SMK Garuda Kunjungi FE UNY

Sebanyak 52 siswa kelas X bidang keahlian Akuntansi beserta 6 guru pendamping dari SMK Garuda Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Tengah, berkunjung ke FE UNY, Senin (22/2) lalu. Rombongan ini dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Kejuruan, Diantoro, S.Pd. Sebagaimana dipaparkan Diantoro, kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dari kunjungan industri SMK tersebut di beberapa perusahaan dan perguruan tinggi di Pulau Jawa. Secara khusus, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan UNY lebih jauh kepada para siswa. Delegasi tersebut diterima oleh Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan III, Sekretaris Jurusan Pendidikan Akuntansi, serta beberapa dosen di lingkungan FE UNY.

“Di Lampung Tengah, UNY sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Jadi, selain menambah ilmu, kami harap kunjungan ini juga meningkatkan motivasi para siswa untuk belajar hingga perguruan tinggi,” harap Diantoro.

Dekan Dr Sugiharsono menerangkan, mahasiswa di UNY berasal dari berbagai provinsi. “Dari Sumatera, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan lainnya. Beberapa merupakan mahasiswa yang mendapat beasiswa dari hasil kerjasama UNY dengan pemerintah daerahnya, seperti Sumatera Selatan dan Papua,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Sekretaris Jurusan Pendidikan Akuntansi Rr. Indah Mustikawati, S.E., Akt., M.Si, mengatakan, Jurusan Pend. Akuntansi memiliki tiga program studi, yaitu Pendidikan Akuntansi S1, Akuntansi S1, dan Akuntansi Program Diploma. “Selain itu, ada kelas internasional atau unggulan yang akan kami seleksi di semester ketiga. Tak lupa, semua program studi di FE UNY juga memiliki mata kuliah Kewirausahaan. Ini agar para lulusan tak melulu menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki semangat berwirausaha,” bebernya.

Acara dilanjutkan dengan sesi kunjungan ke beberapa laboratorium di FE UNY yang dimiliki jurusan dan fakultas seperti Islamic Mini Bank dan Laboratorium Komputer Akuntansi yang dipandu dosen Eka Ari Wibawa, M.Pd. Para siswa diajarkan bagaimana melakukan penghitungan uang melalui mesin, serta melihat beberapa contoh media pembelajaran interaktif yang dihasilkan para mahasiswa. (fadhli)

Usung Komik AKSIMASA, UNY Raih Juara III Ajang Karya Tulis Ilmiah Nasional

Mengangkat Komik AKSIMASA (Akuntansi Masuk Desa) bagi optimalisasi penerapan standar akuntansi dana desa membawa dua mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNY Tegar Galang Anantha (Akuntansi S1 2014) dan Safira Alma Choirunisa (Akuntansi S1 2013) menjadi Juara 3 dalam Accounting Writing Competition (AWC) dalam rangkaian 9th Hasanuddin Accounting Days  (Hadays) di Universitas Hassanudin Makassar pada 11-15 Februari 2016. Tahun ini 9th Hadays mengangkat tema “Penataan Dana Desa Menuju Transparansi dan Akuntabilitas dari Alokasi yang Adil dan Merata”, membawa kedua mahasiswa ini untuk menuliskan gagasannya mengenai pentingnya sebuah standar bagi pelaporan dana desa dan upaya optimalisasinya melalui komik AKSIMASA di mana aparat desa akan lebih mudah mempelajari dan menerapkan standar akuntansi dana desa.

Setelah tahapan seleksi paper, diambil sepuluh besar finalis dan diundang ke Universitas Hassanudin untuk melakukan presentasi karya di hadapan kelima dewan juri. Adapun beberapa kampus yang masuk sebagai finalis yaitu Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Internasional Batam, Universitas Sebelas Maret, Politeknik Negeri Samarinda, dan yang lainnya.

Selain mengikuti tahap presentasi, para finalis juga mengikuti seminar nasional dan field trip di Kabupaten Bantaeng. Yang menarik dalam acara ini adalah secara teori telah dibahas mengenai dana desa dalam presentasi paper dan seminar nasional, secara praktek dilakukan pada saat field trip dengan mengunjungi Desa Rappoa di Kabupaten Bantaeng.

