Lulusan FE UNY Harus Kembangkan Sikap Corporateness

Sebanyak 41 orang yang terdiri dari 18 orang S1 Kependidikan, 17 orang S1 Non Kependidikan, dan 6 orang dari Program D3 dinyatakan lulus dalam upacara yudisium Fakultas Ekonomi (FE) UNY periode 30 Mei 2014, Jumat kemarin. Bertempat di ruang Auditorium FE UNY, para peserta yudisium serempak membacakan Prasetya Alumni dipimpin Ermawati Rahma Yudhianingsih, peraih IPK tertinggi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Administrasi Perkantoran jenjang S1. Yudisium tersebut dihadiri jajaran dekanat, kabag, kasubag, serta para kaprodi dan kajur di lingkungan FE UNY. Dalam yudisium periode ini, sebanyak 16 orang meraih predikat Dengan Pujian, sedangkan sisanya sebanyak 25 orang atau 60,98 % meraih predikat Sangat Memuaskan.

Menggantikan Dekan, Wakil Dekan I Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M. memberikan arahan kepada seluruh peserta yudisium agar senantiasa mengembangkan kompetensinya. “Para lulusan harus terus mengembangkan profesionalitas sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Ini bukanlah terminal akhir, melainkan awal dari tahapan yang baru dalam kehidupan,” harapnya. Selain itu, Moerdiyanto juga menambahkan, para lulusan harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru kelak. “Kembangkan sikap corporateness, jadilah pribadi yang pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan, bukan memaksakan lingkungan yang berubah demi diri kita, “lanjutnya.

Pujian tentu pantas dilayangkan pada dua peserta yudisium dengan raihan IPK tertinggi periode tersebut, yaitu Ermawati Rahma Yudhianingsih (Pendidikan Administrasi Perkantoran S1) dan Nujumun Niswahyuning Pamungkas (D3 Akuntansi). Mereka berdua sudah menunjukkan diri mampu menjadi yang terbaik. Erma, demikian panggilannya, merupakan alumni SMA N 1 Depok Sleman yang semasa kuliah aktif menjadi pengurus Education and Training Center (ETC) di bawah naungan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UNY.

Sementara itu, Ayu, panggilan akrab Nujumun, merupakan putra daerah Magelang yang gemar berwirausaha. Salah satu karyanya semasa mahasiswa adalah menciptakan Kripik Kemangi bersama 16 mahasiswa D3 Akuntansi lainnya. Meskipun keduanya tak saling kenal semasa mahasiswa, mereka memiliki kesamaan dalam kebiasaan belajar.

“Saya tidak pernah menunda-nunda tugas yang diberikan serta selalu aktif di kelas. Meski tidak setiap hari, saya selalu berusaha meluangkan waktu 1 jam untuk membaca materi yang dipelajari hari itu,” ungkap Ayu. Tak jauh beda, Erma juga mengungkapkan kebiasaannya dalam menyerap ilmu. “Setiap malam, atau sore, atau terkadang sebelum shubuh saya membaca materi yang akan dipelajari,” tutur gadis kelahiran 29 Juni 1992 ini. (fadhli)

Pendatang Baru Harus Pintar Menangkap Peluang

Fakultas Ekonomi (FE) UNY kembali mengadakan Pelatihan Pengembangan Diri dan Kiat Menembus Dunia Kerja Periode II 2014. Sebanyak lebih dari 120 calon wisudawan dari FE UNY mendapatkan wawasan dari pemateri yang pada kali ini menghadirkan ahli psikologi UGM, Dr. Noor Siti Rahmani, M.Sc. Pelatihan ini rutin diadakan setiap menjelang wisuda untuk memberikan bekal bagi para lulusan dalam mengarungi dunia kerja yang sesungguhnya. Para lulusan baik yang berorientasi mencari pekerjaan atau yang ingin menciptakan pekerjaan diberikan wawasan mengenai penataan kepribadian serta wawasan yang bisa membantu mereka setelah keluar dari dunia kampus.

