Airlangga 2026: Mahasiswa PK UNY Dukung Pencapaian SDGs 16 Melalui Pemilihan Ketua Osis Di SMK N 1 Klaten

Selama kurang lebih dua bulan menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten, Nining Mila Sari, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga turut mendampingi dan menyaksikan langsung salah satu agenda kesiswaan terbesar di sekolah ini, yaitu Airlangga 2026, rangkaian pemilihan Ketua OSIS yang di SMK Negeri 1 Klaten disebut Mitratama dan Mitramuda. Bagi mahasiswa PK, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat langsung bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dijalankan secara konsisten di lingkungan sekolah menengah kejuruan.

Airlangga 2026 diselenggarakan penuh oleh Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMK Negeri 1 Klaten dan melibatkan sekitar 1.700 siswa dari kelas 10 hingga 12 sebagai pemilik hak suara. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai 15 hingga 18 September 2026, meliputi tahap sosialisasi, orasi, debat, hingga hari pemungutan suara (Pemilos), dengan tiga pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi Mitratama-Mitramuda.

Komitmen sekolah terhadap penguatan karakter tampak jelas dari cara setiap tahapan dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif, bukan sekadar sebagai penonton. Pada hari sosialisasi tanggal 15 September, siswa menerima materi kepemiluan dari panitia, kemudian ditugaskan menyusun kembali pemahaman mereka dalam bentuk video kreatif. Sehari berikutnya, saat orasi digelar di ruang indoor sekolah dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru, antusiasme siswa juga tampak melalui pembuatan properti kampanye untuk mendukung paslon pilihan masing-masing.

Salah satu momen yang paling menunjukkan proses berpikir kritis siswa terjadi pada sesi debat tanggal 17 September. Ketiga pasangan calon beradu gagasan di hadapan siswa dan guru, dengan isu kepemimpinan organisasi menjadi topik paling ramai dibahas, khususnya mengenai bagaimana seorang pemimpin mampu merangkul dan mengarahkan seluruh anggota maupun siswa secara luas. Usai debat, siswa turut ditugaskan merangkum hasil diskusi sebagai bentuk refleksi atas apa yang telah mereka saksikan.

Puncak rangkaian kegiatan terjadi pada 18 September, saat pemungutan suara dilaksanakan secara manual menggunakan kertas suara dan tinta celup, bukan sistem e-voting, dengan proses penghitungan yang dilakukan secara terbuka di ruang indoor dan disaksikan langsung oleh siswa maupun guru. Hasil resmi menunjukkan Paslon 02 (Arsya-Melati) unggul dengan 813 suara, disusul Paslon 01 (Safira-Via) dengan 570 suara, dan Paslon 03 (Ikhsan-Syifa) dengan 223 suara, sementara suara tidak sah tercatat sebanyak 136 suara.

Ketua Umum MPK 2025/2026, Yovita Amelia Widarsun, menegaskan bahwa seluruh tahapan Airlangga dijalankan berdasarkan prinsip luber jurdil, yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil, sebagai upaya menjaga transparansi proses pemilihan sekaligus mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Ia turut menyoroti peningkatan partisipasi siswa yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan rendahnya angka suara tidak sah, sebagai indikasi bahwa pemahaman siswa terhadap mekanisme pemilihan yang benar semakin matang.

Bagi mahasiswa PK UNY, pengalaman mendampingi rangkaian Airlangga menjadi ruang belajar tersendiri mengenai bagaimana pendidikan karakter dan demokrasi dapat dijalankan secara konsisten di tingkat sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar kepemimpinan tidak selalu memerlukan program besar, melalui sosialisasi, orasi, debat, hingga pemungutan suara yang dijalankan secara tertib, siswa SMK Negeri 1 Klaten memperoleh pengalaman nyata dalam mengambil keputusan secara langsung, terbuka, dan bertanggung jawab.

