SDGS #4 PENDIDIKAN

BUMDes May Accelerate Village's Economic Growth

The village is one of the smallest government units that has direct contact with the community. Therefore, the role of villages in helping to realize community prosperity and welfare is very significant. Through the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration (Kemendes), village governments can play a role in improving the welfare of their citizens. Currently, Village-Owned Enterprises (BUMDes) have been established in many regions in Indonesia, but they are still not optimal. Harlina Sulistyorini, Director General of Economic Development and Investment in Villages, Disadvantaged Regions, and Transmigration delivered her speech in a practitioner lecture at the Faculty of Economics and Business UNY, on Wednesday (1/11).

The Dean of FEB Prof. Dr. Siswanto in his welcome speech said that FEB UNY has its focus on developing UKM (Small and Medium Enterprises). "The core of FEB UNY is the development of MSMEs and of course, most of them are in villages. There are not as many national and international companies as there are MSMEs. "The topic of SME development is also one of the focuses at the AFEBI meeting at FEB UNY this year," he explained.

The Vice Chancellor for Academic and Student Affairs of UNY, Prof. Dr. Siswantoyo, M. Kes., AIFO. officially opened the event. “UNY and the Ministry of Village are like brothers because the minister is also a UNY graduate. Many village people have gone to the city, but in the city, there are already many great people. Why don't we build villages? UNY has the “Kampung Emas” (Golden Village) or “UNY Bangun Desa" (UNY Build Villages) program which this year is taking place in Seyegan. "We help develop village income generation," he explained.Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Harlina invited students to identify potentials in their villages that could be developed and become a source of welfare for their residents. Dwi, one of the students from Wonogiri said that the business in his village that has been handed down for generations is traditional herbal medicine, but now its glory is disappearing even before they were born. Innovation is certainly needed to revive and rebuild the reputation of traditional herbal medicine. Speech by the Vice Chancellor for Academic and Student Affairs

“There must be product empowerment through BUMDes. If necessary, villages should not only create their BUMDes but also establish BUMDes between villages," explained Harlina.

Harlina emphasized that BUMDes can engage in various types of businesses, including natural resource management, cultural management and preservation, processing and increasing added value based on local resources, microfinance services, internet management, acting as an intermediary for goods, services, and agencies, and more. However, it is important for BUMDes not to compete with community businesses, especially those at the individual and household scale, in order to avoid harming them. "BUMDes must be able to trigger the growth of community economic businesses," continued Harlina. (fdhl)

Dr. Selva Shares Her Experience at FEB UNY

Education is life-long, this expression is always relevant, and this is what Dr. Seloamoney Palaniandy, an educator who visited FEB UNY this month. The educator who is active at the University of Goroka, Papua New Guinea, gave a short lecture to undergraduate, postgraduate, and doctoral students at FEB UNY. More than 300 students attended the event held in the Auditorium of FEB UNY. The event was moderated by lecturer Nindya Nuriswati Laili, M.Sc. in the session with undergraduate students and by Arum Darmawati, M.M. in the session with master and doctoral students.

In his lecture, Selva invited undergraduate students to improve themselves. The current challenge is Artificial Intelligence (AI) which threatens some professions. “Based on data from the Indonesian Ministry of Manpower, 673,485 out of 8.42 million unemployed people come from college graduates. The issue that now arises is the inability of graduates to get opportunities that match their field of knowledge,” he explained. 

Selva throws around the term, ‘Graduate Marketability’ which he refers to as compatibility to enter the job market. “It can also mean how we make our skills more attractive before recruiters. Meanwhile, ‘Graduate Employability’ is the ability of graduates to get a job after graduation. In other words, the ability of graduates to use their skills and knowledge to get a job,” Selva added.

As for the master and doctoral students, Selva encouraged them to write more and produce quality research. "Good research is an accepted standard that is bound or built upon quality norms widely accepted by members of the academic community," he explained.