Wakil Dekan III Siswanto, M.Pd. yang memberikan sambutan mewakili Dekan mengatakan, masa perkuliahan menjadi masa lalu yang berpengaruh bagi  kehidupan di masa mendatang mahasiswa. “Masa-masa kuliah akan menjadi rangkaian portofolio, prestasi, sejarah yang akan mewarnai kehidupan di kemudian hari,” ujarnya.

Siswanto menambahkan, jika ingin menjadi seorang entrepreneur, seseorang harus pintar mencari peluang. Meskipun saat ini orang menjadi sibuk karena pekerjaannya, hal ini juga bisa ditangkap sebagai peluang. “Orang yang sibuk bekerja dan tak sempat mencari makan, bisa dilayani dengan delivery service. Ibu yang tak sempat mencuci karena berkarir atau mengurusi anak, bisa menafaatkan laundry. Hal seperti ini harusnya lebih bisa ditangkap pendatang baru dalam dunia usaha,” tambahnya.

Noor Siti Rahmani menjelaskan, bidang entrepreneurship membutuhkan sikap-sikap penuh kepercayaan diri, task-result oriented  (berorientasi hasil), risk taker (pengambil risiko), people oriented (berorientasi pada kepuasan orang), originality (keaslian/keunikan), dan future oriented (berorientasi pada masa depan). “Orang yang ingin berwirausaha harus berpandangan ke depan, proaktif, antisipatif, dan mau untuk terus belajar, tidak cepat puas pada yang sudah didapatkan,” terang dosen Fakultas Psikologi UGM ini.

Menyinggung mereka yang ingin mencari pekerjaan, Noor menjelaskan bahwa mereka harus memperhatikan etika. “Etika kerja seseorang akan dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ia anut. Selain itu, organisasi juga memiliki nilai yang dipengaruhi oleh nilai yang dianut oleh para pendiri, pemilik, atau pimpinan organisasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami nilai organisasi bahkan sebelum wawancara,” jelasnya. (fadhli)

 

Lingkungan Mempengaruhi Perkembangan Karakter

Masalah karakter akhir-akhir ini dipandang sangat penting. Pintar ternyata tidak cukup menjadi bekal seseorang menjalani kehidupan. Jika tidak dibarengi dengan karakter yang baik, anak yang pintar akan tumbuh kurang peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Barangkali karena kurikulum pendidikan yang masih terlalu fokus pada hasil, karakter menjadi kurang dipentingkan. Bahkan, terkadang ada sekolah yang rela menempuh cara apapun agar murid-muridnya mendapatkan hasil yang memuaskan di setiap ujian nasional. Demikian sebagaimana dipaparkan Dekan Dr. Sugiharsono, M.Si., dalam sambutannya membuka acara Pelatihan Karakter bagi Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di FE, Sabtu (24/05) lalu. Pelatihan ini dihadiri lebih dari 50 pengurus ormawa di FE beserta para dosen pendamping dan kabag kasubag di lingkungan FE.

Sugiharsono melanjutkan, masyarakat sudah mengalami degradasi karakter. Tak terkecuali mahasiswa. “Kerap saya temui, mahasiswa sering parkir sembarangan, tidak memperhatikan lalu lalang di sekitarnya. Selain itu, terkadang mereka kurang peka. Dengan ketua jurusan tidak tahu, bahkan dengan dekan fakultas sendiri belum kenal,” ungkapnya prihatin.

Dalam sesi pertama, Siswanto, M.Pd. selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan menuturkan, pada tahun 2014 ini Fakultas Ekonomi (FE) UNY merancang berbagai program untuk pembinaan karakter mahasiswa. “UNY dan FE secara khusus sudah menyusun buku panduan etika berpakaian dan berperilaku. Ini untuk memandu mahasiswa dalam pergaulan keseharian di kampus.,” terangnya.

