Penguatan Financial Literacy dan Basic Marketing Skills secara Inklusif melalui Program AQUILIA dalam PLK UNY Mengabdi 2026

Program kerja mahasiswa tidak selalu harus tampil megah dengan konsep yang rumit dan penuh istilah teknis. Kadang justru hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi pengalaman belajar yang paling membekas, apalagi ketika prosesnya dilakukan bersama anak-anak yang memandang dunia dengan cara yang berbeda namun tulus. Melalui program kerja AQUILIA (Accounting QUality and Inclusive Literacy for Individual Accountability), Amar Taqwim atau yang akrab disapa Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 mencoba menghadirkan pembelajaran literasi keuangan dan marketing yang inklusif bagi anak asuh Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Panti 3 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Program kerja ini dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2026, dimulai dari tahap perencanaan dan observasi pada 1 Januari 2026, penerjunan pada 21 Februari 2026, hingga penarikan pada 15 Mei 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak asuh panti yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas intelektual. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana materi tersebut dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Amar melihat bahwa pembelajaran mengenai keuangan sering kali dianggap terlalu kompleks bahkan untuk anak-anak pada umumnya, sehingga anak berkebutuhan khusus pun kerap tidak mendapat akses pembelajaran yang sesuai. Dari pemikiran tersebut, AQUILIA dirancang sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dengan menggabungkan simulasi, media visual, praktik langsung, dan interaksi sederhana agar anak-anak dapat memahami konsep keuangan tanpa merasa tertekan oleh pembelajaran yang terlalu teoritis.

AQUILIA sendiri terdiri atas dua kelas utama, yaitu kelas literasi keuangan dan kelas marketing. Pada kelas literasi keuangan, pembelajaran dibagi menjadi lima tahapan, mulai dari Money Buddy yang mengenalkan konsep dasar uang, Happy Shopping yang mengajarkan cara membelanjakan uang, Smart Wallet mengenai menyimpan dan mengelola uang, Wise Borrowing terkait meminjam dan mengembalikan pinjaman, hingga Finance Ettiquete yang membahas etika keuangan sederhana seperti perilaku mencuri, menipu, dan korupsi. Sementara itu, pada kelas marketing, anak-anak mengikuti kegiatan Show and Sell dengan belajar menyusun kalimat promosi sederhana sekaligus mempraktikkan cara menawarkan produk secara langsung.

Mengajarkan konsep keuangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus ternyata bukan sekadar soal mengenalkan nominal uang atau aktivitas jual beli saja. Di sisi lain, proses belajar itu juga menjadi ruang untuk melatih keberanian, komunikasi, sampai bagaimana mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dan justru di titik itulah kegiatan ini terasa hidup. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika diperlihatkan media pembelajaran seperti uang mainan, kartu belanja, maupun simulasi transaksi sederhana. Ada yang langsung aktif membeli berbagai barang saat praktik berlangsung, ada juga yang masih malu-malu dan akhirnya ditarik oleh teman lainnya untuk ikut mencoba.

Momen-momen kecil selama pembelajaran pun menjadi pengalaman yang cukup membekas bagi Amar dan tim PLK. Beberapa anak sempat kebingungan ketika dihadapkan pada dua jumlah uang yang nilainya sama tetapi tersusun dari nominal berbeda. Namun kemudian, perlahan mereka mulai memahami konsep tersebut melalui pendampingan dan simulasi berulang. Bahkan pada sesi Finance Ettiquete, beberapa anak mampu memberikan respons spontan mengenai perilaku bijaksana dalam menggunakan uang. Ada yang tiba-tiba berkata bahwa temannya tidak boleh korupsi, ada pula yang mengeluh uangnya habis tetapi masih ingin membeli barang lain. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat suasana belajar terasa hangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami konteks pembelajaran yang diberikan.

Melalui program kerja AQUILIA, Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 berharap bahwa literasi keuangan dan marketing tidak hanya menjadi pengetahuan eksklusif bagi kalangan tertentu saja. Sebaliknya, pembelajaran mengenai uang, pengelolaan keuangan, dan etika finansial juga perlu dikenalkan secara inklusif kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih adaptif dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi tentang bagaimana setiap individu merasa dilibatkan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. (amar)

Mengasah Kompetensi Pedagogik dan Keterampilan Mangajar melalui Penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Mini Micro Teaching sebagai bagian dari penugasan akhir Mata Kuliah Model Pembelajaran Akuntansi pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar mahasiswa melalui pengalaman langsung dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama perkuliahan sebagai bekal menjadi calon pendidik profesional.