According to Selva, several things make a thesis or dissertation flawed. "To mention a few, unclear direction/topic/theme, weak background problems, irrelevant or out-of-date literature, unsuitable methodology and measurement tools, biased statements or mixed personal opinions, citing unknown journals or authors, and chapter arrangements that are not balanced/organized/well intertwined," he continued. (tian/fdhl)

Tingkatkan Mutu Akademik, Pendidikan Administrasi Inisiasikan Kerja Sama Dengan UGM Malaysia

Dalam mewujudkan visi untuk menjadi program studi unggul dan menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing tinggi baik nasional maupun internasional, Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran (P. ADP) UNY senantiasa berperan aktif dengan meningkatkan kualitas dan pelayanan akademik. Salah satu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatan mutu pendidikan di lingkungan ini adalah dengan mengundang profesor dari beberapa universitas luar negeri untuk berbagai kegiatan akademis yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk visiting professor. Akademisi yang diundang adalah Prof. Dato’ Dr. Mohamad Nasir Saludin (Universiti Geomatika Malaysia). Dalam kegiatan visiting professor kali ini, Prof. Nasir memberikan perkuliahan selama 3 hari mulai tanggal 13 s.d. 15 Mei 2024.

Prof. Nasir berkolaborasi dengan Yuliansah, M.Pd. dosen prodi P.ADP yang mengampu mata kuliah Penilaian Pembelajaran. Pada hari pertama, Prof. Nasir memberikan kuliah terkait dengan materi “Identifying Competency Standards that Match the Learning Instrument”, sedangkan hari kedua beliau menjelaskan materi tentang “Development of Test & Non-Test Instrument”, dan untuk hari terakhir Prof. Nasir memberikan kuliah tentang materi “Validity & Reliability in Measuring Learning and Techniques for Determining the Validity of Test Equipment”.

Selain sebagai Guru Besar di Universiti Geomatika Malaysia, Prof. Nasir juga menjabat sebagai Director of Postgraduate Studies. Pada kesempatan ini, Prodi P.ADP FEB UNY juga telah menginisiasi kerjasama dengan Universiti Geomatika Malaysia dalam bentuk joint research, joint publication, dan kerjasama dalam bentuk pertukaran mahasiswa.

Manfaat yang hendak dicapai dalam kegiatan ini, selain dari meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa, adalah untuk meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah dosen. Dengan adanya kerjasama ini juga dapat membangun hubungan kerjasama akademik internasional serta meningkatkan reputasi Universitas Negeri Yogyakarta. (umr-fdhl)

SMKN 2 Cirebon Ikuti Pelatihan Spreadsheet Akuntansi di FEB UNY

Dalam rangka membantu dan memfasilitasi siswa dalam bidang akuntansi, SMKN 2 Cirebon mengadakan kunjungan industri dan pelatihan Spreadsheet Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, Selasa (7/5) lalu di Auditorium FEB UNY. Sambutan pembukaan acara disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha (WD RKSIU) FEB UNY, Ani Widayati, M.Pd., Ed.D, serta Koordinator Program Studi (Koorprodi) S1 Pendidikan Akuntansi, Endra Murti Sagoro, S.Pd., S.E., M.Sc., dan perwakilan dari SMKN 2 Cirebon. Kemudian, dilanjutkan dengan pelatihan Spreadsheet Akuntansi di Laboratorium Komputer FEB UNY. Acara ini terselenggara atas kerja sama dengan program dari Laboratorium Komputer Akuntansi.

Penyampaian materi Spreadsheet Akuntansi disampaikan oleh dosen Pendidikan Akuntansi FEB UNY, yaitu Arief Nurrahman, M.Pd. dan Rizqi Ilyasa Aghni, M.Pd. Selain mendapat materi, siswa-siswi juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung di komputer yang tersedia dan melakukan tanya-jawab dengan para narasumber/instruktur.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan setelah berlangsungnya pelatihan, siswa memberi feedback dengan hasil memuaskan. "Ruangannya nyaman, pelatihannya luar biasa, pematerinya menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, dan materinya menarik." kata salah satu siswa.

