Mahasiswa PK UNY Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Di SMK Negeri 7 Yogyakarta sebagai Bentuk Wujud Nyata SDGS 2: Tanpa Kelaparan Terealisasi

Yogyakarta, 9 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027 yang bertugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta ikut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah selama periode Agustus hingga September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di SMK Negeri 7 Yogyakarta, Jalan Gowongan Kidul JT III/416, Kota Yogyakarta, dan berfokus pada pendampingan alur pelayanan makanan, mulai dari pencatatan makanan yang datang pada Lembar Kontrol Makanan hingga pengumpulan, penataan, dan pengikatan ompreng (wadah makan berbahan stainless steel) dengan tali rafia. Kontribusi ini merupakan bagian dari upaya mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya agar makanan yang aman, bergizi, dan cukup dapat diterima warga sekolah secara tertib, tepat waktu, dan dalam kondisi layak.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 2 bertujuan mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan. Dua targetnya yang paling dekat dengan dunia sekolah adalah menjamin akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun (target 2.1), serta mengakhiri segala bentuk malnutrisi (target 2.2). Dengan demikian, kelaparan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan makanan, tetapi juga sebagai kondisi ketika makanan yang dikonsumsi belum mencukupi kebutuhan gizi. Di Indonesia, upaya tersebut diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis yang mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan sasaran antara lain anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sekolah menengah kejuruan menjadi lingkungan yang relevan bagi program ini karena peserta didiknya menjalani kegiatan belajar yang menuntut konsentrasi sekaligus praktik kejuruan yang membutuhkan tenaga. Asupan gizi yang baik dan diterima tepat waktu turut menopang kesiapan mereka mengikuti pembelajaran. Berangkat dari pemikiran tersebut, Mahasiswa PK UNY yang sedang menjalankan tugas di SMK Negeri 7 Yogyakarta memandang bahwa peran calon pendidik tidak berhenti pada kegiatan di dalam kelas, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kesejahteraan peserta didik. Hal ini sejalan dengan pandangan BGN bahwa guru dan mahasiswa perlu dilibatkan dalam upaya pendidikan gizi di sekolah dan kampus.

Kebutuhan akan dukungan di lapangan terlihat jelas dari data yang tercatat pada Lembar Kontrol Makanan di meja petugas sekolah. Lembar tersebut memuat jenis porsi, jumlah porsi, waktu kedatangan makanan, dan batas waktu makanan baik dikonsumsi. Pada dokumentasi kegiatan, tertulis jenis porsi besar dengan jumlah 1.166 porsi, waktu kedatangan pukul 08.30, dan batas waktu konsumsi pukul 11.00 . Angka-angka ini menunjukkan bahwa penyediaan makanan bergizi bukan sekadar persoalan menu, melainkan juga persoalan ketepatan jumlah, ketepatan waktu, dan kebersihan wadah. Dengan lebih dari seribu ompreng yang harus dikelola dalam satu hari, penataan yang tidak tertib berpotensi menimbulkan wadah tercecer, tercampur, atau sulit dihitung, sehingga kelancaran layanan pada hari berikutnya dapat terganggu.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan. Pertama, makanan yang datang ke sekolah dicatat pada Lembar Kontrol Makanan yang dikelola petugas sekolah. Kedua, setelah makanan dikonsumsi, ompreng dikumpulkan di area teras depan gedung sekolah. Ketiga, Mahasiswa PK UNY yang mengenakan almamater dan tanda pengenal PK membantu memilah serta menumpuk ompreng dalam jumlah yang seragam. Keempat, setiap tumpukan diikat silang dengan tali rafia merah agar posisinya stabil, tidak mudah roboh, mudah diangkat, dan mudah dihitung oleh petugas. Pada dokumentasi tampak sebagian ompreng masih memiliki sisa makanan, sehingga penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan area dan kehati-hatian dalam bekerja. Seluruh proses berlangsung dengan dukungan petugas dan tenaga kependidikan sekolah, sehingga kegiatan ini menjadi kerja bersama, bukan kerja satu pihak saja.

Kegiatan ini bertumpu pada satu gagasan sederhana:

“Makanan bergizi baru bermakna bagi upaya menghapus kelaparan apabila sampai kepada penerima dengan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang layak.”

