Studi Pengembangan ORMAWA: HIMA AKSI Goes to Surabaya

Himpunan Mahasiswa Akuntansi UNY atau lebih dikenal Hima Aksi mengadakan studi pengembangan ormawa ke dua universitas di Kota Pahlawan, Surabaya, Jum’at (18/11) kemarin. Rombongan yang terdiri dari 38 pengurus Hima Aksi dan didampingi oleh dosen Pembina Hima Aksi, M. Andryzal Fajar, M.Sc. Ak. CA. Kedatangan Hima Aksi UNY disambut hangat oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Universitas Airlangga (UNAIR). Para peserta sangat antusias dalam mengikuti diskusi, mereka saling bertukar pikiran dan pengalaman tentang organisasi. Kunjungan di UNAIR ditutup dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan.

Setelah mengikuti studi ormawa di UNAIR, rombongan bergegas menuju Universitas Negeri Surabaya. Sambutan yang diberikan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaksi) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) juga tak kalah meriah. Acara dibuka dengan sambutan oleh dosen pembina ormawa dari UNESA dan UNY, dan dilanjutkan dengan diskusi dan pemaparan profil serta program kerja dari  Himaksi UNESA dan Hima Aksi UNY. Tidak beda dengan di UNAIR, acara kunjungan di UNESA ditutup dengan foto bersama dan penyerahan plakat, namun yang membedakan penutupan di UNESA dimeriahkan oleh penampilan musik akustik dari Himaksi UNESA.

Setelah seharian mengikuti Studi Pengembangan Ormawa, peserta kunjungan dari Hima Aksi UNY mengikuti rekreasi dan menikmati suasana malam di BNS (Batu Spectacular Night), Selain memperoleh ilmu organisasi, kunjungan ini sekaligus menjadi sarana refreshing setelah kurang lebih sepuluh bulan bekerja keras untuk menyukseskan program kerja Hima Aksi UNY. ”Acara ini digelar selain sebagai pengembangan pengetahuan tentang organisasi, juga sebagai ajang rekreasi pengurus Hima Aksi UNY setelah beberapa bulan bekerja keras sukseskan program kerja Hima Aksi,” tutur Fajar. (haris/fadhli)

FE UNY dan IAI Yogyakarta Selenggarakan PPL bagi Akuntan

Bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia Yogyakarta, Fakultas Ekonomi selenggarakan Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) bagi lebih dari 100 akuntan profesional di berbagai instansi dan lembaga di Yogyakarta, Jumat (18/11) lalu. Dengan mengambil tema “Governance, Risk, and Control”, acara ini menghadirkan Dr. Sumiyana, M.Si. Ak. CA selaku pemateri. Acara yang dihadiri Ketua IAI Yogyakarta Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc., CSA. Ak. CA ini dibuka oleh Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si serta dihadiri sebagian dosen di FE UNY.

Hardo Basuki menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para akuntan. “Akuntan menjadi salah satu pendorong iklim usaha yang sehat. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas profesional kami, tentu dengan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Sementara Sugiharsono dalam sambutannya membuka acara mengungkapkan harapannya atas kesuksesan acara ini. “Selain itu, kita bisa mengembangkan kerja sama lebih lanjut dalam peningkatan kelembagaan, terutama yang terkait dengan pengembangan jurusan Pendidikan Akuntansi di FE UNY,” urai Sugiharsono.

Sumiyana menuturkan, seorang akuntan harus terus meningkatkan keterampilan profesionalnya. “Selain itu, dia juga harus update dengan info-info terbaru, karena dunia usaha terus berkembang. Independensi seorang auditor juga sangat penting dalam melahirkan audit yang berkualitas,” terang Sumiyana. (fadhli)

Erlin: Pendidikan Investasi Masa Depan

Sejumlah 200 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping dari SMA N 1 Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berkunjung ke Fakultas Ekonomi Senin (14/11) kemarin. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Erlin Retno Fiyanti, M.Pd. dan disambut oleh Dekan FE UNY, Dr. Sugiharsono, M.Si. beserta staf. Kunjungan ini dimaksudkan agar para siswa dapat mengenal kampus FE UNY lebih jauh, serta menumbuhkan minat untuk melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi.