Acara ditutup dengan jamuan makan malam dari pemerintah Kabupaten Bantaeng sambil menikmati keindahan Pantai Seruni. Dalam acara tersebut diumukan pula pemenang AWC 9th Hadays. Mahasiswa UNY berhasil meraih juara ketiga, juara pertama diraih oleh Universitas Katholik Widya Mandala, dan juara kedua diraih oleh Universitas Brawijaya. (tegar/fadhli)

Teknologi Bukan Musuh Akuntan

Dewasa ini, teknologi berkembang begitu pesat. Dalam dunia industri, kemajuan teknologi informasi membawa manfaat yang cukup signifikan. Misalnya, tersedianya berbagai piranti lunak asisten finansial yang membuat keuangan suatu perusahaan bisa tertata lebih cepat. Dengan adanya teknologi tersebut, perusahaan tidak perlu menunggu lama untuk bisa mendapatkan laporan keuangan mereka. Meskipun demikian, ada kekhawatiran keberadaan piranti lunak tersebut akan menggusur sumber daya manusia akuntan di perusahaan. Demikian diungkapkan seorang siswi dari SMK N 1 Panyingkiran Kelas Leuwimunding, Majalengka, di sela-sela kunjungan sekolahnya ke Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Selasa (9/2) lalu.

Menanggapi hal ini, Mahendra Adhi Nugroho, M.Sc., selaku Ketua Program Studi Akuntansi S1 FE UNY menegaskan, akuntansi bukanlah sekadar pembukuan. “Akuntansi juga meliputi kebijakan. Oleh karena itu, perusahaan akan mengurangi tenaga teknis dan lebih banyak merekrut tenaga penentu kebijakan. Pembukuan atau laporan neraca hanya sebagian kecil dari pengetahuan yang diajarkan di akuntansi,” terangnya di hadapan 62 siswa SMK N 1 Panyingkiran Kelas Leuwimunding.

“Akuntan bukanlah musuh teknologi. Di masa peradaban Cina, para akuntan menggunakan sempoa. Lalu berkembang menggunakan kalkulator, dan sekarang komputer. Jadi, sudah sejak dulu akuntan berkembang bersama dengan teknologi. Tugas para akuntanlah untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan Teknologi Informasi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Jurusan Pendidikan Akuntansi FE UNY Abdullah Taman, M.Si juga menegaskan bahwa teori dan praktik akuntansi di Indonesia sudah sejalan dengan perkembangan di dunia internasional. “Standar Akuntansi Keuangan atau SAK sudah merujuk ke IFRS, atau International Financial Reporting Standard. Dengan demikian, pelaporan keuangan di Indonesia juga sudah serupa dengan standar yang diterapkan di dunia,” ujarnya.

Dalam sesi kunjungan ke laboratorium yang dimiliki FE UNY, para siswa tampak antusias mempelajari aktivitas di Islamic Mini Bank (IMB) yang dikelola mahasiswa. Selain itu, para siswa juga melihat berbagai media pembelajaran yang kreatif dan interaktif hasil karya para mahasiswa di Laboratorium Komputer, di antaranya permainan ular tangga Akuntansi, kartu remi yang memuat materi perpajakan, dan game lain yang berbasis Macromedia Flash.

Kepala Sekolah SMK N 1 Panyingkiran Hj Ida Hamidah Agustini, M.Pd yang pada kesempatan ini didampingi 5 orang guru mengungkapkan harapannya agar para siswa bisa termotivasi setelah berkunjung ke UNY. “Semoga kunjungan ini bisa menularkan semangat kepada para siswa untuk belajar lebih keras dan kreatif seperti para mahasiswa di sini,” ucapnya. (fadhli)

Pengajian Fakultas Ekonomi bersama dr. Probosuseno

Jumat (5/2) lalu, Fakultas Ekonomi (FE) UNY menyelenggarakan kegiatan pembinaan rohani rutin bagi dosen, karyawan, dan perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) di tingkat fakultas. Acara yang rutin diselenggarakan setiap 2 bulan sekali ini dihadiri lebih dari 60 orang. Bertempat di ruang Auditorium FE UNY, pengajian ini dipandu oleh ustadz dr. Probosuseno, Sp, PD-KGer. Selain pengajian, kegiatan tersebut juga diiringi dengan pemberian bantuan pendidikan kepada kaum duafa yang menjadi sasaran FE UNY.

