FE UNY Belajar Pendidikan Vokasi dari Jerman

Jerman dikenal sebagai negara yang sangat peduli dengan pendidikan vokasi/kejuruan. Pendidikan vokasi di Jerman bisa maju karena sektor pendidikan mendapatkan perhatian yang baik dari pemerintah. Ada kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, dan industri dalam mengembangkan pendidikan vokasi. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Julia Gillen dalam General Lecture #3 Fakultas Ekonomi UNY, Senin, 25 Maret 2013. Julia Gillen merupakan profesor dari Leibniz University Hannover Jerman yang berkunjung ke Universitas Negeri Yogyakarta untuk menyampaikan seluk beluk sekolah vokasi di Jerman. General Lecture #3 ini merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik UNY dalam rangka menyiapkan UNY menuju world class university.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UNY, Dr. Sugiharsono, M.Si. menyampaikan, “Universitas Negeri Yogyakarta memiliki beberapa program studi vokasi atau yang lebih dikenal dengan program diploma 3, guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi maka UNY perlu belajar dari universitas lain, salah satunya dari Leibniz University Hanover”. Hal tersebut dilakukan karena pendidikan vokasi akan disetarakan dengan pendidikan akademis. Persentase tingkatan pendidikan adalah 40% pendidikan umum dan 60%-nya merupakan pendidikan vokasi. Mengingat pentingnya pendidikan vokasi maka perlu dikembangkan model pendidikan vokasi yang baik agar lulusan UNY mampu bersaing dengan lulusan dari universitas lain.

Ada tiga topik yang disampaikan Julia dalam presentasinya, pertama, Basic Condition of Vocational Education and Training in Germany. Kedua, Learning Processes at School in Vocational Education and Training. Sedangkan topik ketiga mengenai Competence-oriented Design of Curricula for Vocational Education in Germany. Dalam topik pertama Julia menyampaikan bagaimana kondisi pendidikan vokasi di Jerman, di mana perusahaan/industri membutuhkan karyawan yang berpendidikan serta memiliki kualifikasi yang diperlukan ketika mereka bekerja di industri. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjaga persaingan antar industri yang semakin ketat.

Ada 3 model pendidikan tinggi di Jerman, yaitu full time vocational school, dual training, dan higher education. Model Full Time Vocational Education merupakan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dan ditambah praktik industri jika memang diperlukan. Pada jenis ini siswa memerlukan waktu sekitar 2 sampai 3 tahun dan akan mendapatkan sertifikat lulus dari sekolah/pemerintah. Model kedua, dual training, siswa lebih banyak mendapatkan praktik dibandingkan teori. Pada jenis pendidikan ini siswa akan memerlukan waktu 3-3,5 tahun untuk belajar dan akan mendapatkan sertifikat dari asosiasi industri (Chamber). Model ketiga yaitu higher education, di mana siswa akan mengeluarkan biaya lebih besar untuk bisa bersekolah di sana dan disyaratkan memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan 2 model pendidikan tinggi yang lain.

Lebih lanjut dalam paparannya Julia lebih banyak menyampaikan mengenai model pendidikan yang kedua, yaitu dual training. Pendidikan vokasi (dual training) di Jerman didesain untuk memberikan ilmu secara teori maupun praktik bagi siswanya. Ketika belajar di sekolah vokasi, 75% waktu siswa digunakan untuk bekerja di industri, sedangkan sisanya mereka belajar teori di sekolah. Nantinya setelah siswa mengikuti pendidikan vokasi di sekolah dan bekerja pada sebuah industri, mereka akan mendapatkan sertifikat dari asosiasi industri (Chamber) yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.

Dalam topik kedua mengenai Learning Processes at School in Vocational Education and Training, Julia menyampaikan, “tujuan belajar di pendidikan vokasi di Jerman adalah untuk membangun kompetensi siswa agar mereka mampu melakukan banyak hal”. Untuk itu, kurikulum di sekolah merupakan penggabungan antara instruction dan construction. Ada 4 aspek yang dikembangkan, yaitu cara belajar, sistematika isi, aturan bagi siswa, dan aktivitas siswa.

