FEB UNY Dorong UMKM Pulewulung Berdaya Saing Lewat Pelatihan Digital

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY yang dipimpin oleh Dr. Naning Margasari, M.Si., M.B.A., bersama dosen anggota tim Musaroh, M.Si., Nindya Nuriswati Laili, M.Sc., Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim, M.M., dan Tsania Ayu Rohani, M.B.A., melaksanakan kegiatan pelatihan di Desa Wisata Pulewulung, Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil observasi sebelumnya, sehingga materi yang diberikan benar-benar menyesuaikan kebutuhan UMKM setempat.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Tim, Dr. Naning Margasari, yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan di era digital. Sambutan juga diberikan oleh Dukuh Pulewulung, Irham Hidayat, yang berharap kegiatan ini dapat membantu UMKM desa wisata dalam memperkuat identitas produk sekaligus mendorong pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Peserta kegiatan terdiri dari para pemilik UMKM kuliner yang menjadi salah satu daya tarik utama Desa Wisata Pulewulung. Mereka mendapatkan materi terkait pemasaran digital melalui marketplace, pencatatan keuangan dengan aplikasi SIAPIK dari Bank Indonesia, fotografi produk dan desain poster, serta pembuatan konten promosi. Tidak hanya menghadirkan dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa FEB UNY yang turut mendampingi peserta dalam praktik langsung, mulai dari penggunaan aplikasi hingga simulasi pembuatan konten digital. Kolaborasi ini menambah dinamika pembelajaran sekaligus memperkuat pengalaman lapangan bagi mahasiswa.

Kegiatan ini disambut positif oleh para pelaku UMKM. Salah satu peserta, Ibu Siti, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi usahanya. “Kami sangat terbantu. Selama ini promosi masih sederhana, tetapi sekarang kami bisa memasarkan produk lewat marketplace dan membuat foto produk yang lebih menarik. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.

Melalui kegiatan bertema “Pelatihan Pemasaran Online dan Penguatan Identitas Visual bagi UMKM Pulewulung, Turi Sleman”, FEB UNY menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberdayaan UMKM lokal. Harapannya, pelatihan ini mampu mendorong UMKM di Pulewulung agar lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi digital, memperkuat citra produk, serta meningkatkan daya saing usaha di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga selaras dengan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kapasitas UMKM melalui literasi digital dan manajemen usaha mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Inovasi dalam pemasaran digital dan penguatan identitas visual UMKM sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat menunjukkan praktik nyata SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun keberlanjutan ekonomi lokal berbasis desa wisata. (ndy)

Edukasi Bisnis Potensi Lokal: Tim UNY Ajak Pemuda Banguncipto dan Siswa SMA N 1 Sentolo Menjadi Wirausaha Muda

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun jiwa wirausaha generasi muda melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, UNY hadir di SMA N 1 Sentolo, Kulon Progo, dengan mengusung tema “PKM Mbangun Desa Banguncipto untuk Mewujudkan Pemuda Wirausaha: Kolaborasi Pengabdian UNY bersama SMA N 1 Sentolo.”

Tim pengabdi terdiri atas dua orang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY yaitu Dr. Arif Rahman Hakim, M.Pd. dan Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd., serta satu dosen dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY Denny Wahyu Triawan, S.Pd., M.Pd., yang mendukung pelaksanaan kegiatan bersama dua mahasiswa UNY. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa SMA N 1 Sentolo yang berpartisipasi aktif dari awal hingga akhir.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi kewirausahaan oleh Dr. Eka Ary Wibawa. Kegiatan ini diikuti oleh Pemuda Desa Banguncipto, yang ternyata sebagian besar menjadi siswa di SMA N 1 Sentolo. Dalam sesi ini, beliau menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini dengan cara memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitar. Menurutnya, pemuda desa perlu dilatih untuk mampu membaca peluang, berani mengambil langkah awal, dan memiliki kreativitas dalam mengembangkan produk lokal agar bernilai tambah.

Selanjutnya, Dr. Eka Ary Wibawa mengajak siswa untuk praktik melalui metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Melalui teknik ini, peserta dilatih untuk mengamati potensi lokal, melihat produk yang sudah ada, lalu mencoba memodifikasi ide agar lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Hasil kegiatan ATM kemudian dipresentasikan oleh para siswa, yang sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri mereka.

