Airlangga 2026: Mahasiswa PK UNY Dukung Pencapaian SDGs 16 Melalui Pemilihan Ketua Osis Di SMK N 1 Klaten
Submitted by feb on Mon, 21/09/2026 - 10:55
Selama kurang lebih dua bulan menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten, Nining Mila Sari, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga turut mendampingi dan menyaksikan langsung salah satu agenda kesiswaan terbesar di sekolah ini, yaitu Airlangga 2026, rangkaian pemilihan Ketua OSIS yang di SMK Negeri 1 Klaten disebut Mitratama dan Mitramuda. Bagi mahasiswa PK, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat langsung bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dijalankan secara konsisten di lingkungan sekolah menengah kejuruan.
Airlangga 2026 diselenggarakan penuh oleh Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMK Negeri 1 Klaten dan melibatkan sekitar 1.700 siswa dari kelas 10 hingga 12 sebagai pemilik hak suara. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai 15 hingga 18 September 2026, meliputi tahap sosialisasi, orasi, debat, hingga hari pemungutan suara (Pemilos), dengan tiga pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi Mitratama-Mitramuda.
Komitmen sekolah terhadap penguatan karakter tampak jelas dari cara setiap tahapan dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif, bukan sekadar sebagai penonton. Pada hari sosialisasi tanggal 15 September, siswa menerima materi kepemiluan dari panitia, kemudian ditugaskan menyusun kembali pemahaman mereka dalam bentuk video kreatif. Sehari berikutnya, saat orasi digelar di ruang indoor sekolah dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru, antusiasme siswa juga tampak melalui pembuatan properti kampanye untuk mendukung paslon pilihan masing-masing.
Salah satu momen yang paling menunjukkan proses berpikir kritis siswa terjadi pada sesi debat tanggal 17 September. Ketiga pasangan calon beradu gagasan di hadapan siswa dan guru, dengan isu kepemimpinan organisasi menjadi topik paling ramai dibahas, khususnya mengenai bagaimana seorang pemimpin mampu merangkul dan mengarahkan seluruh anggota maupun siswa secara luas. Usai debat, siswa turut ditugaskan merangkum hasil diskusi sebagai bentuk refleksi atas apa yang telah mereka saksikan.
Puncak rangkaian kegiatan terjadi pada 18 September, saat pemungutan suara dilaksanakan secara manual menggunakan kertas suara dan tinta celup, bukan sistem e-voting, dengan proses penghitungan yang dilakukan secara terbuka di ruang indoor dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru. Hasil resmi menunjukkan Paslon 02 (Arsya-Melati) unggul dengan 813 suara, disusul Paslon 01 (Safira-Via) dengan 570 suara, dan Paslon 03 (Ikhsan-Syifa) dengan 223 suara, sementara suara tidak sah tercatat sebanyak 136 suara.
Ketua Umum MPK 2025/2026, Yovita Amelia Widarsun, menegaskan bahwa seluruh tahapan Airlangga dijalankan berdasarkan prinsip luber jurdil, yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil, sebagai upaya menjaga transparansi proses pemilihan sekaligus mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Ia turut menyoroti peningkatan partisipasi siswa yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan rendahnya angka suara tidak sah, sebagai indikasi bahwa pemahaman siswa terhadap mekanisme pemilihan yang benar semakin matang.
Bagi mahasiswa PK UNY, pengalaman mendampingi rangkaian Airlangga menjadi ruang belajar tersendiri mengenai bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dapat dijalankan secara konsisten di tingkat sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar kepemimpinan tidak selalu memerlukan program besar, melalui sosialisasi, orasi, debat, hingga pemungutan suara yang dijalankan secara tertib, siswa SMK Negeri 1 Klaten memperoleh pengalaman nyata dalam mengambil keputusan secara langsung, terbuka, dan bertanggung jawab.
Rangkaian Airlangga 2026 turut menjadi wujud kontribusi nyata sekolah terhadap pencapaian SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam memberi siswa pengalaman belajar mengenai kepemimpinan, partisipasi, dan tanggung jawab dalam proses demokrasi di tingkat sekolah. Bagi mahasiswa PK UNY, momen ini menjadi pengalaman berharga untuk menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai demokrasi tersebut ditanamkan kepada siswa, tidak hanya melalui teori, tetapi juga lewat praktik nyata yang mereka jalani sendiri. (nms)




