Sedangkan pada topik ketiga mengenai Competence-oriented Design of Curricula for Vocational Education in Germany. Dalam topik ketiga ini disampaikan bagaimana mendesain kurikulum yang berorientasi pada kompetensi sekolah vokasi. Pada topik ini disampaikan pendekatan utama dalam membentuk tahapan pembelajaran yang mengacu pada fase pembelajaran di sekolah maupun praktik di industri dan berorientasi pada hasil proses pembelajaran yang diinginkan. Selain itu perlu mempertimbangkan orientasi kompetensi pada berbagai level sejalan dengan pendesainan proses pembelajaran. (lina)

HIMA Pend. Akuntansi Mengadakan Seminar Nasional Pendidikan tentang Kurikulum 2013

Kurikulum merupakan rekonstruksi dalam pendidikan yang akan menentukan wajah pendidikan suatu negara. Kurikulum melandasi pendidikan baik formal maupun non formal untuk memenuhi tantangan dunia yang bergerak cepat dan menuntut masyarakat untuk lebih intelektual. Saat ini pendidikan di Indonesia belum terdistribusi dengan baik dan merata, sehingga menyulitkan penerapan kurikulum yang terus mengalami perubahan. Mendikbud telah mensosialisasikan, akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah. Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan 35: kompetensi lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai standar nasional yang telah disepakati. Dalam prakteknya penerapan kurikulum masih menimbulkan banyak kontroversi dari berbagai pihak terutama para pendidik.

Berdasar latar belakang tersebut, HIMA Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi UNY akan mengadakan seminar nasional yang menghadirkan Prof. Suyanto, M.Pd. (DIKTI), Eko Prasetyo, S.H. (Pemerhati Pendidikan), Dr. Sulistyo, Ketua Umum Besar PGRI Pusat pada Minggu (28/4) mendatang di Ruang Sidang Utama Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta.

Kegiatan ini berbentuk seminar dengan agenda pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Diharapkan seminar ini dapat memberi wawasan tentang kurikulum yang benar pada masyarakat luas, terutama civitas akademika, mampu mensosialisasikan Kurikulum 2013, dan berkontribusi dalam menggerakan kemajuan pendidikan Indonesia.

Acara yang direncanakan akan dimulai pukul 08.00 WIB – 15.00 WIB ini, mengundang seluruh mahasiswa UNY maupun luar UNY, guru, dosen, serta masyarakat umum.

Bagi yang berminat bisa langsung mendaftarkan diri di Sekretariat HIMA Pendidikan Akuntansi FE UNY, UPT Perpustakaan Pusat UNY, dan LIMUNY UNY, atau menghubungi Contact Person: Aulia : 08985023495 atau Susan : 085643953239. Informasi lebih lanjut bisa diunduh di blog: diksiuny.blogspot.com atau di facebook: Semnas Hima Diksi / twitter : @semnas_diksi

Dua Mahasiswa Bidik Misi Raih Juara I Mahasiswa Berprestasi FE UNY

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) memberikan apresiasi bagi mahasiswa yang memiliki prestasi bidang akademik dan non akademik dengan menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FE UNY tahun 2013 untuk jenjang Sarjana dan Diploma. Keberlangsungan pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ini masih perlu dipertahankan dalam rangka memberikan motivasi berprestasi di kalangan mahasiswa dan menciptakan iklim akademik yang kondusif. Seleksi pemilihan Mapres FE UNY untuk jenjang S1 diikuti sebanyak 8 mahasiswa dan untuk jenjang D3 diikuti 3 mahasiswa. Adapun penilaian mencakup Indeks Prestasi Akademik (IPK), penulisan karya tulis ilmiah, prestasi unggulan, dan kemampuan Bahasa Inggris. Setelah melalui proses seleksi tersebut, akhirnya terpilihlah Yuni Astuti dengan jumlah skor penilaian 87,72 dari jurusan Manajemen sebagai Juara I Mapres FE UNY 2013 tingkat Sarjana (S1) dan Malinda Dwi Apriliane dengan jumlah skor penilaian 93,72 dari jurusan Akuntansi D3 meraih Juara I Mapres FE UNY 2013 jenjang Diploma. Keduanya merupakan mahasiswa peraih beasiswa Bidik Misi dari DIKTI sehingga bisa berkuliah di FE UNY dengan tidak dipungut biaya bahkan juga malah mendapatkan biaya hidup setiap bulannya.