Dekan Dr. Sugiharsono, M.Si menjelaskan kegiatan di awal semester ini bisa menjadi pemicu semangat. “Tidak banyak dosen yang hadir karena bertepatan juga dengan permulaan kegiatan perkuliahan. Kegiatan ini penting sifatnya dalam mengembalikan kesegaran motivasi berkarya, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa,” pesan Sugiharsono.

Probosuseno mengingatkan, kesehatan itu penting. “Allah itu lebih Menyukai orang yang kuat dan sehat daripada lemah dan sakit-sakitan. Kalau kita sakit, kita tidak bisa bekerja, tidak ada penghasilan. Beribadah juga susah. Bersedekah pun tidak mampu,” tutur dokter yang berdinas di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dr Sardjito dan Jogja International Hospital (JIH) ini.

Gaya hidup sehat menjadi penting karena sedikit saja perubahan kebiasaan akan berdampak di masa mendatang. Sebagaimana disampaikan Probosuseno, salah satu penyakit akibat gaya hidup tak sehat, Stroke, sebenarnya juga tidak akan terjadi kalau masyarakat cermat dan cepat menangani. “Jika korban segera dibawa ke dokter saat gejala stroke muncul, kemungkinan sembuh akan lebih besar. Terlambat sedikit, bisa menyebabkan cacat, lumpuh selamanya, atau cacat sebagian. Yang pasti, keadaan korban tentu akan berubah drastis, dan bukan hanya mempengaruhi dirinya, tetapi juga pekerjaannya, keluarganya, dan sahabatnya,” tambahnya.

Probosuseno melanjutkan, menurut para ahli, ada banyak cara sederhana yang tidak memakan biaya untuk mencegah gejala stroke menyerang tubuh kita, “zero smoking, berhenti merokok, sempatkan olahraga rutin, mengecek kadar gula, tekanan darah, dan kadar lemak baik dalam standar yang normal adalah beberapa kebiasaan simpel tetapi manfaatnya besar dalam mencegah stroke,” ungkap Probosuseno.

Dalam kesempatan ini, FE UNY juga menyerahkan bantuan kepada para duafa yang dihimpun dari sebagian penghasilan para dosen dan karyawan. “Selain bantuan pendidikan ini, FE UNY juga akan membantu para dosen dan karyawan yang membutuhkan dana sosial yang bersifat insidental. Kami siap menerima dan menyalurkan dana tersebut kepada yang berhak,” kata Ketua Kegiatan Kerohanian FE UNY sekaligus Wakil Dekan III, Isroah, M.Si. (fadhli)

Kunjungan SMK Swadaya Temanggung ke FE UNY

Sebanyak 126 siswa-siswi SMK Swadaya Temanggung beserta 10 orang guru pendamping mengunjungi Fakultas Ekonomi (FE) UNY Rabu (3/2) lalu. Bertempat di ruang Auditorium, rombongan yang merupakan siswa kelas XI bidang keahlian Administrasi Perkantoran ini disambut oleh dosen-dosen dari jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY. Di samping para dosen, Dekan, Wakil Dekan III, serta Kepala Humas FE UNY turut menyambut kedatangan rombongan. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengenalkan para siswa dan guru terhadap dunia perkuliahan secara umum dan khazanah di bidang Administrasi Perkantoran secara khusus.

Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. menjelaskan bahwa FE UNY merupakan fakultas termuda di UNY yang seleksi masuknya menjadi salah satu yang terketat di UNY. “Tapi tentu tidak menjadi alasan untuk tidak berusaha dan belajar keras. Ada banyak jalur yang bisa dimanfaatkan, mulai dari SNMPTN, SBMPTN, hingga Seleksi Mandiri. Selain itu, berbagai beasiswa juga siap membantu melancarkan studi sampai selesai,” ungkapnya.

Sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah SMK Swadaya Temanggung, H. Muhasyim, S.Pd., kunjungan ini akan mampu memberikan manfaat bagi kedua pihak. “Semoga para siswa menjadi lebih termotivasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Selain itu, para guru juga semoga bisa mengambil banyak pelajaran dari kunjungan ini untuk diterapkan dalam pengajaran selanjutnya,” harapnya.

