Mengembangkan Keberanian Berkomunikasi melalui Pelatihan Public Speaking sebagai Implementasi SDGs ke-4 di SMA Negeri 1 Kota Mungkid

SMA Negeri 1 Kota Mungkid menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan pengembangan potensi murid. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan public speaking, content creator, dan videografi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (08/09/26) lalu di SMA Negeri 1 Kota Mungkid dan diikuti oleh 60 murid, yang terdiri atas 40 murid Duta Literasi Sekolah (DLS) dan 20 murid dari organisasi di sekolah. Pada sesi public speaking, materi disampaikan oleh Nurul Fatimah yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berkomunikasi dan keberanian menyampaikan gagasan di hadapan orang lain. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan keterampilan yang dapat mendukung proses pendidikan dan kehidupan murid.

Pelatihan public speaking memberikan pemahaman bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya berkaitan dengan keberanian untuk tampil, tetapi juga mencakup kemampuan menyusun gagasan, memilih kata yang tepat, menyampaikan informasi secara jelas, dan membangun komunikasi dengan audiens. Keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di sekolah, seperti melakukan presentasi, menyampaikan pendapat dalam diskusi, mengikuti organisasi, menjadi pembawa acara, maupun berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, murid memahami bahwa kepercayaan diri dalam berbicara dapat dibangun melalui keberanian untuk mencoba dan terus berlatih. Dengan adanya kesempatan untuk belajar dan berlatih, murid dapat menjadi lebih terbiasa menyampaikan ide secara terarah serta berinteraksi dengan orang lain.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Nur Hasanah Febriana, mahasiswa PK UNY dari program studi Pendidikan Ekonomi turut terlibat sebagai bagian dari tim Publikasi, Dokumentasi, dan Dekorasi (PDD), khususnya dalam membantu proses dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan ini memberikan Febriana kesempatan untuk mengamati secara langsung antusiasme murid selama mengikuti pelatihan. Febriana melihat bahwa kegiatan pengembangan keterampilan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Murid tidak hanya memperoleh materi dari narasumber, tetapi juga mendapatkan ruang untuk memahami pentingnya komunikasi dan mengembangkan keberanian dalam menyampaikan gagasan. Bagi murid, kegiatan ini dapat memberikan manfaat berupa bertambahnya pemahaman mengenai public speaking dan kesadaran bahwa kemampuan berkomunikasi perlu terus dilatih. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal dalam mengikuti kegiatan sekolah dan organisasi, melanjutkan pendidikan, maupun mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Kegiatan pelatihan public speaking menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Hal tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas yang mendorong pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan potensi murid. Keberanian berbicara, kemampuan menyampaikan gagasan, dan kemampuan berkomunikasi dengan baik merupakan keterampilan yang dapat terus dikembangkan melalui pengalaman dan latihan. Oleh karena itu, diharapkan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas di sekolah maupun di luar sekolah. Bagi Febriana dan mahasiswa PK lainnya, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman bahwa pengembangan keterampilan murid dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan mereka di masa depan. (nhs)

Praktik Kependidikan Mahasiswa UNY: Dukung Kesiapan Kerja Siswa Lewat Pembelajaran Komputer Akuntansi MYOB di SMK Negeri 1 Jogonalan

Ikhsania Rahayuning Tyas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Jogonalan mengampu mata pelajaran Komputer Akuntansi berbasis Aplikasi MYOB bagi 36 siswa kelas XI AKL. Pembelajaran ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMKN 1 Jogonalan, pada rentang tanggal 01 – 08 September 2026, secara rutin setiap hari Selasa pada jam ke-7 hingga ke-10 atau pada pukul 12.15 – 15.15 WIB. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) yang menyoroti pentingnya kesiapan memasuki dunia kerja. Melalui pembelajaran berbasis praktik langsung, siswa tidak hanya dibekali pemahaman konsep akuntansi, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di era digital.

Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kompetensi praktik Komputer Akuntansi secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan data hingga penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi MYOB. Salah satu hal yang membedakan pembelajaran ini adalah penerapan metode role play, di mana peserta didik tidak sekedar mengerjakan latihan biasa, melainkan diposisikan sebagai staf akuntansi yang menerima surat tugas resmi untuk menangani kasus keuangan sebuah perusahaan hingga tuntas. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas XI AKL 2 yang berperan sebagai ‘staf akuntansi’ dan mahasiswa PK yang bertindak sebagai ‘manajer’ dalam skenario role play. Setiap peserta didik memperoleh LKPD yang dicetak dalam bentuk booklet, yang berisi surat tugas dengan nama masing-masing siswa selaku staf akuntansi, soal kasus perusahaan, lembar progress pengerjaan, hingga lembar serah terima tugas yang diparaf oleh manajer (guru) sebagai tanda satu siklus perusahaan telah dituntaskan dengan baik. Antusiasme peserta didik terlihat sejak awal menerima surat tugas yang berisi nama mereka. Melalui skenario ini, peserta didik menyelesaikan seluruh siklus akuntansi milik perusahaan jasa kecantikan bernama Azura Glow Studio.