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam program Mini Micro Teaching. RPP yang disusun memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media pembelajaran, asesmen, serta langkah-langkah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Melalui proses ini, mahasiswa dilatih untuk merancang pembelajaran yang sistematis, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Kemampuan merencanakan pembelajaran menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas.

Setelah menyelesaikan penyusunan RPP, mahasiswa melaksanakan Mini Micro Teaching sebagai bentuk implementasi dari perangkat pembelajaran yang telah dirancang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai guru dan mempraktikkan proses pembelajaran di hadapan rekan mahasiswa. Berbagai model pembelajaran inovatif diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, pengelolaan kelas, pemanfaatan media pembelajaran, serta kemampuan mengambil keputusan dalam berbagai situasi pembelajaran.

Manfaat tersebut turut dirasakan oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan Mini Micro Teaching. Salah satu mahasiswa Pendidikan Akuntansi FEB UNY mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dalam mengaplikasikan teori pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan. “Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching memberikan kesempatan bagi kami untuk menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran. Melalui pengalaman ini, saya menjadi lebih memahami pentingnya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif,” ungkapnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan profesi sebagai pendidik di masa depan.

Kegiatan penyusunan RPP dan Mini Micro Teaching ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi pedagogik dan keterampilan mengajar calon guru, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan keterampilan profesional mahasiswa, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan Program Studi Pendidikan Akuntansi dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan. (ayu, awalia, fibri)

Mahasiswa UNY Mengabdi Kelompok Adhinara Laksanakan Program Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3

Mahasiswa Program UNY Mengabdi kelompok ADHINARA melaksanakan program individu bertajuk Admin Cilik dan Gudang Ceria di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Program tersebut bertujuan mendukung pengembangan kemandirian, kreativitas, dan keterampilan dasar anak beragam abilitas melalui kegiatan edukatif dan interaktif. Mahasiswa melaksanakan kegiatan dengan pendekatan belajar sambil praktik agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Pelaksanaan program menjadi bentuk penerapan konsep Beyond Learning dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kelompok ADHINARA yang dibimbing oleh Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), beranggotakan sembilan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Anggota kelompok tersebut terdiri dari Muhamad Taufik Hidayat dan Ulil Albab (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Nazya Maharani dan Amar Taqwim (Pendidikan Akuntansi), An Nisaa Daning Nurul H, Nadia Anugeraheni, dan Ayu Manah Sri W (Pendidikan Luar Biasa), serta Aifa Maladina Ulya dan Indah Sari Wijayanti (Matematika).

Mahasiswa mengenalkan aktivitas administrasi dasar melalui program Admin Cilik dengan kegiatan pencatatan sederhana, pengenalan identitas diri, dan pengelompokan data ringan. Anak-anak mengikuti kegiatan secara aktif melalui pendampingan langsung dari mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran interaktif digunakan untuk membantu anak-anak memahami materi secara lebih mudah dan menyenangkan. Program Admin Cilik membantu melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan dasar anak-anak dalam aktivitas administrasi sederhana.

Mahasiswa melaksanakan program Gudang Ceria melalui kegiatan pengelompokan dan penyusunan barang sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan anak- anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan karena aktivitas pembelajaran dikemas dalam bentuk praktik dan permainan edukatif. Kegiatan tersebut membantu meningkatkan kemampuan motorik, konsentrasi, serta kerja sama anak-anak dalam aktivitas kelompok. Program Gudang Ceria memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan aplikatif bagi anak beragam abilitas di lingkungan panti.

Program Admin Cilik dan Gudang Ceria dirancang sebagai media pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengalaman belajar secara langsung. Mahasiswa menyesuaikan metode kegiatan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak di Yayasan Sayap Ibu DIY Panti 3. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan program diharapkan mampu mendukung pengembangan kemandirian dan kreativitas anak beragam abilitas secara bertahap dan berkelanjutan. (nazya)

Apresiasi Mahasiswa FEB Berprestasi : FEB UNY Dorong Lahirnya Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Mahasiswa Berprestasi sebagai bentuk penghargaan kepada mahasiswa yang telah mengharumkan nama fakultas melalui berbagai capaian akademik dan nonakademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembekalan dan penguatan semangat berprestasi bagi mahasiswa FEB UNY. Acara ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Pelatihan 2 FEB Berprestasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang Business Model Canvas (BMC) dan Business Plan Competition (BPC).

Kegiatan FEB Berprestasi diselenggarakan atas kolaborasi tiga organisasi mahasiswa, yakni BEM KM FEB UNY, UKMF Penelitian KRISTAL FEB UNY, dan UKMF INSPIRE FEB UNY, dengan tagline "Tingkatkan Prestasi, Wujudkan Mimpi."