Gagasan tersebut menjelaskan mengapa pekerjaan yang tampak sederhana, seperti mengikat tumpukan ompreng, tetap memiliki arti penting. Rantai pelayanan makanan di sekolah baru dapat berjalan berkelanjutan apabila setiap tahapnya, dari kedatangan makanan hingga pengembalian wadah, berlangsung tertib. Melalui peran tersebut, Mahasiswa PK UNY turut menjaga kesinambungan layanan yang memungkinkan makanan bergizi kembali tersedia bagi peserta didik pada hari-hari berikutnya.

Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari beberapa sisi. Dari sisi pelayanan, tumpukan ompreng menjadi lebih rapi, terhitung, dan siap dikelola lebih lanjut. Dari sisi pencatatan, alur makanan yang datang terdokumentasi pada lembar kontrol sehingga dapat ditelusuri. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya disiplin waktu, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab dalam layanan yang menyangkut kebutuhan dasar banyak orang. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, serta memberi dukungan tidak langsung bagi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena peserta didik yang tercukupi gizinya berada dalam kondisi yang lebih baik untuk belajar.

Kegiatan pendampingan Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 7 Yogyakarta menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan dunia tanpa kelaparan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan dari tindakan yang nyata. Ke depan, Mahasiswa PK UNY berharap dukungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan, misalnya melalui edukasi gizi seimbang bagi peserta didik serta ajakan untuk menghabiskan makanan agar sisa makanan berkurang. Dengan sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan penyelenggara program, SMK Negeri 7 Yogyakarta diharapkan terus menjadi lingkungan belajar yang sehat, peduli, dan turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Tautan Dokumentasi Kegiatan:

(https://drive.google.com/drive/folders/10D3J2_YeK6M-GQGWlabNdhjNTOc7rHEb)

SEPISAN dan Kreasi Olahan Ikan Tuna dalam Mendukung Pangan Bergizi dan Laut Berkelanjutan di SMKN 7 Yogyakarta

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMK Negeri 7 Yogyakarta menggelar kegiatan SEPISAN (Skaven Pitulasan) pada hari Rabu pagi mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di SMKN 7 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan sasaran peserta didik dari berbagai kelas. Kegiatan ini memiliki keterkaitan langsung dengan dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDG 14 tentang Ekosistem Lautan.

Kegiatan ini berbentuk lomba memasak olahan ikan tuna yang bertujuan menumbuhkan kreativitas peserta didik dalam mengolah pangan bergizi sekaligus mengenalkan pentingnya konsumsi ikan sejak usia sekolah. Prosesnya diawali dengan pembukaan acara oleh pihak sekolah dan perwakilan kementerian. Seluruh peserta kemudian memasak menggunakan bahan baku yang sama, yaitu ikan tuna yang telah disiapkan dan disalurkan langsung oleh kementerian, sehingga penilaian benar-benar berfokus pada kreativitas dan teknik pengolahan. Selama proses memasak berlangsung, dewan juri yang terdiri atas guru produktif dan perwakilan kementerian berkeliling menilai setiap peserta secara langsung. Dari satu jenis ikan tersebut, lahir beragam menu seperti nasi bakar ikan, mie ikan, steak ikan, rolade, hingga tuna crispy. Setelah matang, seluruh hasil olahan diletakkan di stand edukatif agar dapat dilihat langsung oleh penonton dan tamu undangan. Rangkaian dilanjutkan dengan talkshow bertema Gemar Makan Ikan bersama perwakilan kementerian, yang membahas manfaat gizi ikan serta cara memilih dan mengolah ikan dengan tepat, sebelum akhirnya ditutup dengan pengumuman pemenang lomba.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari SDG 2 (Tanpa Kelaparan), karena ikan tuna merupakan sumber protein hewani kaya omega-3 yang berperan penting dalam mencegah stunting dan mendukung perkembangan gizi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga terkait dengan SDG 14 (Ekosistem Lautan). Hal ini terlihat dari keterlibatan kementerian dalam menyediakan bahan baku berupa ikan tuna dan mengisi talkshow menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Dengan itulah, kegiatan SEPISAN ini menghubungkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan isu ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah pangan sehat berbahan dasar ikan sekaligus memahami bahwa satu jenis ikan dapat divariasikan menjadi banyak menu bernilai jual. Stand edukatif yang menampilkan hasil olahan juga turut memberi manfaat bagi masyarakat sekolah secara luas, karena edukasi gizi tersampaikan secara visual dan mudah dipahami. Bagi lembaga, kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY memperkuat citra sekolah sebagai institusi yang aktif mendukung isu pangan dan lingkungan. Bagi masyarakat, kegiatan ini turut mendukung kampanye Gemar Makan Ikan dan mendorong kesadaran menjaga kelestarian laut. SEPISAN diharapkan semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan sejak dini. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan sasaran yang lebih luas, sehingga nilai-nilai gizi dan kelestarian laut semakin tertanam kuat di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Strategi 'CoC' dalam Pembelajaran Ekonomi: Inovasi Game-Based Learning untuk Mengasah Kemampuan Analisis Kasus Siswa

