Ikuti Stadium General MP3EI di FE UNY

MP3EI merupakan kepanjangan dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. MP3EI merupakan program yang disusun berdasarkan optimisme pemerintah dalam melihat posisi Indonesia di mata internasional. Tujuan pelaksanaan MP3EI adalah mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi melalui pengembangan delapan program utama yang meliputi sektor industri manufaktur, pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi, dan pengembangan kawasan strategis nasional. Ada tiga pilar atau strategi yang dilakukan untuk meraih sasaran MP3EI. Pertama, pengembangan 22 sektor usaha di enam koridor ekonomi yang membentang dari Sumatera hingga Papua dan diharapkan menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Kedua, penguatan konektivitas nasional dengan visi ”Locally Integrated and Globally Connected”. Ketiga, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta inovasi. Diharapkan keberadaan masterplan ini mendorong visi Indonesia menjadi 10 negara terbesar dunia di tahun 2025.

Berdasarkan latar belakang tersebut, DPM FE UNY mengadakan Studium Generale dengan keynote speech oleh Ir. Hatta Rajasa (Menko Perekonomian RI) dan tiga pembicara yaitu H. Totok Dariyanto, S.E, Prof. Mudrajat Kuncoro, Ph.D (pengamat ekonomi UGM), dan Drs. Sri Purnomo (Bupati Sleman).

Kegiatan ini mencoba melihat MP3EI dari sudut ekonomi kerakyatan, dan kegiatan ini mencoba mencari jawaban tentang bagaimanakah peran ekonomi kerakyatan dalam mendukung MP3EI? Dengan acara ini diharapkan mahasiswa atau masyarakat secara umum dapat mengetahui secara langsung tentang MP3EI dan ekonomi kerakyatan dalam MP3EI dari pakarnya yaitu Ir. Hatta Rajasa sebagai Menko Perekonomian RI.

Acara yang akan dilaksanakan pada 18 Mei 2013, pukul 08.00 WIB – 15.00 WIB yang bertempat di Auditorium UNY ini, mengundang seluruh mahasiswa UNY maupun luar UNY, guru, dosen, serta masyarakat umum. Bagi yang berminat bisa langsung mendaftarkan diri di Sekretariat Gedung FE UNY, DPM FE UNY, UPT Perpustakaan Pusat UNY, atau menghubungi

Contact Person:

Nuri    :085743415172

Azizah            :089610192369

Untuk informasi lebih lanjut bisa diunduh di

Blog:http://stadiumgeneralmp3ei.blogspot.com/

Facebook: Stadium General

Twitter: @StadiumGeneral

Pemantapan II PKM 2012 di FE UNY

Setelah pada Februari kemarin diumumkan proposal-proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diterima dari Fakultas Ekonomi UNY, pada Jumat (26/4) kemarin dilangsungkan Pemantapan Tahap II PKM 2012 yang didanai 2013 di Auditorium. Acara ini dipadati sekitar 70 mahasiswa dan dosen pembimbing. Dengan moderator Penny Rahmawati, M.Si., dosen Jurusan Manajemen di FE UNY, pelatihan kali itu menghadirkan Hermanto, M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNY sekaligus salah satu Juri PIMNas, serta Aran Handoko, M.Sn., dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNY yang juga dosen pembimbing poster PIMNas. Sementara itu, Siswanto, M.Pd., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara mewakili Dekan FE.

Pada sesi pertama, Hermanto mengingatkan kepada para kelompok bahwa waktu terus berjalan semenjak pengumuman Februari lalu. Oleh karena itu, mereka harus segera menampakkan kemajuan yang konkret, terutama pada waktunya MONEV (Monitoring Evaluasi) digelar. “Yang ditonjolkan pada saat MONEV adalah bukti-bukti kemajuan karya mahasiswa, bukan pada kemampuan retorikanya,” paparnya.