Siswa SMK dinilai memerlukan keterampilan yang kuat untuk menghadapi persaingan kerja. Salah satunya yaitu dengan memiliki keterampilan dalam praktik akuntansi menggunakan program Spreadsheet. Kunjungan industri dan pelatihan Spreadsheet Akuntansi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk meningkatan keterampilan yang bermanfaat di masa yang akan datang. (meitadc-fdhl)

BEM KM FEB UNY Sambangi BEM FEB Universitas Diponegoro

Sabtu (27/4) lalu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melakukan studi banding dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas  Ekonomi Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP). BEM KM FEB UNY didampingi oleh R. Andro Zylio Nugraha, S.Ak., M.Acc. selaku dosen yang mendampingi kegiatan tersebut.

Kedatangan BEM KM FEB UNY disambut baik oleh Ketua BEM FEB UNDIP, Sena Habibi dan seluruh fungsionaris BEM FEB UNDIP di Hall Gedung C FEB UNDIP. Dalam sambutannya, Sena menjelaskan bahwa kunjungan dari BEM KM FEB UNY yang mereka sebut dengan istilah ‘Anjangsi’ merupakan penerimaan kunjungan dari universitas lain untuk saling memberi insight mengenai program kerja dan agenda kerja. Ketua BEM KM FEB UNY, Aji Fajar Ramdani juga menjelaskan bahwa kegiatan studi banding ini bertujuan untuk memotivasi, mengembangkan kreativitas, dan inovasi juga memperluas jaringan kolaborasi profesional sehingga dapat menjalin hubungan baik antara organisasi mahasiswa eksternal.

Pada sesi presentasi, Aji menjelaskan susunan kabinet “Rajut Asa” yang terdiri dari tiga biro dan tujuh departemen serta program kerja dan agenda kerja apa saja yang akan dilaksanakan selama satu periode. Setelah itu, dilakukan sesi tanya jawab kepada seluruh fungsionaris BEM KM FEB UNY dan BEM FEB UNDIP mengenai program kerja dan agenda kerja atau seputar FEB UNY dan FEB UNDIP. Setelah sesi tanya jawab, terdapat Forum Group Discussion yang menggabungkan setiap biro dan departemen dari BEM KM FEB UNY dan BEM FEB UNDIP sesuai bidangnya masing-masing untuk melakukan diskusi lebih lanjut dan sharing experience dalam menjalankan program kerja dan agenda kerja. Sebagai penutup kegiatan, fungsionaris BEM FEB UNDIP mengajak seluruh peserta studi banding BEM KM FEB UNY untuk campus tour di FEB UNDIP.

Dari studi banding yang dilaksanakan tersebut, ada banyak hal baru yang didapatkan terkait bagaimana mengembangkan kapabilitas seluruh fungsionaris karena terdapat perbedaan organogram, tupoksi, hingga lingkup program kerja. Dengan ini, BEM KM FEB UNY mencoba mengadopsi cara BEM FEB UNDIP dalam berorganisasi untuk hal yang positif. Terdapat juga beberapa perbedaan ranah kerja antara departemen dan biro yang di BEM KM FEB UNY dengan departemen dan biro yang ada di BEM FEB UNDIP, namun memiliki kesamaan tujuan secara umum. Biro Personalia BEM KM FEB UNY mendapat insight baru terutama terkait mekanisme pembuatan program kerja peningkatan kapasitas diri pengurus.

Abdullah Taman Kembangkan Model Manajemen PTNBH

Dosen Departemen Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, Abdullah Taman berhasil mempertahankan disertasinya dalam program doktoral program studi Manajemen Pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNY, Senin (6/5) lalu.

