SDGs #4 Pendidikan

Dekan FEB UNY Pimpin Rapat Kerja Perdana AFE-LPTK Periode 2026–2029

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Sutirman, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Fakultas Ekonomi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan periode 2026–2029. Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Kongres V AFE-LPTK yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 23–24 Juli 2026. Kepemimpinan ini menegaskan peran aktif FEB UNY dalam mengawal penguatan tata kelola serta peningkatan mutu pendidikan tinggi ekonomi nasional.

Organisasi AFE-LPTK menaungi 12 fakultas ekonomi LPTK se-Indonesia sebagai wadah kolaborasi dalam menyelaraskan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemahasiswaan.

Mengawali masa bakti kepengurusan, AFE-LPTK menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar pada 18–20 September 2026. Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Dekan dan Wakil Dekan dari seluruh institusi anggota untuk membahas penyusunan program kerja, perubahan anggaran dasar, serta penetapan arah kebijakan asosiasi.

Dr. Sutirman menyampaikan bahwa penguatan sinergi antar-LPTK menjadi kunci utama dalam merespons dinamika pendidikan dan tantangan ekonomi global. Melalui perumusan program yang terintegrasi, AFE-LPTK berfokus pada peningkatkan mutu pengajaran, perluasan publikasi ilmiah bereputasi, serta optimalisasi kerja sama kelembagaan. Peningkatan capaian prestasi mahasiswa anggota AFE-LPTK menjadi perhatian utama.

Langkah strategis kepemimpinan FEB UNY dalam AFE-LPTK ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi berkelanjutan antar-perguruan tinggi LPTK ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan mutu pendidikan tinggi ekonomi di seluruh Indonesia. (ist/fdh)

“How May I Assist You?”: Siswa XI MPLB Asah Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Untuk Bekal Dunia Kerja

Pembelajaran mata Pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) di SMK Muhammadiyah 2 Bantul menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap Susteinable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 Pendidikan Bermutu (Quality Education) dan SGDs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Melalui kegiatan ini, siswa kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) dibekali pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026, melalui pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Salah satu bentuk praktik yang dilakukan Adalah berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Dalam praktiknya, siswa mempelajari kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris yang umum digunakan di tempat kerja. Salah satu ungkapan yang dipraktikkan adalah “How May I Assist You?” sebagai bentuk pelayanan yang sopan dan professional. Siswa juga berlatih menyapa, memperkenalkan disi, menawarkan bantuan, menyampaikan informasi, dan memberikan respons dalam Bahasa Inggris. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga belajar menerapkan etika komunikasi professional. 

Kegiatan pembelajaran berbasis praktik ini mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris dan memahami pentingnya komunikasi yang efektif di dunia kerja. Siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi yang mungkin ditemui ketika memasuki lingkungan kerja. Pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum mahasiswa mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 turut mendukung pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada keterampilan serta siswa memperoleh pengalam langsung dalam menerapkan komunikasi professional. 

Penerapan SDGs 4 diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas dan pengembangan keterampilan yang relevan bagi siswa, sedangkan SDGs 8 diwujudkan melalui penguatan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika professional, dan kemampuan berbahasa Inggris. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Dari ruang kelas, siswa dipersiapkan menjadi generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap menghadapi dunia kerja. (psh)

WSBK 17 Hadirkan Direktur Utama KAI Services

Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerjasama dengan FEB UNY menggelar Workshop Series Bimbingan Karier (WSBK) #17 bertajuk “Peluang dan Strategi Menembus Karir di Perusahaan BUMN”. Kegiatan yang dipandu oleh Dr. Agatha Saputri, M.Pd. selaku Kepala Divisi UUIK dan Humas FEB UNY ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Terbukti, jumlah peserta melesat hingga mencapai 1.352 orang, melampaui target awal penyelenggaraan yang dipatok sebanyak 1.200 peserta.

Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Direktur AKA Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M., yang mewakili Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNY, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin kampus dalam menggembleng lulusan agar menjadi talenta unggul. Selain memberikan pembekalan soft skill dan poin Penghargaan Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM), pihak direktorat juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah daerah untuk memperluas akses beasiswa demi meringankan beban Uang Kuliah Tunggal (UKT). Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi dan berharap materi dari para alumni dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memetakan strategi karier sejak dini.

Sesi pemaparan materi diawali oleh Direktur Utama PT Reska Multi Usaha (KAI Services) yang juga alumnus FEB UNY, Krisna Ariyanto, S.E., dengan topik "Dari UNY Menuju Ruang Kepemimpinan". Dalam paparannya, Krisna menekankan pentingnya pembentukan pola pikir kepemimpinan dan penerapan budaya kerja AKHLAK untuk mencetak talenta tangguh di BUMN. Ia membagikan pengalaman hidupnya serta memberikan tiga prinsip utama dalam meniti karier, yaitu Outwork (bekerja dengan standar lebih tinggi), Outlearn (belajar lebih cepat), dan Outlast (pantang menyerah), sembari mengingatkan bahwa titik awal seseorang tidak menentukan garis finish-nya.

Selanjutnya, narasumber kedua dari BRI Cabang Salatiga, Dwi Pristianto Purbo Nugroho, S.E., M.M., membeberkan panduan teknis mengenai strategi menghadapi tes wawancara dan pemeriksaan kesehatan (medical check-up). Head Collection Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Salatiga tersebut menggarisbawahi bahwa kesiapan pelamar harus mencakup pemahaman mendalam tentang profil perusahaan dan posisi yang dilamar. Selain itu, persiapan fisik dan mental sebelum menjalani tahapan seleksi juga menjadi faktor krusial agar peserta mampu menunjukkan performa terbaik di hadapan tim perekrut.

Tak sekadar menyampaikan materi teknis dan kepemimpinan, kedua narasumber juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan suntikan motivasi kepada para peserta yang didominasi oleh Generasi Z. Mereka mengajak para mahasiswa untuk bersama-sama mendobrak stigma negatif yang sering melekat pada Gen Z, seperti anggapan mudah menyerah. Melalui pembekalan ini, mahasiswa didorong untuk bertransformasi menjadi pribadi yang berdaya tahan tinggi, adaptif, serta siap menghadapi realitas dan dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.

Penyelenggaraan WSBK #17 ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pemberian bimbingan karier, peningkatan literasi dunia kerja, serta penguatan soft skill mahasiswa, UNY berkontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap terserap di pasar kerja profesional. Upaya ini tidak hanya memperluas kesempatan kerja yang layak bagi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga mendukung penguatan sumber daya manusia unggul guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (ist/fdh)

Agatha SaputriDwi Pristianto

Mahasiswa PK UNY Hadirkan Wajah Baru Perpustakaan SMK Abdi Negara Lewat Revitalisasi dan Poster Edukatif

Sebagai langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke–4 terkait Pendidikan Berkualitas (Quality Education), mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar aksi revitalisasi perpustakaan di SMK Abdi Negara, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Program kerja ini dilaksanakan secara berkesinambungan sejak pertengahan Juli hingga September 2026. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah seluruh warga sekolah, terutama para siswa yang membutuhkan sarana literasi yang kondusif dan terstruktur guna menunjang kegiatan belajar mengajar kejuruan.