Rangkaian Airlangga 2026 turut menjadi wujud kontribusi nyata sekolah terhadap pencapaian SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam memberi siswa pengalaman belajar mengenai kepemimpinan, partisipasi, dan tanggung jawab dalam proses demokrasi di tingkat sekolah. Bagi mahasiswa PK UNY, momen ini menjadi pengalaman berharga untuk menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai demokrasi tersebut ditanamkan kepada siswa, tidak hanya melalui teori, tetapi juga lewat praktik nyata yang mereka jalani sendiri. (nms)

Membawa Gaya Gen Z ke Ruang Kelas: Inovasi Pembelajaran Digital di SMKN 1 Klaten

Endah Gita Cahyani, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMKN 1 Klaten menerapkan inovasi media pembelajaran berbasis teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pemanfaatan Kahoot, flipbook, Mentimeter, dan Wooclap digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan bersama peserta didik jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMKN 1 Klaten sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan bermakna.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK memanfaatkan flipbook sebagai media untuk penyampaian materi agar peserta didik dapat mengakses bahan pembelajaran secara lebih menarik, praktis, dan fleksibel. Selanjutnya, Kahoot digunakan sebagai media asesmen berbasis gamifikasi yang menghadirkan pengalaman belajar melalui kuis interaktif. Dengan format permainan dan perolehan skor, peserta didik dapat menguji pemahaman materi dalam suasana yang lebih menyenangkan. Sementara itu, Mentimeter dan Wooclap dimanfaatkan sebagai sarana refleksi untuk mengetahui pemahaman dan pengalaman belajar peserta didik. Melalui media tersebut, peserta didik tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan respons (feedback), menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta merefleksikan proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi ini menjadi semakin relevan karena mahasiswa PK yang memiliki kedekatan usia dengan generasi Z dapat menghadirkan pendekatan pembelajaran digital yang lebih dekat dengan keseharian peserta didik.

Penerapan berbagai media digital tersebut mendapat respons positif dari peserta didik. Pembelajaran menjadi lebih dinamis karena peserta didik memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung, baik melalui kuis, penyampaian pendapat, maupun kegiatan refleksi. Kahoot menghadirkan suasana asesmen yang lebih interaktif, sedangkan Mentimeter dan Wooclap membantu mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pemahaman serta respons peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari. Di sisi lain, inovasi yang diterapkan juga menarik perhatian guru di sekolah. Ketertarikan tersebut membuka ruang berbagi praktik baik antara mahasiswa dan guru mengenai alternatif pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Interaksi ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, ide, dan strategi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak sekadar menjadi variasi media, tetapi turut mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan sejalan dengan semangat SDG 4.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berharap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak berhenti pada penggunaan media digital semata, tetapi terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik menjadi subjek aktif. Pengalaman penggunaan Kahoot, flipbook, Mentimeter, dan Wooclap diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru maupun mahasiswa untuk terus berbagi praktik baik dan menciptakan inovasi pembelajaran yang kreatif, interaktif, serta relevan dengan perkembangan teknologi. Ke depannya, kolaborasi antara mahasiswa PK dan pihak sekolah diharapkan dapat terus terjalin untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. (egc)

Dekan FEB UNY Pimpin Rapat Kerja Perdana AFE-LPTK Periode 2026–2029

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Sutirman, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Fakultas Ekonomi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan periode 2026–2029. Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Kongres V AFE-LPTK yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 23–24 Juli 2026. Kepemimpinan ini menegaskan peran aktif FEB UNY dalam mengawal penguatan tata kelola serta peningkatan mutu pendidikan tinggi ekonomi nasional.

Organisasi AFE-LPTK menaungi 12 fakultas ekonomi LPTK se-Indonesia sebagai wadah kolaborasi dalam menyelaraskan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemahasiswaan.

Mengawali masa bakti kepengurusan, AFE-LPTK menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar pada 18–20 September 2026. Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Dekan dan Wakil Dekan dari seluruh institusi anggota untuk membahas penyusunan program kerja, perubahan anggaran dasar, serta penetapan arah kebijakan asosiasi.

Dr. Sutirman menyampaikan bahwa penguatan sinergi antar-LPTK menjadi kunci utama dalam merespons dinamika pendidikan dan tantangan ekonomi global. Melalui perumusan program yang terintegrasi, AFE-LPTK berfokus pada peningkatkan mutu pengajaran, perluasan publikasi ilmiah bereputasi, serta optimalisasi kerja sama kelembagaan. Peningkatan capaian prestasi mahasiswa anggota AFE-LPTK menjadi perhatian utama.

