Ketua FMEI dari FEB UNY Sampaikan Aspirasi Pendidikan dalam RDPU Komisi X DPR RI

Jakarta — Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Haidar Ammar, yang menjabat sebagai Ketua Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI), hadir sebagai narasumber dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI pada Senin (28/09/26) lalu. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara I, Jakarta tersebut mengagendakan penyampaian masukan dan aspirasi di bidang pendidikan.

Dalam forum tersebut, FMEI hadir bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APPTI), Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), dan Ikatan Penerbit Indonesia (IPAPI). Kehadiran FMEI menjadi ruang bagi mahasiswa ekonomi untuk menyampaikan perspektif dan hasil kajian mengenai persoalan pendidikan nasional, khususnya ditinjau dari aspek kebijakan fiskal, pemerataan akses, serta pembangunan sumber daya manusia.

FMEI membawa kajian bertajuk “Menggugat Prioritas APBN: Kualitas dan Akses Pendidikan di Tengah Efisiensi.” Kajian tersebut berangkat dari perhatian terhadap struktur anggaran pendidikan dalam APBN 2026. Meskipun secara formal anggaran pendidikan sebesar Rp757,82 triliun telah memenuhi ketentuan mandatory spending sebesar 20 persen, FMEI menyoroti pentingnya melihat lebih jauh bagaimana komposisi dan efektivitas anggaran tersebut mampu menjawab persoalan pendidikan.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah ketimpangan akses pendidikan tinggi antardaerah. Data yang dihimpun dalam kajian FMEI menunjukkan bahwa sekitar 40 persen PTN dan 68 persen mahasiswa nasional terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara itu, wilayah Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara masing-masing hanya mencakup sekitar 1–3 persen mahasiswa. Kajian tersebut juga menunjukkan adanya perbedaan kapasitas dan kualitas institusi pendidikan tinggi antardaerah yang berkaitan dengan disparitas partisipasi pendidikan tinggi.

Persoalan akses juga terlihat dari kondisi kelompok ekonomi terbawah. Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi pada kelompok kuintil pertama tercatat sebesar 18,23 persen, berada di bawah APK nasional sebesar 32 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga mengenai sejauh mana kebijakan tersebut mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Selain pemerataan akses, FMEI turut menyoroti persoalan pembiayaan dan tata kelola PTN-BH. Dalam kajiannya, FMEI melihat diversifikasi pendapatan perguruan tinggi dapat menjadi persoalan ketika pembiayaan institusi semakin bertumpu pada mahasiswa sehingga sebagian beban pendidikan bergeser kepada rumah tangga. Kondisi tersebut juga berpotensi menempatkan kelompok missing middle—masyarakat yang tidak menjadi prioritas bantuan pendidikan tetapi memiliki kemampuan finansial terbatas—dalam posisi yang semakin rentan terhadap kenaikan biaya pendidikan.

FMEI juga menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi dan human capital Indonesia. Kajian yang disampaikan turut mengangkat persoalan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan dunia kerja, termasuk adanya ketidaksesuaian antara bidang pendidikan dan pekerjaan serta persoalan keterampilan lulusan pendidikan vokasi.

Dalam penyampaiannya di hadapan Komisi X DPR RI, Haidar menekankan bahwa ukuran keberhasilan kebijakan pendidikan perlu bergerak melampaui pemenuhan angka anggaran semata.

“Keberhasilan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada terpenuhinya mandatory spending sebesar 20 persen dari APBN. Keberhasilan pendidikan harus tercermin ketika setiap anak Indonesia, terlepas dari apakah ia lahir di Jawa, Papua, maupun wilayah lainnya, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses dan kualitas pendidikan yang setara. Pada akhirnya, anggaran pendidikan harus hadir sebagai instrumen untuk mempersempit kesenjangan antardaerah dan memperluas kesempatan setiap anak Indonesia.”

Sebagai tindak lanjut atas berbagai persoalan tersebut, FMEI menyampaikan lima rekomendasi kebijakan, yaitu reklasifikasi mandatory spending pendidikan, reformasi tata kelola PTN-BH, reformasi KIP-K berbasis data terpadu, reformulasi BOPTN berbasis afirmasi wilayah, serta penguatan human capital melalui pendidikan.