Dalam sidang ujian terbuka yang dipimpin Ketua Penguji Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, turut menjadi dewan penguji yaitu Dr. Bambang Saptono, M.Si. (Sekretaris Penguji), Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, M.Pd. (Promotor 1), Prof. Dr. Lia Yuliana, M.Pd. (Promotor 2), Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. (Penguji 2), dan Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd. (Penguji 1 dari Universitas Negeri Semarang).

Abdullah Taman yang juga merupakan Ketua Senat FEB UNY ini mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengembangan Model Manajemen Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MOMEN-PTNBH) di Universitas Negeri Yogyakarta".

PTN-BH merupakan lembaga pendidikan tinggi yang didirikan oleh pemerintah dengan status badan hukum publik yang otonom. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2022, UNY bersama sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya berubah status dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) menjadi PTN-BH. Model Manajemen (MOMEN) PTN-BH yang dikembangkan Abdullah Taman di UNY diyakini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi pengelolaan perguruan tinggi yang serupa.

Terdapat tiga karakteristik dari MOMEN-PTNBH. Pertama, MOMEN-PTNBH yang dikembangkan berdasarkan pada prinsip objektif, efektif, dan akuntabel sehingga dapat menggali data manajemen PTNBH secara komprehensif. Kedua, MOMEN-PTNBH melibatkan berbagai pemangku kepentingan yaitu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dll. Ketiga, MOMEN-PTNBH memiliki nilai-nilai inovatif yakni kepraktisan dalam penerapan manajemen pada perguruan tinggi.

Dalam penilaian terhadap disertasinya, MOMEN PTNBH mendapatkan skor kelayakan dan kepraktisan yang tinggi. Dari penilaian para ahli, MOMEN PTNBH meraih skor kelayakan 4.26 atau sangat layak, sementara dari penilaian pengguna, model tersebut mendapat skor kelayakan sebesar 4.28 atau sangat layak. Sementara itu, skor kepraktisan mendapatkan 3,98 dari para ahli, dan 4,20 dari para pengguna yang kesemuanya termasuk kategori praktis. Hal ini menunjukkan bahwa model manajemen yang dikembangkan Abdullah Taman memiliki potensi untuk diadopsi dan diterapkan secara luas dalam konteks PTNBH di berbagai institusi pendidikan tinggi. (fdhl)

BSI Institute Explore The Possibility of Research Cooperation with FEB UNY

As one of the state-owned banks, Bank Syariah Indonesia (BSI) continues to grow and develop, especially in Islamic banking. Therefore, BSI has its institution called ‘BSI Institute’ which functions as a think tank and handles various research, analysis, and banking product development. BSI Institute regularly issued a quarterly report called ‘BSI Institute Quarterly’,as stated by the Head of BSI Institute, Dr. Luqyan Tamanni when visiting FEB UNY with a number of representatives of BSI Institute and BSI Yogyakarta. The representatives of BSI were welcomed by representatives of the International Affairs and Partnership Unit (UUIK) FEB UNY, Mimin Nur Aistah, M.Sc., Ak. and Eka Ary Wibawa, M.Pd.Luqyan Tamanni dan Mimin Nur Aisyah

Luqyan continued, BSI Institute is interested in expanding cooperation with universities in Indonesia. “BSI Institute wants to contribute to the development of Islamic economic literacy as well as developing its Islamic banking products. This is done through a number of steps, sharing information/data, joint research, and literacy agenda which includes joint research publications or organizing joint seminars/conferences,” Luqyan explained.

Mimin stated that even though FEB UNY does not have an Islamic/sharia economics study program, FEB UNY already has an Islamic banking laboratory called Islamic Mini Bank (IMB). “IMB has been established since 2013 and is run by students and already has customers from students, lecturers, and education staff at UNY and already has a number of banking products,” she explained. 