Sementara itu, Aran Handoko banyak menyoroti aspek-aspek visual dan verbal poster yang biasanya dipertandingkan di PKM. “Belum tentu desain poster yang menarik bisa memenangi kategori poster kalau tidak bisa menyeimbangkan aspek visual dan verbalnya,” jelas dosen jebolan Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini. Diungkapkannya, beberapa ciri poster yang baik antara lain, menyatakan pesan secara efektif dan mudah, menarik perhatian, tipografi/keterbacaan yang baik, dan penggunaan warna yang sesuai konten. (fadhli)

Berlatih Analisa Bersama Guest Lecturer dari Perancis

Jumat (26/4) lalu, bertempat di ruang Laboratorium Akuntansi Fakultas Ekonomi UNY, sebanyak kurang lebih 30 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Akuntansi dan P.S. Akuntansi mengikuti kuliah istimewa berupa Guest Lecture. Pada kesempatan kali itu, Guest Lecture dibimbing oleh Camille Egloff, seorang berkebangsaan Perancis yang saat ini menjadi volunteer dari Prestasi Junior Indonesia (PJI) yang terpusat di Jakarta. Camille, begitu dia disapa, adalah seorang sarjana di bidang Administrasi Bisnis (Bachelor of Business Administration) di Grand Valley State University, Amerika Serikat, dan sekarang menempuh pendidikan untuk gelar Master 2-nya di ESSCA (Ecole Supérieure des Sciences Commerciales d'Angers), yang merupakan salah satu dari dua puluh sekolah bisnis terbaik di Perancis.

Pada siang tersebut, Camille didampingi Alvi Harahap, Finance Manager dari PJI, serta Kaprodi Akuntansi Dhyah Setyorini, M.Si., Ak. dan dosen Denies Priantinah, M.Si., Ak. Camille memberikan materi seputar analisis keuangan kepada para mahasiswa dari kedua program studi tersebut yang pernah mengikuti mata kuliah Manajemen Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan. Melalui sedikit penjelasan, Camille mencoba merangsang daya analisa mahasiswa dengan memberikan mereka data laporan keuangan dan penjualan dari perusahaan Harley Davidson selama tahun 2008 dan 2009. Para mahasiswa dipasangkan satu sama lain untuk kemudian secara bersama menganalisa data-data tersebut dan berusaha mendapatkan berbagai informasi atau kesimpulan dari angka-angka yang tersaji.

Setelah beberapa menit diskusi, Camille kemudian meminta beberapa kelompok untuk melaporkan analisanya. Dari presentasi sejumlah kelompok, Camille tampak terkesan dan melontarkan pujian kepada mahasiswa yang secara percaya diri mengungkapkan pendapat mereka yang mampu menghubungkan angka-angka pada data tersebut dengan berbagai faktor-faktor serta fenomena Krisis Ekonomi di Amerika yang terjadi pada sekitar tahun 2008-2009. Camille yang masih berusia 23 tahun namun sudah memiliki banyak pengalaman magang di perusahaan-perusahaan internasional ini tampak semangat membimbing dan mendampingi seluruh kelompok. (fadhli)

Studium General Ekonomi Islam Al Fatih

Minggu, 21 April 2013 pukul 08.00 Badan Semi Otonom Center of Islamic Economics Studies (CIES) UKMF Al Fatih Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Studium General Ekonomi Islam yang bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Yogyakarta. Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Acara ini bertemakan “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Perekonomian Indonesia” yang menghadirkan Taufikur Rahman, S.E, MBA (Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM) dan Aris Gunawan (Marketing Manager Bank Syariah Mandiri).

Acara ini dihadiri sekitar 180 mahasiswa baik dari Fakultas Ekonomi UNY, mahasiswa umum UNY, maupun dari universitas-universitas lain di Yogyakarta. Di antara yang hadir adalah dari UIN Sunan Kalijaga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, STEI Hamfara, dan STEI Yogyakarta. Dalam kesempatan itu juga dihadiri Koordinator Regional Yogyakarta dan pengurus Forum Silaturahim dan Studi Ekonomi Islam Yogyakarta.

 Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari ketua panitia dan Director of Center of Islamic Economics Studies, Siti Maesyaroh. Dalam sambutannya, Maesyaroh yang juga akrab disapa May memaparkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan BSO CIES UKMF AL FATIH selama satu periode kepengurusan. Di antaranya adalah Seminar Nasional Ekonomi Islam, Islamic Banking Training, Kajian Ekonomi Islam, dan Mini Class Discussion (MCD). Dan sebagai pembuka acara diskusi umum Ekonomi Islam adalah dengan diselenggarakan acara tersebut. Acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan Mustofa, M.Sc. selaku Pembina UKMF AL FATIH.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi yang dimoderatori oleh Risang Purnama Nugraha (ketua UKMF Al Fatih 2011). Dalam sesi ini Taufikur Rahman menjelaskan mengenai ekonomi syariah dan perbankan syariah di Indonesia. Ekonomi dalam Islam adalah ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian & kesejahteraan dunia-akhirat). Perilaku manusia di sini berkaitan dengan landasan-landasan syari’at sebagai rujukan berperilaku dan kecenderungan-kecenderungan dari fitrah manusia. Dan dalam Ekonomi Islam, kedua hal tersebut berinteraksi dengan porsinya masing-masing hingga terbentuklah sebuah mekanisme ekonomi yang khas dengan dasar-dasar nilai Ilahiyah. Dan peranan utama Ekonomi Islam adalah “mewujudkan kehidupan rakyat yang sejahtera lahir dan batin”.

Materi kedua disampaikan dari pihak Bank Syariah Mandiri, Aris Gunawan, yang menyampaikan mengenai perkembangan Perbankan Syariah dan kesiapan Indonesia menghadapi MEA 2015.

Acara ini merupakan rangkaian acara kajian Ekonomi Islam rutin yang diadakan oleh Center of Islamic Economics Studies UKMF AL FATIH FE UNY yang ditujukan untuk umum, baik civitas UNY, maupun mahasiswa luar yang tertarik untuk mengikuti dan mempelajari Ekonomi Islam.(may)

Karyawan FE Meriahkan Sepeda Sehat di Kampus Wates

Sebanyak 1200 peserta memeriahkan acara Sepeda Sehat yang diadakan dalam rangka Dies Natalis UNY ke-49 di kampus Wates, Minggu (21/4) kemarin. Di antara para peserta, turut pula sebanyak kurang lebih 30 peserta dari jajaran Dekanat, dosen, dan karyawan Fakultas Ekonomi UNY. Acara sepeda sehat ini berhadiah utama dua buah sepeda motor, serta hadiah lainnya seperti sepeda, sapi, kambing, magic com, kipas angin, dan puluhan doorprize lainnya. Rangkaian acara sepeda sehat ini diramaikan oleh panggung hiburan dan bazaar yang dimanfaatkan para mahasiswa untuk mengasah jiwa wirausaha mereka. Dibuka oleh Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG., acara ini juga dihadiri oleh para mahasiswa kampus Wates, jajaran pimpinan tingkat universitas dan fakultas di kampus UNY, serta warga masyarakat sekitar Kulonprogo.

Dalam sambutannya mewakili Rektor, Wakil Rektor II Dr. Moch. Alip, M.A. menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat Wates dan sekitarnya yang meramaikan acara ini. Sementara itu, Bupati Kulonprogo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG., sebelum melepas para peserta Sepeda Sehat mengucapkan selamat bersepeda kepada seluruh peserta, serta mendorong agar UNY segera meng-kulonprogo-kan fakultas-fakultas lainnya.

Selain Sepeda Sehat, acara tersebut juga diwarnai penanaman pohon di sekitar halaman gedung PLA Kampus Wates sebagai salah satu upaya penghijauan. Peserta sepeda sehat kali ini menempuh  jarak sekitar 10 km melewati rute yang telah disiapkan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Wates dan finish kembali di halaman gedung PLA UNY.

