Meningkatkan Literasi Kreatif Generasi Muda melalui Workshop Public Speaking dan Content Creator dalam Mendukung SDGs ke-4 di SMA Negeri 1 Kota Mungkid

Dewi Fitrianingrum Cahyati, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), bersama rekan-rekan mahasiswa PK UNY menyelenggarakan Workshop Public Speaking dan Content Creator di SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Rabu (2/9/2026) lalu. Workshop ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas Duta Literasi Sekolah dan perwakilan dari berbagai organisasi di SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Pelaksanaan workshop menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Perkembangan media digital memberikan ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk belajar, berkomunikasi, dan menghasilkan karya. Oleh karena itu, generasi muda tidak hanya perlu menjadi pengguna media digital, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan menghasilkan konten yang kreatif, informatif, serta bermanfaat. Workshop ini menghadirkan Nurul Fatimah, pemilik Mbak Mbak Magelang, sebagai narasumber yang membawakan materi “Praktik Membuat Content yang Dapat Menghasilkan Cuan & Public Speaking di Media Sosial”. Melalui materi yang disampaikan, peserta diperkenalkan pada proses kreatif dalam membuat konten, mulai dari menemukan ide, menyusun konsep, hingga menghasilkan konten yang menarik. Peserta juga diajak untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah diberikan sehingga dapat merasakan proses membuat konten sekaligus melatih kemampuan menyampaikan pesan melalui media digital.

Selain keterampilan membuat konten, peserta memperoleh wawasan mengenai peluang pengembangan diri melalui media digital. Kemampuan membuat konten dapat menjadi bagian dari portofolio dan personal branding yang bermanfaat untuk mendukung pendidikan maupun dunia kerja di masa mendatang. Peserta juga diperkenalkan pada peluang memperoleh penghasilan melalui paid promote, endorsement, dan kolaborasi dengan merek. Dalam pelaksanaan kegiatan, Dewi turut berperan sebagai sie acara, penanggung jawab public speaking dan content creator, serta liaison officer (LO). Berbagai peran tersebut memberikan pengalaman bagi Dewi dalam mengelola kegiatan, berkomunikasi dengan peserta dan narasumber, serta berkoordinasi dengan tim untuk mendukung kelancaran pelaksanaan workshop.

Peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pembuatan konten melalui lomba video branding sekolah secara berkelompok. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide dan konsep video sesuai kreativitas masing-masing, kemudian menghasilkan konten yang menarik dan informatif. Kegiatan ini mendorong murid untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, menyusun konsep, membuat konten, dan menyampaikan pesan secara kreatif. Lomba tersebut masih dalam tahap penilaian dan pemenangnya akan diumumkan pada Senin, 28 September 2026.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memiliki keterampilan komunikasi, kreativitas, dan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Penguatan kemampuan public speaking dan content creation dapat menjadi bekal bagi murid untuk mengembangkan diri, membangun portofolio, serta memanfaatkan media digital secara positif dan produktif. Pengalaman mengikuti workshop dan praktik pembuatan konten diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan ide serta menghasilkan karya yang memiliki nilai dan manfaat. Dengan demikian, kegiatan Praktik Kependidikan tidak hanya menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa, tetapi juga turut memberikan kontribusi dalam mendukung pendidikan berkualitas sesuai dengan tujuan SDGs ke-4. (dfc)

Bukan Sekadar Kentang: Inovasi Asesmen Kreatif melalui Game Literasi Keuangan dalam Pembelajaran Ekonomi 

Mutya Anugerah Aswad, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), melaksanakan inovasi asesmen kreatif bertajuk “Game Kentang” dalam pembelajaran Ekonomi materi Literasi Keuangan bersama 36 murid kelas X E 5 SMA Negeri 2 Yogyakarta pada Selasa (01/09/26) lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di bawah bimbingan guru pamong, Siti Fatimah, S.E., ini dirancang sebagai alternatif asesmen yang tidak hanya berorientasi pada pengukuran pemahaman materi, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk aktif, kreatif, dan mampu mengomunikasikan pengetahuan yang dimiliki. Penerapan Game Kentang turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pengalaman pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif murid.