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, mentor, serta mahasiswa yang telah berkontribusi dalam meningkatkan prestasi fakultas. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas berbagai capaian mahasiswa FEB yang terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.

“Ini adalah saat yang tepat bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Prestasi yang diraih bukan hanya untuk kebanggaan selama kuliah, tetapi juga menjadi bekal penting untuk masa depan,” ujarnya.

Dekan FEB UNY juga memberikan penghargaan kepada para mahasiswa berprestasi dan alumni yang selama ini aktif menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki rekam jejak prestasi yang baik berpotensi menjadi kader akademisi dan pemimpin masa depan yang mampu melanjutkan estafet prestasi di lingkungan FEB UNY.

Sementara itu, dalam laporannya, perwakilan bidang prestasi FEB UNY, Dr. Eka Ary Wibawa menjelaskan bahwa rangkaian Seleksi Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tahun 2026 diawali dengan sosialisasi pada 28 Februari 2026. Dari 13 mahasiswa yang mendaftarkan diri melalui pengajuan dokumen capaian unggulan, terpilih enam finalis terbaik tingkat fakultas setelah melalui proses seleksi yang ketat.

Dari enam finalis tersebut, tiga mahasiswa berhasil mewakili FEB UNY pada ajang Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas, yaitu Yovi Martrifah, Shafa Fitriana, dan Carissa Fauziah.

Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh FEB UNY pada tingkat universitas. Dari tiga delegasi yang dikirimkan, dua mahasiswa berhasil menembus jajaran 10 besar. Shafa Fitriana dari Program Studi Pendidikan Ekonomi berhasil meraih peringkat ketiga tingkat universitas, sedangkan Yovie Martrifah menempati peringkat ketujuh.

Capaian tersebut melanjutkan tradisi prestasi FEB UNY yang sebelumnya berhasil menempatkan Marlita Wulansari sebagai Mahasiswa Berprestasi peringkat pertama tingkat universitas. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Selain memberikan apresiasi kepada para finalis Mahasiswa Berprestasi 2026, kegiatan ini juga memberikan penghargaan kepada pengurus Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) FEB UNY yang selama ini berperan aktif dalam membangun budaya prestasi di lingkungan fakultas. Organisasi yang diketuai oleh Muhammad Rafian Muzhaffar dari program studi Manajemen tersebut menjadi wadah kolaborasi mahasiswa berprestasi dalam membimbing, menginspirasi, dan mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi terbaiknya. Dengan semangat kolaborasi antara fakultas, organisasi mahasiswa, mentor, dan mahasiswa berprestasi, diharapkan lahir generasi unggul yang mampu membawa nama FEB UNY semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Rafian

FEB UNY Gandeng Guru Besar dari UiTM Malaysia Guna Perkuat Metodologi Riset dan Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar rangkaian program Visiting Top Professor pertamanya di bulan Juni 2026. FEB UNY menghadirkan akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Prof. Dr. Razana Juhaida Johari, CPA (M), CA (M). Rangkaian perkuliahan intensif yang mengusung topik utama Research Methodology ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada 2–3 Juni 2026 bertempat di ruang Auditorium FEB UNY dan dilanjutkan sharing session bersama jajaran dekanat pada 4 Juni 2026. Kegiatan akademik berskala internasional ini dihadiri oleh sedikitnya 150 mahasiswa yang berasal dari kombinasi jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di lingkungan FEB UNY.

Prof. Razana yang menjadi pimpinan di Institute of Leadership & Development (ILD) UiTM serta pengajar di Faculty of Accountancy UiTM ini memfokuskan pemaparan publiknya pada metode penelitian pendidikan akuntansi (Research Method in Accounting Education). Dalam sesi perkuliahan pada hari-hari pertama, Prof. Razana mengupas tuntas dasar-dasar riset pendidikan beserta jenis dan kategorinya. Beliau menjelaskan secara detail mengenai bagaimana seorang penguji menilai aspek metodologi dalam sebuah evaluasi proposal riset, mulai dari strategi pengambilan sampel yang memadai hingga kepatuhan terhadap nilai-nilai etika penelitian. Selain itu, materi juga diarahkan pada pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, di mana peserta diajarkan membedakan instrumen kuantitatif seperti survei berskala Likert dengan instrumen kualitatif seperti panduan wawancara mendalam (interview protocol).

