WASPADA FINTECH ILEGAL, OJK EDUKASI MASYARAKAT

Bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Otoritas Jasa Keuangan menyelenggarakan “OJK Goes to Campus 2020” dengan salah satunya mengadakan webinar bertema “Ekonomi Digital dan Fintech Peer-to-Peer Lending (P2PL): Manfaat dan Tantangan untuk Indonesia”, Kamis (19/11) lalu. Dibuka oleh Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta dan Rektor UNY, acara ini mendapat perhatian dari 257 peserta yang merupakan civitas akademika di UNY dan perguruan tinggi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai industri fintech, terutama P2PL atau fintech lending (pinjaman online) baik itu manfaat maupun risikonya, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan fintech lending ini dengan lebih hati-hati dan tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban fintech ilegal.

Parjiman selaku KOJK DIY menerangkan bahwa lembaganya sudah merancang kegiatan edukasi semacam ini bagi masyarakat agar mereka tidak terjebak pada maraknya pinjaman online illegal yang begitu mudah menawarkan pinjaman. “Dibutuhkan kerjasama dan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, baik untuk pengenalan produk dan akses layanan keuangan, meningkatkan jumlah masyarakat melek keuangan, maupun meningkatkan kesadaran waspada investasi,” tambah Parjiman.

Narasumber pada webinar kali ini adalah empat orang praktisi dan akademisi, yaitu Tris Yulianta selaku Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK, Anthonius Malau (Koordinator Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, Kominfo), Silvester M.M. Simamora (Bareskrim Polri), dan Dr. Ratna Candra Sari (Dosen FE UNY).

Tris menyatakan bahwa masyarakat kini makin banyak yang mengetahui adanya fasilitas pinjaman online. “Masyarakat perlu waspada terhadap fintech illegal, perlu memastikan hanya menggunakan platform fintech P2PL yang sudah terdaftar/berizin di OJK yang dapat dengan mudah diketahui dengan mengakses website resmi OJK,” kata Tris. (fadhli)

Hayuni dkk. Raih Gold Medal Ajang Internasional

Tim UNY yang beranggotakan Hayuni Mu'afa Fajri dari program studi S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE), Albi Anggito (prodi PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Adlan Nufahaidar (Teknik Elektro) Fakultas Teknologi (FT), Dewi Indriyanti (Sastra Inggris) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dan Hanny Ardina N. A. (Sastra Inggris - FBS) meraih Gold Medal pada ajang International Science and Invention 2020, 6 hingga 9 November 2020 lalu.

Dalam acara yang diselenggarakan International Young Scientist Association ini, 40 negara menjadi finalis, di antaranya Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kolumbia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Malaysia, dll. Hayuni dkk. membawakan karya berjudul "Innovation of Pop-up Book Based on Augmented Reality Program as an Educative Media to Introduce Indonesian Culture for Elementary School Students" sebagai salah satu inovasi dalam membantu anak-anak Indonesia lebih mengenal budaya tanah airnya.

FE UNY Juarai ALCOFE 14

Pandemi yang masih berjalan tak menghalangi mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNY berkreasi. Sabtu (14/11) lalu, tim FE UNY yang beranggotakan Balqis Syathiri (Pendidikan Akuntansi 2019), Rizki Oktavianto (Pendidikan Akuntansi 2018), dan Prawesti Eka (Akuntansi 2018) berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional (LKTIN) ALCOFE 14 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

Balqis, Iik, dan Prawesti melalui karya tulis mereka yang berjudul "STC (Selarong Traditional Cullinary): Pengembangan Wisata Kuliner Tempo Dulu di Kawasan Goa Selarong Bantul dengan Metode Penta-Hellix Berbasis Augmented Reality" berhasil mengalahkan 9 finalis lainnya.

Tim yang dibimbing oleh Merinda Noorma Novida Siregar, M.Pd, dosen Jurusan Pendidikan Akuntansi ini berhasil menciptakan inovasi teknologi sebagai upaya menumbuhkan perekonomian melalui sektor pariwisata di era pasca pandemi Covid-19. Adapun, dalam lomba ini Juara 2 diraih oleh Universitas Indonesia dan Juara 3 diraih oleh Universitas Padjajaran.

