SDGS #1 KEMISKINAN

Teliti Mahasiswa Kelas Karyawan, Kustitik Raih Doktor Pendidikan Ekonomi

Dosen Pendidikan Administrasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kustitik, berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Ekonomi setelah sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Model Keputusan Investasi Pendidikan pada Mahasiswa Kelas Karyawan". Sidang disertasi ini berlangsung di Program Doktoral FEB Universitas Negeri Malang (UM) pada Kamis (16/5) lalu.

Disertasi Kustitik disusun di bawah bimbingan tiga promotor, yaitu Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Si., Prof. Dr. Hari Wahyono, M.Pd., dan Dr. Dwi Wulandari, M.M., CFP. Dalam sidang terbuka tersebut, Kustitik mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Cipto Wardoyo, M.Pd., Prof. Dr. Nasikh, M.P., M.Pd., Dr. Endang Sri Andayani, serta Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. dari FEB UNY yang bertindak sebagai penguji eksternal.

Penelitian dalam disertasi ini mengangkat isu mahalnya biaya pendidikan di Indonesia yang membuat akses ke pendidikan tinggi sulit bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah. Kustitik menyampaikan bahwa program kelas karyawan menjadi salah satu solusi untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan formal. Namun, status sebagai karyawan sering menjadi kendala utama dalam menyelesaikan studi, sehingga banyak mahasiswa gagal dalam investasi pendidikan.

Melalui metode survei eksplanatif, penelitian Kustitik melibatkan 316 responden dari Universitas Pamulang dan Universitas Sutomo. Hasil analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program Smart PLS versi 3 menunjukkan bahwa sosialisasi keuangan keluarga dan penggunaan jejaring sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa literasi keuangan dan internal locus of control merupakan faktor mediasi yang signifikan dalam mempengaruhi keputusan investasi pendidikan.

Dengan pencapaian ini, Kustitik diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang Pendidikan Ekonomi, khususnya terkait dengan kebijakan pendidikan yang inklusif dan terjangkau bagi masyarakat luas. Temuan-temuannya dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam mengembangkan program-program yang mendukung pendidikan berkelanjutan bagi pekerja ataupun masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. (fdhl)

Business Administration Mentoring and Creative Marketing for Women Farmers Group

The Faculty of Economics and Business, Yogyakarta State University (FEB) carried out community service activities aimed at encouraging economic empowerment at the local level some time ago. The lecturer team from FEB UNY and the Faculty of Vocational Studies (FV) UNY consists of Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., Dr. Kiromim Baroroh, S.Pd., M.Pd., Dr. Ahmad Hafidh Saiful Fikri Hall, SE., M.Sc. and Rr. Chusnu Syarifa Diah Kusuma, S.A.B., M.Si.. This activity, which targets women farmer groups (KWT), involves educational staff, namely Dating Sudrajat, S.A.P., and five students at UNY.

The business administration assistance process involves intensive training regarding bookkeeping, preparing financial reports, and inventory management. KWT members learn to optimize their administrative processes so they can manage their business more efficiently. Meanwhile, in creative marketing assistance, the FEB UNY lecturer team guided KWT Dadi Makmur in designing unique and interesting marketing strategies. The use of social media, developing creative promotional materials, and implementing innovative marketing concepts are the main focus in building a positive image for KWT's local products.

Dr. Sutirman, M.Pd as Deputy Dean for Academic, Student Affairs and Alumni FEB UNY who is also the PkM implementing team in his speech emphasized, "This service activity is a form of the university's commitment to supporting local economic development. This program is not just training, but is also a long-term investment in building the capacity and potential of village communities."

In line with this, Dr. Kiromim Baroroh, M.Pd as Chair of the FEB UNY Lecturer Team stated, "This assistance is a stimulus so that the cadres or administrators of KWT Dadi Makmur have good capacity in administrative and technical organizational management so that the existing potential can be developed and the products produced could be more optimal."

KWT member Dadi Makmur also expressed his gratitude to the FEB UNY lecturer team for the guidance they provided. Mrs. Hj. Rumiyati, the Chair of KWT Dadi Makmur said, "This assistance not only helps us increase sales but also gives us the confidence to continue to develop."