Sementara di sesi kedua, Wakil Rektor III UNY Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes menjadi pemateri. Mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY ini menjelaskan, lingkungan sangat penting dalam mempengaruhi karakter manusia. “Anak dilahirkan melalui asal usul genetik yang baik. Anak tersebut nantinya akan beradaptasi dengan lingkungan. Jika ia tinggal dalam lingkungan yang kurang mendukung, maka kemampuannya akan memudar,” jelasnya.

“Ormawa adalah wahana dan sarana mengembangkan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian mahasiswa untuk mewujudkan tujuan perguruan tinggi. Berbagai tugas yg diberikan dosen atau organisasi akan berarti bagi pembentukan karakter,” tambah Siswanto. (fadhli)

Fahmi dkk Berprestasi di MTQ Dies Natalis UNY ke 50

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang diselenggarakan oleh UKM Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNY tanggal 9-11 Mei tahun 2014 diadakan dalam rangka memperingati DIES Natalis UNY Emas ke 50.  Agenda ini diadakan secara nasional dengan diikuti oleh 21 Perguruan Tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Suka), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan beberapa kampus lain di Jawa Timur, Jawa Tengah serta Yogyakarta lainnya. Ada sedikitnya 8 cabang lomba yang diluncurkan dalam agenda tersebut yaitu Musabaqoh Syarhil Quran (MSQ), Musabaqoh Khattil Quran (MKQ), Debat Kandungan Alquran Bahasa Inggris (DKABing), Musabaqoh Karya Tulis Alquran (MKTA), MFQ (Musabaqoh Fahmil Quran), M-TarQ (Musabaqoh Tartil Quran), MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran), serta MHQ (Musabaqoh Hifdzil Quran).

Pada kesempatan lomba tersebut hampir di semua cabang Musabaqah diikuti oleh mahasiswa UNY dari berbagai Fakultas, salah satunya cabang Musabaqah Fahmil Qur’an yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) yaitu Fahmi Nediyansyah Program Studi (Prodi) Pendidikan Administrasi Perkantoran Mahasiswa Bidikmisi semester 6 angkatan 2011. Mahasiswa kelahiran Pekalongan, 23 Maret 1993 ini menuturkan bahwa Lomba Musabaqah Fahmil Qur’an merupakan jenis lomba pemahaman atau pendalaman Al Qur’an dengan penekanan pada pengungkapan Ilmu Al Qur’an dan pemahaman kandungan ayat dalam bentuk cerdas cermat. Cabang lomba ini merupakan wahana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan terhadap pemahaman Al Qur’an yang biasa diaplikasikan dalam bidang ilmu Ulumul Qur’an, Aqidah, Akhlak, Fiqih Islam, Sejarah Islam, dan Memahami kandungan Al Qur’an dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Putra keempat dari pasangan Muh. Riasto Adi dan Neneng Susirelawati ini juga mengatakan bahwa Lomba MFQ ini adalah lomba beregu yang terdiri dari 3 orang di mana satu orang sebagai juru bicara dan yang lainnya sebagai pendamping. Dalam lomba tersebut Fahmi dibantu oleh relasi yang sekaligus sebagai partnernya yaitu Annisah Latifatun Hasanah Prodi Pendidikan Biologi angkatan 2010 serta Mayong Primaji Prodi Kimia Angkatan 2010. Menurut pengalaman Fahmi yang sering mengikuti dan menjuarai berbagai lomba ini, baru kali ini lomba yang dia ikuti sangat membutuhkan usaha keras serta kerjasama yang solid dan kompak karena lawan tim mereka saat final adalah kafilah atau perwakilan dari UGM dan UIN Suka yang sudah pengalaman di lomba MFQ Nasional.