Game Kentang diterapkan setelah murid mempelajari materi Literasi Keuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman murid melalui bentuk asesmen yang lebih kreatif dan berbeda dari pengerjaan soal secara konvensional. Media permainan dirancang menggunakan potongan kertas berbentuk kentang goreng yang berisi pertanyaan dari empat kategori, dengan masing-masing kategori terdiri atas lima soal. Murid mengambil satu potongan “kentang” secara acak untuk menentukan soal yang harus dikerjakan. Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang telah dipelajari, murid menuangkan jawabannya dalam bentuk infografis. Pada tahap ini, murid tidak hanya dituntut menemukan jawaban yang tepat, tetapi juga mengolah informasi serta menyajikan pemahamannya secara ringkas, kreatif, dan mudah dipahami melalui desain visual sesuai kreativitas masing-masing.

Penerapan Game Kentang memberikan pengalaman asesmen yang menggabungkan pemahaman materi dengan keterlibatan aktif dan kreativitas murid. Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan setelah kegiatan, 58,8% murid menyatakan setuju bahwa Game Kentang memberikan kesempatan bagi mereka untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, 55,9% murid menyatakan setuju bahwa mereka menjadi lebih memahami konsep Literasi Keuangan setelah mengerjakan soal Game Kentang, sementara persentase yang sama menyatakan bahwa kegiatan tersebut membantu mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan materi Ekonomi. Respons tertinggi terlihat pada penggunaan infografis, dengan 67,6% murid menyatakan setuju bahwa mereka dapat menyampaikan pemahaman mengenai Literasi Keuangan melalui media tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi untuk mengukur penguasaan materi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong keterlibatan, kreativitas, dan kemampuan murid dalam mengomunikasikan pengetahuan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi pembelajaran Ekonomi dalam mendukung terwujudnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas.

Melalui penerapan Game Kentang, diharapkan asesmen dalam pembelajaran Ekonomi dapat terus dikembangkan menjadi lebih variatif dan bermakna bagi murid. Inovasi sederhana seperti penggunaan unsur permainan dan media visual dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda serta membuka ruang bagi murid untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ke depan, pendekatan asesmen kreatif seperti Game Kentang dapat dikembangkan pada berbagai materi dengan variasi media dan aktivitas yang lebih beragam. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memberikan perhatian terhadap proses murid dalam memahami, berpikir kreatif, dan mengomunikasikan pengetahuan. (mty)

Integrasi SDG 12 dalam Pembelajaran Ekonomi: Penguatan Pemahaman Biaya Peluang Melalui Economic Choice Card pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Yogyakarta

Nilai-nilai keberlanjutan dapat dikenalkan melalui berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini berhasil diterapkan dalam pembelajaran oleh Adhestia Putri Richinta, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta saat sedang melaksanakan  Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 2 Yogyakarta bersama siswa kelas XE-7 pada Senin (31/08/26) lalu. Pembelajaran berlangsung pada pukul 11.00-13.45 WIB dengan waktu istirahat pada pukul 11.45-12.30. Pembelajaran ini mengangkat materi biaya peluang yang terintegrasi dengan Sustainable Development Goals (SDG) ke-12, yaitu Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Implementasi dalam kegiatan ini berfokus pada aspek konsumsi yang bertanggung jawab sehingga disesuaikan dengan materi biaya peluang dan studi kasus yang digunakan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang konsep biaya peluang dan pengambilan keputusan ekonomi siswa. Ketika materi konsep dasar diikuti siswa dengan baik maka dilanjutkan dengan aktivitas Economic Choice Card sebagai media pembelajaran berbasis studi kasus. Media yang dibuat berupa kotak berisi lembaran kasus dengan berbagai warna yang dibuat memanfaatkan kardus bekas paket COD. Setiap warna memiliki kategori yang berbeda dan setiap lembar dilipat pada bagian atas dan bawah sehingga bagian tengah berisi soal studi kasus yang tertutup. Siswa diminta mengambil satu lembar secara acak kemudian membuka lipatan kartu untuk mengetahui situasi yang didapatkan. Kasus yang diberikan berkaitan dengan keputusan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari seperti memilih membeli barang baru atau memakai barang yang masih layak, mempertimbangkan kebutuhan atau keinginan serta diskon hingga menentukan konsumsi yang lebih efisien. Siswa dapat menganalisis alternatif pilihan secara individu dengan mempertimbangkan alasan, tujuan, manfaat, konsekuensi serta peluang dari keputusan tersebut. 