Pendekatan berbasis peran ini turut menumbuhkan rasa tanggung jawab pada peserta didik. Ketika mereka menempatkan diri sebagai staf akuntansi yang menangani kasus nyata sebuah perusahaan, siswa tampak lebih cermat, teliti, dan berhati-hati dalam menuntaskan setiap tahapan pekerjaanya. Bahkan, sejumlah siswa telah mampu menyusun database MYOB secara mandiri, mulai dari setup data awal hingga pembuatan kartu pelanggan dan pemasok (card file). Capaian ini menjadi bukti nyata bagaimana pembelajaran berbasis praktik mampu mendorong penguasaan keterampilan teknis dan kejuruan yang benar-benar relevan dengan dunia kerja, sejalan dengan SDG 4. Tidak hanya itu, MYOB merupakan aplikasi akuntansi yang juga lazim digunakan di dunia kerja sekaligus menjadi salah satu keterampilan yang akan diujikan dalam Uji Kompetensi Keahlian nantinya, kegiatan ini juga turut mempersiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja menjadi langkah awal dalam mendukung SDG 8 dalam mendorong pekerjaan yang layak bagi generasi muda.

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan semakin terampil dan percaya diri dalam mengoperasikan aplikasi akuntansi, sebagai bekal untuk menghadapi Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) maupun dunia kerja nantinya. Harapannya, metode pembelajaran berbasis simulasi peran dapat terus dikembankan serta diterapkan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Jogonalan. (irt)

Meningkatkan Kesadaran Peserta Didik dalam Pengelolaan Limbah dan Sampah Melalui Kegiatan BERBASIS SDGs

Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pengelolaan limbah atau sampah bagi peserta didik di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. Kegiatan pengelolaan limbah atau sampah merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sefia Nur Adila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (07/09/26) bertempat di depan kelas dan diikuti oleh peserta didik Kelas XI Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dalam meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola limbah secara bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

Kegiatan pengelolaan limbah atau sampah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dengan baik. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengarahan kepada peserta didik mengenai permasalahan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan. Selanjutnya, peserta didik diberikan penjelasan mengenai jenis-jenis sampah, seperti sampah organik, anorganik, dan sampah yang memerlukan penanganan khusus. Peserta didik juga diarahkan untuk memahami pentingnya membuang sampah sesuai dengan jenisnya serta menerapkan kebiasaan mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) berperan sebagai fasilitator yang memberikan penjelasan, mendampingi, dan mengarahkan peserta didik selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan pengelolaan limbah atau sampah mendapatkan sambutan yang positif dari peserta didik. Peserta didik menunjukkan antusiasme dalam mengikuti penjelasan dan berdiskusi mengenai permasalahan sampah yang terdapat di lingkungan sekitar. Peserta didik juga mulai memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun sikap peduli terhadap lingkungan. Dengan demikian, kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap SDG 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya meningkatkan kesadaran peserta didik dalam mengurangi dan mengelola limbah secara lebih bertanggung jawab.

Melalui kegiatan pengelolaan limbah atau sampah ini, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat terus dikembangkan. Peserta didik diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan banyak limbah, serta membuang dan mengelola sampah dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan peserta didik di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur secara keseluruhan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan mendukung penerapan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab sesuai dengan tujuan SDG 12. (sfi)

 

Haornas Di SMK N 1 Klaten: Jalan Sehat, Lomba Guru, dan Lomba Siswa Dukung SDG 3

SMK Negeri 1 Klaten menggelar peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh siswa, guru, dan karyawan ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari, dengan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut membantu jalannya acara, sejalan dengan capaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan dibuka pukul 07.00 dengan jalan sehat yang diikuti bersama oleh seluruh warga sekolah. Peserta berjalan mengelilingi lingkungan sekolah untuk mengawali rangkaian Haornas dengan suasana santai dan penuh semangat sebelum memasuki sesi pertandingan.

