban pajak, tetapi juga mampu menularkan nilai-nilai literasi pajak kepada peserta didiknya,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan penyerahan cendera mata kepada pihak sekolah. Kepala SMK YPE Sawunggalih menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini dan berharap kerja sama dengan FEB UNY dapat terus berlanjut dalam program-program edukatif lainnya.

Melalui kegiatan PKM ini, FEB UNY terus berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat melalui edukasi pajak. Literasi pajak yang kuat di kalangan guru diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun generasi muda yang sadar dan taat pajak demi kemajuan bangsa. (agt)

Pendampingan Kewirausahaan oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY kepada UMKM Banjarharjo Kalibawang Kulon Progo

Tim dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) memberikan penguatan UMKM lokal di daerah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Dalam kesempatan ini, tim pengabdi mengusung tema “PKM Berbasis Hasil Riset Penerapan “EV-APP” Aplikasi Volunteer UMKM Di Desa Banjarharjo”.

Tim pengabdi terdiri atas dosen-dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY, yaitu Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd., Dr Arif Rahman Hakim, M.Pd., dan Arum Darmawati, SE., MM., serta dibantu oleh volunteer pendamping kewirausahaan yaitu Vivien Lailla Dewandari, Rika Novitasari, Helena Christia Deshediany, Muhammad Afif Syahputra, dan Juan Lucky Pradhana.

Kegiatan diawali dengan pertemuan koordinasi internal pada 1 Juni 2025, di mana tim pengabdi bersama perwakilan relawan membahas teknis pelaksanaan program, penentuan UMKM sasaran, serta strategi pendampingan. Hasil pertemuan ini menetapkan bahwa fokus utama program adalah peningkatan literasi usaha, pendampingan PIRT (Perizinan Produk Industri Rumah Tangga), serta dukungan branding melalui pembuatan cap dan banner produk.

Tahapan selanjutnya berlangsung pada 5 Juli 2025, berupa penyerahan relawan (volunteer) ke UMKM Yayuk Slondok di Desa Banjarharjo. Dalam kegiatan ini, relawan dari berbagai bidang yaitu keuangan, pemasaran, dan teknologi dikenalkan kepada pelaku UMKM untuk mulai melakukan asesmen kebutuhan serta merancang rencana pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan fokus pada PIRT yang dilaksanakan pada 6–18 Juli 2025. Pada tahap ini, pelaku UMKM didampingi dalam memahami regulasi keamanan pangan, tata cara pengajuan izin, hingga simulasi penyusunan dokumen perizinan. Langkah awal pengajuan izin PIRT ini dimulai dengan menghubungi pihak Puskesmas sebagai instansi kesehatan setempat untuk mendapatkan formulir awal yang dibutuhkan. Setelah memperoleh formulir, Yayuk Selondok didampingi untuk melengkapi dokumen persyaratan, yang terdiri dari identitas pelaku usaha, deskripsi produk, label kemasan, hingga sarana produksi yang digunakan.

Tahap berikutnya adalah menghubungi kembali pihak Puskesmas untuk mengumpulkan dokumen yang telah dilengkapi. Namun, dalam proses ini diperoleh informasi bahwa pengajuan SPP-IRT tidak dilakukan langsung oleh Puskesmas, melainkan melalui sistem OSS (Online Single Submission) yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha atau dengan datang langsung ke Mall Pelayanan Publik (MPP).

Dengan informasi tersebut, volunteer kemudian mendampingi Yayuk Slondok dalam proses pengisian data pengajuan secara online melalui portal OSS. Pada tahap ini, volunteer menjelaskan secara rinci fungsi setiap menu dan formulir yang harus diisi, mulai dari data identitas pelaku usaha, informasi produk, hingga unggahan dokumen pendukung yang telah disiapkan sebelumnya. Pendampingan ini dilakukan secara sistematis agar Yayuk Slondok memahami alur dan dapat melakukan pengajuan izin secara mandiri di kemudian hari. Kegiatan ini menjadi penting mengingat legalitas produk merupakan syarat utama agar produk UMKM dapat dipasarkan secara lebih luas dan dipercaya konsumen.

Berikutnya, pada 11 Agustus 2025, tim pengabdi bersama volunteer membantu UMKM Yayuk Slondok dalam pembuatan cap dan banner produk. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat aspek visual branding dan meningkatkan daya tarik kemasan produk UMKM. Selama rentang 5–11 Agustus 2025, volunteer secara aktif menjalin komunikasi intensif dengan UMKM Yayuk Slondok untuk memastikan proses branding berjalan efektif, mulai dari desain, pencetakan, hingga pendampingan penggunaan media promosi secara digital. 

Tahap selanjutnya yaitu pengadaan mesin press packaging yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan standar pengemasan produk. Dengan alat ini, kemasan dapat tertutup rapat sehingga lebih higienis, aman, dan tahan lama. Proses pengemasan yang rapi dan presisi akan memberikan nilai tambah pada produk, sekaligus meningkatkan daya saing ketika dipasarkan di luar wilayah lokal maupun melalui platform digital.

