HIMA Manajemen FE UNY Berbagi Lewat Management Charity

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) pada Sabtu (11/8) mengadakan kegiatan Management Charity dan Buka Bersama Dosen dan Mahasiswa Manajemen yang dikemas dalam sebuah acara Ramadhan Ceria Manajemen (RCM) yang mengangkat tema “Manajemen Berbagi Bersama” ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Mahasiswa Manajemen kepada orang-orang yang membutuhkan. Management Charity pada tahun ini menyalurkan bantuannya ke Rumah Singgah Anak Mandiri di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33B, Kebrokan, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta dan Panti Asuhan Yatim Putri Islam R.M Suryowinoto Yogyakarta yang terlatak di jalan Pramuka 68 Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, seperti beras, mie instan, susu kaleng, sirup, gula dan ditambah alat-alat tulis seperti buku tulis, buku gambar, bolpen, pensil, dan crayon.

Ketua HIMA Manajemen FE UNY Cholid Faizal menyatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus mendukung visi HIMA Manajemen 2012. Selain itu saya ungkapkan rasa syukur dan bahagia karena kegiatan ini adalah inovasi Progam Kerja (Proker) dari HIMA Manajemen dari kepengurusan sebelumnya. Sementara itu, Novia Utami, selaku koordinator kegiatan Management Charity mengatakan bahwa kegiatan ini memang sangat menyenangkan dimana kita bisa berbagai sesama dan menjalin tali silahturahmi antara sesama serta kita sebagai mahasiswa masih bisa melakukan perubahan meskipun itu kecil, jelasnya.

Reza Pendamping dari Rumah Singgah Anak Mandiri menjelaskan bahwa, secara umum adanya Rumah Singgah di maksudkan sebagai wadah pemberdayaan anak jalanan dimana anak diharapkan dapat memperoleh tambahan pengetahuan, ketrampilan, dan informasi yang dapat berguna bagi peningkatan taraf hidup mereka. Selain itu, Anak adalah titipan Tuhan, merekalah genersi penerus, maka dari itu jangan sia-siakan kehidupannya, tambahnya.

Sementara itu, Buka bersama Dosen Manajemen, Mahasiswa Baru Manajemen, dan pengurus HIMA Manajemen ini pun turut mengundang Wakil Dekan III FE UNY Siswanto, M. Pd sekaligus pengisi tausiyah dengan tema “Ramadhan Bulan Penuh Berkah”. Acara yang di laksanakan di Halaman Dekanat FE UNY ini pun bertujuan untuk menjalin silahturahmi sekaligus mengakrabkan antara Mahasiswa Baru Manajemen satu sama lain sekaligus mengenalkan para Dosen Manajemen sebelum memasuki bangku perkuliahan. (Cholid/Isti)

OSPEK FE UNY : Membangun Generasi Ekonom yang Cerdas & Berkarakter Pemimpin

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) pada Rabu-Jumat (8-10/8) mengadakan acara Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) tingkat fakultas. Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si saat membuka acara yang di kemas dalam acara “Dekanat Menyapa” menyampaikan bahwa ospek merupakan orientasi studi pengenalan kampus yang bertujuan untuk mendidik para mahasiswa baru untuk bisa lebih disiplin, dapat menerapkan aturan-aturan dari fakultas serta bisa menjadi mahasiswa khususnya mahasiswa FE UNY yang cerdas dan berkarakter pemimpin demi mewujudkan FE UNY yang berkarakter pemimpin. Ospek tahun ini merupakan ospek yang pertama kali di FE UNY dengan mengusung tema “Membangun Generasi Ekonom yang Cerdas dan Berkarakter Pemimpin”. Acara dihadiri Jajaran Dekanat, Kajur/Kaprodi, Kabag/Kasubag serta tidak lupa para mahasiswa berprestasi juga turut menghadiri dalam acara ini baik berprestasi dalam bidang karya tulis, bidang debat serta bidang olah raga.