Keterkaitan dengan SDG 12 berdasarkan konteks kasus yang membuat siswa menganalisis penggunaan sumber daya secara bijak dan berfokus pada perilaku konsumsi yang tidak berlebihan serta pemanfaatan kembali material dalam pembuatan media pembelajaran. Pada beberapa kasus mengarahkan siswa mempertimbangkan barang untuk digunakan kembali ketika masih layak, melakukan perbaikan pada barang yang rusak, memilih produk isi ulang, hingga membeli barang karena diskon atau mengikuti perkembangan zaman. Pendekatan sejalan dengan SDG 12 yang menekankan konsumsi berkelanjutan, efisiensi penggunaan sumber daya serta pengurangan sampah dalam bentuk daur ulang. Dengan demikian, nilai konsumsi bertanggung jawab hadir secara kontekstual melalui proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil penugasan siswa terdapat beragam pertimbangan untuk menentukan pilihan yang diambil sesuai dengan kasus yang diberikan. Siswa tidak hanya mempertimbangkan harga tetapi berdasar kebutuhan, situasi, manfaat, kondisi keuangan, dan konsekuensi dari keputusan yang telah diambil. Pembelajatan ini menunjukkan bahwa konsep biaya peluang dapat dihubungkan dengan keputusan nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai konsumen. Melalui Economic Choice Card, siswa diharapkan untuk memahami setiap pilihan memiliki konsekuensi dan sesuatu yang dikorbankan sekaligus membangun perilaku siswa dalam mempertimbangkan kebutuhan dan dampak ebelum memilih keputusan konsumsi. (adst)

Cerdas Mengelola Uang Saku, Langkah Awal Menumbuhkan Literasi Ekonomi Murid SMA Negeri 1 Turi

Literasi ekonomi dapat dikenalkan kepada murid melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kebiasaan mengelola uang saku. Hal tersebut menjadi tema kegiatan literasi yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Turi pada Selasa (01/09/26) lalu. Kegiatan ini disiapkan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Indah Aulia Afriana. Literasi ditujukan kepada seluruh murid kelas X, XI, dan XII dan dilaksanakan di masing-masing kelas. Kegiatan mengangkat tema “Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Remaja” sebagai upaya mengenalkan pengelolaan keuangan sederhana sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan literasi dilaksanakan secara individu dengan memanfaatkan Google Form (GForm) sebagai media penyampaian bahan bacaan dan pengumpulan respons murid. Bahan literasi yang telah disiapkan oleh mahasiswa PK berisi pembahasan mengenai pengelolaan uang saku, perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menentukan skala prioritas dalam menggunakan uang. Murid terlebih dahulu membaca bahan bacaan yang diberikan melalui Google Form secara mandiri. Setelah itu, murid menjawab empat pertanyaan yang telah disediakan berdasarkan pemahaman dan pertimbangan mereka terhadap situasi pengelolaan uang dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan seluruh murid sebagai responden untuk memberikan gambaran mengenai pemahaman dan pilihan mereka dalam mengelola uang saku.

Berdasarkan 345 respons murid, terlihat adanya kecenderungan untuk menerapkan pengelolaan uang secara lebih terarah. Pada pertanyaan mengenai cara mengelola uang sebesar Rp30.000, sebanyak 67,5% respons menunjukkan kecenderungan memprioritaskan kebutuhan, 41,7% memilih menyisihkan atau menabung sebagian uang, dan 31,6% memilih mengurangi jajan atau konsumsi. Sementara itu, pada pertanyaan mengenai kebiasaan yang ingin diterapkan setelah mengikuti literasi, 63,5% menunjukkan keinginan untuk lebih memprioritaskan kebutuhan, 35,1% ingin menabung atau menyisihkan uang, dan 27,8% memilih membuat anggaran, mencatat, atau membagi uang. Ketika diberikan situasi memiliki Rp50.000 untuk digunakan selama satu minggu, 50,4% respons memilih menabung atau menyisihkan uang dan 47,2% memilih mengurangi konsumsi berlebihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa murid memperoleh ruang untuk memahami dan merefleksikan pilihan ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan uang saku.