Erlin menyatakan, pendidikan adalah sebuah bentuk investasi. “Bahkan, dia adalah investasi masa depan yang terbaik. Oleh karena itu, para siswa harus bersemangat menuntut ilmu. Upayakan untuk meraih prestasi. Pendidikan akan memberikan manfaat bagi si pelaku untuk menjalani kehidupan baik di masyarakat maupun dalam bernegara,” terangnya.

Senada dengannya, Sugiharsono juga mendorong para siswa untuk mengembangkan potensi pribadi. “Apapun potensi Anda, selama itu positif, kembangkan terus. Pintu pendidikan tinggi terbuka lebih lebar bagi mereka yang berprestasi baik akademik maupun non akademik,” ucapnya.

Siswa tampak antusias dengan bertanya beberapa hal, di antaranya seputar beasiswa, kelas internasional, seleksi masuk, hingga keunggulan FE UNY dibandingkan yang lain. (fadhli)

FE UNY Jajaki Kerja Sama dengan Guang Dong University

Guna mendalami kemungkinan kerja sama di bidang pengajaran dan penelitian, Fakultas Ekonomi (FE) UNY menerima delegasi dari Guang Dong University (GDU) dari Tiongkok, Selasa (8/11) kemarin. Sebanyak 5 dosen dari perguruan tinggi negeri Tirai Bambu ini diterima di Ruang Sidang Dekanat FE UNY dan bertemu dengan segenap jajaran dekanat beserta ketua jurusan dan program studi di lingkungan FE UNY. Rombongan GDU dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Zuo Zhi Gong. Selain itu juga dosen dari prodi Akuntansi dan Bahasa Indonesia GDU turut menyertai utusan akademik tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FE UNY Prof. Sukirno, Ph.D menerima dengan baik maksud kunjungan ini. “GDU sudah dikenal baik di UNY dengan kerja sama di bidang pengajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk mengembangkan kerja sama tersebut,” terangnya.

“Selama ini, program Kelas Unggulan dI FE UNY sudah mengirimkan mahasiswa untuk praktik mengajar di sekolah ataupun melakukan sit-in di wilayah ASEAN. GDU akan menjadi tambahan opsi student exchange yang baik bagi FE UNY dan juga sebaliknya,” urai Sukirno.

Zuo Zhi Gong menandaskan perlunya kerja sama dengan UNY dalam memahami lebih dalam lagi seputar perkembangan ekonomi di Indonesia. “Perkembangan ekonomi di kawasan ASEAN menunjukkan peningkatan. Menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi lokal dan mengadakan penelitian bersama akan semakin memberikan kami pemahaman yang baik dan bisa meningkatkan kualitas ekonomi ke arah yang lebih positif,” tukas professor yang akrab dipanggil George ini. (fadhli)

Kunjungan SMK N 1 Jatiroto ke FE UNY

Sebanyak lebih dari 100 siswa beserta guru pendamping dari SMK N 1 Jatiroto, Wonogiri, berkunjung ke Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Rabu (2/11) kemarin. Sebagaimana disampaikan Ketua Rombongan dari SMK N 1 Jatiroto, Indrayati, S.Pd. kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa terhadap suasana akademik di perguruan tinggi. Dari kunjungan ini, para siswa diharapkan bisa termotivasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Menyambut rombongan di Auditorium FE UNY, Wakil Dekan I Prof. Sukirno, Ph.D., Ketua Jurusan Pendidikan Akuntansi FE UNY Abdullah Taman, M.Si., dan sejumlah dosen di lingkungan Jurusan Pendidikan Akuntansi.