Suatu predikat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Yuni gadis kelahiran Sleman, 14 Juni 1991 sekaligus Alumni SMP Negeri 1 Ngemplak dan SMK N 1 Depok ini yang juga merupakan seorang aktivis di unit kegiatan mahasiswa Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UNY. Selain itu, di tahun sebelumnya ia juga menjabat sebagai Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa (HIMA) Manajemen 2012. Peraih IPK 3,69 ini sebelumnya juga meraih jawara di Olimpiade Koperasi Nasional pada November 2012 silam.

Mahasiswi penerima Beasiswa Bidik Misi yang gemar membaca dan menghitung ini juga aktif mengembangkan diri dan juga rajin berkontribusi secara langsung pada masyarakat. Ilmunya pada Manajemen dan Akuntansi dia gunakan untuk memberikan pengajaran di "Rumah Pintar KOPMA UNY”.

Sementara itu, Malinda mahasiswi kelahiran Banjarnegara 18 April 1992 ini juga membuktikan bahwa dia mampu menorehkan sejarah dalam hidupnya dengan IPK 3,88 ini juga sangat gemar berorganisasi sewaktu masih sekolah dan sampai di dunia perkuliahan, tak tanggung–tanggung Malinda sekarang menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE UNY tahun 2013.

Semoga Yuni dan Malinda bisa membawa nama besar FE UNY dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi tingkat UNY yang seleksinya akan dimulai pada akhir Maret 2013 mendatang. (Isti & Cholid)

Sharing & Kunjungan Akademik FEB UPI Bandung Ke FE UNY

Dalam rangka memenuhi suatu proses pembelajaran pada mata kuliah strategi belajar dan pembelajaran pendidikan ekonomi sebanyak 82 mahasiswa semester 4 Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (FEB UPI) Bandung melakukan sharing dan kunjungan akademik ke Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) pada Rabu (20/3) di ruang auditorium FE UNY. Dengan kunjungan ini kami harapkan kita bisa saling bertukar pikiran tentang proses pembelajaran yang ada di jurusan Pendidikan Ekonomi FE UNY sehingga bilamana nanti ada yang positif dan menarik yang metode pembelajaran yang digunakan disini berbeda dengan pembelajaran yang ada di FEB UPI kita bisa mengadopsinya. Kunjungan ini juga sebagai ajang silaturrahmi dan semoga mahasiswa kami mendapatkan pencerahan, demikian disampaikan Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi FEB UPI Dr. Ika Putra Waspada, MM.

Menyambut hal tersebut Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi FE UNY Dra. Daru Wahyuni, M.Si. menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Semoga nantinya kedua belah pihak dapat memanfaatkan kunjungan ini untuk saling sharing dan berbagi mengenai metode pembelajaran, media pembelajaran serta strategi belajar mengajar pendidikan ekonomi sehingga nantinya bisa diaplikasikan demi kebaikan kita bersama dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Sementara Dosen pengampu mata kuliah media pembelajaran Pendidikan Ekonomi FE UNY Tejo Nurseto, M.Pd. dalam menjamu tamu dari FEB UPI Bandung mengatakan bahwa pembelajaran di kelas harus kita buat yang menyenangkan sehingga peserta didik dalam mengikuti pembelajaran tidak bosan karena selalu ada pembaharuan dalam metode dan media pembelajaran yang kita gunakan. Membuat metode dan media pembelajaran yang berbeda tidak biasa dilakukan oleh semua orang memang sangat tidak nyaman diawalnya namun setelah kita mencoba terus tentu akan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan.