Setelah istirahat sebentar, pertandingan dilanjutkan dengan lomba kategori guru yang berlangsung di ruang indoor. Guru putri bertanding dalam lomba voli besar, sementara guru putra bertanding dalam lomba tenis meja (pingpong). Kedua pertandingan ini berlangsung bersamaan dan menghadirkan suasana kompetisi yang meriah di antara para pendidik.

Lomba futsal siswa digelar di ruang indoor yang sama, sedangkan lomba basket dilaksanakan di lapangan basket sekolah. Siswa dari berbagai jurusan tampil mewakili jurusannya masing-masing dalam kedua cabang pertandingan tersebut. Mahasiswa PK UNY hadir dan membantu jalannya kegiatan pada seluruh rangkaian pertandingan, baik lomba guru maupun lomba siswa. Bantuan tersebut mencakup pendampingan selama pertandingan berlangsung, sehingga kegiatan dapat berjalan tertib dari pagi hingga acara berakhir pada sore hari.

Rangkaian Haornas di SMK Negeri 1 Klaten, mulai dari jalan sehat hingga pertandingan olahraga guru dan siswa, menjadi wujud nyata dukungan terhadap SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dan kebersamaan dapat dibangun melalui aktivitas olahraga yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Haornas menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan hanya urusan pribadi, melainkan sesuatu yang tumbuh subur ketika dirayakan bersama-sama. Pendidikan yang berkualitas tidak selalu diukur dari pencapaian akademik semata, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu menghadirkan ruang bagi warganya untuk bergerak, berkeringat, dan tertawa bersama. Kebugaran fisik yang terbangun dari kegiatan semacam ini pada akhirnya turut menopang kesiapan belajar dan bekerja setiap orang di lingkungan sekolah, sekaligus mempererat rasa memiliki terhadap sekolah sebagai satu kesatuan warga, bukan sekadar tempat yang mempertemukan guru dan murid dalam batas ruang kelas. (sna)

Membangun Fondasi Kompetensi Digital Sejak Kelas X: Mahasiswa PK PADP FEB UNY Perkuat Keterampilan Mengetik Dan Pengelolaan Dokumen Siswa SMKN 1 Bantul

Sebagai upaya nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan kompetensi peserta didik, Lintang Puspita Devi, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY melaksanakan kegiatan pendampingan belajar pada mata Pelajaran Informatika bagi siswa kelas X MP 1 SMK Negeri 1 Bantul. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kompetensi digital melalui keterampilan mengetik dan pengelolaan dokumen menggunakan aplikasi Microsoft Word. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7, 13, dan 14 Agustus serta 1, 3, dan 8 September di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Bantul dengan sasaran sebanyak 36 siswa. Kegiatan pembelajaran difokuskan pada penguasaan keterampilan mengetik menggunakan teknik mengetik 10 jari serta keterampilan pengelolaan dokumen melalui aplikasi Microsoft Word. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDGs 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan keterampilan dasar yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran langsung dengan mahasiswa PK berperan sebagai pengajar yang mengelola seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan rincian kegiatan berupa pembukaan, kegiatan inti berupa penyampaian materi dan praktik, serta kegiatan penutup. Pada ketiga pertemuan awal, siswa mempelajari konsep dasar mengetik, ergonomi mengetik, dan Teknik mengetik 10 jari. Kegiatan mengetik dilakukan menggunakan aplikasi Typing Master. Untuk meningkatkan antusiasme dan motivasi belajar siswa, kegiatan pembelajaran dikemas secara interaktif dan menyenangkan dengan mengadakan kompetisi kecil kecepatan dan ketelitian dalam mengetik. Pada tiga pertemuan berikutnya, siswa diarahkan pada penguasaan aplikasi pengolah kata Microsoft Word sebagai salah satu kompetensi dasar dalam pengelolaan dokumen perkantoran. Dalam pelaksanaan proses awal praktik mengetik pengolahan dokumen, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam proses pembuatan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai pengajar mulai memberikan instruksi dan demonstrasi secara langsung menggunakan proyektor mulai dari langkah-langkah pembuatan hingga memperkenalkan satu per satu fitur yang digunakan sehingga siswa tidak hanya dapat menirukan namun juga memahami fungsi fitur-fitur aplikasi Ms. Word.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar penggunaan teknologi perkantoran. Siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung dalam mengoperasikan aplikasi komputer sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengoperasikan aplikasi di bidang perkantoran. Bagi sekolah, kegiatan ini turut mendukung penguatan pembelajaran berbasis kompetensi dan kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dalam mengejar keseimbangan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pengalaman belajar dan untuk meningkatkan ketercapaian SDGs 8 melalui pembentukan kompetensi awal sebagai bekal siswa dalam menyiapkan diri menuju kehidupan kerja yang layak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa data terus mengembangkan keterampilan mengetik dan pengelolaan dokumen secara mandiri dan berkelanjutan. Penguasaan kompetensi digital sejak kelas X dapat menjadi fondasi bagi siswa untuk mempelajari keterampilan aplikasi perkantoran yang lebih kompleks pada tahap belajar di grade berikutnya serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tuntutan Pendidikan dan dunia kerja di masa depan. (ltg)