Memasuki materi lanjutan, fokus pembahasan beralih ke teknik analisis data serta alur kerja pemrosesan data (data processing workflow) yang meliputi penyuntingan, pengodean, hingga entri data. Prof. Razana memaparkan indikator kualitas data (goodness of data), termasuk penggunaan nilai Cronbach's Alpha untuk menguji reliabilitas serta evaluasi multikolinearitas melalui Variance Inflation Factor (VIF). Pengenalan uji hipotesis statistik juga diberikan secara komprehensif, di mana mahasiswa dipandu untuk menginterpretasikan indikator utama seperti koefisien jalur, t-value, dan p-value guna menentukan signifikansi hubungan antarvariabel.

Di samping memberikan kuliah umum bagi mahasiswa, rangkaian program ini juga diisi dengan agenda sharing session strategis antara Prof. Razana dengan jajaran dekanat serta pimpinan program studi di FEB UNY. Dalam sambutannya pada sesi tersebut, Dekan FEB UNY menyampaikan bahwa institusinya masih harus banyak belajar dari pengalaman tata kelola yang dimiliki oleh UiTM Malaysia. Sesi diskusi interaktif ini dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama, berdiskusi mengenai sistem pengelolaan lembaga, fakultas, maupun program studi, serta mengagendakan kunjungan balik dari pihak UNY ke Malaysia di masa mendatang.

Salah satu fokus penting dalam sharing session tersebut adalah pembahasan strategi dalam menghadapi akreditasi internasional. Kesempatan ini dinilai sangat tepat mengingat prodi-prodi jenjang magister dan doktor di FEB UNY akan menjalani akreditasi internasional. Melalui transfer pengetahuan dan kemitraan dengan UiTM Malaysia ini, FEB UNY optimis dapat memantapkan langkahnya dalam memenuhi standar global, sekaligus mencetak lulusan dan menghasilkan output riset yang diakui di tingkat internasional. (fdhl)

Mahasiswa PLK UNY Mengabdi 2026 Dasasena Cakra Tingkatkan Fasilitas Pengelolaan Sampah melalui Renovasi TPS di Dusun Jurugan

Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam kelompok Dasasena Cakra melaksanakan program kerja berupa renovasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dilaksanakan selama periode PLK tahun 2026 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa PLK terdiri dari sepuluh mahasiswa dari tiga fakultas yaitu Rayhan Satria Lexandara Lova (S1 Pendidikan Akuntansi), Ane Desika (S1 Pendidikan Akuntansi), dan Anisa Dian Asri (S1 Pendidikan Akuntansi) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY; Melani Devi Isna Soimah (S1 Manajemen Pendidikan), Salwa Maura Sulantika Putri (S1 Manajemen Pendidikan), Desy Nur Anggraeni (S1 Manajemen Pendidikan), Cintantia Maura Khansa (S1 Manajemen Pendidikan), dan Khansa Nadhifah Julfikar (S1 Manajemen Pendidikan) dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY; serta Willyanto Muhammad (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dan Rio Riandhika (S1 Pendidikan Teknik Mesin) dari Fakultas Teknik (FT) UNY. Selain mahasiswa, turut terlibat pula pengelola TPS, perangkat dusun, serta masyarakat setempat yang berpartisipasi dalam proses pembangunan dan perbaikan fasilitas.

Program renovasi TPS ini dilatarbelakangi oleh kondisi bangunan pengelolaan sampah yang sebelumnya masih menggunakan material sederhana berbahan herbal pada bagian tungku pembakaran. Seiring berjalannya waktu, material tersebut mengalami penurunan kualitas sehingga kurang mampu menahan panas yang dihasilkan selama proses pembakaran sampah. Selain itu, TPS belum dilengkapi dengan cerobong asap sehingga asap hasil pembakaran menyebar langsung ke lingkungan sekitar dan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat maupun petugas pengelola sampah. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra untuk menginisiasi perbaikan fasilitas TPS agar dapat berfungsi lebih optimal dan ramah lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama pengelola TPS serta perangkat dusun guna mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan yang ada. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, disusun rencana renovasi yang berfokus pada peningkatan kualitas konstruksi tungku pembakaran dan pengendalian asap. Selanjutnya, mahasiswa bersama masyarakat melakukan pembangunan ulang dinding tungku menggunakan bata pres yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap suhu tinggi. Material ini dipilih karena lebih kuat, kokoh, dan mampu mendukung operasional TPS dalam jangka panjang.

