SDGS #4 PENDIDIKAN

Lima Program Studi FEB UNY Terakreditasi Secara Internasional

Sebanyak 25 peserta mengikuti upacara yudisium periode Maret 2023, Senin (3/4) lalu di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY. Peserta dengan Indeks Prestasi Tertinggi sebesar 3,85 yaitu Arina Hibatal Maula dari Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi angkatan 2019. Yudisium menjadi acara resmi di mana para mahasiswa dianggap lulus secara akademik dan berhak menyandang gelar sesuai keilmuan masing-masing. Upacara yudisium dihadiri oleh para Ketua Departemen, Koordinator Program Studi, serta para pimpinan fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Siswanto, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan. “Anda telah resmi menjadi alumni. Oleh karena itu, jagalah nama baik fakultas sebagaimana Prasetya Alumni yang telah diucapkan tadi. IPK dan gelar hanya mengantarkan Anda sampai meja administrasi saja. Selebihnya adalah bagaimana Anda menunjukkan softskill Anda kepada kolega kerja Anda,” terangnya.Surat Keputusan Akreditasi dan Sertifikasi dari FIBAA

Selain itu, Siswanto juga mengabarkan bahwa FEB UNY juga baru saja mendapatkan akreditasi internasional. Sesuai dengan keputusan Komite Akreditasi dan Sertifikasi FIBAA (Foundation for Internasional Business Administration Accreditation) yang terbit pada 22 Maret 2023, lima program studi mendapatkan akreditasi FIBAA. Asesmen Lapangan oleh Komite Akreditasi dan Sertifikasi FIBAA telah dilaksanakan pada November 2022 lalu secara daring.

FIBAA adalah lembaga akreditasi internasional yang berpusat di Bonn, Jerman dan didirikan sejak tahun 1994. Fokus lembaga nirlaba ini adalah dalam rangka penjaminan dan pengembangan kualitas pendidikan tinggi. Dalam proses asesmen, FIBAA mengambil kriteria Objectives; Admission; Contents, Structure, Didactical concept, Employability; Academic Environment and Framework Conditions; dan Quality Assurance and Documentation. FIBAA telah diakui sebagai lembaga akreditasi internasional oleh pemerintah Indonesia dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 83/P/2020.

“Hal ini tentu patut menjadi motivasi bagi kita untuk lebih produktif dan berkualitas. Selain itu, kita juga perlu berterima kasih kepada berbagai pihak, salah satunya adalah para alumni. Oleh karena itu, tugas Anda di masa depan untuk melanjutkan kinerja yang baik dari para alumni. Kinerja yang baik dari para alumni yang disampaikan melalui tracer study dapat menjadi bahan masukan yang baik bagi fakultas,” lanjut Siswanto. (fdhl)

 

FE Lecturers Provide Parents with Financial Literacy

The problems faced by partner schools so far are Financial Resources (free of charge and relying on donors), Human Resources (relying on volunteers and lack of experts), limited facilities, less optimal curriculum, and lack of partnerships. Therefore, the priority is on improving thinking, reading, and writing skills or other skills needed, more specifically improving Islamic financial literacy and forming/developing a group of people who are economically and socially independent. Thus, the objectives of building economic independence, increasing Islamic financial literacy, increasing the ability to use AR-based educational media, as well as increasing the ability to use educational platforms can be achieved. This was said by the lecturer of Accounting Education FE UNY, Dr. Ratna Candra Sari, M.Sc., C.A, Ak. in Islamic financial literacy PKM activities for parents and teachers.

Ratna said that financial literacy has become a topic that is often discussed everywhere, especially among young people but it is less disseminated among parents and educators. “Financial literacy is one of the emerging skills of the 21st century that all people should have. Meanwhile, based on the data, the Islamic financial literacy index for the Indonesian people is only 8.1%, with a low level of Islamic financial inclusion, which is 11.6%," said Ratna Candra Sari, Friday (14/10). The lack of optimal Islamic financial literacy education is one of the causes of the slowing growth of Islamic finance in Indonesia. Therefore, financial literacy must be provided from an early age to equip the community to face a complex economic environment.

