Yessica Praktik Mengajar (PPL) di Malaysia

Yessica

To reach a dream need a lot of efforts and patience, itulah motto hidup yang selalu dipegang teguh oleh Yessica Mega Aprita, mahasiswi Jurusan Pendidikan Akuntansi Kelas Internasional tahun angkatan 2010. Motto hidup itulah yang mengantarkannya untuk mewakili Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam Program Teaching Practicum di Malaysia. Program ini merupakan program kerja sama antara UNY dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Program Teaching Practicum di Malaysia ini dimulai 26 Juni 2013 sampai dengan 29 Juli 2013. Selama di Malaysia para mahasiswa diberi fasilitas tempat tinggal di Kolej Datin Seri Endon yang berada di kompleks kampus UTM di Johore Bahru.

Pada hari pertama dan kedua para mahasiswa diajak untuk visitasi ke Singapura oleh para Pensyarah (Dosen) dari UTM, kemudian di hari berikutnya mahasiswa diberi pengarahan dan dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing akan menempati satu sekolah (dari total empat sekolah).

Ternyata Yessica mendapatkan sekolah terbaik di negeri Johore, yaitu Sekolah Menegah Kebangsaan Bandar Putra (SMKBP) Kulaijaya. Di sana ia mengajarkan mata pelajaran Prinsip Perakaunan (Akuntansi) yang format dan bahasanya berbeda jauh dengan mata pelajaran akuntansi yang ada di Indonesia, karena untuk mata pelajaran ini tidak diperbolehkan menggunakan bahasa Inggris, tetapi bahasa Melayu saja. Murid-murid SMKBP pun terdiri dari beragam etnis, yaitu Melayu, Cina dan India.

Yang menarik disini, tingkat kedisiplinan baik siswa maupun guru di SMKBP sangatlah tinggi, antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran juga sangat tinggi, serta perilaku siswa sangat sopan kepada cikgu (B. Indonesia: guru)-nya. Kegiatan kokulikuler (ekstra kurikuler) di SMKBP ada banyak sekali - mulai dari klub-klub persatuan akademik maupun nonakademik - dan semua siswa diharuskan mengikuti minimal satu kegiatan ekstra kurikuler tersebut.

Di sana juga ada satu program yang tak kalah menarik, yaitu Program NILAM (Nadi Ilmu Amalan Membaca), program ini digalakkan untuk menumbuhkan gerakan siswa gemar membaca sehingga banyak siswa di sana yang gemar membaca buku. Program ini sepertinya patut kita contoh untuk mewujudkan insan-insan Indonesia yang gemar membaca.

Dalam hal kebersihan kelas, pada setiap minggunya ada pengumuman kelas terbersih dan terkotor, bahkan ada piala bergilir untuk kelas terbersih sehingga setiap kelas selalu berlomba-lomba untuk mewujudkan kelas yang bersih setiap harinya. Selain itu, di SMKBP juga ada mata pelajaran Kemahiran Hidup, dimulai dari Kemahiran Hidup Menjahit, Memasak, Bengkel Elektronik, Musik, dan sebagainya. Setelah dilakukan wawancara kepada guru mata pelajaran ini ternyata tujuan dari mata pelajaran ini adalah mendidik para murid agar mempunyai kemahiran hidup dan menciptakan lapangan pekerjaan dari kemahiran hidup tersebut (menjadi wirausaha).

“Pengalaman program Teaching Practicum ini sangat memberikan wawasan dan pengalaman baru yang positif dan sangat bermanfaat untuk diri saya kedepannya, semoga dapat menginspirasi, terima kasih Universitas Negeri Yogyakarta”, ujar Yessica. (dq)

Landung Mahasiswa FE UNY Belum Diwisuda Sudah Ikut Diklat PPS Bank BRI

Prestasi cukup membanggakan bagi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) yang mana salah satu peserta didiknya Landung Dewandoko dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)3,58 berhasil lolos seleksi rekruitmen kader profesional pada Program Pengembangan Staf Bank Rakyat Indonesia (PPS BRI) pada Job Fair yang digelar di UGM pada bulan Maret lalu dengan menyisihkan sebanyak 800 orang hanya diambil 25 orang. Padahal pada waktu seleksi berlangsung tersebut Landung belum lulus masih dalam taraf pengerjaan penelitian skripsinya namun Landung tetap percaya diri dan akhirnya membuahkan hasil. Mulai tanggal 16 September 2013 lalu Landung mulai mengikuti diklat tersebut selama 1 tahun untuk menjadi kader profesional Bank BRI, demikian ucap Landung saat diwawancarai reporter website FE UNY belum lama ini.