Langkah strategis kepemimpinan FEB UNY dalam AFE-LPTK ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi berkelanjutan antar-perguruan tinggi LPTK ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan mutu pendidikan tinggi ekonomi di seluruh Indonesia. (ist/fdh)

“How May I Assist You?”: Siswa XI MPLB Asah Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Untuk Bekal Dunia Kerja

Pembelajaran mata Pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) di SMK Muhammadiyah 2 Bantul menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap Susteinable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 Pendidikan Bermutu (Quality Education) dan SGDs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Melalui kegiatan ini, siswa kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) dibekali pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026, melalui pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Salah satu bentuk praktik yang dilakukan Adalah berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Dalam praktiknya, siswa mempelajari kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris yang umum digunakan di tempat kerja. Salah satu ungkapan yang dipraktikkan adalah “How May I Assist You?” sebagai bentuk pelayanan yang sopan dan professional. Siswa juga berlatih menyapa, memperkenalkan disi, menawarkan bantuan, menyampaikan informasi, dan memberikan respons dalam Bahasa Inggris. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga belajar menerapkan etika komunikasi professional. 

Kegiatan pembelajaran berbasis praktik ini mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris dan memahami pentingnya komunikasi yang efektif di dunia kerja. Siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi yang mungkin ditemui ketika memasuki lingkungan kerja. Pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum mahasiswa mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 turut mendukung pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada keterampilan serta siswa memperoleh pengalam langsung dalam menerapkan komunikasi professional. 

Penerapan SDGs 4 diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas dan pengembangan keterampilan yang relevan bagi siswa, sedangkan SDGs 8 diwujudkan melalui penguatan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika professional, dan kemampuan berbahasa Inggris. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Dari ruang kelas, siswa dipersiapkan menjadi generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap menghadapi dunia kerja. (psh)

FEB UNY Gelar Guest Lecture Bersama UiTM Malaysia, Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Implementasi SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar kuliah tamu (Guest Lecture) internasional bertajuk "SDG in Higher Education: Walk the Talk" yang berlangsung di Auditorium FEB UNY, Rabu (16/9/2026) lalu. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan Dr. Yussri bin Sawani, Asisten Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak Kampus Mukah, Malaysia, sebagai pembicara utama. Kegiatan akademik ini diikuti oleh 150 mahasiswa beserta jajaran dekanat FEB UNY.sambutan Dr Sutirman Dekan FEB

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., yang menyambut hangat kehadiran narasumber dan rombongan akademisi dari Malaysia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi internasional ini dan berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dr. Sutirman menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menggali pengetahuan serta wawasan komparatif mengenai praktik dan pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia maupun Malaysia.

Dalam pemaparannya, Dr. Yussri bin Sawani menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai akselerator pencapaian SDGs. Ia mengusung konsep keseimbangan antara "Walk the Talk" (menerapkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus) dan "Talk the Walk" (mengedukasi serta mengampanyekan kesadaran SDGs). Menurutnya, komitmen keberlanjutan harus terintegrasi secara menyeluruh dalam empat pilar utama perguruan tinggi, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), tata kelola operasional kampus (operations), dan kemitraan masyarakat (engagement).

Lebih lanjut, Dr. Yussri memperkenalkan instrumen Higher Education Institution Sustainable Development Goals Disclosure Index (HSDI) sebagai kerangka evaluasi transparansi informasi SDGs pada situs web universitas. Ia memaparkan data progres SDGs tingkat global serta regional di Indonesia dan Malaysia, seraya menegaskan pentingnya keterbukaan data dan penguatan kurikulum. Dengan akuntabilitas pelaporan yang baik, perguruan tinggi tidak hanya sekadar mempublikasikan wacana, tetapi juga menghasilkan dampak transformatif yang terukur bagi masyarakat.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat para peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Sebanyak 150 mahasiswa yang hadir tampak antusias mendalami berbagai topik, mulai dari integrasi SDGs dalam akuntansi dan auditing, tantangan pembiayaan berkelanjutan, hingga peran mahasiswa dalam aksi sosial-lingkungan di kampus. Diskusi ini memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya kepemimpinan dan strategi berbasis keberlanjutan di era global.