“Sempat ada sedikit kecemasan dari tim kami saat babak penyisihan karena kami bertanding dalam putaran pertama di mana lawannya dari kampus UGM, dan kami bersaing cukup sengit pada saat bertanding untuk masuk ke babak final,” tutur Fahmi yang sempat menyabet predikat sebagai Mahasiswa Prestasi 2 FE UNY 2013. Alhamdulillah, Tim Fahmi bisa membawa nama baik UNY umumnya dan FE khususnya dengan menyabet Juara 2. Fahmi berpesan, janganlah takut untuk selalu berkompetisi dalam berbagai hal meskipun kita tahu lawan kita sudah lebih berpengalaman. “Karena hal itulah yang bisA membuat diri kita lebih memperoleh ilmu dan pengalaman baru yang membuat kita akan berbeda dari orang lain,” pungkasnya. (fadhli)

Temu Alumni di FE UNY

Sabtu (17/05) lalu, para alumni Fakultas Ekonomi (FE) UNY dari berbagai angkatan bertemu di kampus kenangan mereka. Setelah mengikuti acara di Gedung Olah Raga UNY bersama seluruh fakultas, alumni FE berkumpul di halaman barat Gedung FE UNY. Turut hadir dalam temu alumni di FE ini, jajaran dekanat, kabag, kasubag, serta segenap dosen dan karyawan di lingkungan FE UNY. Beberapa alumni yang tampak dalam acara tersebut adalah Drs. H. Darsono (Ketua Yayasan Sasmita Jaya, pemilik Universitas Pamulang), Prof. Suyanto, Ph.D. (Rektor UNY 1999-2006 dan mantan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdiknas), serta Drs. H. Muji Mulyatno, M.M. (Kepala Sekolah SMK N 1 Wonosari). Dihadiri lebih dari 300 alumni yang berasal dari berbagai jurusan dan angkatan, suasana temu alumni tersebut tampak cair.

Dekan FE Dr. Sugiharsono, M.Si dalam sambutannya turut memperkenalkan para ketua jurusan yang hadir pada siang tersebut. “Fakultas Ekonomi sebenarnya sudah ada embrionya sejak berdiri 50 tahun lalu melalui Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial (FKPS) di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta. Sekarang, FE sudah berkembang setelah sebelumnya bergabung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE),” terangnya.

Sementara Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M yang didaulat memberikan sambutan selaku Ketua Ikatan Alumni FE UNY (IKAFE) menyatakan, banyak alumni FE yang sudah berkarya besar. “Kita memiliki Prof. Suyanto, Ph.D., Drs. H. Darsono, Drs. H. Muji Mulyatno, M.M., dan Dr. Nahiyah Jaidi Farraz,” ujarnya. IKAFE memiliki beberapa program seperti program pemberdayaan (empowering) dan program pencerahan (enlighting).

Dalam sesi talkshow yang menghadirkan Darsono, Dayat Hidayat, dan Muji Mulyatno, Darsono yang semasa kuliah merupakan teman satu angkatan Dekan FE ini mengatakan, malu menerima penghargaan. “Ketika menerima penghargaan dari UNY tadi pagi sebagai salah satu alumni berprestasi, saya malu. Semasa kuliah, tentu para dosen sudah banyak tahu  kapasitas saya,” terangnya. Meskipun semasa kuliah dia harus menyelesaikan studinya selama 7 tahun, siapa sangka dia mampu mendirikan sebuah universitas swasta dengan jumlah mahasiswa hingga lebih dari empat puluh ribu orang.

“Dulu saya hanya punya 120 mahasiswa, tapi tahun ke sepuluh ini saya bisa memiliki 40.000 dengan 1400 dosen dan karyawan. Setiap bulan saya harus keluarkan 3,5 Milyar rupiah untuk upah dosen dan karyawan,” ungkap pria kelahiran Bantul ini. “Karena pesatnya pertumbuhan Universitas Pamulang, kami bahkan sempat dicurigai sebagai pengumpul dana teroris. Tapi Alhamdulillah Dirjen Dikti sudah menengok, dan sekarang sudah memberikan kemudahan-kemudahan dalam pembuatan surat izin,” terangnya.

Kini, Universitas Pamulang (UNPAM) menjadi kampus pilihan yang diminati masyarakat di Indonesia karena biayanya murah dan tetap berkualitas. “Biaya rata-rata kuliah di UNPAM per semester adalah 1,2 juta, dan bagi mahasiswa yang hanya bisa mencapai Indeks Prestasi 2,0 di semester 3 dan seterusnya, akan otomatis Drop Out,” terang Drs. Dayat Hidayat, M.M yang ditunjuk menjadi Rektor UNPAM.