Kegiatan literasi ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun kebiasaan murid untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan ekonomi. Pemahaman mengenai kebutuhan, keinginan, skala prioritas, dan pengelolaan pengeluaran dapat menjadi bekal yang relevan bagi murid dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, kegiatan literasi dengan topik yang dekat dengan kehidupan murid diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Upaya tersebut sekaligus menjadi kontribusi dalam mendukung SDGs ke-4 melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan murid yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari. (ind)

 

Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Remaja melalui Penguatan Literasi Ekonomi Berbasis SDGs ke-4 di SMA Negeri 1 Turi

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Axelina Dava Avrielliandiny, melaksanakan kegiatan literasi ekonomi di SMA Negeri 1 Turi, Selasa (01/09/26) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Pengambilan keputusan ekonomi merupakan kemampuan yang penting untuk dikenalkan kepada murid sejak remaja karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kebiasaan sederhana seperti mengatur uang saku, menentukan kebutuhan yang harus dipenuhi, serta mempertimbangkan pilihan sebelum membeli sesuatu, murid dapat mulai memahami penerapan konsep ekonomi secara nyata. Kegiatan dengan tema “Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Remaja” ini diberikan kepada seluruh murid kelas X, XI, dan XII sebagai bentuk penguatan pemahaman ekonomi yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan literasi ekonomi dilaksanakan melalui media Google Form yang digunakan sebagai sarana penyampaian materi literasi sekaligus pengumpulan tanggapan murid. Dalam pelaksanaannya, murid diberikan bahan bacaan yang membahas mengenai pengelolaan uang saku, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menyusun skala prioritas ketika menghadapi keterbatasan sumber daya. Setelah memahami materi tersebut, murid diminta untuk memberikan jawaban berdasarkan studi kasus yang telah disediakan. Studi kasus tersebut mengajak murid untuk menentukan pilihan ketika memiliki uang sebesar Rp30.000 dengan beberapa kebutuhan dan keinginan yang harus dipertimbangkan, serta merefleksikan cara mengelola uang Rp50.000 agar dapat digunakan secara bijak selama satu minggu. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memahami konsep ekonomi secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk menghubungkan materi dengan kondisi yang dekat dengan kehidupan mereka. 

Berdasarkan hasil pengisian Google Form dari 345 respons murid, kegiatan literasi ekonomi memberikan gambaran mengenai cara murid mempertimbangkan pilihan dalam mengelola uang saku secara lebih bijak. Pada studi kasus penggunaan uang sebesar Rp30.000, sebanyak 67,5% respons menunjukkan bahwa murid cenderung mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan, 41,7% respons menunjukkan adanya upaya untuk menyimpan sebagian uang yang dimiliki, dan 31,6% respons menunjukkan upaya untuk mengurangi pengeluaran konsumsi atau jajan. Selain itu, setelah mengikuti kegiatan literasi, sebanyak 63,5% respons menunjukkan keinginan untuk lebih memperhatikan kebutuhan sebelum melakukan pengeluaran, 35,1% respons berencana membiasakan diri menyisihkan uang, serta 27,8% respons mulai mempertimbangkan pengelolaan uang melalui penyusunan anggaran, pencatatan pengeluaran, maupun pembagian uang sesuai kebutuhan. Pada situasi pengelolaan uang sebesar Rp50.000 untuk satu minggu, sebanyak 50,4% respons memilih menyimpan sebagian uang untuk digunakan kemudian dan 47,2% respons berupaya mengurangi konsumsi yang berlebihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi ekonomi memberikan pengalaman belajar bagi murid untuk memahami keterbatasan sumber daya, mempertimbangkan pilihan, serta merefleksikan keputusan ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan uang saku. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap SDGs ke-4 melalui pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan murid.

Melalui kegiatan literasi ekonomi ini, diharapkan murid mampu menerapkan pemahaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara lebih bertanggung jawab. Pembiasaan dalam menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempertimbangkan manfaat dari setiap keputusan ekonomi dapat menjadi bekal penting bagi murid dalam menghadapi berbagai pilihan di masa depan. Keberadaan kegiatan literasi yang mengangkat topik dekat dengan kehidupan murid diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang bermakna. Dengan demikian, kegiatan Praktik Kependidikan tidak hanya menjadi proses pengembangan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan murid sesuai dengan tujuan SDGs ke-4. (axl)

 

Torehkan Prestasi Nasional, Guru Besar FEB UNY Raih penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik 2026 