Tidak berhenti sampai di situ, peserta juga dibimbing oleh Dr. Arif Rahman Hakim untuk menyusun ide usaha dengan kerangka Business Model Canvas (BMC). Empat kuadran sederhana digunakan dalam latihan ini, meliputi: (1) potensi lokal yang ada di sekitar, (2) pemanfaatan potensi lokal yang sudah dibuat, (3) ide produk baru yang bisa dikembangkan, serta (4) tindakan awal yang dapat dilakukan.

Antusiasme terlihat dari 50 peserta yang hadir. Mereka aktif berdiskusi, mengemukakan ide, dan menghasilkan gagasan usaha yang beragam, mulai dari pengolahan hasil pertanian, makanan khas lokal, hingga produk kerajinan. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi di kalangan siswa. Dr. Eka Ary Wibawa menyampaikan harapan agar siswa mampu menumbuhkan pola pikir kewirausahaan yang kuat. “Siswa perlu dibiasakan untuk melihat peluang di sekitar mereka. Potensi lokal di Sentolo dan sekitarnya sangat besar, dan jika dikelola dengan baik, dapat menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan positif dari pihak sekolah. Guru pendamping SMA N 1 Sentolo menyampaikan terima kasih kepada tim UNY yang telah memfasilitasi kegiatan edukatif ini. Kehadiran tim dosen dari UNY sebagai pemateri utama dinilai memberi wawasan baru bagi siswa dalam memahami proses merintis bisnis berbasis potensi lokal. Melalui pendampingan ini, UNY berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dengan menggali potensi lokal. Dengan langkah awal yang sederhana namun terarah, siswa diharapkan mampu berkontribusi dalam mengembangkan usaha kreatif sekaligus mendukung perekonomian daerah. (Henry, Yesica, Wibawa)

 

Peneliti FEB UNY Ungkap Kesenjangan Adopsi AI di UMKM Yogyakarta

Penelitian terbaru tim dosen FEB, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengungkap peta kesenjangan adopsi Artificial Intelligence (AI) di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Temuan ini menyoroti potensi besar sekaligus tantangan serius dalam mendorong UMKM menuju model bisnis berkelanjutan.

Kota Lebih Siap, Daerah Pinggiran Masih Tertinggal

Hasil riset menunjukkan bahwa UMKM di Kota Yogyakarta berada di posisi paling siap mengadopsi AI. Akses infrastruktur digital yang lebih baik serta ekosistem bisnis perkotaan membuat pelaku usaha lebih cepat mengintegrasikan teknologi cerdas dalam aktivitas bisnis.

Di sisi lain, UMKM di Sleman juga relatif adaptif karena dekat dengan pusat pendidikan tinggi dan ekosistem startup. Sementara itu, Bantul menonjol di sektor kriya dan kuliner tradisional, namun adopsi AI masih terbatas pada penggunaan teknologi dasar.

Gunungkidul memperlihatkan kondisi yang heterogen. Sebagian UMKM di sektor wisata mulai memanfaatkan teknologi digital, tetapi banyak pelaku usaha tradisional masih tertinggal karena keterbatasan akses internet. Adapun Kulon Progo memiliki kekuatan di sektor pertanian, namun tingkat adopsi AI masih rendah akibat minimnya infrastruktur digital.

Potret UMKM dan Tantangan Digitalisasi

Temuan riset juga menegaskan bahwa literasi digital masih menjadi kendala utama bagi pelaku UMKM. Banyak pengusaha kecil belum mampu memanfaatkan data pelanggan, merancang strategi pemasaran digital, atau mengoptimalkan layanan berbasis teknologi.

Menurut tim peneliti, kesenjangan adopsi ini berpotensi memperlebar jurang antara UMKM perkotaan dan pedesaan. Jika tidak segera diatasi, UMKM di daerah dengan keterbatasan teknologi bisa semakin tertinggal dalam persaingan pasar.

“Artificial Intelligence bukan sekadar teknologi, melainkan katalis yang mampu mengubah wajah UMKM Indonesia menjadi lebih efisien, inklusif, dan kompetitif,” ujar Dr. Sutirman, selaku Ketua Peneliti.

Harapan Peneliti

Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan konkret bagi UMKM di daerah berupa peningkatan literasi digital, perluasan infrastruktur, dan pendampingan penerapan teknologi. Dengan intervensi yang tepat, AI diyakini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk akses ke ranah global.

