Lestarikan Kaligrafi Aksara Jawa dengan Lukisan Relief dari Limbah Kertas

RIKSWA CRAFT

Kaligrafi Aksara Jawa adalah sekumpulan aksara Jawa yang diberi sentuhan seni sehingga membentuk berbagai bentuk indah, seperti halnya huruf Arab yang dibentuk kaligrafi. Berbicara kaligrafi, tidak banyak yang mengetahui bahwa Jawa juga mempunyai warisan budaya kaligrafi, yaitu Kaligrafi Aksara Jawa. Kaligrafi Aksara Jawa merupakan kebudayaan Jawa warisan nenek moyang. Tidak seperti batik yang kini sudah lestari, Kaligrafi Aksara Jawa bisa dikatakan terancam punah. Di Yogyakarta sendiri yang menjadi destinasi wisata kedua di Indonesia setelah Bali karena kekentalan budaya Jawanya, Kaligrafi Aksara Jawa pun kurang lestari. Padahal, Yogyakarta sangat identik dengan budaya Jawa yang kental. Oleh karena itu, Kaligrafi Aksara Jawa harus segera dilestarikan.

Hal inilah yang mendorong Feni Tri Utami mengajak Diyan Novita Sari, Erlinda Prima Ayu Cahya Ningsih, dan Fitria Widaswari untuk berbisnis Kerajinan Lukisan Relief Kaligrafi Aksara Jawa dari Limbah Kertas. Mereka adalah mahasiswa aktif Universitas Negeri Yogyakarta yang berasal dari Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Bahasa & Seni (FBS). Feni, yang juga mahasiswi S1 Manajemen FE UNY ini, sebenarnya sudah mempunyai ide saat dia menjadi mahasiswa baru pada tahun 2009 lalu, tapi saat itu dia belum menemui rekan bisnis yang bisa Kaligrafi Aksara Jawa.

Tahun demi tahun hingga duduk di semester 7, Feni tidak kunjung mendapatkan rekan yang mempunyai kemampuan menggambar Kaligrafi Aksara Jawa di UNY. Sudah berkali-kali Feni bertanya pada teman-temannya, terutama dari Prodi Pendidikan Bahasa Jawa dari berbagai angkatan. Namun, hasilnya selalu nihil.

Akhirnya Feni memutuskan untuk mencari rekan bisnis yang mempunyai keahlian kaligrafi Arab. Feni pun menemukan Fitria Widaswari, yang sudah sering menjuarai Lomba Melukis dan Kaligrafi. Fitria juga berasal dari keluarga seniman Kaligrafi. Anggota tim lainnya, Erlinda, merupakan mahasiswa Jurusan Seni Kerajinan, Fakultas Bahasa dan Seni. Sedangkan anggota keempat, Diyan, berasal dari Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi.

Bisnis Kerajinan Lukisan milik Feni dkk tersebut bernama Rikswa Craft. Bisnis mereka ini mendukung upaya 3R dalam pengelolaan sampah, yaitu Reduce, Reuse, and Recycle, karena mereka memilih menggunakan bahan baku dari limbah kertas. Meskipun berbahan baku limbah kertas, relief tetap tahan lama karena dicampur dengan lem kayu dan finishingnya disemprot cat clear. Pemesanan spesial seperti Lukisan Relief Kaligrafi Aksara Jawa nama orang, instansi, dan pepatah favorit juga mereka layani. “Toko online Rikswa Craft dapat dijumpai di: rikswa.yukbisnis.com, facebook (open group): Rikswa Craft, Whatsapp & Line: 089950522282, serta blog: rikswacraft.blogspot.com. Selain itu, ada diskon 20% untuk pembelian dan pemesanan sampai pertengahan Bulan Juli 2013 ini,” tutur Feni. (Humas FE)

Menyambut Ramadhan dengan Ilmu

Ramadhan tinggal hitungan hari. Segenap umat muslim bersiap menyambut. Tak ketinggalan Fakultas Ekonomi (FE) UNY. Jumat (5/7) lalu sebanyak sekitar 75 orang yang terdiri dari para dosen, karyawan, mahasiswa, serta para penerima bantuan ZIS menghadiri pengajian bertempat di ruang Ramah Tamah Gedung Dekanat FE UNY. Selain mengisi bekal sebelum memasuki bulan Ramadhan 1434 Hijriyah, pengajian juga menjadi sarana menyampaikan santunan kepada 10 penerima. Bertindak selaku pengisi adalah Ustadz Sulaiman Rasyid, S.T., alumnus UGM yang pernah menuntut ilmu Islami di Medan selama 9 tahun.