Abdullah Taman menjelaskan, Program Studi (prodi) Akuntansi S1 menjadi salah satu prodi di UNY dengan animo terbesar di UNY. “Pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2016 ini, jumlah pendaftar mencapai 9 ribu lebih sedangkan yang diterima hanya 80 orang. Selain itu, kami juga memiliki kelas unggulan untuk menghasilkan lulusan yang berkompetensi internasional. Kelas diadakan secara bilingual dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Ada seleksi tersendiri untuk mendapatkan kursinya,” urainya.

Para siswa juga dikenalkan dengan dua di antara berbagai laboratorium yang terdapat di FE UNY, yaitu Laboratorium Perbankan Syariah Islamic Mini Bank (IMB) dan Laboratorium Pojok Bursa Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). (fadhli)

Mahasiswa FE Juara 3 Lomba Esai Ekonomi Syariah

Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Amra Ulvita Azhiin berhasil menyabet juara 3 dalam lomba esai yang bertemakan “Mengoptimalkan Kualitas SDM dalam Menciptakan Stabilitas Perekonomian Nasional Berbasis Syariah”.  Lomba esai yang diselenggarakan oleh Center of Islamic Economic Studies (CIES) Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Fakultas (UKMF) KM AL FATIH UNY, Senin lalu yang bertempatkan di FE UNY, diikuti oleh 8 finalis yang telah terseleksi esainya dari seluruh perguruan tinggi di provinsi DIY untuk melakukan presentasi.

Amra Ulvita Azhiin dari Jurusan Akuntansi Unggulan, Fakultas Ekonomi, UNY, membawa pulang juara dengan mengangkat ide esai “Syariah Tourism System”. Syariah Tourism System merupakan ide berupa pengembangan tempat-tempat pariwisata di Yogyakarta, menjadi pariwisata berbasis syariah yang diharapkan mempunyai daya tarik seperti pulau Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu keluaran dari Syariah Tourism System berupa lembaga pariwisata syariah yang dikelola oleh penduduk di sekitar objek pariwisata. Hal ini memberikan solusi bagi masyarakat pengangguran di daerah objek pariwisata dan meminimalkan dampak negatif dari pariwisata.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dari 1,57 milliar penduduk muslim atau penganut agama Islam di dunia, 203 juta jiwa atau 88,2% adalah penduduk Indonesia. Saat ini wisatawan muslim di dunia, berkontribusi sekitar USD 126 milliar dalam hal wisata halal dan potensi omset pariwisata syariah di dunia, mencapai USD 2 triliun. Dengan pangsa pasar yang tidak ada habisnya diharapkan lembaga pariwisata syariah mampu memanfaatkan peluang ini.

Pariwisata syariah juga diharapkan memberikan dampak yang positif dari mekanisme pariwisata berdasarkan syariat-syariat agama islam dan meminimalkan dampak negatif dari pariwisata itu sendiri. Karena sering kali terdapat dampak-dampak negatif pariwisata seperti; (1) Terjadinya sifat meniru, kebiasaan-kebiasaan yang berbeda bahkan bertolak belakang dengan tata cara hidup dapat ditiru oleh masyarakat sekitar, (2) Meningkatnya tindak asusila, area pariwisata dikenal sering digunakan sebagai ajang maksiat bagi kaum muda mudi. Selain itu banyak hotel yang bertaburan di area pariwisata tidak menghiraukan syarat bagi pengunjung hotel bukan pasangan resmi, kamar “short time”, menyediakan pekerja seks komersil, (3) Meningkatnya tindak pidana, selain sebagai area jalur peredaran narkoba tidak sedikit wilayah pariwisata yang digunakan sebagai tempat berjudi dan berjualan minuman keras. (rara/fadhli)

Modu Modu Menangi Youth Excursion Korea Program 2016

Salah satu alumni Fakultas Ekonomi (FE) UNY yang sekaligus mahasiswa pascasarjana UNY, Ratih Kartika, S.Pd., berhasil membawa pulang medali Youth Excursion (Youtex) pada kategori Project Presentation dalam acara Youth Excursion Korea Program 2016 yang diadakan pada Senin hingga Sabtu (14-19) kemarin di Seoul, Korea Selatan. Ratih dan kelompoknya yang terdiri dari 9 orang dan berasal dari 3 negara yang berbeda yakni Indonesia, Vietnam dan Myanmar berhasil mengalahkan kelompok lain dengan mempresentasikan sebuah ide start up/aplikasi bernama Modu Modu.