Yudisium FE UNY Periode November 2020

Fakultas Ekonomi (FE) UNY meluluskan 74 orang dalam upacara Yudisium Periode Oktober 2020, yang dilaksanakan pada 3 November lalu. Upacara dihadiri oleh para peserta secara online, sedangkan para pejabat di lingkungan fakultas menghadiri secara luring di ruang Sidang Dekanat. Para peserta terdiri dari program magister, sarjana, hingga diploma. Pada periode kali ini, lulusan terbaik yang menjadi pembaca prasetya alumni adalah Siti Salamah dari program studi D3 Akuntansi.

Siti Salamah meraih IPK 3,87 dengan jejak prestasi pendukung yang tak kalah cemerlang. Salah satu di antaranya adalah menjadi Mahasiswa Berprestasi 2020 tingkat universitas untuk program Diploma. Selain itu, Siti Salamah juga kerap menjuarai berbagai kompetisi tingkat nasional, serta aktif di kegiatan kemahasiswaan dan kepemudaan di desanya.

Dekan Dr. Siswanto berpesan kepada para alumni untuk tidak berhenti belajar. "Yudisium ini hanyalah awal dari perjalanan Anda. Anda tetaplah bagian dari FE UNY, hanya berganti status menjadi alumni. Oleh karena itu, nama besar FE UNY kini ada di pundak saudara. Jaga nama baik di mana pun Anda berkiprah. Kemarin bahkan diumumkan bahwa lulusan UNY menempati peringkat kelima nasional yang paling banyak diterima sebagai ASN. Ini bukti bahwa lulusan UNY makin dipercaya untuk mengabdi dan memberikan kinerja terbaiknya di berbagai bidang," urainya.

Jumlah 74 orang ini menjadi yang terbanyak dalam pelaksanaan yudisium di FE UNY selama masa pandemi ini. Prosesi selengkapnya bisa dilihat ulang kembali di channel Youtube feunyofficial.

Anisa Menangi Lomba Esai Mizan Activity 2020

Kabar gembira datang dari Jurusan Pendidikan Akuntansi. Salah satu mahasiswanya, Anisa Mei Fadila Wati, yang merupakan mahasiswa program studi S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2019, berhasil menjuarai lomba penulisan esai tingkat nasional. Melalui karyanya berjudul "Semangat Generasi Muda dalam Membangun Budaya Gotong Royong Melalui Aksi Solidaritas Sosial Antar Masyarakat di Era New Normal", Anisa berhasil menjadi Juara 1 dalam ajang Lomba Esai Tingkat Nasional "Mizan Activity" yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro.

Dalam hasil lomba yang diumumkan secara online pada 24 Oktober 2020 lalu, Anisa mengungguli finalis lainnya dengan skor 84,5. Kedua finalis lainnya secara berturut-turut yaitu Yusuf Sufyan dari Universitas Diponegoro dan Yasir Perdana Ritonga (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dengan nilai 83,1 dan 81,8.

Riyan Siregar Runner Up Lomba Esai Nasional 2020

Prestasi akademik kembali diraih salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNY di ajang kompetisi ilmiah online. Riyan Siregar, mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Ekonomi 2017 UNY berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Esai Bisnis Burfest Universitas Padjadjaran yang pengumuman finalisnya disampaikan secara online pada Sabtu, 24 Oktober 2020 lalu.

Riyan Siregar yang memang kerap memenangi berbagai kompetisi akademik ini bersaing bersama 15 peserta lainnya. Di akhir kompetisi, Riyan harus mengakui keunggulan Evelyn Sippy Prisetyo dari Institut Teknologi Bandung yang menjadi Juara 1. Peringkat ketiga ditempati oleh Abimanyu Tuwuh Sembodho dari Universitas Indonesia. Selamat dan Sukses! Jangan berhenti berkarya meskipun di tengah pandemi, ya!