Sementara itu, Wakil Dekan I FE UNY Dr. Moerdiyanto, M.Pd., MM memberikan ulasannya mengenai kegiatan akademik yang ada di FE UNY, bahwa ospek harusnya bersifat edukatif, dalam hal ini orientasi studi yang ditekankan, harapannya para mahasiswa baru FE UNY nantinya ketika lulus akan menjadi seorang sarjana yang cerdas dan menjadi entrepreneur sejati, dan untuk tahun ini FE UNY akan kedatangan satu jurusan yaitu jurusan pendidikan administrasi perkantoran, harapannya dapat menjadikan FE UNY menjadi kampus yang benar-benar mencetak lulusan yang handal dan cerdas.

Selanjutnya Wakil Dekan II FE UNY M. Djazari, M.Pd. mengatakan bahwa FE UNY mempunyai sarana dan prasarana yang sudah dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang mendukung jalannya proses belajar mengajar mahasiswa, ada lab.komputer, lab.EEC, lab microteaching, lab akuntansi manual, lab pojok bursa dan lain sebagainya. Harapannya dengan adanya sarana prasarana serta fasilitas yang sudah lengkap dapat mewujudkan kampus menuju kampus word class university.

Mahasiswa yang ideal harusnya bisa menyalurkan minat dan bakatnya untuk mengikuti serangkaian aktivitas organisasi di FE UNY. Misalnya ikut HIMA, UKMF kerohanian (AL FATIH), UKMF penelitian dan penalaran (KRISTAL), DPM dan BEM sehingga dengan mengikuti beberapa organisasi di kampus FE UNY menjadikan mahasiswa yang kritis, cerdas serta peka terhadap isu permasalahan yang ada di kampus khususnya di FE UNY. Mahasiswa baru FE UNY diharapkan untuk selalu mengikuti lomba-lomba tingkat nasional untuk menjadi mahasiswa berprestasi sehingga akan membawa nama harum dan jas almamater khususnya FE UNY, demikian disampaikan Wakil Dekan III FE UNY Siswanto, M.Pd.. (Nur/Isti)

Pelatihan Analisis Butir Soal dan Program Remedial dengan Software AnBuso

Baru-baru ini telah diselenggarakan kegiatan pelatihan analisis butir soal dan program remedial dengan software AnBuso di FE UNY pada tanggal 12 dan 13 Juli 2012. Peserta pelatihan adalah guru Ekonomi anggota MGMP SMA di DIY yang berjumlah 30 orang. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Seorang peserta Tri Ismiyati merasa senang dengan software ini karena lebih sederhana dan memudahkan guru dalam melakukan analisis soal, yang pada akhirnya akan memperbaiki kualitas pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan berdasarkan analisis bahwa kegiatan evaluasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pendidikan dan pengajaran karena dari hasil evaluasi ini dapat diketahui tingkat keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran. Evaluasi dapat memberikan informasi yang dapat dijadikan masukan bagi proses pendidikan dan dapat dipergunakan sebagai pedoman perbaikan bagi proses pendidikan selanjutnya.

Guru sebagai pengendali proses pembelajaran perlu mengetahui persyaratan-persyaratan dan prosedur-prosedur dalam penyusunan tes yang baik. Namun pada kenyataan sebagian besar guru belum memperhatikan hal tersebut di atas. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan guru dalam mengembangkan sebuah tes yang baik, yaitu tes yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu (tes terstandar). Pada umumnya guru dalam membuat alat evaluasi hanya mendasarkan pada materi yang telah diberikan, namun belum melakukan pengkajian secara mendalam terhadap performance tes yang dibuatnya, artinya guru tersebut kurang memperhatikan unsur-unsur validitas dan reliabilitas tes, daya beda butir tes, tingkat kesulitan butir tes, dan efektivitas distraktornya. Jika unsur-unsur di atas diperhatikan dalam pembuatan tes diharapkan dapat menghasilkan pengukuran yang objektif sehingga benar-benar menggambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menguasai seluruh materi yang telah diberikan.
Selama ini memang sudah banyak software yang dikembangkan untuk keperluan analisis butir soal seperti ITEMAN, RASCAL, ASCAL, BILOG, FACETS dan CONQUEST, namun pada kenyataannya kemampuan guru untuk menguasai software tersebut sangat kurang memadai. Hal itu terjadi karena di samping software tersebut berbahasa asing sehingga sulit untuk memahami cara penggunaannya, software tersebut juga cukup rumit untuk digunakan dan kurang praktis dan aplikatif. Informasi yang diberikan dalam software tersebut juga sangat beragam sehingga mempersulit guru untuk menguasainya. Guna mengatasi kelemahan terutama dalam penguasaan bahasa, ada juga yang telah mengembangkan software yang berbahasa Indonesia, seperti SPS dan ANATES, namun software tersebut juga tidak banyak digunakan guru karena terkendala teknis dan kurang aplikatif.