Penyelenggaraan kegiatan ini secara langsung mencerminkan komitmen terhadap beberapa poin utama Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan. Secara khusus, acara ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi keberlanjutan dan literasi masa depan bagi mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademis lintas negara antara FEB UNY dan UiTM Malaysia. Selain itu, pembahasan yang diusung juga menyentuh SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong riset inovatif dan operasional kampus hijau yang akuntabel. (fdh)

Mahasiswa UNY Susun Modul Praktik Akuntansi Excel dan Accurate untuk Guru dan Siswa SMK Koperasi Yogyakarta

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyusun modul ajar praktik akuntansi perusahaan dagang berbasis Microsoft Excel dan aplikasi Accurate untuk SMK Koperasi Yogyakarta. Modul ini disiapkan sebagai buku pegangan guru sekaligus acuan belajar siswa, termasuk untuk persiapan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Kegiatan ini berawal dari kebutuhan sekolah. Berdasarkan observasi dan diskusi dengan guru akuntansi, SMK Koperasi Yogyakarta belum memiliki modul Accurate yang runtut. Guru masih mencari cara mengajarkan Accurate secara bertahap, sementara siswa  belum dapat mengoperasikan aplikasi tersebut secara mandiri.

Sejak September 2026, Fathiyyatul mendampingi siswa secara langsung setiap hari pada jam kosong. Pendampingan diikuti dua siswa peserta LKS dan siswa Akuntansi kelas XI, dari total 56 siswa Akuntansi Keuangan XI sampai XII dan dua guru akuntansi yang menjadi sasaran kegiatan. Sekolah menyediakan laboratorium komputer sebagai tempat praktik, dan siswa terlihat antusias saat mencoba Accurate.

“Banyak siswa yang bingung pas pertama kali buka Accurate karena belum ada panduan yang runtut, padahal materinya sebenarnya bisa dipelajari bertahap. Modul ini saya susun supaya guru punya pegangan yang jelas untuk mengajar, dan siswa bisa belajar mandiri, terutama yang mau ikut LKS dan UKK” ujar Azkiya.

Modul disusun dalam enam bab. Isinya mencakup konsep dasar akuntansi perusahaan dagang, praktik dengan Microsoft Excel, praktik dengan Accurate, studi kasus perusahaan dagang, hingga evaluasi dan uji kompetensi. Modul dilengkapi sepuluh lampiran, antara lain format bukti transaksi, contoh file Excel, panduan database Accurate, dan glosarium.

Pemanfaatannya disesuaikan dengan jenjang. Kelas X memakai modul sebagai acuan awal, kelas XI untuk latihan persiapan LKS, dan kelas XII untuk latihan persiapan UKK.

Salah satu guru akuntansi, Ratri menyambut baik kegiatan ini. “Modul ini sangat membantu karena selama ini kami mengajar Accurate tanpa acuan tertulis yang lengkap. Dengan modul ini, materi bisa disampaikan lebih sistematis dan siswa punya bahan latihan sendiri di luar jam pelajaran,” 

Seorang siswa, Fitri mengaku “mengaku lebih percaya diri menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) setelah dipandu langsung menggunakan Accurate. "Awalnya saya cuma tahu teorinya dari buku, tapi begitu praktik langsung dan dibimbing step by step, saya jadi lebih paham alur pencatatan dari jurnal sampai laporan keuangan. Latihan ini bikin saya lebih siap buat lomba.”

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu pendidikan berkualitas. Salah satu targetnya, yaitu Target 4.4, menyebutkan bahwa pada 2030 diharapkan terjadi peningkatan signifikan jumlah pemuda dan orang dewasa yang memiliki keterampilan relevan, termasuk keterampilan teknis dan kejuruan, untuk bekerja, mendapatkan pekerjaan layak, dan berwirausaha. Lewat modul yang terstruktur, siswa SMK diharapkan lebih siap menggunakan aplikasi akuntansi digital di dunia kerja.

“Saya berharap modul ini tidak berhenti di sini, tapi terus dipakai dan dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah, sehingga siswa SMK Koperasi Yogyakarta makin siap menghadapi dunia kerja yang sudah serba digital” tutup mahasiswa UNY.

