Dukung SDGs Desa, Mahasiswa PLK Jetis Gagas Tempat Sampah Botol Plastik dan Penanaman Sayuran

Dari sebotol plastik hingga sebatang bibit sayuran, perubahan besar seringkali berawal dari langkah yang sederhana. Semangat inilah yang dibawa oleh mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program lingkungan yang dilaksanakan di Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. Dengan menggandeng warga dan ibu-ibu PKK, mahasiswa menghadirkan inovasi tempat sampah khusus botol plastik serta gerakan menanam sayuran bersama sebagai upaya membangun lingkungan yang lebih bersih. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan bertema “Nguri-uri Alam, Nandur Panguripan Sesarengan Mbangun Padukuhan Ijo” ini dilaksanakan oleh mahasiswa PLK bersama masyarakat dan ibu-ibu PKK yang dilaksanakan di Padukuhan Jetis pada 21 Februari hingga 16 Mei 2026 melalui pembuatan tempat sampah khusus botol plastik serta penanaman tanaman sayuran. Program ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan penghijauan, dan mendukung pencapaian SDGs. Pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan partisipasi aktif warga dalam pengelolaan tempat sampah dan penanaman tanaman.

Praktik nyata yang ditawarkan dalam kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi pencemaran akibat sampah plastik, serta meningkatkan produktivitas lahan sekitar rumah melalui budidaya sayuran. Ketua RT 02 Padukuhan Jetis, Zamroni, menyampaikan, “banyak anak-anak SMA habis olahraga di GOR, sampah botolnya dibuang sembarangan, Mbak,” ujarnya, Sabtu (21/05/26). Lokasi desa yang dikelilingi banyak sekolah dan adanya tempat rekreasi yang cukup ramai menjadi tantangan warga dalam menghadapi permasalahan sampah. Akan tetapi, lokasi ini memiliki potensi yang cukup besar dalam ketersediaan bahan tanam (pupuk organik), dengan didukung adanya peternakan kambing milik warga Jetis. Aris selaku ketua RT 06 juga mengungkapkan, “di sini ada kelompok peternakan mbak, tapi kotorannya hanya dikumpulkan tidak ada yang ngolah”. Berangkat dari kondisi tersebut, tim PLK memberikan solusi program pembuatan tempat sampah khusus botol plastik dan penanaman bibit sayuran di sekitar rumah warga sebagai bentuk solusi yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pemanfaatan potensi lokal. Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs Desa).

Program PLK UNY di Padukuhan Jetis telah membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu melahirkan perubahan yang nyata dan bermakna. Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hilmy Pradana Sundawan, M.Ak. dengan anggota yang terdiri dari Ariel Erland Fernanda, Arinda Rahmawati, Umi Nuriyah, Wulan Angraeni, Hazmi Hasifah, Nisrina Nur Azkia, Emilda Hanum, Putri Roulita Parhusip, Setyananda Asli Rahmawati, Arga Purba dari berbagai program studi di UNY.

Melalui program ini, mahasiswa berharap mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola lingkungan sekitar, mulai dari pemilahan sampah botol plastik hingga pemanfaatan lahan kosong untuk penanaman benih. Selain menjaga kebersihan dan kemandirian pangan, kegiatan ini juga berpotensi menambah penghasilan desa melalui penjualan sampah botol.

Penulis

Arinda, Wulan, Umi, Hazmi, Ariel, Ririn

Editor

Arinda, Fadhli

#PLK #UNYMengabdi #SDGs11 #SDGs12 #TempatSampahBotol #Menanam