With the success of this program, it is hoped that similar empowerment can continue to be implemented to support economic growth and community welfare in Indonesia. (lasmi)

BUMDes May Accelerate Village's Economic Growth

The village is one of the smallest government units that has direct contact with the community. Therefore, the role of villages in helping to realize community prosperity and welfare is very significant. Through the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration (Kemendes), village governments can play a role in improving the welfare of their citizens. Currently, Village-Owned Enterprises (BUMDes) have been established in many regions in Indonesia, but they are still not optimal. Harlina Sulistyorini, Director General of Economic Development and Investment in Villages, Disadvantaged Regions, and Transmigration delivered her speech in a practitioner lecture at the Faculty of Economics and Business UNY, on Wednesday (1/11).

The Dean of FEB Prof. Dr. Siswanto in his welcome speech said that FEB UNY has its focus on developing UKM (Small and Medium Enterprises). "The core of FEB UNY is the development of MSMEs and of course, most of them are in villages. There are not as many national and international companies as there are MSMEs. "The topic of SME development is also one of the focuses at the AFEBI meeting at FEB UNY this year," he explained.

The Vice Chancellor for Academic and Student Affairs of UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M. Kes., AIFO. officially opened the event. “UNY and the Ministry of Village are like brothers because the minister is also a UNY graduate. Many village people have gone to the city, but in the city, there are already many great people. Why don't we build villages? UNY has the “Kampung Emas” (Golden Village) or “UNY Bangun Desa" (UNY Build Villages) program which this year is taking place in Seyegan. "We help develop village income generation," he explained.Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Harlina invited students to identify potentials in their villages that could be developed and become a source of welfare for their residents. Dwi, one of the students from Wonogiri said that the business in his village that has been handed down for generations is traditional herbal medicine, but now its glory is disappearing even before they were born. Innovation is certainly needed to revive and rebuild the reputation of traditional herbal medicine. Speech by the Vice Chancellor for Academic and Student Affairs

“There must be product empowerment through BUMDes. If necessary, villages should not only create their BUMDes but also establish BUMDes between villages," explained Harlina.

Harlina emphasized that BUMDes can engage in various types of businesses, including natural resource management, cultural management and preservation, processing and increasing added value based on local resources, microfinance services, internet management, acting as an intermediary for goods, services, and agencies, and more. However, it is important for BUMDes not to compete with community businesses, especially those at the individual and household scale, in order to avoid harming them. "BUMDes must be able to trigger the growth of community economic businesses," continued Harlina. (fdhl)

Pengajian dan Buka Bersama 2024: FEB UNY Sampaikan Santunan ZIS kepada Duafa

Pada Rabu (27/3), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar acara pengajian dan buka bersama yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang. Para peserta terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan FEB UNY. Acara tersebut berlangsung di Musala Al Fatih FEB UNY dan dihadiri oleh segenap pimpinan fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. menyampaikan acara ini diselenggarakan sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, terutama memanfaatkan momentum bulan Ramadhan. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Dekan Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Sumber Daya (PKUSD), Dr. Mustofa, M.Sc., atas laporan pertanggungjawaban Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS). Kegiatan sosial tersebut telah diadakan sebelum UNY memulai kegiatan pentasaruhan sosial baru-baru ini, sebagai upaya fakultas dalam melaksanakan prinsip surat Al Ma'un.

Pada kesempatan tersebut, Ustaz Hidayaturrahman, M.Pd memberikan uraian tausiah mengenai pentingnya kesabaran dan ketakwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beliau mengingatkan bahwa setiap orang pasti akan mengalami kematian, dan bahwa kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi ujian hidup. "Sabar ada dalam tiga hal, yaitu dalam menaati perintah Allah, menghadapi kemaksiatan, dan menghadapi musibah, dan ini merupakan hal yang penting untuk dipraktikkan, dan kita latih dalam bulan Ramadhan ini yang merupakan Syahrut Tarbiyah (bulan pendidikan-red)," urainya.

"Dalam hadis Nabi Muhammad saw., disampaikan 'laa taghdhob, walakal jannah', bahwa seseorang yang dapat mengendalikan amarahnya akan mendapatkan surga. Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini, hendaknya setiap individu dapat memaksimalkan waktu untuk meningkatkan kesabaran dan mendekatkan diri kepada Allah," tambahnya.