Meningkatkan Keaktifan Belajar Ekonomi melalui Permainan Interaktif Berbasis Dadu pada Materi Indeks Harga dan Inflasi

Rafiqoh Amelya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melaksanakan kegiatan pembelajaran Ekonomi dalam rangka Praktik Kependidikan (PK) pada Selasa (15/09/26) lalu, di SMAN 1 Depok Sleman. Kegiatan dilaksanakan bersama peserta didik kelas XI/Fase F pada materi Indeks Harga dan Inflasi dengan menerapkan permainan interaktif berbasis dadu. Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan serta mendorong peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Penerapan pembelajaran interaktif tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan proses pembelajaran yang partisipatif dan mendukung pengembangan kompetensi peserta didik.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi Indeks Harga dan Inflasi sebagai penguatan pemahaman peserta didik sebelum mengikuti permainan. Selanjutnya, peserta didik dibagi menjadi enam kelompok. Pada setiap ronde, masing-masing kelompok mengirimkan satu perwakilan untuk maju ke depan kelas. Perwakilan kelompok secara bergantian melempar dadu yang menentukan poin soal yang akan diberikan. Setelah dadu dilempar, mahasiswa sebagai guru membacakan soal sesuai dengan poin yang diperoleh. Peserta didik kemudian berlomba menjawab soal dengan cepat dan tepat. Peserta didik yang berhasil menjawab mendapatkan stiker yang dikumpulkan sebagai perolehan kelompok. Permainan dilaksanakan dalam enam ronde dengan dua putaran sehingga terdapat dua belas kesempatan bagi peserta didik untuk menjawab secara langsung. Meskipun permainan dilakukan secara berkelompok, penilaian tetap bersifat individu. Peserta didik yang berhasil menjawab soal juga memperoleh nilai tambahan sebagai bentuk apresiasi atas pemahaman dan keaktifannya dalam pembelajaran.

Pelaksanaan permainan memperoleh respons yang positif dan sangat antusias dari peserta didik dalam mengikuti setiap ronde dan menunjukkan semangat kompetitif untuk memperoleh stiker sebanyak-banyaknya bagi kelompok masing-masing. Suasana kelas menjadi lebih aktif karena peserta didik tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berusaha memahami pertanyaan dan memberikan jawaban dengan cepat. Dari enam kelompok yang mengikuti permainan, satu kelompok berhasil mengumpulkan lima stiker dan menjadi kelompok pemenang yang memperoleh reward. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk melatih pemahaman konsep, kecepatan berpikir, keberanian dalam menjawab pertanyaan, serta kerja sama dalam kelompok. Bagi sekolah, kegiatan ini dapat menjadi salah satu referensi alternatif dalam penerapan pembelajaran Ekonomi yang interaktif dan partisipatif, khususnya dalam mengemas materi pembelajaran melalui aktivitas permainan yang tetap berorientasi pada tujuan pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan turut mendukung SDGs 4 melalui pengembangan pengalaman belajar yang aktif sekaligus memberikan kontribusi berupa alternatif praktik pembelajaran bagi lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan permainan interaktif berbasis dadu, pembelajaran Ekonomi diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa praktik kependidikan dalam menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan materi yang diajarkan. Penggunaan permainan edukatif diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan peserta didik serta mendukung terciptanya layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tujuan SDGs 4. (rfq)

WSBK 17 Hadirkan Direktur Utama KAI Services

Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerjasama dengan FEB UNY menggelar Workshop Series Bimbingan Karier (WSBK) #17 bertajuk “Peluang dan Strategi Menembus Karir di Perusahaan BUMN”. Kegiatan yang dipandu oleh Dr. Agatha Saputri, M.Pd. selaku Kepala Divisi UUIK dan Humas FEB UNY ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Terbukti, jumlah peserta melesat hingga mencapai 1.352 orang, melampaui target awal penyelenggaraan yang dipatok sebanyak 1.200 peserta.

Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Direktur AKA Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M., yang mewakili Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNY, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin kampus dalam menggembleng lulusan agar menjadi talenta unggul. Selain memberikan pembekalan soft skill dan poin Penghargaan Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM), pihak direktorat juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah daerah untuk memperluas akses beasiswa demi meringankan beban Uang Kuliah Tunggal (UKT). Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi dan berharap materi dari para alumni dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memetakan strategi karier sejak dini.

Sesi pemaparan materi diawali oleh Direktur Utama PT Reska Multi Usaha (KAI Services) yang juga alumnus FEB UNY, Krisna Ariyanto, S.E., dengan topik "Dari UNY Menuju Ruang Kepemimpinan". Dalam paparannya, Krisna menekankan pentingnya pembentukan pola pikir kepemimpinan dan penerapan budaya kerja AKHLAK untuk mencetak talenta tangguh di BUMN. Ia membagikan pengalaman hidupnya serta memberikan tiga prinsip utama dalam meniti karier, yaitu Outwork (bekerja dengan standar lebih tinggi), Outlearn (belajar lebih cepat), dan Outlast (pantang menyerah), sembari mengingatkan bahwa titik awal seseorang tidak menentukan garis finish-nya.