Selain meningkatkan kualitas, mesin press packaging juga mendukung efisiensi dalam proses produksi. Penggunaan alat ini membuat proses pengemasan lebih cepat dan mengurangi risiko kebocoran atau kerusakan produk selama distribusi. Dengan demikian, Yayuk Slondok tidak hanya dapat menjaga kualitas produknya, tetapi juga lebih siap memenuhi permintaan konsumen dalam jumlah yang lebih besar.

Pada tanggal 27 September 2025, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah melaksanakan kegiatan workshop yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat pelaku usaha di sekitar Rumah Produksi Yayuk Slondok. Kegiatan ini mencakup tiga sesi utama, yaitu edukasi Google Site for Business, edukasi pengemasan produk, dan edukasi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan cara memanfaatkan platform Google Site sebagai media promosi dan pengelolaan bisnis secara digital, agar usaha yang dijalankan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selanjutnya, pada sesi edukasi pengemasan produk, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya tampilan kemasan yang menarik, informatif, dan sesuai standar agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sementara itu, pada sesi edukasi PIRT, tim PKM memberikan penjelasan mengenai prosedur perizinan serta pentingnya menjaga keamanan dan kualitas produk olahan pangan agar layak edar di pasaran.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh masyarakat yang memiliki usaha rumahan di sekitar Rumah Produksi Yayuk Slondok. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi dan praktik langsung. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar, penuh interaksi positif, serta memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Selain melaksanakan kegiatan workshop, tim pengabdi PKM juga melakukan penyerahan sertifikat SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) kepada UMKM Yayuk Slondok. Penyerahan sertifikat ini menjadi salah satu bentuk hasil nyata dari rangkaian kegiatan pendampingan yang telah dilakukan tim PKM dalam membantu pelaku usaha memenuhi standar keamanan dan kelayakan produksi pangan.

Sertifikat SPP-IRT tersebut diberikan sebagai bukti bahwa produk yang dihasilkan oleh UMKM Yayuk Slondok telah memenuhi persyaratan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan diterimanya sertifikat ini, diharapkan UMKM Yayuk Slondok dapat semakin meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing produk di pasar yang lebih luas. Kegiatan penyerahan berjalan dengan lancar dan penuh rasa syukur, menandai langkah maju bagi UMKM Yayuk Slondok dalam mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Selain kegiatan workshop dan penyerahan sertifikat SPP-IRT, tim pengabdi PKM juga melakukan penyerahan produk sealer kepada UMKM Yayuk Slondok. Penyerahan alat ini merupakan bentuk dukungan nyata dari tim pengabdi dalam membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas pengemasan produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut.

Dengan adanya alat sealer ini, diharapkan proses pengemasan produk dapat dilakukan dengan lebih cepat, rapi, dan higienis, sehingga mampu memperpanjang daya tahan produk serta meningkatkan nilai jual di pasaran. Bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan UMKM agar dapat berinovasi dan berkembang secara mandiri. Kegiatan penyerahan berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan, serta mendapat sambutan positif dari pemilik UMKM Yayuk Slondok yang merasa terbantu dengan adanya dukungan tersebut.

Selain penyerahan alat sealer, tim PKM juga melakukan penyerahan stempel produk kepada UMKM Yayuk Slondok sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat. Stempel produk ini diberikan untuk membantu proses labeling dan identitas merek pada setiap kemasan produk yang dihasilkan, sehingga tampilan produk menjadi lebih profesional dan mudah dikenali oleh konsumen.

Melalui penyerahan stempel produk ini, tim PKM berharap UMKM Yayuk Slondok dapat meningkatkan citra merek dan memperkuat branding usaha mereka. Identitas yang konsisten pada kemasan diharapkan dapat menambah nilai jual dan daya tarik produk di pasaran. Kegiatan penyerahan berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan, serta disambut dengan antusias oleh pemilik UMKM Yayuk Slondok yang merasa sangat terbantu dengan dukungan dari tim pengabdi.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari UMKM Yayuk Slondok. Mereka menyatakan bahwa pendampingan yang dilakukan memberikan pengalaman baru dalam mengelola usaha, khususnya dalam aspek legalitas dan pemasaran. Tim pengabdi juga menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme UMKM mitra serta berharap sinergi ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan.

Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, diharapkan UMKM di Desa Banjarharjo semakin siap bersaing di era digital melalui produk yang legal, memiliki identitas branding yang kuat, serta mendapat dukungan komunitas volunteer yang berkelanjutan.

Dokumentasi video:

UNY Gelar Pendampingan Kewirausahaan bagi Pemuda Banguncipto dan Siswa SMAN 1 Sentolo melalui Praktik Fotografi dan Desain Iklan Produk

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melanjutkan komitmennya dalam membina jiwa wirausaha generasi muda. Setelah sebelumnya hadir di SMA N 1 Sentolo, tim pengabdi UNY kembali melakukan kegiatan pada Rabu, 24 September 2025 dengan melibatkan sekitar 36 peserta terdiri atas 24 siswa SMAN 1 Sentolo dan 12 pemuda Banguncipto. Kegiatan ini menjadi rangkaian tindak lanjut program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menekankan pengembangan keterampilan praktis dalam berwirausaha berbasis potensi lokal.