PKBM Al-Islam Giwangan is a non-formal education Pursuing Package B equivalent to SMP/MTs which takes part in raising orphans and underprivileged children and educating the nation's children. The existence of various problems found in PKBM Al-Islam Giwangan made the PKM UNY team move to carry out service, in the form of sharia financial literacy for parents and teachers. The improvement of Islamic financial literacy through PKM activities is driven by the Service Team from lecturers in the Accounting Education Department, Faculty of Economics (FE) UNY chaired by Dr. Ratna Candra Sari, M.Sc., C.A, Ak. with members Arin Pranesti, S.Pd., M.Sc, and Dr. Nurhening Yuniarti, S, Pd., MT. and involving students, namely Novita Nurbaiti, S.Pd., Anis Rinanda, Dana Ferdyana, Astri Mardanik, and Nurani Rosyid. The implementation of community service activities (PKM) includes sharia financial literacy seminars, simulations on the use of sharia financial transactions, and training on the use of financial literacy education media in the form of Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) for parents and teachers of PKBM Al-Islam Giwangan.

This community service is one of the pillars of the Tri Dharma Pendidikan Tinggi (Education, Research, and Community Service) and is a teaching obligation that is routinely carried out every year. Chairman of the PKBM Al-Islam Giwangan Fajar Nur Rochmad in his speech at the time of the PKM implementation said that the training held by the Service Team provided benefits for parents and teachers of PKBM Al-Islam Giwangan. “Hopefully the training can improve the financial literacy of teachers. (Moreover) equipped with the practice of using learning media, it is certainly very useful," said Fajar Nur Rochmad. (edit-fdhl/ekki)

Dr. Ratna Candra Sari dkk. Bekali Orang Tua Dengan Literasi Keuangan

Permasalahan yang banyak dihadapi sekolah mitra selama ini adalah Sumber Daya Keuangan (tidak dipungut biaya dan mengandalkan donatur), Sumber Daya Manusia (mengandalkan sukarelawan dan kurangnya tenaga ahli), fasilitas terbatas, kurikulum belum optimal, dan kurangnya kemitraan. Oleh karena itu, prioritas permasalahan ada pada peningkatan keterampilan berpikir, membaca, dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan, secara lebih khusus adalah meningkatkan literasi keuangan syariah dan membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial. Dengan demikian, tujuan membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan literasi keuangan syariah, meningkatkan kemampuan menggunakan media edukasi berbasis AR, sekaligus meningkatkan kemampuan menggunakan platform edukasi dapat tercapai. Hal ini dikatakan dosen Pendidikan Akuntansi FE UNY Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A, Ak. dalam kegiatan PKM literasi keuangan syariah pada orang tua dan guru.

Dikatakannya bahwa literasi keuangan telah menjadi pokok bahasan yang sering dibicarakan di mana-mana, terutama kaum muda, tetapi tidakkah pernah terpikir bahwa literasi keuangan juga sangat penting untuk diberikan kepada orang tua dan tenaga pendidik? “Literasi keuangan merupakan salah satu emerging skill abad 21 yang seharusnya dimiliki semua kalangan. Sedangkan yang tercatat pada data indeks literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia yaitu hanya mencapai 8,1%, dengan tingkat inklusi keuangan syariah yang rendah yaitu 11,6%,” kata Ratna Candra Sari, Jumat (14/10). Belum optimalnya pendidikan literasi keuangan syariah menjadi salah satu penyebab melambatnya pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia. Oleh karena itu, literasi keuangan harus diberikan sejak dini untuk membekali masyarakat dalam menghadapi lingkungan ekonomi yang kompleks, termasuk pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Islam Giwangan.