Selanjutnya, narasumber kedua dari BRI Cabang Salatiga, Dwi Pristianto Purbo Nugroho, S.E., M.M., membeberkan panduan teknis mengenai strategi menghadapi tes wawancara dan pemeriksaan kesehatan (medical check-up). Head Collection Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Salatiga tersebut menggarisbawahi bahwa kesiapan pelamar harus mencakup pemahaman mendalam tentang profil perusahaan dan posisi yang dilamar. Selain itu, persiapan fisik dan mental sebelum menjalani tahapan seleksi juga menjadi faktor krusial agar peserta mampu menunjukkan performa terbaik di hadapan tim perekrut.

Tak sekadar menyampaikan materi teknis dan kepemimpinan, kedua narasumber juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan suntikan motivasi kepada para peserta yang didominasi oleh Generasi Z. Mereka mengajak para mahasiswa untuk bersama-sama mendobrak stigma negatif yang sering melekat pada Gen Z, seperti anggapan mudah menyerah. Melalui pembekalan ini, mahasiswa didorong untuk bertransformasi menjadi pribadi yang berdaya tahan tinggi, adaptif, serta siap menghadapi realitas dan dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.

Penyelenggaraan WSBK #17 ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pemberian bimbingan karier, peningkatan literasi dunia kerja, serta penguatan soft skill mahasiswa, UNY berkontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap terserap di pasar kerja profesional. Upaya ini tidak hanya memperluas kesempatan kerja yang layak bagi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga mendukung penguatan sumber daya manusia unggul guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (ist/fdh)

Agatha SaputriDwi Pristianto

Mahasiswa PK UNY Hadirkan Wajah Baru Perpustakaan SMK Abdi Negara Lewat Revitalisasi dan Poster Edukatif

Sebagai langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke–4 terkait Pendidikan Berkualitas (Quality Education), mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar aksi revitalisasi perpustakaan di SMK Abdi Negara, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Program kerja ini dilaksanakan secara berkesinambungan sejak pertengahan Juli hingga September 2026. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah seluruh warga sekolah, terutama para siswa yang membutuhkan sarana literasi yang kondusif dan terstruktur guna menunjang kegiatan belajar mengajar kejuruan.

Program ini dirancang untuk mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai pusat sarana belajar yang bersih, teratur, dan kaya akan informasi edukatif. Rangkaian aksi diawali dengan pembenahan area fisik, mencakup pembersihan ruang baca, penyapuan, pengepelan, hingga pelapisan rak buku agar tampak lebih rapi, dan estetis. Setelah itu, mahasiswa PK mengelompokkan seluruh koleksi buku berdasarkan tingkatan kelas, program keahlian (Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, serta Pemasaran), serta kategori mata pelajaran umum maupun kejuruan, hingga kategori buku bacaan dan novel fiksi/non–fiksi. Guna memperindah suasana sekaligus menghadirkan edukasi visual, mahasiswa PK mendesain dan menempelkan berbagai poster edukatif, seperti imbauan budaya membaca, tata tertib perpustakaan, dan petunjuk denah rak buku. Mahasiswa PK juga memperbarui sistem sirkulasi dengan mencetak dokumen “Daftar Peminjaman Buku Perpustakaan TA 2026/2027”. Seluruh proses pembenahan ini berjalan atas koordinasi erat antara mahasiswa PK dan koordinator pengelola perpustakaan SMK Abdi Negara Muntilan.

Revitalisasi ini membawa perubahan positif yang bermakna bagi kenyamanan dan kemudahan siswa dalam mengakses bahan bacaan. Penataan koleksi yang sistematis, baik untuk buku pelajaran maupun koleksi novel dan buku bacaan umum, serta kehadiran poster–poster edukatif membantu siswa menemukan referensi belajar dan hiburan literasi dengan cepat sekaligus memicu kesadaran untuk menjaga ketertiban ruang baca. Penyediaan format pencatatan peminjaman yang baru pun turut mewujudkan tertib administrasi perpustakaan. Langkah ini secara langsung mendukung Target SDGs 4 dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang ramah, aman, inklusif, dan efektif bagi seluruh peserta didik.