Implementasi Project Based Learning Berbantuan Gallery Walk dalam Pembelajaran Ekonomi sebagai Upaya Mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas di SMAN 2 Sleman

Suasana pembelajaran Ekonomi di kelas X Mandaraka SMA Negeri 2 Sleman tampak lebih aktif pada Rabu (02/09/26) lalu. Sebanyak 36 peserta didik yang terbagi ke dalam lima kelompok mengikuti pembelajaran materi Pembagian Ilmu Ekonomi dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan metode Gallery Walk atau Jelajah Galeri Ekonomi. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan oleh Tri Utami, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai bagian dari pelaksanaan praktik mengajar di SMA Negeri 2 Sleman. Penerapan pembelajaran tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan proses belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna, sekaligus sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Kegiatan pada pertemuan kedua ini bertujuan memperdalam pemahaman peserta didik mengenai empat pembagian ilmu ekonomi, yaitu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, ekonomi terapan, dan ekonomi syariah, yang sebelumnya telah disusun tiap kelompok dalam bentuk peta konsep digital EcoMap menggunakan aplikasi Canva. Pada tahap Gallery Walk, setiap kelompok secara bergantian berperan sebagai tuan rumah yang menjelaskan hasil karyanya, sekaligus berkeliling mengunjungi dan mempelajari EcoMap kelompok lain. Peserta didik mencatat informasi penting pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Jelajah Ekonomi, berdiskusi, serta memberikan tanggapan secara aktif. Seluruh peserta didik kelas X Mandaraka terlibat langsung dalam kegiatan ini dengan pendampingan dari guru pelaksana.

Pelaksanaan model PjBL yang dipadukan dengan Gallery Walk terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Setiap peserta didik tidak hanya memahami satu topik kelompoknya, tetapi juga memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai seluruh pembagian ilmu ekonomi melalui pertukaran informasi antarkelompok. Kegiatan ini turut menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas peserta didik, sejalan dengan target SDGs 4 yang menekankan akses terhadap pendidikan berkualitas, inklusif, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi semua. Model pembelajaran ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan dibandingkan metode ceramah konvensional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan model pembelajaran berbasis proyek dan Gallery Walk dapat terus diterapkan dan dikembangkan pada materi-materi Ekonomi lainnya, sehingga kualitas pembelajaran di SMA Negeri 2 Sleman semakin meningkat dan konsisten mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan. (tut)

 

Inovasi Pembelajaran Ekonomi Berbasis PBL dan Zep.quiz sebagai Asesmen Formatif di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten guna Mendukung SDGs Pendidikan Berkualitas

Figra Alensy Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY melaksanakan inovasi pembelajaran Ekonomi pada kelas XII (E2, F2, G3, H3, I4, dan J4) di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini mengombinasikan model Problem-Based Learning (PBL) dengan pemanfaatan media digital Zep.quiz yang difokuskan sebagai instrumen evaluasi formatif dalam asesmen pembelajaran materi Ekonomi Internasional. Inovasi pembelajaran ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui peningkatkan efektivitas, keterlibatan aktif, dan kualitas pembelajaran yang interaktif serta inklusif. Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) ini dilaksanakan selama masa pelaksanaan program PK Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2026 di SMA Negeri 1 Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah mengatasi rendahnya partisipasi siswa akibat metode pembelajaran konvensional dan teoritis, serta membangun pemahaman konseptual yang kuat terkait isu-isu ekonomi global. Proses pelaksanaan terbagi menjadi tiga tahapan: perencanaan modul dan asesmen, pelaksanaan pembelajaran berbasis analisis kasus nyata (seperti fluktuasi kurs mata uang dan hambatan ekspor-impor), serta penutup berupa refleksi. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil pemecahan masalah di depan kelas. Sebagai penguatan pada tahap evaluasi formatif, kuis interaktif berbasis gamifikasi dijalankan menggunakan platform Zep.quiz melalui gawai/laptop peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman siswa secara langsung.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi, antusiasme, serta keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran. Pemanfaatan Zep.quiz sebagai bagian dari asesmen formatif terbukti ampuh mengubah suasana evaluasi yang semula cenderung kaku dan menegangkan menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sekaligus memberikan umpan balik real-time bagi guru untuk memetakan penguasaan materi siswa secara presisi. Dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya memperkuat penalaran kritis dan kolaborasi peserta didik, tetapi juga mendukung sekolah dalam mewujudkan transformasi digital pembelajaran sesuai spirit Kurikulum Merdeka. Secara langsung, kegiatan PK ini memberikan kontribusi nyata terhadap target SDGs dalam menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas.

