Usung Tema "Mahawira Amerta Nira", Mahasiswa UNY dan Siswa SMK Negeri 1 Kokap Raih Terbaik 1 Karnaval Semarak Merdeka Se-Kulon Progo 2026

Melestarikan budaya daerah tidak selalu harus melalui kegiatan formal di ruang kelas. Terkadang, hal itu bisa dimulai dari panggung sederhana seperti pawai karnaval, di mana identitas lokal ditampilkan lewat kostum dan kreativitas anak muda. Hal inilah yang ditunjukkan oleh SMK Negeri 1 Kokap dalam Karnaval Se-Kabupaten Kulon Progo yang digelar pada Sabtu (22/08/26) lalu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Karnaval tahunan ini diikuti oleh berbagai instansi pendidikan se-Kabupaten Kulon Progo, salah satunya SMK Negeri 1 Kokap yang tampil dengan mengusung tema "Mahawira Amerta Nira" dengan sub-tagline "Manisnya Warisan Menoreh". Persembahan dan karya ini mengangkat semangat kerja keras, gotong royong, dan ketulusan, sekaligus menjadi bentuk penghormatan bagi para penderes atau penjaga warisan tradisional yang mengolah tetes-tetes nira di kawasan Perbukitan Menoreh.

Kegiatan ini turut melibatkan Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Kokap. Dalam karnaval ini, ia dipercaya menjadi salah satu maskot yang mewakili SMK Negeri 1 Kokap sepanjang rute pawai. Bersama para siswa dan warga sekolah lainnya, Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq ikut menyiapkan kostum yang digunakan dalam pawai, sebagian di antaranya dibuat secara mandiri dari bahan kardus bekas yang disulap menjadi kostum bernuansa gula semut. Selain kostum hasil kreasi sendiri, beberapa peserta juga mengenakan busana tradisional sewaan untuk memperkuat penggambaran sosok penderes nira dan kehidupan masyarakat Menoreh.

Bagi Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq, kesempatan menjadi maskot karnaval menjadi bagian dari pengalaman Praktik Kependidikan yang memperlihatkan bahwa keterlibatan mahasiswa PK di sekolah tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar-mengajar di kelas. Melalui pawai ini, ia turut ambil bagian dalam memperkenalkan sekaligus menghormati kerja keras para penjaga tradisi penderesan nira di Kulon Progo kepada masyarakat yang lebih luas di tingkat kabupaten, sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa PK dan warga sekolah.

Kerja keras dan kekompakan tim dalam mempersiapkan tema serta kostum karnaval ini membuahkan hasil membanggakan. SMK Negeri 1 Kokap berhasil meraih predikat Terbaik 1 dalam lomba karnaval tingkat Kabupaten Kulon Progo tersebut, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengangkat nilai kerja keras, gotong royong, dan warisan budaya lokal mampu bersaing di tingkat kabupaten. Keterlibatan mahasiswa PK UNY dalam kegiatan ini turut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung proses pendidikan sekaligus pelestarian budaya daerah. Melalui keterlibatan secara langsung, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di luar kegiatan mengajar, tetapi juga belajar memahami dan menghargai kearifan lokal yang hidup di lingkungan sekolah tempatnya bertugas.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, SDGs Nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena Karnaval ini menjadi sarana pelestarian warisan budaya dan tradisi lokal, khususnya kearifan penderesan nira yang menjadi bagian dari identitas kawasan Perbukitan Menoreh. Kedua, SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena tema "Mahawira Amerta Nira" secara langsung menjadi bentuk penghormatan bagi para penderes nira di kawasan Menoreh, yang kerja kerasnya menopang perekonomian dan mata pencaharian warga setempat melalui pengolahan gula kelapa/gula semut. Ketiga, SDGs Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Karena Tradisi pengolahan nira menjadi gula kelapa merupakan contoh praktik pemanfaatan sumber daya alam secara turun-temurun dan berkelanjutan, yang diangkat kembali melalui karya karnaval ini. Keempat, SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena Keterlibatan mahasiswa PK UNY dan siswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran di luar kelas yang mengasah kreativitas, kerja sama, dan kebanggaan terhadap budaya serta sejarah daerah.