“SMK Swadaya sendiri juga terus berkembang. Bidang keahlian Administrasi Perkantoran menjadi yang terfavorit di sekolah kami dengan tiga kelas paralel. Awal Februari kemarin kami baru saja menyepakati kerja sama dengan Microsoft Indonesia. Dengan ini, kami menjadi sekolah pertama di Jawa Tengah yang menggunakan perangkat lunak Microsoft legal di semua unit komputer dan laptop kantor serta guru dan karyawannya,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa berkesempatan mengunjungi laboratorium-laboratorium yang dimiliki jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Di laboratorium Simulasi Perkantoran, para siswa melihat ruangan kantor mini yang disiapkan untuk mempelajari berbagai aktivitas administrasi sebuah perusahaan. Di laboratorium Komputer dan Kearsipan Digital, para siswa melihat prosedur pengarsipan secara digital beserta berbagai peralatannya. Sementara di laboratorium Mengetik dan laboratorium Teknologi Perkantoran, para siswa bisa mengetahui alat ketik manual, alat ketik elektronik, hingga berbagai peralatan dan teknologi yang lazim digunakan dalam keperluan administrasi sebuah perusahaan. (fadhli)

Upik, Anak Buruh Tani, Lulus dengan IPK 3,90

Upik galau. Impiannya untuk melanjutkan studi mungkin tidak terwujud. Orang tuanya tidak memiliki biaya untuk membayar SPP di perguruan tinggi. Bapaknya, Ahmat Zaenudin hanya seorang buruh tani yang seandainya diukur dengan masa kerja PNS seorang guru S1 sudah hampir memasuki masa pensiun. Ibunya, Marsiyah, hanya seorang ibu rumah tangga yang sering kali harus membantu suaminya menggarap sawah. Pekerjaan menjahit sesekali diterima Marsiyah setiap musim tahun ajaran baru menjelang. Lain dari itu, sepi pesanan. Usaha Upik untuk lulus seleksi melalui jalur SNMPTN saat itu pun tak membuahkan hasil. Upik pun terpaksa mengalah pada kenyataan. Selepas lulus SMK, merantaulah dia ke Bekasi, menjadi buruh di sebuah pabrik plastik. Kehidupan pun terus berlanjut.

Itu kisah Titik Ulfatun hampir 5 tahun lalu. Kini, gadis yang disapa Upik di keluarganya itu telah lulus dari Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UNY. Seperti tak terpengaruh dengan jeda bekerja selama setahun, Upik mampu mempertahankan tradisi berprestasinya hingga ke bangku kuliah. Dia dinobatkan sebagai lulusan dengan IPK tertinggi pada upacara Yudisium FE UNY periode Januari 2016 dengan IPK sebesar 3,90, Jumat (29/1) lalu di Auditorium FE UNY.

“Di sela saya bekerja di pabrik plastik itu, saya masih berkomunikasi dengan guru BK dan adik kelas. Sambil mempersiapkan SNMPTN jalur Tes Tertulis (kini bernama SBMPTN-red), saya mempelajari materi-materi yang sebagian besar merupakan kurikulum SMA. Saya pun akhirnya bisa lulus seleksi Beasiswa Bidik Misi dan diterima di Prodi Pendidikan Akuntansi FE UNY pada tahun 2012,” tutur lulusan SMK N 2 Purworejo 2011 ini.

Setelah berganti status sebagai mahasiswa, Upik memanfaatkan momen tersebut untuk mengembangkan diri. Berkiprah di Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Fakultas Komunitas Riset dan Penalaran (UKMF KRISTAL) FE UNY, Upik mengawali karir non akademiknya sebagai Sekretaris 2 di tahun 2013. Karirnya terus menanjak menjadi Sekretaris 1 di tahun berikutnya dan akhirnya menjadi Ketua pada 2015 lalu.

Baginya, bangku kuliah adalah kesempatan emas untuk mengasah berbagai kemampuan. “Berbeda dengan saat sekolah yang waktu belajarnya sudah ditentukan secara pasti, kuliah jauh lebih fleksibel. Ada banyak waktu luang. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Apalagi di luar sana banyak yang juga ingin merasakan bangku kuliah tetapi tidak bisa,” tambah Upik yang bercita-cita menjadi guru ini.