Program ini dirancang untuk mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai pusat sarana belajar yang bersih, teratur, dan kaya akan informasi edukatif. Rangkaian aksi diawali dengan pembenahan area fisik, mencakup pembersihan ruang baca, penyapuan, pengepelan, hingga pelapisan rak buku agar tampak lebih rapi, dan estetis. Setelah itu, mahasiswa PK mengelompokkan seluruh koleksi buku berdasarkan tingkatan kelas, program keahlian (Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, serta Pemasaran), serta kategori mata pelajaran umum maupun kejuruan, hingga kategori buku bacaan dan novel fiksi/non–fiksi. Guna memperindah suasana sekaligus menghadirkan edukasi visual, mahasiswa PK mendesain dan menempelkan berbagai poster edukatif, seperti imbauan budaya membaca, tata tertib perpustakaan, dan petunjuk denah rak buku. Mahasiswa PK juga memperbarui sistem sirkulasi dengan mencetak dokumen “Daftar Peminjaman Buku Perpustakaan TA 2026/2027”. Seluruh proses pembenahan ini berjalan atas koordinasi erat antara mahasiswa PK dan koordinator pengelola perpustakaan SMK Abdi Negara Muntilan.

Revitalisasi ini membawa perubahan positif yang bermakna bagi kenyamanan dan kemudahan siswa dalam mengakses bahan bacaan. Penataan koleksi yang sistematis, baik untuk buku pelajaran maupun koleksi novel dan buku bacaan umum, serta kehadiran poster–poster edukatif membantu siswa menemukan referensi belajar dan hiburan literasi dengan cepat sekaligus memicu kesadaran untuk menjaga ketertiban ruang baca. Penyediaan format pencatatan peminjaman yang baru pun turut mewujudkan tertib administrasi perpustakaan. Langkah ini secara langsung mendukung Target SDGs 4 dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang ramah, aman, inklusif, dan efektif bagi seluruh peserta didik.

Dengan hadirnya suasana baru di perpustakaan SMK Abdi Negara Muntilan, minat baca dan budaya literasi para siswa diharapkan dapat makin meningkat. Pihak sekolah juga diharapkan dapat merawat serta melanjutkan sistem tata kelola dan fasilitas edukatif yang telah diperbarui ini agar manfaatnya terus dirasakan oleh generasi siswa mendatang. (ans)

Pintu Pertama Pelayanan Sekolah: Implementasi Piket Lobi sebagai Bentuk Kelembagaan yang Tertib dan Akuntabel Mendukung SDGs 16 di SMA Negeri 1 Jetis

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan piket lobi di SMA Negeri 1 Jetis sebagai bentuk pelayanan administratif harian bagi warga sekolah. Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa, 21 Juli 2026 hingga Jumat, 11 September 2026 yang dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK. Salah satu mahasiswa yang bertugas adalah Mariska Febrianasari dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh siswa, guru, orang tua, serta tamu dari luar sekolah yang memerlukan pelayanan di area lobi. Sebagai pintu pertama pelayanan sekolah, kegiatan piket lobi ini berkontribusi langsung dalam mendukung pencapaian tata kelola administrasi yang tertib dan akuntabel.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan sekolah yang tertib, terdokumentasi, dan mudah dipertanggungjawabkan. Kegiatan piket dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK, dengan pembagian jam sesuai kebutuhan sekolah yaitu mulai pukul 07.00-15.00 WIB. Mariska biasanya mendapat jadwal piket pagi pukul 07.00-09.00 atau piket siang pukul 12.00-14.00 WIB. Pada sesi pagi, mahasiswa piket melakukan pencatatan dan menangani siswa yang terlambat masuk sekolah akibat berbagai alasan seperti terlambat bangun, terjebak kemacetan lalu lintas, maupun keperluan mendesak seperti mencetak tugas sebelum masuk kelas. Selain itu, mahasiswa piket juga bertugas menerima surat izin yang dititipkan langsung oleh orang tua siswa agar disampaikan ke kelas sebagai bagian dari komunikasi antara pihak keluarga dan sekolah. Pada sesi siang, mahasiswa piket menerima tamu dari luar sekolah, seperti pihak kepolisian dan pegawai Bank Mandiri, mengarahkan tamu yang mencari ruang aula, waka, atau ingin bertemu guru, serta melayani siswa yang izin meninggalkan pembelajaran karena sakit atau keperluan mencetak tugas maupun latihan lomba. Siswa yang sakit hanya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan surat keterangan dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Seluruh proses tersebut melibatkan mahasiswa PK, guru piket, guru mata pelajaran, serta petugas UKS, dan diwajibkan melalui mekanisme surat resmi yang dicatat dan diberi cap oleh petugas lobi.   