Yang beruntung mendapatkan sepeda motor adalah Fidelia Endah Lestari (warga Cumedang, Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo) dan Rahmanu Frans (warga Maesan Kulon, Wahyuharjo, Lendah, Kulonprogo). Sementara itu, Wariso dan Heru Rohayadi yang merupakan karyawan FE mendapatkan hadiah undian dua buah doorprize menarik. (fadhli)

Pak Moer (keempat dari kiri) Pak Djazari Topi hijau
Pak Siswanto (topi abu-abu) Pak Dekan di tengah Perjalanan
Bu Dekan (jilbab hijau) Para Karyawan Berfoto Seusai Lomba
Pak Wariso Mas Heru

 

Kita Semua Wartawan, Tingkatkan Publisitas FE di Masyarakat

Jumat siang (19/4) itu, berlangsung Pelatihan Menulis Artikel di Media Massa dan Pengisian Konten Web (Website Content) bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY. Selain menambah kemampuan menulis bagi para akademisi di lingkungan FE UNY, pelatihan ini juga untuk meningkatkan publikasi FE di ranah publik, baik melalui sarana media cetak maupun elektronik seperti internet. Sebanyak kurang lebih 70 dosen, karyawan, dan mahasiswa dari perwakilan ormawa (organisasi mahasiswa) mengikuti acara yang dibagi dalam dua sesi ini. Untuk Pelatihan Menulis Media Massa yang dibimbing oleh Dwi Suyono, wartawan Harian Pagi Bernas Jogja bersama rekan-rekannya dilangsungkan di Aula FE, sedangkan di ruang Laboratorium Akuntansi staf Humas Fakultas Ekonomi, Mohamad Fadhli, S.Pd. menjadi pemateri dalam Pelatihan Pengisian Konten Web.

Lina Nur Hidayati, M.M., dalam sambutannya selaku ketua panitia menyebutkan bahwa FE memiliki web yang sudah cukup representatif, namun web tersebut juga perlu didukung supporting web yang ada di dalamnya, yang sayangnya belum cukup memadai. Pencitraan FE di mata masyarakat juga perlu ditingkatkan, dan untuk itu perlu dukungan seluruh pihak, baik dari dosen, karyawan, dan mahasiswa.

Sementara Wakil Dekan III FE Bidang Kemahasiswaan, Siswanto, M.Pd., yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara mewakili Dekan juga menyatakan bahwa sesuatu bisa menjadi menarik jika dipandang dari berbagai sudut yang berbeda. Selain itu, media massa sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan khazanah dan wawasannya dengan jangkauannya beritanya yang luas dan dalam waktu yang relatif singkat.

Bertempat di ruang Aula FE, Dwi Suyono dan koleganya menyajikan materi pelatihan penulisan secara ringkas. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, semua orang sebenarnya bisa menjadi wartawan. Namun hal ini perlu didukung dengan kemauan dan kemampuan mereka, karena sebenarnya salah satu bekal utama seorang penulis adalah membaca. Selain itu, aspek subjektivitas dan objektivitas tulisan juga perlu dicermati agar tulisan yang dihasilkan lebih berkualitas.

Di ruang Laboratorium Akuntansi, para dosen, karyawan, dan mahasiswa mendapat pelatihan singkat tentang Pengisian Konten Web. Para peserta dipandu untuk mampu mengisi secara mandiri web-web jurusan yang sudah disediakan oleh Fakultas, baik itu dalam berita, informasi, ataupun foto-foto dokumenter. Selain ditujukan bagi para karyawan dan dosen untuk membantu mereka dalam mengisi berbagai materi di web jurusan, pelatihan ini juga ditujukan kepada para mahasiswa dengan memberi mereka kiat-kiat memaksimalkan konten blog. Fadhli menyatakan, web/blog suatu organisasi tidak bertujuan untuk mencari popularitas atau jumlah kunjungan yang besar dengan berita, tetapi untuk membangun ikatan antara organisasi tersebut dengan pengunjung. Oleh karena itu, penting untuk menjaga konsistensi dan aktualitas web dengan memberikan pengunjung informasi yang mereka butuhkan, seperti Jadwal Kuliah per Semester atau Struktur Pengurus Ormawa terbaru. (fadhli)

FE UNY Bahas Standar Penilaian Pendidikan

Penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Tujuan ditetapkannya standar penilaian pendidikan ini dalam rangka mengendalikan mutu hasil pendidikan sesuai standar nasional pendidikan yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), demikian disampaikan Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. pada acara Lokakarya Penyusunan Soal Ujian Akhir Semester Genap 2012-2013 pada Rabu (17/4) yang dimoderatori Kepala Bagian Tata Usaha Drs. Budi Sulistya di Auditorium FE UNY. Acara diikuti oleh seluruh Dosen yang mengajar di FE UNY.