Selain perbaikan struktur bangunan, tim juga melakukan pemasangan cerobong asap pada bagian atas tungku pembakaran. Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk mengarahkan asap dan uap hasil pembakaran agar keluar melalui saluran yang lebih terkontrol sehingga mengurangi penyebaran asap ke area sekitar TPS. Dengan adanya cerobong asap, proses pembakaran sampah menjadi lebih aman dan nyaman, baik bagi petugas pengelola maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap aspek kesehatan dan kualitas lingkungan di Dusun Jurugan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak. Mahasiswa berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sedangkan masyarakat dan pengelola TPS turut membantu proses pengerjaan di lapangan. Partisipasi aktif warga juga menunjukkan adanya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Melalui program ini, TPS Dusun Jurugan kini memiliki fasilitas yang lebih kokoh dan fungsional dibandingkan sebelumnya. Dinding tungku yang telah menggunakan bata pres mampu meningkatkan daya tahan bangunan terhadap panas pembakaran, sedangkan keberadaan cerobong asap membantu mengurangi dampak pencemaran udara di lingkungan sekitar. Mahasiswa PLK UNY Mengabdi Dasasena Cakra berharap renovasi TPS ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan di Dusun Jurugan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. (anisa dian)

Mahasiswa PLK UNY Edukasi Generasi Cerdas Finansial di SDN 1 Kejambon Lor

Mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sukses menyelenggarakan tiga program kerja edukatif secara kolaboratif di SDN 1 Kejambon Lor pada 24–27 April 2026. Bertajuk "Berkarya Nyata, Menabung Sejak Dini, dan Berpikir Bijak untuk Masa Depan", kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kesadaran finansial, serta kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas 1 hingga 4 melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tiga mahasiswa PLK UNY dari FEB, masing-masing membawa program kerja unggulan yang saling melengkapi, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Evi Nur Rochmah, M.Pd.: Yola Indri Rahayu dari Program Studi Pendidikan Akuntansi FEB UNY  mengusung program kerja "Berkarya Nyata"; Nur Hidayah Atiqoh dari Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNY mengusung program kerja "Menabung Sejak Dini"; Nuri Afifah dari Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNY  mengusung program kerja "Berpikir Bijak untuk Masa Depan". Kegiatan berlangsung pada 24–27 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan durasi 2–3 jam per sesi. Pelaksanaan dipusatkan di SDN 1 Kejambon Lor, Sindumartani, Ngemplak, Sleman dengan sasaran siswa kelas 1 sampai 4.

Program ini hadir atas kesadaran bahwa literasi finansial dan kreativitas adalah dua bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Di era konsumtif seperti saat ini, anak-anak perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang nilai uang, pentingnya menabung, dan cara berkreasi secara mandiri dan produktif. Dengan mengintegrasikan ketiga program kerja dalam satu rangkaian kegiatan, Tim PLK UNY berharap mampu memberikan dampak holistik yang berkesan bagi para siswa.

Program kerja pertama digagas oleh Yola yang mengajak siswa mengekspresikan kreativitas melalui kegiatan keterampilan tangan yang bermakna. Setiap siswa mendapat kaleng bekas sebagai badan celengan, lalu menghiasnya secara bebas menggunakan stiker hias, kertas warna, spidol warna-warni, serta lem dan gunting. Proses berkarya dipandu langsung oleh Yola dengan pendampingan kelompok dan memastikan setiap siswa mendapat perhatian yang merata.

Melalui program ini, siswa tidak sekadar membuat sebuah benda, tetapi juga menuangkan imajinasi dan kepribadian ke dalam karya nyata yang dapat dibawa pulang. Rasa bangga atas hasil tangan sendiri menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan sikap mandiri dan produktif sejak dini. Keberhasilan program ini terlihat ketika setiap siswa mampu menceritakan makna di balik celengan yang mereka ciptakan.

Program kerja kedua menjadi inti dari edukasi finansial dalam rangkaian kegiatan ini. Atiqoh memulai sesi dengan pengenalan interaktif tentang apa itu uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, menggunakan bahasa yang sederhana, cerita pendek, serta diskusi ringan yang mengajak siswa berpikir tentang cara mengelola uang saku mereka.

Sesi berlanjut ke simulasi praktis di mana siswa diajak langsung menyisihkan uang harian dan menuliskan target tabungan pribadi mereka, mulai dari menabung untuk membeli alat tulis, buku cerita, hingga keinginan lain yang mereka impikan. Kegiatan ini diperkuat dengan games edukatif seru berupa tebak nilai uang dan simulasi belanja sederhana yang berlangsung dengan penuh semangat. Di akhir sesi, setiap siswa memiliki selembar kertas target tabungan sebagai komitmen nyata untuk mulai menabung.