Sebagaimana dilaporkan Wakil Dekan I FE UNY, Prof. Sukirno, Ph.D., pada periode Januari ini, FE UNY meluluskan sebanyak 57 orang yang terdiri dari 34 orang S1 Kependidikan, 20 orang S1 Non Kependidikan, dan 3 orang dari Program D3. “Jangan cepat puas bagi yang masa studinya sebentar, dan jangan berkecil hati bagi yang masa studinya lama. Masa studi bukan jaminan kesuksesan seseorang. Khoirunnaas anfa’uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Mari perindah negeri ini dengan kontribusi terbaik kita,” pesannya. (fadhli)

Tim Peneliti UNY adakan Focus Group Discusion (FGD) Literasi Keuangan

Jumat (08/01) kemarin, Tim Generasi Cerdas Keuangan kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) persiapan implementasi literasi keuangan untuk siswa sekolah dasar. FGD ini dilaksanakan di ruang sidang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNY mulai pukul 13.30 WIB. Tim ini terdiri dari sembilan mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) di bawah bimbingan Dr. Ratna Candra Sari, M.Si. dan Prof. Suyanto, Ph.D. Kesembilan pionir ini terbentuk sejak Oktober lalu dan tergabung dalam sebuah Riset Produktif Implementatif Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Riset ini bekerjasama dengan LPDP Kementerian Keuangan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Acara FGD ini dihadiri sekitar 60 guru sekolah dasar yang telah ditunjuk sebagai uji coba implementasi literasi keuangan yaitu SD Muhammadiyah Sapen, SD Muhammadiyah Pakel, dan SD Muhammadiyah Jogokariyan. Dalam FGD ini turut dihadiri juga oleh ketua LPPM UNY, para kepala sekolah dari tiap SD peserta uji coba, perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan DIY, dan perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.

Acara FGD diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Anik Ghufron sebagai ketua LPPM UNY yang kemudian dilanjutkan pemberian materi serta penyampaian evaluasi penerapan literasi keuangan dari guru sekolah dasar tersebut beberapa waktu yang lalu yang dipimpin oleh Dr. Ratna Candra Sari, M.Si. dan Prof. Suyanto, Ph.D. Dalam kesempatan ini pula, para guru menyampaikan apresiasi terhadap matrikulasi pembelajaran literasi keuangan yang telah dilakukan dan penyampaian kendala-kendala serta saran agar lebih baik. Harapannya, pembelajaran literasi keuangan ke depannya bisa terimplementasi dengan baik.

Setelah sesi ini usai, dilanjutkan sesi diskusi, di mana peserta forum dikelompokan ke dalam grup kecil sesuai kelas yang diampunya. Dalam diskusi ini membahas materi yang menjadi bahan ajar implementasi literasi keuangan yang rencananya diterapkan pada pertengahan Januari ini. Melalui kegiatan ini, guru dibekali apa saja yang akan diajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya, serta apa fasilitas yang akan dibuat untuk mendukung pembelajaran literasi keuangan ini. Dengan demikian, diharapkan guru akan lebih siap dalam menyampaikan materi kepada peserta didiknya.

Di akhir kegiatan, Dr. Ratna Candra Sari, M.Si. menyampaikan beberapa pengumuman seperti implementasi literasi keuangan, rumah cerdas literasi keuangan, dan lomba cerdas cermat literasi keuangan. Oleh karena itu, diharapkan guru dapat mempersiapkan bibit-bibit unggul siswanya. Masyarakat umum pun bisa mengakses gambaran pembelajaran literasi keuangan di www.generasicerdaskeuangan.com, atau melalui fanspage facebook Generasi Cerdas Keuangan. (desi/fadhli)

Hima Akuntansi Raih Juara Poster Ahmad Dahlan Accounting Fair 2015

Perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA AKSI) Fakultas Ekonomi (FE) UNY berhasil meraih juara II lomba poster dalam rangkaian acara Ahmad Dahlan Accounting Fair (ADAF) 2015 yang dilaksanakan pada 19 Desember 2015 untuk tahap presentasi. Dalam lomba ini, HIMA AKSI diwakili oleh Tegar Galang Anantha (Akuntansi 2014), Zahra Tiara Rusyda (Akuntansi 2014), dan Pungki Kumalasari (Akuntansi 2014). Melalui tema “Meraih Mimpi Menjadi Akuntan Profesional di Masa Depan”, ketiganya mengusung Chartered Accountant (CA) dan kesiapan akuntan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC).