Sebenarnya setelah dinyatakan lolos seleksi Landung sudah harus memasuki masa pendidikan diklat selama satu tahun namun karena belum punya ijazah maka ditunda supaya menyelesaikan studinya terlebih dahulu dikarenakan syarat untuk ikut diklat harus mempunyai ijazah. Dengan penuh semangat Landung pun menyusun skripsinya hingga dinyatakan lulus pada yudisium periode 30 Agustus lalu. “Saya sangat bersyukur hingga akhirnya bisa mengikuti diklat PPS BRI di Jakarta semua ini berkat bantuan dari pimpinan fakultas dan universitas”, ucap Putra pasangan Drs. Sudarto, M.Or dan Titin Windiarsih, M.Pd.

Pria kelahiran 16 Mei 1991 ini mengatakan bahwa sejak kuliah ia sudah aktif membantu penelitian beberapa Dosen di jurusan. Sehingga dalam menyelesaikan penelitian tidak banyak mengalami kesulitan dikarenakan sudah punya pengalaman penelitian sebelumnya. Selain itu, ia juga nyambi berbisnis online dan berjualan komputer serta laptop. Semua ini saya lakukan untuk bekal menghadapi persaingan dunia kerja. (Isti)

Termuda tapi Primadona

Sukirdi dan Djazari

Sejumlah 85 siswa yang didampingi 6 orang guru dari SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten Kamis (12/9) lalu berkunjung ke Fakultas Ekonomi (FE) UNY. Dipandu sejumlah mahasiswa yang menjalani KKN-PPL di sekolah tersebut, rombongan diterima oleh Dekan, Dr. Sugiharsono, M.Si., Wakil Dekan II, M. Djazari, M.Pd., beserta Kabag, Kasubag, dan korprodi Akuntansi dan kajur Pendidikan Administrasi Perkantoran. Selain mengenalkan FE UNY secara umum kepada para siswa, rombongan tersebut juga ingin lebih lanjut memahami laboratorium-laboratorium yang menunjang perkuliahan Akuntansi dan Pendidikan Administrasi Perkantoran yang menjadi konsentrasi dari SMK tersebut.

Siang hari tersebut, dengan mengenakan seragam khas jurusan bidang masing-masing, para siswa diajak mengenal FE lebih jauh melalui paparan Dhyah Setyorini, M.Si., Ak. selaku Korprodi Akuntansi S1 dan Joko Kumoro, M.Si. yang merupakan Kajur Pendidikan Administrasi Perkantoran.

Sebelumnya dalam sambutan selamat datang, Sugiharsono menjelaskan bahwa meskipun Fakultas Ekonomi adalah fakultas termuda di UNY – secara yuridis baru berdiri pada 22 Juni 2011 – FE UNY sudah menjadi salah satu favorit calon mahasiswa di setiap tahun. “Meskipun terkecil, tapi primadona,“ cetusnya. “Manajemen dan Akuntansi adalah dua jurusan yang memiliki tingkat persaingan ketat di setiap seleksi,” lanjutnya.

Pada sesi selanjutnya, Ketua Rombongan SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten, Sukirdi, S.Pd. menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan mereka. “Kami ingin mengenalkan FE UNY kepada para siswa-siswi kami, dengan harapan suatu saat mereka bisa melanjutkan di sini. Selain itu, kami juga ingin mengetahui lebih jauh Laboratorium Akuntansi, Auditing, dan Lab Pendidikan Administrasi Perkantoran yang ada di FE ini,” jelasnya.