Program kerja ketiga dirancang oleh Nuri untuk membangun pola pikir bijak dalam pengambilan keputusan finansial sederhana. Nuri menyampaikan bahwa setiap pilihan keuangan memiliki konsekuensi dan tujuan jangka panjang yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Siswa diajak bermain peran (role play) sebagai seorang "pengelola keuangan" yang harus memilih antara membeli sesuatu sekarang atau menabung terlebih dahulu. Melalui simulasi ini, anak-anak secara alami mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Diskusi kelompok kemudian dilakukan untuk merangsang kemampuan berpikir kritis mereka tentang keputusan keuangan sehari-hari, dan hasilnya para siswa antusias menyampaikan pendapat dengan kata-kata mereka sendiri.

Rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Siswa kelas 1 hingga 4 SDN 1 Kejambon Lor menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi sepanjang kegiatan, mulai dari menyimak materi dengan tekun, aktif dalam games edukatif, hingga berkreasi menghias celengan masing-masing dengan penuh percaya diri. Suasana kelas yang ceria dan interaktif mencerminkan keberhasilan pendekatan yang digunakan oleh ketiga mahasiswa PLK.

Kolaborasi antara program Berkarya Nyata, Menabung Sejak Dini, dan Berpikir Bijak untuk Masa Depan menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif. Anak tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis dan produk nyata berupa celengan karya tangan mereka sendiri yang siap digunakan untuk mulai menabung. 

Dari serangkaian kegiatan ini, dihasilkan beberapa output nyata yang menjadi bukti keberhasilan program, di antaranya celengan kreatif hasil karya masing-masing siswa yang siap digunakan, peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menabung, dan tumbuhnya pola pikir bijak dalam mengelola uang sejak dini.

Program kerja kolaboratif tiga mahasiswa PLK UNY di SDN 1 Kejambon Lor menjadi bukti nyata bahwa pendidikan ekonomi bisa hadir dengan cara yang menyenangkan, relevan, dan berdampak. Melalui sinergi antara Yola, Atiqoh, dan Nuri, para siswa tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berkarya yang akan terus mereka kenang. Semoga benih kreativitas, kebiasaan menabung, dan pola pikir bijak yang ditanamkan melalui program ini menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi masa depan dengan lebih cerdas, hemat, dan mandiri. (Yola)

Dukung SDGs Desa, Mahasiswa PLK Jetis Gagas Tempat Sampah Botol Plastik dan Penanaman Sayuran

Dari sebotol plastik hingga sebatang bibit sayuran, perubahan besar seringkali berawal dari langkah yang sederhana. Semangat inilah yang dibawa oleh mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program lingkungan yang dilaksanakan di Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. Dengan menggandeng warga dan ibu-ibu PKK, mahasiswa menghadirkan inovasi tempat sampah khusus botol plastik serta gerakan menanam sayuran bersama sebagai upaya membangun lingkungan yang lebih bersih. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan bertema “Nguri-uri Alam, Nandur Panguripan Sesarengan Mbangun Padukuhan Ijo” ini dilaksanakan oleh mahasiswa PLK bersama masyarakat dan ibu-ibu PKK yang dilaksanakan di Padukuhan Jetis pada 21 Februari hingga 16 Mei 2026 melalui pembuatan tempat sampah khusus botol plastik serta penanaman tanaman sayuran. Program ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan penghijauan, dan mendukung pencapaian SDGs. Pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan partisipasi aktif warga dalam pengelolaan tempat sampah dan penanaman tanaman.

Praktik nyata yang ditawarkan dalam kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi pencemaran akibat sampah plastik, serta meningkatkan produktivitas lahan sekitar rumah melalui budidaya sayuran. Ketua RT 02 Padukuhan Jetis, Zamroni, menyampaikan, “banyak anak-anak SMA habis olahraga di GOR, sampah botolnya dibuang sembarangan, Mbak,” ujarnya, Sabtu (21/05/26). Lokasi desa yang dikelilingi banyak sekolah dan adanya tempat rekreasi yang cukup ramai menjadi tantangan warga dalam menghadapi permasalahan sampah. Akan tetapi, lokasi ini memiliki potensi yang cukup besar dalam ketersediaan bahan tanam (pupuk organik), dengan didukung adanya peternakan kambing milik warga Jetis. Aris selaku ketua RT 06 juga mengungkapkan, “di sini ada kelompok peternakan mbak, tapi kotorannya hanya dikumpulkan tidak ada yang ngolah”. Berangkat dari kondisi tersebut, tim PLK memberikan solusi program pembuatan tempat sampah khusus botol plastik dan penanaman bibit sayuran di sekitar rumah warga sebagai bentuk solusi yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pemanfaatan potensi lokal. Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs Desa).