Delegasi FMEI dalam RDPU tersebut terdiri atas Haidar Ammar dari Universitas Negeri Yogyakarta, Jundi Al Muhandis dari Universitas Indonesia, Muhammad Athar dari Universitas Padjadjaran, serta I Gede Sena Putrawan dari Universitas Brawijaya. Kehadiran delegasi dari sejumlah perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya FMEI membawa perspektif mahasiswa ekonomi dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.

Partisipasi Haidar sebagai Ketua FMEI sekaligus mahasiswa Manajemen FEB UNY dalam RDPU Komisi X DPR RI menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam ruang dialog kebijakan publik di tingkat nasional. Melalui kajian berbasis data dan perspektif ekonomi, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penerima kebijakan pendidikan, tetapi turut berkontribusi dalam memberikan gagasan dan rekomendasi bagi pembangunan pendidikan Indonesia. (ham)

 

Dukung SDG 4 dan 16, Mahasiswa KKN UNY Gelar Pelatihan Karakter dan Anti-Bullying di SD Negeri 2 Kawengan

Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pendidikan Karakter: Leadership, Teamwork, dan Stop Bullying bagi siswa kelas 5 SD Negeri 2 Kawengan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter siswa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini berkaitan langsung dengan SDG Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya target 4.a mengenai penyediaan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan, serta SDG Nomor 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) terkait upaya penghentian segala bentuk perundungan dan kekerasan pada anak.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya sikap kepemimpinan (leadership) dan kerja sama tim (teamwork). Para siswa diajak berpartisipasi dalam permainan dinamika kelompok (problem-solving games) untuk melatih komunikasi, pembagian peran, dan rasa saling percaya antar sesama teman.

Selain materi kepemimpinan, siswa kelas 5 SD Negeri 2 Kawengan juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bahaya perundungan (bullying), baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Melalui metode peragaan simulasi (roleplay), siswa dilatih untuk bersikap tegas menolak perundungan, merespons dengan tepat saat melihat aksi bullying, serta tidak menjadi penonton pasif (bystander).

Sebagai penutup kegiatan, seluruh siswa kelas 5 dan mahasiswa KKN UNY membubuhkan cap tangan pada "Pohon Komitmen Anti-Bullying" di dinding kelas sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga suasana belajar yang kondusif dan ramah anak.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, SD Negeri 2 Kawengan diharapkan dapat terus mempertahankan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter serta berjiwa pemimpin.

Dari Limbah Menuju Lingkungan Sekolah Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Eco-Enzyme di SMA Negeri 7 Yogyakarta

Lima mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program pembuatan eco-enzyme bersama siswa kelas X SMA Negeri 7 Yogyakarta pada Kamis, 3 September 2026 dan Jumat, 4 September 2026. Salah satu mahasiswa pelaksana dalam kegiatan tersebut adalah Jelita Putri Avriana dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UNY. Berbeda dari sekadar praktik pembuatan, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang berkelanjutan, di mana eco-enzyme yang dihasilkan diarahkan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan penghijauan di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Kegiatan ini bertujuan mengajak siswa memahami bahwa limbah organik, khususnya sisa buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak berhenti menjadi sampah, melainkan dapat diolah kembali menjadi eco-enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, kelima mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan mengenai proses fermentasi eco-enzyme sekaligus mendampingi siswa menyusun rencana pemanfaatannya setelah proses fermentasi selesai. Jelita Putri Avriana secara khusus mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di kelas X-7 dan X-8, termasuk mendampingi diskusi bersama siswa dan koordinator kokurikuler serta WAKA Humas mengenai area sekolah yang akan menjadi sasaran penghijauan menggunakan hasil eco-enzyme. Pihak sekolah turut dilibatkan agar pemanfaatan eco-enzyme untuk pemeliharaan tanaman dapat berjalan selaras dengan program penghijauan yang sudah ada di lingkungan sekolah.

Keterlibatan siswa dalam merancang pemanfaatan eco-enzyme ini turut meningkatkan kepedulian mereka terhadap pengelolaan limbah organik di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyadari bahwa hasil olahan limbah dapat memberi manfaat nyata, salah satunya melalui penggunaannya sebagai pupuk cair maupun cairan pembersih ramah lingkungan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan penghijauan sekolah. Kebiasaan mengolah dan memanfaatkan kembali limbah organik ini sejalan dengan semangat SDG 12 dalam mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, sekaligus turut mendukung SDG 13 melalui kontribusi sederhana terhadap upaya penanganan perubahan iklim di lingkup sekolah.