Di sesi tanya jawab, M. Djazari menjawab pertanyaan terkait beasiswa bidik misi yang memang diminati karena besarnya manfaat yang diperoleh peserta didik. “Beasiswa Bidik misi terbuka bagi calon mahasiswa yang ingin berkuliah tapi merasa dari keluarga tidak mampu, dengan santunan per bulan Rp 600.000,-. Tapi ingat, mereka dituntut harus menyelesaikan studi selama 4 tahun,” terangnya. Selain itu, M. Djazari juga mengingatkan kejujuran bagi yang ingin mendapat beasiswa Bidik Misi ini. “Pihak UNY akan melakukan verifikasi kondisi sebenarnya dari keluarga calon mahasiswa Bidik Misi, di mana pun asal calon mahasiswa tersebut,” ungkapnya. (fadhli)

Monitoring dan Evaluasi Mahasiswa Bidik Misi FE UNY

Mahasiswa Bidik Misi merupakan mahasiswa istimewa dari sisi kompetensi. Dari sisi kemampuan ekonomi tidak punya daya dukung ekonomi tetapi dari sisi akademis dianggap mampu dan bisa sehinga mendapatkan dana beasiswa dari Pemerintah. Menjadi Mahasiswa Bidik Misi sangatlah beruntung dan patut bersyukur oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk belajar dan memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Akan lebih baik jika Mahasiswa Bidik Misi mau mengikuti kegiatan kemahasiswaan, membawa bendera fakultas atau universitas dan berprestasi di tingkat lokal, nasional, ataupun internasional. Diharapkan Mahasiswa Bidik Misi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) dapat lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3, demikian disampaikan Dekan FE UNY Dr. Sugiharsono, M.Si. pada acara Monitoring dan Evaluasi Mahasiswa Bidik Misi FE UNY belum lama ini.

Pembinaan Mahasiswa Bidik Misi FE UNY disampaikan Wakil Dekan I Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., MM mengatakan bahwa, “Mahasiswa khusus, diberikan fasilitas yang khusus, pembinaan khusus, diharapkan lulus dengan predikat yang khusus pula itulah mahasiswa Bidik Misi” mahasiswa Bidik Misi adalah anak emas. Melalui jalur ini, mereka yang memiliki prestasi di sekolah dipilih oleh pemerintah sehingga memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri. Sedangkan siswa lain harus berjuang tapi belum tentu diterima.

“Impian dan cita-cita saja tidak membuat orang menjadi sukses tetapi ingat bahwa tidak ada orang sukses tanpa impian dan cita-cita”, ujar Guru Besar Ilmu Manajemen Bisnis FE UNY.

Selain sebagai anak emas, di UNY mahasiswa Bidik Misi juga merupakan mahasiswa emas, yaitu dengan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari kampus yang tidak didapatkan oleh selain mereka. Sebagai contoh, karena mahasiswa Bidik Misi diprioritaskan untuk lulus tepat waktu, maka mereka mendapatkan kemudahan untuk bertemu dosen selama masa bimbingan skripsi sehingga bimbingan skripsi yang mereka dapatkan lebih intensif.

Selain itu, mereka juga akan diutamakan untuk dilibatkan dalam penelitian-penelitian dan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) dosen untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman sosial dan akademik. Sebaliknya, dengan berbagai fasilitas itu, mahasiswa Bidik Misi juga selayaknya berprestasi emas. Oleh karena itu, hasil belajar mereka akan selalu dipantau melalui MONEV (Monitoring Evaluasi) periodikal, pungkasnya. (Isti)

Sunarta Pegawai FE UNY, Lulus Tercepat Program Pascasarjana S2 UNY

Sebuah prestasi yang cukup menggembirakan bahwa dalam wisuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode Agustus 2013 lalu, Sunarta, M.M., M.Pd. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Fakultas Ekonomi UNY tercatat sebagai lulusan tercepat pada jenjang Magister (S2) Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana (PPs) UNY dengan masa studi 1 tahun 8 bulan serta meraih IPK 3,87 (cumlaude). Prestasi yang sama juga pernah diraih pada waktu menempuh Magister Manajemen di UII Yogyakarta pada tahun 2002 yang dicapai hanya dalam waktu 20 bulan dengan IPK 3,78. Saat menempuh kuliah di PPs UNY, Sunarta mengangkat judul penelitiannya mengenai “Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif, Budaya Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Universitas Negeri Yogyakarta”.