Program PLK UNY di Padukuhan Jetis telah membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu melahirkan perubahan yang nyata dan bermakna. Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hilmy Pradana Sundawan, M.Ak. dengan anggota yang terdiri dari Ariel Erland Fernanda, Arinda Rahmawati, Umi Nuriyah, Wulan Angraeni, Hazmi Hasifah, Nisrina Nur Azkia, Emilda Hanum, Putri Roulita Parhusip, Setyananda Asli Rahmawati, Arga Purba dari berbagai program studi di UNY.

Melalui program ini, mahasiswa berharap mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola lingkungan sekitar, mulai dari pemilahan sampah botol plastik hingga pemanfaatan lahan kosong untuk penanaman benih. Selain menjaga kebersihan dan kemandirian pangan, kegiatan ini juga berpotensi menambah penghasilan desa melalui penjualan sampah botol.

Penulis

Arinda, Wulan, Umi, Hazmi, Ariel, Ririn

Editor

Arinda, Fadhli

#PLK #UNYMengabdi #SDGs11 #SDGs12 #TempatSampahBotol #Menanam

Mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran Kembangkan Dashboard UMKM Banaran III Dukung Digitalisasi Usaha Warga

Mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam kelompok Baswara Banaran sukses melaksanakan program kerja berupa digitalisasi ekonomi melalui pengembangan Dashboard UMKM Banaran III di Dusun Banaran III, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 sebagai upaya mendukung digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. 

Tim pelaksana terdiri dari sepuluh mahasiswa dari tiga fakultas yaitu Hanna Alisha Salama (S1 Pendidikan Ekonomi), Fera Meifa Nurfais (S1 Pendidikan Ekonomi), Siti Nurul Aini Wardanisa (S1 Pendidikan Akuntansi), Rani Putri Novita (S1 Pendidikan Akuntansi) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY, Rizka Putri Purnama Sari (S1 Teknologi Informasi), Anindhita Pinasthika Utama (S1 Teknologi Informasi), Yurcelanggy Zahran Alzena Ardhaenu (S1 Pendidikan Teknik Mekatronika), Muhammad Edward Budiyono (S1 Pendidikan Teknik Mekatronika) dari Fakultas Teknik (FT) UNY, serta Agung Cahyadi (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi), dan Adzani Zumara (S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi) dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY.

Inisiatif pengembangan Dashboard UMKM Banaran III dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian besar pelaku UMKM setempat yang masih melakukan promosi dan pencatatan usaha secara konvensional. Selain itu, belum tersedianya pusat data yang memuat informasi UMKM secara terintegrasi menyebabkan potensi ekonomi masyarakat belum terdokumentasi dengan baik. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran berinisiatif mengembangkan sebuah platform digital yang dapat menjadi sarana promosi sekaligus pemetaan lokasi usaha warga.

Dashboard UMKM Banaran III

Kelompok PLK menjelaskan bahwa dashboard ini dirancang sebagai pusat informasi UMKM yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat. Melalui platform tersebut, pengguna dapat melihat katalog produk UMKM, mengetahui lokasi usaha melalui peta digital interaktif, serta menghubungi pelaku usaha secara langsung melalui fitur integrasi WhatsApp. Dengan adanya sistem ini, diharapkan jangkauan pemasaran produk UMKM Banaran III dapat semakin luas dan mudah dikenal oleh masyarakat di luar wilayah dusun.

Proses pengembangan Dashboard UMKM Banaran III dimulai dari analisis kebutuhan, pengumpulan data UMKM di tingkat dusun, hingga tahap coding. Tim membangun sistem berbasis web ini menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL. Selain itu, tim juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu proses desain antarmuka (User Interface) agar sistem lebih menarik dan mudah digunakan oleh warga. Setelah seluruh fitur selesai dikembangkan, tim melakukan pengujian sistem untuk memastikan seluruh fungsi berjalan dengan baik sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

Puncak dari program kerja ini adalah kegiatan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan dashboard yang diselenggarakan di kediaman Ibu Dukuh Banaran III pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat dusun, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Peserta kegiatan diberikan penjelasan mengenai cara mengakses website, mengelola data dan etalase produk, memperbarui informasi usaha, serta memanfaatkan fitur-fitur lainnya yang tersedia selama kegiatan berlangsung. Selain itu, tim juga menyusun buku panduan teknis penggunaan dashboard bagi pengguna, admin, maupun pelaku UMKM yang nantinya diserahkan kepada perangkat dusun sebagai pegangan agar sistem ini dapat digunakan secara mandiri setelah program pengabdian berakhir.

