FEB UNY Gandeng Guru Besar dari UiTM Malaysia Guna Perkuat Metodologi Riset dan Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar rangkaian program Visiting Top Professor pertamanya di bulan Juni 2026. FEB UNY menghadirkan akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Prof. Dr. Razana Juhaida Johari, CPA (M), CA (M). Rangkaian perkuliahan intensif yang mengusung topik utama Research Methodology ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada 2–3 Juni 2026 bertempat di ruang Auditorium FEB UNY dan dilanjutkan sharing session bersama jajaran dekanat pada 4 Juni 2026. Kegiatan akademik berskala internasional ini dihadiri oleh sedikitnya 150 mahasiswa yang berasal dari kombinasi jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di lingkungan FEB UNY.

Prof. Razana yang menjadi pimpinan di Institute of Leadership & Development (ILD) UiTM serta pengajar di Faculty of Accountancy UiTM ini memfokuskan pemaparan publiknya pada metode penelitian pendidikan akuntansi (Research Method in Accounting Education). Dalam sesi perkuliahan pada hari-hari pertama, Prof. Razana mengupas tuntas dasar-dasar riset pendidikan beserta jenis dan kategorinya. Beliau menjelaskan secara detail mengenai bagaimana seorang penguji menilai aspek metodologi dalam sebuah evaluasi proposal riset, mulai dari strategi pengambilan sampel yang memadai hingga kepatuhan terhadap nilai-nilai etika penelitian. Selain itu, materi juga diarahkan pada pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, di mana peserta diajarkan membedakan instrumen kuantitatif seperti survei berskala Likert dengan instrumen kualitatif seperti panduan wawancara mendalam (interview protocol).

Memasuki materi lanjutan, fokus pembahasan beralih ke teknik analisis data serta alur kerja pemrosesan data (data processing workflow) yang meliputi penyuntingan, pengodean, hingga entri data. Prof. Razana memaparkan indikator kualitas data (goodness of data), termasuk penggunaan nilai Cronbach's Alpha untuk menguji reliabilitas serta evaluasi multikolinearitas melalui Variance Inflation Factor (VIF). Pengenalan uji hipotesis statistik juga diberikan secara komprehensif, di mana mahasiswa dipandu untuk menginterpretasikan indikator utama seperti koefisien jalur, t-value, dan p-value guna menentukan signifikansi hubungan antarvariabel.

Di samping memberikan kuliah umum bagi mahasiswa, rangkaian program ini juga diisi dengan agenda sharing session strategis antara Prof. Razana dengan jajaran dekanat serta pimpinan program studi di FEB UNY. Dalam sambutannya pada sesi tersebut, Dekan FEB UNY menyampaikan bahwa institusinya masih harus banyak belajar dari pengalaman tata kelola yang dimiliki oleh UiTM Malaysia. Sesi diskusi interaktif ini dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama, berdiskusi mengenai sistem pengelolaan lembaga, fakultas, maupun program studi, serta mengagendakan kunjungan balik dari pihak UNY ke Malaysia di masa mendatang.

Salah satu fokus penting dalam sharing session tersebut adalah pembahasan strategi dalam menghadapi akreditasi internasional. Kesempatan ini dinilai sangat tepat mengingat prodi-prodi jenjang magister dan doktor di FEB UNY akan menjalani akreditasi internasional. Melalui transfer pengetahuan dan kemitraan dengan UiTM Malaysia ini, FEB UNY optimis dapat memantapkan langkahnya dalam memenuhi standar global, sekaligus mencetak lulusan dan menghasilkan output riset yang diakui di tingkat internasional. (fdhl)