Sebagaimana disampaikan Dekan FEB, acara tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas spiritualitas bagi seluruh peserta, sehingga memperbaiki kinerja dan produktivitas segenap civitas academica, serta bantuan ZIS yang telah disampaikan diharapkan menjadi amal jariyah yang tercatat sebagai amal baik di sisi Allah SWT dan sekaligus membantu upaya pengentasan kemiskinan. (fdhl)

Bakti Sosial Dharma Wanita Persatuan FEB UNY: Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan

Dharma Wanita Persatuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (DWP FEB UNY) menggelar acara Bakti Sosial ke Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Al Barokah di Ketandan, Madurejo, Prambanan, Sleman, Sabtu (23/3) lalu. Acara yang juga dihadiri oleh jajaran dekanat FEB UNY dan Ketua Dharma Wanita Persatuan UNY ini menjadi momen untuk memberikan bantuan serta menyemangati anak-anak dan kaum dhuafa.

Sambutan disampaikan oleh Ketua Yayasan Panti Al Barokah, Sumaryadi, S.Pd., yang menyambut kedatangan rombongan DWP FEB UNY usai menjalankan salat Duha. Sumaryadi menjelaskan bahwa yayasan yang berdiri sejak 10 Februari 2003 ini memberikan asuhan kepada anak-anak dari berbagai tingkatan pendidikan, dari SD hingga perguruan tinggi. Setiap tahun, pada malam tanggal 17 Ramadhan dan 10 Muharram, panti asuhan memberikan santunan kepada anak-anak di dalam dan di luar panti, serta kaum lanjut usia. Dirinya berharap agar anak-anak yang mereka asuh dapat menjadi generasi yang sholeh dan sholehah.

Prof. Dr. Siswanto, selaku Dekan FEB UNY, turut memberikan sambutan dalam acara ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sebagai bentuk pengamalan dari ajaran Surat Al-Ma'un. "Bantuan yang dikumpulkan dari para dosen dan tenaga kependidikan FEB UNY, serta dibantu DWP UNY ini, kami harap membawa kebahagiaan bagi anak-anak panti," terangnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada panti, serta doa bersama untuk keberkahan bagi semua pihak yang terlibat yang dipandu oleh pengurus Panti Asuhan Al Barokah, Mukhtar Zaenali. (isti/fdhl)

Pendampingan Administrasi Bisnis dan Creative Marketing pada KWT Dadi Makmur oleh Tim Dosen FEB UNY

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi di tingkat lokal beberapa waktu lalu. Tim dosen dari FEB UNY dan Fakultas Vokasi UNY terdiri dari Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., Dr. Kiromim Baroroh, S.Pd., M.Pd., Dr. Aula Ahmad Hafidh Saiful Fikri, SE., M.Si. dan Rr Chusnu Syarifa Diah Kusuma, S.A.B., M.Si yang merupakan pakar di bidang administrasi bisnis dan pemasaran kreatif. Kegiatan yang menyasar kelompok wanita tani (KWT) ini melibatkan tenaga kependidikan, yakni Dating Sudrajat, S.A.P. dan lima mahasiswa yakni Nesya Della Andriana, Putri Arum Dita Tahnia, Fitri Indah Yanti, Nida Aulia, dan Heni Setiyaningsih.

Proses pendampingan administrasi bisnis melibatkan pelatihan intensif mengenai pembukuan, penyusunan laporan keuangan, dan manajemen inventaris. Para anggota KWT belajar untuk mengoptimalkan proses administratif mereka sehingga dapat mengelola usaha dengan lebih efisien. Sementara itu, dalam pendampingan creative marketing, tim dosen FEB UNY membimbing KWT Dadi Makmur dalam merancang strategi pemasaran yang unik dan menarik. Penggunaan media sosial, pengembangan materi promosi yang kreatif, dan penerapan konsep pemasaran inovatif menjadi fokus utama dalam membangun citra positif bagi produk-produk lokal KWT.

Dr. Sutirman, M.Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNY yang juga tim pelaksana PkM dalam sambutannya menegaskan, “Kegiatan pengabdian ini sebagai wujud komitmen universitas dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Program ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kapasitas dan potensi masyarakat desa.”

Senada dengan hal tersebut, Dr. Kiromim Baroroh, M.Pd selaku Ketua Tim Dosen FEB UNY menyatakan, "Pendampingan ini bersifat stimulus agar kader atau pengurus KWT Dadi Makmur mempunyai kapasitas yang baik pada manajerial organisasi yang bersifat administratif, maupun teknis, sehingga potensi yang ada bisa berkembang dan produk yang dihasilkan bisa lebih optimal".