PKBM Al-Islam Giwangan merupakan Pendidikan nonformal Kejar Paket B setara SMP/MTs yang turut andil dalam mengasuh anak-anak panti asuhan dan tidak mampu dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa. Adanya berbagai permasalahan yang ditemukan di PKBM Al-Islam Giwangan membuat tim PKM UNY bergerak untuk melaksanakan pengabdian, berupa literasi keuangan syariah kepada orang tua dan guru. Peningkatan literasi keuangan syariah melalui kegiatan PKM digerakkan oleh Tim Pengabdi dari dosen Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diketuai oleh Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A, Ak. dengan anggota Arin Pranesti, S.Pd., M.Sc, dan Dr. Nurhening Yuniarti, S,Pd., MT. serta melibatkan mahasiswa yaitu Novita Nurbaiti, S.Pd., Anis Rinanda, Dana Ferdyana, Astri Mardanik, dan Nurani Rosyid. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di antaranya berupa seminar literasi keuangan syariah, simulasi penggunaan transaksi keuangan syariah, dan pelatihan penggunaan media edukasi literasi keuangan berbentuk Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) kepada orang tua dan guru PKBM Al-Islam Giwangan.

Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu pilar dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) dan merupakan kewajiban pengajar yang rutin dilakukan setiap tahun. Ketua PKBM Al-Islam Giwangan Fajar Nur Rochmad dalam sambutannya pada saat pelaksanaan PKM mengatakan bahwa pelatihan yang diadakan oleh Tim Pengabdi memberi manfaat bagi para orang tua dan guru PKBM Al-Islam Giwangan. “Semoga dengan adanya pelatihan dapat meningkatkan literasi keuangan para guru. (Apalagi) dilengkapi dengan praktik penggunaan media pembelajaran tentu sangat bermanfaat,” kata Fajar Nur Rochmad. (edit-fdhl/ekki)

Asesmen Lapangan S1 Akuntansi: Perlu Tingkatkan Peran Dosen di Kegiatan Ilmiah

Program Studi S1 Akuntansi FE UNY menerima kunjungan dari asesor LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi) selama dua hari, Kamis hingga Jumat (8-9/9) lalu. LAMEMBA menugaskan Prof. Dr. Hariyati, Ak., M.Si., CA., CMA dari Universitas Negeri Surabaya dan Dr. Sylvia Fettry Elvira Maratno, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA. dari Universitas Katholik Parahyangan. Sebelum ini, prodi S1 Akuntansi telah terakreditasi A oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi) dan habis masa berlakunya pada Agustus. Oleh karena itu, tentu menjadi kewajiban untuk melakukan verifikasi ulang terhadap akreditasi ini. Kedua asesor diterima di ruangan Auditorium FE UNY oleh segenap jajaran dekanat, Ketua Jurusan Pendidikan Akuntansi Ani Widayati, M.Pd., Ed.D., Koordinator Program Studi (korprodi) S1 Akuntansi Dr. Denies Priantinah, M.Si., Ak., CA., ketua tim Taskforce Mahendra Adhi Nugroho, M.Sc., Ph.D., serta tim Penjaminan Mutu FE UNY.

Hariyati menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyambutan oleh UNY dan FE UNY secara khusus. "Selama 2 hari LAMEMBA mengutus kami untuk melakukan klarifikasi. Kami harap bisa memperoleh informasi yang holistik. Tadi sudah dapat informasi juga dari Rektor, tetapi informasi yang detail tentu ada di tingkat Prodi (program studi-red) dan UPPS (unit pengelola program studi-red)," terang Hariyati.

Dekan FE UNY Dr. Siswanto, M.Pd., mengungkapkan bahwa FE UNY merupakan fakultas termuda di UNY, berdiri 2011 lalu. "Rata-rata mahasiswa berprestasi 112 orang per tahun, rata-rata besaran IPK yaitu 3,56, dan rata-rata masa studi 4,1 tahun untuk prodi S1 Akuntansi. Kami juga masih terus berupaya meningkatkan kerjasama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi luar negeri dalam joint research," urai Siswanto dalam sambutannya.