Sebagai contoh saya menerapkan metode pembelajaran di kelas dengan memotivasi di awal pembelajaran dengan terlebih dahulu peserta didik kita ajak untuk yel-yel, berjoget sambil berdendang memang di awal serasa sulit dan tidak nyaman namun hal itu tetap saya lakukan supaya peserta didik juga termotivasi dan bisa lebih percaya diri alhasil peserta didik merasakan kenyamanan sampai akhir pembelajaran peserta didik akan selalu bersemangat dan termotivasi mengikuti pembelajaran di kelas, ujar Tejo. (Isti)

Bermodalkan Kamera Pinjaman, Raih Juara III Lomba Fotografi

Berawal dari kamera SLR hasil meminjam teman, satu posisi di podium 3 besar diraih Eka Fitriyanto, mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2010 Fakultas Ekonomi UNY dalam lomba Fotografi bertemakan “1 Langkah Kecil Menuju Hijaunya Negeriku” yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pimpinan Komisariat Universitas Negeri Yogyakarta (IMM PK UNY). Hasil tersebut diumumkan dalam Seminar Nasional Kehutanan dengan tema yang sama pada Ahad, 17 Maret 2013 di Sportorium UMY. Foto sederhananya yang berjudul “From Children for Indonesian Greener”, dengan membekukan potret empat orang bocah yang tampak tengah menanam sebatang pohon muda di suatu hutan di daerah Wonosobo, berhasil menjadi juara III setelah diadu dengan 16 finalis lainnya yang terpilih.

Pada mulanya, Eka hanya tertarik melihat poster yang terpampang di papan info di Fakultas Ekonomi UNY. Setelah melihat blog lomba tersebut di Internet, Eka beranikan diri mengikuti bermodalkan kamera SLR Nikon yang dipinjamnya dari teman. Dijelaskannya, tidak ada kiat khusus lainnya untuk mengikuti lomba Fotografi tersebut. Bahkan ada satu peristiwa menarik dan tak terlupakan yang dia dapat sewaktu hendak mengambil gambar.

“Sewaktu perjalanan pulang dari Yogyakarta ke Wonosobo untuk proses pengambilan gambar, saya jatuh dari motor cukup keras. Saya putuskan tetap melanjutkan, walau harus berjalan ke lokasi pemotretan dengan kaki terpincang-pincang kesakitan,” ungkapnya.

Mahasiswa lajang yang lulus dari SMK N 1 Wonosobo pada 2010 ini mengaku baru kali ini mengikuti lomba Fotografi. Fotografi bukanlah hobi baginya, “Yaa, cuma suka aja, bukan hobi,” ujarnya. “Justru sebenarnya hobi saya itu menulis.”

Diakuinya pula, sebelum ini dia sudah sering ikut lomba, terutama dalam bidang Karya Tulis/Karya Ilmiah. Salah satu di antaranya, pada akhir 2012 lalu, dia meraih Juara III Lomba Artikel se-UNY yang diadakan HIMA (Himpunan Mahasiswa) Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNY dengan Tema “FILTERISASI BUDAYA GLOBAL MELALUI OPTIMALISASI PERAN PENDIDIKAN”. Selain itu, berbagai lomba karya tulis ilmiah tingkat universitas dan nasional juga pernah diikutinya. (fadhli)

Penandatanganan Kerjasama antara Fakultas Ekonomi UNY dan Sekolah-sekolah Mitra

Demi kemajuan pendidikan di Indonesia, semua penyelenggara pendidikan harus terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Selain berusaha secara mandiri, mereka juga harus bisa bekerjasama dengan pihak lain agar beban tersebut lebih ringan dan bahkan bisa jadi berdampak lebih luas daripada hanya bekerja sendirian. Untuk itu, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta menggandeng beberapa sekolah di Yogyakarta dalam jalinan kerjasama yang saling menguntungkan. Sejauh ini, kerjasama yang terlaksana baru sebatas penempatan mahasiswa dalam program KKN-PPL terpadu di sekolah-sekolah sekitar. Namun kebutuhan dunia pendidikan saat ini menuntut bentuk kerjasama lain yang lebih luas dan lebih beragam. Untuk itulah, FE UNY bersama beberapa SMA dan SMK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menandatangani naskah kerjasama pada Senin, 18 Maret 2013 di Ruang Sidang Dekanat FE.

