Bukan Sekadar Kentang: Inovasi Asesmen Kreatif melalui Game Literasi Keuangan dalam Pembelajaran Ekonomi
Submitted by feb on Fri, 04/09/2026 - 10:56
Mutya Anugerah Aswad, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), melaksanakan inovasi asesmen kreatif bertajuk “Game Kentang” dalam pembelajaran Ekonomi materi Literasi Keuangan bersama 36 murid kelas X E 5 SMA Negeri 2 Yogyakarta pada Selasa (01/09/26) lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di bawah bimbingan guru pamong, Siti Fatimah, S.E., ini dirancang sebagai alternatif asesmen yang tidak hanya berorientasi pada pengukuran pemahaman materi, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk aktif, kreatif, dan mampu mengomunikasikan pengetahuan yang dimiliki. Penerapan Game Kentang turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pengalaman pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif murid.
Game Kentang diterapkan setelah murid mempelajari materi Literasi Keuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman murid melalui bentuk asesmen yang lebih kreatif dan berbeda dari pengerjaan soal secara konvensional. Media permainan dirancang menggunakan potongan kertas berbentuk kentang goreng yang berisi pertanyaan dari empat kategori, dengan masing-masing kategori terdiri atas lima soal. Murid mengambil satu potongan “kentang” secara acak untuk menentukan soal yang harus dikerjakan. Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang telah dipelajari, murid menuangkan jawabannya dalam bentuk infografis. Pada tahap ini, murid tidak hanya dituntut menemukan jawaban yang tepat, tetapi juga mengolah informasi serta menyajikan pemahamannya secara ringkas, kreatif, dan mudah dipahami melalui desain visual sesuai kreativitas masing-masing.
Penerapan Game Kentang memberikan pengalaman asesmen yang menggabungkan pemahaman materi dengan keterlibatan aktif dan kreativitas murid. Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan setelah kegiatan, 58,8% murid menyatakan setuju bahwa Game Kentang memberikan kesempatan bagi mereka untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, 55,9% murid menyatakan setuju bahwa mereka menjadi lebih memahami konsep Literasi Keuangan setelah mengerjakan soal Game Kentang, sementara persentase yang sama menyatakan bahwa kegiatan tersebut membantu mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan materi Ekonomi. Respons tertinggi terlihat pada penggunaan infografis, dengan 67,6% murid menyatakan setuju bahwa mereka dapat menyampaikan pemahaman mengenai Literasi Keuangan melalui media tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi untuk mengukur penguasaan materi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong keterlibatan, kreativitas, dan kemampuan murid dalam mengomunikasikan pengetahuan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi pembelajaran Ekonomi dalam mendukung terwujudnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas.
Melalui penerapan Game Kentang, diharapkan asesmen dalam pembelajaran Ekonomi dapat terus dikembangkan menjadi lebih variatif dan bermakna bagi murid. Inovasi sederhana seperti penggunaan unsur permainan dan media visual dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda serta membuka ruang bagi murid untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ke depan, pendekatan asesmen kreatif seperti Game Kentang dapat dikembangkan pada berbagai materi dengan variasi media dan aktivitas yang lebih beragam. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memberikan perhatian terhadap proses murid dalam memahami, berpikir kreatif, dan mengomunikasikan pengetahuan. (mty)