Eco-enzyme yang telah dibuat akan menjalani proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan sebelum dapat dipanen dan dimanfaatkan. Setelah pelaksanaan PK berakhir, proses pemantauan dan pemanfaatannya direncanakan dilanjutkan oleh siswa bersama penanggung jawab kelas, agar program ini tidak berhenti sebatas kegiatan pembelajaran, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Melalui langkah sederhana ini, diharapkan pemanfaatan eco-enzyme untuk mendukung tanaman dan penghijauan sekolah dapat terus dilakukan oleh warga sekolah secara mandiri, sekaligus menjadi bagian dari budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan berkelanjutan.

Kukuhkan Status Sebagai Salah Satu Prodi Rujukan Nasional, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Raih Akreditasi Unggul

Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta! Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (PADP) resmi meraih predikat akreditasi tertinggi, "Unggul", sebuah pencapaian gemilang yang menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan berkualitas kelas dunia.

Predikat bergengsi ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 2109/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026, dengan masa berlaku hingga 28 September 2031. Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pengakuan resmi atas mutu penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi — mulai dari kurikulum, tenaga pengajar, sarana-prasarana, hingga kualitas lulusan — yang telah melampaui standar nasional.

Dengan status Unggul ini, Prodi PADP FEB UNY semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu program studi rujukan di bidang pendidikan administrasi perkantoran di Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan dalam berkiprah di dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Pencapaian ini menjadi momentum bagi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus melangkah lebih jauh, menghadirkan inovasi, dan menjaga marwah keunggulan yang telah diraih bersama.

Peringkat Akreditasi: Unggul

SK LAMDIK: No. 2109/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026

Masa Berlaku: s.d. 28 September 2031

Pelatihan Praktik Simulasi Perkantoran Hadirkan Pengalaman Nyata bagi Siswa SMK Negeri 1 Banyudono

Pendidikan Administrasi Perkantoran (FEB UNY) menyelenggarakan Pelatihan Praktik Simulasi Perkantoran bagi siswa SMK Negeri 1 Banyudono pada Kamis (24/09/26) lalu. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Simulasi Perkantoran FEB UNY. Peserta merupakan siswa program keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Negeri 1 Banyudono.sambutan dekan Sutirman

Pelatihan ini bertujuan menambah wawasan siswa tentang dunia perkantoran modern melalui praktik langsung. Dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mencoba berbagai kegiatan yang lazim dilakukan di lingkungan kerja profesional. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan di Ruang Auditorium FEB UNY dan pengarahan singkat mengenai tujuan serta alur pelatihan. Setelah itu, para siswa mengikuti praktik sesuai materi yang telah disiapkan oleh tim program studi dan tim laboratorium.

foto bersama SMK N 1 BanyudonoSiswa mempelajari dan mempraktikkan simulasi rapat, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penyusunan notulen. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung tentang peran-peran yang saling berkaitan dalam mendukung kelancaran rapat. Pada sesi terakhir, siswa berlatih melayani tamu dan mengelola komunikasi perkantoran, sehingga kemampuan pelayanan prima dan sikap profesional mereka semakin terasah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa SMK Negeri 1 Banyudono memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Kegiatan ini juga diharapkan mempererat kerja sama antara PADP FEB UNY dan SMK Negeri 1 Banyudono dalam mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja.

 

Program Lomba Kebersihan Kelas: Upaya Mahasiswa Praktik Kependidikan Wujudkan Ruang Belajar Sehat dan Nyaman sebagai Implementasi SDGs 11

Sejumlah mahasiswa Praktik Kependidikan yang berada di SMA Negeri 7 Yogyakarta menginisiasi Program Lomba Kebersihan Kelas yang berlangsung rutin sejak Agustus hingga September 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa di setiap kelas sebagai objek pengamatan dan penilaian, dengan mahasiswa praktik kependidikan berperan mengamati serta menilai kondisi kebersihan, kelengkapan, dan penataan tata letak ruang kelas, sementara pihak sekolah turut mendukung penuh berjalannya program ini. Program ini merupakan bentuk konkret implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-11, yaitu Sustainable Cities and Communities, yang menekankan pentingnya mewujudkan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, yang terwujud pada skala terkecil melalui ruang kelas.