Lanjut Sugiharsono, Langkah-langkah penilaian meliputi; Menginformasikan silabus pembelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester, Mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran, Mengembangkan instrumen (soal) dan pedoman penilaian (penskoran) sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih, Melaksanakan tes (pilihan/isian) / non tes, Mengolah hasil penilaian (analisis) untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik, Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik, Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran (remedial/pengayaan), Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh serta melaporkan hasil penilaian kepada orangtua/wali peserta didik.

Sementara Ketua Penyelenggara sekaligus Wakil Dekan I FE UNY Prof. Dr. Moerdiyanto, MM mengatakan adapun Standar Operasional Prosedur (SOP) penyusunan soal Ujian Akhir Semester (UAS) antara lain; Dosen menyusun soal UAS berdasar silabus, dosen menyampaikan soal ke Kaprodi, Kaprodi menyampaikan soal ke verifikator, verifikator melakukan verifikasi soal, verifikator mengembalikan ke dosen untuk revisi, dosen menyampaikan hasil revisi ke Kaprodi dan menandatangani naskah soal final dan Kaprodi menyerahkan semua naskah soal final kepada WD I FE UNY melalui Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan. (Isti)

Young Entrepreneur 2013: Sukses Sejak Usia Muda

Tidak sia-sia para mahasiswa mengisi hari libur Sabtunya di kampus Fakultas Ekonomi UNY pada 13 April kemarin. Motivasi dan pengalaman yang dibagikan oleh pemateri utama, Drs. Supriyanto, M.M. begitu menarik. Pelatihan Wirausaha Mahasiswa “Young Entrepreneur 2013” di Auditorium FE UNY Sabtu itu dihadiri lebih dari 100 mahasiswa FE UNY, termasuk di antaranya sekelompok mahasiswa dari FE UNY kampus Wates. Pelatihan ini ditujukan untuk memberikan fasilitas bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang kewirausahaan. Acara tersebut dihadiri Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Siswanto, M.Pd., dan dimoderatori Endra Murti Sagoro, M.Sc., dosen FE UNY. Pengalaman wirausaha Drs. Supriyanto, M.M. yang begitu panjang dan beragam di berbagai bidang usaha begitu menarik rasa ingin tahu para peserta. Tak ayal, seusai materi disampaikan, berbagai pertanyaan berdatangan dari para mahasiswa baik dari yang ingin memulai ataupun sedang mengalami kesulitan usaha.

Dalam sambutannya di awal acara yang juga sekaligus membuka acara, Siswanto, M.Pd. menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa yang mau menghadiri pelatihan ini padahal di hari Sabtu ini mereka sebenarnya berhak menikmati hari libur. Karena itu, beliau berharap mahasiswa FE UNY bisa memaksimalkan acara ini, dan pada akhirnya bisa mencapai tujuan besarnya yaitu membekali calon lulusan FE UNY dengan keterampilan kewirausahaan.

“Pememang itu, pasti diawali dari sesuatu yang kurang beruntung, keterbatasan. Sebagaimana pejuang kemerdekaan kita dahulu yang hanya berbekal bambu runcing dibandingkan dengan para penjajah dengan senjata luar biasa. Artinya, jangan menyerah karena keadaan, ekonomi, keterbatasan, tapi berpeluh-peluhlah dahulu saat ini. Kalau kita siap dengan peluh penderitaan, kita bisa bersyukur ketika mendapatkan kebahagiaan,” lanjutnya.

“Tapi, saya juga tidak mau, gara-gara Anda mendapat tambahan kompetensi, hal itu menjadi gangguan bagi kegiatan akademik Anda. Berusahalah seimbang, Harapan saya, melalui program kewirausahaan ini, uluran tangan dari fakultas ini disambut mahasiswa dengan sukacita,” pungkas beliau.