Anggota KWT Dadi Makmur juga menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada tim dosen FEB UNY atas bimbingan yang telah diberikan. Ibu Hj. Rumiyati, selaku Ketua KWT Dadi Makmur, mengungkapkan, "Pendampingan ini tidak hanya membantu kami dalam meningkatkan penjualan, tetapi juga memberi kami kepercayaan diri untuk terus berkembang."

Dengan berhasilnya program ini, diharapkan pemberdayaan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. (lasmi)

BUMDes Bisa Picu Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan

Desa menjadi salah satu unit terkecil pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran desa dalam membantu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sangatlah besar. Melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes), pemerintah desa dapat berperan meningkatkan kesejahteraan warganya. Dewasa ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah banyak terbentuk di penjuru daerah di Indonesia namun masih belum optimal. Demikian disampaikan Harlina Sulistyorini, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam kuliah praktisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY, Rabu (1/11).

Mengawali acara, Dekan FEB Prof. Dr. Siswanto dalam sambutannya menuturkan bahwa FEB UNY memiliki fokus tersendiri pada pengembangan UKM (Usaha Kecil dan Menengah). “Core FEB UNY adalah pengembangan UMKM dan tentu sebagian besar ada di desa. Perusahaan nasional dan internasional jumlahnya tidak sebanyak UMKM. Topik pengembangan UKM juga menjadi salah satu fokus pada pertemuan AFEBI di FEB UNY tahun ini,” terangnya.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO. “UNY dan Kemendes seperti kakak-adik karena menterinya juga lulusan UNY. Banyak orang desa yang pergi ke kota, tetapi di kota sudah banyak orang hebat. Mengapa kita tidak membangun desa? UNY memiliki program “Kampus Emas” atau “UNY Bangun Desa” yang pada tahun ini ada di Seyegan. Kami membantu mengembangkan income generating desa,” urainya.

Harlina mengajak mahasiswa mengidentifikasi potensi-potensi di desanya yang bisa dikembangkan dan menjadi sumber kesejahteraan warganya. Dwi, salah satu mahasiswa yang berasal dari Wonogiri menyampaikan bahwa usaha di desanya yang sudah turun temurun adalah jamu tradisional, tetapi kini kejayaannya makin menghilang bahkan sebelum mereka lahir. Inovasi tentu diperlukan untuk menghidupkan dan membangun kembali reputasi jamu tradisional.Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

“Harus ada pemberdayaan produk melalui BUMDes. Bahkan bila perlu, desa tidak hanya membuat BUMDes sendiri tetapi juga mendirikan BUMDes antar desa,” terang Harlina.

Harlina melanjutkan, ada berbagai jenis usaha yang bisa dikerjakan BUMDes. “Mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan dan pelestarian budaya, pengolahan/peningkatan nilai tambah berbasis sumber daya lokal, layanan jasa keuangan mikro, pengelolaan internet, keperantaraan barang, jasa, dan keagenan, dan lainnya. Tapi BUMDes tidak boleh bersaing dengan usaha-usaha masyarakat, khususnya usaha skala individu dan rumah tangga sehingga bisa mematikan usaha masyarakat. Justru, BUMDes harus dapat memicu pertumbuhan usaha ekonomi masyarakat,” lanjut Harlina. (fdhl)

Lecturers of FE Help Improving Tourism Village in Community Services

Tourism is one sector that has attractiveness and plays an important role in improving the regional economy. The potential of nature, culture, and creative human resources can provide great benefits for the country and the region. Law Number 10 of 2009 concerning tourism states that tourism development is needed to encourage the equal distribution of business opportunities and gain benefits and be able to face the challenges of changing local, national, and global life (Ethika, 2016). Therefore, the development of soft skills and hard skills of the community in developing the potential of tourist areas is considered very important.