Program Lomba Kebersihan Kelas ini diinisiasi dengan tujuan menciptakan suasana belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif, serta menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan rasa tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Pelaksanaan program berbentuk pengamatan dan penilaian berkala terhadap tiga aspek utama, yaitu kebersihan ruang kelas, kelengkapan sarana prasarana, serta penataan tata letak kelas. Penilaian dilakukan oleh 6 mahasiswa Praktik kependidikan tanpa intervensi langsung terhadap aktivitas kebersihan siswa, sehingga kondisi kelas sepenuhnya menjadi inisiatif dan tanggung jawab siswa sendiri. Hasil penilaian diumumkan dan diberikan apresiasi kepada kelas dengan capaian terbaik pada setiap pelaksanaan upacara bendera, sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi seluruh kelas untuk terus menjaga kebersihan dan kerapian ruang belajarnya. Program ini melibatkan tiga pihak, yaitu mahasiswa praktik kependidikan sebagai pengamat dan penilai, siswa di setiap kelas sebagai pihak yang menjaga kondisi kelasnya, serta sekolah yang memberikan dukungan dan ruang bagi keberlangsungan program, termasuk momentum apresiasi pada saat upacara.

Hasil yang terlihat dari pelaksanaan program ini yaitu terwujudnya ruang kelas yang lebih nyaman untuk pembelajaran, yang turut memberikan manfaat pada lingkungan sekitar yang lebih bersih dan terjaga dari kotoran. Program ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, dan kepedulian warga sekolah terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan belajar, sekaligus mendorong terbentuknya budaya menjaga lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan membentuk kebiasaan dan karakter siswa yang terbawa hingga ke luar lingkungan sekolah, sehingga nilai kepedulian terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan yang ditanamkan sejak di bangku sekolah dapat menjadi bekal sikap yang melekat pada diri siswa di kemudian hari. Capaian ini sejalan dengan SDGs 11, di mana lomba kebersihan kelas menjadi upaya nyata mewujudkan ruang kelas sebagai cerminan mini dari prinsip pengelolaan ruang yang layak dan berkelanjutan.

Program Lomba Kebersihan Kelas diharapkan dapat terus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, meskipun masa penugasan mahasiswa Praktik Kependidikan di SMA Negeri 7 Yogyakarta pada akhirnya akan berakhir. Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk turut menerapkan langkah serupa, sehingga semangat menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berhenti pada siswa saja, melainkan menyebar dan tumbuh menjadi budaya bersama di seluruh lingkungan sekolah demi terciptanya ruang belajar yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan secara menyeluruh. Terakhir, melalui program ini dapat menjadi pengalaman dan pembelajaran berharga, baik bagi siswa dalam membangun kebiasaan positif, maupun bagi mahasiswa Praktik Kependidikan dalam merancang kegiatan yang berdampak nyata bagi lingkungan sekolah selama masa penugasan mereka.

Inovasi Pembelajaran: Mahasiswa PK Pendidikan Ekonomi FEB UNY Dukung Pencapaian SDGs 4 Melalui Permainan Edukatif pada Materi Pemasaran Online di SMK N 1 Klaten

KLATEN – Selama kurang lebih dua bulan menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten. Nisa Zalfa Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), melaksanakan kegiatan pembelajaran inovatif berupa permainan edukatif yaitu “Card Clash: Digital Marketing” pada Senin (14/09) lalu di kelas X MPB 2 dengan total peserta didik 36 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan (MPLB) dengan materi Pemasaran Online. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong peningkatan mutu pembelajaran kejuruan melalui inovasi metode pengajaran.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembentukan enam kelompok belajar yang masing-masing beranggotakan enam peserta didik dari total 36 siswa di kelasX MPB 2. Setiap kelompok menuliskan identitas kelompok beserta daftar anggotanya pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah disediakan. Permainan dilaksanakan secara kolaboratif dengan mekanisme perebutan kartu soal yang ditempelkan pada papan tulis, dengan ketentuan setiap anggota kelompok hanya diperkenankan mengambil satu kartu soal untuk didiskusikan dan dijawab bersama anggota kelompoknya. Materi soal yang disusun mencakup berbagai aspek pemasaran online, meliputi pengertian dan perbedaan pemasaran online dengan pemasaran konvensional, media sosial, content marketing, e-mail marketing, dan masih banyak lagi. Setiap butir soal diberi bobot poin yang bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitannya, sehingga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan bekerja sama dengan kompetitif dalan suasana pembelajaran yang aktif.