Melalui karya "Mahawira Amerta Nira" dan predikat Terbaik I dalam Karnaval Semarak Merdeka Kabupaten Kulon Progo 2026 ini, SMK Negeri 1 Kokap bersama mahasiswa PK UNY yang terlibat menunjukkan bahwa kolaborasi dunia pendidikan dapat berperan dalam menghormati kerja keras masyarakat, melestarikan warisan budaya, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Gallery Walk Regulasi Pajak: Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMK N 1 Jogonalan Belajar Aktif Menuju Pendidikan Berkualitas

Sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), salah satunya Lisa Talia Della Rosa, melaksanakan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran Perpajakan di kelas XI AKL SMK Negeri 1 Jogonalan, Klaten, pada 10-19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat materi mengenai Perbandingan Peraturan Perpajakan Lama dan Baru dan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 × 40 menit) pada masing-masing kelas, yaitu XI AKL 1, XI AKL 2, dan XI AKL 3. Pembelajaran dirancang dengan melibatkan siswa secara aktif melalui kegiatan yang mendorong kolaborasi, pemahaman terhadap permasalahan nyata, serta kemampuan menghubungkan materi dengan kondisi perpajakan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memberikan pengalaman belajar yang relevan, aktif, dan mendukung peningkatan kompetensi siswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan pemahaman siswa mengenai peraturan perpajakan, pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta kesadaran dalam menjalankan kewajiban administrasi perpajakan secara bertanggung jawab.

Kegiatan pembelajaran menggunakan model Discovery Learning yang dikemas melalui aktivitas Gallery Walk. Pada awal pembelajaran, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan masing-masing kelompok memperoleh kartu perbandingan peraturan perpajakan yang memuat topik berbeda, mulai dari format NPWP, sistem administrasi perpajakan, tarif PPN, hingga ketentuan umum perpajakan. Setiap kelompok terlebih dahulu berdiskusi mendalami isi kartu yang diperoleh. Selanjutnya, kelompok dibagi menjadi dua bagian, sebagian anggota berkeliling mengunjungi kelompok lain untuk menggali informasi dari kartu yang berbeda, sementara sebagian lainnya tetap di tempat untuk menjelaskan isi kartu kelompoknya. Kegiatan tersebut berlangsung secara bergantian hingga seluruh kelompok memperoleh informasi dari berbagai kartu yang tersedia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Lisa Talia Della Rosa selaku mahasiswa PK juga memberikan penguatan materi mengenai definisi Wajib Pajak dan komponen dokumen NPWP.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam membandingkan ketentuan lama dan terbaru, kemampuan komunikasi saat menjelaskan materi kepada kelompok lain, serta kemampuan kolaborasi selama diskusi dan Gallery Walk berlangsung. Dengan cara belajar yang variatif ini, siswa diajak untuk lebih memahami bahwa regulasi perpajakan bersifat dinamis dan penting untuk terus diikuti perkembangannya, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. (ltd)

 

Menguatkan Pemahaman SDGS 8 melalui Pembelajaran Ekonomi Kontekstual: Studi Kasus Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Keberlangsungan Usaha dan Sistem Upah Pekerja Kantin SMA Negeri 2 Banguntapan

Naura Kholda Khoirunisa, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) 8 melalui studi kasus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha serta sistem upah pekerja kantin sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 7–14 Agustus di SMA Negeri 2 Banguntapan dengan melibatkan peserta didik kelas XI Fase F, yaitu XI F C1, XI F C2, dan XI F C3. Kegiatan meliputi identifikasi masalah, observasi, wawancara, diskusi, analisis data, penyusunan PowerPoint, presentasi, dan refleksi. Kegiatan ini relevan dengan SDGs 8 karena peserta didik memahami hubungan kebijakan MBG, aktivitas ekonomi kantin, tenaga kerja, sistem upah, dan pekerjaan layak.

Pembelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghubungkan konsep ekonomi dengan permasalahan nyata, khususnya dampak MBG terhadap aktivitas kantin dan sistem upah pekerja. Proses diawali dengan pengenalan fenomena MBG dan identifikasi masalah berdasarkan kondisi sekolah. Peserta didik melakukan observasi dan wawancara dengan pihak kantin selama satu minggu untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jumlah pembeli, pendapatan usaha, kondisi tenaga kerja, dan kemungkinan perubahan sistem upah. Informasi tersebut kemudian didiskusikan dan dianalisis secara berkelompok dengan mengaitkannya pada materi ketenagakerjaan dan sistem upah. Peserta didik selanjutnya merumuskan alternatif solusi, menyusun hasil analisis dalam PowerPoint, mempresentasikan temuan kelompok, dan melakukan refleksi. Mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator, guru Ekonomi sebagai pendamping, peserta didik sebagai pelaksana analisis, serta pihak kantin sebagai sumber informasi.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman memahami keterkaitan antara kebijakan pemerintah, perilaku konsumen, keberlangsungan usaha, tenaga kerja, dan sistem upah. Peserta didik menganalisis bagaimana penerapan MBG dapat mengubah pola konsumsi siswa dan berpotensi memengaruhi jumlah pembeli serta pendapatan pedagang kantin. Perubahan aktivitas usaha tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja dan kemungkinan penyesuaian sistem upah. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi berperan sebagai pengamat dan analis terhadap fenomena ekonomi di lingkungan sekolah. Proses pembelajaran melatih peserta didik mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menghubungkan sebab dan akibat, menganalisis data, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan merumuskan solusi. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa perubahan aktivitas ekonomi perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja.

Kegiatan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis SDGs 8 melalui studi kasus MBG diharapkan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Peserta didik tidak hanya memahami sistem upah secara teoritis, tetapi mampu menerapkan konsep tersebut untuk menganalisis permasalahan ekonomi di lingkungan sekolah. Melalui observasi dan wawancara, peserta didik memahami bahwa kebijakan pemerintah dapat memengaruhi aktivitas ekonomi tertentu sehingga dampaknya perlu dianalisis secara lebih objektif. Pembelajaran ini diharapkan memperkuat kepedulian terhadap keberlangsungan usaha, kesejahteraan tenaga kerja, dan pentingnya pekerjaan layak. Sebagai tindak lanjut, pembelajaran kontekstual dapat terus dikembangkan dengan memanfaatkan fenomena serta kebijakan ekonomi sebagai sumber belajar kontekstual. Hasil observasi peserta didik dapat menjadi bahan refleksi bagi guru dan mahasiswa praktikan untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan, sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap SDGs 8. (nau)

 

Scout Fest #1: Semarakkan Hari Pramuka melalui Kreativitas, Kompetisi, dan Kolaborasi Siswa

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Dewan Ambalan Kajakara (Kamajaya Kamaratih) SMK Negeri 7 Yogyakarta menyelenggarakan Scout Fest #1 pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Pramuka yang diikuti oleh warga sekolah, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan. Dalam pelaksanaannya, Meilisa Kurniasih, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) turut berpartisipasi sebagai panitia yang bertugas di masing-masing perlombaan. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman dalam membantu pengelolaan kegiatan sekolah sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Rangkaian Scout Fest #1 dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, yaitu lomba pidato, poster, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Cerdas Cermat Pramuka (CCP), singing, dan remake video. Mahasiswa PK dibagi ke dalam beberapa bagian kepanitiaan dan bertugas mendampingi pelaksanaan lomba sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. Selain membantu teknis perlombaan, mahasiswa juga turut memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan rangkaian acara yang telah disusun. Beberapa perlombaan mendapatkan dukungan dari Eduplay Telkomsel, khususnya lomba singing, MLBB, dan remake video. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai benefit bagi para pemenang, yaitu Spotify Premium selama satu bulan bagi pemenang lomba singing, diamond ML bagi pemenang lomba MLBB, serta aplikasi Vidio bagi pemenang lomba remake video. Selain itu, terdapat pembagian kartu perdana by.U bagi siswa yang telah memiliki KTP. Di sela-sela perlombaan, kegiatan semakin meriah dengan adanya Scout Fest Talent (SFT) yang menampilkan pertunjukan bakat siswa, pembagian doorprize, dan fun game.