Sementara itu, Drs. Supriyanto, M.M., pemateri utama pada pelatihan ini, memaparkan motivasi entrepreneurship dan kiat-kiat membuat business plan. Sosok bapak dua anak yang juga merupakan dosen di Jurusan Pendidikan Ekonomi FE UNY ini merupakan seseorang yang cukup dikagumi di kalangan mahasiswa FE UNY berkat pengalamannya sebagai pengusaha sukses. Di tengah kesibukannya sebagai dosen, penulis, serta pemateri di berbagai seminar dan pelatihan, dia masih mampu menekuni bidang usaha. Semua ini merupakan jerih payahnya yang dia awali sejak masa kuliah ketika di pertengahan masa studinya harus berjuang mandiri membiayai pendidikannya.

“Orang luar negeri, begitu lulus SMA mereka mandiri, lepas dari orang tua. Sedangkan kebanyakan pemuda kita, masih tergantung kepada orang tua, bahkan mungkin sampai wisuda,” terangnya kepada seluruh mahasiswa. “Top Ittipat, pemuda Thailand pencipta Tao Kae Noi yang beromset 326 milyar rupiah di usia keduapuluh enamnya, adalah contoh teraktual bahwa sukses itu bisa didapat di usia muda dari ide yang sebenarnya sederhana,” singgungnya.

Menurutnya, ada empat modal utama seorang wirausahawan, yaitu (1) ide, (2) minat, syukur yang didukung hobi dan ilmu, kemudian (3) relasi, dan (4) modal, baik yang berupa barang atau jasa. Indonesia baru memiliki pengusaha sebesar 0,18% dari total penduduk. Padahal idealnya adalah 2%, yang artinya, Indonesia masih membutuhkan 1,82% pengusaha baru. “Karena itu, isilah celah kekurangan tersebut. Peluang masih terbuka lebar,” tambahnya.

Beliau juga menjelaskan bagaimana pembuatan business plan yang baik. Di sesi terakhir, para mahasiswa dikelompokkan untuk membuat business plan mereka sendiri dipandu dosen pembimbing kemahasiswaan. Fakultas Ekonomi berjanji memberikan dana bergulir 16 juta rupiah bagi delapan proposal bisnis terbaik. (fadhli)

Karyawan FE Ramaikan LPPMP Building Run-up Competition

Peserta berlomba menaiki tangga secepatnya. Inset: Peserta dari FEJumat pagi hari (12/4) itu, berlangsung LPPMP Building Run-up Competition, sebuah kompetisi unik bagi karyawan UNY yang diadakan untuk menyemarakkan Dies Natalis UNY ke-49. Ini adalah kompetisi di mana para peserta diharuskan menempuh waktu tercepat untuk lari naik dan turun tangga sebanyak empat lantai di Gedung Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP). Bagi peserta putra, mereka diharuskan melakukannya sebanyak empat putaran. Sedangkan peserta putri melakukan dua putaran. Menyambut para peserta adalah Dr. Haryanto, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY, Prof. Dr. Zuhdan Kun Prasetyo, M.Ed. selaku Ketua LPPMP, dan Wakil Dekan I FIP, Dr. Sugito, M.A. Dalam sambutannya di depan sebanyak kurang lebih 100 partisipan lomba, Dr. Haryanto menjelaskan bahwa lomba ini bisa menjadi salah satu lomba unggulan karena faktor keunikan Gedung LPPMP yang menonjol dibandingkan gedung-gedung lain di lingkungan UNY.

Turut bersama berkompetisi di antara para peserta, tiga karyawan Fakultas Ekonomi (FE) yaitu Heru Rohayadi, Sarjiono, A.Md., dan Mohamad Fadhli, S.Pd. Mereka turut bersaing bersama dengan 64 peserta laki-laki lain, sedangkan di bagian putri, FE tidak menurunkan wakil. Peserta diberangkatkan dalam kelompok kecil-kecil 2-3 pelari agar ketika berlari dari lantai ke lantai tidak terlalu terganggu.