Untuk memenuhi kebutuhan software yang aplikatif dalam melakukan analisis butir soal, sudah dikembangkan software baru yang dalam penggunaannya mudah untuk dipahami guru. Software tersebut adalah AnBuso (Analisis Butir Soal) yang dikembangkan oleh Ali Muhson dengan program aplikasi Microsoft Excel. Program aplikasi Excel tentu sangat familiar di kalangan guru karena sudah banyak dipakai di berbagai kalangan. Dengan memanfaatkan kepopuleran program aplikasi tersebut akan mempermudah penggunaannya.
Dalam software AnBuso tersebut dapat diketahui baik tidaknya soal yang dibuat guru, baik dari sisi daya beda, tingkat kesulitan, maupun efektivitas distraktornya. Di samping itu dalam software tersebut juga memberikan informasi tentang kemampuan seluruh siswa dan tingkat ketercapaian KKM. Software ini juga dirancang untuk mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan siswa yang masuk dalam program remedial berdasarkan materi yang belum dikuasai sehingga akan mempermudah guru dalam pelaksanaan program remedial.

Saat ini banyak guru yang mengalami kesulitan untuk melakukan analisis butir soal karena software yang ada karena cukup rumit dan hasil analisisnya tidak dapat langsung dicetak dalam format laporan. Dengan software AnBuso memungkinkan guru dapat langsung mengetahui hasil analisis butir soal dan sekaligus langsung tercetak dalam format laporan yang siap untuk ditandatangani guru dan kepala sekolah, dengan begitu guru akan sangat terbantu dalam membuat administrasi guru, khususnya yang berkaitan dengan laporan analisis butir soal dan ulangan harian.
AnBuso sudah mengalami revisi berkala-kali dan pelatihan kali ini adalah untuk AnBuso Versi 4.4. Ali Muhson, pencipta software ini mengungkapkan bahwa AnBuso akan terus diperbaiki dan disempurnakan agar benar-benar mampu membantu guru memenuhi kebutuhannya dalam melakukan analisis butir soal yang praktis dan aplikatif. Bagi bapak ibu guru yang berkeinginan untuk mendapatkan software AnBuso secara free silakan kirim identitas ke email alimuchson@yahoo.com. Tim pengabdi dalam pelatihan ini terdiri dari Ali Muhson M.Pd, Mustofa, M.Sc, dan Kiromim Baroroh, M.Pd (Q-room).

Visitasi Akreditasi Prodi Akuntansi FE UNY : Ada 5 Hal Rekomendasi

Program Studi Akuntansi Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) menerima kunjungan visitasi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Senin-Selasa (23-24/7) di Ruang Sidang Dekan FE UNY. Adapun ada 2 asesor yang menilai yaitu Dr. Khomsiyah, M.Si. Ak. Dosen dari Universitas Trisakti Jakarta dan Dr. Chaerul Djakman, MBA. Ak. dari Universitas Indonesia. Persiapan sedemikian rupa telah dipersiapkan guna menyambut kedatangan tim asesor. Acara disambut oleh Dekan, WD I, WD II, WD III, Kajur Pendidikan Akuntansi, Koor. Prodi Akuntansi dan seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Akuntansi FE UNY.