Giofani Putri Utami, mahasiswi Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerapkan inovasi pembelajaran ekonomi melalui pendekatan Game-Based Learning (GBL) berbasis strategi "CoC" (Clash of Clans) di kelas X-4 dan X-6 SMAN 10 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada periode 21 Juli hingga 23 September 2026 dengan melibatkan 71 peserta didik. Program ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pencapaian SDGs Target 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya pada pilar penyediaan pembelajaran yang aktif, inklusif, relevan, serta efektif dalam mengasah keterampilan berpikir kritis siswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan keaktifan siswa yang tidak merata serta melatih kemampuan pemecahan masalah secara mandiri melalui analisis studi kasus. Pelaksanaan diawali dengan penyusunan perangkat pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta pemetaan variasi kasus ekonomi. Pembagian kelompok dalam strategi "CoC" ini berfungsi untuk menentukan zona dan jenis studi kasus atau pertanyaan yang dihadapi siswa. Proses dilanjutkan dengan penyampaian materi singkat oleh mahasiswa praktikan. Setelah itu, setiap siswa secara individu menuntaskan quest atau tantangan analisis kasus di papan tulis sesuai dengan zona kelompoknya guna memperoleh poin penilaian mandiri. Sesi diakhiri dengan evaluasi hasil jawaban dan refleksi bersama.

Penerapan inovasi Game-Based Learning ini terbukti sukses menciptakan suasana kelas yang interaktif, dinamis, dan menyenangkan. Penggunaan mekanik game "CoC" dalam penyajian studi kasus mampu mendorong antusiasme, ketelitian, serta keberanian siswa dalam mengemukakan analisis terbaik mereka. Walaupun pembagian studi kasus dilakukan berbasis kelompok, penilaian yang bersifat individu tetap efektif mendorong kemandirian, fokus, dan pemahaman mendalam tiap peserta didik. Keberhasilan ini mendukung terwujudnya tujuan SDGs 4 dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan berorientasi pada peningkatan keterampilan abad ke-21.

Diharapkan model pembelajaran berbasis Game-Based Learning dengan variasi strategi simulasi/game dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di SMAN 10 Yogyakarta. Penerapan tema permainan interaktif lainnya diharapkan dapat menjadi referensi inovatif bagi guru untuk mempertahankan motivasi belajar siswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi di sekolah. (gpu)

Tim Peneliti FEB UNY dan Mitra Internasional Raih Penghargaan Best Paper pada The 14th GAMAICEB 2026

Prestasi internasional kembali diraih oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY). Tim peneliti kolaborasi lintas negara berhasil meraih penghargaan prestisius Best Paper pada ajang konferensi internasional The 14th GAMAICEB (Gadjah Mada International Conference on Economics and Business) 2026.

Penelitian ilmiah yang berhasil meraih predikat terbaik tersebut diangkat dengan judul: “When Sustainability Speaks and When It Stays Silent: The Effects of Greenwashing and Greenhushing on Youth Purchase Intention the Moderating Role of Warm Glow”.

Karya ilmiah ini mengkaji fenomena krusial dalam komunikasi keberlanjutan (sustainability), yakni bagaimana praktik greenwashing (klaim ramah lingkungan yang berlebihan) dan greenhushing (penyembunyian informasi ramah lingkungan) memengaruhi niat beli generasi muda, serta bagaimana warm glow berperan dalam memoderasi pengaruh tersebut dengan metode penelitian eksperimen.