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) through one of the activities of the Tridharma Perguruan Tinggi (Tridharma of Higher Education), namely Community Service, provides support for the development of the tourism sector in Kebonagung Tourism Village, Imogiri, Bantul, Yogyakarta Special Region (DIY). Previously, through the Holistic Village Development and Empowerment Program (PHP2D) organized by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, UNY also took part in repairing the Groundisill Park tourist spot belonging to the Kebonagung Tourism Village which was carried out by the Student Executive Board of the Student Families of the Faculty of Economics UNY ( BEM KM FE UNY) in 2021. This time, UNY plans to develop the Javanese Farmers Museum by implementing the E-Museum through the creation of a bilingual website and QR Code. This program is a form of devotion for FE lecturers through DIPA FE UNY funds in 2022 with devotees, namely Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., Ariadie Chandra Nugraha, S.T.M., M.T., and Rullyana Puspitaningrum Mamengko, S.Pd., M.M. with several students of the Faculty of Economics. In practice, the service team developed the Kebonagung Tourism Village website to add interesting content, included the QR Code for the Java Tani Museum, and optimized features on the Online Travel Agent (OTA) account.

On August 22, 2022, the research team held a Community Service Forum Group Discussion (FGD) as well as Training on Making Tour Packages and Optimizing Online Travel Agent Accounts (OTA) in Kalurahan Kebonagung, Imogiri, Bantul, DIY. The event started with remarks from Sutirman as the head of the community service team, which was then continued by the chairman of the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) Kebonagung Yulianto.

The participants received presentations on tour package training materials and registration and management of OTA accounts by Yusup Hendriyanto. The resource person presented the material theoretically and practically, and also tried to carry out two-way communication by inviting participants to discuss the material in the middle of the presentation.

At the FGD, the team also explained the website www.wisatadesakebonagung.com, its features, and the application of the QR Code. The activity went smoothly and enthusiastically, as seen from the enthusiasm of the participants in listening to the material and discussing in the question and answer session. In addition, participants provided some input to the team regarding the content of the website. The suggestion was well received by the team as input for improving the website.

Before the photo session, this FGD was closed with a closing session by Sutirman. In closing, Sutirman thanked the Kebonagung Village Head for the permission and support given, as well as to all parties who had participated in supporting the implementation of the FGD activities. It is hoped that through the FGD, the community can develop a tourism village marketing strategy through digital media platforms in the form of websites and social media. Tourism village managers are encouraged to enrich tour packages so that they can attract more tourists to visit the Kebonagung Tourism Village. Attractive tour packages will be able to increase the number of visitors and consequently provide an impact on increasing the income of the community and village government. (ed-fadhli/lia&ekky)

 

Sutirman, dkk. Bantu Pengelolaan Desa Wisata Kebonagung Melalui Optimalisasi Website & Akun OTA

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki daya tarik dan berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. Potensi alam, budaya, maupun sumber daya manusia yang kreatif dapat memberikan keuntungan yang besar bagi negara maupun daerah. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan menyatakan bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global (Ethika, 2016). Oleh karena itu, pengembangan soft skill dan hard skill dari masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah wisata dinilai sangat penting. 

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian pada Masyarakat, memberikan dukungan terhadap pengembangan bidang pariwisata di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebelumnya melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, UNY juga ikut andil dalam memperbaiki spot wisata Taman Groundisill milik Desa Wisata Kebonagung yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY (BEM KM FE UNY) pada tahun 2021. Kali ini, UNY berencana mengembangkan Museum Tani Jawa dengan menerapkan E-Museum melalui pembuatan website bilingual dan QR Code. Program ini merupakan bentuk pengabdian dosen FE melalui dana DIPA FE UNY tahun 2022 dengan para pengabdi yaitu Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., Ariadie Chandra Nugraha, S.T.M., M.T., dan Rullyana Puspitaningrum Mamengko, S.Pd., M.M. bersama beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi. Pada pelaksanaannya, tim pengabdi mengembangkan website Desa Wisata Kebonagung untuk menambahkan konten-konten yang menarik, pencantuman QR Code Museum Tani Jawa, dan optimalisasi fitur-fitur pada akun Online Travel Agent (OTA).

Pada 22 Agustus 2022, tim peneliti menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Pelatihan Pembuatan Paket Wisata dan Optimalisasi Akun Online Travel Agent (OTA) di Kalurahan Kebonagung, Imogiri, Bantul, DIY. Acara dimulai dengan sambutan dari Sutirman selaku ketua tim pengabdi, yang kemudian dilanjutkan oleh ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kebonagung Yulianto.

Para peserta mendapatkan pemaparan materi pelatihan paket wisata dan pendaftaran serta pengelolaan akun OTA oleh Yusup Hendriyanto. Narasumber menyampaikan materi secara teoritis dan praktis, dan juga mencoba melakukan komunikasi dua arah dengan mengajak diskusi para peserta di tengah pemaparan materinya. 