Dari hasil visitasi tersebut tim asesor menyampaikan 5 hal rekomendasi yaitu 1). pengembangan kompetensi Dosen, kebutuhan kompetensi untuk akuntansi sangatlah dinamis dan berkembang dengan pesat demikian juga dengan bahan-bahan kuliah juga harus up to date, 2). Update koleksi buku-buku akuntansi di perpustakaan, 3). Akses informasi untuk mahasiswa lebih terbuka, mahasiswa belajar tidak hanya di dalam kelas sehingga akses informasi tidak dibatasi guna menunjang mahasiswa untuk belajar mandiri, 4). Mengembangkan iklim akademik dengan menciptakan suasana akademik yang sudah terencana dan terjadwal serta komitmen bersama dan 5). Evaluasi diri perlu dirancang setiap tahunnya, ujar kedua assesor. (Isti)

Pelatihan Layanan Prima Dosen & Karyawan FE UNY

Pelayanan kepada Customer di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) perlu lebih ditingkatkan. Guna mendukung hal tersebut ada beberapa motto kerja dalam pelayanan prima yang perlu diterapkan antara lain; berikan lebih banyak dari yang diminta, berikan lebih baik dari yang diharapkan, datanglah lebih awal dari batas waktu yang ditetapkan, suka membantu tapi tidak berharap dibantu, mau berubah demi kemajuan, selalu tidak puas dengan apa yang dikerjakan, lapang dada dalam menerima kritik, senang melihat keberhasilan orang lain, tidak malu meniru kebaikan orang lain, gembira dan ikhlas dalam bekerja, demikian disampaikan Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. pada Pelatihan Layanan Prima Dosen dan Karyawan FE UNY yang berlangsung selama 2 kali yaitu pada 6-8 Juli di Malang yang dilanjutkan dengan tour ke beberapa obyek wisata dan Kamis, 19 Juli di Kampus FE UNY bagi dosen dan karyawan yang tidak ikut di Malang. Pada pelatihan ini menghadirkan narasumber dari unsur dekanat FE UNY. Acara berlangsung sangat meriah yang dipandu oleh Wakil Dekan III FE UNY Siswanto, M.Pd. ada pula pembagian beberapa doorprize.

Sementara Wakil Dekan I FE UNY Dr. Moerdiyanto, M.Pd., MM menyampaikan bahwa pelayanan prima adalah pemberian bantuan dan pelayan oleh personel kepada pelanggan dengan fokus “ramah tamah”, “cepat” dan “bermutu”. Personel yang baik adalah orang yang berorientasi kerja yaitu orientasi kerja. Sedangkan prinsip 3A bagi personel antara lain; Attitude, Attention dan Action.

Selanjutnya Wakil Dekan II FE UNY M. Djazari, M.Pd. mengatakan sebagai tenaga akademik dan tenaga kependidikan bisa berperan dalam penciptaan antara lain; trasparansi, akuntabilitas publik dan value for money economy, efficiensi. (Isti)

Malinda Mahasiswa FE UNY Terpilih Sebagai MCR OSPEK UNY 2012

Guna menyambut kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun 2012 telah diadakan Seleksi Master of Classroom (MCR) OSPEK UNY 2012 yang diikuti 9 peserta yaitu 4 peserta perwakilan dari FIS, 2 perwakilan dari FBS, 2 perwakilan dari FMIPA dan 1 perwakilan dari FE. Acara ini diadakan di Gedung Student Center UNY lantai 3 pada tahap I Senin (9/7), tahap II Kamis (12/7) dan pengumuman pada Senin (16/7). Berhasil lolos terpilih sebagai MCR OSPEK UNY 2012 yaitu Malinda Dwi Apriliane mahasiswa dari prodi D3 Akuntansi FE UNY sekaligus penerima beasiswa Bidik Misi, Agung Dirga K dari FIS UNY dan Ahmad Fauzi Ridwan dari FBS UNY. Ketiga nantinya akan tampil memandu jalannya acara di GOR UNY untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru (maba) di kampus UNY pada kegiatan OSPEK 6 Agustus mendatang mulai dari stadium general OSPEK sampai di akhir acara parade Organisasi Mahasiswa (Ormawa) se-UNY.