Modu adalah bahasa Korea dan artinya adalah segalanya. Aplikasi ini adalah sebuah aplikasi yang berisi informasi seputar kebutuhan turis asing yang berkunjung ke Korea khususnya kota Seoul seperti informasi hotel, tempat wisata, tempat belanja, restoran dan informasi lainnya. Aplikasi ini dilengkapi pilihan variasi bahasa yang beragam sehingga memudahkan turis asing untuk memahaminya. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu turis asing dalam berwisata di kota Seoul dengan segala rekomendasi/informasi yang telah tersedia dalam aplikasi Modu Modu.

Project presentation adalah salah satu tugas yang harus dikerjakan setiap kelompok setelah mengikuti Market Research di Dongdaemun, Namdaemun, Myongdong Market, dan City Challenge di National Folk Museum of Korea, Bukchon Hanok Village dan Gyongbukgung Palace, N Seoul Tower dalam satu hari. Kami sampai di hotel pukul 21.00 dan mulai mengerjakan tugas tersebut pukul 22.00 sampai pukul 01.00 bahkan ada yang sampai pukul 04.30 kemudian pukul 08.00 harus sudah siap menuju lokasi International Syomposium & Culture Show ASEAN South Korea 2016 di Arte Hall, Seoul.  Jadi kami benar benar lembur, bekerja keras dan Alhamdulillah kami sangat bersyukur kelompok kami menang,” ujar penerima beasiswa LPDP ini.

Youth Excursion Korea Program 2016 adalah salah satu program yang diadakan oleh IGN (Indonesia Global Network). Program-program IGN berfokus pada pilar-pilar entrepreneurship, leadership, & social program dan culture exchange sebagai platform strategis bagi pemuda pemudi ASEAN untuk lebih mengembangkan potensi diri. Acara ini diikuti oleh 30 pemuda pemudi ASEAN dari berbagai negara yang dipilih dalam proses seleksi sebelumnya. Mereka berasal Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Myanmar. Dari Indonesia sendiri, para delegasi tersebut berasal dari beberapa daerah dengan universitas yang berbeda-beda dan untuk Yogyakarta, para delegasi berasal dari 3 universitas berbeda dengan 4 orang delegasi yaitu Universitas Gadjah Mada (1 orang), Universitas Islam Indonesia (2 orang) dan Universitas Negeri Yogyakarta diwakili oleh  Ratih Kartika.

Selama 6 hari, mahasiswi sekaligus founder Pejuang Muda Indonesia ini beserta delegasi lainnya mengunjungi dan belajar dari beberapa tempat seperti Seoul Global Startup Center (SGSS), Samsung d’light, Hyundai Motor Studio, kemudian SNU (Seoul National University), Hankuk University of Foreign Studies, Dongdaemun Market, Namdaemun Market, Myongdong Market, National Folk Museum of Korea, Bukchon Hanok Village, Gyongbukgung Palace, dan N Seoul Tower.