Dalam sambutannya, Dekan FE, Dr. Sugiharsono, M.Si. menyampaikan ulang sekelumit isi khotbah yang disampaikan pada Sholat Jumat siang sebelumnya. “Bagi orang yang memiliki hati tercerahkan, dia akan menyambut Ramadhan dengan senang hati, dan kemudian mengiringi dengan kesedihan di saat Ramadhan meninggalkannya, dan sebaliknya dengan hati yang tercela, yang menyambut dengan sedih tapi tersenyum senang penuh kelegaan di akhir Ramadhan. Termasuk yang manakah kita?” urainya.

Sementara itu, Sulaiman Rasyid menyampaikan fiqh seputar Ramadhan. Ada lima hal yang membatalkan puasa, empat di antaranya berkonsekuensi mengganti puasa tersebut di hari yang lain. Sedangkan untuk yang kelima, “konsekuensinya lebih berat. Dia harus membebaskan seorang budak, atau bila tak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut. Bila tak mampu, dia harus memberikan makan kepada 60 orang fakir miskin,” terangnya, setelah menyebutkan pembatal puasa kelima yang berupa contoh ketika seorang sahabat yang melakukan hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan.

“Disunahkan untuk mengakhirkan sahur, dan menyegerakan berbuka. Dan waktu paling utama untuk sahur adalah 15 menit menjelang adzan shubuh, atau sekitar 50 bacaan ayat Alquran,” terangnya ustadz kelahiran Medan yang beristrikan alumnus Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY ini.

Setelah pengajian, Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd., yang juga ketua Kegiatan Kerohanian FE UNY memberikan laporan seputar penyelenggaran ZIS di fakultas dilanjutkan acara pemberian santunan dan bingkisan kepada dhuafa’ oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M. (fadhli)

FE UNY Selenggarakan Pengabdian Masyarakat di Lereng Merapi

Kamis (4/7) lalu, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di lereng Merapi, tepatnya di Desa Talun, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan industri pembuatan batako bagi warga desa yang terdampak erupsi Merapi 2010 ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat pada aspek ekonomi agar menjadi warga masyarakat yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang datang. Termasuk di antaranya, jika terjadi bencana, warga dapat secara mandiri bangkit dan tidak bergantung kepada pemerintah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M. serta melibatkan beberapa mahasiswa. Kegiatan ini juga memiliki maksud agar mata pencaharian warga Desa Talun lebih lestari dengan alam, karena selama ini mata pencaharian mereka adalah penambangan pasir di bantaran Kali Woro. Sehingga dengan diadakan pelatihan industri pembuatan batako diharapkan pendapatan masyarakat bisa meningkat.

Moerdiyanto yang hadir dalam pembukaan acara mewakili panitia menyatakan, “Kegiatan ini adalah wujud nyata kami dalam mengejawantahkan Tridharma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat.”

Kegiatan ini disambut baik oleh warga Desa Talun. Dalam sambutannya, Jimin atas nama Kepala Desa menyatakan bahwa Desa Talun memang baru dalam taraf bangkit kembali setelah Erupsi 2010 karena saat itu memang merupakan pengalaman pertama bagi desanya mengikuti evakuasi. Apalagi untuk recovery semacam ini jelas membutuhkan bantuan dari banyak pihak.