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS berhasil memenangkan penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Penghargaan ini diberikan atas keaktifan dan kepedulian Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS dalam menggerakkan eduukasi literasi keuangan untuk masyarakat dari berbagai kalangan baik pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat umum lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam puncak acara Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acara nasional bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini dihadiri lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa. Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, seperti Ketua Dewan Komisioner OJK Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, S.E., M.P.M., Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E., Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Dr. Herman Saheruddin, S.E., M.Sc., Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, S.E., M.A., serta jajaran pimpinan daerah dan pelaku industri jasa keuangan lainnya.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS. dalam membimbing masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan kepedulian nyata akademisi UNY terhadap peningkatan literasi finansial di Indonesia. Pencapaian ini diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Integrasi SDGs 4 dan 9 dalam Pembelajaran Pengelolaan Rapat melalui Pembuatan Notulen Rapat Berbasis Digital pada Peserta Didik Kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan

Listya Candra Novica Fitri, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FEB UNY melaksanakan kegiatan pembelajaran mata pelajaran Manajemen Perkantoran pada elemen Pengelolaan Rapat bersama peserta didik kelas XI MPLB 1 SMK Negeri 1 Jogonalan pada Senin (31/08/26) lalu. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Jogonalan Klaten dengan sasaran peserta didik kelas XI MPLB 1 melalui praktik pembuatan notulen rapat berbasis digital. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengelola informasi hasil rapat sekaligus membiasakan penggunaan teknologi dalam pekerjaan administrasi perkantoran. Pelaksanaan kegiatan memiliki keterkaitan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan peserta didik serta SGDs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan praktik administrasi.

Kegiatan bertujuan agar peserta didik mampu memahami peran dan tanggung jawab seorang notulis serta terampil menyusun notulen berdasarkan informasi tertulis yang tersedia. Kegiatan diawali dengan penyamapaian materi mengenai notulen rapat, meliputi pengertian, tujuan dan fungsi notulen, peran notulis, unsur-unsur yang perlu dicatat, struktur penulisan (kepala, identitas rapat, pembukaan pembahasan, keputusan, tindak lanjut, hingga penutup), prinsip penulisan yang objektif, faktual, ringkas, dan formal, serta beberapa contoh notulen sebagai gambaraan penerapannya. Setelah pemahaman konsep tersampaikan, peserta didik kemudian diberikan sebuah naskah skenario rapat koordinasi internal PT. Alkain House yang menggambarkan simulasi teleconference dengan agenda pembentukan kepanitian, pembagian tugas dan tanggung jawab, pembahasan kebutuhan logistik, peninjauan alternatif hotel, hingga penetapan rencana tindak lanjut. Melalui naskah tersebut, peserta didik berperan sebagai notulis dengan mempelajari isi skenario secara cermat, mengidentifikasi informasi penting, menandai hasil keputusan, serta mencermati poin-poin tindak lanjut yang disepakati. Hasil identifikasi tersebut kemudian disusun menjadi dokumen notulen resmi menggunakan Microsoft Word atau WPS Office, dan dikumpulkan melalui Google Drive.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman bahwa tugas notulis tidak sebatas mencatat, namun juga menuntut kemampuan membaca cermat, memilah, dan mengelola informasi dari suatu teks menjadi dokumen administrasi yang sistematis dan mudah dipahami, meskipun informasi tersebut tidak diperoleh dari rapat yang berlangsung secara langsung. Skenario yang diberikan memuat berbagai informasi yang perlu diidentifikasi peserta didik, mulai dari struktur kepanitiaan, pembagian tugas antar bidang, hingga rencana tindak lanjut seperti finalisasi surat undangan, penyusunan RAB logistik, peninjauan hotel, dan penyusunan proposal kegiatan. Penggunaan Microsoft Word/WPS Office serta Google Drive turut memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam menerapkan teknologi digital pada proses pengolahan dan pengelolaan dokumen, sehingga memperkuat kontribusi kegiatan terhadap SDGs 4 melalui penguatan kompetensi peserta didik dan SDGs 9 melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.