Pelaksanaan Scout Fest #1 memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan. Berbagai perlombaan memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, pengetahuan, keberanian tampil, serta sportivitas. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa PK sebagai panitia memberikan pengalaman nyata dalam hal koordinasi, komunikasi, kerja sama tim, tanggung jawab, dan pengelolaan kegiatan sekolah. Kolaborasi antara sekolah, mahasiswa PK, siswa, dan pihak eksternal seperti Eduplay Telkomsel juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mendukung kegiatan pendidikan.

Melalui Scout Fest #1, peringatan Hari Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa dan mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, berkreasi, dan mengembangkan keterampilan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bermakna serta menciptakan lingkungan sekolah yang aktif, kreatif, dan kolaboratif. (mku)

Ubah Teori Jadi Aksi: Mahasiswa PK FEB Integrasikan Materi Proses Bisnis dan SDGs di SMKN 7 Yogyakarta

Mumtaazah Zalfa Salsabila, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan kegiatan penyampaian materi pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Proses Bisnis di kelas SMK Negeri 7 Yogyakarta (Skaven). Pembelajaran dirancang secara kontekstual dengan memadukan teori manajemen operasional perkantoran serta aksi nyata lingkungan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sasaran utama kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMK Negeri 7 Yogyakarta. Inisiatif ini secara spesifik berkontribusi pada pencapaian SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui inovasi pembelajaran di kelas, SDGs Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi pengelolaan limbah, serta SDGs Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembekalan kompetensi pelayanan bisnis bagi peserta didik.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman praktis siswa mengenai struktur operasional organisasi sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis dan potensi diri. Dalam proses pelaksanaannya di kelas, mahasiswa PK menyampaikan materi Proses Bisnis sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencakup Core Process, Supporting Process, dan Management Process. 

Konsep Core Process diimplementasikan melalui simulasi alur pelayanan dan penerimaan tamu di area lobby sekolah sebagai pusat operasional informasi. Sebagai bentuk Supporting Process, siswa diajak mengaplikasikan efisiensi lingkungan melalui program Jumat Bersih dengan aktivitas memilah dan memilih sampah secara terstruktur. Sementara itu, Management Process dan pengasahan bakat siswa diwujudkan melalui ajang Got Talent Sjaven. Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan penuh dari para guru serta pengurus OSIS SMK Negeri 7 Yogyakarta yang aktif membantu penuh kelancaran dan keberlangsungan acara. 

Hasil dari pelaksanaan rangkaian kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan terhadap penerapan teori Proses Bisnis di dunia nyata, khususnya pada efisiensi tata kelola lobby dan pengelolaan kebersihan lingkungan sekolah. Dampak positif yang dirasakan peserta didik meliputi terasahnya keterampilan berkomunikasi, menguatnya karakter peduli lingkungan, serta meningkatnya rasa percaya diri melalui panggung bakat. Manfaat bagi pihak SMK Negeri 7 Yogyakarta adalah terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, rapi, dan inklusif berkat sinergi antara mahasiswa, guru, dan pengurus OSIS. Secara langsung, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian indikator SDGs dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui keberhasilan program ini, diharapkan integrasi antara materi pembelajaran Proses Bisnis dan nilai-nilai SDGs dapat terus diterapkan serta dikembangkan secara mandiri oleh pihak sekolah. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa PK FEB merekomendasikan pembentukan pembiasaan pemilahan sampah rutin dan pemanfaatan area lobby sebagai laboratorium praktik pelayanan secara berkala. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK Negeri 7 Yogyakarta yang berdaya saing tinggi, kompeten di bidang administrasi perkantoran, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang kuat. (mzs)