UNY Juara 3 di EP Sparkling Event 2020

Tim Universitas Negeri Yogyakarta berhasil meraih prestasi dalam salah satu kompetisi perencanaan bisnis online. Beranggotakan Akhmad Fauzi Sugiharto yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2017, Isa Maliki (S1 Akuntansi 2018), dan Khoirunnisa (Biologi 2018), tim ini mengikuti kompetisi Business Plan EP Sparkling Continues Event di Universitas Siliwangi.

Mengangkat karya berjudul “Air Force UNY”, tim ini akhirnya dinobatkan menjadi Juara 3 pada acara pengumuman yang diselenggarakan 24 Oktober lalu secara online. Selamat dan sukses!

INOVASI GANTUNGAN KUNCI BERMODEL HEWAN ENDEMIK INDONESIA KARYA MAHASISWA UNY

Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) 2020 UNY dengan anggota Nila Rosita Sari (mahasiswa Fakultas Ekonomi, 2018), Silfani (FMIPA, 2018), Kapabihi (FMIPA, 2017), Adhit Pungkas Sulistyo (FT, 2017), dan Zulkaisi Dwi Pangarso (FMIPA, 2016) di bawah bimbingan Penny Rahmawaty, S.E., M.Si. merancang sebuah inovasi produk gantungan kunci sebagai solusi keamanan kunci yang diberi nama Smart Key Chain Indonesia (SKCI).

SKCI memiliki sisi praktis sebagai sistem keamanan kunci dan sisi estetik sebagai satu-satunya gantungan kunci yang memiliki nilai edukatif bermodel hewan endemik. Keunggulan lain SKCI yaitu multiguna dapat dijadikan gantungan kunci apapun khususnya kunci kendaraan dan efektif karena terkoneksi langsung dengan gawai yang selalu kita bawa.

Sistem kerja SKCI yaitu terintegrasi dengan sistem Bluetooth serta IoT dan akan berbunyi ketika sang pemilik jauh dari kuncinya. Nantinya, pemilik juga akan mendapatkan notifikasi sebagai tanda bahwa barang atau kunci kendaraan tertinggal. Sehingga dengan SKCI semua kunci menjadi aman dan kita tidak perlu khawatir lagi mengalami ketertinggalan dan kehilangan kunci. SKCI? Solusi keamanan kunci, menjaga kunci nyamankan hati. 

FE UNY Selenggarakan ACoMC dan ICEBESS Secara Daring

Fakultas Ekonomi (FE) UNY menyelenggarakan Seminar Internasional secara daring Sabtu (4/10) lalu. Bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, FE UNY menggabungkan dua seminar yaitu International Conference on Ethics of Business, Economics, and Social Sciences (ICEBESS) dan Annual Conference on Management Challenges (ACoMC) dalam satu waktu sekaligus. ICEBESS dan ACoMC kali ini mengundang 3 pembicara dari Australia, Malaysia, dan Indonesia. Lebih dari 500 peserta dan 50 pemakalah menghadiri seminar yang dibagi menjadi dua sesi, yaitu Plenary Session dan Parallel Session.

Ketiga pembicara yang mengisi Plenary Session yaitu Dr. Judith MacCallum dari Murdoch University Perth, Australia, Dr. Hasbullah Ashari dari Universiti Teknologi Petronas Malaysia, dan Dr. Fithra Faisal Hastiadi dari FE Universitas Indonesia. Kepala Unit Urusan Internasional dan Kemitraan FE UNY, Budi Tiara Novitasari, M.Si. menjadi moderator dalam sesi pertama tersebut.

Dalam sambutannya membuka acara, Plt Rektor UNY Prof. Dr. Margana, M.Hum. berharap acara ini bisa menjadi wadah bertukar wacana dan gagasan guna mengatasi berbagai tantangan yang timbul akibat Pandemi Covid-19 bagi dunia Pendidikan dan industri.

MacCallum menyoroti aspek pendidikan, kesiapan sekolah dan peserta didik, dan berbagai hal yang terjadi di dunia Pendidikan Australia dalam menghadapi Covid-19. Sementara Fithra menyoroti dampak Covid-19 terhadap dunia ekonomi dan skill apa saja yang bisa bertahan dalam kondisi tak menentu ini.

