Estafet Soal: Inovasi Pembelajaran Interaktif Dukung Pendidikan Berkualitas di SMA Negeri 2 Yogyakarta

Sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, Nanda Fitriyani mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang menjalani praktik mengajar di SMA Negeri 2 Yogyakarta menyelenggarakan permainan edukatif berjudul "Estafet Soal" dalam kegiatan pembelajaran Ekonomi kelas XE-8 pada Kamis (03/09/2026) lalu di jam 13.00-15.15 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas dengan sasaran seluruh peserta didik kelas XE-8 sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Permainan ini dirancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena mendorong metode belajar yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan pemahaman konsep secara merata bagi seluruh siswa.

Kegiatan ini bertujuan melatih kecepatan berpikir, pemahaman konsep, serta kemampuan kerja sama tim peserta didik melalui format kompetisi relai. Dalam pelaksanaannya, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota seimbang, kemudian setiap tim berbaris di depan papan tulis. Guru menampilkan soal secara bersamaan kepada seluruh tim, dan perwakilan pertama dari masing-masing tim maju untuk menuliskan jawaban dalam waktu 45–60 detik untuk soal konsep atau 90 detik untuk soal hitungan. Setelah waktu habis, peserta segera kembali ke barisan dan menepuk tangan rekan berikutnya sebagai tanda pergantian giliran, sementara anggota lain dilarang memberi bantuan atau kode jawaban. Setiap jawaban dinilai dengan skor 10 untuk jawaban tepat, 5 untuk jawaban kurang lengkap, dan 0 untuk jawaban salah atau tidak terjawab, dengan pengurangan 5 poin bagi tim yang melanggar aturan permainan. Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus verifikator jawaban dan memberikan penguatan konsep pada setiap akhir ronde hingga seluruh soal atau seluruh anggota tim mendapat giliran.

Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap suasana belajar di kelas. Peserta didik terlihat lebih antusias dan aktif berdiskusi dalam kelompok, sekaligus terlatih untuk berpikir cepat dan tepat dalam memahami materi Ekonomi. Sistem skor dan kompetisi antartim turut memacu semangat belajar tanpa mengurangi esensi kerja sama, sementara aturan larangan membantu jawaban melatih kejujuran akademik dan tanggung jawab individu. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pemerataan kualitas pemahaman konsep ekonomi di kelas serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan bermutu, sejalan dengan semangat SDG 4.

Metode permainan Estafet Soal diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkala pada materi Ekonomi lainnya sebagai variasi strategi pembelajaran di kelas. Pihak sekolah dan mahasiswa praktikan juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh inovasi pembelajaran yang dapat direplikasi oleh guru mata pelajaran lain guna terus meningkatkan kualitas dan daya tarik proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Yogyakarta. (nnd)