Para peserta seleksi harus melalui 3 tahap yaitu tahap 1 penilaian individual setiap peserta mempraktekan bagaimana cara dia jadi MC yang baik penilaiannya meliputi public speaking, intonasi dan penampilan, tahap 2 ini peserta diundi dan akan dipasangkan menjadi 1 tim yang terdiri dari 3 orang untuk praktek MC secara tim dan tahap 3 dilaksanakan di halaman rektorat UNY di depan air mancur UNY di hadapan banyak orang, para peserta diuji oleh para dewan juri untuk MC di ruang terbuka.

Menurut Malinda, motivasinya ikut seleksi MCR antara lain; untuk mencari pengalaman baru, upgrade kapasitas diri serta sebagai mahasiswa ingin memberikan konstribusi lebih untuk universitas dan juga tidak ingin menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja tapi ingin menjadi extra ordinary people. (Isti)

FE UNY Salurkan ZIS Sekaligus Adakan Pengajian Menyambut Ramadhan 1433 H

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) pada Jumat (13/7) di Auditorium FE UNY mengadakan pengajian menyambut datangnya bulan Ramadhan 1433 H sekaligus menyalurkan Zakat Infaq dan Shodakoh (ZIS). Program ZIS ini dikoordinir oleh Kegiatan Kerohanian Dosen dan Karyawan FE UNY. ZIS diperoleh dari Dosen dan Karyawan yang telah mengisi kesanggupan untuk memberikan ZIS dengan dipotong gaji per bulan. Pada periode ini setiap bulan terkumpul uang sebesar Rp. 1.123.500,00 dan disalurkan secara rutin untuk anak yatim/piatu dan fakir miskin di sekitar kampus, anggota keluarga karyawan serta usulan dari dosen dan karyawan. Pada kesempatan saat ini telah disalurkan untuk 10 anak yatim/piatu serta fakir miskin. Rencananya akan diberikan secara rutin setiap 4 bulan sekali. Selain disalurkan rutin ZIS juga untuk pembangunan masjid, sarana Taman Pendidikan Al-Qur’an serta untuk Dompet Pendidikan Mahasiswa FE UNY. Khusus dompet pendidikan telah memberikan bantuan kepada 3 mahasiswa yang kesulitan untuk membayar biaya kuliah/SPP, demikian disampaikan Ketua Kegiatan Kerohanian FE UNY Siswanto, M.Pd.

Selanjutnya Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan seperti ini yang merupakan wujud kepedulian FE UNY sekaligus mendukung misi untuk menjadi Fakultas yang merakyat. Selain itu Dekan juga menghimbau pada Dosen dan Karyawan untuk meningkatkan ZIS nya untuk menambah keberkahan rizki yang diperoleh lembaga, sekaligus membantu lembaga untuk peduli pada mereka yang kurang beruntung.

Sementara itu, Ustadz Syatory Abdurrauf dalam ceramahnya mengatakan pentingnya kita memaknai puasa sebagai sarana untuk membentuk hamba yang TAQWA yaitu kepanjangan dari Tawadu’, Qona’ah, Wara’ dan Yakin. Dengan berpuasa setiap hamba akan merasa rendah dan kecil di hadapan Allah SWT dengan diuji dengan rasa lapar dan haus sehingga mengurangi segala kegiatan dan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Lanjutnya, dengan puasa akan membentuk hamba yang Qona’ah memiliki arti seharusnya setiap menjalankan ibadah puasa dapat menerima segala kewajiban Allah SWT dan meyakini bahwa segala yang diberikan Allah SWT memiliki maksud yang baik untuk hamba-Nya. Yang terakhir dengan puasa kita dilatih untuk menahan diri dari berbagai nafsu yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa tersebut, sehingga dapat membentuk kepribadian yang selalu Wara’ atau dapat menahan diri. (Sis&Isti)