Melalui pelaksanaan piket lobi, mahasiswa PK belajar menerapkan prinsip pelayanan publik yang tertib, transparan, dan akuntabel di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mencakup pencatatan keterlambatan siswa, penerbitan surat izin, serta penerimaan dan pengarahan tamu sesuai prosedur yang berlaku. Pelaksanaan piket membantu menciptakan administrasi yang lebih rapi, terorganisir, dan mudah ditelurusi kembali sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Selain itu, pelayanan yang dilakukan secara teratur turut menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga sekolah maupun tamu yang berkunjung. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini memberikan pengalaman secara langsung dalam menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan. Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan SDGs 16 yang mendorong terciptanya kelembagaan yang efektif, inklusif, transparan, dan akuntabel termasuk dalam lingkungan pendidikan.

Ke depannya, diharapkan sistem piket lobi ini dapat terus dijalankan secara konsisten oleh mahasiswa PK selanjutnya sebagai bagian dari budaya pelayanan sekolah yang tertib dan berkelanjutan. Mahasiswa PK juga berharap pengalaman ini dapat ditindaklanjuti dengan evaluasi berkala terhadap alur pelayanan lobi misalnya melalui penyusunan buku panduan piket, digitalisasi pencatatan surat izin dan kunjungan tamu, serta sosialisasi prosedur pelayanan kepada seluruh warga sekolah agar semakin dipahami dan dipatuhi bersama. Dengan demikian, pelayanan kepada siswa, guru, orang tua, dan tamu sekolah dapat terus ditingkatkan kualitasnya sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mewujudkan kelembagaan pendidikan yang tertib, akuntabel, dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 16 di masa mendatang. (mrs)

Wujudkan Pembelajaran Inklusif melalui Model STAD dan Peer Teaching Berbasis SDGs 4 di SMK Negeri 1 Jogonalan

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Yola Indri Rahayu, melaksanakan kegiatan pembelajaran Akuntansi Keuangan pada Kamis (10/09/26) lalu di SMK Negeri 1 Jogonalan, Klaten. Kegiatan ini menyasar siswa kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) yang dipadukan pendekatan peer teaching pada materi Piutang Wesel. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa PK dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan ini bertujuan menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, serta memberikan kesempatan belajar yang merata bagi seluruh siswa. Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian, karakteristik, dan jenis-jenis piutang wesel, dilengkapi contoh perhitungan dan pencatatan transaksi. Siswa selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar secara heterogen, dengan setiap kelompok terdiri atas siswa berkemampuan berbeda. Pada tahap diskusi kelompok, siswa mengerjakan latihan soal secara bersama, di mana siswa yang telah memahami materi membantu menjelaskan langkah penyelesaian kepada teman yang masih kesulitan. Setelah diskusi kelompok selesai, setiap siswa mengerjakan kuis individu untuk mengukur pemahaman masing-masing terhadap materi yang telah dipelajari.

Penerapan model STAD dan peer teaching ini memberikan dampak positif bagi peserta didik. Siswa yang berperan sebagai peer teacher memperkuat pemahamannya sendiri saat menjelaskan materi kepada teman, sementara siswa yang mengalami kesulitan memperoleh penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami dari teman sebaya. Suasana belajar menjadi lebih aktif dan interaktif karena seluruh siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain manfaat akademik, kegiatan ini turut melatih keterampilan kerja sama tim, komunikasi, dan tanggung jawab siswa dalam kelompok, yang menjadi bekal penting bagi siswa SMK dalam menghadapi dunia kerja. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs 4 tampak dari terciptanya pemerataan kesempatan belajar bagi siswa dengan kemampuan beragam serta peningkatan kualitas proses pembelajaran secara menyeluruh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan model pembelajaran kolaboratif seperti STAD dan peer teaching dapat terus diterapkan dan dikembangkan di SMK Negeri 1 Jogonalan, tidak hanya pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang membutuhkan pemahaman konsep secara mendalam. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi berkelanjutan mahasiswa PK UNY dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berpusat pada siswa, sejalan dengan tujuan SDGs 4. (yla)