Ikut hadir dalam acara tersebut para Kajur, Kadiv, Kabag, dan Kasubbag di lingkungan FE UNY, beserta Jajaran Dekanat FE. Sementara itu, turut pula hadir sebagai undangan, Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah SMA N 9 Yogyakarta, Drs. Rustamaji, M.Pd. (SMK N 1 Yogyakarta), Dra. Titik Komah Nurastuti (SMK N 7 Yogyakarta), Drs. H. Maskur (SMA N 1 Depok Sleman), Drs. Tri Sugiharto (SMA N 1 Kalasan), Dra. Nuning Sulastri (SMK N 1 Tempel), Drs. Sumarman (SMA N 1 Imogiri), Drs. Tri Subandi, M.Pd. (SMK N 1 Pengasih), dan Dra. Niken Susilowati, yang datang mewakili SMA N 4 Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Dekan FE, Dr. Sugiharsono, M.Si. merasa gembira dengan adanya kerjasama ini. Hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan pihak sekolah akan semakin meningkat kualitasnya. Sementara itu, Drs. Tri Sugiharto yang berbicara mewakili pihak sekolah juga menyampaikan betapa kegiatan ini sudah diangan-angankan sejak lama oleh sekolah. “Oleh karena itu, kami berharap kerjasama ini dapat ditingkatkan dalam banyak hal, sebagaimana tertuang di dalam naskah kerjasama,” demikian ungkapnya.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Prof. Dr. Moerdiyanto dalam paparannya tentang kerjasama ini menyatakan bahwa di abad 21 ini paradigma institusi di dunia bercirikan Informasi (tersedia di mana saja), Komputasi (lebih cepat memakai mesin), Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin), dan Komunikasi (dari mana saja, ke mana saja). Dengan kemajuan zaman, kerjasama bisa dilakukan lebih optimal, intensif, dan efektif lagi. Beberapa waktu lalu mungkin segala sesuatu dilakukan dengan manual yang memakan banyak waktu dan biaya, tetapi sekarang ada fasilitas email, chatting, dll., yang lebih memudahkan.

Acara penandatanganan berlangsung lancar dan diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah. (fadhli)

Sosialisasi Pembimbingan PKM bagi Dosen FE UNY

Hari Jumat (15/3) lalu, bertempat di ruang Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, dilangsungkan acara Sosialisasi Pembimbingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bagi dosen di FE UNY. Selain 48 dosen FE UNY, acara tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I FE UNY, Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M., Wakil Dekan II, Muh. Djazari, M.Pd., dan Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd. Bertindak selaku pembicara adalah Hermanto, SP pada sesi pertama dan Prof. Dr. Moerdiyanto pada sesi kedua dengan Arum Darmawati, M.M. sebagai moderator. Acara ini ditujukan agar para dosen bisa lebih maksimal dan optimal dalam memberikan bimbingan Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2013 ini.

Dalam sambutannya, Siswanto, M.Pd. mengingatkan bahwa para dosen harus lebih memperhatikan mahasiswanya. “Kalau bukan kita yang memperhatikan, siapa lagi?Bukanlah kata-kata seperti 'tolong Anda buatlah prestasi' kepada mahasiswa, tetapi juga harus dengan perhatian secara langsung,” jelas Siswanto, M.Pd. Program Kreativitas Mahasiswa merupakan ajang nasional tahunan bidang kemahasiswaan yang tahun ini terdiri dari lima bidang, yaitu PKM-P (Penelitian), PKM-T (Teknologi), PKM-M (Pengabdian pada Masyarakat), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-KC (Karya Cipta).