“UMKM lokal punya potensi besar. Dengan dukungan teknologi cerdas, mereka bukan hanya mampu bertahan, tapi juga tumbuh di tengah kompetisi global,” tambah tim peneliti. (uys)

 

Tim Peneliti FEB UNY Kembangkan Model Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal untuk Wujudkan Pancamulia

Riset Unggulan FEB UNY Ungkap Strategi Baru Dorong SDGs dan Daya Saing Global

Tim peneliti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah mengembangkan model ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang diyakini mampu menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Riset ini menegaskan bahwa kekuatan seni, kriya, fesyen, hingga kuliner tidak hanya menopang identitas budaya, tetapi juga berpotensi besar mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus visi Pancamulia DIY.

Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor ekonomi kreatif menyumbang 6,54 persen terhadap PDB nasional pada 2022. Di Yogyakarta, subsektor fesyen, kuliner, kriya, dan seni pertunjukan mendominasi dengan ribuan pelaku yang berkontribusi pada ekspor miliaran dolar. Namun, tantangan nyata masih menghadang: keterbatasan akses pasar global, minimnya inovasi, dan rendahnya sinergi antar-pemangku kepentingan.

“Penelitian kami menunjukkan, jika potensi budaya lokal DIY dipadukan dengan strategi inovatif berlandaskan SDGs, maka sektor kreatif bisa melompat lebih jauh: menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menjaga warisan budaya,” ujar Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. selaku ketua tim peneliti.

Riset ini mengambil sampel 200 pelaku ekonomi kreatif dari lima kabupaten/kota di DIY. Hasil awal menunjukkan model yang tengah dikembangkan tidak hanya layak, tetapi juga praktis diterapkan oleh UMKM. Aspek keberlanjutan, keefektifan, dan kebermanfaatan menjadi fokus utama pengujian.

Selain berkontribusi pada SDG 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), model ini juga beririsan dengan SDG 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur) serta SDG 11 (kota dan komunitas berkelanjutan). Dengan demikian, Yogyakarta berpotensi menjadi contoh daerah yang mampu mengharmoniskan tradisi dan modernitas dalam pembangunan ekonomi kreatif.

“DIY bisa menjadi role model nasional: bagaimana budaya bukan sekadar aset masa lalu, tetapi energi masa depan. Model ini akan kami dorong agar bisa diadopsi lintas daerah,” tambah Prof. Tony Wijaya, anggota tim riset.

Hasil riset ini diproyeksikan memberi dampak ganda: memperkuat identitas budaya Yogyakarta di mata dunia dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. Visi Pancamulia – kesejahteraan, keadilan, kelestarian, keunggulan, dan kemandirian – menjadi pijakan utama pengembangan model tersebut. Dengan dukungan pemerintah daerah serta komunitas pelaku kreatif, riset ini diharapkan mampu menjawab persoalan klasik UMKM: dari keterbatasan modal, teknologi, hingga akses pasar global. (uys)

Mahasiswa UNY Kembangkan Sabun Cair Beetrass dari Sereh Wangi dan Umbi Bit

Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengembangkan produk sabun cair inovatif bernama Beetrass Soap. Produk ini diramu dari sereh wangi dan umbi bit dengan tujuan memberikan manfaat kesehatan sekaligus menjaga kebersihan kulit. Inovasi ini membawa tim tersebut lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.Beetrass Soap

Tim beranggotakan lima mahasiswa lintas program studi, yaitu Shafa Fitriana (S1 Pendidikan Ekonomi 2023), Iffrian Ciptaning Muffia T. (S1 Akuntansi 2023), Asti Ananta (S1 Pendidikan Ekonomi 2024), Camelia Dewi Pratiwi (S1 Kimia 2022), dan Hilma Warda Rosyada (S1 Pendidikan Biologi 2023). Mereka dibimbing oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY, Ngadiyono, M.Pd.

Beetrass Soap memanfaatkan umbi bit (Beta vulgaris L) sebagai salah satu bahan utama. Umbi ini dikenal memiliki kandungan antibakteri alami yang mampu mencegah perkembangan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, kandungan vitamin E, senyawa fenol, dan antioksidan dalam umbi bit berfungsi menjaga kelembaban kulit, memperbaiki sel-sel yang rusak, serta mencegah penuaan dini.