Muji Mulyatno yang merupakan Kepala Sekolah SMK N 1 Wonosari juga adalah alumni FE UNY yang sukses. “Awalnya setelah lulus, saya hanya guru honorer biasa di SMEA Wonosari – yang kemudian berubah menjadi SMK N 1 Wonosari. Kemudian, setelah lulus dalam tes PNS, dan mengabdi di sini akhirnya bisa menjadi kepala sekolah,” ungkapnya.

“Salah satu kesan yang mendalam bagi saya adalah ketika diamanahkan untuk membuat sekolah baru di Kecamatan Girisubo pada 2004 lalu, dan tak lama bisa mengantar salah satu siswa menjadi peraih NEM tertinggi di Gunungkidul dan Juara II Lomba Debat tingkat Provinsi,” tambahnya. Acara dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang dipandu oleh Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd. (fadhli)

Kunjungan SMK Pertiwi Kartasura ke FE UNY

SMK Pertiwi Kartasura mengunjungi Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Selasa (13/05). Dalam kunjungan ini, SMK Pertiwi membawa 110 siswa dan 9 guru dari bidang keahlian Akuntansi dan Administrasi Perkantoran dipimpin Sriyono, S.Pd selaku kepala sekolah. Kunjungan ini untuk memberikan wawasan kepada para siswa tentang teknis penerimaan mahasiswa baru dan mengetahui suasana perkuliahan di UNY. Turut menyambut rombongan SMK tersebut, Wakil Dekan I Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M., Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd., dan beberapa dosen di lingkungan FE UNY.

Sriyono menjelaskan, SMK Pertiwi sudah lama ingin melakukan kunjungan ke UNY. “Kami ingin melakukan kunjungan ke laboratorium milik Akuntansi dan Administrasi Perkantoran. Hal ini agar siswa kami lebih paham terhadap alat-alat peraga di laboratorium tersebut. Selain itu, kunjungan ini agar sekolah kami lebih termotivasi mengembangkan sarana dan laboratorium di sekolah untuk memenuhi tuntutan dunia industri,” jelasnya panjang lebar.

Sementara Moerdiyanto menerangkan bahwa untuk masuk di S1 cukup ketat. “Untuk menjadi mahasiswa Akuntansi, sebanyak 7800 orang harus berlomba memperebutkan 100 kursi yang tersedia setiap tahunnya, dan 100 kursi Manajemen harus diperebutkan 10600 pendaftar,” katanya.

“Jika untuk masuk S1 begitu ketat, calon mahasiswa bisa mencoba D3 dahulu. Satu pendaftar D3 hanya mendapat saingan 1 atau 2 orang. Jika lulus D3 dengan IPK 3,5 atau di atasnya, langsung mendapat fasilitas melanjutkan S1,” tambahnya.

Sedangkan Siswanto memotivasi siswa agar mau melanjutkan kuliah meski tidak memiliki kemampuan finansial. “Ada banyak beasiswa yang tersedia. Bidik Misi, Prestasi Peningkatan Akademik, Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa yang sekarang dinamakan BBP-PPA, dan beasiswa dari berbagai yayasan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak kuliah bagi mereka yang pintar tetapi dari keluarga yang tidak mampu,” pesannya. (fadhli)

Prestasi Nadya di Datsun Rising Challenge

Nadya

UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Para pelaku UMKM membantu pemerintah dalam menyediakan devisa nasional dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Pemerintah tidak tinggal diam dengan fenomena tumbuhnya peminat pelaku UMKM ini. Mereka turut membantu dalam hal permodalan. Namun, terkadang masyarakat sendiri enggan memulai bisnis. Kalaupun ada, kebanyakan tidak memiliki inovasi dan kreativitas. Oleh karena itu, generasi muda yang umumnya memiliki semangat yang berlebih diharapkan mampu mengambil peran ini. Mereka yang kreatif dan berani memulai usaha akan memiliki satu keunggulan tersendiri dalam dunia bisnis. Karakter ini bisa terlihat pada sosok Dionisia Nadya Sri Damayanti, mahasiswa Akuntansi (2012) Fakultas Ekonomi (FE) UNY yang pada 6 Mei lalu menjadi salah satu runner up terbaik pada kompetisi Datsun Rising Challenge (DRC) 2014.