Melalui keberhasilan penerapan inovasi pembelajaran ini, diharapkan kombinasi Problem-Based Learning dan penggunaan media digital interaktif seperti Zep.quiz sebagai evaluasi formatif yang diinisiasi oleh Figra Alensy dari Prodi Pendidikan Ekonomi FEB UNY ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh para pendidik di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten. Langkah ini penting guna mencetak generasi muda yang kritis, berwawasan global, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era modern. (fgr)

Estafet Soal: Inovasi Pembelajaran Interaktif Dukung Pendidikan Berkualitas di SMA Negeri 2 Yogyakarta

Sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, Nanda Fitriyani mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang menjalani praktik mengajar di SMA Negeri 2 Yogyakarta menyelenggarakan permainan edukatif berjudul "Estafet Soal" dalam kegiatan pembelajaran Ekonomi kelas XE-8 pada Kamis (03/09/2026) lalu di jam 13.00-15.15 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas dengan sasaran seluruh peserta didik kelas XE-8 sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Permainan ini dirancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena mendorong metode belajar yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan pemahaman konsep secara merata bagi seluruh siswa.

Kegiatan ini bertujuan melatih kecepatan berpikir, pemahaman konsep, serta kemampuan kerja sama tim peserta didik melalui format kompetisi relai. Dalam pelaksanaannya, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota seimbang, kemudian setiap tim berbaris di depan papan tulis. Guru menampilkan soal secara bersamaan kepada seluruh tim, dan perwakilan pertama dari masing-masing tim maju untuk menuliskan jawaban dalam waktu 45–60 detik untuk soal konsep atau 90 detik untuk soal hitungan. Setelah waktu habis, peserta segera kembali ke barisan dan menepuk tangan rekan berikutnya sebagai tanda pergantian giliran, sementara anggota lain dilarang memberi bantuan atau kode jawaban. Setiap jawaban dinilai dengan skor 10 untuk jawaban tepat, 5 untuk jawaban kurang lengkap, dan 0 untuk jawaban salah atau tidak terjawab, dengan pengurangan 5 poin bagi tim yang melanggar aturan permainan. Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus verifikator jawaban dan memberikan penguatan konsep pada setiap akhir ronde hingga seluruh soal atau seluruh anggota tim mendapat giliran.

Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap suasana belajar di kelas. Peserta didik terlihat lebih antusias dan aktif berdiskusi dalam kelompok, sekaligus terlatih untuk berpikir cepat dan tepat dalam memahami materi Ekonomi. Sistem skor dan kompetisi antartim turut memacu semangat belajar tanpa mengurangi esensi kerja sama, sementara aturan larangan membantu jawaban melatih kejujuran akademik dan tanggung jawab individu. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pemerataan kualitas pemahaman konsep ekonomi di kelas serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan bermutu, sejalan dengan semangat SDG 4.

Metode permainan Estafet Soal diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkala pada materi Ekonomi lainnya sebagai variasi strategi pembelajaran di kelas. Pihak sekolah dan mahasiswa praktikan juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh inovasi pembelajaran yang dapat direplikasi oleh guru mata pelajaran lain guna terus meningkatkan kualitas dan daya tarik proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Yogyakarta. (nnd)

Berbagi Keberkahan dengan Implementasi SDGs Melalui Gerakan Jumat Berkah

Finanda Restu Anargya Arkan, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Pendidikan Ekonomi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Yogyakarta, turut berkontribusi aktif dalam menyukseskan program sosial rutin bertajuk "Jumat Berkah" yang diselenggarakan pada tiap hari Jumat. Kegiatan pembagian logistik pangan ini dilakukan di halaman depan MAN 2 Yogyakarta mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Aksi kemanusiaan mingguan ini menyasar para pengemudi ojek online (ojol) serta masyarakat sekitar yang melintas dan membutuhkan. Melalui partisipasi aktif ini, Finanda bersama civitas akademika MAN 2 berkomitmen mendukung percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya SDG’s 2 yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) dan SDG’s 1 yaitu No Poverty (Tanpa Kemiskinan).