Poster bertuliskan “I am ready to be a Great Accountant to face ASEAN Economics Community“ ini mengajak mahasiswa akuntansi harus melek bahwa AEC sudah di depan mata dan jadikan AEC sebagai peluang bukan ancaman. Objek dalam poster digambarkan seorang pria yang disorot cahaya lampu yang menginterpretasikan bahwasanya akuntan haruslah bekerja dengan jelas tanpa memihak kepada kepentingan tertentu serta dapat bertanggung jawab. Dalam poster tersebut digambarkan pria tersebut membawa tas bertuliskan CA yang diartikan bahwa bekal utama akuntan untuk dapat bekerja di era AEC adalah CA. CA dicantumkan karena masih banyak mahasiswa akuntansi yang belum mengenal CA.

Pengumuman pemenang lomba dilaksanakan pada 26 Desember 2015 lalu dalam acara Gathering Night di Wisma Sargede. Dalam acara itu diumumkan pula pemenang lomba lain dalam rangkaian acara ADAF 2015. Menurut Zahra dalam lomba ini tidak hanya bicara mengenai kompetisi dan menang kalah saja, melainkan ada hal lain yaitu adanya relasi yang baik antara Hima Akuntansi UNY dan HMPS Akuntansi UAD yang diharapkan bisa saling bekerja sama kedepannya. (tegar/fadhli)

Mahasiswa Kerjasama Sumsel FE UNY Juara 1 BIQ Nasional

Mahasiswa Kerjasama Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan dan UNY kembali berhasil menorehkan prestasinya dalam bidang non-akademik. Ujang Hartato, mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UNY angkatan 2012 berhasil menjadi pemenang dalam Bahtsu ‘Ilmi Al-Qur’an (BIQ) Nasional Pengembangan Kepribadian dan Tahsinul Qur’an Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (PKTQ UIN SUKA) Yogyakarta, lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan pada tanggal 23—24 Desember 2015 lalu. Ajang ini diikuti oleh sembilan finalis dari berbagai universitas di Indonesia yaitu dari UNY, Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, dan dua tim dari UIN SUKA Yogyakarta. Pada perlombaan ini, Ujang, panggilan akrabnya, merupakan satu-satunya peserta perorangan yang mampu lolos sebagai finalis 9 besar BIQ Nasional PKTQ UIN SUKA setelah melewati dua tahapan seleksi BIQ PKTQ yaitu seleksi abstrak dan seleksi full paper.

Berkonsentrasi dengan permasalahan pendidikan, Ujang mengangkat permasalahan para penyandang tuna rungu dalam belajar membaca Al-Qur’an. Melihat gaya komunikasi dua arah dari para penyandang tuna rungu yang juga sangat membutuhkan media belajar secara visual, Ujang pun memanfaatkan kemajuan teknologi guna membantu para penyandang tuna rungu untuk bisa memahami bacaan yang ada dalam Al-Qur’an yaitu dengan membuat sebuah aplikasi andorid sebagai media edukasi Al-Qur’an bagi penyandang tuna rungu.

“Alhamdulillah, setelah usaha yang optimal akhirnya saya bisa mengharumkan nama kampus dan Disdik Sumsel dalam perlombaan ini, semoga karya ini nantinya bisa bermanfaat dan bisa ditindaklanjuti guna mengatasi permasalahan saudara muslim kita, yang menyandang tuna rungu agar bisa membaca Al-Qur’an,” ujarnya saat diwawancarai usai mengikuti field trip bersama finalis lainnya. Belajar dari kegagalan yang telah dilalui, Ujang pun melakukan perbaikan media edukasi, gaya menulis, dan cara presentasi yang menarik untuk bisa tampil lebih baik lagi. (Ibnu Zainal A./fadhli)