Selain umbi bit, sereh wangi turut menjadi komposisi utama. Minyak atsiri pada sereh wangi memiliki aroma yang menenangkan sehingga membantu meredakan ketegangan pikiran. Kandungan sitronelol, sitronelal, dan geraniol di dalamnya juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dengan mencegah iritasi ringan serta menghambat pertumbuhan bakteri. Produk sabun cair ini juga telah melalui uji keamanan dan memperoleh sertifikasi sebagai jaminan mutu.

Inovasi ini tidak hanya berorientasi pada kesehatan kulit, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan pengolahan bahan alami ramah lingkungan. (shf)

Kolaborasi UNY dan AMAYO Berdayakan Siswa dan Santri MAS Temanggung, Olah Susu Kambing Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Akademi Manajemen dan Administrasi (AMA) Yogyakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan wirausaha kreatif bagi santri, siswa, dan guru Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Mu’allimin Temanggung. Program ini terselenggara melalui pendanaan BIMA dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kemandirian ekonomi pesantren dengan memadukan nilai keislaman dan keterampilan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Pelatihan mencakup materi motivasi berbisnis, manajemen keuangan sederhana, strategi branding, hingga digital marketing. Materi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kemandirian pesantren. Dalam salah satu sesi, pemateri menegaskan pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam berwirausaha, sekaligus menjadikan kewirausahaan sebagai jalan kemandirian dan pembuka lapangan kerja.

Selain teori, peserta juga mendapatkan pengalaman praktik mengolah susu kambing menggunakan teknologi tepat guna open pan drying. Metode sederhana ini terbukti efektif meningkatkan nilai tambah susu kambing segar menjadi produk olahan yang lebih tahan lama sekaligus memiliki nilai jual lebih tinggi. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba langsung proses pencampuran, pengolahan, hingga menghasilkan produk siap dipasarkan.

Program ini diketuai oleh Dian Juliani, S.E., M.Sc., dosen FEB UNY, bersama Endah Wening Budiningrum, S.E., M.Sc., dosen AMA Yogyakarta, dan Citra Purwita, S.M., M.M., dosen FEB UNY. Beberapa mahasiswa S1 dan S3 FEB UNY, yaitu Riska Damayanti, Hisyam Azzam Akbar, dan Wawan Setyawan Suprayogi, turut berkontribusi dalam kegiatan ini. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung kemandirian pesantren melalui transfer ilmu dan teknologi tepat guna.

Selain pelatihan, tim pengabdi juga menyiapkan modul pembelajaran dan panduan praktis agar keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan secara berkelanjutan. Dengan semangat UNY Berdampak, program ini diharapkan melahirkan wirausaha muda berbasis pesantren yang mampu mengembangkan potensi lokal, khususnya di sektor peternakan kambing. Santri tidak hanya dipersiapkan unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi sehingga pesantren dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Program ini sekaligus selaras dengan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pelatihan keterampilan, tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat penciptaan wirausaha muda, serta tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengolahan hasil peternakan dengan teknologi tepat guna. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi pesantren, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan secara lebih luas. (djul)

FEB UNY Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perdana Prodi Magister Akuntansi dan Magister Manajemen

Asesmen Lapangan Program Studi Magister Akuntansi dan Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses diselenggarakan dengan menghadirkan jajaran dekanat, koordinator program studi, tim task force akreditasi, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, alumni, serta stakeholders dari dunia industri. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) dengan menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., C.A. dan Prof. Dr. Mohamad Rizan, S.E., M.M.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar asesmen lapangan ini menjadi momentum pembelajaran bersama. “Kami memohon bimbingan agar bisa menjadi fakultas dan juga program studi yang unggul. Proses akreditasi ini merupakan yang pertama bagi kedua program studi di LAMEMBA, sehingga akan menjadi pijakan penting untuk peningkatan kualitas ke depan,” ungkapnya.

Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik dalam arahannya menekankan bahwa dalam sebuah proses tentu ada kekurangan yang wajar ditemukan, namun hal tersebut harus dijadikan bahan perbaikan bersama. Beliau juga mengapresiasi berbagai capaian nasional dan internasional yang telah diraih FEB UNY, serta menegaskan pentingnya evaluasi dalam upaya pencapaian visi fakultas yang dalam waktu dekat akan memasuki tahap akhir periode strategisnya.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Mohamad Rizan menegaskan bahwa proses asesmen bukan hanya sekadar penilaian administratif, tetapi juga pembuktian kualitatif yang harus divalidasi secara menyeluruh. “Semua data kita periksa, kita plenokan. Ke depan, perlu ada langkah cepat, termasuk pengembangan bidang bisnis digital serta wacana pembukaan Program Doktor Ilmu Akuntansi (PDIA) dan Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) dalam 3–5 tahun ke depan,” jelasnya.

Dalam penilaian asesmen, kedua asesor juga menyoroti pentingnya peningkatan jumlah mahasiswa asing, penguatan soft skills mahasiswa, serta memperbanyak hibah dan referensi internasional untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian. Mereka juga memberikan catatan positif terhadap sarana dan prasarana yang dinilai sangat layak untuk mendukung pengembangan prodi.

Menanggapi masukan tersebut, Dekan FEB UNY menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dosen maupun tenaga kependidikan. “Kami sudah mengagendakan benchmarking fast track jalur internasional ke sejumlah kampus unggulan, dan masukan dari para asesor ini tentu menjadi motivasi kami untuk terus berbenah,” ujarnya.

Kegiatan asesmen ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menyiapkan lulusan yang kompeten di bidang ekonomi dan manajemen, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kerja sama internasional yang terus diperluas. Dengan berbagai upaya strategis ini, FEB UNY diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. (fdhl)

Ketua Departemen dan juga Korprodi S2 Manajemen Dr. Penny Rahmawaty mendampingi asesor Prof. Dr. Mohamad RizanSuasana Asesmen Lapangan Magister Akuntansi dan Magister Manajemen

Visiting Professor Institute of Science Tokyo Ajarkan Riset dan Kewirausahaan di FEB UNY, Dukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan program Visiting Professor dengan menghadirkan Eko Heru Prasetyo, Ph.D. dari Institute of Science Tokyo, Jepang. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas akademik dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan pembelajaran berbasis penelitian dan kewirausahaan. Eko Heru Prasetyo, Ph.D. merupakan pakar di bidang economics and management. Beliau aktif meneliti topik digital business, organization dan institutions, serta knowledge management yang telah mempublikasikan banyak karya di jurnal internasional bereputasi. Profil lengkap beliau dapat diakses di Eko Heru Prasetyo Profile – Tokyo Tech Research RepositoryDekan FEB UNY Dr. Sutirman, M.Pd. dan Eko Heru Prasetyo, Ph.D.

Dalam program visiting professor ini, Eko Heru Prasetyo, Ph.D. mengampu mata kuliah metodologi penelitian untuk mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) FEB UNY, dengan fokus pada metodologi riset, pengembangan publikasi internasional, serta kolaborasi akademik global. Sementara itu, bagi mahasiswa Program Sarjana (S1), Eko memberikan perkuliahan kewirausahaan dan model bisnis yang menekankan pentingnya inovasi digital, kreativitas bisnis, dan pemanfaatan teknologi dalam menciptakan peluang usaha. “Penguasaan riset dan semangat kewirausahaan adalah dua fondasi penting bagi generasi muda untuk bersaing di era digital. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” tegas Eko Heru dalam sesi kuliah. Kegiatan ini diikuti lebih dari 250 peserta, yang terdiri dari mahasiswa S1, S2, S3 serta dosen FEB UNY. 

Kehadiran Eko Heru Prasetyo, Ph.D. tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset internasional antara UNY dan Institute of Science Tokyo. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan semangat kewirausahaan untuk mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global. Ke depan, UNY berkomitmen untuk terus menghadirkan akademisi kelas dunia dalam rangka memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. “Program Visiting Professor ini akan menjadi agenda rutin FEB UNY sebagai bagian dari upaya internasionalisasi dan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs,” ujar Dr. Sutirman, M.Pd. selaku Dekan FEB UNY. (uys)

FEB UNY Hadirkan Visiting Professor Fitra Roman Cahaya, Ph.D untuk Penguatan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas 