“Fakultas Ekonomi tidak hanya konsen dalam pengembangan ilmu Ekonomi saja, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral untuk membantu peningkatan kemajuan masyarakat terlebih dari aspek ekonominya. Untuk mewujudkan kemauan ekonomi bangsa, harus dimulai dari kemajuan ekonomi masyarakat,” lanjut Moerdiyanto. (HFE)

Berubah adalah Keniscayaan

Dekan Berpresentasi

Bertempat di Probolinggo, Jawa Timur, Fakultas Ekonomi (FE) UNY mengadakan Lokakarya Layanan Prima bagi para dosen dan karyawan di FE, Sabtu (29/06) lalu. Rombongan sejumlah 86 orang diberangkatkan dari kampus setempat pada Jumat petang dengan menggunakan 2 bus. Lokakarya ini diadakan rutin setiap tahun untuk meningkatkan kualitas kinerja para dosen dan karyawan dalam memberikan pelayanan kepada kliennya, terutama mahasiswa FE UNY. Selain itu, ajang ini juga dijadikan sarana refreshing dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata dengan destinasi pada kesempatan tahun ini adalah Taman Safari Indonesia II di Prigen, Pasuruan, dan Gunung Bromo yang didaki dari jalur Probolinggo.

Dalam Lokakarya yang dimoderatori Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd. ini, bertindak selaku pemateri adalah Dekan, Dr. Sugiharsono, M.Si., Wakil Dekan I, Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M., dan Wakil Dekan II, M. Djazari, M.Pd. Sebagai pemateri pertama, Sugiharsono menyoroti masalah kultur kelembagaan. Diuraikannya, ada 5 jenis karakter negatif yang mungkin masih menjadi racun kultur suatu lembaga/organisasi, yaitu Diktator, Komentator, Agitator, Spektator, dan Provokator. “Kita seringkali merasa nyaman dengan suatu kultur/kebiasaan yang mungkin kurang baik, dan tidak mau melakukan perubahan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Moerdiyanto mengingatkan tugas-tugas dan fungsi seorang dosen. “Selain mengajar, dosen juga memiliki fungsi-fungsi lain yang harus dijalankan secara seimbang, seperti membimbing mahasiswa, melakukan penelitian, dan mengabdi kepada masyarakat,” jelasnya.

Di kesempatan berikutnya, M. Djazari menekankan pada masalah kedisiplinan kehadiran. Mengutip beberapa ayat dari Al Quran, dia mengingatkan kepada para karyawan untuk berkonsentrasi dengan tugas yang sedang dihadapi dan kemudian segera beralih ke pekerjaan berikutnya. Acara semakin meriah dengan pembagian doorprize yang dipandu sang moderator.

“Harapan kita bersama, akan ada perubahan atau perbaikan kinerja sepulang dari lokakarya ini karena di dunia ini, perubahan adalah keniscayaan,” pesan Sugiharsono. (fadhli)

Tiga Agenda Besar FE UNY dalam Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan

Setidaknya terdapat tiga agenda besar yang harus dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi UNY dalam mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan di masa depan dalam perannya sebagai perguruan tinggi. Pertama, dapat berperan aktif dalam memajukan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa. Kedua pengembangan fakultas, pusat studi dan berbagai lembaga lainnya wajib ditempatkan sebagai bagian intergral dari proses sistematis yang ada, seperti: visi, misi dan strategi yang jelas. Ketiga, komitmen untuk mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan itu tidak berhenti menjadi slogan belaka, sehingga berbagai langkah sistematis perlu ditempuh untuk menterjemahkan komitmen itu kedalam pembentukan jurusan, prodi, kurikulum hingga silabi. Hal tersebut disampaikan Dr. Revrisond Baswir pada orasi ilmiah Upacara Dies Natalis ke-2 Fakultas Ekonomi  UNY Jumat, 21 Juni 2013. Acara yang juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan UNY dan seluruh dosen/karyawan serta mahasiswa ini merupakan kegiatan terakhir sebagai penutup rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke 2 FE UNY.