Penelitian yang berhasil meraih penghargaan bergengsi ini merupakan luaran dari pendanaan penelitian kompetitif Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui skema Penelitian Kerjasama Internasional (Luar Asia Tenggara) Tahun 2025. Ajang GAMAICEB merupakan konferensi internasional berskala global yang memfasilitasi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mempresentasikan riset-riset unggulan di bidang ekonomi, bisnis, dan akuntansi. Raihan Best Paper ini menunjukkan pengakuan dunia akademik internasional atas kedalaman analisis, kebaruan isu, dan kontribusi keilmuan yang ditawarkan oleh tim peneliti.

Capaian berharga ini diharapkan dapat semakin meningkatkan motivasi para akademisi untuk memperluas jaringan riset global dan menghasilkan karya berkualifikasi tinggi. Prestasi ini juga menjadi cerminan komitmen nyata institusi dalam mengusung semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat luas.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi riset antara dosen FEB UNY, mahasiswa, serta mitra internasional dari Business School, Nagoya University of Commerce and Business (NUCB), Nagoya, Jepang. Karya ilmiah ini disusun oleh: Tim Penelitia dari FEB UNY yang diketua oleh Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP., serta anggota peneliti dan mahasiswa yaitu Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.; Arin Pranesti, S.Pd., M.Sc.; Arsy Widiyanti, S.Ak., dan Frendy (Business School, Nagoya University of Commerce and Business / NUCB, Nagoya, Japan). (djl)

 



 

Proyek Poster Manual Sebagai Strategi Pembelajaran Ekonomi di SMA N 10 Yogyakarta

Pembelajaran Ekonomi di SMAN 10 Yogyakarta menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui proyek pembuatan poster manual pada materi Skala Prioritas Kebutuhan dan Literasi Finansial. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sabrina Alisa Febriyanti, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Departemen Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan sasaran peserta didik kelas X Fase E. Kegiatan berlangsung selama satu pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit sebagai bagian dari rangkaian Praktik Kependidikan yang dilaksanakan sejak 22 Juli hingga 20 September 2026. Pelaksanaan kegiatan tersebut berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami konsep skala prioritas kebutuhan dan literasi finansial sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama dalam kelompok. Pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang diawali dengan orientasi masalah melalui pertanyaan pemantik mengenai cara menentukan prioritas ketika kebutuhan tidak dapat dipenuhi sekaligus. Selanjutnya, peserta didik menerima penyampaian materi mengenai skala prioritas, literasi finansial, serta perbedaan kebutuhan dan keinginan yang diselingi ice breaking "Prioritas atau Keinginan?". Peserta didik kemudian dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 5-6 orang untuk menganalisis studi kasus pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan menyusun hasil analisis tersebut ke dalam poster manual di atas kertas asturo, lengkap dengan judul, ilustrasi, dan tata letak yang mereka rancang sendiri tanpa bantuan aplikasi desain digital.

Penggunaan proyek poster manual memberikan dampak positif terhadap keaktifan dan partisipasi peserta didik selama pembelajaran. Peserta didik terlihat antusias sejak tahap diskusi menganalisis studi kasus hingga proses menyusun dan menempelkan elemen poster, seperti mengemukakan pendapat dalam menentukan urutan prioritas, membagi tugas antaranggota kelompok, hingga mempresentasikan hasil karya di depan kelas. Hasil karya peserta didik menunjukkan variasi tema yang tetap berpijak pada konsep skala prioritas dan literasi finansial, mulai dari pengelolaan uang saku, pengaruh status sosial dan lingkungan terhadap kebutuhan, penentuan prioritas dalam situasi darurat, hingga ajakan bijak mengelola keuangan agar terhindar dari perilaku FOMO. Peserta didik yang sebelumnya cenderung pasif juga memperoleh peran dalam kelompok, sehingga partisipasi menjadi lebih merata.