Pada sesi pertama, Hermanto, SP menyampaikan bahwa seharusnya Pembimbingan PKM bukan hanya kemauan dari WD III yang menangani bidang kemahasiswaan, tapi juga menjadi kesadaran dari segenap civitas di fakultas. “Perguruan Tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, tidak lagi melihat kehebatan pada sisi akademik dengan IPK tinggi dari mahasiswa, tetapi juga pada sisi non akademik mereka,” ujar Hermanto, SP. Dengan jumlah pengusul yang terus bertambah tiap tahunnya, persaingan PKM menjadi semakin keras, dan ini menuntut kerjasama semua pihak.

Di sesi kedua, Prof. Moerdiyanto menyampakan bahwa selain melaksanakan tugas pembelajaran (DIKJAR) dan melaksanakan penelitian (RISET), dosen juga memiliki tugas pokok fungsi lainnya, yaitu memberikan pembimbingan pada mahasiswa (MENTORING) dan pengabdian sosial (PEMBERDAYAAN MASYARAKAT).

Dengan adanya Sosialisasi Pembimbingan PKM ini, dosen dan mahasiswa diharapkan bisa saling mendukung kemajuan masing-masing pihak dan juga sekaligus menguatkan posisi universitas di masyarakat. Pada ajang PIMNAS, yang merupakan puncak dari ajang PKM, tahun 2012 lalu UNY menempati posisi akhir di 5 besar. (fadhli)

Pelatihan PKM 5 Bidang FE UNY: Percikkan Kreativitasmu!

Seseorang yang sukses jauh lebih sedikit jumlahnya di dunia ini. Ini disebabkan cara yang mereka tempuh memang sulit, dan hanya sedikit yang mau mengambilnya. Kebanyakan orang hanya mau berada di zona nyaman tanpa mau mencoba berpikir out of the box. Sebagai agent of change, mahasiswa harus mau berubah (change) agar mereka bisa menciptakan kesempatan (chance). Demikian petuah semangat yang disampaikan oleh Rachmat Nurcahyo, S.S., M.A. kepada sekitar 190 mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mengikuti acara Pelatihan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) 5 Bidang Tahun 2013, di Ruang Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) Sabtu siang (9/3).

Dalam pelatihan tersebut, Rachmat Nurcahyo banyak menguraikan contoh-contoh PKM yang sukses disertai dengan analisis faktor-faktor yang membuat suatu proposal PKM diterima atau ditolak. Dimoderatori Adeng Pustikaningsih, S.E., M.Si., dosen Pendidikan Akuntansi FE UNY, Rachmat menghujani para mahasiswa dengan motivasi dan semangat agar bisa menghasilkan ide dan gagasan untuk dilibatkan dalam PKM 2013. Menurut Rachmat yang juga dosen di Fakultas Bahasa dan Seni UNY ini, saat ini dibutuhkan mental yang peka, kritis, dan kreatif dalam menghadapi suatu permasalahan di masyarakat., dan program PKM menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat secara kreatif. Pelatihan PKM 5 Bidang tahun 2013 ini terdiri dari PKM-P (Penelitian), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-M (Pengabdian pada Masyarakat), PKM-T (Teknologi), dan PKM-KC (Karya Cipta) yang didanai DIKTI.

Selain Rachmat Nurcahyo, hadir pula Muhamad Ridwan, mahasiswa jurusan PGSD UNY angkatan 2009 yang berprestasi di bidang PKM dan baru saja mendapatkan medali emas di ajang PIMNAS 2012 di UMY beberapa waktu lalu. Di hadapan mahasiswa FE, Ridwan menuturkan pengalamannya memenangi PIMNAS 2012 serta berbagi trik agar suatu proposal PKM bisa diterima DIKTI. “Jangan pernah minder dan mundur pada langkah pertama, serta seringlah berdiskusi dengan teman sekelompok dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing, karena itu juga merupakan esensi dari PKM,” demikian pesan mahasiswa yang proposal PKM tahun 2013-nya ini kembali lolos untuk didanai DIKTI.