Dalam orasinya Revrisond juga menyampaikan substansi ekonomi kerakyatan yang dijabarkan dalam tiga garis besar, yaitu partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam proses produksi nasional, partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam turut menikmati hasil-hasil produksi nasional dan kegiatan pembentukan produksi dan pembagian hasil-hasilnya itu harus berlangsung dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. “Secara operasional pedoman dasar penyelenggaraan sistem ekonomi kerakyatan tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, sehingga sesuai dengan amanat penjelasan pasal 33 UUD 1945 pelembagaan kepemilikan alat-alat produksi secara kolektif adalah agenda yang sangat penting dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan, tegas Revrisond.

Pada dies ke-2 ini FE UNY mengambil tema Pendidikan Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan untuk Pencerahan dan Kemandirian Ekonomi Bangsa. “Diambilnya tema tersebut karena FE UNY memandang bahwa dalam menyelenggarakan pembangunan ekonomi nasional, sudah saatnya bangsa Indonesia kembali pada Pasal 33 UUD 1945 dan memberlakukan sistem demokrasi Indonesia. Pembangunan ekonomi harus berorientasi pada perekonomian rakyat secara menyeluruh dan seimbang serta terus mengembangkan UMKM dan Koperasi sebagai wadahnya”, menurut Dekan FE, Dr. Sugiharsono, M.Si. Selain itu dekan juga berharap bahwa dalam waktu dekat FE UNY dapat merekonstruksi kurikulumnya sehingga berorientasi pada ekonomi kerakyatan dan kewirausahaan. Dengan demikian FE UNY mampu menghasilkan ahli-ahli ekonomi dan ahli pendidikan ekonomi yang peduli pada perekonomian rakyat, serta memiliki jiwa dan kompetensi kewirausahaan yang religius.

Senada dengan apa yang disampaikan dekan, dalam sambutan Rektor yang diwakili oleh Dr. Wardan Suyanto, MA. Ed.D, menyampaikan dukungan kepada FE UNY untuk tidak mengembangkan konsep pendidikan ekonomi kerakyatan dan kewirausahaan pada tataran konsep dan wacana, namun yang lebih penting adalah praktik baik di kampus maupun luar kampus secara sinergis, terutama kepada para stake holder. “Untuk mewujudkan hal yang sangat penting itu dibutuhkan etos kerja, mengembangan visi bersama, memantapkan teamwork, serta peduli terhadap lingkungan internal dan eksternal” ungkap Wardan. Untuk itu FE perlu terus merapatkan barisan menuju FE yang lebih baik agar diperhitungkan eksistensinya. (lina)

Satu Jam Mengenal Fakultas Ekonomi

Bersamaan dengan rangkaian Dies Natalis ke-2 Fakultas Ekonomi (FE) UNY, JogjaTV menggelar acara Talkshow yang menghadirkan para narasumber dari FE UNY pada Rabu malam (19/06) lalu. Bertempat di Studio JogjaTV, Dekan, Dr. Sugiharsono, M.Si., Wakil Dekan I, Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd.,M.M., Tim Pengembang Kemitraan Luar Negeri, Dr. Nahiyah Jaidi Faraz, M.Pd., dan Kepala Laboratorium Entrepreneur Education Center, Dr. Endang Mulyani, M.Si, menjadi narasumber utama dari Fakultas Ekonomi. Dalam talkshow yang bertemakan “Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan untuk Pemberdayaan Masyarakat” ini, turut hadir pula Losina Purnastuti, Ph.D., dosen di Jurusan Pendidikan Ekonomi yang mendapatkan penelitian bernilai milyaran rupiah dari AusAID, para mahasiswa unggulan, para kajur dan kaprodi, serta jajaran Kabag dan Kasubbag di lingkup FE.

Sebagai fakultas penghasil sarjana ekonomi dan pendidikan, FE ingin melahirkan para lulusan yang peduli dengan rakyat. Oleh karena itu, Ekonomi Kerakyatan menjadi konsep yang mereka usung. “Dan untuk itu, kami siap melakukan konstruksi kurikulum kami pada tahun ajaran mendatang untuk mengoptimalkan pemahaman tentang ekonomi kerakyatan,” papar Sugiharsono.