Proyek poster manual ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif inovasi pembelajaran Ekonomi yang menarik dan bermakna. Meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pengerjaan dan perbedaan kemampuan mendesain antarkelompok, kegiatan ini terbukti mampu melatih peserta didik untuk bernalar kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, serta menuangkan gagasan ekonomi ke dalam karya visual yang komunikatif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang menghasilkan karya nyata dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih aktif, kolaboratif, inklusif, dan berkualitas, sejalan dengan tujuan SDG 4 yaitu pendidikan bermutu bagi semua peserta didik. (sbr)

Airlangga 2026: Mahasiswa PK UNY Dukung Pencapaian SDGs 16 Melalui Pemilihan Ketua Osis Di SMK N 1 Klaten

Selama kurang lebih dua bulan menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten, Nining Mila Sari, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga turut mendampingi dan menyaksikan langsung salah satu agenda kesiswaan terbesar di sekolah ini, yaitu Airlangga 2026, rangkaian pemilihan Ketua OSIS yang di SMK Negeri 1 Klaten disebut Mitratama dan Mitramuda. Bagi mahasiswa PK, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat langsung bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dijalankan secara konsisten di lingkungan sekolah menengah kejuruan.

Airlangga 2026 diselenggarakan penuh oleh Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMK Negeri 1 Klaten dan melibatkan sekitar 1.700 siswa dari kelas 10 hingga 12 sebagai pemilik hak suara. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai 15 hingga 18 September 2026, meliputi tahap sosialisasi, orasi, debat, hingga hari pemungutan suara (Pemilos), dengan tiga pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi Mitratama-Mitramuda.

Komitmen sekolah terhadap penguatan karakter tampak jelas dari cara setiap tahapan dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif, bukan sekadar sebagai penonton. Pada hari sosialisasi tanggal 15 September, siswa menerima materi kepemiluan dari panitia, kemudian ditugaskan menyusun kembali pemahaman mereka dalam bentuk video kreatif. Sehari berikutnya, saat orasi digelar di ruang indoor sekolah dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru, antusiasme siswa juga tampak melalui pembuatan properti kampanye untuk mendukung paslon pilihan masing-masing.

Salah satu momen yang paling menunjukkan proses berpikir kritis siswa terjadi pada sesi debat tanggal 17 September. Ketiga pasangan calon beradu gagasan di hadapan siswa dan guru, dengan isu kepemimpinan organisasi menjadi topik paling ramai dibahas, khususnya mengenai bagaimana seorang pemimpin mampu merangkul dan mengarahkan seluruh anggota maupun siswa secara luas. Usai debat, siswa turut ditugaskan merangkum hasil diskusi sebagai bentuk refleksi atas apa yang telah mereka saksikan.

Puncak rangkaian kegiatan terjadi pada 18 September, saat pemungutan suara dilaksanakan secara manual menggunakan kertas suara dan tinta celup, bukan sistem e-voting, dengan proses penghitungan yang dilakukan secara terbuka di ruang indoor dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru. Hasil resmi menunjukkan Paslon 02 (Arsya-Melati) unggul dengan 813 suara, disusul Paslon 01 (Safira-Via) dengan 570 suara, dan Paslon 03 (Ikhsan-Syifa) dengan 223 suara, sementara suara tidak sah tercatat sebanyak 136 suara.

Ketua Umum MPK 2025/2026, Yovita Amelia Widarsun, menegaskan bahwa seluruh tahapan Airlangga dijalankan berdasarkan prinsip luber jurdil, yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil, sebagai upaya menjaga transparansi proses pemilihan sekaligus mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Ia turut menyoroti peningkatan partisipasi siswa yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan rendahnya angka suara tidak sah, sebagai indikasi bahwa pemahaman siswa terhadap mekanisme pemilihan yang benar semakin matang.

Bagi mahasiswa PK UNY, pengalaman mendampingi rangkaian Airlangga menjadi ruang belajar tersendiri mengenai bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dapat dijalankan secara konsisten di tingkat sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar kepemimpinan tidak selalu memerlukan program besar, melalui sosialisasi, orasi, debat, hingga pemungutan suara yang dijalankan secara tertib, siswa SMK Negeri 1 Klaten memperoleh pengalaman nyata dalam mengambil keputusan secara langsung, terbuka, dan bertanggung jawab.

