Tim PKM FEB UNY Berikan Pelatihan Literasi Keuangan bagi Ibu Rumah Tangga Pelaku UMKM di Padukuhan Kenteng

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan Pelatihan Literasi dan Pengelolaan Keuangan Keluarga bagi ibu rumah tangga yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, pada 20 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) FEB UNY dengan tema "Penguatan Tata Kelola Keuangan Keluarga melalui Literasi Keuangan Sederhana".

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana, disiplin, dan berkelanjutan. Selain berperan sebagai pengelola keuangan rumah tangga, sebagian besar peserta juga menjalankan berbagai usaha mikro, seperti usaha kuliner, perdagangan, dan kerajinan, sehingga pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi sangat penting untuk mendukung keberlangsungan usaha maupun kesejahteraan keluarga.

Kegiatan diikuti oleh puluhan anggota PKK dan ibu rumah tangga di Padukuhan Kenteng. Selama pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab mengenai berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan keluarga dan usaha.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. R. Andro Zylio Nugraha, M.Acc., yang mengulas konsep dasar literasi keuangan sederhana sebagai fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran rumah tangga, mengelola dana darurat, membangun kebiasaan menabung, serta melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Penyampaian materi dikemas dengan bahasa yang sederhana disertai contoh-contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh peserta.

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah pentingnya memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Narasumber menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang mencampurkan kedua jenis keuangan tersebut sehingga sulit mengetahui keuntungan usaha yang sebenarnya. Melalui pencatatan keuangan yang sederhana namun dilakukan secara konsisten, pelaku UMKM dapat memantau arus kas, menghitung laba usaha secara lebih akurat, serta mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pendampingan dalam menyusun pencatatan keuangan menggunakan buku kas keluarga sederhana. Melalui praktik tersebut, peserta belajar mencatat pemasukan, pengeluaran, dan saldo keuangan secara sistematis sehingga dapat mengetahui kondisi keuangan keluarga setiap bulan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi penyusunan anggaran rumah tangga dan pengendalian pengeluaran berdasarkan skala prioritas kebutuhan.

Ketua Tim PKM, Dr. Abdullah Taman, S.E., M.Si., Ak., menyampaikan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan hidup yang sangat penting dimiliki oleh setiap keluarga. Menurutnya, keluarga yang mampu mengelola keuangan secara baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi, memiliki kemampuan merencanakan kebutuhan masa depan, serta lebih tangguh dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM FEB UNY berharap peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan baru dalam mengelola keuangan keluarga maupun usaha secara lebih tertib dan berkelanjutan. Penerapan pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, serta pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan UMKM sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi atas permasalahan nyata di masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan literasi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendorong terciptanya keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. (nhd)