Mendorong Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Ekonomi: Penerapan Teknik Jigsaw pada Materi Kebutuhan dan Kelangkaan di Kelas X SMA Negeri 1 Wonosari
Submitted by feb on Sat, 08/08/2026 - 20:09
Pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk terlibat aktif dalam memperoleh dan membangun pengetahuan. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 atau SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. Upaya tersebut diterapkan oleh Isma Cahyawati, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 1 Wonosari pada hari Selasa, (04/08/26) lalu di ruang kelas XA dan ruang kelas XB. Kegiatan dilaksanakan pada murid kelas X melalui pembelajaran Ekonomi dengan materi Kebutuhan dan Kelangkaan menggunakan teknik Jigsaw. Penerapan teknik tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif, kerja sama, dan pemerataan pemahaman murid dalam proses pembelajaran.
Kegiatan diawali dengan pertanyaan pemantik mengenai fenomena kebutuhan dan kelangkaan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggali pengetahuan awal murid. Selanjutnya, murid dibagi menjadi enam kelompok dan setiap kelompok memperoleh submateri yang berbeda. Masing-masing kelompok mempelajari submateri melalui diskusi, mencari dan mengumpulkan informasi, kemudian menuangkan hasil pemahamannya ke dalam LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Setelah itu, setiap anggota berpindah ke kelompok lain untuk memperoleh informasi mengenai submateri yang belum dipelajari. Murid kemudian kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan dan mengajarkan informasi yang diperoleh kepada teman-temannya. Kegiatan diakhiri dengan kuis kelompok dan penyimpulan materi secara bersama-sama untuk memperkuat pemahaman murid.
Penerapan teknik Jigsaw memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berperan aktif sebagai pembelajar sekaligus sumber informasi bagi teman sebaya. Proses tersebut mendorong murid untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan memahami dan menyampaikan informasi. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 karena menciptakan proses pembelajaran yang partisipatif, kolaboratif, inklusif, dan memberikan kesempatan yang merata kepada murid untuk terlibat dalam pembelajaran. Selain mendukung pemahaman materi Kebutuhan dan Kelangkaan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna bagi murid.
Penerapan pembelajaran dengan teknik Jigsaw diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Penggunaan teknik pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif dapat terus dikembangkan pada materi Ekonomi lainnya dengan menyesuaikan karakteristik materi dan kebutuhan murid. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk belajar, bekerja sama, dan berbagi pengetahuan secara aktif. (ism)



