Rangkaian Airlangga 2026 turut menjadi wujud kontribusi nyata sekolah terhadap pencapaian SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam memberi siswa pengalaman belajar mengenai kepemimpinan, partisipasi, dan tanggung jawab dalam proses demokrasi di tingkat sekolah. Bagi mahasiswa PK UNY, momen ini menjadi pengalaman berharga untuk menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai demokrasi tersebut ditanamkan kepada siswa, tidak hanya melalui teori, tetapi juga lewat praktik nyata yang mereka jalani sendiri. (nms)

Membawa Gaya Gen Z ke Ruang Kelas: Inovasi Pembelajaran Digital di SMKN 1 Klaten

Endah Gita Cahyani, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMKN 1 Klaten menerapkan inovasi media pembelajaran berbasis teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pemanfaatan Kahoot, flipbook, Mentimeter, dan Wooclap digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan bersama peserta didik jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMKN 1 Klaten sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan bermakna.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK memanfaatkan flipbook sebagai media untuk penyampaian materi agar peserta didik dapat mengakses bahan pembelajaran secara lebih menarik, praktis, dan fleksibel. Selanjutnya, Kahoot digunakan sebagai media asesmen berbasis gamifikasi yang menghadirkan pengalaman belajar melalui kuis interaktif. Dengan format permainan dan perolehan skor, peserta didik dapat menguji pemahaman materi dalam suasana yang lebih menyenangkan. Sementara itu, Mentimeter dan Wooclap dimanfaatkan sebagai sarana refleksi untuk mengetahui pemahaman dan pengalaman belajar peserta didik. Melalui media tersebut, peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan respons (feedback), menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta merefleksikan proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi ini menjadi semakin relevan karena mahasiswa PK yang memiliki kedekatan usia dengan generasi Z dapat menghadirkan pendekatan pembelajaran digital yang lebih dekat dengan keseharian peserta didik.

Penerapan berbagai media digital tersebut mendapat respons positif dari peserta didik. Pembelajaran menjadi lebih dinamis karena peserta didik memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung, baik melalui kuis, penyampaian pendapat, maupun kegiatan refleksi. Kahoot menghadirkan suasana asesmen yang lebih interaktif, sedangkan Mentimeter dan Wooclap membantu mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pemahaman serta respons peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari. Di sisi lain, inovasi yang diterapkan juga menarik perhatian guru di sekolah. Ketertarikan tersebut membuka ruang berbagi praktik baik antara mahasiswa dan guru mengenai alternatif pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Interaksi ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, ide, dan strategi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak sekadar menjadi variasi media, tetapi turut mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sejalan dengan semangat SDG 4.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berharap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak berhenti pada penggunaan media digital semata, tetapi terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik menjadi subjek aktif. Pengalaman penggunaan Kahoot, flipbook, Mentimeter, dan Wooclap diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru maupun mahasiswa untuk terus berbagi praktik baik dan menciptakan inovasi pembelajaran yang kreatif, interaktif, serta relevan dengan perkembangan teknologi. Ke depannya, kolaborasi antara mahasiswa PK dan pihak sekolah diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. (egc)

Dekan FEB UNY Pimpin Rapat Kerja Perdana AFE-LPTK Periode 2026–2029

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Sutirman, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Fakultas Ekonomi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan periode 2026–2029. Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Kongres V AFE-LPTK yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 23–24 Juli 2026. Kepemimpinan ini menegaskan peran aktif FEB UNY dalam mengawal penguatan tata kelola serta peningkatan mutu pendidikan tinggi ekonomi nasional.

Organisasi AFE-LPTK menaungi 12 fakultas ekonomi LPTK se-Indonesia sebagai wadah kolaborasi dalam menyelaraskan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemahasiswaan.

Mengawali masa bakti kepengurusan, AFE-LPTK menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar pada 18–20 September 2026. Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Dekan dan Wakil Dekan dari seluruh institusi anggota untuk membahas penyusunan program kerja, perubahan anggaran dasar, serta penetapan arah kebijakan asosiasi.

Dr. Sutirman menyampaikan bahwa penguatan sinergi antar-LPTK menjadi kunci utama dalam merespons dinamika pendidikan dan tantangan ekonomi global. Melalui perumusan program yang terintegrasi, AFE-LPTK berfokus pada peningkatkan mutu pengajaran, perluasan publikasi ilmiah bereputasi, serta optimalisasi kerja sama kelembagaan. Peningkatan capaian prestasi mahasiswa anggota AFE-LPTK menjadi perhatian utama.