DRC 2014 adalah kompetisi yang mengundang masyarakat umum, terutama generasi muda (18-35 tahun) untuk mengembangkan jiwa bisnis dan impian bisnisnya dalam suatu proposal bisnis. Baik siswa sekolah, mahasiswa, maupun masyarakat diperbolehkan ikut dalam kompetisi yang diadakan PT Nissan Motor Indonesia ini. Salah satu syaratnya adalah modal bisnis tersebut tidak boleh lebih dari 150 juta rupiah.

Ditemui di kampus FE UNY, Nadya, begitu biasa lajang manis ini disapa, mengaku sangat bahagia dengan pencapaiannya ini. Meskipun proposal bisnisnya yang berjudul “’BUNAGA’, with Datsun 620 Modification”, tidak mendapat hadiah utama berupa satu buah mobil Datsun terbaru, pengalaman yang ia dapatkan akan sangat berarti. Juri yang berpengalaman juga menjadi kesan tersendiri baginya.

“BUNAGA adalah singkatan dari Burger Nasi Goreng Api. Saya ingin membuka bisnis dengan memanfaatkan mobil sebagai toko berjalan. Di ajang ini kami tidak hanya berkompetisi, tetapi juga diajari bagaimana menjadi seorang entrepreneur yang baik dan tidak memiliki mental ingin menjadi sekedar karyawan,” ujar lulusan SMP N 1 dan SMA N 2 Yogyakarta ini.

“Di acara puncak, saya bisa bertemu Reza Nurhilman (Presiden/Owner Maicih), Wempi Dyocta Koto (Global Marketer), dan Angkie Yudistia (Founder Thisable Enterprise). Terutama Angkie Yudistia, seorang wanita Tuna Rungu yang begitu berwawasan dan memberikan kami inspirasi,” ungkapnya. (fadhli)

Siksa Allah Tidak Hanya Menimpa Orang Zhalim

Dekan

Adil tidak berarti sama rata. Adil lebih dekat artinya dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Mengenakan sepatu di kaki, dan topi di kepala itu berarti adil. Sedangkan zhalim berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Sepatu dipakai di kepala, topi dikenakan di kaki, ini adalah perbuatan zhalim. Padahal, jika ada orang yang zhalim di antara kita, siksa Allah mungkin saja akan turun dan menimpa mereka, tidak saja yang zhalim, tetapi juga yang tidak tahu apa-apa. Demikian sebagian paparan ustadz Drs. Masyhuri dalam acara pengajian keluarga Fakultas Ekonomi (FE) UNY, bertempat di kediaman Drs. Sudaryanto, M.Si., Tamanan, Banguntapan, Bantul, Ahad (11/05).

Acara ini diikuti lebih dari 50 dosen, karyawan, serta mahasiswa beserta keluarga. Selain itu, jajaran dekan juga turut hadir membersamai para hadirin di rumah yang berarsitekturkan Jawa tersebut. Acara ini rutin diadakan secara rutin untuk memberikan siraman rohani. “Meskipun FE sedang banyak kegiatan, Alhamdulillah kita masih bisa menyempatkan untuk datang kemari. Semoga siraman rohani ini bisa menyegarkan kembali jiwa kita untuk beraktivitas keesokan harinya,” ucap Dekan Dr. Sugiharsono, M.Si.

Dalam berinteraksi dengan keluarga harus ada pedoman. Bagi seorang muslim, tentu Al Quran adalah pedoman terbaik. “Quu anfusakum wa ahlikum naaroo,” kata Masyhuri. “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Jika di dalam rumah suatu keluarga terbiasa dibacakan Al Quran, akan ada malaikat yang mendoakan kebaikan,” tambahnya.