Dukung SDGs, Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMA Negeri 1 Jetis Pahami Kesenjangan Ekonomi

Pembelajaran Ekonomi di sekolah sering kali berfokus pada hafalan teori dan rumus yang terasa jauh dari pengalaman sehari-hari peserta didik. Untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih kontekstual, Ayu Okcta Nabila, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menerapkan model pembelajaran Design Thinking dan Experiential Learning pada materi kesenjangan ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (14/08/26) lalu bertempat di ruang kelas XI SMA Negeri 1 Jetis dengan diikuti oleh 36 peserta didik. Pembelajaran ini dirancang untuk membantu siswa memahami persoalan ketimpangan secara lebih dekat, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran interaktif dan SDG Nomor 10 tentang Berkurangnya Ketimpangan melalui penanaman kesadaran akan pentingnya pemerataan ekonomi.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih empati, daya kritis, serta keterampilan berpikir solutif peserta didik dalam merespons fenomena kesenjangan sosial-ekonomi di Indonesia. Dalam proses pelaksanaannya, peserta didik diajak membedah studi kasus nyata mengenai ketimpangan pembangunan daerah di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pembelajaran mengalir secara terstruktur melalui lima tahapan utama model Design Thinking, diawali dengan penyusunan peta empati (Empathy Map) untuk memahami kondisi masyarakat terdampak, merumuskan inti permasalahan (Define), mencurahkan gagasan program solutif (Ideate), membuat rancangan model aksi sederhana (Prototype), hingga melakukan uji umpan balik antar-kelompok (Test). Rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi aktif antara mahasiswa PK, guru pamong mata pelajaran IPS Ekonomi, serta partisipasi antusias dari peserta didik.

Melalui alur pembelajaran tersebut, peserta didik tidak hanya memahami faktor penyebab dan dampak kesenjangan ekonomi secara teoritis, tetapi juga belajar menghubungkannya dengan kondisi nyata masyarakat dan keadilan sosial. Suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa berdiskusi secara aktif dalam kelompok. Kesan positif dirasakan langsung oleh para siswa selama proses pembelajaran. Salah seorang peserta didik kelas XI, Mahesa Fisabilillah, mengungkapkan bahwa metode Design Thinking membuat pembelajaran Ekonomi terasa lebih mudah dipahami dan relevan. “Melalui analisis kasus dan pembuatan peta empati, kami tidak sekadar menghafal teori kesenjangan, tetapi benar-benar diajak membayangkan perasaan masyarakat serta memikirkan solusi nyata yang dapat diterapkan,” ungkapnya seusai pembelajaran. Pengalaman belajar ini membantu siswa memahami bahwa ilmu Ekonomi berkaitan erat dengan upaya menciptakan kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Harapan dari keberlangsungan kegiatan ini adalah agar pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis pemecahan masalah dunia nyata dapat terus dikembangkan secara berkesinambungan di lingkungan SMA Negeri 1 Jetis. Sebagai bentuk tindak lanjut yang konkret, mahasiswa PK bersama guru pamong melakukan evaluasi reflektif terhadap hasil kerja kelompok siswa serta merancang lembar pengayaan dan pendampingan khusus guna memastikan kesiapan peserta didik sebelum melangkah ke materi kalkulasi indikator ketimpangan ekonomi pada pertemuan berikutnya. (aon)

FEB UNY Luluskan Doktor Baru Lewat Riset Sistem Digitalisasi UMKM Terintegrasi Investor

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (S3) atas nama Rr. Yuli Noor Kusumawati, Kamis (13/8/2026), di Ruang Teater Lantai 1 Gedung PMD FEB UNY. Ujian yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB itu mengangkat disertasi berjudul "Pengembangan Model Sistem Digitalisasi Informasi UMKM Terintegrasi dengan Investor (Dutivest) untuk Memudahkan Akses Permodalan".