 Pada FGD tersebut, tim pengabdi juga memaparkan tentang website www.wisatadesakebonagung.com, fitur-fiturnya, serta penerapan QR Code. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, terlihat dari antusiasme peserta dalam menyimak materi dan berdiskusi pada sesi tanya jawab. Selain itu, peserta memberikan beberapa masukan kepada tim pengabdi terkait isi website. Saran tersebut diterima baik oleh tim pengabdi sebagai bahan masukan untuk mengembangkan website yang lebih baik lagi.

Sebelum sesi foto, FGD ini ditutup dengan sesi penutup oleh Sutirman. Sutirman mengucapkan terima kasih kepada Lurah Kebonagung atas izin dan dukungan yang diberikan, serta kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan FGD. Harapannya, melalui FGD tersebut, masyarakat dapat mengembangkan strategi pemasaran Desa Wisata melalui platform media digital dalam bentuk website dan media sosial.  Para pengelola Desa Wisata didorong memperkaya paket-paket wisata agar dapat lebih menarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Wisata Kebonagung. Paket-paket wisata yang menarik akan dapat meningkatkan jumlah pengunjung sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah desa. (fdhl/rllyna-ed: ekky-lia)

FE Lecturers Provide Parents with Financial Literacy

The problems faced by partner schools so far are Financial Resources (free of charge and relying on donors), Human Resources (relying on volunteers and lack of experts), limited facilities, less optimal curriculum, and lack of partnerships. Therefore, the priority is on improving thinking, reading, and writing skills or other skills needed, more specifically improving Islamic financial literacy and forming/developing a group of people who are economically and socially independent. Thus, the objectives of building economic independence, increasing Islamic financial literacy, increasing the ability to use AR-based educational media, as well as increasing the ability to use educational platforms can be achieved. This was said by the lecturer of Accounting Education FE UNY, Dr. Ratna Candra Sari, M.Sc., C.A, Ak. in Islamic financial literacy PKM activities for parents and teachers.

Ratna said that financial literacy has become a topic that is often discussed everywhere, especially among young people but it is less disseminated among parents and educators. “Financial literacy is one of the emerging skills of the 21st century that all people should have. Meanwhile, based on the data, the Islamic financial literacy index for the Indonesian people is only 8.1%, with a low level of Islamic financial inclusion, which is 11.6%," said Ratna Candra Sari, Friday (14/10). The lack of optimal Islamic financial literacy education is one of the causes of the slowing growth of Islamic finance in Indonesia. Therefore, financial literacy must be provided from an early age to equip the community to face a complex economic environment.

PKBM Al-Islam Giwangan is a non-formal education Pursuing Package B equivalent to SMP/MTs which takes part in raising orphans and underprivileged children and educating the nation's children. The existence of various problems found in PKBM Al-Islam Giwangan made the PKM UNY team move to carry out service, in the form of sharia financial literacy for parents and teachers. The improvement of Islamic financial literacy through PKM activities is driven by the Service Team from lecturers in the Accounting Education Department, Faculty of Economics (FE) UNY chaired by Dr. Ratna Candra Sari, M.Sc., C.A, Ak. with members Arin Pranesti, S.Pd., M.Sc, and Dr. Nurhening Yuniarti, S, Pd., MT. and involving students, namely Novita Nurbaiti, S.Pd., Anis Rinanda, Dana Ferdyana, Astri Mardanik, and Nurani Rosyid. The implementation of community service activities (PKM) includes sharia financial literacy seminars, simulations on the use of sharia financial transactions, and training on the use of financial literacy education media in the form of Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) for parents and teachers of PKBM Al-Islam Giwangan.

This community service is one of the pillars of the Tri Dharma Pendidikan Tinggi (Education, Research, and Community Service) and is a teaching obligation that is routinely carried out every year. Chairman of the PKBM Al-Islam Giwangan Fajar Nur Rochmad in his speech at the time of the PKM implementation said that the training held by the Service Team provided benefits for parents and teachers of PKBM Al-Islam Giwangan. “Hopefully the training can improve the financial literacy of teachers. (Moreover) equipped with the practice of using learning media, it is certainly very useful," said Fajar Nur Rochmad. (edit-fdhl/ekki)

Pages