“Semoga ke depan banyak pemuda pemudi khususnya mahasiswa yang berani mengeksplorasi diri, tidak hanya berfokus pada kegiatan klasikal di kampus, namun aktif dalam berbagai organisasi di dalam dan luar kampus. Jiwa visioner, kerja keras, keluar dari zona nyaman, think out of the box, kreatif, kemampuan sosial, dan public speaking dapat dan harus dikembangkan dengan baik melalui pembelajaran/pengalaman akademik di kelas dan pengalaman pengalaman non akademik yang juga sangat berharga yang hanya bisa didapatkan dari organisasi serta keaktifan dalam berbagai acara lintas generasi, lintas program, lintas daerah bahkan lintas negara. Jangan lewatkan kesempatan masa muda dengan hal yang sia sia. Mari terus belajar, menebar menfaat, yang muda yang berjuang!“ tutup mahasiswa program studi Penelitan dan Evaluasi Pendidikan ini dengan semangat. (ratih/fadhli)

 

 

 

ACCELERATION 2016 Sukses Datangkan Ribuan Pengunjung

Acceleration (Accounting Cloth, Meal, Service, Art, and Passion)  kembali diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UNY untuk kedua kalinya. Pada tahun ini Acceleration diadakan di Benteng Vredeburg dengan mengusung tema“Act Your Passion!”. Acceleration 2016 merupakan hajatan tahunan dan juga rangkaian acara dari UNY Accounting Fair 2016. Acara yang berlangsung selama dua hari (5-6/11) ini menyediakan berbagai macam bazar yang terdiri dari 20 stan makanan, 17 stan pakaian, 2 stan jasa, dan satu stan lainnya. Selain itu juga diadakan tiga macam unjuk bakat atau passion, yaitu Photo Hunt, Coloring Competition, dan Acoustic Competition.

Pada Sabtu (5/11) diadakan Photo Hunt yang menjadi wadah bagi para fotografer untuk menyalurkan hobi dalam dunia Fotografi. Pada kesempatan ini, tiga model dihadirkan oleh panitia untuk peserta Photo Hunt dan dibagi dalam dua sesi pemotretan. Sesuai dengan tema acceleration, model menggunakan kebaya pada sesi pertama dan kasual pada sesi dua.

Berbagai komunitas FE juga turut serta memeriahkan acara hari pertama di antaranya ialah komunitas musik dan tari. Sementara itu, Coloring Competition dilaksanakan pada hari Minggu, 6 November dan diikuti oleh 47 peserta dari berbagai TK se-DIY dengan tema “Berwarna dalam Ragam Budaya Indonesia”. Pada hari yang sama juga diadakan Acoustic Competition dan diikuti oleh 17 band peserta yang berasal dari SMA dan SMK se-DIY dan Jawa Tengah. Peserta menyanyikan dua buah lagu, dengan salah satu lagu merupakan lagu wajib. Pemenang dari lomba ini adalah Rain Maker (SMA N 1 Ngaglik). Bersamaan dengan jalannya Coloring Competition dan Acoustic Competition juga diadakan live doodle dari Doodle Art Yogyakarta.

Jumlah pengunjung yang datang pada Acceleration 2016 melebihi ekspektasi panitia. Pada hari pertama terdapat 2088 orang yang mengunjungi stan bazar, sedangkan pada hari kedua meningkat menjadi 2510 orang. Jadi, jumlah keseluruhan pengunjung Acceleration 2016 adalah 4598 orang. “Acaranya sangat seru, masuknya juga gratis, dan stan yang ada lengkap. Makanannya enak-enak dan semoga acara seperti ini bisa diadakan lagi,” ujar Bekti dan Ratih, pengunjung acara Acceleration 2016.

Jumlah pengunjung yang terbilang fantastis serta acara yang menarik tidak terlepas dari doa dan kerja keras seluruh panitia, hiburan dari pengisi acara, dan. keberadaan stan bazar. Salah satu pengisi tenant bazar, Dika dari stan Okonomiyaki berkata,”Pelayanan panitia untuk tenant bazar sudah sangat baik karena panitia mau membantu loading barang. Acaranya juga sangat asyik, tapi pengunjung masih merasa ragu untuk masuk melihat-lihat bazar.” Ia juga memberikan saran untuk panitia, “Tempat bagi pengunjung lebih diatur lagi, supaya mereka merasa lebih nyaman dan tidak kepanasan. Namun, secara keseluruhan acaranya sudah bagus.”