Ujian dipimpin oleh Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Penguji, didampingi Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D. sebagai Sekretaris Penguji. Bertindak sebagai penguji lainnya adalah Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M. (Penguji I Eksternal), Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A., C.F.P. (Penguji II Internal), Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. selaku Promotor sekaligus penguji, serta Prof. Dr. Ali Muhson, S.Pd., M.Pd. selaku Ko-Promotor sekaligus penguji. Prosesi ujian turut dihadiri jajaran dekanat FEB UNY, Dekan Fakultas Vokasi UNY, serta kolega dan keluarga promovenda.

Dalam disertasinya, Yuli Noor Kusumawati mengangkat persoalan klasik yang membelit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, yakni keterbatasan akses permodalan. Ia memaparkan bahwa UMKM menyumbang 64 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024, namun banyak di antaranya tidak mampu bertahan lebih dari lima tahun akibat sulitnya mengakses modal usaha. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini disusun untuk merumuskan tahapan penyusunan sistem, membangun kerangka model, menguji kelayakan, sekaligus mengukur kinerja dan efektivitas sebuah sistem bernama Dutivest — platform digital yang menjembatani UMKM dengan investor crowdfunding.

Penelitian pengembangan ini menggunakan model Waterfall dalam membangun sistem, dengan landasan Teori Investasi Crowdfunding dan Teori Pecking Order. Kelayakan sistem Dutivest diuji oleh tujuh pakar, sepuluh perwakilan UMKM, dan sepuluh perwakilan investor, sebelum dilakukan uji evaluasi yang melibatkan 28 investor crowdfunding dan 20 pelaku UMKM di tiga wilayah Yogyakarta dan satu wilayah Jakarta menggunakan kerangka kerja PIECES (Performance, Information, Economics, Control and Security, Efficiency, Services).

Hasil penelitian menunjukkan sistem Dutivest dirancang sebagai aplikasi peer-to-peer (P2P) lending berbunga rendah yang menghubungkan UMKM dengan investor crowdfunding secara daring. Uji kelayakan dari para ahli, UMKM, maupun investor mencatatkan nilai PIECES rata-rata 87,33 persen, yang seluruhnya berada pada kategori layak. Evaluasi kinerja sistem juga menunjukkan peningkatan skor PIECES dari sisi UMKM, dari 4,37 menjadi 4,55, dan dari sisi investor, dari 4,38 menjadi 4,61 — keduanya masuk kategori sangat memuaskan. Sementara itu, tingkat efektivitas akses permodalan melalui sistem ini tercatat mencapai 143 persen, yang berarti sangat efektif dalam memudahkan penyaluran modal kepada UMKM.

Riset Dutivest ini sejalan dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui upaya memperkuat kapasitas kelembagaan keuangan domestik untuk mendorong akses layanan perbankan, asuransi, dan keuangan bagi semua pihak termasuk UMKM, serta Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses UMKM terhadap layanan keuangan dan pasar. Model sistem ini juga berkontribusi pada Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang keberlangsungan usaha yang lebih besar bagi pelaku UMKM, sekaligus Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui skema kemitraan pembiayaan antara UMKM dan investor crowdfunding. (fdh)

Rr Yuli Noor

Wujudkan Pendidikan Berkualitas (SDGs 4), Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Ekonomi Berbasis Problem Based Learning dengan Metode Gallery Walk di SMA Negeri 2 Sleman