“Jika kita memiliki kebiasaan membaca Al Quran, tadabbur terhadap arti dan tafsirnya, maka setiap satu hurufnya akan diganti dengan 10 malaikat yang mendoakan kita. Malaikat-malaikat itu akan berdoa akan penghuni rumahnya diberikan barokah, rizqi yang tak terduga, diberi anak-anak yang sholih-sholihah, dan dijauhkan dari neraka jahannam,” katanya.

“Ketika anak bandel dengan kita, bisa jadi karena amalan kita yang kurang baik, al Quran yang tidak dibaca, atau dosa yang kita perbuat,” lanjut ustadz lulusan Gontor ini.

“Dalam surat Al Anfaal ayat 25, kita diperintahkan untuk takut dan berhati-hati terhadap siksaan Allah yang menimpa tidak hanya orang-orang zhalim di antara kita. Artinya, siksaan Allah tersebut akan merata kepada semuanya diakibatkan perbuatan orang yang zhalim di antara mereka. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu tawashau bil haqqi, dan tawashau bish shobri,” pesannya. (fadhli)

Meneropong Perekonomian Indonesia 2015

Menjelang tahun 2015, Indonesia akan menyambut ASEAN Economic Community (AEC). Perdagangan bebas di kawasan ASEAN sudah berlangsung sejak 2003 lalu dengan diberlakukannya ASEAN Free Trade Area (AFTA). Produk-produk dari negara tetangga mengisi rak-rak di toko dan swalayan di negara kita. Di satu sisi, pengusaha di Indonesia akan mengalami penurunan pendapatan karena tingkat persaingan yang makin tinggi. Di sisi lain, masyarakat kita yang tinggal di daerah yang dekat dengan negara tetangga justru dimudahkan karena bisa mendapatkan harga barang sejenis yang lebih murah. Dengan diberlakukannya AEC, ASEAN menjadi terkoneksi. Koneksi dalam konteks ASEAN mencakup koneksi dalam fisikal, institusional, dan orang-ke-orang. Demikian sebagaimana dipaparkan Faisal Basri dalam Seminar Nasional “Meneropong Perekonomian Indonesia Pasca 2014”, Sabtu, (10/05) di Kantor Pusat Layanan Terpadu Fakultas Teknik (KPLT FT) UNY.

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) UNY dalam rangka Dies UNY Emas. Acara ini berhasil menghadirkan Menteri BUMN, Dr. (H.C.) Dahlan Iskan, dan Pengamat Ekonomi Indonesia, Faisal Basri. Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A., Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si, Dekan FT Dr. Mochamad Bruri Triyono, M.Pd., Kepala Biro Umum Perencanaan dan Keuangan (BUPK) Drs. Setyo Budi Takarina, M.Pd., Kepala Kantor Humas, Promosi, dan Protokol (KHPP) Dr. Anwar Efendi, M.Si., para dosen, dan lebih dari empat ratus peserta seminar yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, dan umum.

Dahlan Iskan hadir dengan pakaian kemeja putih dan sepatu olahraganya. Yang unik, baru sekejap Dahlan duduk di kursi VIP, dia bergabung dengan paduan suara mahasiswa yang mengisi pembukaan seminar. Hal ini kemudian diikuti Rektor UNY. Dahlan Iskan bahkan tak canggung menari mengikuti gerakan anggota paduan suara yang lain. Peristiwa ini segera mengundang tawa dan peserta berebut mengabadikannya melalui ponsel dan kamera yang mereka bawa.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Rochmat Wahab menyatakan posisi Indonesia yang cukup kuat di mata internasional. “Dalam dua periode kepemimpinan SBY, Indonesia mampu melewati masa krisis. Sempat terjatuh, namun bisa bangun lagi. Indonesia sebenarnya mampu melakukan banyak hal asal mau,” ungkapnya. Rochmat Wahab melanjutkan, seminar ini turut memeriahkan Dies Natalis UNY yang ke-50. “satu hal yang istimewa ketika UNY merayakan Dies dan Bapak Menteri BUMN bisa hadir di sini,” ujarnya.