Acceleration 2016 juga menampilkan beberapa pengisi acara baik yang berasal dari pihak dalam (FE UNY dan Unit Kegiatan Mahasiswa UNY) maupun pihak luar untuk menghibur pengunjung. Pengisi acara dari luar seperti Clavage, Ben Harlem, dan Blue Train mampu memeriahkan suasana. Acara puncak Acceleration 2016 ditutup dengan penampilan energik DJ Wisnan.

Acceleration 2016 yang berjalan selama dua hari mendapat respon positif dari berbagai pihak. Menurut Vania, panitia Acceleration 2016, “Acceleration tahun ini lebih terkonsep dengan baik, lebih rapi, dan lebih jelas pembagiannya. Target yang direncanakan tercapai dan benar-benar di luar ekspektasi panitia.” Vania juga berpesan, “Semoga tahun depan Acceleration lebih baik lagi. Intinya komunikasi tetap harus dijaga karena itu kunci keberhasilan suatu acara. Satu kata untuk Acceleration 2016 adalah Bombastis!” (fatikha/fadhli)

Resep Sukses Dibyo di Tanah Rantau

Sebagian mahasiswa di Yogyakarta, tak terkecuali di Fakultas Ekonomi (FE) UNY, adalah mahasiswa perantau. Mereka meninggalkan orang tua dan kampung halamannya demi menuju tempat menuntut ilmu. Di Yogyakarta, mereka lantas bersinggungan dengan banyak hal baru. Teman baru dari berbagai daerah di Indonesia, serta kebiasaan dan lingkungan baru di Yogyakarta yang belum pernah ditemui di daerah asal, semuanya memberikan pengaruh dalam kehidupan si perantau. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan mental agar mahasiswa perantau bisa merasa betah di tanah rantau. Demikian pula yang dialami Dibyo Waskito Guntoro, lulusan terbaik pada Yudisium FE UNY Periode Oktober 2016.

Alumnus program studi (prodi) S1 Pendidikan Ekonomi ini mengatakan, salah satu kunci agar kita bisa maksimal menempuh studi di perantauan adalah membuat diri kita betah. “Keluarga selalu berpesan, ‘kamu yang menjalani kuliah di sana, kamu yang tinggal di lingkungan itu, jadi, buatlah lingkunganmu senyaman mungkin,’ dan itu saya rasakan betul selama di Jogja. Saya berusaha membuat diri saya merasa nyaman di sini,” ucap anak kedua pasangan Dimin (52 tahun), dan Suryawati (48) ini.

Lulus dengan IPK 3,78, Dibyo tidak hanya mengasah kemampuan akademiknya, tapi juga non akademiknya. Dibyo tidak ragu mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kompetisi guna mengasah keterampilan softskill-nya. Mulai dari aktif di Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Ekonomi, menjadi Kepala Departemen (Kadep) di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas, hingga menduduki posisi Direktur Islamic Mini Bank (IMB) FE UNY pada 2015 lalu telah menjadi nilai tambah bagi curriculum vitae-nya.

Selain itu, peraih Peringkat 2 Siswa Berprestasi program IPS di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2011 ini juga pernah memperoleh Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Esai pada gelaran NERS VAGANZA WILAYAH II ILMIKI AND NURSING FAIR 2014 di Universitas Sriwijaya dua tahun lalu. “Orang tua saya sebenarnya sempat meragukan pilihan jurusan saya saat di SMA. Bahkan kakak juga seolah tak percaya saya lebih memilih IPS daripada IPA. Tapi saya mampu buktikan, ini memang pilihan paling tepat untuk saya,” terang lulusan SMA N 1 Muaraenim ini.