Sylvia selaku asesor kedua menyatakan secara umum FE UNY dan prodi S1 Akuntansi sudah berjalan dengan baik sesuai dengan hasil verifikasi berbagai data. "SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal-red) sudah berjalan dengan baik dan dapat dipertahankan kinerjanya. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi UPPS untuk perbaikan dan penyusunan berbagai program di waktu yang akan datang," pesannya.

"Selain itu, tugas selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan peran dosen di kegiatan ilmiah, dan juga bagaimana memetakan tenaga pengajar agar harapannya beberapa tahun ke depan jenjang pendidikan SDM di FE UNY bisa terus meningkat," tambah Sylvia. (fdhl)

Students Create Oat Bar Innovation from Cowpeas

Cowpeas are one of the healthiest foods that contain lots of protein. But its popularity is still inferior to soybeans. This high protein content can help the wound healing process more quickly. To introduce cowpea as an alternative healthy food ingredient to the millennial generation, a group of UNY students created a healthy food innovation made from cowpea.

The UNY Entrepreneurship Student Creativity Program (PKM) team, led by D4 Marketing Management student, Jairus Asher Purdy, produces a snack called Oabean Milky. This team consists of Hilal Fahrul Hamam (D4 Electrical Engineering), Krisanti Dhiaz Ayuni (S1 English Education), Ayyasy Fathan (S1 Educational Technology), and Intan Diah Kusuma (S1 Culinary Engineering Education).

Jairus explained that cowpeas were their choice because of their high protein content similar to those of soybeans, but they were still less popular.

So far, cowpeas have only been used as one of the ingredients for making traditional foods and are less attractive to the millennial generation.

“We fulfill our protein according to the tagline #PenuhiTunggakanProteinmu (#MeetYourProteinNeed). From that protein, we focus on accelerating wound regeneration because the protein can produce tissue,” he explained.

This Oabean Milky product is an oat bar that is now one of the modern snacks and is combined with other ingredients, such as dates, oats, almonds, honey, chocolate, and raisins. This product has been sold online and offline.

"We have also registered PI-RT and NIB," he said. (fdhl-ed:lia)

Jairus dkk. Kreasikan Oat Bar dari Kacang Tunggak

Kacang tunggak adalah salah satu makanan sehat yang banyak mengandung protein. Namun popularitasnya masih kalah dengan kacang kedelai. Kandungan proteinnya yang tinggi ini dapat membantu proses penyembuhan luka dengan lebih cepat. Guna mengenalkan kacang tunggak sebagai salah satu alternatif bahan pangan sehat kepada generasi milenial, sekelompok mahasiswa UNY menciptakan inovasi makanan sehat berupa oat bar dengan berbahan dasar kacang tunggak. 

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan UNY yang diketuai oleh mahasiswa D4 Manajemen Pemasaran, Jairus Asher Purdy memproduksi makanan ringan yang diberi nama Oabean Milky. Tim ini beranggotakan mahasiswa lintas fakultas yaitu Hilal Fahrul Hamam (D4 Teknik Elektro), Krisanti Dhiaz Ayuni (S1 Pendidikan Bahasa Inggris), Ayyasy Fathan (S1 Teknologi Pendidikan), dan Intan Diah Kusuma (S1 Pendidikan Teknik Boga).

Jairus atau akrab disapa Jai menjelaskan kacang tunggak menjadi pilihan mereka karena kandungan proteinnya yang tinggi seperti kacang kedelai, tetapi masih kurang diminati.

Sejauh ini, kacang tunggak hanya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan tradisional dan kurang diminati generasi milenial.

“Kami mengambil protein sesuai tagar #PenuhiTunggakanProteinmu. Dari protein itu kita fokus untuk mempercepat regenerasi luka karena protein itu dapat membentuk jaringan,” jelasnya.

Produk Oabean Milky ini mengambil bentuk oat bar yang kini merupakan salah satu cemilan kekinian dan dipadukan dengan bahan-bahan lainnya, seperti kurma, oat, almond, madu, coklat, dan kismis. Produk ini telah dijual secara online dan offline.

“Kami juga telah terdaftar PI-RT dan NIB,” ujarnya. (fdhl-ed:lia)

Pages