Menurut Sunarta, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, (2) pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai, (3) pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, dan (4) pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan, budaya kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta.

Berdasarkan hasil penelitiannya ada beberapa saran yang diajukan yaitu: 1). Kepemimpinan partisipatif merupakan faktor yang paling tinggi pengaruhnya terhadap kinerja pegawai, sehingga para pemimpin dalam proses pembuatan keputusan perlu menerapkan gaya kepemimpinan yang cocok dengan kondisi para pegawai, 2). Budaya kerja sebagai perekat antar pegawai perlu dijaga, dikembangkan, dan diperkuat melalui praktik kepemimpinan agar dapat meningkatkan kinerjanya, 3). Motivasi kerja pegawai masih perlu ditingkatkan agar kinerjanya juga bisa ditingkatkan. Peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesantunan, kesopanan, kejujuran, dan tanggungjawab dalam bekerja, ungkapnya.

Sunarta merupakan sosok yang gigih dalam menuntut ilmu ini memang sudah terlihat sejak di bangku SMP. Pada waktu masih SMP tahun 1981 di Panggang Gunungkidul, jarak yang harus ditempuh dari rumah ke sekolah kurang lebih 22 km pulang pergi ini dijalaninya dengan sabar dan tekun. Ketika menempuh SMA Sunarta juga menjalaninya dengan penuh penderitaan. Sebagai anak seorang petani dengan penghasilan pas-pasan dengan 5 saudara, pada tahun 1984 nekat melanjutkan sekolah di SMEA Muhammadiyah II Yogyakarta demi mewujudkan cita-citanya.

“Selepas lulus dari SMEA sebelum menjadi PNS di IKIP Yogyakarta (tahun 1990) juga pernah menjadi loper koran, tukang ketik skripsi/tesis, dan sebagai karyawan percetakan di daerah Demangan Yogyakarta”, ucap pria suami dari Nur Wahyu Kurniasari dengan dua putri (Cici-Rahma) ini.

Saat ini pria yang tinggal di Sleman ini aktif di berbagai organisasi dan tulisan-tulisannya banyak mewarnai beberapa jurnal seperti Cakrawala Pendidikan, Informasi, Manajemen Pendidikan, Efisiensi, dan jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan PPs UNY. (Isti)

FE Luluskan S1 dan D3 Tercepat di UNY

Kartu Alumni

Sebanyak 316 lulusan Fakultas Ekonomi (FE) UNY kembali diwisuda pada Sabtu (31/08) lalu. Pada Jumat malam sebelumnya, tak kurang dari 900 hadirin yang terdiri dari para lulusan beserta para orang tua/wali memadati halaman barat FE demi acara Pelepasan Wisuda Periode Agustus 2013. Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran dekanat, senat, kajur dan koprodi, serta kabag dan kasubbag di lingkungan FE. Acara tersebut juga dimeriahkan pertunjukkan tari yang dibawakan mahasiswa FBS dengan menampilkan penggalan kisah Ramayana. Dalam laporannya, Wakil Dekan III, Siswanto, M.Pd., menuturkan bahwa periode kali ini merupakan periode dengan jumlah lulusan terbanyak dengan 316 orang. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 lulusan di antaranya berpredikat cumlaude, yang merupakan jumlah terbanyak dari ketujuh fakultas di UNY,” ungkapnya.