Sedangkan Ashari menjelaskan bahwa Covid-19 membawa dampak negatif tidak hanya pada kesehatan tetapi juga ekonomi (lives and livelihood). Selain itu, akan mengganggu rantai suplai dunia. Pasokan bahan mentah, dunia investasi, dan berbagai aliran perdagangan barang dari seluruh dunia akan terganggu. Oleh karena itu, Langkah-langkah dan strategi pemulihan dipandang perlu diambil segera. Di antaranya, dengan menambah sumber bahan mentah baru, menambah ketersediaan produk penting, dsb. (fadhli)

Inovatif, Mahasiswa UNY Membuat Pomade dari Daun Mangkokan

Salah satu produk yang saat ini sedang naik daun dan mengalami peningkatan permintaan yang cukup pesat adalah minyak rambut dengan jenis pomade. Sebagian masyarakat mungkin baru mendengar jenis produk ini. Produk ini kini ramai diburu terutama di kalangan anak muda yang ingin rambutnya tampil mengkilap, licin, klimis, khas ala tahun 50-an. Pomade merupakan sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang diambil dari bahasa Perancis “Pommade”, yang memiliki arti “salep”. Minyak rambut jenis pomade mulai dikenal pada tahun 1800-an atau sekitar abad ke-19. Pomade merupakan sebuah produk hair styler yang lebih identik dengan pria.

Pomade merupakan barang wajib bagi pria yang ingin rambutnya tampil stylish, mudah diatur dan mampu menarik orang lain khususnya wanita. Sekarang, banyak produk yang tersedia di pasaran dari harga 20 ribuan sampai harga 600 ribuan, dari yang berbahan dasar kimia sampai alami. Pomade terbagi menjadi dua jenis yakni water based dan oil based, keduanya mempunyai kegunaan masing-masing. Namun penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Lampung menemukan penggunaan pomade kimia ternyata dapat memicu pertumbuhan jamur Pityrosporum Ovale dan Malasseszia yang menyebabkan ketombe dan rambut rontok. Hal tersebut menguatkan pandangan bahwa pomade berbahan kimia berbahaya untuk penggunaan jangka panjang.

Melihat permasalahan tersebut, lima orang mahasiswa UNY memiliki ide untuk membuat pomade berbahan dasar alami yakni daun mangkokan, di mana daun tersebut terbukti memiliki kandungan yang baik seperti tannin, saponin dan flavoid. Lima orang tersebut adalah Afrizal (mahasiswa Pendidikan Ekonomi), Anisa Mei Fadila Wati (Pendidikan Akuntansi), dan Ade Riski Baskoro (Manajemen) dari Fakultas Ekonomi sementarara Huwaida dan Rima – keduanya dari Prodi Kimia Fakultas MIPA UNY. Daun mangkokan pada masyarakat Jawa digunakan untuk keramas dan perawatan rambut, di beberapa daerah khususnya di Gunungkidul dan Bantul banyak sekali ditemukan daun mangkokan. Ketersediaan bahan baku ini juga yang mendasari ide pembuatan pomade berbahan dasar daun mangkokan.

Tidak sekedar membuat produk saja, tetapi mereka mempunyai brand pomade dari daun mangkokan yakni Saleaf Pomade. Saleaf Pomade memiliki manfaat membuat rambut stylish, aman digunakan jangka panjang dan untuk keperluan perawatan rambut. Selain mengguanakan bahan alami seperti daun mangkokan, dalam produk saleaf pomade juga terdapat bahan alami lain seperti minyak kelapa dan zaitun yang bermanfaat untuk merapikan dan memberi nutrisi rambut. Saat ini Saleaf pomade dijual di platform Instagram, Tokopedia dan Shoope sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk membelinya. Saleaf Pomade dijual dengan harga pasaran Rp35.000. Harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang ada. Penasaran dengan khasiatnya? Ayo, segera ganti pomademu dengan Saleaf Pomade alami karya anak bangsa.

Pages