Setelah rekapitulasi waktu seluruh peserta didapatkan, Juara I kategori putra diperoleh Tri Pamungkas pelari yang merupakan karyawan dari LPPMP dengan waktu tempuh 3 menit 54 detik. Sedangkan Kiryono, karyawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), menempuh 4 putaran selama 4 menit 12 detik, diikuti Nusfiyanto, karyawan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) yang membutuhkan waktu 4 detik lebih lambat di belakang Kiryono. Ketiga karyawan FE sendiri harus puas berada di peringkat 18-25 dari 64 peserta. (fadhli)

Perumusan Model Sertifikasi Manajemen Keuangan Pendidikan di FE UNY

Pendidikan merupakan isu yang tidak pernah usang, berbagai masalah pendidikan selalu menarik untuk didiskusikan. Begitu pentingnya masalah pendidikan tersebut, dalam undang-undang sudah dicanangkan bahwa Pemerintah menyediakan dana sekurang-kurangnya 20% dari anggaran untuk kebutuhan pendidikan. Dana yang besar tersebut memerlukan pengelolaan yang sungguh-sungguh. Berbagai aturan dan pedoman sudah dikeluarkan yang berkaitan dengan dana pendidikan tersebut. Misalnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BO PTN). Namun dalam pelaksanaannya tidak sedikit yang menemui kendala atau bahkan dianggap melanggar aturan sehingga harus berurusan dengan masalah hukum. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan keuangan yang secara spesifik mengatur dana pendidikan, demikian disampaikan Ketua panitia Abdullah Taman, M.Si. Ak pada acara Workshop Perumusan Model Sertifikasi Manajemen Keuangan Pendidikan Kerjasama Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) dengan Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik (FDASP) pada Sabtu (6/4) di Auditorium FE UNY. Acara dibuka oleh Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. Menghadirkan narasumber antara lain; Guru Besar FE UNY Prof. Suyanto, Ph.D., Guru Besar FEB UGM Prof. Dr. Indra Bastian MBA, Ph.D., Ir. Prima Setiawan, M.B.A. dari USAID, Moh. Mahsun, M.Si.Ak. dan Kepala Sekolah SMA N 2 Yogyakarta Drs. Bashori Muhammad, MM. Acara diikuti sebanyak 100 orang peserta dari berbagai perwakilan Dosen Perguruan Tinggi se-Indonesia dan Guru dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Prof. Suyanto, pengelolaan dana pendidikan harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku baik Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) sehingga dapat mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel untuk menghindari berbagai penyimpangan. Sekolah memiliki otonomi sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan aturan-aturannya.

Kendala yang ada dalam pengelolaan dana pendidikan, sering terjadi terkait dana pendidikan yang berasal dari dana transfer daerah yaitu konflik atau perbedaan dalam ketentuan yang mengatur bidang pendidikan. Adapun solusinya harus ada kebijakan bersama antar Kementerian atau Lembaga untuk mencari terobosan baru di bidang pengelolaan dana pendidikan sebagai contoh BOS, ujar Prof. Suyanto.

Dana BOS digunakan sesuai dengan Juknis sehingga memperkecil terjadinya penyimpangan. Dana BOS dapat digunakan untuk; pengembangan perpustakaan, kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa, kegiatan ulangan dan ujian, pembelian bahan-bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah, pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer, pengembangan profesi guru, membantu siswa miskin, pembiayaan pengelolaan BOS, pembelian perangkat komputer, serta biaya lainnya, ungkapnya.

Sedangkan Kepala SMA N 2 Yogyakarta Drs. Bashori Muhammad, MM menyampaikan kendala yang ada di sekolahnya diantaranya; 1). Dana masuk pada awal tahun ajaran sangat terbatas, karena harus lama menunggu disahkannya RAPBS oleh Dinas Pendidikan, 2). Setelah RAPBS disahkan menjadi APBS realisasi pemasukan dana dari orangtua peserta didik tidak bisa ditarget waktunya, sehingga sering lamban dan ini akan menganggu keterlaksananya program, 3). Adanya larangan dari Dinas Pendidikan/Pemerintah Kota agar tidak mengaitkan keterlambatan pelunasan administrasi keuangan orangtua peserta didik dengan urusan akademik/persekolahan dan 4). Sampai tutup buku ajaran masih banyak tunggakan dana yang belum masuk ke sekolah. (Isti)

Pages