Untuk periode kali ini, lulusan tercepat S1 dan D3 di lingkungan UNY diraih oleh para lulusan FE, tak tanggung-tanggung, dengan predikat cumlaude. Ferdiana Putri Dewi, S.Pd. dari S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 9 bulan dengan raihan IPK 3,67. Sedangkan Wisnu Aditya Pramodawardana, A.Md. hanya memerlukan waktu 2 tahun 9 bulan untuk mendapatkan gelar Diplomanya. Selain itu, Malinda Dwi Aprilianne, A.Md. juga menjadi peraih IPK tertinggi untuk jenjang Diploma dengan raihan 3,85.

Dalam sambutannya mewakili para alumni, Malinda yang kini meneruskan ke jenjang S1 memberikan semangat kepada teman-temannya, “pada hakikatnya, kebahagiaan kita adalah juga kebahagiaan terbesar orang tua, karena kita telah berhasil menyelesaikan amanah yang diberikan. Hari ini bukan akhir, tapi justru awal perjuangan untuk berkontribusi aktif di masyarakat. Orang yang hebat di sisi Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama.”

Sementara Prambudi, wakil dari orang tua/wali, menuturkan dalam sambutannya, “Sebagai orang tua, tentu kami ingin putra/putri yang tidak hanya cerdas, tapi juga sholih dan sholihah, berbakti kepada orang tua. Selain itu, mengutip lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya terlebih dulu, baru bangun badannya,” ujar ayah dari Wisnu Aditya Pramodawardana ini.

Tak lupa, Dekan Dr. Sugiharsono, M.Si. beserta Prof. Dr. Moerdiyanto, M.Pd., M.M. yang merupakan wakil dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNY, menyerahkan para lulusan kepada orang tua masing-masing secara simbolis dengan melepas jaket almamater yang dipakai Wisnu Aditya Pramodawardana serta penyerahan replika kartu IKA kepada alumni. “Jadilah manusia wajib, yang menjadi tumpuan masyarakat dan keluarga, sehingga kehadiran kalian berkontribusi dan sangat diperlukan di tengah-tengah mereka,” tegas Sugiharsono.

Lulusan terbaik dari setiap prodi juga diberikan penghargaan yang disampaikan oleh setiap koprodi kepada alumni yang bersangkutan. (fadhli)

FE UNY Berhasil Raih Proposal PKM-KT 2013 Didanai DIKTI Terbanyak Di UNY

Suasana Pelatihan PKM

Berdasarkan hasil seleksi oleh pakar Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) terpilih sebanyak 253 judul proposal PKM Artikel Ilmian (AI) dari 1020 judul yang diajukan dan 502 judul proposal PKM Gagasan Tertulis (GT) dari 5889 judul yang diajukan.  Sebanyak 22 judul proposal PKM-KT tahun 2013 dari  Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) sebesar Rp. 3.000.000 per judul. Dari 22 judul tersebut, Fakultas Ekonomi (FE) berhasil meraih 6 judul PKM-GT, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 3 judul PKM-GT dan 1 judul PKM-AI, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 3 judul PKM-GT, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 4 judul PKM-GT dan 1 judul PKM-AI serta Fakultas Teknik (FT) 4 judul PKM-GT. Sehingga FE berhasil meraih proposal PKM-KT tahun 2013 didanai Dikti terbanyak di UNY.

Wakil Dekan III FE UNY Siswanto, M.Pd. mengatakan bahwa 6 judul yang didanai tersebut antara lain; “Gerakan Gentong Genteng Tadah Hujan Solusi Kelangkaan Air Bersih di Daerah Rawan Banjir” diketuai Cholid Faizal, “Inovasi Cerobong Sampah Zeolit Sebagai Alat Filtrasi CO (Karbonmonoksida) untuk Mengatasi Masalah Polusi Udara di DIY” diketuai Diah Intan Kusuma, “Entrepreneur Bank Of Indonesia sebagai Solusi Pengentasan Pengangguran Di Indonesia” diketuai Rasinta Fajarina, “Jogja School Bus (JOSBUS) Optimalimasasi Kinerja Bus Umum Sebagai Bus Sekolah Gratis di Provinsi DIY” diketuai oleh Ristiningsih Mulyawati, “Sistem Tiket Bakau (SITEBU) sebagai Solusi Dalam Menangani Dampak Dari Abrasi Pantai Serta Solusi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Pantai di Indonesia” diketuai oleh Surya Jatmika serta “Minibarter: Minimarket Berbasis Agrikultur Terpadu sebagai Solusi Inovatif Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Eksistensi Koperasi Unit Desa” diketuai oleh Urza Aurora Dwi Rumpoko. (Isti)  