 

Dari Kelompok Ahli ke Kelompok Sahabat: Strategi Tutor Sebaya Wujudkan Pembelajaran Akuntansi Bermakna SMK Negeri 1 Jogonalan

Sebagian bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Febita Nur Eka Safitri menerapkan model pembelajaran tutor teman sebaya pada mata pelajaran Dasar-Dasar Keahlian Akuntansi dengan materi Proses Bisnis Perusahaan Akuntansi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (10/09/26) lalu bertempat di ruang kelas X AKL 3 SMKN 1 Jogonalan, dengan sasaran 36 peserta didik kelas tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), karena berupaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui pendekatan kolaboratif yang berpusat pada peserta didik.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi Proses Bisnis Perusahaan Akuntansi melalui interaksi aktif antarsiswa, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan siswa dalam menjelaskan materi kepada teman sebayanya. Proses pelaksanaan diawali dengan pembentukan kelompok ahli, di mana siswa 36 siswa kelas X AKL 3 dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan sub-topik tertentu dari materi proses bisnis perusahaan akuntansi secara mendalam bersama anggota kelompoknya. Setelah diskusi kelompok ahli selesai, setiap anggota kembali ke kelompok asal untuk berperan sebagai fasilitator yang memantau jalannya diskusi, memberikan arahan, serta memastikan setiap peserta didik memahami materi secara menyeluruh.

Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. siswa terlihat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan menjelaskan materi kepada teman-temannya, serta lebih memahami konsep proses bisnis perusahaan akuntansi dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Model tutor teman sebaya ini juga melatih keterampilan sosial, tanggung jawab, dan kerja sama antarsiswa, yang secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian SDGs poin ke-4 dalam hal pemerataan akses terhadap pembelajaran berkualitas serta pengembangan keterampilan yang relevan bagi masa depan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pembentukan karakter kolaboratif siswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di bidang akuntansi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan model pembelajaran tutor teman sebaya dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, tidak hanya pada mata pelajaran Dasar-Dasar Keahlian Akuntansi, tetapi juga pada mata pelajaran lain yang memerlukan pemahaman konsep secara mendalam. Pihak sekolah dan guru pamong diharapkan dapat mendukung penerapan metode ini sebagai salah satu strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. (fne)

Digitalisasi Presensi dan Ulangan Harian Dukung Penerapan SDG 12 dalam Praktik Kependidikan

Muhammad Rizqi Bagas Satrio, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program digitalisasi administrasi dan evaluasi pembelajaran di SMK Negeri 2 Purworejo melalui penerapan sistem presensi paperless dan ulangan harian berbasis website, Kamis (10/09/26) lalu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan pembelajaran sekaligus mengurangi penggunaan kertas di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai alternatif dalam mengurangi penggunaan sumber daya berupa kertas.

Program digitalisasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menciptakan proses administrasi pembelajaran yang lebih efisien dan praktis. Sistem presensi dikembangkan secara mandiri menggunakan Google Apps Script dan dapat diakses oleh siswa melalui website dengan menggunakan NIS dan kata sandi masing-masing. Presensi dilakukan dalam dua tahap, yaitu presensi awal dan presensi akhir pembelajaran. Sistem tersebut dilengkapi dengan pencatatan waktu secara real-time, sehingga waktu kehadiran siswa dapat diketahui secara lebih akurat. Presensi akhir diterapkan untuk mengetahui keberadaan siswa hingga akhir kegiatan pembelajaran, terutama dalam kondisi ketika terdapat siswa yang meninggalkan kelas di tengah pembelajaran karena keperluan tertentu. Sementara itu, sistem ulangan harian juga dilaksanakan secara digital dengan dilengkapi fitur waktu pengerjaan secara real-time.