Meanwhile, Eka welcomed the visit from BSI Institute. “There are several of our lecturers who have interests and fields of knowledge in Islamic Economics, halal industry, and others. Cooperation with institutions such as BSI Institute certainly provides new opportunities in the development of Islamic Economic research and literacy,” he said. (tian-ella-fdhl)

 

FEB UNY Dipilih Fasilitasi Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus

Kamis (2/5) pagi di Gedung IDB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY tidak terlihat keramaian seperti biasanya. Hanya terdapat 4 calon mahasiswa tunanetra yang mengikuti UTBK-SNBT di gedung yang disediakan UNY sebagai lokasi tes siswa berkebutuhan khusus. Keterbatasan tidak menghalangi niat Wahyu Ishlakhuddin Ar Mansyah untuk menatap masa depan cerah masuk PTN melalui jalur UTBK. Alumni MAN 2 Sleman itu memilih prodi S1 Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNY sebagai tujuan kuliahnya. Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, pria kelahiran Lamongan 10 Maret 2005 tersebut tetap tidak patah semangat menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Wahyu juga menempuh berbagai usaha untuk dapat lolos SNBT di antaranya mengikuti bimbingan belajar online. Peserta UTBK tunanetra yang lain, Oktaviola Maya Tantri Ramadani mengaku mempersiapkan diri ikut UTBK dengan belajar giat termasuk mengikuti bimbingan belajar online dan try out. Apalagi sekolahnya di SMA 1 Sewon merupakan sekolah inklusi, sudah tersedia fasilitas yang mendukung. Gadis kelahiran 7 Mei 2006 itu juga memilih prodi Pendidikan Luar Biasa FIPP UNY sebagai tujuan kuliahnya.

Ketua Admisi UNY Dr. Bambang Saptono menegaskan, UNY melayani peserta UTBK berkebutuhan khusus. “Tahun ini ada 4 peserta tunanetra dan 20 orang peserta tunadaksa,” paparnya. Layanan yang diberikan UNY adalah penempatan peserta tunadaksa di tempat strategis yang mudah diakses, penyediaan kursi roda dan pendamping khusus. Sedangkan bagi tunanetra dialokasikan waktu tes pada Kamis 2 Mei di ruang tersendiri dengan pendamping dari dosen prodi Pendidikan Luar Biasa yang berpengalaman.

Penanggungjawab Lokasi (PJL) Ruang Laboratorium IDB FEB UNY Dr. Maimun Sholeh mengatakan bahwa komputer yang digunakan mengerjakan soal UTBK calon mahasiswa berkebutuhan khusus ini mempunyai spesifikasi tersendiri termasuk adanya fasilitas software dan audio yang mendukung. “Bagi para tunanetra yang melakukan tes di UNY kami sediakan pendamping masing-masih satu orang per calon mahasiswa yang diambil dari prodi Pendidikan Luar Biasa FIPP UNY” katanya. Dosen dari prodi ini telah berpengalaman dalam melayani dan berkomunikasi dengan orang berkebutuhan khusus. Dengan hal ini diharapkan dapat meminimalisasi kendala yang terjadi agar bisa mendapatkan hasil tes yang terbaik karena ini merupakan sinergi yang dikehendaki.

Komitmen UNY untuk menerima mahasiswa disabilitas adalah Peraturan Menristekdikti No 46 tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi yang merupakan jaminan bagi penderita disabilitas untuk dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa penderita disabilitas diprioritaskan mendapat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK). Proses yang dilakukan menyediakan fasilitas yang diperlukan mahasiswa tersebut, bahkan pada saat masih menjadi calon mahasiswa, misalnya dengan menyediakan pendamping pada saat ujian masuk PTN lewat jalur SNBT atau Seleksi Mandiri, penyediaan sarana belajar bagi siswa disabilitas seperti pengadaan buku pelajaran Braille, kemudahan akses ke perpustakaan dan juga fasilitas yang memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas diantaranya kemudahan berpindah dari gedung bertingkat dengan mengunakan lift atau akses masuk gedung kuliah dengan jalur khusus untuk kursi roda. (dedy/fdhl)

FEB UNY dan STIM YKPN Sepakati Kerja Sama

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN menyelenggarakan penandatanganan perjanjian kerja sama yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang pendidikan dan pengembangan.