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta, Lenaisa Arfiamanda melaksanakan pembelajaran Ekonomi berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan metode Gallery Walk di kelas X SMA Negeri 2 Sleman, Rabu (12/08) lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari praktik pembelajaran selama pelaksanaan PK dengan mengangkat materi kebutuhan dan kelangkaan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk aktif memahami materi dan menyampaikan gagasan.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan penyampaian materi mengenai kebutuhan manusia dan kelangkaan. Mahasiswa PK kemudian menyajikan permasalahan kelangkaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sebagai bahan analisis peserta didik. Peserta didik bekerja dalam beberapa kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan, mendiskusikan penyebab, dan menentukan solusi berdasarkan konsep ekonomi yang telah dipelajari. Setiap kelompok kemudian menyajikan hasil pembahasannya dalam bentuk poster dan LKPD analisis. Setelah menyelesaikan diskusi, peserta didik memajang hasil kerja kelompok dan melaksanakan Gallery Walk. Peserta didik mengamati hasil kelompok lain, memberikan tanggapan, serta melakukan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Guru mata pelajaran dan mahasiswa PK turut mendampingi proses pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan memberikan ruang kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik tidak hanya mempelajari konsep kebutuhan dan kelangkaan, tetapi juga menghubungkan materi dengan permasalahan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diskusi dan Gallery Walk juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan gagasan kelompok lain, dan bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan. Hal tersebut sejalan dengan SDGs 4, khususnya target 4.7 yang mendorong peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berupaya menciptakan pembelajaran Ekonomi yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu praktik pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Sleman serta dapat dikembangkan pada materi Ekonomi lainnya. (lns)

Membekali Generasi Muda dengan Literasi Finansial melalui Implementasi SDGs ke-12 di SMA Negeri 1 Pundong

Sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Hetika Precillia Anggraeni, mahasiswa PK UNY, melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 di SMA Negeri 1 Pundong, Senin hingga Rabu (10-12/08/26) lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam pembelajaran ekonomi bersama peserta didik kelas X A, X B, dan X C dengan mengangkat materi skala prioritas dan literasi finansial. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penerapan SDGs ke-12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menggunakan dan mengelola sumber daya, termasuk keuangan, secara bijak dan bertanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan pembelajaran di kelas dengan permasalahan dan kebutuhan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktis kepada peserta didik mengenai pentingnya menentukan prioritas dan mengelola keuangan secara terencana. Dalam pelaksanaannya, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman materi secara teoretis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menerapkannya melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pada LKPD tersebut, peserta didik diminta menentukan target yang ingin dicapai, menyusun tabel skala prioritas, serta mencatat pendapatan dan pengeluaran. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menentukan kebutuhan yang harus didahulukan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membuat perencanaan keuangan sederhana berdasarkan kondisi yang dimiliki. Pembelajaran dirancang agar materi ekonomi tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga dapat dikaitkan dengan kebiasaan dan kondisi yang ditemui peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk mulai menerapkan pengetahuan dalam mengelola keuangan secara lebih terencana. Literasi finansial menjadi bekal penting bagi generasi muda, terutama ketika mereka memasuki usia produktif dan mulai menghadapi berbagai keputusan keuangan secara mandiri. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu menggunakan produk dan layanan keuangan dengan bijak, memahami risiko dalam aktivitas keuangan, serta memiliki kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan. Selain itu, kegiatan menyusun skala prioritas serta mencatat pendapatan dan pengeluaran membantu membangun sikap disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Dari sisi implementasi SDGs ke-12, kegiatan ini mendorong peserta didik untuk membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kebutuhan, manfaat, serta kemampuan sebelum mengambil keputusan.