Yogyakarta, 19 Agustus 2025 - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan program Visiting Professor bersama Fitra Roman Cahaya, Ph.D, akademisi dari University of Essex, United Kingdom. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FEB UNY dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kapasitas akademik, riset, dan kolaborasi internasional. Fitra Roman Cahaya, Ph.D. adalah pengajar di Departemen Akuntansi di Essex Business School, University of Essex, dengan keahlian di bidang akuntansi, etika bisnis, serta keberlanjutan perusahaan. Roman aktif menulis di jurnal bereputasi internasional, serta memiliki pengalaman panjang dalam riset corporate governance, business ethics, dan accountability. Kedatangan beliau di FEB UNY diharapkan dapat memperkaya perspektif global mahasiswa dan dosen dalam pengembangan riset, khususnya yang berorientasi pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dekan FEB UNY Dr. Sutirman dan Fitra Roman Cahaya, Ph.D.

Dalam sesi kuliah umum dan diskusi akademik yang digelar di FEB UNY, Roman membawakan materi bertema “Business Ethics, Sustainability, and Accountability in the Digital Era”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa S1, S2, dan S3, serta dosen FEB UNY. Selain kuliah umum, juga dilakukan sesi coaching clinic penulisan artikel ilmiah untuk publikasi internasional, serta forum riset kolaboratif lintas prodi. “Kehadiran Bapak Roman sangat bermanfaat, karena membuka wawasan kami tentang bagaimana akuntansi dan etika bisnis dapat diintegrasikan dengan prinsip keberlanjutan,” ungkap salah satu peserta. 

Program Visiting Professor ini sejalan dengan strategi UNY dalam memperkuat reputasi internasional dan mendukung capaian SDGs, khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Melalui kegiatan ini, UNY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Ke depan, FEB UNY berencana melanjutkan program serupa dengan menggandeng lebih banyak pakar internasional untuk memperluas jejaring akademik global. (uys)

Profil lengkap Fitra Roman Cahaya, Ph.D. di University of Essex

Dokumentasi Video:

 

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor dengan Penelitian Konstruk Technopreneurial Leadership

Dosen Departemen Pendidikan Akuntansi, Eka Ary Wibawa, M.Pd., meraih gelar doktor bidang Pendidikan Teknik dan Kejuruan dengan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konstruk Technopreneurial Leadership Dalam Pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan Berstatus Badan Layanan Umum Daerah” di Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Dewan penguji dalam ujian terbuka ini terdiri dari Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO (Ketua Penguji), Dr. Sutirman, M.Pd. (Sekretaris Penguji), Prof. Dr. Mochamad Bruri Triyono, M.Pd. (Promotor), Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. (Kopromotor), Dr. Sulistio Mukti Cahyono, M.B.A. (Penguji Eksternal dari Kemendikbud), serta Prof. Dr. Wagiran, M.Pd. (Penguji Utama 2).

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan pengelolaan SMK BLUD di era digital. Technopreneurial leadership dipandang sebagai solusi strategis untuk mengintegrasikan kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan literasi teknologi agar SMK BLUD dapat mandiri, adaptif, dan relevan dengan tuntutan industri.

Dalam proses penelitian, Eka Ary Wibawa menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential exploratory. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi, FGD, dan studi dokumen di sejumlah SMK BLUD, sedangkan tahap kuantitatif menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk menguji validitas dan reliabilitas konstruk yang dirumuskan.

Hasil penelitian menghasilkan konstruk technopreneurial leadership yang terdiri dari lima dimensi utama, yakni Adaptif Strategis, Mindset Tefapreneur, Mindset Wirausaha, Literasi Teknologi, dan Manajemen Proaktif. Konstruk ini terbukti valid secara empiris serta dinilai mampu mendukung kemandirian sekolah, pengembangan teaching factory, dan peningkatan kualitas lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa technopreneurial leadership tidak hanya penting bagi kepala sekolah, tetapi juga bagi pengelola BLUD dan ketua kompetensi keahlian. Dengan kepemimpinan berbasis teknologi dan kewirausahaan, SMK BLUD berpotensi meningkatkan layanan pendidikan, memperkuat daya saing, serta menjawab tantangan disrupsi teknologi di dunia pendidikan kejuruan.

Penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 Quality Education dan tujuan ke-8 Decent Work and Economic Growth. Melalui penguatan technopreneurial leadership di SMK BLUD, penelitian ini mendukung terciptanya pendidikan berkualitas yang inklusif dan relevan dengan industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan wirausaha berbasis teknologi di lingkungan pendidikan. (fdhl)

Pages