Kompaknya Aryo dan Zela Jalankan Bisnis

Sebelum GO-JEK memperluas jaringan pemasarannya hingga ke Yogyakarta pada pertengahan November 2015, di kota Pelajar ini sudah berdiri beberapa bisnis serupa. Salah satu jasa transportasi tersebut adalah Taxi Motor 86, atau kerap disebut juga Ojek 86. Usaha yang sudah didirikan sejak 2013 ini dimiliki oleh dua lulusan Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Aryo Purnomo Edi, S.E. dan Ghazela Palestin, S.E. Ojek 86 sudah bermitrakan 16 pengendara ojek yang kesemuanya dibekali motor yang serupa, sebuah Honda Spacey matic. Karena keseragaman motor tersebut, armada milik pasangan yang menikah pada 1 Agustus 2014 ini kerap dipanggil Ojek Matic.

Aryo mengungkapkan, Ojek 86 ini sudah didirikan saat dirinya masih berkuliah di semester 10. “Saat itu, saya baru bermodalkan 5 motor dan saya juga masih terlibat sebagai salah satu pengendaranya. Saya dulu merekrut sopir yang sudah pengalaman, lalu mulai merekrut sopir baru tetapi berlatar belakang marketing. Marketing atau sales dipilih karena biasanya sudah memiliki pemahaman yang baik tentang daerah-daerah di Yogyakarta,” terang Aryo.

Aryo menceritakan asal mula tercetusnya bisnis ojek 86 ini adalah dari keprihatinannya terhadap ojek biasa. “Saya prihatin melihat para sopir ojek yang sudah tua, tidak berpakaian yang seragam, dan harga yang tidak menentu. Tanpa seragam, tentu calon konsumen tidak bisa dengan cepat menangkap keberadaan mereka, dan tidak bisa membedakan mana ojek yang berpengalaman dan tidak. Tanpa kepastian harga, sebagian calon konsumen juga malas menggunakan. Dengan Ojek 86 ini, saya ingin memberikan calon konsumen kepastian tentang keberadaan para sopir ojek yang bisa diandalkan dan harga yang transparan,” ujar Aryo yang juga pernah berbisnis tour and travel, café, serta warnet ini.

Untuk saat ini, Ojek 86 bisa dihubungi melalui telepon di 0851-0099-8686. “Selain telepon, kami juga membuka layanan selama 24 jam dengan pemesanan melalui Whatsapp dan LINE di nomor 0812-1210-8686,” ucap lulusan Program Studi Manajemen FE UNY ini. Selain jasa ojek regular, armada yang menetapkan tarif Rp 2,- per meter ini juga menyediakan jasa antar jemput, jasa pengiriman barang, dokumen, makanan, serta paket wisata ke berbagai objek sekitar Yogyakarta dengan tarif khusus.

Untuk rencana di masa yang akan datang, Aryo mengaku pelan tapi pasti usaha ini akan terus berkembang. “Di tahun mendatang setidaknya armada bisa bertambah lagi 25 unit, dan saya ingin mencoba menghidupkan lagi bisnis tour, traveling, dan tiket online. Selain itu, bisnis busana muslim dan mukena istri saya yang selama ini sudah menghidupi beberapa orang wanita di sekitar rumah akan kami kembangkan lagi,” tambah suami dari wanita yang akrab dipanggil Zela ini.

Selain memberdayakan para kerabat dan tetangga, Aryo pun tak segan menjadi kuli bagi bisnis busana muslimah istrinya yang diberikan nama SELSA Store. “Motif mukena kami selalu berbeda dan unik. Kalau di Ojek 86 saya menjadi pemilik, di SELSA Store saya hanya kuli,” celetuk Aryo. Bisnis yang memiliki akun twitter @selsastore ini mengkhususkan diri pada produk busana muslimah seperti berbagai kreasi hijab, serta pada Januari 2015 ini secara eksklusif memproduksi mukena motif.

Aryo mengakui, bisnis yang dijalaninya tidak mudah. Terlebih dengan kehadiran pesaing besar di Yogyakarta. “Saya ambil hikmahnya saja. Keberadaan para pesaing membuat saya menjadi lebih kreatif dan harus keluar dari zona nyaman. Ilmu kuliah jadi benar-benar saya terapkan. Dengan berwirausaha, saya jadi belajar negosiasi dengan berbagai macam orang. Jangan takut gagal,” tutup Aryo. (fadhli)

Pages