Program Jumat Berkah ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kelas bawah sekaligus menguatkan solidaritas sosial di lingkungan sekitar madrasah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK berkolaborasi erat dan dibimbing langsung oleh Retno Febri Windarti selaku guru pamong, serta didukung oleh Surya TS, S.Pd. (Guru PKn) dan Puji Marwanto, S.Pd. (Guru Bahasa Jerman). Proses pelaksanaan diawali dengan persiapan pengemasan paket makanan dan minuman siap saji, dilanjutkan dengan pembagian secara tertib oleh mahasiswa PK bersama para guru pembimbing di depan halaman madrasah sebelum jam 07.00 dan di depan gerbang madrasah setelah pukul 07.00 agar tidak mengganggu arus lalu lintas pagi.

Melalui penyediaan akses pangan gratis ini, gerakan rutin Jumat Berkah berhasil menyalurkan ratusan paket makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dampak langsung dari kegiatan ini adalah terpenuhinya kebutuhan sarapan bergizi pagi hari bagi para pekerja lapangan sehingga mereka dapat menghemat pengeluaran harian. Secara eksternal, keterlibatan mahasiswa dalam program ini berkontribusi pada pencapaian SDG’s 2.1, yaitu menjamin akses bagi semua orang terhadap pangan yang aman dan bernutrisi.

Bagi lembaga MAN 2, kehadiran mahasiswa PK memberikan bantuan tenaga yang signifikan dalam mengoptimalkan pengelolaan aksi sosial yang sudah berjalan rutin di madrasah ini. Keterlibatan dalam aksi sosial ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi sosial dan kepedulian humanis mahasiswa PK sebagai calon pendidik. Pihak madrasah bersama mahasiswa berharap gerakan rutin Jumat Berkah ini dapat terus berjalan secara konsisten setiap pekannya dengan jangkauan yang lebih luas sehingga dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan. (fnd)

Belajar Ekonomi Sambil Bermain melalui UNO Economic Challenge di MAN 2 Yogyakarta  

Unaiza Nafta Lima Haka, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan pembelajaran inovatif melalui kegiatan UNO Economic Challenge bersama murid kelas XI-B MAN 2 Yogyakarta pada 5 Agustus 2026. Kegiatan ini mengangkat materi masalah dan strategi pembangunan ekonomi dengan menggunakan permainan kartu UNO sebagai media pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak untuk memahami dan mengaplikasikan materi pembangunan ekonomi melalui berbagai tantangan yang dikemas dalam permainan. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pengalaman belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai indikator, faktor, permasalahan, serta strategi pembangunan ekonomi. Setelah memahami materi, murid dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti Games Tournament UNO Pembangunan Ekonomi yang berisi pertanyaan terkait materi yang telah dipelajari. Murid secara bergiliran mengambil kartu, membaca pertanyaan, kemudian mendiskusikan dan menuliskan jawaban bersama kelompok. Setiap kartu memiliki nilai 3, 5, atau 8 poin, dan kelompok dengan perolehan poin tertinggi ditetapkan sebagai pemenang. Guru memberikan pemeriksaan serta umpan balik terhadap jawaban dan memastikan setiap murid memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan.

Kegiatan berlangsung dengan melibatkan murid secara aktif dan antusias dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil refleksi, murid menyampaikan bahwa pembelajaran terasa menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan, sehingga mereka lebih antusias mengikuti pembelajaran. Selain memperkuat pemahaman terhadap materi pembangunan ekonomi, kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, ketelitian, dan sportivitas. Pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan tersebut berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terutama dalam mendorong terciptanya pembelajaran yang inklusif, bermakna, dan berpusat pada keterlibatan murid.

Melalui UNO Economic Challenge, pembelajaran Ekonomi diharapkan dapat terus dikembangkan dengan menggunakan metode dan media yang mendorong keterlibatan aktif murid. Permainan edukatif dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan tanpa mengesampingkan pencapaian tujuan pembelajaran. Kegiatan serupa juga dapat dikembangkan dengan variasi pertanyaan dan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan murid. Dengan demikian, inovasi pembelajaran diharapkan dapat terus mendukung terciptanya pengalaman pendidikan yang berkualitas di lingkungan sekolah. (unz)

Pages