FEB UNY Gelar Guest Lecture Bersama UiTM Malaysia, Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Implementasi SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar kuliah tamu (Guest Lecture) internasional bertajuk "SDG in Higher Education: Walk the Talk" yang berlangsung di Auditorium FEB UNY, Rabu (16/9/2026) lalu. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan Dr. Yussri bin Sawani, Asisten Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak Kampus Mukah, Malaysia, sebagai pembicara utama. Kegiatan akademik ini diikuti oleh 150 mahasiswa beserta jajaran dekanat FEB UNY.sambutan Dr Sutirman Dekan FEB

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., yang menyambut hangat kehadiran narasumber dan rombongan akademisi dari Malaysia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi internasional ini dan berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dr. Sutirman menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menggali pengetahuan serta wawasan komparatif mengenai praktik dan pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia maupun Malaysia.

Dalam pemaparannya, Dr. Yussri bin Sawani menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai akselerator pencapaian SDGs. Ia mengusung konsep keseimbangan antara "Walk the Talk" (menerapkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus) dan "Talk the Walk" (mengedukasi serta mengampanyekan kesadaran SDGs). Menurutnya, komitmen keberlanjutan harus terintegrasi secara menyeluruh dalam empat pilar utama perguruan tinggi, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), tata kelola operasional kampus (operations), dan kemitraan masyarakat (engagement).

Lebih lanjut, Dr. Yussri memperkenalkan instrumen Higher Education Institution Sustainable Development Goals Disclosure Index (HSDI) sebagai kerangka evaluasi transparansi informasi SDGs pada situs web universitas. Ia memaparkan data progres SDGs tingkat global serta regional di Indonesia dan Malaysia, seraya menegaskan pentingnya keterbukaan data dan penguatan kurikulum. Dengan akuntabilitas pelaporan yang baik, perguruan tinggi tidak hanya sekadar mempublikasikan wacana, tetapi juga menghasilkan dampak transformatif yang terukur bagi masyarakat.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat para peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Sebanyak 150 mahasiswa yang hadir tampak antusias mendalami berbagai topik, mulai dari integrasi SDGs dalam akuntansi dan auditing, tantangan pembiayaan berkelanjutan, hingga peran mahasiswa dalam aksi sosial-lingkungan di kampus. Diskusi ini memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya kepemimpinan dan strategi berbasis keberlanjutan di era global.

Penyelenggaraan kegiatan ini secara langsung mencerminkan komitmen terhadap beberapa poin utama Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan. Secara khusus, acara ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi keberlanjutan dan literasi masa depan bagi mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademis lintas negara antara FEB UNY dan UiTM Malaysia. Selain itu, pembahasan yang diusung juga menyentuh SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong riset inovatif dan operasional kampus hijau yang akuntabel. (fdh)