Sementara itu, mendapat giliran pertanyaan, Moerdiyanto menjelaskan banyak hal mengenai Tax Center yang ada di FE UNY, serta menjelaskan program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan fakultas. “Salah satu yang sukses adalah Sugeng Parjiyanto, mantan TKI yang kini menjadi Ketua Asosiasi TKI ‘Purnamaju’ dan mendirikan UKM untuk menjalankan usahanya,” terangnya sambil mengenalkan sosok Sugeng dari deretan kursi penonton di studio.

Waktu satu jam terasa sangat singkat karena banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Selain pertanyaan dari pembawa acara, Ninda Nindiani, M.A., sejumlah SMS (Short Message System) juga berdatangan masuk, namun hanya sebagian saja yang dibacakan. Selain dialog, talkshow juga diselingi hiburan yang pada kesempatan malam itu menghadirkan band dari Fakultas Ekonomi bernama Nominal Band. (fadhli)

CIES FE UNY Dalami BMT Lebih Jauh

CIES FE UNY

Sabtu, 15 Juni 2013 beberapa mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ekonomi Islam atau CIES FE UNY mengikuti pelatihan pengenalan manajer BMT di kantor Pusat PBMT Institut, Jl Ring Road Utawa no. 17 A. Tema pelatihan tersebut adalah Islamic Microfinance Insight Forum yang diikuti 20 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Pada pukul 10.00 tepat peserta sampai di lokasi dan mendapat sambutan hangat dari panitia sekaligus diberikan buku sejarah BMT seluruh Indonesia. Dalam ruang pelatihan yang kondusif materi disampaikan oleh bapak Ruri Febrianto selaku wakil direktur BMT Bringharjo.

Penjelasan pertama adalah mengenai perkembangan UMKM yang ada di Indonesia. Sangat miris ketika UMKM menjadi sektor utama perekonomian Indonesia, kini dalam hal pendanaannya lebih banyak dari rentenir. Padahal rentenir atau lintah darat itu sangat merugikan para peminjamnya. Bagaimana solusi kita, yaitu tentu dengan pendekatan kepada para pengusaha UMKM untuk menggunakan dana pinjaman dari BMT, namun diakui hal itu tidaklah mudah.

Untuk meningkatkan bagaimana perkembangan BMT yang ada maka dibutuhkanlah orang-orang yang care terhadap perkembangan tersebut. Salah satunya berupa ahli-ahli manajerial yang siap mengembangkan BMT. Apalagi perkembangan BMT saat ini sudah meluas ke seluruh penjuru Indonesia.

Hal yang menjadi pokok pelatihan tersebut adalah bagaimana kita menyiapkan diri menjadi manajer BMT. Ada beberapa yang perlu kita siapkan. Salah satunya, sebagai mahasiswa, tentu kita bisa berperan dalam hal peningkatan knowledge atau pengetahuan, misalnya dengan sering mengikuti berbagai kajian mengenai ekonomi Islam maupun perkembangan ekonomi secara keseluruhan.

Di Fakultas Ekonomi sendiri sebenarnya telah ada sebuah wadah belajar dan berdiskusi ekonomi Islam yaitu Center of Islamic Economics Studies. Hal itu tentu sangat diapresiasi oleh Bapak Ruru Febrianto selaku pembicara dan Bapak Supriyadi selaku Manager Officer PBMT Institute. Bahkan di akhir sesi antara CIES dan PBMT Institute berncana mengadakan kerja sama dalam hal kajian mengenai ekonomi Islam dan magang kerja bagi peserta pelatihan. (May)