Pertama, FE UNY sebagai Fakultas Termuda Lolos Ikuti PIMNAS Ke XXVI

pimnas

Prestasi gemilang diraih Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) sebagai fakultas termuda di UNY berhasil meloloskan 2 proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) untuk maju di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVI Tahun 2013 yang akan diselenggarakan di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 09 – 13 September 2013 mendatang. Prestasi ini merupakan yang pertama kali nya bagi FE UNY ikut berkompetisi pada ajang bergengsi Program Kreativitas Mahasiswa yang merupakan ajang nasional tahunan bidang kemahasiswaan diikuti seluruh perwakilan mahasiswa di Indonesia. PKM FE UNY yang lolos pada bidang PKM-Karya Cipta dan PKM-Pengabdian Pada Masyarakat.

Adapun judul proposal PKM yang lolos PIMNAS yaitu “Pengembangan Sistem Mobile Journal Berbasis Android untuk Referensi Belajar Mahasiswa di Lingkungan Kampus FE UNY” yang diketuai oleh Candra Duta Sinangkling beranggotakan Arip Setiawan, Indra Jaya Krisna Prabawo dengan Dosen Pembimbing Mahendra Adhi Nugroho, SE, M.Sc. serta ““Komigano Pakem” Komik Gaul Stenografi Sebagai Model Pembelajaran Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan” yang diketuai oleh Tiyas Rupiasih beranggotakan Novita Kurniawati, Wahyu Samudra Wardani, Manik Sinatra Murti, Dita Rahmawati Iriyanti dengan Dosen Pembimbing Kurnia Nur Fitriana, SIP.

Menurut Wakil Dekan III FE UNY Siswanto, M.Pd., untuk meraih prestasi gemilang ini tentunya tidak mudah perlu adanya usaha dan upaya guna mendukung kesuksesan mahasiswa dalam menyusun proposal Program Kreatifitas Mahasiswa. Upaya yang dilakukan FE UNY guna mendukung hal tersebut dengan mengadakan kegiatan antara lain; Kiat sukses menembus PKM 2013, Pemantapan PKM yang lolos didanai Dikti 2013, Pelatihan PKM 5 bidang, Sosialiasi pembimbingan PKM bagi Dosen, Pemantapan tahap II PKM dan lain sebagainya. Sehingga dengan lolos nya 2 proposal ke PIMNAS, usaha dan upaya sebelumnya yang kita lakukan telah terbayarkan. Tentunya dengan harapan bisa raih medali emas PIMNAS XXVI di UNRAM. (Isti)

Sikap Mental Positif dalam Mengejar Mimpi

Pak Yanto

Pada masa sekarang ini, menjadi pintar tidaklah cukup untuk mengantarkan menuju sukses. Diperlukan bekal-bekal tambahan lain bagi seorang anak untuk menghadapi zaman di masa depan. Oleh karena itu, Fakultas Ekonomi (FE) UNY membekali calon lulusannya dengan berbagai keterampilan. Salah satu bekal tersebut adalah berupa Pelatihan Pengembangan Diri dan Kiat Menembus Dunia Kerja yang pada tahun ini merupakan periode ketiga. Sebelumnya, para mahasiswa sudah mendapatkan pelatihan leadership dan entrepreneurship dari universitas. Sebelum diwisuda, para lulusan kemudian mendapatkan pelatihan menghadapi dunia kerja. Hal tersebut disampaikan Lina Nur Hidayati, MM dalam penyampaian laporannya selaku Ketua Panitia, pada Kamis (29/08) lalu.