Pelatihan PKM 5 Bidang ini dibuka oleh Siswanto, M.Pd., Wakil Dekan III FE Bidang Kemahasiswaan, dan kemudian ditutup dengan diskusi per kelompok untuk memfasilitasi ide dan gagasan yang dimiliki setiap peserta. Harapannya, para peserta bisa membawa pulang motivasi tinggi untuk berkarya dengan satu buah judul yang akan disusunnya menjadi proposal PKM 2013 nanti. (fadhli)

 

Ratna Candra Sari, Doktor Termuda di FE UNY

Ratna Candra Sari merupakan dosen Jurusan Pendidikan Akuntansi yang telah berhasil menyelesaikan studi S3 dari Program Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ratna dikukuhkan sebagai Doktor ke-1904 Universitas Gadjah Mada dan Doktor ke-136 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis dalam ujian promosi doktor di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Jumat (8/3). Dalam disertasinya yang berjudul ‘Tunneling dan Model Prediksi: Bukti Empiris pada Transaksi Pihak Berelasi’, bertindak selaku promotor, Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc., Ko-Promotor Prof. Ainun Nai’im, Ph.D., dan Dr. Sony Warsono, MAFIS. Selain pernah menjadi lulusan terbaik tahun 2005, wanita kelahiran Batang, Jawa Tengah, 36 tahun lalu ini merupakan Doktor termuda di Fakultas Ekonomi UNY.

Penelitian yang dilakukan oleh Ratna berfokus pada ekspropriasi terhadap pemegang saham nonpengendali melalui aktivitas tunneling. Penelitian tunneling saat ini masih banyak menemukan kendala dalam hal pengukuran karena aktivitas tunneling sulit dibuktikan meskipun terjadi dalam praktik bisnis. Ada 3 isu yang dikemukakan oleh Ratna dalam disertasinya. Isu pertama dalam penelitiannya terkait dengan hipotesis tunneling dan implikasi terhadap kinerja keuangan perusahaan yang di-tunnel. Transaksi pihak berelasi yang digunakan untuk tunneling akan menyebabkan kinerja perusahaan yang di-tunnel turun. Pengujian pengaruh transaksi pihak berelasi pada kinerja perusahaan diharapkan akan memberikan ukuran langsung tunneling karena mengukur secara langsung tindakan perusahaan yang menyebabkan transfer sumberdaya keluar perusahaan untuk kepentingan pemegang saham pengendali.

Isu penelitian kedua terkait dengan karakteristik perusahaan yang di-tunnel. Jensen (1986) dalam teori free cash flow menyatakan bahwa konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham terjadi ketika perusahaan memiliki free cash flow yang berlebih. Manajer memilih untuk menginvestasikan kembali free cash flow atau melakukan inefisiensi dibanding mengembalikannya pada investor, sedangkan investor menginginkan dividend and return yang tinggi atas investasinya.

Isu penelitian ketiga terkait dengan model prediksi tunneling. Karakteristik perusahaan yang menjadi obyek tunneling menjadi hal yang menarik untuk diketahui. Saat ini belum ada model untuk memprediksi perusahaan yang kemungkinan besar menjadi obyek tunneling atau tidak berdasarkan karakteristik perusahaan. Ketiadaan model prediksi menyebabkan tingginya risiko yang dihadapi khususnya oleh pemegang saham non-pengendali, karena berdasarkan bukti empiris perusahaan yang di-tunnel akan mengalami penurunan nilai.  