Acara penandatanganan perjanjian ini diselenggarakan di Ruang Sidang Dekanat FEB UNY pada Jumat (19/4) lalu dengan dihadiri oleh berbagai pihak penting dari kedua institusi. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha (RKSIU), Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Sumber Daya (PKUSD), kepala departemen (kadep), koordinator program studi (korprodi) S1 dan S2, serta kepala divisi di lingkungan FEB UNY.Dekan FEB UNY (kiri) dan Ketua STIM YKPN

Sambutan dari Dekan FEB UNY, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd., menyoroti pentingnya kolaborasi antar-institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan organisasi. Beliau menyatakan, "Kami berbahagia hari ini bisa menjalin kerja sama dengan STIM YKPN. Ini adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dan hasil diskusi di tingkat fakultas. Kami harus banyak belajar dengan kegigihan pengelolaan organisasi di STIM YKPN. Sekarang adalah eranya kolaborasi. Kita bisa bekerjasama dalam beberapa hal, seperti pertukaran dosen, penerbitan/penulisan buku. Setelah penandatanganan, jangan sungkan berkunjung."

Ketua STIM YKPN, Dr. Suparmono, mengamini pernyataan Dekan FEB UNY tentang pentingnya era kolaborasi dalam dunia pendidikan. Beliau menyambut baik kerja sama ini dengan mengatakan, "Sekecil apapun kelebihan yang dimiliki pasti akan memberikan kontribusi dalam kolaborasi tersebut. Beberapa dosen kami juga sedang studi lanjut di UNY."

Wakil Ketua Bidang Akademik STIM YKPN menambahkan, "Perlu ada kerjasama penyusunan kurikulum, dan dalam waktu dekat kerjasama pelaksanaan MBKM untuk semester gasal."

Acara ini diakhiri dengan sesi penandatanganan perjanjian resmi antara FEB UNY dan STIM YKPN, serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol dari komitmen kedua belah pihak untuk bersinergi dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Kerja sama ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kedua institusi serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia di Indonesia. (fdhl)

ABBS Surakarta High School Learns Investment at FEB UNY

To introduce students to the world of lectures and the best campuses in Indonesia, SMA ABBS (Al Abidin Bilingual Boarding School) Surakarta invited its students to visit the Faculty of Economics and Business some time ago. At FEB UNY, the group had a lecture on stock training material delivered by the representative office of the Indonesia Stock Exchange (KE BEI) Yogyakarta and from FAC Sekuritas Indonesia Yogyakarta in collaboration with the Capital Market Study Group (KSPM) FEB UNY.Hery Gunawan Muhamad

In his presentation, Arief Ryan Maulana, who became the Capital Market Ambassador of KP BEI Yogyakarta, encouraged students to learn more about investment. “Savings may not retain their value and could decrease due to inflation. Investments have the potential as future inheritance, stock prices are continuously monitored and regulated by the government through the Financial Services Authority (OJK),” he explained.

Arief continued, to become a shareholder of a company is not difficult. "Simply by buying 1 lot or 100 shares, we are considered shareholders and can get dividends from the company," he added.

FAC Sekuritas Indonesia Yogyakarta branch manager, Hery Gunawan Muhamad, invited students not to hesitate to start investing in stocks since school. "According to data in 2020, the majority of the population is Generation Z at 27.94%. There is no need to wait to graduate from school to start learning investment. Furthermore, there is a sense of pride if we can become the owner of a company's shares, not just an employee or staff. Especially if asked by prospective in-laws," he joked. (tian-fdhl)

 

Pages