Sementara itu Dahlan menyoroti perusahaan-perusahaan asing yang kini mampu dibeli Indonesia. ”Perusahaan-perusahaan yang tadinya kurang berkembang, kini makin berkembang pesat. Mereka menjadi milik publik yang lebih  menguntungkan, lebih sehat, dan lebih kuat,” ungkapnya.

Sedangkan Faisal Basri  menyoroti aspek dinamika ekonomi di Indonesia dan menyajikan komparasinya dengan dunia. “Bangsa Indonesia sudah dilewati Timor Leste dalam Pendapatan Domestik Bruto. Dalam hal belanja di bidang Research and Development, belanja Indonesia hanya sebesar 28,1 %. Belanja R & D negara-negara maju, seperti Swiss, Swedia, dan Inggris mencapai di atas 50 %,” bebernya.

Terkait kesediaannya memenuhi undangan sebagai pembicara, Dahlan Iskan menceritakan, “saya salut, panitia sudah ada di Monas sejak jam 5 pagi. Saya lebih menghormati panitia yang bekerja sungguh-sungguh, daripada yang hanya mengirim surat tapi tidak dikontrol sejauh mana surat telah sampai.” (fadhli)

"SMK Adalah Pasar bagi Fakultas Ekonomi"

Lebih dari seratus siswa dan guru dari SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta memadati Ruang Ramah Tamah Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Rabu (7/5), untuk mendapatkan informasi seputar pendidikan di UNY. Rombongan SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kurikulum Saman, S.E. Siswa yang dibawa adalah dari Kelas XII bidang keahlian Administrasi Perkantoran. Sedangkan turut menyambut dari pihak FE UNY Dekan, Wakil Dekan I dan III, Ketua Jurusan Pend. Administrasi Perkantoran, Sekretaris Jurusan Pend. Administrasi Perkantoran, dan Kadiv Humas FE UNY. “Semoga dengan kunjungan ini bisa menambah keinginan siswa untuk melanjutkan studi mereka di UNY. Rasa ingin tahu mereka sangat besar, dan semoga beberapa siswa kami kelak bisa mengenakan almamater UNY,” harap Saman. “Kami ingin kelak ada semacam forum alumni SMK kami di universitas ini,” tambahnya.

Sedangkan Dekan Dr. Sugiharsono, M.Si menerangkan, FE UNY memiliki 74 dosen dan 3200 mahasiswa. “Ada empat jurusan di FE UNY, yaitu Pendidikan Administrasi Perkantoran, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Ekonomi, dan Manajemen. Dalam empat jurusan tersebut, terdapat delapan program studi, dengan lima program S-1 dan tiga program D-3. FE UNY memiliki 12 laboratorium untuk menunjang kegiatan perkuliahan.,” bebernya.

Sementara Wakil Dekan I, Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M mengungkapkan bahwa SMK adalah salah satu pasar FE. FE mendidik calon pendidik dan calon profesional di bidang Ekonomi, Akuntansi, Manajemen, dan Administrasi Perkantoran. “Tingkat keketatan untuk masuk FE UNY sangat tinggi. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru 2013, jumlah pendaftar untuk program studi Manajemen mencapai 10600, padahal yang diterima hanya 100. Sedangkan untuk Akuntansi, sebanyak 7800 orang harus berlomba memperebutkan 100 kursi yang tersedia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd. menerangkan bahwa ada banyak beasiswa di UNY. “Jika kalian pandai, tetapi merasa dari keluarga tidak mampu, bisa masuk melalui jalur Bidik Misi. Tetapi jika tidak bisa melalui Bidik Misi, ada banyak yayasan dan sponsor yang menawarkan beasiswa. Hampir 80 % mahasiswa FE adalah penerima beasiswa,” ungkapnya. (fadhli)

Pages