Langkah strategis kepemimpinan FEB UNY dalam AFE-LPTK ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi berkelanjutan antar-perguruan tinggi LPTK ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan mutu pendidikan tinggi ekonomi di seluruh Indonesia. (ist/fdh)

“How May I Assist You?”: Siswa XI MPLB Asah Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Untuk Bekal Dunia Kerja

Pembelajaran mata Pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) di SMK Muhammadiyah 2 Bantul menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap Susteinable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 Pendidikan Bermutu (Quality Education) dan SGDs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Melalui kegiatan ini, siswa kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) dibekali pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026, melalui pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Salah satu bentuk praktik yang dilakukan Adalah berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Dalam praktiknya, siswa mempelajari kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris yang umum digunakan di tempat kerja. Salah satu ungkapan yang dipraktikkan adalah “How May I Assist You?” sebagai bentuk pelayanan yang sopan dan professional. Siswa juga berlatih menyapa, memperkenalkan disi, menawarkan bantuan, menyampaikan informasi, dan memberikan respons dalam Bahasa Inggris. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga belajar menerapkan etika komunikasi professional. 

Kegiatan pembelajaran berbasis praktik ini mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris dan memahami pentingnya komunikasi yang efektif di dunia kerja. Siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi yang mungkin ditemui ketika memasuki lingkungan kerja. Pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum mahasiswa mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 turut mendukung pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada keterampilan serta siswa memperoleh pengalam langsung dalam menerapkan komunikasi professional. 

Penerapan SDGs 4 diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas dan pengembangan keterampilan yang relevan bagi siswa, sedangkan SDGs 8 diwujudkan melalui penguatan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika professional, dan kemampuan berbahasa Inggris. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Dari ruang kelas, siswa dipersiapkan menjadi generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap menghadapi dunia kerja. (psh)

FEB UNY Gelar Guest Lecture Bersama UiTM Malaysia, Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Implementasi SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar kuliah tamu (Guest Lecture) internasional bertajuk "SDG in Higher Education: Walk the Talk" yang berlangsung di Auditorium FEB UNY, Rabu (16/9/2026) lalu. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan Dr. Yussri bin Sawani, Asisten Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak Kampus Mukah, Malaysia, sebagai pembicara utama. Kegiatan akademik ini diikuti oleh 150 mahasiswa beserta jajaran dekanat FEB UNY.sambutan Dr Sutirman Dekan FEB

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., yang menyambut hangat kehadiran narasumber dan rombongan akademisi dari Malaysia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi internasional ini dan berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dr. Sutirman menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menggali pengetahuan serta wawasan komparatif mengenai praktik dan pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia maupun Malaysia.

Dalam pemaparannya, Dr. Yussri bin Sawani menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai akselerator pencapaian SDGs. Ia mengusung konsep keseimbangan antara "Walk the Talk" (menerapkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus) dan "Talk the Walk" (mengedukasi serta mengampanyekan kesadaran SDGs). Menurutnya, komitmen keberlanjutan harus terintegrasi secara menyeluruh dalam empat pilar utama perguruan tinggi, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), tata kelola operasional kampus (operations), dan kemitraan masyarakat (engagement).

Lebih lanjut, Dr. Yussri memperkenalkan instrumen Higher Education Institution Sustainable Development Goals Disclosure Index (HSDI) sebagai kerangka evaluasi transparansi informasi SDGs pada situs web universitas. Ia memaparkan data progres SDGs tingkat global serta regional di Indonesia dan Malaysia, seraya menegaskan pentingnya keterbukaan data dan penguatan kurikulum. Dengan akuntabilitas pelaporan yang baik, perguruan tinggi tidak hanya sekadar mempublikasikan wacana, tetapi juga menghasilkan dampak transformatif yang terukur bagi masyarakat.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat para peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Sebanyak 150 mahasiswa yang hadir tampak antusias mendalami berbagai topik, mulai dari integrasi SDGs dalam akuntansi dan auditing, tantangan pembiayaan berkelanjutan, hingga peran mahasiswa dalam aksi sosial-lingkungan di kampus. Diskusi ini memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya kepemimpinan dan strategi berbasis keberlanjutan di era global.

Penyelenggaraan kegiatan ini secara langsung mencerminkan komitmen terhadap beberapa poin utama Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan. Secara khusus, acara ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi keberlanjutan dan literasi masa depan bagi mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademis lintas negara antara FEB UNY dan UiTM Malaysia. Selain itu, pembahasan yang diusung juga menyentuh SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong riset inovatif dan operasional kampus hijau yang akuntabel. (fdh)

Pages