Pelaksanaan kegiatan ini memberikan sejumlah dampak positif bagi peserta didik. 36 peserta didik di kelas X MPB 2 tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai pemasaran online, tetapi juga melatih kemampuan berpikir cepat, kerja sama tim, dan komunikasi dalam kelompok. Suasana pembelajaran yang semula cenderung monoton berubah menjadi lebih dinamis dan partisipatif, sehingga berdampak pada peningkatan motivasi belajar peserta didik secara signifikan. Bagi pihak sekolah, kegiatan ini memberikan alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada materi kejuruan lainnya, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa PK dalam mendukung pencapaian SDGs 4 melalui peningkatan kualitas proses belajar-mengajar di satuan pendidikan menengah kejuruan.

Kedepannya, diharapkan metode permainan edukatif semacam ini dapat terus dikembangkan dan diadaptasi oleh pendidik sebagai bagian dari strategi pembelajaran berkelanjutan di SMK Negeri 1 Klaten, sehingga tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan Praktik Kependidikan berlangsung, tetapi juga dapat menjadi warisan metode pembelajaran yang berkelanjutan bagi generasi peserta didik berikutnya.

Penerapan Pretest Berbasis Gamifikasi Sebagai Upaya Mengidentifikasi Pemahaman Teori Siswa Kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada Pembelajaran Accurate di SMK Negeri 2 Purworejo

Purworejo, 19 September 2026 – Annisa Setyaningrum, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Negeri Yogyakarta, menerapkan pretest berbasis gamifikasi dalam pembelajaran Aplikasi Komputer Akuntansi (Accurate) bagi siswa kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) di SMK Negeri 2 Purworejo.. Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap sebelum sesi praktik, dengan tujuan mengidentifikasi pemahaman teori siswa sebelum mempraktikkan materi di aplikasi Accurate. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan mutu pembelajaran berbasis teknologi di jenjang pendidikan menengah kejuruan.

Berdasarkan informasi guru pamong, mayoritas siswa kelas XI AKL sudah terampil praktik langsung di Accurate, namun pemahaman teori dasar akuntansi yang melandasinya masih tergolong rendah. Kondisi inilah yang mendorong penulis mengadakan pretest sebagai instrumen diagnostik sebelum praktik dimulai. Sebagai media, penulis memilih platform gamifikasi berbasis web secara bergantian setiap minggu, yaitu Blooket dengan kuis interaktif dan papan peringkat, ZEP US yang menghadirkan pengalaman belajar dalam dunia virtual menyerupai game, serta Padlet untuk kuis dan curah gagasan kolaboratif. Pendekatan ini dipilih karena siswa dinilai lebih antusias belajar melalui format yang menyerupai permainan dibandingkan tes tertulis konvensional.

“Anak-anak itu sebenarnya sudah lancar kalau praktik langsung di Accurate, tetapi begitu ditanya konsep dasarnya, banyak yang masih bingung. Jadi memang perlu ada pretest dulu,” ujar guru pamong mata pelajaran Aplikasi Komputer Akuntansi di SMK Negeri 2 Purworejo. Antusiasme juga datang dari siswa. “Seru, jadi nggak tegang kayak ulangan biasa. Kadang main Blooket, kadang di ZEP US kayak main game, kadang juga isi Padlet bareng-bareng. Tiap minggu beda, jadi nggak bosan,” tutur salah satu siswa kelas XI AKL. Hasil pretest ini digunakan penulis untuk memetakan pemahaman siswa dan menentukan bagian materi yang perlu diulas singkat sebelum praktik, sehingga waktu praktik dapat dimanfaatkan lebih efektif. Strategi ini sejalan dengan SDG 4 mengenai peningkatan kualitas pembelajaran, sekaligus mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan teknologi digital dalam asesmen kelas.

Ke depan, penerapan pretest berbasis gamifikasi ini diharapkan terus dikembangkan dan diadopsi secara berkelanjutan oleh guru mata pelajaran produktif di SMK Negeri 2 Purworejo, tidak hanya untuk pretest tetapi juga posttest, guna memastikan pemahaman teori siswa senantiasa selaras dengan kompetensi praktiknya. Langkah sederhana namun konsisten ini menjadi salah satu wujud kontribusi nyata mahasiswa PK dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di satuan pendidikan vokasi.