Dengan hadirnya suasana baru di perpustakaan SMK Abdi Negara Muntilan, minat baca dan budaya literasi para siswa diharapkan dapat makin meningkat. Pihak sekolah juga diharapkan dapat merawat serta melanjutkan sistem tata kelola dan fasilitas edukatif yang telah diperbarui ini agar manfaatnya terus dirasakan oleh generasi siswa mendatang. (ans)

Pintu Pertama Pelayanan Sekolah: Implementasi Piket Lobi sebagai Bentuk Kelembagaan yang Tertib dan Akuntabel Mendukung SDGs 16 di SMA Negeri 1 Jetis

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan piket lobi di SMA Negeri 1 Jetis sebagai bentuk pelayanan administratif harian bagi warga sekolah. Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa, 21 Juli 2026 hingga Jumat, 11 September 2026 yang dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK. Salah satu mahasiswa yang bertugas adalah Mariska Febrianasari dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh siswa, guru, orang tua, serta tamu dari luar sekolah yang memerlukan pelayanan di area lobi. Sebagai pintu pertama pelayanan sekolah, kegiatan piket lobi ini berkontribusi langsung dalam mendukung pencapaian tata kelola administrasi yang tertib dan akuntabel.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan sekolah yang tertib, terdokumentasi, dan mudah dipertanggungjawabkan. Kegiatan piket dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK, dengan pembagian jam sesuai kebutuhan sekolah yaitu mulai pukul 07.00-15.00 WIB. Mariska biasanya mendapat jadwal piket pagi pukul 07.00-09.00 atau piket siang pukul 12.00-14.00 WIB. Pada sesi pagi, mahasiswa piket melakukan pencatatan dan menangani siswa yang terlambat masuk sekolah akibat berbagai alasan seperti terlambat bangun, terjebak kemacetan lalu lintas, maupun keperluan mendesak seperti mencetak tugas sebelum masuk kelas. Selain itu, mahasiswa piket juga bertugas menerima surat izin yang dititipkan langsung oleh orang tua siswa agar disampaikan ke kelas sebagai bagian dari komunikasi antara pihak keluarga dan sekolah. Pada sesi siang, mahasiswa piket menerima tamu dari luar sekolah, seperti pihak kepolisian dan pegawai Bank Mandiri, mengarahkan tamu yang mencari ruang aula, waka, atau ingin bertemu guru, serta melayani siswa yang izin meninggalkan pembelajaran karena sakit atau keperluan mencetak tugas maupun latihan lomba. Siswa yang sakit hanya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan surat keterangan dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Seluruh proses tersebut melibatkan mahasiswa PK, guru piket, guru mata pelajaran, serta petugas UKS, dan diwajibkan melalui mekanisme surat resmi yang dicatat dan diberi cap oleh petugas lobi.   

Melalui pelaksanaan piket lobi, mahasiswa PK belajar menerapkan prinsip pelayanan publik yang tertib, transparan, dan akuntabel di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mencakup pencatatan keterlambatan siswa, penerbitan surat izin, serta penerimaan dan pengarahan tamu sesuai prosedur yang berlaku. Pelaksanaan piket membantu menciptakan administrasi yang lebih rapi, terorganisir, dan mudah ditelurusi kembali sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Selain itu, pelayanan yang dilakukan secara teratur turut menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga sekolah maupun tamu yang berkunjung. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini memberikan pengalaman secara langsung dalam menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan. Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan SDGs 16 yang mendorong terciptanya kelembagaan yang efektif, inklusif, transparan, dan akuntabel termasuk dalam lingkungan pendidikan.

Ke depannya, diharapkan sistem piket lobi ini dapat terus dijalankan secara konsisten oleh mahasiswa PK selanjutnya sebagai bagian dari budaya pelayanan sekolah yang tertib dan berkelanjutan. Mahasiswa PK juga berharap pengalaman ini dapat ditindaklanjuti dengan evaluasi berkala terhadap alur pelayanan lobi misalnya melalui penyusunan buku panduan piket, digitalisasi pencatatan surat izin dan kunjungan tamu, serta sosialisasi prosedur pelayanan kepada seluruh warga sekolah agar semakin dipahami dan dipatuhi bersama. Dengan demikian, pelayanan kepada siswa, guru, orang tua, dan tamu sekolah dapat terus ditingkatkan kualitasnya sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mewujudkan kelembagaan pendidikan yang tertib, akuntabel, dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 16 di masa mendatang. (mrs)

Pages