Kehadiran inovasi teknologi ini disambut positif oleh perangkat dusun setempat. Menurut perangkat Dusun Banaran III, kehadiran dashboard ini memberikan manfaat yang cukup besar karena membantu proses pendataan UMKM menjadi lebih terpusat dan terorganisir. Selain itu, masyarakat dapat lebih mudah mencari informasi mengenai produk lokal yang tersedia di wilayah Banaran III. Antusiasme warga juga terlihat dari partisipasi mereka dalam memberikan data usaha dan mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa PLK.

Meskipun dalam pelaksanaannya sempat menghadapi beberapa kendala, seperti perlunya penyesuaian kode hasil pemanfaatan AI dengan sistem Laravel serta perbedaan tingkat pemahaman teknologi di kalangan warga, program ini tetap berhasil diselesaikan dengan baik sesuai rencana. Dashboard UMKM Banaran III telah berhasil dibangun, diunggah secara daring, dan siap digunakan sebagai sarana pendukung promosi UMKM masyarakat di Dusun Banaran III.

Melalui program kerja ini, mahasiswa PLK UNY Mengabdi Baswara Banaran berharap Dashboard UMKM Banaran III dapat menjadi langkah awal transformasi digital di tingkat dusun. Keberlanjutan sistem ini diharapkan dapat dijaga melalui kerja sama antara perangkat dusun dan pelaku UMKM dalam memperbarui data usaha secara berkala sehingga dampak dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Banaran III maupun masyarakat luas.

Penulis: Rizka Putri Purnama Sari dan Anindhita Pinasthika Utama

FEB UNY Gelar Program Visiting Top Professor Bersama Pakar Digital Bisnis UEH Vietnam

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses menyelenggarakan rangkaian program Visiting Top Professor dengan menghadirkan pakar internasional asal Vietnam, Dr. Angelina Nhat Hanh Le. Kegiatan akademik yang berlangsung selama dua hari pada 25–26 Mei 2026 ini bertempat di Ruang Auditorium FEB UNY. Dalam kesempatan tersebut, pakar dari University of Economics Ho Chi Minh City (UEH) ini menyampaikan kuliah intensif mengenai Digital Marketing & Entrepreneurship.

Agenda berskala internasional ini disambut dengan antusiasme tinggi, terbukti dengan kehadiran sedikitnya 150 mahasiswa dari jenjang sarjana (S1) di lingkungan FEB UNY. Rangkaian kuliah umum ini dirancang khusus untuk menjembatani teori akademik dengan dinamika praktis industri digital global. Kehadiran program ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda agar memiliki daya saing tinggi serta mampu menangkap berbagai peluang kewirausahaan di era disrupsi teknologi.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Nhat Hanh Le, yang juga menjabat sebagai Dekan School of Management di College of Business UEH, mengupas tuntas arsitektur model bisnis di era digital. Beliau menekankan tiga elemen krusial yang menentukan posisi perusahaan di pasar, yaitu posisi pasar (marketplace position), model pendapatan (revenue model), dan model komersial. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung ditantang dalam aktivitas kelompok untuk merancang Business Model Canvas (BMC) yang adaptif bagi ide bisnis mereka.

Lebih jauh lagi, materi perkuliahan juga menyentuh aspek teknis dan operasional yang sangat penting bagi keberlanjutan usaha digital, yakni manajemen alur kerja (workflow management). Dr. Nhat Hanh Le mengajarkan metode hierarkis dalam memodelkan proses digital menggunakan flow process chart, seperti simulasi penanganan keluhan pelanggan dan pengajuan pinjaman bank. Sesi perkuliahan ini ditutup dengan pembedahan anatomi Growth Hacker, sebuah strategi modern untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis digital secara cepat dan berbasis data.

Tidak hanya fokus pada pengajaran mahasiswa, rangkaian program ini juga dilengkapi dengan agenda sharing session strategis. Sesi ini mempertemukan Dr. Nhat Hanh Le dengan jajaran dekanat serta pimpinan program studi yang ada di lingkungan FEB UNY. Diskusi interaktif ini berfokus pada peluang kolaborasi riset internasional, pertukaran kurikulum berbasis bisnis digital, serta penguatan jejaring akademik bilateral antara FEB UNY dan UEH Vietnam ke depan.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan program Visiting Top Professor ini, FEB UNY semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan berstandar global. Sinergi internasional ini diharapkan tidak hanya memperluas cakrawala berpikir mahasiswa, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas lulusan yang inovatif, adaptif, serta siap menjadi penggerak utama dalam ekosistem ekonomi digital masa depan. (fdhl)

Pages