English
Bahasa Indonesia
You are here
Menguatkan Pemahaman SDGS 8 melalui Pembelajaran Ekonomi Kontekstual: Studi Kasus Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Keberlangsungan Usaha dan Sistem Upah Pekerja Kantin SMA Negeri 2 Banguntapan

Naura Kholda Khoirunisa, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) 8 melalui studi kasus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha serta sistem upah pekerja kantin sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 7–14 Agustus di SMA Negeri 2 Banguntapan dengan melibatkan peserta didik kelas XI Fase F, yaitu XI F C1, XI F C2, dan XI F C3. Kegiatan meliputi identifikasi masalah, observasi, wawancara, diskusi, analisis data, penyusunan PowerPoint, presentasi, dan refleksi. Kegiatan ini relevan dengan SDGs 8 karena peserta didik memahami hubungan kebijakan MBG, aktivitas ekonomi kantin, tenaga kerja, sistem upah, dan pekerjaan layak.
Pembelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghubungkan konsep ekonomi dengan permasalahan nyata, khususnya dampak MBG terhadap aktivitas kantin dan sistem upah pekerja. Proses diawali dengan pengenalan fenomena MBG dan identifikasi masalah berdasarkan kondisi sekolah. Peserta didik melakukan observasi dan wawancara dengan pihak kantin selama satu minggu untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jumlah pembeli, pendapatan usaha, kondisi tenaga kerja, dan kemungkinan perubahan sistem upah. Informasi tersebut kemudian didiskusikan dan dianalisis secara berkelompok dengan mengaitkannya pada materi ketenagakerjaan dan sistem upah. Peserta didik selanjutnya merumuskan alternatif solusi, menyusun hasil analisis dalam PowerPoint, mempresentasikan temuan kelompok, dan melakukan refleksi. Mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator, guru Ekonomi sebagai pendamping, peserta didik sebagai pelaksana analisis, serta pihak kantin sebagai sumber informasi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman memahami keterkaitan antara kebijakan pemerintah, perilaku konsumen, keberlangsungan usaha, tenaga kerja, dan sistem upah. Peserta didik menganalisis bagaimana penerapan MBG dapat mengubah pola konsumsi siswa dan berpotensi memengaruhi jumlah pembeli serta pendapatan pedagang kantin. Perubahan aktivitas usaha tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja dan kemungkinan penyesuaian sistem upah. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi berperan sebagai pengamat dan analis terhadap fenomena ekonomi di lingkungan sekolah. Proses pembelajaran melatih peserta didik mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menghubungkan sebab dan akibat, menganalisis data, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan merumuskan solusi. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa perubahan aktivitas ekonomi perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja.
Kegiatan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis SDGs 8 melalui studi kasus MBG diharapkan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Peserta didik tidak hanya memahami sistem upah secara teoritis, tetapi mampu menerapkan konsep tersebut untuk menganalisis permasalahan ekonomi di lingkungan sekolah. Melalui observasi dan wawancara, peserta didik memahami bahwa kebijakan pemerintah dapat memengaruhi aktivitas ekonomi tertentu sehingga dampaknya perlu dianalisis secara lebih objektif. Pembelajaran ini diharapkan memperkuat kepedulian terhadap keberlangsungan usaha, kesejahteraan tenaga kerja, dan pentingnya pekerjaan layak. Sebagai tindak lanjut, pembelajaran kontekstual dapat terus dikembangkan dengan memanfaatkan fenomena serta kebijakan ekonomi sebagai sumber belajar kontekstual. Hasil observasi peserta didik dapat menjadi bahan refleksi bagi guru dan mahasiswa praktikan untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan, sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap SDGs 8. (nau)

Contact Us
Copyright © 2026,