Dalam pelaksanaannya, siswa menggunakan sistem digital tersebut secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Pada ulangan harian, siswa dapat melihat waktu yang tersisa selama mengerjakan soal, sedangkan sistem dirancang agar soal tidak dapat disalin secara langsung sehingga dapat membantu meminimalkan potensi kecurangan dalam pelaksanaan evaluasi. Penerapan program ini memberikan alternatif terhadap penggunaan lembar presensi, soal, dan lembar jawaban berbahan kertas sekaligus membantu mendokumentasikan data pembelajaran secara digital. Program ini memiliki keterkaitan dengan SDG 12 melalui upaya mengurangi penggunaan kertas dan mendorong penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Program ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan  inovasi  digital untuk menjawab kebutuhan administrasi dan evaluasi pembelajaran. “Keren kak, membuat kita beradaptasi di dunia kerja dan perkuliahan di era digital,” ujar salah seorang siswa.

Penerapan sistem presensi paperless dan ulangan harian berbasis website menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam menghadirkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Ke depan, pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi dan pembelajaran diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin efisien, adaptif, dan ramah lingkungan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UNY dalam mendukung pencapaian SDGs melalui kegiatan pendidikan dan praktik kependidikan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. (mrb)

Wujudkan Kantor Paperless, Intip Aksi Siswa Kelas 11 MPLB Kuasai E-Arsip Lewat Cloud Computing

Guna merespons tantangan era digitalisasi sekaligus mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4 (Quality Education) dan Poin 12 (Responsible Consumption and Production), sebuah kegiatan pembelajaran inovatif bertajuk "Wujudkan Kantor Paperless, Intip Aksi Siswa Kelas 11 MPLB Kuasai E-Arsip Lewat Cloud Computing" sukses diselenggarakan pada Rabu (09/09/26) lalu. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme di Laboratorium Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Muhammadiyah 2 Bantul ini, diinisiasi dan dipandu langsung oleh Arinda Rahmawati, salah satu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK). Program ini menyasar seluruh siswa kelas 11 MPLB sebagai langkah strategis untuk mentransformasi kebiasaan kearsipan konvensional menuju format digital yang sejalan dengan tuntutan perkantoran masa depan.

Pembelajaran praktik ini dirancang khusus untuk membekali siswa dengan kompetensi teknis yang selaras dengan kebutuhan industri saat ini, sembari menanamkan kesadaran akan budaya kerja ramah lingkungan. Dalam pelaksanaannya, Arinda Rahmawati membimbing para siswa langkah demi langkah dalam membedah teknologi cloud computing melalui pemanfaatan fitur Google Drive sebagai ruang penyimpanan e-arsip. Para siswa diajak melakukan simulasi nyata operasional kantor modern, mulai dari proses alih media dokumen fisik menjadi digital, klasifikasi, penyusunan hierarki folder yang sistematis, hingga pengaturan hak akses keamanan data (sharing permission). Tidak hanya itu, mereka juga mempraktikkan teknik penemuan kembali arsip (information retrieval) yang membuktikan bahwa pencarian dokumen dapat dilakukan secara instan hanya dalam hitungan detik.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan progres yang sangat impresif, di mana seluruh siswa mampu menyusun dan mengoperasikan sistem kearsipan berbasis cloud secara mandiri. Bagi para siswa, pengalaman praktis ini efektif memangkas kesenjangan antara teori di kelas dengan realitas dunia kerja, sehingga kesiapan dan daya saing mereka sebagai calon tenaga administrasi profesional semakin terasah. Hal ini dirasakan langsung oleh para peserta, seperti yang diungkapkan oleh Mischa, "Dulu saya hanya memanfaatkan drive sebagai tempat penyimpanan tapi setelah praktik ini, saya jadi tahu cara menyusun dan menemukan dokumen di drive dengan cepat." Senada dengan hal tersebut, siswa lainnya bernama Bela menuturkan, "Praktik ini benar-benar membuka wawasan. Saya jadi lebih siap dan percaya diri untuk menjalankan PKL nanti karena sudah terbiasa mengelola dokumen." Di sisi lain, terobosan ini juga memberikan kontribusi nyata pada pencapaian SDG 4 dengan menghadirkan pendidikan vokasi yang bermutu, dan adaptif terhadap teknologi. Pada saat yang bersamaan, aksi nyata paperless office ini menjadi wujud implementasi SDG 12 yang sangat efektif untuk menekan konsumsi kertas, meminimalisir limbah dokumen, serta menghemat ruang fisik dan biaya operasional.