Dalam upacara yudisium Periode Oktober , Senin (31/10) lalu, FE UNY meluluskan 83 orang yang terdiri dari 16 orang S1 Kependidikan, 45 orang S1 Non Kependidikan, dan 22 orang Program D3. “Peraih predikat Dengan Pujian sebanyak 16 orang, atau 19,28 %. Dibyo Waskito Guntoro menjadi yang terbaik dengan raihan 3,78. Sedangkan rata-rata keseluruhan IPK pada periode ini adalah 3,38,” ungkap Wakil Dekan I Prof. Sukirno, Ph.D dalam laporannya di bidang akademik. (fadhil)

MAHASISWA BIDIKMISI UNY JUARAI LOMBA DEBAT SOSIAL POLITIK TINGKAT NASIONAL

Tiga mahasiswa UNY berhasil menjuarai lomba debat tingkat nasional yang diadakan di Jakarta, Sabtu sampai Minggu (29-30/10) kemarin. Ketiga mahasiswa ini adalah Listiady Gustian dari Prodi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Eko Siam Muwardi dan Dian Isnawati dari Prodi Pendidikan Ekonomi dari Fakultas Ekonomi (FE). Mereka berhasil menjuarai lomba debat sosial politik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Lomba tersebut dihadiri beberapa perguruan tinggi di tanah air, yakni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), International University Liaison Indonesia (IULI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Jaya Baya, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI, Universitas Hasanudin (UNHAS), Universitas Islam Negeri (UIN) SYARIF HIDAYATULAH, dan UNY.

Lomba debat kali ini mengangkat tema besar sosial politik, dengan sub tema ekonomi, sumber daya, pendidikan, kemaritiman, dan sosial politik. UNY meraih juara setelah mengalahkan IULI di babak penyisihan, Universitas Hasanudin (babak perempat final), STEI SEBI (babak semifinal), dan IPB (babak final). Pertanda kemenangan tim UNY mulai tampak setelah berhasil mengalahkan STEI SEBI di semifinal yang notabene adalah calon kuat peraih juara di lomba kali ini. Di babak final yang berlangsung di Aula Maftuhah UNJ, debat antara UNY dan IPB berlangsung sangat meriah. Masing-masing tim mengeluarkan semua argumen untuk memperdebatkan topik “pengampunan pajak”. Tim UNY berhasil unggul tipis atas tim IPB dengan selisih 3 poin sehingga mengantarkan TIM UNY menjadi juara lomba debat sosial politik nasional 2016 tersebut.

“Kami tidak menyangka mampu menang padahal kami dari kampus pendidikan,” kata Gustian saat diminta pendapatnya. Walau dari kampus pendidikan, namun dewan juri tidak meragukan kemampuan mereka dalam menganalisis masalah ekonomi, demikian dikemukakan para juri saat sesi komentar setelah pertandingan final. Eko Siam mengaku sangat bersyukur atas anugerah Allah SWT yang telah memberikan kelancaran. “Kami memang berasal dari kampus pendidikan, namun kami selalu berdiskusi mengenai masalah sosial politik, terlebih saya masih menjadi pengurus BEM FE UNY,” tambah Eko Siam setelah mendengar pengumuman tersebut. Ketiga anggota tim debat UNY tersebut sekarang masih menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) di UNY walau dengan ormawa yang berbeda-beda.

Selain menghasilkan juara debat, dalam perlombaan tersebut juga menghasilkan pembicara terbaik atau best speaker. Urutan pertama diraih oleh M. Indra dari IPB, kemudian urutan kedua dan ketiga diraih oleh tim UNY yakni Eko Siam Muwardi, dan Listiady Gustian. Menurut mereka, sedikit penghargaan ini didedikasikan kepada Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, MA. “Karena ini adalah akhir dari periode beliau dalam memimpin di kampus kami, dan piala ini juga didedikasikan kepada seluruh mahasiswa bidikmisi UNY agar tetap membidik prestasi agar mampu memotong rantai kemiskinan, juga kepada almamater dan kawan-kawan di kampus agar tetap berprestasi mengharumkan UNY,” tutup Eko. (dian/fadhli)

Pages