Implementasi SDGs 4 melalui Pengembangan Bakat, Kreativitas, dan Karakter Siswa dalam Kegiatan HUT SMK Negeri 1 Klaten

KLATEN – Selama menjalankan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Klaten, Putri Tiana Novita Ramadani, mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMK Negeri 1 Klaten Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah bersama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 dan melibatkan seluruh siswa kelas X hingga XII serta para guru. Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter siswa sekaligus bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama, 26 Agustus 2026, diawali dengan pembukaan oleh panitia pelaksana, sambutan Kepala SMK Negeri 1 Klaten, Dra. Is Hardewi, M.Pd., serta pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Selanjutnya, siswa mengikuti lomba menghias tumpeng antarkelas, Jejak Juang, dan Puncak Juang untuk menumbuhkan kekompakan, sportivitas, dan semangat kebangsaan. Para guru juga turut dilibatkan melalui lomba susun kata, estafet jarik, dan mata batin untuk mempererat hubungan antarguru. Pada hari kedua, 27 Agustus 2026, kegiatan dibuka dengan sambutan kepala sekolah dan doa bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Rangkaian acara meliputi Juramasa, catwalk Mas Mbak SMK Negeri 1 Klaten, penampilan Duta Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Bahasa Prancis dengan tema “Integritas”, Smeru Got Talent, penampilan musikalisasi puisi, serta penampilan Smeru Band. Seluruh kegiatan menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan sikap kolaboratif.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa dan guru. Melalui berbagai lomba dan penampilan, siswa memperoleh pengalaman belajar di luar kelas yang menekankan kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Keterlibatan guru dalam kegiatan lomba juga memperkuat kebersamaan serta menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Tingginya partisipasi siswa dan guru menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap sekolah. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4 karena memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh siswa dan guru untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga seni, bahasa, kewirausahaan, dan karakter.

Semangat kreativitas, kolaborasi, dan kebersamaan yang terbangun melalui peringatan HUT SMK Negeri 1 Klaten Tahun 2026 diharapkan dapat terus dipertahankan. Sekolah diharapkan konsisten menyelenggarakan kegiatan pengembangan bakat dan karakter secara berkelanjutan agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, SMK Negeri 1 Klaten berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan potensi seluruh siswa dan guru.

 

Optimalisasi Microsoft Word dalam Melatih Keterampilan Praktik Penyusunan Surat pada Siswa Kelas XI MPLB SMK Negeri 2 Purworejo

Purworejo, 14 September 2026 – Putri Nadia Maisarah, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran praktik dalam penyusunan surat menggunakan aplikasi Microsoft Word kepada siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) di SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama masa pembelajaran Praktik Kependidikan tahun 2026 di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Purworejo. Kegiatan ditujukan kepada siswa kelas XI MPLB sebagai bagian dari pembelajaran Pengelolaan Administrasi Umum, khususnya pada materi korespondensi Bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan dan kompetensi peserta didik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran teori dan praktik secara bertahap. Pada kegiatan praktik, siswa diarahkan untuk menggunakan Microsoft Word dalam menyusun berbagai jenis surat, mulai dari memahami bagian-bagian surat, mengatur format dan tata letak, hingga menyusun surat sesuai dengan bentuk dan ketentuan yang berlaku. Siswa juga dilatih menggunakan fitur Microsoft Word seperti pengaturan margin, jenis dan ukuran huruf, spasi, paragraf, pembuatan kop surat melalui header, penempatan logo, serta pengaturan garis pada kop surat. Selain itu, siswa mempraktikkan penyusunan surat niaga, seperti surat perkenalan, surat permintaan penawaran, surat penawaran, surat pesanan, surat pemberitahuan pengiriman, dan surat tagihan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK memberikan contoh, instruksi praktik, pendampingan, serta umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa.

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan korespondensi ke dalam dokumen surat yang dibuat menggunakan perangkat lunak perkantoran. Kegiatan praktik membantu siswa meningkatkan ketelitian dalam memperhatikan bagian dan format surat, sekaligus melatih keterampilan menggunakan Microsoft Word yang diperlukan dalam pekerjaan administrasi perkantoran. Bagi sekolah, kegiatan ini turut mendukung proses pembelajaran berbasis praktik dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer. Hal tersebut sejalan dengan SDG 4 karena pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat menunjang kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi administrasi perkantoran. Keterampilan dalam menyusun surat dan menggunakan Microsoft Word yang telah diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya maupun pada saat siswa memasuki dunia kerja.

Pages