Bertempat di Ruang Auditorium FE UNY, sebanyak kurang lebih 300 calon wisudawan FE UNY mengikuti pelatihan yang pada kali itu menghadirkan Ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. sebagai narasumber. Meskipun sedikit molor karena keterlambatan kedatangan narasumber, namun mahasiswa tetap antusias mengikuti materi sampai selesai.

“Pelatihan ini sebagai bekal dalam mengembangkan diri dan mempersiapkan diri menembus dunia kerja. Menembus dunia kerja dalam artian bagi yang mau bekerja sebagai pegawai ataupun menciptakan lapangan kerja,” urai Dekan, Dr. Sugiharsono, M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka acara siang itu.

Suyanto menegaskan, ada lima pilihan bagi para mahasiswa setelah lulus. Yang pertama yaitu melanjutkan studi, baik D3 ke S1, atau S1 ke S2. Yang kedua menjadi employee, atau pegawai. Yang ketiga self employee, atau seorang freelancer. Yang keempat menjadi seorang entrepreneur. Dan yang terakhir, menikah.

“Sikap mental positif sangat diperlukan dalam menghadapi kehidupan. Berusahalah selalu ambil hikmah dari setiap kejadian. Manusia boleh menutup satu pintu, tapi dengan doa yang lebih sungguh-sungguh dan ikhtiar yang lebih keras, Allah akan bukakan 30 pintu yang lain untuk kita,” ujar lulusan Program Doktoral di Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga enam tahun lalu ini.

“Entrepreneur sejati selalu punya mimpi. Milikilah mimpi yang lebih panjang dari ajal kita, sehingga ketika ajal menjemput kita, masih ada orang lain yang akan meneruskan mimpi itu,” urai salah satu pendiri Primagama ini.

“Dalam menghadiri wawancara kerja, perhatikan ketika kita memasuki ruang wawancara, menuju kursi, dan menjawab pertanyaan, karena boleh jadi (penilaian) tes wawancara sudah dimulai sejak kita mengucapkan salam atau sekedar duduk di kursi,” jelasnya. (fadhli)

Maesyaroh Magang Kerja di Kampung Halaman

May dan Direktur

Jum’at (23/08) lalu Siti Maesyaroh, salah seorang mahasiswi Jurusan Manajemen 2011, baru saja pulang dari Kalimantan. Kepergiannya, selain untuk mengunjungi kedua orang tuanya, juga untuk mengikuti program magang kerja perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Harapan Sawit Lestari. Magang kerja selama satu bulan mulai tanggal 15 Juli-15 Agustus 2013 itu bertempat di KBK Kecamatan Manismata, Ketapang,  Kalimantan Barat. Selama mengikuti magang kerja, May, begitu sapaannya, ditempatkan di kantor cabang Manismata Estate KM 2. Selain mengamati langsung proses kerja perawatan dan pemanenan buah sawit, dia juga mempelajari administrasi dan manajemen kantor kebun. Mulai dari laporan harian, mingguan, hingga bulanan.

PT. Harapan Sawit Lestari hanyalah salah satu dari beberapa perusahaan sawit yang ada di Kalimantan. Perusahaan ini sudah berdiri cukup lama dan hingga saat ini sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin magang kerja di perusahaan. Tidak menutup kemungkinan mahasiswa dari berbagai jurusan baik Manajemen, Akuntansi, Ekonomi, Pertanian, Kehutanan, bahkan Teknik. Bapak Nharong Somchit, selaku chief estate manager mengaku sangat senang dan bangga dengan kedatangan mahasiswa-mahasiswi yang mau magang di kantornya. Dan siapa saja yang ingin magang cukup mengajukan surat permohonan dari fakultas masing-masing.

“Pengalaman magang kerja ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, karena kita tidak hanya mendapat ilmu namun juga pengalaman kerja yang luar biasa,” begitu tutur mahasiswi yang juga aktif di kegiatan Forum Studi Ekonomi Islam UNY ini. Selain magang kerja di perusahaan sawit, sebenarnya May juga ditawari untuk magang di Kantor Cabang Bank Mandiri Syariah, namun karena waktu yang tidak memungkinkan maka ditunda. (May/Fadhli)

Pages