Semnas Kerjasama HISPISI, FIS & FE UNY : Rekonstruksi Konsep IPS di Indonesia

Kurikulum sekolah yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sudah berlangsung enam tahun. Oleh karena itu, sudah selayaknya kalau KTSP ini ditelaah ulah sesuai dengan perkembangan IPTEK dan realitas kehidupan masyarakat. Pendidikan kita selama ini cenderung menekankan pada materi ajar, sehingga lebih banyak bersifat intelektualistik. Hal ini terkait juga dengan penerapan Standar Isi, baik Standar Kompetensi maupun Kompetensi Dasar dalam desain kurikulum atau KTSP yang masih tetap berorientasi pada materi. Penguasaan materi dinomorsatukan sementara sikap mental dan kepribadian peserta didik telah lama terabaikan, demikian disampaikan Drs. Sardiman AM, M.Pd. Dosen FIS UNY pada Seminar Nasional dengan tema “Rekonstruksi Konsep IPS di Indonesia” yang diselenggarakan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (14/7) di Auditorium FE UNY. Menghadirkan pembicara lain Prof. Zamroni, Ph.D. Guru Besar FE UNY dan Prof. Dr. Udin S. Winataputra, MA Guru Besar Universitas Terbuka dan dimoderatori oleh Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M.

Lanjut Sardiman, terdapat mismatch dan ketidaksinkronan antara pengertian, maksud dan tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai studi integratif tentang kehidupan sosial masyarakat, dengan dokumen standar isi baik standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran IPS yang ada pada dokumen Permen No. 22 tahun 2006 (yang masih terpisah-pisah sesuai dengan displin keilmuannya). Hal ini telah membuat problem besar di lapangan, guru secara psikologis terbebani dan menjadi kebingungan. Akhirnya pembelajaran IPS tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Harus disadari bahwa anak bangsa Indonesia tidak dapat hanya dibangun dengan geografi saja, atau sosiologi saja, atau sejarah saja, atau ekonomi saja, teknik saja dan seterusnya. Tetapi semua secara bersama-sama memiliki andil mendewasakan peserta didik kita. Sebagai mata pelajaran di sekolah, IPS mestinya lebih bersifat edukatif bukan semata-mata akademis. Dalam pembelajaran IPS seharusnya lebih menekankan hal-hal yang bersifat kontekstual, penerapan, dan praktik yang relevan dengan realitas kehidupan sosial kemasyarakatan di Indonesia, tidak terfokus pada materi dan kajian teoritis, ujarnya.

Sedangkan menurut Zamroni, arah pendidikan ilmu-ilmu sosial di Indonesia memberikan kontribusi maksimal dalam proses mempercepat pembangunan. Untuk tujuan, materi dan organisasi pelaksanaan pembelajaran ilmu-ilmu sosial perlu dirumuskan secara lebih komprehensif. Tujuan ini dirumuskan dalam suatu bentuk kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa setelah mengikuti pendidikan pada jenjang tertentu.
Untuk jenjang pendidikan dasar tujuan tersebut, paling tidak mencakup empat aspek yakni; memiliki kemampuan menjelaskan konsep-konsep dan teori-teori dalam ilmu-ilmu sosial, memiliki critical thinking dan kemampuan pengambilan keputusan yang langsung mempengaruhi mereka, memiliki trust dan emphaty serta mengaplikasikan etika dan norma dalam pengambilan keputusan, baik dalam arti substansi maupun prosedural dan memilki efikasi, kemampuan kontrol diri, kreativitas dan kemampuan untuk melakukan inovasi, serta kemampuan berkerjasama, ucapnya.

Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. saat membuka acara mengatakan, diambilnya tema Rekonstruksi Konsep IPS di Indonesia ini mengingat Pendidikan IPS di Indonesia saat ini, terutama Pendidikan IPS di Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih terjadi tarik ulur konsep yang tidak jelas. Akibatnya kurikulum IPS di SMP juga menjadi tidak jelas keterpaduannya. Hal ini beban berat bagi para guru IPS di SMP. Mereka mengalami kesulitan untuk mengimplementasikan kurikulum IPS secara terpadu dalam pembelajaran. Dari seminar ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan IPS di Indonesia. Lebih khusus lagi hasil seminar ini diharapkan dapat mewarnai kurikulum pendidikan IPS di Indonesia nantinya. (Isti).

Pages