Berdasarkan hasil penelitiannya, Ratna mengemukakan ada 4 implikasi yang disampaikan, yaitu implikasi teori, implikasi akuntansi, implikasi kebijakan, dan implikasi praktik. Dalam implikasi teori penelitian Ratna menemukan bukti empiris bahwa transaksi pihak berelasi dapat digunakan sebagai tunnel untuk mentransfer sember daya keluar dari perusahaan untuk kepentingan pengendali dengan mengorbankan pemegang saham minoritas. Perusahaan yang di-tunnel akan mengalami penurunan kinerja keuangan dan kinerja pasar. Dalam implikasi akuntansi penelitian ini juga menunjukkan bahwa rendahnya kualitas pengungkapan mengenai transaksi berelasi. Kualitas pengungkapan menjadi hal yang penting berkaitan dengan pemberian informasi kepada pihak lain dalam menilai besarnya potensi konflik keagenan dalam perusahaan.

Penelitian ini sekaligus sebagai dukungan dikeluarkannya PSAK No.7 tahun 2010 sebagai upaya peningkatan kualitas pengungkapan transaksi pihak berelasi. Sedangkan dari implikasi kebijakan, penelitian ini menunjukkan bahwa transaksi yang merupakan kegiatan utama perusahaan yaitu transaksi perdagangan berelasi berpengaruh negatif terhadap kinerja operasi perusahaan. Sedangkan dari implikasi praktik penelitian ini membangun model prediksi tunneling untuk memprediksi perusahaan yang di-tunnel dan yang tidak. Model prediksi ini diharapkan dapat membantu investor dalam mengantisipasi adanya risiko tunneling yang mungkin terjadi melalui transaksi berelasi. (lina)  



 

Pemantapan PKM yang Lolos Didanai DIKTI 2013 di FE UNY

Penilaian atas mutu usulan, proses pelaksanaan dan presentasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) seluruhnya dilakukan berdasar atas level kreativitas mahasiswa dan orisinalitas. Orisinalitas dalam hal ini tidak hanya diartikan sebagai suatu temuan baru, akan tetapi ide yang akan direalisasikan murni, tidak copy paste dengan penelitian yang sebelumnya sudah ada. Dengan demikian pembimbing Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) disarankan agar berperan sebagai pendamping mahasiswa yang mengawasi pelaksanaan PKM agar sesuai dengan misi masing-masing program. Kekompakan tim memiliki nilai besar sehingga diharapkan setiap anggota mempunyai tanggung jawab dalam kerja atau mendapatkan deskripsi kerja sehingga saat ditanya oleh reviewer semua bisa menjawab tidak hanya bergantung pada satu orang. Selain itu peran pembimbing sangat diharapkan karena mempunyai poin plus dalam penilaian serta sebagai motivator ulung, demikian disampaikan Dosen dari FIP UNY sekaligus sebagai Pembimbing PKM yang lolos meraih Medali Emas di PIMNAS 2012 Y. Ch. Nany Sutarini, M.Si. dalam Pemantapan PKM Tahun 2012 FE UNY pada Jumat siang (8/3) di Ruang Auditorium FE UNY yang diikuti sebanyak 20 tim proposal PKM 5 Bidang yang didanai DIKTI Tahun 2013 beserta Dosen Pembimbing.

Lanjut Nany, PKM yang didanai oleh DIKTI diharapkan memiliki jangka panjang tidak hanya setelah terdanai selesai dan terhenti. Contoh jangka panjang yaitu PKM-T mendapatkan hak paten atau penerapan lebih lanjut pada mitra dan diperbanyak menjadi produk jual. PKM-K misalnya rencana penyebaran dan publikasi produk serta penyajian yang lebih bervariatif. Pada PKM-M, masyarakat yang dibina memiliki kemampuan mandiri serta melakukan tindak lebih lanjut terhadap program. Pada PKM-P, penelitiannya disempurnakan dan diajukan jurnal ilmiah dan lain sebagainya.

Setelah semuanya dilakukan sesuai dengan pedoman PKM yang sudah ada tentunya juga masih perlu adanya dorongan dari luar seperti doa bersama antara mahasiswa peneliti, pembimbing, dan orangtua. Tuhan ada di atas segalanya sehingga ada kekuatan faktor “X” yang kita tahu dan tidak kita duga sebelumnya.(Isti)

Pages