Melalui pembelajaran berbasis skenario tersebut, peserta didik kelas XI MPLB 1 diharapkan mampu menghubungkan kompetensi Pengelolaan Rapat dengan kebutuhan administrasi di lingkungan kerja, sekalipun latihan dilakukan tanpa menyaksikan rapat secara langsung. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong pembelajaran yang lebih kontekstual, yaitu pembelajaran yang tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih keterampilan administrasi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan pendekatan tersebut, integrasi SDGs dapat hadir secara nyata melalui aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi kejuruan dan kebutuhan dunia kerja. (lst)

 

Mahasiswa Praktik Kependidikan UNY Berkontribusi dalam Pelaksanaan PKM bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut serta membantu tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi guru Akuntansi yang tergabung dalam MGMP Kota dan Kabupaten Magelang. Kegiatan berjudul "Pendampingan Penguatan Pemahaman Teori dan Praktik Penyusunan Laporan Arus Kas Berbasis Digital bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang" ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK Negeri 2 Magelang pada Jumat (31/08/26) lalu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui penguatan pemahaman teori dan praktik berbasis digital sekaligus berkontribusi terhadap lima poin Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs 1, SDGs 4, SDGs 8, SDGs 9, dan SDGs 17.

Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru mengenai teori sekaligus praktik menyusun laporan arus kas agar lebih relevan dengan pembelajaran dan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi, penyampaian materi, dan pendampingan praktik. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman laporan arus kas, perbedaan laba berbasis akrual dengan kas yang diterima atau dikeluarkan, pengelompokan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta metode langsung dan tidak langsung. Peserta kemudian mempraktikkan penyusunan laporan arus kas menggunakan spreadsheet mulai dari input transaksi, klasifikasi arus kas, perhitungan, hingga penyusunan laporan akhir. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) SMK Negeri 2 Magelang, salah satunya Yulia Nuraeni Suci (NIM 23080430034) Program Studi Pendidikan Akuntansi-S1 UNY, yang bertugas sebagai master of ceremony (MC) sekaligus membantu berbagai persiapan teknis seperti penataan ruangan, pencatatan kehadiran, distribusi konsumsi, dan pendampingan guru selama praktik berlangsung. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan tim dosen UNY berjumlah 5 dosen bersama sekitar 20 guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang.

Pendampingan ini memberikan dampak positif dan manfaat berupa peningkatan pemahaman konseptual dan praktik guru dalam menyusun laporan arus kas. Penggunaan spreadsheet sebagai media digital membantu guru memahami alur penyusunan laporan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs terlihat dari beberapa aspek yaitu mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru untuk pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena pembelajaran yang mendekati praktik dunia kerja membantu mempersiapkan siswa SMK dengan keterampilan relevan, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi digital dalam pembelajaran, serta SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) karena peningkatan kualitas pendidikan turut mendukung kesiapan kerja yang meningkatkan ekonomi siswa. Kolaborasi antara UNY dan MGMP dalam kegiatan ini juga mencerminkan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Hasil pendampingan ini diharapkan bermanfaat oleh guru Akuntansi dalam pembelajaran di sekolah. Template laporan arus kas berbasis spreadsheet dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran praktik. Melalui forum MGMP, guru juga diharapkan dapat saling berbagi pengalaman serta terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Akuntansi sehingga kegiatan ini berdampak bagi peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja. (yns)

Dari Botol Bekas Menjadi Media Belajar, Siswa Kelas XI MPLB SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Antusias Ikuti Permainan Pembelajaran

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, salah satu mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan proyek berupa pembelajaran yang dipadukan dengan game menarik dengan media botol bekas di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Jl. Sudirman, Dusun Kaliabon, Borobudur, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini digagas oleh salah satu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur yakni Wulan Anggraeni dengan bimbingan serta arahan dari dosen pengampu yakni Dr. Rizqi Ilyasa Aghni, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan pembelajaran yang memadukan pemanfaatan sampah yang dihasilkan oleh warga sekolah ini yaitu memberikan edukasi kepada siswa dan guru sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur mengenai pentingnya pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan dengan memadukan pemanfaatan media yang ada di sekitar. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang menarik dan inovatif, kesadaran lingkungan, dan pemanfaatan barang sekitar sekolah.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap Pendidikan berkualitas dan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong siswa dan guru agar lebih aktif dan semangat dalam pembelajaran dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pembelajaran inovatif ini dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi pembelajaran, dan game sederhana dengan media botol bekas terkait pembelajaran pada mata pelajaran Humas dan Keprotokolan.