Melalui keberhasilan program simulasi ini, diharapkan para siswa tidak hanya sekadar cakap mengoperasikan teknologi cloud computing, tetapi juga kelak mampu membawa budaya kerja yang efisien dan peduli kelestarian lingkungan saat terjun ke dunia industri. Sebagai tindak lanjut yang berkelanjutan, SMK Muhammadiyah 2 Bantul menyambut baik inovasi ini dan berkomitmen untuk terus mempertahankan serta mengembangkan modul praktikum e-arsip yang lebih baik. Dengan demikian, ekosistem pembelajaran yang modern dan hijau ini dapat terus diwariskan untuk mencetak generasi lulusan MPLB yang unggul, tanggap teknologi, dan berwawasan keberlanjutan. (ard)

Pengaplikasian Paperless Office dalam Pembelajaran MPLB di SMK N 2 Purworejo Dorong Pembelajaran Ramah Lingkungan

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta, Daffa Zain, melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas 11 MPLB SMKN 2 Purworejo dengan konsep Paperless Office secara penuh guna mendukung SDGs 12, Rabu (09/09/26) lalu.

Penerapan paperless office ini menghapus penggunaan kertas dalam seluruh kegiatan pembelajaran, mulai dari penyusunan bahan ajar, penyampaian materi, penugasan, asesmen hingga evaluasi pembelajaran. Seluruh rangkaian pembelajaran dialihkan menggunakan platform digital seperti Canva untuk penyampaian materi, Microsoft Office dan Google Drive untuk penugasan, serta Google Form untuk refleksi pembelajaran. Seluruh platform digital yang disebutkan diakses dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah maupun ponsel pintar pribadi milik murid.

Penerapan paperless office ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi konsumsi kertas di lingkungan sekolah, namun juga memberikan pengalaman nyata bagi murid kelas XI MPLB SMKN 2 Purworejo. Sebagai calon tenaga administrasi dan layanan bisnis pada zaman digital, para murid secara langsung berlatih mengenai surat dan arsip digital, serta penyimpanan berbasis awan.

Meski terdapat beberapa kendala seperti performa beberapa PC yang kurang baik dan koneksi yang tidak selalu stabil, murid tetap relatif aktif, utamanya aktif bertanya saat mereka menemukan fitur baru pada software yang belum mereka pahami. Murid menyambut baik konsep paperless office ini, sebab mengurangi pengeluaran mereka untuk membeli kertas dan mengurangi effort untuk tulis tangan. Beberapa murid menyampaikan:

Kalau paperless lebih enak pak, karena lebih simple, lebih hemat, dan praktis juga

-    Murid MPLB SMKN 2 Purworejo

Kalau pakai kertas lebih lama pak, boros uang. Kemudian beberapa anak tulisannya kurang bagus, susah dibaca dan lebih lama juga

-    Murid MPLB SMKN 2 Purworejo

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan murid-murid kelas 11 MPLB SMKN 2 Purworejo dapat mengurangi konsumsi kertas tanpa mengurangi kualitas pembelajaran yang ada. Dan juga mencapai target SDGs 12 mengenai konsumsi yang bertanggung jawab.

Pages