Melalui penerapan SDGs ke-12 dalam pembelajaran ekonomi ini, pemahaman yang diperoleh peserta didik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan mengelola keuangan sejak bangku sekolah diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya. Dengan pengetahuan dan keterampilan finansial yang memadai, peserta didik diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, menggunakan produk keuangan dengan tepat, menghindari risiko keuangan yang merugikan, serta memiliki kemampuan untuk merencanakan masa depan. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, sekaligus memiliki bekal untuk membangun kehidupan finansial yang sehat dan masa depan yang lebih cerah. (htk)

 

Sujarwi Raih Gelar Doktor di FEB UNY: Kembangkan Modul SIA Terintegrasi Tableau untuk Tingkatkan Hasil Belajar Akuntansi Vokasi

Promovendus Sujarwi resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Ekonomi dan Bisnis setelah sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Terbuka Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Selasa (11/8/2026). Di hadapan dewan penguji, keluarga, dan kolega, Sujarwi memaparkan disertasi berjudul "Pengembangan Modul Ajar Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi Aplikasi Tableau untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa D-IV Akuntansi". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital yang mengharuskan pembelajaran akuntansi tidak hanya berfokus pada penguasaan teori konvensional, tetapi juga mengintegrasikan literasi data dan kemampuan analitik berbasis teknologi modern.

Penelitian dan pengembangan (Research and Development) ini mengadaptasi model Borg dan Gall melalui delapan tahapan sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, hingga uji coba lapangan dan finalisasi produk. Hasil pengembangan melahirkan modul ajar yang memuat 10 materi utama dilengkapi praktikum Tableau, dataset simulatif, studi kasus, refleksi, serta evaluasi interaktif yang disajikan dalam bentuk buku cetak dan diintegrasikan ke dalam platform Learning Management System (LMS) BeSmart UNY. Proses validasi melibatkan tiga ahli materi dan media, sementara uji coba dilakukan secara terbatas pada 10 mahasiswa serta uji coba lapangan kepada 80 mahasiswa D-IV Akuntansi yang terbagi secara seimbang ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Hasil pengujian membuktikan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,59 (91,80%) dan kriteria sangat praktis sebesar 4,49 (89,79%). Dari sisi efektivitas kognitif, kelas eksperimen yang memanfaatkan modul mengalami lonjakan rerata nilai hasil belajar dari 76,80 menjadi 91,35 dengan skor N-gain sebesar 0,69, jauh melampaui kelas kontrol yang hanya meningkat dari 74,13 menjadi 77,40 dengan N-gain 0,13. Pengujian statistik Mann-Whitney menunjukkan perbedaan peningkatan yang sangat signifikan ($p < 0,001$), sementara analisis kovarians (ANCOVA) memperkuat temuan tersebut dengan nilai $F(1, 77) = 2.543,626$ ($p < 0,001$) dan partial eta squared 0,971, menegaskan bahwa penerapan modul terintegrasi Tableau ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi analitik mahasiswa.

Sidang Ujian Terbuka tersebut dipimpin oleh Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., selaku Ketua Penguji, didampingi Dr. Mustofa, S.Pd., M.Sc., sebagai Sekretaris Penguji, serta Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. (Promotor) dan Dr. Sutirman, M.Pd. (Ko-Promotor). Sementara itu, jajaran penguji independen diisi oleh Prof. Dr. E. Muhtar, M.Si., CFrA., dan Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. Dewan penguji mengapresiasi kebaruan dan kontribusi praktis dari modul ajar ini dalam menjawab tantangan kurikulum akuntansi terapan, di mana jalannya ujian berlangsung khidmat dengan dukungan penuh dari keluarga promovendus serta jajaran pimpinan dan kolega dari Rektorat UNY.

Inovasi pembelajaran akuntansi ini memberikan kontribusi strategis terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan modul interaktif berteknologi tinggi secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan sarana pembelajaran vokasi yang inklusif, relevan, dan bermutu tinggi. Pengembangan literasi data berbasis aplikasi analitik Tableau juga menyokong SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali lulusan D-IV Akuntansi keterampilan digital terapan yang berdaya saing tinggi di pasar kerja global. Selain itu, pemanfaatan ekosistem digital LMS BeSmart selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam mendorong modernisasi infrastruktur pendidikan berbasis inovasi teknologi secara berkelanjutan. (fdh)

Pages