Tim pengabdi terdiri atas Dr. Arif Rahman Hakim, M.Pd., Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd., Denny Wahyu Triawan, M.Pd., Rahmat Darmawan, S.Pd., M.Ak., Juan Lucky Pradana, S.Pd., serta didukung oleh dua mahasiswa UNY. Kehadiran tim ini memperkaya pengalaman siswa dengan pendekatan edukasi, praktik, dan pendampingan yang berorientasi pada penguatan soft skill kewirausahaan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari tim UNY serta perwakilan pihak sekolah SMA N 1 Sentolo. Suasana penuh semangat tercipta ketika para peserta kemudian mengikuti pre test sebagai tahap awal untuk mengukur pengetahuan sebelum menerima materi.

Sesi pertama dipandu oleh Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd., yang mengajak siswa untuk melakukan praktik analisis ide usaha. Melalui pendekatan yang sistematis, siswa dilatih untuk mengidentifikasi peluang, merumuskan gagasan, dan menyusun strategi sederhana dalam merintis usaha.

Selanjutnya, siswa mendapatkan materi edukasi dan praktik fotografi produk yang dipandu oleh Rahmat Darmawan, S.Pd., M.Ak. dan Juan Lucky Pradana, S.Pd.. Dalam sesi ini, para peserta belajar teknik dasar pengambilan gambar produk, mulai dari pencahayaan, angle, hingga sentuhan estetika agar foto produk lebih menarik di mata konsumen.

Tidak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan praktik mendesain iklan produk untuk feed Instagram oleh Dr. Arif Rahman Hakim, M.Pd. Siswa diajak untuk mengolah hasil fotografi produk menjadi konten promosi yang kreatif, komunikatif, dan sesuai tren media sosial. Pendampingan ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk memanfaatkan platform digital dalam memperluas pasar.

Sebagai penutup, kegiatan ditutup dengan post test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana siswa tidak hanya lebih memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.

Melalui program ini, UNY berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap berwirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal. Kehadiran tim pengabdi menjadi bukti nyata komitmen UNY dalam mendukung pengembangan kompetensi kewirausahaan di sekolah menengah. (Henry, Yesica, Wibawa)

Dokumentasi Video

FEB UNY and Nanyang Polytechnic Singapore Strengthen International Collaboration with an SDGs-Oriented Vision

Yogyakarta, October 9, 2025 – The Faculty of Economics and Business, Yogyakarta State University (FEB UNY), welcomed a delegation from the School of Business Management (SBM), Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore, as part of a strategic effort to expand global collaboration in education, innovation, and sustainable entrepreneurship. The visit featured a sharing session, faculty tour, and the signing of a cooperation agreement between FEB UNY and NYP, warmly attended by the faculty leaders, lecturers, and students of FEB UNY.

In her opening remarks, Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., Vice Dean for Research, Cooperation, Information Systems, and Business Affairs of FEB UNY, expressed her appreciation for the growing synergy between UNY and NYP. She emphasized that the partnership not only strengthens UNY’s vision of internationalization toward a World Class University but also reinforces the role of higher education in advancing global sustainability. “This strategic partnership reflects FEB UNY’s commitment to strengthening the role of higher education in fostering sustainable development. Through collaboration with Nanyang Polytechnic, we aim to create best practices in education, research, and entrepreneurship that deliver socio-economic impact,” she remarked.

Representing SBM NYP, Ahmad Ruzaini Bin Rashid praised FEB UNY’s innovative spirit and modern learning infrastructure. “We believe that this collaboration can generate future-oriented projects, particularly in digital transformation, entrepreneurship, and applied research relevant to global industry needs,” he said. Mr. Ruzaini also highlighted his interest in studying the resilience and adaptability of Indonesian MSMEs, which he considered a valuable learning model for integrating into NYP’s curriculum and research.

During the academic session, Dr. Agatha Saputri, M.Pd., presented insights on Indonesia’s creative economy and MSME potential using Augmented Reality (AR) technology to showcase interactive examples of Indonesian culinary and craft products. She emphasized that the synergy between cultural richness, entrepreneurial spirit, and digital technology adoption serves as the driving force behind the growth of Indonesia’s creative MSMEs.

The second presentation by Dr. Kiromim Baroroh, S.Pd., M.Pd., focused on Indonesia’s economic framework and the role of the creative economy as a key national development strategy. Through a documentary video of FEB UNY’s community service program in Krebet Village, Bantul, she illustrated how lecturers and students empower local coconut-shell artisans through basic accounting training, digital marketing, and product design innovation. This activity exemplifies the university’s tangible contribution to strengthening MSME resilience while embodying the Tri Dharma of Higher Education.

The collaboration between FEB UNY and NYP contributes directly to SDG 4 (Quality Education) through pedagogical capacity-building and innovative curriculum development; SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) through the promotion of digital entrepreneurship and creative industries; and SDG 17 (Partnerships for the Goals) by fostering cross-border academic and research networks. With a shared spirit of sustainability, both institutions are committed to nurturing globally minded, ethical, and competitive young generations in support of the Education for Sustainable Development agenda toward Indonesia Emas 2045.

 

Pages