Pihak sekolah selaku mitra kegiatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pembelajaran inovatif tersebut. Selaku guru pamong sekolah, Assofiq Dwi Kurniawan, S.Pd. menyampaikan kesan positif terhadap pembelajaran yang dilaksanakan mahasiswa PK UNY.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa PK UNY yang telah memberikan pembelajaran yang inovatif kepada siswa, dan inovasi baru kepada guru kami. Penyampaian materi pembelajaran yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong semangat baru dalam menuntut ilmu, semoga inovasi baru ini dapat memberikan dampak yang positif dalam memajukan pendidikan yang berkualitas dan menarik di sekolah. Program ini sangat mendukung upaya sekolah dalam membentuk karakter semangat belajar siswa dalam menuntut ilmu," ungkapnya, Jumat (28/08/2026) lalu.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pengabdian kepada pendidikan di Indonesia serta memperkuat kolaborasi dengan lingkungan sekolah dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas, inovatif, menarik, dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan mahasiswa PK secara langsung di tengah sekolah, UNY berharap program inovasi pembelajaran serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari pihak sekolah. Dengan adanya pembelajaran menarik yang diberikan kepada siswa, diharapkan sekolah dapat menerapkan inovasi pembelajaran dengan media yang lebih baik dan menarik lainnya secara berkelanjutan.

Penulis : 

Wulan Anggraeni

 

Mahasiswa PK UNY Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Stigma melalui Edukasi HIV dan AIDS untuk Mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Anisa Dian Asri, bersama kelompok mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY Tahun Akademik 2026/2027 bekerja sama dengan Puskesmas Wonosari I menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” pada Jumat (21/08/26) bertempat di SMK Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut merupakan program edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS, memberikan pemahaman tentang cara penularan dan pencegahannya, serta membangun kesadaran pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Selain memberikan informasi ilmiah yang benar, kegiatan tersebut juga mendorong remaja agar mampu menjadi agen edukasi bagi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat sehingga tercipta budaya hidup sehat yang berlandaskan kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial sesuai dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kesalahpahaman yang berkembang di kalangan remaja mengenai HIV dan AIDS. Berbagai mitos, seperti anggapan bahwa HIV dapat menular melalui berjabat tangan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, atau gigitan nyamuk, masih sering dipercaya sehingga menimbulkan perlakuan diskriminatif terhadap ODHIV. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa PK UNY mengangkat tema “Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang HIV dan AIDS” sebagai upaya preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 78 peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Wonosari sebagai sasaran utama karena remaja merupakan kelompok usia yang perlu memperoleh informasi kesehatan secara tepat sejak dini. Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Tri Resmiyati, S.Tr.Keb selaku tenaga kesehatan Puskesmas Wonosari I yang memberikan edukasi berbasis fakta ilmiah dengan metode penyampaian yang komunikatif, interaktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, peserta memperoleh materi yang mencakup pengertian HIV dan AIDS, perbedaan antara HIV sebagai virus dan AIDS sebagai kondisi lanjutan akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh, media penularan, tanda dan gejala awal, pentingnya tes HIV, pengobatan antiretroviral (ARV), hingga langkah-langkah pencegahan melalui perilaku hidup sehat. Suasana sosialisasi semakin aktif melalui sesi permainan “Mitos atau Fakta” dan diskusi studi kasus yang mendorong peserta didik berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di masyarakat. Dalam penyampaiannya, Tri Resmiyati, S.Tr.Keb menegaskan, “Yang harus dihindari adalah perilaku yang berisiko, bukan orangnya. ODHIV tetap memiliki hak untuk belajar, bekerja, dan bergaul tanpa diskriminasi.”

Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap, program ini mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan Sosialisasi HIV dan AIDS di SMK Negeri 1 Wonosari menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui edukasi yang diberikan, peserta diharapkan tidak hanya memahami informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup sehat serta menjadi penyebar informasi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mahasiswa PK UNY, Puskesmas Wonosari I, dan Peserta Didik SMK Negeri 1.

Wonosari berkomitmen untuk terus menghadirkan program promosi kesehatan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup remaja di Kabupaten Gunungkidul. Pelaksanaan kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas dengan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak peserta didik yang memiliki literasi kesehatan reproduksi yang baik, menghormati hak-hak ODHIV, serta berkontribusi dalam menciptakan bebas stigma, dan mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). (ans)

Pages