Mendulang Kebijaksanaan dari Anjangsana FE UNY

Anjangsana FE UNY

Orang tua adalah simbol kedewasaan. Orang tua/dewasa digambarkan berpengalaman, penuh kebijaksanaan dan pengetahuan, dan tidak terburu-buru (B. Jawa: grusa-grusu). Oleh karena itu, demi mendapatkan setitik kebijaksanaan dan pengalaman dari kaum yang dituakan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) mengadakan kegiatan Anjangsana ke Pensiunan FE UNY pada Sabtu (15/06) lalu. Kunjungan ini juga erat berkaitan dengan dan masih dalam rangkaian Dies Natalis FE UNY ke-2 yang diperingati setiap tanggal 22 Juni. Sebanyak kurang lebih 20 orang rombongan jajaran dekanat, Kabag dan Kasubbag, serta Kajur dan Kaprodi di lingkungan FE dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok yang pertama yang dipimpin Wakil Dekan I, Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M., mengunjungi kediaman M. Tjiptadi, M.M., M. Subardi, M.Pd., Didi Wahyu Sudirman, M.M., dan Drs. Ngadiran. Sementara Rombongan yang dipimpin Dekan, Dr. Sugiharsono, M.Si. mengunjungi Prof. Dr. Aliyah Alganis Baswedan, Drs. M. Afieq, Prof. Drs. Dochak Latief, Drs. Kusriyanto, dan Himawaning Trisunu. Sedangkan kelompok ketiga mengunjungi Drs. Sumardimarwan, Sardiman AM, M.Pd., Rosyadi, B.Sc., dan Giyono, di bawah pimpinan Wakil Dekan II, M. Djazari, M.Pd., dan Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd.

Drs. M. Afieq, salah satu pensiunan dosen FE Jurusan Manajemen yang juga merupakan suami dari dosen aktif Jurusan Pendidikan Ekonomi, Dra. Sri Sumardiningsih, M.Si., menuturkan banyak masukan serta curahan pendapatnya bagi UNY pada umumnya dan FE pada khususnya. Salah satu keinginannya adalah adanya satu gedung/kantor khusus untuk menampung program-program atau produk para pensiunan. Selain itu, M. Afieq yang ditemui di rumahnya juga mendorong FE untuk terus berkembang mengikuti zaman, serta menambah jaringan dengan perusahaan atau universitas besar dunia.

Selain silaturrahmi, para rombongan FE tak lupa memberikan bingkisan sederhana untuk para pensiunan serta memberikan undangan acara Malam Renungan pada 21 Juni serta Upacara Dies Natalis FE ke-2 pada 22 Juni. (fadhli)

Mahasiswa Manajemen FE UNY Berkunjung ke Semarang

Berkunjung di Coca Cola

Senin, 3 Juni 2013 pukul 07.00 seluruh mahasiswa Manajemen angkatan 2011 mengikuti acara kunjungan industri mata kuliah Manajemen Operasional. Kunjungan kali ini diikuti sekitar 130 mahasiswa Manajemen semester empat Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Dengan didampingi dosen pengampu ibu Penny Rahmawaty, M.Si., perjalanan menggunakan tiga bis pariwisata dimulai dari rektorat UNY pada pukul 07.00 untuk berangkat menuju Semarang. Baru sekitar pukul 10.30 rombongan sampai di Semarang. Dua perusahaan produk ternama di Indonesia Coca Cola dan Jamu Nyonya Meneer menjadi tujuan mereka pada kali ini.

Kunjungan pertama adalah di Perusahaan Jamu PT. Nyonya Meneer Semarang. Rombongan disambut dengan ramah oleh Ibu Tieny (Public Relation & Promotion). Penjelasan dimulai dengan sejarah berdirinya PT. Nyonya Meneer. Nyonya Meneer adalah wanita asli Indonesia yang bernama asli Menir. Nyonya Meneer merintis usahanya berawal dari sakit yang diderita suaminya dan menjadikan rumah tinggalnya untuk kegiatan Home Industry. Tahun 1940 berdirilah toko jamu pertama di Semarang dan Jakarta. Respon masyarakat cukup tinggi, dan untuk menambah sugesti pelanggan, maka dipasanglah potret dirinya di setiap produk sebagai jaminannya.

Setelah selesai penjelasan singkat, rombongan mahasiswa diajak berkeliling museum jamu. Ada berbagai jenis jamu yang dipamerkan di museum. Mulai dari jamu jampi usus, jamu delima putih, jamu sehat wanita, jamu kuat perkasa, sampai minyak aroma terapi. Saat ini bahkan produk Nyonya Meneer menghasilkan hingga 254 item produk yang terdiri dari 70% produk untuk wanita dan 30% produk untuk pria.

Setelah dari Nyonya Meneer,  perjalanan dilanjutkan ke perusahaan PT. Coca Cola Amatil Indonesia. Sekitar pukul 14.30 rombongan mahasiswa sampai di perusahaan PT. Coca Cola Amatil di Semarang. Ketika memasuki ruangan peserta disambut dengan sebotol Coca Cola yang siap dinikmati kesegarannya.

Acara dibuka oleh Ibu Ida Lukitowati (Public Relation & Secretary Affairs). Setelah sambutan dari perwakilan UNY, Ibu Penny Rahmawaty, M.Si., acara dilanjutkan dengan penjelasan singkat sejarah dan proses pembuatan Coca Cola melalui sebuah tayangan video. Di akhir acara rombongan diajak berkeliling di pabrik pembuatan Coca Cola dan minuman bersoda lainnya. Mahasiwa diajak melihat proses produksi mulai dari pembuatan hingga pengemasan akhir.

Akhirnya pukul 16.00 rombongan meninggalkan Perusahaan PT. Coca Cola Amatil Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke Bandungan untuk sedikit melepas lelah dan menikmati pemandangan dataran tinggi dan wisata buah dan sayuran. Setelah dari Bandungan rombongan dilanjutkan dengan perjalanan pulang kembali ke Universitas Negeri Yogyakarta. Sekitar pukul 21.30 seluruh rombongan sampai kembali di rektorat dan pulang menuju kos atau rumah masing masing. “Sungguh perjalanan yang sangat berkesan dan bermanfaat,” tutur Siti Maesyaroh, salah satu mahasiswa manajemen di akhir perjalanan pulangnya. (May)

FE UNY Jalin Kerjasama dengan BKD Kabupaten Kulonprogo

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta memperkenalkan kepada stakeholder mengenai lulusan, jurusan, dan program studi yang ada di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY), FE UNY menjalin hubungan kerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kulonprogo yang diprakasai oleh Prodi D3 Sekretari FE UNY pada Senin (3/6) bertempat di Ruang Pimpinan BKD Kabupaten Kulonprogo. FE UNY diwakili oleh Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. sedangkan BKD Kabupaten Kulonprogo diwakili oleh Kepala BKD Kabupaten Kulonprogo Drs. Djulistyo. Kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, antara lain Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa S1 maupun D3 FE UNY maupun kerjasama lain yang terkait peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Acara dihadiri pula oleh Wakil Dekan I FE UNY, Ketua Jurusan Pendidikan Administrasi, Kaprodi D3 Sekretari, Sekretaris BKD Kabupaten Kulonprogo, dan Staf Humas FE UNY.

Dalam sambutannya, Dekan FE, Dr. Sugiharsono, M.Si. merasa senang dengan adanya kerjasama ini. Hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan BKD kabupaten Kulonprogo akan semakin meningkat pula setelah ditandatangani perjanjian kerjasama kedua belah pihak. Apalagi keberadaan kampus UNY yang berada di Wates khususnya untuk program Diploma III Sekretaris, Manajemen Pemasaran, dan Akuntansi. Ruang lingkup kerjasama ini adalah kerjasama saling menguntungkan dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pengabdian pada masyarakat serta penelitian yang dapat mengembangkan kualitas aparatur, dosen, maupun mahasiswa/lulusan.

Sementara itu, Drs. Djulistyo memberikan apresiasi dan penghargaan kepada FE UNY yang berinisiatif mengambil satu bentuk kerjasama simbiosis mutualisme antara BKD Kabupaten Kulonprogo dengan FE UNY. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini ada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik SDM aparatur maupun masyarakat tapi yang terpenting bisa membantu menyiapkan SDM yang baik serta berharap ada implementasi atau follow up dari perjanjian kerjasama ini. (Isti)

Pages